Berbisnis Properti Tak Perlu Takut Simak Pengusaha ini

Profil Pengusaha Christian Soetio

 
berbisnisproperti.png
 
Berbisnis properti tak perlu takut pengembang senior. Simak pengusaha bernama Christian Soetio, yang merintis usaha properti dari sangat kecil. Kini dia dikenal menjadi salah satu bos besar bidang properti di daerahnya.
 
Dikelilingi oleh orang- orang kepercayaan yang rendah hati membuatnya tetap pada akarnya. Dia mengaku bermodal insting selain uang tentunya. Jika ia runut kebelakang semuanya karena pola pikirnya.
 

Berbisnis Properti


Saat itu, ketika ia melihat sebidang tanah, berpikirlah mau dibikin apa, lalu jadilah sebuah ide untuk berbisnis di bidang tanah. Membangun terlebih dahulu konsepnya dari 2005 sampai 2011. Memang lama, karena untuk menjadi pengusaha tidaklah mudah. 
 
Tahun- tahun tersebut diakuinya sebagai tahun- tahun kebangkrutannya. Disaat itu ia masih menekuni bisnis kontraktor bukan pengembang seperti sekarang.

Bermodal awal Rp.63 juta mulailah membuka sebuah CV kecil di bidang konstruksi. Melalui aneka jenis marketing mampu menghasilkan 30 buah pesanan sejak 2005- 2011. Namun dari tahun- tahun tersebut orang yang menyewa jasanya justru telat bayar. 
 
Dari tiga puluh orang tersebut cuma satu orang yang bayarnya lancar dan sisanya, ia harus bersusah payah memintanya. Menjaga komitmen menjadi pendorong agar tetap menjalankan meski susah ditagihnya.
 
Karakter utama yang dimilikanya adalah etiket. Bahwasanya pengolahan tanah mestilah baik, pembayar pun harus baik, dan kalau pun ada masalah jangan dihindari, tandasnya. Christian yakin pada kemampuanya untuk berbicara baik- baik. 
 
Seorang negosiator itulah yang kami tangkap dari pembicaraan tersebut.

"Kita harus percaya bahwa tanah yang dibeli dengan baik, pasti hasilnya baik. Etiket ini akan melahirkan modal besar, yakni kepercayaan," ujarnya.

Dijelaskan jika kamu menjual tanah fokuslah pada berpikir positif dan berprilaku positif. Sang ayah telah mengajarkan jika berbisnis Christian harus mandiri. Itu berarti menyimpan sertifikat ditangan, setelah ada pembayaran selesai, barulah sertifikat itu diserahkan langsung. 
 
Tanpa orang ketiga jelasnya. Disisi lain, jika bekerja sama, kamu tetap harus punya kepercayaan. BOS Land bukanlah perusahaan mapan kala itu, tapi kelebihannya adalah paham akan kebutuhan warga Balikpapan dan Samarinda.

Ketika membangun dia mau bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti BSA Land. Selain mendapatkan pengetahuan juga koneksi di proyek- proyek berikutnya. Total ada tiga proyek dikerjakan bersama. Disisi lain, dengan nama yang semakin dipercaya, juga menangai 11 proyek lainnya. Dengan bank tanah (mungkin simpanan tanah.red) senilai 60 hektar yang ada di tengah kota. Sedangkan 85 hektar sudah digunakan untuk membangun properti.

Keuntungan sebagai anak lokal dan memang di luar Jawa, bisnis properti masih akan terus tumbuh. Pantaslah jika BOS Land bisa sampai sekarang. Disamping kerja keras, pandai memperhitungkan lingkungan, ia sendiri mengaku adanya keberuntungan menjadi hal lain. Menyasar pasar pembangunan roko, rumah tapak dan juga apartemen murah. Untuk rumah secara percaya diri, ia menyebut menyasar pasar menengah, yang harganya 330 juta sampai Rp.800 juta.

"Fokus saya ke segmen menengah. Sebab, pasar segmen menengah-atas di Kalimantan Timur tidak terlalu gemuk," jelasnya kepada portal Berita Satu.

Nampaknya sosok pengusaha Christian mencoba seperti halnya Ciputra dan Agung Podomoro. Dimana ia juga fokus pada kebutuhan akan pasar atau market. Buktinya mereka juga membangun satu toko bahan bangunan membuktikan diri sebagai pengembang properti sekaligus kontraktor. Perusahaanya juga tak segan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain seperti Ciputra dan Agung Podomoro. Intinya sebagai seorang agen properti yaitu memanfaatkan sebidang tanah sebaik mungkin.

"Berbeda dengan pengembang luar yang kurang mengerti kebutuhan masyarakat lokal. Saya ambil contoh salah satu pengembang yang membangun lima menara apartemen. Yang terjual hanya satu menara. Itu pun separuhnya. Ada juga yang membangun kawasan bisnis, serapan pasarnya tidak bagus juga," sebuah pesan buat kamu yang ingin berbisnis properti.

Memulai Bisnis Tour and Travel Pengusaha Suami Istri

Profil Pengusaha Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan


tourandtravel.png
 
Memulai bisnis tour and travel pengusaha suami istri ini terjenal.  Pernah menjadi pengusaha bermodal nekat. Tak perlu selalu bermodal ijasah sarjana dan uang. Kisah berikut tentang suami istri pengusaha yang sukses jadi miliarder. 
 
Cuma dari bisnis tour and travel keduanya kini menjadi pemilik perusahaan PT. First Anugrah Karya Wisata.

Mereka adalah pasangan Andika Surachman (29 tahun) dan juga Anniesa Hasibuan (28 tahun). Usaha tersebut bisa jadi merupakan refleksi kegemaran mereka bertraveling sejak jaman pacaran. Mereka berdua katanya memang sudah hobi bepergian ketika masih kuliah. 
 

Bisnis Pasangan

 
Andika mengaku meski hobi berjalan- jalan, cita- cita keliling dunia baru terlaksana di 2010, ketika akhirnya mereka sukses. Meski baru setengah dunia mereka kitari namun perjalanan itu sangat berkesan.


Menjadi pengusaha sendiri diakui Andika sebagai 'keterpaksaan'. Dia pernah bekerja sebagai pegawai di sebuah minimarket di 2004. Selepas itu dirinya cuma bekerja menjadi pegawai magang di Bank Bukopin. Kala itu, ia cuma dibayar Rp.50 ribu per- hari. 
 
Sang istri sendiri tidaklah bekerja dan cuma menjaga anak- anaknya di rumah. Suatu ketika terjadi satu pristiwa yang memaksa mereka menjadi pengusaha. Ketika itu ayah mertua Andika meninggal dunia pada Juli 2008.

Memang sejak menikah, keduanya tinggal bersama mereka. Selepas meninggalnya mertua Andika harus pula mengurusi adik iparnya. Jadilah mereka tidak punya cukup uang untuk bertahan hidup. Keduanya lantas memutuskan menjadi pengusaha. 
 
Pasalnya gaji Andika dirasa tak akan cukup untuk keluarga besar mereka. Bermodal Rp.2 juta mereka mulai berbisnis apapun. Mereka membuka sebuah kios pulsa, lalu berjualan hamburger, hingga berjualan sprei. Modal 2 juta tersebut ternyata tak bertahan lama.

Diceritakan sendiri oleh Anniesa ada masalah ketika itu katanya karena ada yang iri. Mereka adalah pesaing mereka di bisnis yang sama. Akhirnya mereka kehabisan modal tapi bisnisnya sendiri tak tau arahnya mau kemana. 
 
Dengan sangat terpaksa Andika memutuskan menjual rumah milik mertuanya. Dia mendapatkan modal Rp.50 juta dari berjualan rumah. Mereka memulai usaha baru, tapi, lagi- lagi usaha itu mengalami kegagalan. Ujungnya bisa dipastikan yaitu rumahnya harus disita oleh bank.

Untung masih ada kelebihan uang sekita Rp.10 juta dari pristiwa tersebut. Kembali uang itu digunakannya untuk memulai usaha kembali. Kali ini, mengikuti impian sang istri, mereka mendirikan bisnis biro perjalanan lokal. 
 
Mereka lalu mendirikan perusahaan bernama CV. First Karya Utama pada 2009. Tidak lah mudah, untuk ijin usaha tersebut baru keluar pada 1 Juli 2009. Biayanya juga sangatlah mahal perlu kamu ketahui. Mereka cuma berbisnis travel wisata domestik yang kemudian merambah ke internasional.

Buta bisnis


Uniknya meski serius membuka bisnis perjalanan serta didorong kecintaan. Kanyataanya mereka tak tau sama sekali tentang bisnis tersebut. Semuanya dilakukan secara otodidak. Ketika pertama kali mereka mulai modal mereka cuma Yellow Pages. 
 
Jika kamu tak tau itu adalah buku kuning berisi nomor kontak yang bisa dihubungi kala itu. Mereka nekat menghubungi semua kontak menawarkan bisnis mereka.

Pengusaha Anniesa menjadi marketing, tugasnya membantu Andika mencarikan klien. Jangan salah, kali ini tidak seperti yang kamu bayangkan mereka belum sukses. Diakui mereka sering mendapatkan halangan ketika berbisnis tour and travel tersebut. 
 
Ada saja yang tidak suka kepada mereka berbisnis perjalanan ini; tidak suka mereka sukses. Mereka sempat ditipu bahkan oleh karyawan mereka sendiri. Bangkrut dan mulai kembali, mereka berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain.

Mereka itu harus bersusah payah berbisnis sejak 2009- 2011. Saat itu Andika masih berusia 22 tahun, halangan bertubi- tubi sempat menghancurkan mental mereka. Ia mengaku sempat berpikir bunuh diri. Bagaiman rasanya ditipu oleh mereka orang- orang terdekat sendiri. 
 
Dia dan seluruh keluarganya sempat mau bunuh diri. Dia bersama istrinya sempat memajukan mobil sedikit dan jatuh dari lantai atas mall. Tepatnya mereka sudah berada dilantai paling atas sebuah mall.

"Tapi, kami akhirnya sadar, bagaimana dengan nasib anak dan keluarga kami. Kami juga sadar itu dosa. Akhirnya, niat itu kami batalkan," kata Andika.

Bangkit dari keterpurukan keduanya memulai berbisnis kembali. Bergerilia ke sana- ke mari, akhirnya, ia mendapatkan pesanan dari Bank Indonesia. Mereka memberangkatkan 100 orang pegawai untuk umroh mereka meski saat itu tak paham. Mereka tak pernah berangkat umroh sebelumnya. 
 
Untunglah kali ini mereka menemukan patner bisnis yang jujur. Setelah Bank Indonesia, mereka mendapatkan pesanan dari  PT. Pertamina Persero pada tahun 2012.

Akhirnya, nama usaha mereka itu bisa semakin dikenal dari mulut ke mulut. Ia bercerita bahwa ketika itu: ia sempat hampir gagal mendapatkan pesanan. Ketika akan mempresentasikan diri ke Pertamina, ia sempat datang terlambat, tapi entah kenapa Andika masih bisa mempresentasikan dirinya. 
 
Meski sudah ada lima biro lain yang terlebih dahulu datang, akhirnya, biro CV. First Karya Utama malah menang dan ditunjuk oleh Pertamina. Akhirnya CV. First Karya Utama berevolusi menjadi PT. First Travel. Fokus bisnisnya yang asik menyasar perjalanan umroh sukses besar. 
 
Pada tahun 2012, perusahaan tersebut berhasil memberangkatkan 800- 900 orang dan pada tahun berikutnya menjadi 3.600 orang. Tahun 2014, First Travel mampu memberangkatkan ada 12.700 orang. Mereka sempat meraih rekor MURI yaitu Manasik Akbar Umrah Terbesar di Indonesia. 
 
Mereka menghadirkan 35.000 orang di Gelora Bung Karno Senayan. Ambisi terbesar perusahaan biro perjalanan terbesar di Indonesia ini adalah membukan 50 cabang di seluruh penjuru Indonesia. 
 
Perusahaan pengusaha suami istri ini, menang penghargaan Business & Company Winner Award 2014 untuk kategori The Most Trusted Tour & Travel ini masih akan terus menjadi yang terbaik. Andika berkeyakinan dengan brand kuat serta animo para jemaah yang akan selalu besar. 
 
Intinya satu kota harus ada satu cabang idealnya jelas pengusaha otodidak tersebut. Bahkan katanya, di sebuah berita, Andika telah membuka cabang di London yang direpresentasikan untuk membangun jamaah di Inggris.

Pengusaha Tampan Michael Rusli BigDaddy

Biografi Pengusaha Michael Rusli


pengusaha tampan big daddy

Siapa sosok pengusaha tampan Michael Rusli BigDaddy. Namanya seolah tenggelam akan kasus yang sedang dihadapai. Ialah seorang mantan bangkir yang mantap menjalankan entrepreneurship. Sosoknya itu positif yang memberikan kesuksesan hingga miliaran rupiah, semua berkat BigDaddy.

Pengalaman menjadi bangkir memberikan dampak positif. Dalam entrepreneurship Michael Rusli harus memilih pilihan. Menjadi bangkir memberikan pemahaman apa itu bisnis. Berpuluh tahun berkutat menjadi modal baginya berbisnis properti, energi, dan yang paling terkenal, BigDaddy.

Biografi Michael Rusli

 
Apa itu BigDaddy adalah sebuah bisnis dibidang entertainment. Tidak begitu banyak tercatat tentang perjalanan karirnya. Yang pasti dia disebut telah memulai semuanya dari nol sebagai pengusaha. Sejak masih 20 tahun, Michael sudah meniti karir di dunia perbankan bukan wirausaha.

Dia benar- benar telah memulai dari level paling bawah. Dia bekerja sambil kuliah, bergelut salama 15 tahun, dari satu posisi ke posisi lain. Lalu karir menanjak tinggi di ABN Amro Bank. Dia berkisah ditunjuk jadi Presiden Direktur disana.
 
Ada 3 tahunan, sejak mulai tahun 2006, lalu ditahun 2008 ketika ABN Amro berganti kepemilikan baru. Ini membuatnya tak lagi menjabat disana. Rusli lantas bekerja di sebuah perusahaan investasi asal Inggris, Flemming Family.

Pengalaman sebagai bankir yaitu berkomunikasi dengan banyak pebisnis dan mamahami mereka, Michael lantas memilih membangun usaha sendiri. Hingga bisnis bernama Terra Capital didirikan pada tahun 2010 silam. Untuk memodali bisnis pertama dia tak sendirian membangun ini.

Diajaknya dua patner kenalannya untuk berbisnis tersebut. "Tapi, saya yang menjalankan bisnis itu," jelas suami Sarah Latief ini.

Jika beberapa pengusaha kelas atas memilih mengakuisisi perusahaan lain. Tidak caranya BigDaddy, dikisahkannya, ini semua dari nol mendirikan bisnis di bidang entertainment. Pria 38 tahun ini lantas menyebut usaha ini dimulai ketika dirinya membantu sebuah event.

BigDaddy dimulai ketika dirinya membantu acara Disney on Ice itu sejak 2010. Lantaran kecewa dengan promotor sebelumnya, sang pemilik, Disney Indonesia itu langsung menunjuk BigDaddy. Padahal itu baru sajalah dimulainya bukan fokus mengerjakan entertainmen.

Perjalanan Terra Capital menjadi jadi alasan kuat bagi Disney percaya. Tidak tanggung- tanggung, Michael menyebutkan mereka telah meneken kontrak tetap tujuh tahun. Dengan sangatlah matang ia menanamkan modal investasi disini.

Salah satu investasinya yaitu membangun jaringan penjualan tiket. Memaksimalkan pendapatan di Indonesia, BigDaddy Production, mulai mencari- cari artis untuk dipromotori. Dia menjelaskan ringan, "kebetulan, saat itu, konser musik lagi ramai."

Sosok Pengusaha Tampan Digilai Wanita


Pria kelahiran Jakarta, 2 November 1976, yang besar di Singapura dan Australia ini, mengaku tak sendiri membangun BigDaddy. Kepada SWA, ia menyebut sosok Arifin Wiguna, yang kebetulan juga pendiri Indika, pengusaha yang telah mapan melalui perusahaan berbasis hiburan.

Tiap tahun BigDaddy teratur menjalankan dua acara Disney. Dari segi pertumbuhan untung sangatlah bagus, usaha BigDaddy bisa bertahan walau ada kriris moneter 2008- 2009.

Ini lantaran tiga usaha jangka panjang ditangan mereka. Dari kontrak tujuh tahun bersama Disney Indonesia, ada usaha Livenation (agensi artis luar negeri) dan akademi sepakbola Liverpool kontrak selama sembilan tahun.

Bisnisnya terbilang stabil bahkan menghasilkan kenaikan di akhir- akhir tahun hingga 25-35% ujarnya. Kalau ditanya konser apa yang pertama dipromotori BidDaddy ialah konser Linkin Park. Tak tanggung- tanggung bermodal besar, mereka rela membeli sendiri sound system dari Kanada.

Michael menyatakan ini sudah jadi standar menggunakan system internasional. Tidak cuma itu BigDaddy juga menyediakan infrastruktur pendukung seperti gedung konser. Sound system yang mencapai berat 2ton.

Ada proyek infrastruktur gedung konser berenergi 1,2 juta watt. Saat konser Lingkin Park, kekuatan listrik yang dibutuhkan berkali lipat, dari umumnya saat itu cuma 400 ribu watt. Ia meyakinkan BigDaddy merupakan satu terbaik dibidang sound system di Asia.

"Itu salah satu yang terbagus di dunia, dan sampai saat ini, baru kami yang memiliki sound system seperti itu di antara promotor Asia," cetus pengusaha tampan Michael.

Umumnya usaha promotor macam ini mengalami banyak pilihan. Segmentasi serta jenis usahanya bisa jadi berbeda- beda. Menjadi banyak aneka usaha, seperti gedung konser, penyedia sound sytem, dan juga untuk penjualan tiket konser apapun.

Untuk livenation saja ia bisa menargetkan angka Rp.250 milar. Pendapatan ini total didukung investasi besar dibidang infrastruktur. Sepanjang 2010 tercatat ada lima konser selebriti dunia. Bahkan bisa meningkat 12 kali dalam satu tahun di tahun berikutnya.

BigDaddy melalui kepercayaan klub sepak bola asal Inggris, menjalankan akademi sepak bola Liverpool di kawasan Bumi Serpong Damai dan Senayan. Meski menjadi usaha besar disebutnya juga bukan kontribusi terbesar.

Apalagi yang bisa dikatakan seorang komisoner PT. Trisurya Lintas Elektrikal dan CFO PT Trisurya Lintas Energi ini.

Pengusaha tampan dan kaya raya adalah lulusan Master of Commerce, Banking and Finance dari  Monash University ini, baru saja dikabarkan menjadi komisaris Independen PT. Cipta Nushapala Persada.

Dari usaha Terra Capital sendiri, perusahaan berbasis di Singapura merupakan pemilik saham terbesar dari Cipta Nushapala atau Cipaganti. Dimana cabang usahanya beraneka ragam antara lain properti, keuangan, infrastruktur, dan pertambangan.

Anak perusahan dari Terra Capital mencakup PT. Bhuwanatala Indah Pratama Tbk. Yang terbaru dari Terra capital membeli mayoritas saham di PT.Tekonindo, Perusahan Tambang nickel yang telah beroperasianal di Kabaena,sulawesi Tenggara.

Meski terdengar kabar miring tentang BigDaddy dan konser Lady Gaga, sosok Michael tetaplah punya daya, apakah mungkin pengusaha sebesar ini melarikan uang 1 juta dollar dari uang investor. Apapun hasilnya sosoknya positif memberikan inspirasi bagi pengusaha muda Indonesia.

Pemilik Hotel Savanna Malang Erly Setiawati Tedja

Profil Pengusaha Erly Setiawati Tedja

 
pemilikhotel.png
 
Kisah pemilik Hotel Savanna Malang, Erly Setiawati Tedja. Munculnya forum- forum atau organisasi pengusaha muda bukan tanpa alasan. Membangun sebuah koneksi merupakan prinsip utama berbisnis, itulah mengapa Young Entrepreneur Society lahir. 
 
Forum YES, salah satu yang menarik yaitu komunitas Second Generation, yang disatukan oleh Bank BCA pada 21 Agustus 2013. Mereka merupakan putra- putri pemilik bisnis yang sukses meneruskan usahanya.
 

Pemilik Hotel Savanna Malang


Young Entrepreneur Society bertujuan agar wirausahawan muda di dalam satu wadah, yang mandiri dengan berlandaskan pertemanan.
 
Misi YES adalah sekolah entrepreneurship, mendorong sinergitas bisnis antar anggota komunitas, salain itu menjadi fasiliator antara pemilik modal dan pengusaha muda, lalu mendorong bisnis baru jangka panjang. Mungkin mereka menjadi penerus bisnis keluarga tapi bisnis tetaplah bisnis.

Second Generation bukanlah anak manja dalam berusaha. Mereka terbukti sukses menggarap ide baru dari bisnis yang dijalankan. Salah satu sosok yang telah menjadi sorotan kami, Erly Setiawati Tedja yang kini menjabat sebagai Direktur Hotel Savana.
 
Pengusaha wanita kelahiran 1983 ini merupakan salah satu orang yang punya andil dalam kesuksesan hotel yang terletak di Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Kota Malang tersebut.

Padahal usia hotel tersebut baru menginjak tiga tahun, Erly begitu dia disapa, merupakan generasi kedua memegang estafet bisnis sang ayah. Hotel Savana sendiri hotel bintang 4 yang berdiri megah di kawasan kota Malang.


Kamu yang orang malang pasti tau Savana Hotel and Convention. Direktur utamanya seorang perempuan cantik 30 tahun sukses membesarkan bisnis keluarga. Dulu sang ayah,Yudiavian Tedja, memilih menyulap sebuah mal menjadi hotel bernama Savana. 
 
Saat itu insting sang ayah melihat prospek kedepan di bisnis perhotelan. Tak mengherankan Yudiavian memang sudah lama malang melintang di bisnis bidang konstruksi, perhotelan dan perumahan.

Setelah berjalan usaha hotel Savana kemudian dijalankan oleh putrinya. Menerima tawaran itu Erly memang sempat ragu karena latar belakang pendidikan tak terkait dengan perhotelan. Maklum saat itu ia tengah menimba ilmu di University of California at Los Angeles. 
 
Tepatnya 2008, ia bekerja di sebuah bank asing di Jakarta. "Hal baru ini menjadi tantangan bagi saya untuk belajar, belajar dan belajar," ujar Erly saat dijumpai di hotel Savana di Jalan Letjen Sutoyo 32-34 Malang.

Dia kemudian telibat langsung dalam pembuatan konsep, pembangunan hotel, dekorasi, hingga marketing. Ia lakukan segalanya walau mungkin perhotelan bukanlah passion -nya. Seiring waktu ia pun mulai menikmati pekerjaan hotel, bahkan mulai mampu melihat potensinya. 
 
Erly sangat optimistis Hotel Savana akan menjadi salah satu penginapan favorit di Kota Malang.

"Sebenarnya kalau dibilang passion, passion saya mungkin bukan di sini, cuma kita sebagai generasi kedua kita harus bertanggung jawab untuk melanjutkan. Terjun ke hotel karena saya melihat ada kesempatan di bidang perhotelan, Malang sebagai kota pendidikan dan pariwisata," ungkapnya.

Bukan hanya karena fasilitas yang lengkap, tapi juga letak Hotel Savana yang strategis, letaknya di tengah kota Malang bisa diakses dari daerah manapun. Satu kelebihan lain Hotel Savana memiliki luas kamar yang rata-rata 38 meter persegi untuk tipe deluxe. 
 
Kini, ditangan Erly, hotel tersebut memiliki tingkat hunian 70% per- harinya sebuah angka besar untuk hotel bintang 4. Mayoritas tamunya adalah pelanggan korporat yang sekaligus ingin melakukan pertemuan bisnis.

"Saat ini kami sedang ekspansi untuk menambah kamar dan ruang meeting. Kami akan menambah 40 kamar dan 3 ruang meeting serta memperbesar haluan kita.Target hingga Desember 2014 nanti ada 160 kamar, 7 meeting room, dan convention hall," tambah Erly yang mempekerjakan 150 orang karyawan ini.

Berpikir positif


Erly selalu berpikir positif ujarnya ketika diwawancarai awak media. Dia selalu memegang prinsip bisnis yang positif terhadap bisnis sejenis. Ia lebih fokus mengembangkan potensi dan memajukan bisnis hotel. 
 
Prinsip sang ayah juga tak akan pernah dilupakannya yaitu untuk selalu bekerja dengan tekun, rajin, ulet, jujur dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan. Prinsip tersebut ia kombinasikan dengan gaya kepemimpinan yang demokratis agar karyawan betah bekerja.

Ia pun sukses menambah jumlah kamar sebagai diektur Hotel Savana. Erly mampu menambah 160 kamar dari jumlah 116 kamar saat ini. Proyek pembangunan untuk menambah jumlah kamar ini, kata Erly baru selesai di akhir tahun. Erly kini aktif mengikuti forum YES yang didukung oleh Bank BCA. 
 
Merupakan satu wadah bagi pengusaha muda di kota Malang. YES sendiri merupakan wadah berkumpulnya pengusaha muda di Kota Malang. Tidak hanya itu, YES juga tempat sharing dan learning serta memperbanyak koneksi.

Bagi Erly, BCA berarti bagi bisnisnya. Dia mengaku menganal BCA sendiri sejak SD. 
 
"Fasilitas yang paling saya suka di BCA adalah Internet Banking. Sebab kita bisa melakukan transaksi tanpa keluar rumah, misalnya cari mesin ATM. Kita juga memakai EDC BCA karena lebih praktis, karena mayoritas customer menggunakan kartu BCA untuk pembayaran," tutupnya.

Menjadi Petani Muda Bisnis Miliran Muhammad Khudori

Profil Pengusaha Muhammad Khudori

 

pengusahakentang.png

Bisnis miliaran Muhammad Khudori justru diremehkan. Menjadi petani muda ternyata sekarang sangat menjanjikan. Tentu Khudori menerapkan teknologi hingga mempermudah. Jangan membayangkan petani susah payah menggarap sawah.


Bisnisnya menangkar kentang kemudian melakukan kemitraan. Dia mengajak lebih banyak orang menjadi petani. Berkat kegigihan usahanya menciptakan bibit kentang berkualitas. Perusahaan bernama PT. Horti Agro Makro (HAM), didirikan untuk mengerjakan usaha dari hulu sampai hilir.


Bisnis Petani


Adapun strategi usahanya: 

 

1. Aspek produksi: Tujuannya ketersediaan bahan baku berkualitas, kuantitas, dan kontinyuitas. 2. Aspek pasar: Mampu menyesuaikan akan permintaan pasar yang berkembang secara dinamis. 3. Aspek distribusi: Memperhitungkan aspek perkembangan pesaing atau produk subsitusinya.


4. Aspek teknologi: Mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang lebih efisien. 5. Aspek manajerial: Yaitu sumberdaya manusia yang mampu menjalankan aspek manajemen agrobisnis secara efesien. 6. Aspek sosial: Mempertimbangkan pendayagunaan masyarakat serta sarana transfer teknologi.

 

Khudori menambahkan HAM memiliki tujuan utama pengembangan industri benih, perkebunan (Inti), kemitraan perkebunan kentang (Plasma), dan pengolahan melalui pabrik kentang. Berdiri sejak 2010, fokusnya memberikan penyuluhan petani termasuk penyediaan bibit kentang.

 

Perusahaanya kemudian melisensi varietas kentang medians sejak 2013. Plantet kentang kemudian ia distribusikan ke Garut, Dieng, hingga Riau. Varietas Medians memiliki keunggulan warna cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun.

 

Mata tunas dangkal membuatnya cocok dipakai industri keripik kentang. Sejak Februari 2019, usaha perusahaanya mampu menghasilkan 500 botol plantlet tiap hari. Khudori sering menjadi pembicara di berbagai sentra kentang di Sumatra, Jawa, Sulawesi, NTB, dan NTT.


Khudori juga masuk dalam perumus Pedoman Perbenihan Kentsast Direktorat Jendral Hortikultural dan tim perumus Standar Operasional Perbenihan Kentang Dirjen Hortikultural. Khudori juga ikut mengajak anak muda milenial buat menjadi petani muda.


"Semuanya berjumlah 200an orang anak-anak muda yang saya bina, dan meraka akan menjadi petani pengusaha milenial" terang Khudori.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba