Tidak Punya Pekerjaan Sukses Memelihara Lele

Profil Pengusaha Agus Efendi


pengusahalele.png
 
Tidak punya pekerjaan sukses memelihara lele. Pengusaha lele ini juga sibuk menjadi ketua organisasi kepemudaan GP Ansor Kecamatan Gudo. Ini yang dikerjakan Agus Efendi di kampungnya, adalah berbisnis sendiri. Usaha dijalankan kolam budidaya lele. 
 
Hasilnya lumayan loh, ia pun bercerita bagaimana bisnis kecilnya menguntungkan.

"Siapa bekerja dengan sungguh- sungguh, pasti akan berhasil," Agus membuka.
 

Sukses Memelihara Lele


Pemuda Desa Sukopinggir, Kec. Budo, Kabupaten Jombang ini, awalnya bermodal dari usaha kolam ikan satu kolam. Lumayan usaha kecil Agus menghasilkan 2 juta bibit per- bulan sekarang. Sudah dijalankan lebih dari 12 tahun bukan tidak ada halangan ataupun kerugian.

Ini ternyata usaha keluarga. Ia sendiri tidak begitu berminat meneruskan. Tetapi susah mencari pekerjaan lah mendorong Agus berpikir cepat. Anjuran orang tua didengarkan berkah hasilnya. Bermula dari satu kolam di pekarangan rumah lambat laun diperbanyak.

Dia sekarang jutawan. "Alhamdulillah hasilnya bisa dilihat sekarang," ujar pria 35 tahun ini. Seorang alumni Universitas Brawijaya sudah menekuni usaha sejak 2005. Kalau awal cuma satu kolam kini banyak kolam yang sudah menempati tanah seluas 2 hektar.

Usaha Agus menghasilkan jutaan. Padahal usaha lele dijalankan ayah sebagai sambilan. Ayah Agus seorang petani biasa. Cuma sebuah kolam ikan kecil di belakang rumah. Agus mengamati sang ayah serius beternak lele. 

Tamat SMU, dia tidak berminat meneruskan usaha ayah. Ayah Agus meninggal dunia ketika dia hendak dewasa. Dia memilih melanjutkan kuliah. Membiayai sendiri, dan akhirnya Agus lulus dan bekerja di sebuah Bank Swasta di Kediri.

Sebagai karyawan dia tidak tahan. Uang gaji dianggap pas- pasan. Dorongan menjadi wirausaha bergejolak sampai dia memilih keluar. Uniknya pertama terpintas dalam benak Agus hanyalah jadi petani. Ternyata dari sana hasilnya malah semakin tidak seberapa.

Mata Agus lantas melirik ke tanah galian ayahnya. Kolam ikan tersebut menggelitik Agus melanjutkan usaha budidaya ikan lele. Dia ingin beternak lele. Berbeda dengan sang ayah, Agus tidak mau menjadikan usaha budidaya lele sebagai pekerjaan sambilan. Dia kesana- kemari memasarkan hasil budidaya tanpa kenal lelah.

Ia menembus pasar. Kemudian mendapatkan kepercayaan menjadi penyedia bibit lele. Singkat cerita bahkan dia mampu mengirim sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali, dan Kota besar lain. Pasaran diambil Agus meluas begitu pula tanah kolam lele miliknya. Menjadi dua hektar usaha lele Agus makin berjaya saja.

Omzet diraup Agus berlipat ganda sampai ratusan juta. Angka fantastis buat pengusaha asal desa yang tidak dia nikmati sendiri. Dia lalu membuka lapangan pekerjaan puluhan pemuda kampung. Omzet 2 juta bibit ikan lele dan omzet mencapai Rp.200 juta per- bulan.

Semakin bersemangat Agus mulia menyasar ikan Gurame dan Patin. Banyaknya permintaan, ia mulai aktif mengajak kawannya membantu usaha Agus. Ada 30 orang pegawai membantu Agus setiap harinya untuk membudidaya ikan. Ia percaya bahwa usaha apapun jangan dipandang sebelah mata.

Usahanya memang besar tetapi bukan tidak pernah rugi. Ia bercerita pernah bibit lele ratusan ekor miliknya mati. Agus lalu mencari solusi disetiap kegagalan pernah dia rasakan. Dia membuktikan, tidak punya pekerjaan sukses memelihara lele.

Akbar Karikatur Bisnis Online Sering Dituduh Menipu

Profil Pengusaha Akbar Satriawan


bisnisonline.png

Bisnis online sering dituduh menipu. Pengusaha Akbar Karikatur bercerita perjalanan bisnisnya sampai sekarang. Memang dunia digital memberikan kemudahan total. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan. Itu adalah kemampuan membedakan dunia nyata dan internet. 
 
Beberapa malah kerepotan mengerjakan bisnis mereka disini. Dunia internet memberikan kemudahan juga kesukaran.
 

Jadi Pengusaha


Seperti kisah pemilik Akbarkarikatur. Dia mendapatkan banyak komplain tentang pesanan. Banyak mereka komplain bahkan merasa tertipu. Orderan tanpa didukung sumber daya manusia. Padahal Akbar katanya menyanggupi pesanan tetapi sulit dihubungi dan gagal memenuhi pesanan. 

Padahal sudah mengirimkan uang pembayaran. Penulis tidak menjudge tetapi menyoroti fenomena. Dalam berbisnis dibutuhkan profesionalisme. Ingat bahwa pembeli adalah raja. Maka sebagai pengusaha layaknya tidak menjanjikan jika tidak sanggup.

Kamampuan membuat karikatur digital Akbar berbuah bisnis. Kisah pria berambut gondrong, bernama Akbar Satriawan, seorang pengusaha muda asal Semarang. Bekal kemampuannya menggambar digital. Akbar lantas iseng buat memasarkan karyanya lewat sosial media. 
 
Salah satu hasil karyanya yang menarik ialah ketika Pilkada Kota Semarang. Akbar menggambar karikatur buat salah satu calon Wali Kota. Setelah gambar selesai, kemudian dapat ia perbanyak diatas kaos. 
 
Nah, lewat ajang inilah, nama Akbar semakin dikenal sebagai pembuat kaos asal Semarang. "Saya mulai serius membisniskan gambar karikatur digital sejak 2011 silam," jelas Akbar.

Pada awalnya dia mulai membuat blog sendiri. Diunggah kemudian dikomentari orang bahwa hasil karyanya bagus. Berjalan waktu dia mulai mengembangkan konsep kaos printing. Sebelum itu Akbar mendapatkan banyak job membuat gambar buat web Pemprov.

Lambat laun dia juga dikenal sebagai ahli dekor. Salah satunya menjadi pendekor aksesoris gambar untuk Achmad Dhani Masterpiece Karaoke. Kemudian menggambarkan ke kaos buat dipasarkan lewat berbagai event. Melalui bisnis kaos printing usahanya mulai menggurita tidak cuma online.

Tahun 2004 barulah kaos karikatur Akbar dipasarkan. Dengan pengalaman seadanya dia mencari tau, cara bagaimana sih menempelkan gambar ke kaos. Bagaimana dia menjahit, mendesain, dan bagaimana caranya menjual ke orang banyak.

Ia menyasar pasar backpacker awal. Dia menganggap pasar ini masih sepi. Memang kala itu demam traveling semacam ini belum booming. Kaos berkata- kata dan gambar simple diunggah Akbar. Isinya kebanyakan tentang sindiran untuk menikmati hidup dengan traveling. 
 
"Anda kerja, saya libur. Anda libur, saya liburan."

Kalau Akbar lebih memilih menjadi pelopor. Dia tidak suka mengikuti demam acara televisi. Seperti kaos yang bertuliskan My Trip My Adventure ataupun National Geography. Akbar memilih membuat gambar yang original dengan tulisan nyeleneh khas.

Pria asli Wonosobo, kelahiran 29 April 1990 ini, memang memiliki idealis dalam berkarya. Jiwa kesenian di dirinya lebih kental dibanding sekedar bisnis. Karya gambar Akbar lain seperti menggambar hewan- hewan yang hampir punah seperti gambar badak bercula satu.

Bisnis Online

 
Ia mendapatkan inspirasi selama menjadi backpacker. Ya Akbar memang hobi bertraveling jadi pantaslah kalau dia tau betul. Anak ketiga pasangan Supardi dan Yuli memang suka bepergian ke beberapa negara. 
 
Terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Bangkok. Dari sanalah ide tentang gambar dan kata muncul. Uniknya, Akbar menjelaskan, untuk memberikan kesan spesial setiap desain diproduksi maksimal 22 kaos jadi benar ekslusip.
 
Akbar juga mengadakan lomba quotes kata- kata unik. Melalui Instagram berhastag mengajak konsumen ikutan membikin kata- kata unik. Pemenang lomba akan mendapatkan dua kaos gratis. Satu kaos berdesain kata pemenang sendiri, dan satunya lagi bebas memilih. 
 
"Satu dengan desain quote tersebut, satu lagi bebas memilih."

Alumnus Universitas Dian Nuswantaro (Udinus) tahun 2014 ini, semakin eksis berbisnis lewat perpanduan antara sosial media dan nyata. Belum ada setahun sudah menghasilkan puluhan juta. 
 
Tidak cuma masuk ke pasaran Semarang tetapi juga luar Jawa, mulai Sulawesi, Kalimantan, sampai ke Papua.

Bahkan pernah dia mendapatkan pesanan sampai 150 potong dari Hong Kong. Memanfaatkan internet bagi Akbar adalah memperluas pasaran sekarang. Dia juga rajin bertemu konsumen langsung. Salah satunya yaitu lewat ajang Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang.

Harga ditawarkan Akbar juga kompetitif. Yakni Rp.55 ribu untuk kaos lengang pendek dan harga Rp.65 ribu buat lengan panjang. Walau murah tetapi margin untung dihasilkan pria gondrong ini besar. Mungkin ini berkat uniknya karya Akbar.

Dia dibantu empat karyawan mampu mengerjakan 3 lusin per- hari. Baru setahun berbisnis omzet Akbar sudah menyentuh puluhan juta. "Kalau omzet bulanannya sudah cukup buat memenuhi kebutuhan sehari- hari dan uang saki backpackeran," selorohnya.

"Rencananya, akhir tahun mendatang, mau plesiran ke Turki sekalian bulan madu," tutupnya. Mungkin ini alasan utama kenapa Akbar menjadi sukar melayani. 
 
Disisi lain dia masih di luar negeri -seperti kasusnya dia katanya sedang di Bangkok tidak ada sinyal- sementara internet tidak pernah tutup.

Tidak Mau Melamar Pekerjaan Pengusaha Es Krim

Profil Pengusaha Adam Amrullah 


pekerjaanpengusaha.png
 
Dia tidak mau melamar pekerjaan memilih wirausaha. Pengusaha es krim sukses, yang beroperasi awal di wilayah Yogya. Tempat ini menjanjikan buat usaha kuliner tumbuh. Itu yang diyakini oleh Adam Amrullah. Ini kesempatan baginya menghasilkan penghasilan. 
 
Seorang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM). Disini gudangnya makanan enak tulis sebuah artikel. Banyak kuliner tersebar menjamur di Kota Gudeg ini. Adam tidak menyia- nyiakan. Ia ingin menjadi pengusaha kuliner seperti lainnya. 
 
Maka lulusan UGM tahun 2013 ini mulai coba- coba jualan di pinggir UGM. Target Adam ialah mahasiswa dan juga para pelancong yang tengah menikmati liburan. Berawal dari ajang Sunday Morning (Sunmor) UGM, berlabel RedBean Ice Cream.

Jadi Pengusaha Es Krim


Sejak lulus kuliah dia bahkan tidak sempat melamar pekerjaan. Dan dia tidak mau melamar pekerjaan dulu. Adam langsung mencoba membuat es krim sendiri dari bahan kacang merah, dan berhasil. Tepat sebulan sebelum lulus Kampus Biru, tepatnya di Desember 2013, lulusan Akuntansi serius berbisnis.

"Awalnya saya jualan es krim saat masih ramai Sunmor UGM setiap hari minggu," tutur dia. Waktu itu dia mengenang cukup banyak yang suka.

Awal usaha nama es krim Adam ribet. Namanya Green Tea Patbinsu. Bagi warga UGM familiar bagi anak- anak muda, pelajar, dan mahasiswa, sebagai es krim berbahan kacang merah. Kacang merah Adam dibuat dengan racikan aneka buah- buahan, susu, dan ditambah keripik jagung gurih enak.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri. Dia mengikuti kompetisi digelar oleh PT. Nissan Motor Indonesia, berlabel Datsun Rising Challange, menyisihkan ribuan peserta lain. Dia bermodal nekat dengan uang sedikit buat berbisnis. 
 
Eh, ketika ikut ajang, ternyata sambutan masyarakat akan es krim kacang merah meriah. Dia beruntung ikut kompetisi. Karena juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Adam memang dasarnya nekat. Belum bisa berenang malah langsung nyebur ke dunia kewirausahaan. 
 
Disana dia belajar agar tidak lekas tenggelam bagaimana mengambang ketika masalah datang. Untuk hadiah ajang diadakan perusahaan mobil ini terbilang "wah". Bayangkan selain Adam mendapatkan uang juga satu unit mobil Datsub GO+. 
 
Lewat uang tersebut Adam melebarkan sayap bisnisnya. Pertama ia lakukan adalah membuka cabang kedua. Lalu, ia tidak cuma menjual minuman tetapi juga mengembangkan makanan. Uang sebesar itu dibukakan satu cabang. 
 
Jadi Adam memiliki tempat di Jalan Gambir 142a, Karanggayam (Deresan), Depok, Sleman, dan Jalan Monjali 106a, Mlati, Sleman. Adam juga sudah punya 20 karyawan paruh waktu. Dia mangajak kalangan mahasiswa agar tidak cuma bengong begitu kuliah selesai.

Kemudian kedua tempat tersebut mengusung nama baru Minke Dessert Bar. Dimana kamu bisa berkunjung dari pukul 10.00 pagi sampai 22.00 malam. Omzet usaha ini menurut Adam sudah mencapai Rp.90- 100 juta.

Adam menyebut usahanya tidak cuma enak. Dilihat dari komposisi memang kelihatan sehat, sebut saja ada es krim Green Tea Patbingsu, Mango Saved Ice, Apple Puff, Matcha Crepes, dan lain- lain. Bahan dasar sih tinggal mencari sekitaran Yogya. 
 
Agam pun tidak mau berhenti disana. "Kedepan saya ingin bukan franchise, cukup 50 juta."

Pengusaha Teh Waralaba Murah Your Tea

Profil Pengusaha Indra Thamrin 


pengusahateh.png

Pengusaha teh waralaba murah Your Tea bukan murahan. Adalah pengusaha kelahiran 29 Juni 1988, pria asli Palembang, Sumatra Selatan. Namanya Indra Thamrin atau sering dikenal sebagai pemilik waralaba teh bernama Your Tea. 
 
Pendidikan formal Indra mulai TK sampai SMA di Yayasan Xaverius Lubuklinggau. Dia memiliki banyak prestasi dibidang akademis sejak bersekolah dulu.
 

Pengusaha Waralaba


Hanya pemuda biasa yang kini menjadi pengusaha sukses. Juga mengawalai hidupnya dari serangkaian kegagalan. Bermula di 2006, dimanan dia merantau sampai ke Bogor, Jawa Barat berniat melanjutkan kuliah Sarjana mengambil Komunikasi dan Pembenganan Masyarakat, Institut Pertani Bogor.

Dalam empat tahun berkuliah ia menyadari akan hal. Bahwa Thamrin memiliki passion dibidang bisnis. Maka dia mulai melirik berbagai peluang berbisnis sendiri. Sambil berkuliah, mengikut ekstra, dia juga sibu bisnis yang dibantu beberapa temannya.

Kemampu dibidang public- speaking yang terasah. Ia mampu meyakinkan bahwa bisnis dijalankan bukanlah sekedar bisnis. Tetapi peluang bagi kita semua mengusung konsep waralaba. Bisnis diusung Thamrin bukan tanpa perjalanan panjang, banyak trial and error dijalaninya.

Usaha dirintis sejak 2008 mengusung selogan bahwa teh menjadi minuman kedua. Setelah air putih makan orang akan melirik minuman lain, seperti teh atau kopi. Rasanya tidak berat serta kandungan nutrisi baik buat tubuh menjadi pilihan. 
 
Dibanding kopi teh lebih baik buat wanita apalagi kalau bukan buat kulit. Sebagai mahasiswa aktif mengikuti kegiatan. Terbersit dipikiran Thamrin disuatu siang akan minuman yang dingin menyegarkan. Menurut Thamrin pilihan minuman favorit orang pertama adalah air putih. 
 
Sedangkan kopi menjadi pihak ketiga setelah teh. Lalu kenapa tidak Thamrin membuka usaha teh di kampusnya?

Pemikiran tersebut disambut beberapa teman Thamrin. Mereka sepakat mencoba berbagai macam cara agar bisa menyuguhkan teh berbeda. Potensi mahasiswa IPB kan mencapai 20 ribu jiwa. Susana cukup panas ketika siang hari di musim kemarau juga mendukung.

Tiga bulan dia mencoba meracik. Memang teh biasa dibuat semua orang. Hanya saja, Thamrin ingin minuman teh berbeda yang akan menjadi sumber bisnisnya. Sekali dipasarkan cita rasa berbeda segera disambut oleh masyarakat sebagai peluang.

Maka nama CV. Sari Hijau Lestari didirikan. Brand andalan mereka adalah Your Tea beralamat lengkap di situs www.waralabateh.com. Tidak buru- buru diwaralabakan, Thamrin segera menyusun rencana sampai ia memasukan tehnya ke HAKI, serta membuat standar operasional.

Konsep waralaba diluncurkan pada tahun 2010. Kemudian Thamrin aktif melakukan digital marketing pada 2013. Tahun 2012 saja, dia sudah mengantungi 82 mitra yang tersebar dari Jakarta, Sukabumi, Bogor. Dan itu tidak berhenti disana bahkan merambah ke Surabaya, Sidoarjo, bahkan Papua.

Usaha Pengusaha Teh

 
Sebenarnya kalau dilihat sekilah sama seperti teh lain. Namun Thamrin mewajibkan pewaralaba memakai es batu kristal dari air matang. Agar tidak menjadi teh biasa, aneka varian rasa seperti honey tea, flavor tea, serta cappuccino tea dihadirkan. 
 
Kulitas daun teh juga diperhatikan betul oleh Thamrin agar aroma melatinya kentara.

Harga ditawarkan setara minuman teh di warung. Dengan kepraktisan bisnis model booth membuat usaha ini lebih mudah dijangkau. Harga per- gelas dibandrol Rp.3000- 5000 bukan pukul 08.00- 21.00. Jika jualan Thamrin mampu menjual 900 cup gelas per- hari dengan omzet Rp.900.00 per- hari.

"Yang paling banyak diminati pelanggan adalah varian rasa original tea dan milk tea," jelas Thamrin.

Paket investasi antara Rp.2 juta sampai Rp.4 jutaan. Dengan peralatan yang telah disediakan oleh pihak Your Tea. Menariknya kontrak kerja bersifat selamanya dan tidak ada royalti fee. Hanya saja kamu wajib membeli bahan baku dari Thamrin.

Agar lebih menarik banyak calon mitra. Thamrin memiliki kelebihan soal dukungan suport. Jika pengusaha biasa cuma melihat konsumen tetapi Thamrin lebih. "Saya juga akan membeberkan cara menjalankan bisnis teh kepada mitra," Thamrin menjelaskan. 
 
Ada panduan lengkap berbentuk e-book buat kamu sebagai mitra.Waktu balik modal menurut Thamrin tergantung pada cuaca dan lokasi. Kalau sukses mitra dapat kantongi omzet Rp.9 juta per- bulan yaitu menjual minimal 100 gelas saja. 
 
Finalis Wirausaha Muda Mandiri ini yakin bahwa tehnya memiliki kelebihan. Bisnis teh Thamrin memiliki segmen luas, tidak tergantung kelas ekonomi, tidak umur, ataupun jenis kelamin jadi ceruk pasarnya luas. Lokasi juga gampang karena sifatnya booth. 
 
Jadi kamu bisa jualan di pinggir jalan karena mudah dibawa- bawa. Selain memberikan peluang investasi ke banyak orang. Thamrin juga berinvestasi ke dirinya sendiri. Yakni ia hidup sebagai vegetarian. Dia juga menjadi pembicara berbagai acara kewirausahaan. 
 
Dia pernah menjadi asisten dosen di kampusnya juga loh. Pria perfeksionis ini sudah 10 tahun lebih menjalani hidup cuma makan sayur. Thamrin juga ketua Indonesian Vegetarian Society (IVS) cabang Bogor. Dia tertarik akan investasi properti dan emas. 
 
Ia melanjutkan kuliah pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor. Pria yang dikenal dengan motonya "Never Give Up" mengajak kamu menjadi wirausaha muda juga, yuk.

Inovasi Mesin Pemanas Pengusaha ITB

Profil Pengusaha Nafi Rasyid Parikesit 


pengusahaitb.png
 
Pengusaha ITB, Institut Teknologi Bandung, yang membawanya berpikir inovasu mesin pemanas. Apa yang bisa dia dilakukan. Keinginan mengaplikasikan ilmu itu semakin besar ketika melihat masyarakat kesusahan. 
 
Mereka adalah para perajin tahu di Desa Cibuntu, Garut, Jawa Barat, membutuhkan penyelesaian. Ilmuan asli Indonesia ini lantas memilih konsep entrepreneurship. Bermodal uang sendiri membuat mesin pemanas atau boiler untuk mereka.
 

Pengusaha Muda


Sekarang Nafi Rasyid Parikesit menjadi incaran pengrajin tahu seluruh Indonesia. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tidak menyangka bisa begini sukses. Modal awal Rp.5- 10 juta, dalam perjalanan mesin boiler itu terus dikembangkan sampai sesempurna mungkin. 
 
Estimasi total modal dikeluarkan sampai total Rp.700- 800 juta. Terus balik modalnya? Per- mesin  dijual  Rp.45 juta dan dibeli oleh 50- 100 perajin satu gang.

Dimulai delapan tahun lalu, tepatnya tahun 2004, dimana Nafi tengah kebingungan soal tugas akhir. Dia tidak punya ide tentang inovasi teknologi apa. Hingga dia bersama seorang teman memutuskan membuat mesin boiler (pemanas). Konsep teknologi lama yang coba didaur ulang. 
 
Ia ingin menciptakan alat sederhana yang bisa digunakan masyarakat luas. Pengembangan pun terus dilakukan oleh pria yang akrab dipanggil Naf ini.

Tepat selepas lulus kuliah di tahun 2008, ia intensif terus melanjutkan pengembangan mesin boiler. Di tahun 2012 resmi mesin boiler bisa digunakan umum. "Saya buat desain sendiri, dari stainless dan las sendiri," ujar Naf. 
 
Soal biaya pembuatan memang tergolong mahal. Di tahun 2007 sampai tahun 2008 -an sudah keluar uang Rp.800 juta. "...karena pengembangan kita setiap tahun," jelas Naf.

Jadilah tidak begitu terasa biaya telah dikeluarkan. Tahun 2013 sudah dipasarkan di kampung perajin tahu Desa Cibuntu, Jawa Barat. Harga jual Rp.45 juta dan kebutuhan mesin boiler tersebut terus meningkat. Dia sendiri cukup kesulitan akan pesanan. 
 
Ada 19 pekerja mampu memproduksi 4 mesin sebulan. Pemesanan mesin sudah mencapai 1 gang atau 50- 100 orang perajin tahu. Untuk tenaga digunakan bahan bakar batu bara. Tapi tidak memungkinkan sumber energi lain. 
 
Naf sendiri mencontohkan cangkang sawit, kayu atau ranting kayu, batok kelapa, juga bisa memanfaatkan biomassa. Kemudian bahan bakar tersebut dimasukan kedalam mesin blower turbo. Kalau energi kurang itu bisa digantikan tenaga listrik berenergi 750 watt. 
 
Lantas siapa saja pengguna mesin buatan Naf. "Kebanyakan yang pesan itu di Bandung, Cimahi, Garut dan ada yang di Bantul, Solo, Cirebon," jelas Naf kepada Detik.com

Tidak cuma perajin tahu, ada perajin krupuk, kembang tahu, bahkan pengusaha agar atau minuman nata- de coco. Juga bisa digunakan oleh pengusaha jamur. Sebuah mesin yang hemat bahan bakar dan punya panas bagus. 
 
Kalau pakai gas menyerap panas 20%, mesin buatannya mampu menyerap panas 90%. Berkat mesin boiler tersebut banyak penghargaan dibawa pulang Naf. Yang paling bergengsi adalah penghargaan Bank Mandiri.

Nafi Rasyid memanangkan ajang Wirausaha Muda Mandiri. Juara pertama dari ajang tersebut untuk kategori Young Mandiri Technopreneur. Masuk kedalam kategori Teknologi Non Digital atas produk mesin boiler pembantu UKM ini.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba