Bisnis Pertama Rudy Salim Biografi Crazy Rich

Biografi Pengusaha Rudy Salim

 
biografirudysalim.png

 
Biografi crazy rich Rudy Salim bercerita bisnis pertama. Memulai bisnis beresiko tinggi merupakan satu kata kunci bisnisnya. Dalam sebuah artikel di Jpnn.com, Rudi Salim, nama pengusaha ini berkisah awal mula terjun di bisnis pembiayaan ini. 
 
Tepatnya bisnis kredit buat transaksi online. Pria yang cuma lulusan SMA, mengandalkan jaringan internet, dimana kliennya adalah mereka yang aktif berjual- beli secara online. Alkisah, bisnisnya dimulai dari sebuah tread di Kaskus.com, dimana Rudi dikenal sebagai salah satu membernya.
 
 

Bisnis Pertama Rudy Salim


rudysalim.png

Selain itu, sosoknya juga dikenal sebagai seorang penghobi game online. Jadilah klop dengan apa sih bisnis ditekuninya sekarang. Dia menawarkan aneka kredit melalui lapak atau thread di Kaskus.com. Bagi siapa saja yang mau bertransaksi online siap dibantunya. 
 
Ternyata cuma bermodal itu saja, beberapa orang mulai intensif menghubunginya.

"Sangat efektif kan. Tapi, saya membangun semua ini dari nol dengan modal menjual mobil pemberian orang tua," tandasnya, itulah awal mula berdirinya bisnis PT. Excel Trade Indonesia.

Jangan salah, tidak salah apa yang kamu baca sebelumnya diatas. Dia memang cumalah lulusan Sekolah Menengah Atas. Tapi Rudi mengaku sempat berkuliah bahkan mengambil fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. 
 
Secara spesifik dia keluar pas perkuliah memasuki semester dua. Semuanya karena dirinya nekat membiayai bisnis tak jelasnya. Kenapa tak jelas karena memang bisnis pembiayaan itu rentan penipuan.

Dia nekat membiayai transaksi jual- beli. Tanpa takut sedikit pun meski tak pernah bertemu sosok kliennya. Bagaimana kabar keluarganya mendengar kelakuan Rudi. Ya, keluarga, sang ibu pada khususnya terkejut dan protes karena ulah anaknya tersebut. 
 
Apalagi dengan percaya dirinya, ia menjual mobil milik keluarga serta melego satu usaha karaoke milik keluarga. Bahkan ia bercerita sang ibu sempat bilang tak mau bertemu saya jika belum sukses.

Pria kelahiran 24 April 1987 ini, menyebut ide bisnisnya bukan berasal dari bisnis online. Tepatnya dia justru terinspirasi kehidupan sehari- hari di dunia nyata. 
 
Seorang temannya bekerja di sebuah toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan pembelian barang- barang elektronik. Dia memberikan kredit bagi kostumer buat membeli barang. Nah, dari sanalah ide muncul ketika melihat potensi membantu mereka yang buta online.

Tepatnya menurut penulis membantu para penjual online bertransaksi. Uniknya, meski berkali- kali ditipu oleh kliennya; Rudi tak bergeming. Dia minim pengalaman di dunia perkreditan. Dia cuma bermodal nomor telephon dari aplikasi dikirimnya ke kliennya lewat email. 
 
Semuanya mirip seperti perkreditan di dunia nyata. Tapi minusnya tanpa perlu bertemu tatap muka. Modalnya cuma alamat rumah atau kantor tempat si klien itu bekerja.

Tentu hasilnya langsung terlihat sukses. Kebutuhan akan kredit barang lewat jasanya meningkat. Cuma tentu sejalan dengan jumlah kredit bodongnya alias penipuan. Awal pendirian, ada 60 aplikasi kredit telah dikirim melamar menjadi klien. 
 
Aplikasinya meliputi klien- klien asal Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Dari sekian aplikasi tersebut beberapanya bermasalah.

"Karena itu, saya selelu cek aplikasi kredit itu sendiri," ujarnya.

Kenekatannya berbisnis dimanfaatkan orang- orang tak bertanggung jawab. Beberapa kliennya bahkan membuat identitas palsu. Mereka mencoba mengibuli Rudi Salim. Hasilnya, ia pernah tertipu sampai 15 juta dari sindikat penipuan kartu kredit. 
 
Kisahnya ada seorang ibu mengajulan aplikasi kredit online kepadanya. Dia mau membeli sebuah laptop. Jumlah kredit diajukannya tak sedikit yakni 10 juta. Namun, karena data- data dikirimnya cocok, Rudi sendiri menelephon wanita itu ke kantornya.

Rudi yakin wanita tersebut benar- benar bekerja di sebuah BUMN. Wanita tersebut bahkan lancar- jaya buat membayar cicilan. Sudah empat kali cicilannya dibayar dan selalu tepat waktu. Rudi semakin percaya kepada klien tersebut. 
 
Hingga wanita tersebut mengajukan satu lagi pembiayaan melalui perusahaanya. Ia sendiri tak mengambi curiga atasnya.

"Tak saya sangka, ternyata sejak saat itu dia menghilang. Kredit kedua laptopnya tidak dibayar, juga cicilan laptop pertamanya," kenang Rudi.

Rudy Salim Ditipu

 
"Saya kena tipu mentah- mentah," ia menjelaskan. Menyadari bahwa dirinya kena tipu, Rudi langsung saja mendatangi kantor si klien. Ia kemudian bertemu sosok "wanita" tersebut. Ternyata wanita tersebut tidak tau apa- apa. 
 
Ketika ditanyainya tentang pengajuan pembiayaan tersebut. Kemungkinan wanita yang ditemuinya mengajukan kredit bukan sebenarnya. Dia mungkin cuma mencatut nama si ibu pegawai BUMN.

Berkaca dari pengalaman itulah, Rudi mencoba memperbaiki sistemnya. Pengalaman menjengkelkan itu telah merubah 180 derajat caranya mengucurkan kredit. Dia bahkan rela mempekerjakan orang. Mempekerjakan orang buat mensurvei langsung ke klien miliknya. 
 
Setelah barang kredit diterima klien, maka akan ada satu dari pegawainya datang, mereka bersama akan difoto sebagai bukti. Adapula surat perjanjian musti si klien tanda tangani. Sejak saat itupula usahanya jadi jarang terkena penipuan. 
 
Bahkan klien miliknya merasa puas atas pelayanan aman dan nyaman milik perusahaannya. Waktu telah berlalu, cukup cepat semenjak mengganti sistemnya, nama Rudi Salim dan perusahaanya semakin terkenal melejit. 
 
Terutama namanya di berbagai forum jual- beli online. Bahkan tanpa mengeluarkan biaya promosi. Publikasi perusahaanya telah menyebar dari satu forum ke forum online lainnya. Kisah kemudahan membeli barang melaluinya sudah tersebar. 
 
Kemudian mulai banyak permintaan bahkan dari luar kota. Dia lantas memutar otak menjalankan bisnisnya. Bermodal beberapa moderator Kaskus.com asal daerah. Mereka membantunya ikut mensurvei calon klien asal daerah. 
 
Mereka mensurvei mereka, hingga Rudi resmi membuka cabang di delapan kota akhirnya. Ia sendiri tak khawatir membantukan para moderator Kaskus. Alasannya, karena mereka sendiri punya nama di belantara internet, ditambah sebagian mereka merupakan patner bisnis berjualan di Kaskus. 
 
Sebuah simbiosis saling menguntungkan coba dibangunnya. Bisnis dari PT. Excel Trade Indonesia memang berkembang pesat. Cuma bermodal koneksi internet, Rudi Salim aktif di berbagai jaringan internet. 
 
Ketika ditemui oleh pihak pewarta, di sebuah ruko lantai tiga di kawasan elit bisnis di Jakarta Utara; ia tengah asik didepan laptop.

"Di sini sumber inspirasi yang bersliweran," terangnya.

Excel Trade Indonesia sendiri, sudah punya delapan cabang bisnis dan mempekerjakan 32 karyawan. Dia juga sudah menyasar pasaran lain. Kini, perusahaanya juga membiayai pembelian buat anak dibawah 17 tahun, cuma bermodal jaminan dari orang tuanya. 
 
Bicara tentang potensi pasarnya 85% pembiayaan atau kredit barang dipenuhi oleh aneka produk handphone atau BlackBerry baru. "Sekarang saya bersiap untuk berekspansi ke bisnis lain," ujar pengusaha muda beromzet 1,3 miliar/ bulan in.
 
Biografi Rudy Salim sejatinya berasal keluarga berada. Orang tuanya merupakan bagian keluarga para dokter. Rudy juga pernah mengenyam pendidikan kedokteran. Pengusaha muda kelahiran 1987, yang memutuskan berhenti sekolah malah berwirausaha.

Dia memutuskan mau berbisnis. Rudy mengaku mau kuliah disebabkan sogokan. Kedua orang tuanya akan memberikan mobil bila dia mau kuliah. Tetapi ternyata dunia perkuliahan bukanlah dirinya. Ia memutuskan DO alias drop out.

Rudy menjual mobil orang tuanya buat berbisnis. Berawal teman yang dilihat berbisnis elektronik. Dia menemukan celah perkreditas elektronik. Temannya memiliki jaringan bisnis elektronik luas. Rudy lalu berencana membantu pembeli membeli elektronik.

Belajar dari pengalaman ditipu dia memperbaiki sistem. Rudy mengharuskan pembeli menandatangani surat perjanjian dan foto bareng barangnya.

Jenis Usaha Pengusaha Muda Beserta Contohnya

Darah Muda Modal Pengusaha

 
jenisusaha.png
 
Berikut jenis usaha pengusaha muda beserta contohnya.  Menjadi pemuda tak lepas dari gejolak darah mudanya. Begitu pula para pengusaha muda ini. Ketika nanti memulai satu usaha pastilah dilandasi semangat kebebasan. Mereka biasanya mengikuti passion -nya. 
 
Apa- apa yang disukainya dijadikan bisnis saja. Sebut saja ada para penghobi makanan enak maka akan memilih membuka usaha bidang kuliner. Mereka akan belajar membuat masakan sesuai dengan selera kayanya.

Atau, bagi yang suka fashion, apalagi kalo tidak menjadi pengusaha fashion. Meski tak punya latar belakang pendidikan gejolak darah muda menuntunnya. Mereka memang kebanyakan jadikan kebebasan berekpresi menjadi landasannya. 
 
Kalau mau sukses diusia muda mulailah dari gejolak darah muda. Berikut beberapa usaha biasanya dijalankan pemuda Indonesia, berdasarkan apa- apa passion -nya:

Bisnis Travel


Menjadi muda berarti senang berpetualang. Dorongan darah muda membawa banyak pengusaha kepincut bisnis traveling. Kamu bisa membuka usaha traveling lokal dulu. Tak perlu ngotot sampai berbisnis sampai ke Negeri China. 
 
Atau, mau membuka travel umroh? Loh, jangan salah, berumroh juga menjadi tren traveling tersendiri sekarang.

Dari travel umroh, kamu bisa membuka bisnis perjalanan religi, atau perjalanan ke Timur Tengah eksotis. Salah satu pengusah muda dibidang ini, ada Bernardus Sumartok, pemilik Flamingo Travel, seperti yang telah dikutip dari halaman Suara Pengusaha. 
 
Dia menganjurkan para penghobi travel sebelum membuka usaha. Ia menyarankan buatlah sesuatu unik. Cobalah gali dalam- dalam pengalaman kamu saat berpergian ke tempat- tempat unik.

Bisnis Fotografi


Bukan iseng tapi benar- benar bisa dijadikan usaha. Sebut saja kisah pemilik studio foto Abadi Photo Bogor, atau kamu juga bisa mencontoh kisah sukses Ibal Marciano. Pengusaha muda pemilik Buatan Rumah Studio yang memulainya murni dari hobi. Hasrat mudanya membawanya membuka usaha ini. Bahkan ia relakan merogoh kocek dalam bermodal Rp.10 juta.

Ia bermodal aneka lomba foto. Ditambah strategi marketing khusus mempromosikan hasi jepretannya. Inilah bisnis studio fotografi bisa jadi pilihan kamu. Kalaupun kamu tak punya modal sebanyak Ibal. Cobalah kamu mengikuti kisah pemilik Abadi Photo; memulai dari foto keliling tanpa tempat.

Usaha Sekolah atau Kursus Musik



Gak spesifik harus kursus musik sih. Memang bisnis ini udah banyak dilakui pengusaha muda. Khusus kursus musik bisa jadi pilihan paling unik. Cuma kamu butuh keahlian lebih dibanding mengajar anak sekolah dasar tentang pelajaran di sekolah. 
 
Salah satu pengusanya adalah Robby Cahyadi mendirikan kursus musik yang bernama MansionPro di Pekanbaru. Bisnisnya dimulai dari hobinya bermain gitar pas sekolah. Mulai kuliah, dia mulai berpikir menjadikan musik jadi bisnisnya. 
 
Dia menggandeng teman- teman. Kemudian mendirikan bersama mereka MansionPro yaitu sekolah gitar di Pekanbaru.

Usaha Kuliner



Namanya Mellisa Sugianto, sukses membesut bisnis kuliner bernama Nanny's Pavillon. Usahanya kini sudah tumbuh pesat di pusatnya kuliner, Bandung. Dia punya hobi memasak. Didorong hasratnya buat membuat aneka masakan enak. 
 
Jadilah bisnis kuliner dipilihnya bagi kamu semua (penikmat kuliner). Ia menyuguhkan konsep unik. Ditambah sistem waralaba mempermudahnya membangun jaringan.

Kalau kamu tidak punya modal bisa juga menjual kue kering. Ikuti saja kisah sukses Jodi Janitra, pengusaha muda berbisnis aneka kue kering. Dia bahkan sukses memerger tiga perusahaan besar jadi satu perusahaan. Dia bisa cocok menjadi contoh pengusaha muda. 
 
Kesemuanya ini sudah beserta contoh semoga bisa jadi bahan inspirasi kamu berusaha. Ya semangat pengusaha muda

Pengusaha Jualan Jam Tangan Kayu Berkat Kaskus

Profil Pengusaha Deny Timothy


jamtangankayu.png
 
Pengusaha muda jualan jam tangan kayu. Berkat Kaskus, usahanya menggeliat menghasilkan banyak pesanan. Ide bisnis jam tangan kayu nampaknya tengah menggeliat. Di Indonesia sendiri, mungkin kamu pernah menemukan beberapa brand, tapi apakah kamu sudah mendengar brand miliknya. 
 
Dia, Deny Timothy, pengusaha muda asal Universitas Prasetya Mulya. Dia mencoba peruntungannya lewat trend jam tangan kayu. Melalui bisnis bermodal kekuatan asli Indonesia. Mahasiswa tingkat akhir memberi nama produknya Zwagery.
 

Bisnis Kerajinan


Pemuda 21 tahun ini secara khusus membidik "booming" -nya jam tangan kayu. Selain itu, ia mengaku suka akan produknya karena unik dan punya nilah tambah. Dikutip dari laman detikFinance, secara khususnya ia memilih menggunakan kayu ulin; bukannya kayu jati. 
 
Perihal tersebut ada alasan khusus ternyata. Menurut penjelasan Denny ini lebih kuat dibanding kayu lain. Bahkan, ia berani menyebut ini lebih kuat dibanding kayu jati, ya kuat mana antara kayu ulin dan jati masih diperdebatkan.

Menurut sebuah sumber disebutkan bahwa kayu ulin lebih kuat. Katanya nih di Kalimantan sana, kayu ulin kecil aja udah punya seritifikan pemilikan. Kayu khas Kalimantan ini disebut- sebut dijamin kuat. Terbuktinya dari penggunaan kayu ulin sebagai bahan utama pembuatan rumah. 
 
Untuk masa tumbuhnya itu butuh 100- 300 tahun hingga dipanen. Denny melihat betul potensi tersebut. Ia tak mensia- siakan.

"Kayu ulin kenapa kami pakai? Kelasnya itu diatas kayu jati, harganya juga diatas kayu jati," jelas Denny ke awak media.

Bahkan ini lebih kokoh dibandinng kayu jati. Proses pembuatannya dikerjakan serapi mungkin. Hingga bisa jadi terlihat seperti jam tangan sungguhan. Yah, memang jam tangan sungguhan, dibuktikan dengan pemilihan mesin jam tangan asal Jepang Miyota.

Bermula di tahun 2013, bersama empat orang temannya, modal awalnya sekitar 35 juta. Bermodal segitu ia bisa mempekerjakan 3 orang ahli. Bersama mereka mambangun pusat produksi jam tangan kayu. Dimana berpusat di Bantul, Yogyakarta. 
 
Disana, Denny menghasilkan 3 produk premium seharga Rp1,3 juta, Rp.1,4 juta, dan Rp.1,5 juta. Mahal memang tapi buktinya menghasilkan untung.

Produknya bisa terjual sangat tinggi hingga 20- 30 unit.

"Kasarnya itu sendiri sebulan itu paling rendah ada 15 permintaan 15 unit tetapi peaknya (puncaknya.red) bisa 20- 30 unit," jelasnya.

Pasaran luar negeri juga sudah meliriknya. Tapi Denny tampak masih pikir- pikir lagi. Peminatnya datang dari Eropa, Jepang, dan Australia. Unik memang uniknya produk jam tangan kayu buatannya. Bagi kamu bisa saja mencontoh kisah sukses Denny, sang pengusaha jam kayu.

Catatan: penulis menemukan postingan Denny Timothy di sudah Kaskus. Seperti halanya kisah sukses sang pengusaha ikan hias. Menggunakan akun bernama glescio, ia kala itu, ketika tread -nya dibuat dia tengah cari- cari mekanik buat produknya. 
 
Saat itu, Zwegry dijelaskannya sebagai jam tangan artistik berbahan kayu di sebagian. Ia mencari- cari mekanik. Dari Tangerang, Jepara sebagai pusatnya ukir kayu, tapi belum dapat- dapat juga. Denny tak pantang menyerah loh. Didukung oleh para Kaskuser membuatnya semangat. 
 
Ini bisa jadi contoh apik buat kamu pengusaha muda mencari bantuan. Kontak person kala itu bisa dihubungi adalah: Nomor HP yaitu 0898 6688 717 dan Pin BB 26D15C4B.

Cerita Nyata Bekas Sopir Sukses Bisnis Katering

Profil Pengusaha Heni Hermawan


bisniskatering.png
 
Sukses bisnis katering cerita nyata bekas sopir. Berbisnis dari hobi apakah lebih sukses faktanya memang begitulah adanya. Tapi tak semua hobi bisa dijadikan sumber pendapatan loh. Mungkin paling banyak menghasilkan adalah hobi memasak. 
 
Ya, memang hobi satu ini punya banyak jalan menujur Roma kesuksesan. Seperti halnya kisah Heni Hermawan, pengusaha ketering yang sudah makan asam- garam aneka usaha. Ia sudah kenyang jatuh bangun membangun usaha.
 
 

Bisnis Katering


Istrinya, Lilik Afifah, merupakan saksi hidup kesuksesan sang suami kini, ayah dari ketiga anak mereka, M. Anandhito, Jihan, dan Laura, memulai semuanya cuma dari bekerja serabutan. Dimana Heni bekerja menjadi sopir kenang sang istri. 
 
Dia pernah bekerja sebagai sopir saudaranya sendiri. Gaji cuma 200 ribu, padahal ia sendiri masih mengontrak Rp.80 ribu. Sisanya ya cuma bisa digunakan buat makan tahu- tempe. Mencoba merubah nasib Hani mulai berjualan sendiri.

Usaha pertamanya menjadi makelar motor. Tugasnya cukup menjual- beli mobil China. Kebetulah pada saat itu memang tengah booming motor China murah. 
 
Suksesnya cuma sesaat, Alumni Unitomo Surabaya ini, memang mesti memutar otak kembali lantaran putri pertamanya, yang baru tujuh bulan harus sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Itu semua terjadi disaat bersamaan. 

"Live must go on", kisah pilu tersebut diubah menjadi cambukan keras. Bingung mencari- cari, hingga ia pun sadar bahwa sang istri bisa memasak enak. Hobi memasak istrinya coba diekspolarsi lebih.

"Kenapa masakanmu nggak dibisnisin aja, ya ma?" gumamnya.

Keduanya lantas sepakat bekerja sama membuka warung nasi kecil- kecilan. Bermodal masakan enak tak butuh waktu lama bisnis keduanya tumbuh. Jumlah pelanggannya tumbuh cepat. Bahkan tak cuma makan di tempat, bahkan sampai banyak mau membawa pulang masakannya. 
 
Mereka meminta dibungkuskan nasi buat dibawa pulang ke kantor atau rumah. Cuma bermodal marketing dari mulut- ke mulut usahanya maju. Tanpa merogoh kocek dalam- dalam buat memasarkan. Ditambah kondisi Kota Cilegon sangat mendukung usaha Heni. 
 
Bayangkan saja disekitaran dari tempat mereka berjualan berbaris pabrik- pabrik dan sentra- sentra industri. Satu- persatu perusahaan disekitar warungnya merespon balik. Bahkan mereka berebut berlangganan makan di warung miliknya. 
 
Hingga, akhirnya, bisnis warung berubah menjadi katering, Heni dan istrinya bersama- sama memnuhi kebutuhan sarapan, makan siang, hingga makan malam ratusan karyawan. Singkat ceritanya itulah awal mula katering Al Mukarommah. 
 
Katering yang telah malayani pesanan sembilan perusahaan besar di sekitar Kota Cilegon. Empat diantaranya bahkan punya ribuan karyawan, ada PT. Nestle, Kimia Nusantara, Sankyu, dan Gajah Tunggal. Omzet pun melonjak drastis bahkan menyentuh angka ratusan juta. 
 
Wajar karena memang makanan buatan istrinya memang enak. Apalagi ditambah, baru- baru ini, lelaki yang pernah mengenyam pendidikan SMA -nya di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo ini, resmi mendirikan cabang kateringan Al Mukarommah letaknya di kawsan sekitar Banten.

Pengusaha Katering

 
Totalnya ada 3 tempat startegi yaitu Cikupa, Bojonegoro, kemudian Anyer, ditotal empat katering utama Heni di Cilegon.

"Omzet tertinggi yang pernah kami cetak mencapai Rp.700 juta, tahun lalu. Kini turun sedikit, sekitar Rp.400- 500 juta (per- bulan). Ini omzet ya, bukan untung," tutur Heni menjelaskan, kepada awak media dari Tribunnews. 
 
Membuat pensaran pewarta, Heni pun dikulik- kulik lagi berapa sebenarnya untung bersih bisnis kateringnya. "Ya perkirakan sendiri," ujarnya. Bukan pengusaha kalau tak menemui hambatan. Kisah langsung sukses milik Heni Hernawan memang terlalu manis menjadi nyata. 
 
Soal hambatan dijelaskannya tak main- main. Bahkan hambatan itu datangnya dari hal- hal gaib. Tak lain, tak bukan adalah dari para pesaing mereka yang merasa bisnis miliknya terlalu sukses. Ia menyebut pengalaman nasi baru masak langsung basi! 
 
Aneh tetapi nyata begitulah persaingan bisnisnya yang tidak sehat. Heni sendiri tetap lurus- lurus saja. Meski ditimpah hal semacam itu, dimana tak cuma sekali -tetapi berkali- kali, mereka sekeluarga tetap lurus berserah diri kepada Allah. 
 
Memang keluarganya dikenal rajin beribadah. Ini menjadi senjatanya menghadapi hal- hal aneh. Dia cuma bisa pasrah tanpa melawan balik. Cuma meminta anak buahnya buat langsung memasak lagi. Meski hampir saja terlambat memenuhi kebutuhan pesanan.

Padahal dia harus melayani pesanan ribuan karyawan pabrik. Selain hal itu, adapula komplain dari pelanggan baik nasi terlalu keras, atau pelanggan neko- neko minta nasinya sedikit lembek, sayurnya kurang asin, dan masih banyak lainnya.

"Saya tak terlalu peduli kalau keluhannya menyangkut selera. Orang kan ada yang suka nasi lembek dan juga sebaliknya. Bagaimana bisa menuruti satu persatu selera?" tuturnya.

Kalau sudah menyangkut selera memang sulit. Tapi kalau menyangkut bagaimana usaha mereka bekerja, ia akan sangat pedulih bahkan rela turun tangan. Kalau tentang keterlambatan pengiriman, komponen menu yang bekurang, serta masalah teknis lainnya, ia akan siap sedia menanggapi. 
 
Meski harga kebutuhan bahan pokok naik keduanya tak seketika menaikan harga. Inilah kelebihan katering mereka tetap murah dan rasa yang terjaga. Hani bahkan bercerita, kalai margin untunya bisa dikejar, meski sedikit- sedikit maka ia akan ikhlas hati agar harganya tak begitu naik. 
 
Bahkan menaikan sidikit- demi sedikit bukanlah pilihannya. Dia menyebut lagi bahwa yang terpenting pelanggan tak lari ke tempat lain. Pria yang kini namanya dikenal sebagai salah satu pengusaha katering sukses; mengaku jika dirinya tak pernah menghitung detail untungnya.

Pengusaha Aneka Kerajinan Eceng Gondok Liar

Profil Pengusaha Indra Darmawan


pengusahaecengondog.png
 
Pengusaha aneka kerajinan eceng gondok liar.  Siapa Indra Darmawan dari sungai Citarum? Adalah definisi pengusaha sosial sebenarnya, jugalah pahlawan lingkungan, pria paruh baya yang menggelutin passion -nya saja. Apakah passion -nya tak lain bagaimana menjaga lingkungan. 
 
Indra memang sudah dikenal masyarakat pinggiran sungai Citarum. Cintanya kepada lingkungan, khususnya Kota Bandung, telah ia buktikan melalu serangkaian usaha bersama. Tak cuma soal lingkungan juga termasuk bagaimana agar warga terbantukan secara finansial.
 

Kerajinan Eceng Gondok

 
Pria kelahiran Bandung, 7 Maret 1972, merupakan suami dari Tati Mulyati dan ayah dari tiga orang anak, lulusan Sarjana Matematikan di Universitas Padjajaran Bandung, yang akhirnya menjadi seorang pecinta lingkungan. 
 
Tapi jangan salah, berkat mencintai lingkungan, dia jadi pengusaha sukses bermodal sampah. Dia yang tinggal di Kampung Babakan Cianjur Rt 02 Rw 04, Cihampelas Kacamatan Cihampelas Kabupaten Bandung, aktif bersama mengajak masyarakat berbisnis.

Salah satu hasilnya yaitu tas dari eceng gondok. Selain itu masih ada produk lainnya bersumber dari sampah daur ulang. Bekat ide kreatifnya banyak produk diciptakan seperti tas, kaligrafi, dan briket.

Kerja sosial


Sebenarnya kesadaran akan lingkungan sudah timbul di hati masyarakat. Tapi daya upaya itu belum lah jadi maksimal. Ada beberapa organisasi lingkungan di sekitar Kampung Cihampelas. Indra yang menyadari hal tersebut mencoba mengambil jalan tengah. Bagaimana sih caranya mengatasi masalah lingkungan? Dimana dua masalah utama bisa terselesaikan; sampah plastik dan eceng gondok.

Masalah sampah plastik yang menumpuk, dirasa tak cukup cuma mengajak rajin mendaur ulang. Soal ada eceng gondok tak cumalah bisa diselesaikan melalui gotong royong semata. 
 
Hingga di tahun 2008, ia mulai mengajak masyarakat mengumpulkan eceng gondok dan dikeringkan buat dijadikan uang. Kemudian buat masalah sampah adanya Bank Sampah karyanya bisa menjadi bantuan.

Bersama mereka membangun usaha Koperasi Bangkir Bersama sebagai bendera bisnis. Disana aneka hasil kerajinan eceng gondok dan sampah plastika bisa dijualnya. Usaha tersebut berbuah hasil dimana populasi dari hama eceng gondok sudah tinggal 75 hektar tak tertanggulangi. 
 
Sisanya? Sudah bisa disulap oleh warga yang menganggur disekitarnya. Indra pun rutin membeli Rp.500 ribu untuk setiap tiga kintal.

"Saya mengajak warga tak memiliki pekerjaan untuk memanfaatkan eceng gondok menjadi nilai ekonomis," aku Indra

Bagaimana dengan proyek bank sampahnya. Bersama Koperasi Bangun Bangsa, konsep bank sampah milik Indra sudah berjalan maju. Ada dua bank sampah aktif di kawasan Cihampelas, yakni Koperasi Bangun Bangsa miliknya dan Koperasi Berkah. 
 
Sudah dimulai jauh sejak 2009 mampu mengumpulkan puluhan ton sampah plastik dan eceng gondok. Soal masalah dihadapinya selama meyakinkan masyarakat, secara jujur diakuinya," kesulitan dari kurangnya dukungan pemda."

Menurutnya mengharapkan pemerintah seperti mimpi saja. Sementara itu, warga atau masyarakat sudahlah punya semangatnya. Jadilah pria 43 tahun ini sepandai- pandainya merubah sampah. Diubahnya menjadi aneka kerajinan siap jual. 
 
Eceng gondok dijadikannya tas tak kalah kualitasnya dari produk- produk dari perusahaan besar. Selain itu, yang paling menonjol, adalah kerajinan kaligrafi bermodal eceng gondok.

Kesemua bagian eceng gondok bisa dimanfaatkan. Akarnya jelasnya bisa digunakan sebagai media tanam. Lalu ada batangnya dijadikan bahan pembuatan tas atau produk mabel. Kemudian soal limbahnya pula bisa dijadikan bahan styrofom. 
 
Menurutnya jikalau kamu berbicara omzet, berapakah omzet dihasilkan olehnya, ia menjelaskan Koperasi Bangun Bangsa menghasilkan Rp.5 juta- Rp.8 juta per- bulan. Produk hasil karya koperasinya dipasarkan diberbagai pameran.

Dia juga menawarkannya secara online. Produk- produknya sudah meluas seluruh Jawa Barat. Sedangkan  buat sampah plastik diolahnya menjadi biji plastik.

"Saya ingin menghijaukan Citarum dan memberdayakan masyarakat yang bermukim di sekitaran Citarum," terangnya tentang mimpi selanjutnya.

Indra menjelaskan koperasinya menjalin kerja sama dengan 58 orang pemulung. Setiap sampah plastik yang dibawa mereka dari sungai dihargai Rp.1.300 per- kilo, sedangkan buat eceng gondok dihargai Rp.25 ribu tapi dihitungnya perhari buat berapapun. 
 
Eceng gondok langsung diolah menjadi kerajinan. Dari aneka tas wanita, pria dewasa, sampai tas anak- anak. Mimpi- mimpin lain tengah direngkuh alumni Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran ini. Salah satunya adalah membangun minimarket sampah. 
 
Kemudian membuat klinik sampah, Rumah Pintar buat anak pemulung, membuat ruang terbuka hijau sekiatar waduk, kemudian terakhir; Indra menginginkan adanya satu laboratorium entrepreneur di Waduk Saguling. Kesemuanya diharapkan terwujud mandiri tanpa bergantung kepada pemerintah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba