Usaha Pupuk Pengusaha Muda Modal Kotoran Sapi

Profil Pengusaha Daniel Wahyudi


usahapupuk.png
   
Pengusaha muda berbisnis kuliner mah biasa. Tapi bagaimana bila usaha pupuk. Gak jijik ia mengolah kotoran menjadi cuan. Bukan jorok tetapi uang. Inilah gambaran profil seorang Daniel Wahyudi, sosok
mahasiswa akhir berusia 22 tahun dan wirausahawan muda.
 
 
Pemuda berkacamata ini tercatat mahasiswa tingkat akhir di Universitas Prasetya Mulya. Bukannya berbisnis kuliner dia memilih mengolah kotoran menjadi pupuk.
 

Wirausaha Muda


Daniel berani mengambil langkah sendiri. Bersama perusahaan bernama Agri Maestro Perkasa, ia mendapat nama di kawasan Tangerang, khususnya kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Perusahaan tersebut dikenal punya dua bisnis khusus: pupuk dan peternakan. 
 
Mengolah limbah kotoran menjadi pupuk. Sementara itu sisanya berbisnis peternakan.

"Perusahaan Agri Maestro Perkasa adalah perusahaan yang menggabungkan dua core bisnis yaitu pepuk dan peternakan," terangnya kepada Detik.com.

Produknya kemudian diberinya nama pupuk Lokos. Sudah banyak pupuk telah diproduksinya yang memiliki aneka kegunaan. Kesemuanya dibuat diperuntukan sesuai dengan jenis tanamannya. Ambil contohnya seperti Lokos Natural 555 digunakan sebagai pupuk tanaman rumahan. 
 
Lalu, ada Lokos Super Kascing, Lokos Sawit, adapula Lokos Fruity khusus buat buah- buahan. Untuk Lokos 555 sudah distribusikan ke BSD. Ia mengaku tiap minggunya bisa laku 50 pac- kemasan.

"Kalau Lokos Super Kascing ini dibuat dari limbah kotoran sapi dan kambing diekstrak dengan cacing tanah. Fungsinya tanaman yang sudah layu akan direhabilitasi," jelasnya.

Soal Lokos Sawit masih belum diluncurkan tetapi sesuai dengan namanya. Rencananya Daniel akan siapkan ini sebagai produk baru unggulan. Kurun waktunya akan diluncurkan 6 bulan selepas ini. Tidak cuma sudah diterima masyarakat Tangerang. 
 
Pupuknya juga sudah mulai distribusikan ke penjuru Pulau Jawa hingga ke Bangka Belitung. Dari bisnisnya Deniel mengantongi keuntungan signifikan.

Coba bayangkan harga produksinya cuma Rp.4.300/kg, kemudian dijualnya ke distributor jatuhnya seharga Rp.8.500/kg. Sesampainya ke para pengguna adalah Rp.15.000/kg loh. Disaat diajak berbicara berapa dia hasilkan dari bisnis pupuk. Dengan rendah hati Daniel tak mau menyebutkan spesifik. 
 
Akan tetapi sudah bisa terbersit dari angka diatas. Dia sendiri tengah berusaha meningkatkan produknya. Sebagai pengusaha muda dirinya menyadari bisnisnya masih jauh. Ia ingin jadi lebih besar. Selain untung apa jadi konsernnya adalah bagaimana membuka lapangan kerja baru. 
 
Sejak pertama kali dibangun 2014 lalu, usahanya tergolong cepat tumbuh, oleh karena itu Daniel tampak masih hati- hati. Dia menyebutkan bahwa sekala produksinya masih rumahan berkaryawan 5 orang.

Dia Pengusaha Martabak Inovatif Indonesia

Profil Pengusaha Paulus Gunawan

 

martabakhouse.png
 

Dia bisa dibilang pengusaha martabak paling menarik. Dia menciptakan martabak inovatif se- Indonesia. Masyarakat cuma mengenal dua jenis martabak: Manis dan Telur. Makanan ini sudah melekat lama walau martabak inovatif hanya sebatas topping.

 

Martabak merupakan makanan populer akrab di lidah kita. Pengusaha muda bernama Paulus Gunawan lantas menunjukan varian martabak lain. Dia menjajakan martabak unik di kafenya. Pria 38 tahun ini menyajikan martabak panas di atas loyang steak daging.


Bisnis Pengusaha Martabak

 

Ia menawarkan steak martabak atau martabak hot plate. Kafe tersebut lantas dinamai Martabak House. Ia membuat martabak layak makan steak. Tidak dibawa pulang melainkan dinikmati di tempat. "Di sini, orang makan martabak tidak dibawa pulang, tapi dimakan di tempat," ia menjelaskan.

 

Martabak House menyuguhkan banyak inovasi. Menu mereka meliputi steak martabak bakar, martabak ufo, crispy martabak, martabak mayo, dan sebagainya. Kafe khusus martabak tetapi aneka varian rasa dan bentuk. 

 

Rasa unik ambil contohnya crispy martabak, bentuknya martabak telur dibikin super garing berkat ada tepung khusus. Paulus lalu menulis tulisan di kafe "Cara Asik Menikmati Martabak". Berkat inovasi keunikan tersebut Paulus mengantongi omzet besar.


Paulus beromzet Rp.120 juta dari Martabak House di Semarang. Padahal dia merintis usahanya pada Juni 2007 dan membuka cabang pada Desember 2008. Kesuksesa mendapat omzet besar berkat banyak aspek tidak cuma varian menu.

 

Dia menjelaskan, "sebelumnya, saya sudah berjualan martabak grobak sejak 1994. Jadi, saya paham betul resep martabak." Rasa enak dan varian banyak unik membuat masyarakat ingin mencicipi. Dari mencoba menjadi pelanggan reguler Martabak House.


Maka Martabak House membuka sistem waralaba. Sudah banyak orang berminat menjadi mitra bisnis Paulus. Ia meyakini selama lokasi mereka strategis akan sukses. Dalam sebulan ia meyakinkan mitra akan balik modal, karena sudah termasuk pelatihan, peralatan, dan bahan baku senilai Rp.10 juta.


Uang kemitraan waralabanya antara Rp.100- 150 juta. Itu sudah termasuk peralatan lengkap dan biaya kontrak 5 tahun. Soal bahan baku sudah disiapkan orang Martabak House. Ada tepung khusus Paulus siapkan seharga Rp.3000- 3500.


Dalam setahun Paulus menjamin balik modal. Syaratnya pendapatan kotor perhari Rp.4 juta. Martabak House di Semarang sendiri menghasilkan omzet Rp.120 juta. Uang sewa tempat Rp.17 juta pertahun. Dan 50% omzet merupakan belanja bahan termasuk gaji pegawai.

Usaha Kapal Replika Bandong Kerajinan Kalimantan Barat

Profil Pengusaha Rivai Nafis

 
kapalreplika.png
 
Taukah kawan usaha kapal replika bandong merupakan khas. Ini merupakan salah satu dari kerajinan Kalimantan Barat. Berawal dari rasa suka kemudian menjadi usaha. Ini kisah, layak disebut pengusaha, Muhammad Rivai Nafis pria 73 -tahun yang hidup dari usaha replika kapal bandong. 
 
Kapal bandong merupakan perahu besar yang menjadi moda transportasi sungai di Kalimantan Barat. Namun, kapal ini tak lagi populer, angkutan sungai ini tergerus jaman dimana transportasi darat dianggap lebih cepat, murah.

Memulai Usaha Kapal Replika


Rivai menjelaskan, selain karena suka, membuat replika kapal juga usaha untuk melestarikan budaya Kalbar sendiri.

"Ini satu- satunya kerajinan khas Kalimantan Barat," ujarnya.

Ia mengisahkan sedari kecil dia hidup dipinggiran sungai. Rivai setiap hari melihat kapal- kapal bondong ini berlalu- lalang. Namun, kapal ini kini hilang, tergerus jaman jumlahnya tak sebanyak dulu lagi. Terinspirasi, Rivai mulai membuat miniatur kapal bandong sebagai hobi awalnya.

Dibuatlah satu gerai kecil di pinggiran Sungai Sekayam, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kapuas, Sanggau, ia sehari-harin merakit kayu-kayu kecil jadi kapal bandong kecil. Tangannya cekatan, dan sangat terampil.

Awalnya cuma iseng, tapi ternyata produk- produk tersebut laku dijual. Bahkan harganya lebih dari yang diharapkan Rivai. Bayangkan satu replika kapal bandong bisa laku mahal. Antara Rp200-500 ribu per buah. Permintaan yang tinggi membuat ia harus dibantu tiga pekerja. 
 
"Sebulan bisa ratusan pesanan," katanya.

Tak cuma berhenti di Kalimantan, replika buatannya ternyata terjual hingga diluar wilayah Kalimantan Barat. Usaha kecilnya bisa menjual hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan ke sejumlah negara tetangga lain. 
 
Hitung- hitungnya, omzet Rivai bisa puluhan juta rupiah sebulan. Jauh dari ongkos pembuatan tetap dijalankan. Meskipun beromzet besar, dia justru khawatir kerjinan ini putus tak ada penerusnya, jelasnya kepada VIVA News. 
 
Tak bisa diwariskan ke orang lain. Ia mengaku pernah mencoba mengajarkan caranya ke masyarakat sekitar, tapi belum terlihat juga hasilnya.

Pengusaha Boneka Bulu Domba Pegawai Negeri

Profil Pengusaha Sukses Sri Wahyuni


pengusahaboneka.png

Menjadi pegawai negeri sambilan pengusaha boneka bulu domba.  Menjadi PNS tak membuat wanita berjilbab ini berhenti berkarya terus. Suatu hari, Sri Wahyuni tanpa keraguan, akhirnya memutuskan untuk keluar saja dan berwirausaha. Hasratnya menjadi pengusaha membawanya jauh. 
 
Bisnisnya dibilang unik yakni merubah kain wol atau bulu domba menjadi aneka kerajinan. Tak perlu jauh- jauh ke negara di kawasan Eropa, karena di Ciomas Bogor, ditempatnya telah berdiri sebuah pusat pemprosesan bulu- bulu domba.
 

Karir Bisnis

 
Jikalau di luar negeri sudah terserap sebagai sumber daya. Di Indonesia, prospek bulu domba masih saja dibawah harapan. Bahkan beberapa tempat melihat bulu domba itu limbah. Belum menjadi tren sendiri, dimana paling banter diubah menjadi bantal, ungkap Sri. 
 
Atau, bisa saja itu cuma jadi onggokan limbah yang tak laku dijual. Sebenarnya kalau saja diolah bisa menjadi aneka souvenir cantik. Untuk pembuatan sendiri dia lakukan sendiri atau hand made.

Ibu tiga anak tersebut mendirikan perusahaan bernama PT Swen Inovasi Transfer. Dengan tangan- tangan terampil dari pegawai di perusahaanya, maka jadilah aneka souvenir seharga Rp.10.000 - Rp.500.000. 
 
Soal omzetnya dijelaskan oleh marketing -nya ketika ditemui pewarta. Bisa mencapai angka Rp.10 juta loh.

Bertempat di kawasan Ciomas Bogor, Jawa Barat, workshopny menyatu dengan usaha lainnya di bidang pertanian. Secara umum usaha milik Sri dibawah bendera PT. Swen Inovasi Transfer, yaitu meliputi bidang produksi dan pemasaran peralatan peternakan. 
 
Dengan usaha barunya yakni membuat aneka kerajinan dari bulu domba. Sebuah usaha kecil- menengah tengah mengembangkan sayap usahanya. Jika kamu berkunjung disini; sejumlah karyawan akan tengah asik bekerja.

Mereka membuat barang seperti kemoceng, taplak, hiasan dinding, dan yang terbanyak adalah produksi aneka boneka termasuk bonek hewan ternak. Sayangnya, meski sukses, ada beberapa kendala termasuk yaitu kurangnya beberapa peralatan.

"Memang ada peralatan yang masih harus diimpor seperti jarum khusus untuk membuat boneka yang kami impor dari Jepang," ujarnya kepada Tabloidsinartani.com.

Awal usaha, Sri Wahyuni sudah membawa aneka peralatan impor dari Slandia Baru, tempatnya aneka hasil karya wol. Memang harus membeli peralatan tersebut. Namun, dia bertekat agar bisa memproduksi sendiri peralatannya agar bisa menghemat biaya produksi.

Untuk cara membuatnya Sri menjelaskan ada beberapa tahapan perlu dilalui. Pertama- tama, bulu hasil dari pencukuran dicucinya bersih. Jika diperlukan menggunakan pemutih. Kemudian bulu domba disisirnya, lalu digulung, dimana untuk itu bisa langsung dijadikan boneka. 
 
Atau, kamu juga bisa memintalnya dulu dijadikan benang untuk kemudin diolah lagi. Ia sendiri tak mau sukses sendiri. Dalam perjalanannya, ia juga membuka kursus buat kita belajar. Secara rutin usahanya termasuk pusat pelatihan yaitu Pelatihan Pengolahan Bulu Domba. 
 
Dimana disediakan fasilitas ruang pelatihan bagi kita yang berminat. Soal biayanya dipatok Rp.4,5 juta per- orang, dengan tambahan yaitu jika sepuluh orang, waktunya bisa disesuaikan. Materi juga sudah termasuk bagaiman cara membudidaya wol buat komersil. 
 
Dimulai dari merawat domba, proses pencukuran, dan proses pembuatan bulu- bulu domba. Prospek bisnisnya ada, adapula buat kamu yang cuma mencari hobi baru. Membuat boneka bisa jadi satu aktifitas mengisi waktu- waktu luang di rumah saja. Soal peralatan, tenang, perusahaan miliknya juga menyediakan aneka peralatan untuk kita beli.

Usaha Biogas


Usut- punya usut seperti yang sudah dikutip dari laman Mongabay.co.id. Usahanya tengah mengembangkan traktor biogas. Di depan gerbang tempat workshopnya akan ditemukan "Pertanian Terintegrasi Ramah Lingkungan Menuju Mandiri Pangan dan Energi" dan ada kebun percontohan. 
 
Kamu akan menemukan kebun tertata rapih di sebuah ruang terbuka, dimana ada pohon jambu biji, mangga, kedondong, dan lengkeng. Bukan cuma kebun, tapi, ditempatnya itu ada pula tempat kandang sapi dan domba. Ada empat ekor domba sehat disana tengah makan rumput. 
 
Disana, ada pula sapi tegap, yang mana cuma ditugasi untuk makan rumput, tidur, dan buang kotoran. Nah, kotoran inilah yang tengah penulis bicarakan, dari usaha bulu domba, selain itu ada pula usaha pengumpulan kotoran baik sapi dan dombanya. 
 
Selain itu sebagai tambahan tempat itu juga punya 30 ekor ayam; tugasnya bertelur dan buang kotoran juga. Baginya inilah konsep pertania ramah lingkungan. Jangan salah dari segi kebersihan tempat itu sangatlah bersih seperti ada di dalam foto- foto unggahan Mongabay.com
 
Lantas Sri menunjukan tabung gas biru atau istilahnya tabung digister. Itu adalah tangkir reaktor biogas yang terbuat dari fiberglass. Dalam digister itulah kotoran diubah jadi biogas. Kotoran ternak diubah jadi gas biru tidak berbau. Sri juga menyebutkan kamu tak perlu khawatir; biogas tak meledak.

Semua hal di tempatnya adalah pengolahan bersinergi. Tak ada yang terbuang dari tanaman, binatang, dan juga limbahnya. Ya, dengan energi biogas tak cuma menghidupi Sri dan pekerjanya sendiri, tapi juga berarti bisa menghidupi orang- orang lain, terutamanya di daerah terpencil dan perbatasan. 
 
Konsep tengah dibangunnya adalah konsep ketahanan pangan. Sudah pasti sehat lah, karena semuanya tidak ada zat kimia. Dari ayamnya, baik daging dan telurnya bisa dimakan, bahkan apa yang dikeluarkan bisa dijadikan pupuk.

"Bahkan, seekor sapi yang saya beli tahun lalu seharga 13 juta rupiah, harganya kini dua kali lipat saat dijual saat lebaran kurban mendatang. Ini semua manfaat biogas," ujar wanita 42 tahun ini. Tak hanya memberi pelajaran tentang ketahanan pangan kepada masyarakat dan pemerintah setempat. 
 
Sri mengambangkan aneka lini bisnis agri dan energi untuk mempermudah.. Pengusaha boneka bulu domba ini menciptakan kompor biogas, lampu, penanank nasi, hingga traktor berenergi biogas. 
 
Produksinya tak cuma dari energi kotoran binatang, bisa juga dari limbah sawit, ampas tahu, bungkil daun jarak. Tidak ada rasa mencampur ketika digunakan memasak, tak ada bau, dan rasa khawatir akan meledak.

Bebas Hutang Arli Kurnia Rahasia Pengusaha

Biografi Pengusaha Arli Kurnia

 

bebashutang.png
 

Bebas hutang Arli Kurni membagikan rahasia pengusaha. Pria bernama lengkap Arlianto Kurniawan, kelahiran Jakarta, 2 Juni 1981, adalah pengusaha sukses yang membantu banyak orang. Terutama dia membantu pengusaha pemula agar terbebas hutang.

 

Dia dikenal sebagai mentor, motivator, memberikan tips- tips sukses. Dia membagikan kisah bisnisnya dan cara bebas hutang. Jargonnya Membebaskan Diri dari Hutang, sangat mengena terutama bagi yang mau merintis usaha. Ia mengajurkan anak muda agar mejauhi hutang bank.

 

Rahasia Pengusaha

 

Tips- trik diajarkannya merupakan cara teruji ampuh. Dia mengajarkan cara membangun bisnis tanpa modal. Arli sendiri merupakan Diretkur PT. Sukses Niaga Solusindo. Ia yang terkenal menjual carian penghemat BBM bernama Cleanoz. 

 

Bisnis Arli Kurnia

 

Cairan ajaib tersebut khususnya digemari pengendara sepeda motor di Indonesia. Sebelum berbisnis ini, Arli terkena hutang menumpuk, berbisnis memakai hutang merupakan kebiasaan Arli dulu. Dari membeli mesin, hutang, mau produksi pakai hutang, yang merembet ke kebutuhan sehari- hari.


"Dulu saya bisnis pakai utang, beli mesin saja pakai utang, jadi nggak ada uang akhirnya saya apa-apa pakai angsuran. Waktu itu 1 bulan saya ada 6 angsuran," ia menambahkan.


Jadi dia memiliki angsuran modal dan keperluan pribadi. Arli mengangsur rumah, mesin cuci, dan mobil punya tiga cicilan. Dalam program D'Mentor, Arli menceritakan kembali pengalamannya bisnis dan berhutang.


Ujung- ujunga Arif keteteran mengurusi semua cicilan. Total utang bisnis dan pribadi sampai 400 juta. Ia merasa lelah. Maka dia menjual aset- asetnya. Dan dia menutup bisnis dirintisnya, masih kecil- kecilan tetapi sudah dijual menutupi hutang.


"Semua saya jual habis, jual rugi. Saya itu ada usaha kuliner, laundry, ada beberapa usaha," lanjutnya kepada Detik.com


Bisnis banyak tetapi hutang menggunung. Tapi, tahun 2012, semuanya ditutup karena enggak kuat buat membayar hutang. Hasil usahanya ternyata tidak mampu menutup hutang. Dalam waktu 30 hari, dia mencicil hutang sembari menjuali aset dari November sampai Desember.


Selama 30 hari dia membayar hutang walau ternyata tidak 100% terbayar. Dari 400 juta, Arif masih menyisakan 40 juta. Saat itu dia sudah tidak memiliki aset maupun bisnis. Arli membutuhkan uang. Maka dia mulai menjual barang apa bisa dijual.


Dia berjualan apapun. Uang dikantong masih ratusan ribu, dia belikan barang lalu dijual, uangnya lalu diputar kembali demi uang.  "...itulah yang saya pakai buat beli barang, saya jual, dapat untung, saya putar lagi. Saya coba jual penguat sinyal, kartu perdana," ia menceritakan.


Dia jual penguat sinyak di Facebook. Ditawarkan ke teman- teman, ketemu orang, ditawarkan ke orang secara konvensional. Bermula penguat sinyal dia kemudian menemukan penghemat BBM. Penguat sinyal ini merupakan produk impor. Pas dia mau stok ulang malahan hilang dari pasaran importirnya.


"Saya bingung mau jualan apalagi," kenangnya. Dia menemukan penghemat BBM. Awal dia maunya jualan punya orang tetapi duit kurang. Arli memutuskan membuat sendiri. Modalnya Rp.900 ribuan, dan kalau dia membeli tidak mungkin segitu.


Dulu minimal ordernya Rp.4,5 juta, dan Arli terpaksa membeli cuma sebotol, beli eceran lantaran ia tak punya uang. Dari sebotol dibukanya ia terkejut menemukan fakta ini. " beli 1 botol, saya lihat itu apa isinya, ternyata minyak atsiri. Lalu saya belajar apa itu minyak atsiri dari warnet," papar dia.


Dasar Arli tidak mengetahui mengenai minyak atsiri. Ia lalu lari ke warnet membuka internet. Arli lalu mencari apa itu atsiri. Ternyata di Indonesia ada. Dia sendiri tidak bisa buat itu. Arli pun memilih opsi paling aman. Dia mencari orang dan menyerahkan berkas- berkasnya.


Disana dipelajari, Arli serahkan uang Rp.900.000, sampai orang tersebut berhasil membuat 1 jerigen. Ia lalu masukan ke botol- botol kecil. Dia sendirian mengemas begitu selesai malah tak laku. Orang- orang tidak percaya akan kasiat cairan ajaib ini.


Pelan- pelan dia menjual ditawarkan ke teman- teman. Akhirnya orang mau membeli bukan karena percaya tapi kasihan. Bertahap cairan penghemat BBM tersebut diterima masyarakat. Arli menamai produknya Cleanoz, tetapi itu setelah.


Pertama kali dia menamai produknya Dexon. Arli menjual ke seorang teman kemudian ditetes ke motor teman lain. Tanggapannya motor menjadi enteng, ditetesi cairan tadinya macet, kini mudah buat distarter terikannya enteng. Teman tersebut kemudian mendapatkan telephon testimoni memuaskan.


Tetapi tidak mudah meyakinkan orang biasa. Arli berprinsip harus laku terjual. Pantang pulang kalau belum habis. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, ia mampu mengantongi Rp.4 miliaran berkat berjualan cairan ajaib. Itu sebab Arli telah mendapatkan banyak testimoni memuaskan.


Biografi Arli Kurnia


Sukses menghasilkan bisnis menjajikan membuatnya bebas hutang. Arli kemudian memperdalam hal marketing dan pemasaran. Namanya dikenal sebagai profit maker, yang mana dia membagikan rahasia pengusahanya kepada khalayak ramai. Intinya tingkatkan profit agar usaha kamu tidak berhutang.


Di wawancara ekslusif bersama Christine Lie 101Red dijelaskan lebih detail. Tepatnya dalam sebuah video Youtube berjudul "Modal Rp.900 ribu Jadi 1,4 miliar dalam 3 bulan tanpa hutang. Arlie cerita tentang awal dirinya menjadi spekulan.


Awal kenapa dia menjadi gemar berhutang dan berbisnis pakai hutang. Awal dia pernah berbisnis di MLM. Jabatannya tinggi berbekal kemampuan dia mengajak member. Ini menjadi faktor utama Arli tumbuh perasaan arogan. Gengsinya makin tinggi mengikuti gaya hidup lebih mahal.


Banyak orang menganggap Arli di titik terendah. Mengasihani Arli karena kehilangan semua. Tapi ia justru barulah memulai kesuksesan. Dia bangkit. Bermodalkan uang sisa, Arli membangun kembali mental pengusaha melalui berbisnis kembali.


Dia mampu mengembalikan 90% hutang dalam 30 hari. Dalam tiga bulan lunas semua berkat jualan cairan ajaib. Maka Arli menuliskan kisahnya dalam bentuk buku berjudul "30 Hari Bebas Hutang". Ini sekaligus menjadi cikalnya menjadi mentor dan motivator bisnis.


Inti buku tersebut mengenai penyebab kenapa hutang tersebut ada. Dia menjelaskan semuanya, juga termasuk pengalaman dia menjadi pebisnis MLM. Gaya hidupnya dijual semua karena sumber hutang menyesatkan. Arli memulai bisnis semua dari awal tanpa hutang.


Selama dia memiliki barang kredit hidup tidak tenang. Ia cepat tersinggung meskipun ke istri. Maka ia melepaskan semuanya memulai tanpa hutang. Ia merasa mengejar yang tak penting. November 2012 ia telah melepaskan semuanya, pada Desember 2012, dia browsing internet mencari barang buat dijual.


Ia menemukan cairan ajaib penghemat BBM. Dari sederijen dibungkus kecil- kecil layaknya obat tetes mata. Tidak disangka akan sesukses sekarang. Ia awal cuma mau mencari makan. Tiap hari ia pergi ke luar naik motor berkeliling menjajakan cairan tersebut.


"Saya pulang harus bawa duit, pulang itu laku 50 ribu, 100 ribu untuk beli beras," ia mengenang. Dia mengenang Januari 2013, dari modal Rp.900 ribu dapat satu dirijen disulap menjadi Rp.60 juta, dan pada Maret 2013 total pendapatannya mencapai Rp.1,4 miliar.


Walau profinya mencapai Rp.1,4 miliar tidak bermewah- mewah. Dia meninggalkan gaya hidupnya dulu. Arli memakai profinya buat membeli properti di Salatiga. Sementara dirinya masih hidup di kontrakan dan masih pakai montor lama.


Dua tahun keadaan tersebut berjalan Arli terus berjualan. Sembari dia menulis bukunya tersebut diatas, dia lantas diundang seminar ke berbagai tempat. Arli mengaku dia menawarkan seminar gratis, tapi tujuannya agar bukunya laku.


Lalu, pada 2016, Arli memulai bisnis properti berbekal tanah kavling. Ia menjelman menjadi mentor atau business coach tanpa hutang. Arli membuka jasa konsultasi gratis tiap kamis di bumi. Prinsipnya kini segala sesuatu di bumi milik Tuhan, akan kembali ke milik Tuhan.


Tahun 2019 kemarin, dia membuka usaha bernama Waroeng Rakjat yang berupa minimarket serupa Alfamart dan Indomart. Bisnis Waroeng Rakjat menawarkan harga dibawah kedua minimarket. Dan ia menawarkan teknologi lebih baik, pembayar melalui sistem QRcode.


Salah satu penyebab kesusahnya adalah merasa lebih hebat. Yang penting ikhlas hanya berharap hidup tenang. Dalam melunasi hutang adalah menemukan akarnya, apakah gengsi, atau spekulasi. 

 

Dalam berbisnis ada tiga hal, yakni komoditi, trend, kebutuhan spesifik Dijelaskan kebutuhan spesifik memberikan keuntungan tinggi. Sementara komoditi akan memberikan untung 5- 20 persen.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba