Mirza Ghulam Ahmad Berbisnis Cupang Ekspor

Profil Pengusaha Mirza Ghulam

 

eksporcupang.png

Membayangkan berbisnis cupang ekspor mungkinkah. Pengusaha Mirza Ghulam Ahmad bercerita rahasia melalui buku Cetak Cupang Kualitas Ekspor. Dalam bukunya dia menjelaskan, bahwa pengusaha cupang terlalu fokus beternak alih- alih mencari pasar.


Pengusaha harusnya fokus mencari cara memasarkan ikan. Kalau sudah dikenal maka barulah kamu bisa mencetak cupang. Melebarkan bisnis cupang dimulai memahami pasar dahulu. Dari mencetak cupang yang berhasil, barulah kita memasuki tahapan beternak cupang.

 

Berbisnis Cupang Ekspor


Rahasia sukses Mirza adalah menjadi konsisten menekuni. Dari awal, pengusaha cupang baiknya sudah memiliki pasar sebelum budidaya. Konsisten mendalami pasar tersebut kemudian berkembang. Di pasar kelas bawah biasanya membeli cupang berharga murah.


Meskipun murah harus memiliki kuantitas bagus. Bila sukses kamu akan merambah ke bisnis cupang lebih luas. Dimana kamu akan berbisnis cupang melalui penjual lain. Bersandarkan kepercayaan kamu bisa menitipkan jualan.


Targetnya banyak lokasi terutama depan sekolah dasar. Kamu tidak boleh merasa risih. Bila target kamu kelas menengah maka lebih baik. Satu ekor ikan mungkin dihargai Rp.100- 200 ribu. Targetnya adalah mereka penghobi pemula dan penikmat cupang berpenghasilan.


Kelas berikutnya kelas atas menyasar mereka penghobi kental. Mereka yang rela merogoh kocek jutaan demi ikan sesuai keinginan. Harga jualnya dari Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Kelas atas membeli ikan cupang demi kenikmatan pribadi.


Tau dan konsisten menyasar target pasar kamu, jelas Mirza Ghulam Ahmad. Pebisnis cupang harus memahami mengenai kualitas cupangnya. Pahami jenis cupangnya jangan sekedar mengikuti tren pasar. Atau kamu akan terbawa arus tanpa memiliki nama.


Beberapa orang memilih fokus membudidaya jenis cupang tertentu. Mereka yang menjadi raja pada jenis varian tertentu. Dengan demikian kamu akan memperoleh pasar sendiri. Beragamnya jenis ikan ini membuat peluang berbisnis lebih besar.


Ini memungkinkan banyak pesaing terjun berbisnis. Mirza mengatakan buat berbisnis cupang ekspor tidak mudah. Ada penjualnnya tetapi tersembunyi tidak nampak dipermukaan. Dulu Mirza bertemu sosok aneh, penghobi ikan cupang, memiliki tempat besar dan besar buat peternakan.


Anehnya dia nampak tidak menjual melainkan membeli. Dia membil ikan Mirzan. "Saya punya feeling pasti orang jualannya tidak di Indonesia, ternyata benar jualannya ke Inggris," imbuhnya. Mirza lalu mencari tau mengenai pembeli misteriusnya sampai ke Facebook.


Dia melanjutkan cerita, "dulu orang itu sangat hati- hati membuka informasi, pelit ilmu, enggak dapat pelajari tapi saya pelajari." Nah dia kemudian meniru apa dilakukan sosok tersebut. Ternyata dia hasil sampai banyak pelanggan bisnisnya King Rosetail, dari postingan satu mengajak satu orang dan terus.


Pelajari sistem berarti kamu harus mau belajar. Termasuk memulai dari awal mempelajari mengenai ekspor. Maka jadilah seperti Mirza memiliki cabang di New Jersey Amerika, Serawak Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bekerja samalah dengan pihak berkaitan seperti pihak pengekspor. 

 

Dia menjelaskan kalau kirim lewat pribadi tidak bisa. Melalui PT eksportir tersebut maka ikan akan dikirim keluar. Tanda tangani MoU kerja sama dintara kamu dan perusahaan. Pasalnya, pembudidaya yang tidak punya pengalaman ekspor dan impor akan susah.


Lewat King Rosetail banyak jenis ikan cupang dikembangkan. Aneka perkawinan silang berkali- kali hasilkan ikan unggulan. Maka tidak salah bila harganya mencapai Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Ia memiliki ikan andalan bernama cupang Black Gonzales.


Warna hijau berkilau kontras dengan warna dasarnya hitam. Ia mengaku menjadi satu- satunya yang memiliki jenis ini. Butuh indukan Black Gonzales khusus buat menciptakan warna ini. Katanya Mirza sangat kesusahan tetapi terbayar melalui hasil anakan.


"Masih jarang yang punya karena baru saya beternak itu," kenangnya. Ide menciptakan jenis cupang tersebut lantaran tak sengaja. Itu terjadi ketika dia berekreasi ke Kediri, Jawa Timur, menemukan ikan bercorak serupa. Dia bertekat menemukan perpaduan sempurna Black Gonzales.


Empat kali perkawinan baru menghasilkan anakan. Dari 300 telur cuma 10 menetas, hanya hasilkan si Black Gonzales ini. Mirza memanfaatkan Rosetail Hitam dipadukan Halfmoon Double Tail Hijau. Ini hasilan 70% Halfmoon dan cuma 30% rosetail bercorak hijau.

Shinta Bubu Pengusaha Investor dan Masa Depan Dunia

Profil Pengusaha Shinta Danuwardoyo

 
shintabubu.png
 
Shinta Bubu kini dikenal sebagai pengusaha investor. Wanita bernama lengkap Shinta Dhanuwardoyo menebak masa depan dunia digital. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan arsitektur ini, mulai merasakan menyentuh komputer ketika mulai bekerja untuk melanjutkan master bisnis. 
 
"Sebenarnya latar belakang pendidikan saya adalah arsitek, tapi setelah lulus S-1, saya memutuskan untuk mengambil S-2 di bidang bisnis. Karena pendidikan S-1 saya sama sekali berbeda dengan master yang saya ambil, ayah saya tidak mau mebiayai sekolah saya," terangnya.

Ia menemukan cara, yaitu menjadi graduate asistent di sebuah lab komputer. Dia akan menerima uang dari pekerjaanya. Singkatnya, Shinta mengerjakan segela sesuatu yang berhubungan dengan komputer dan seluk beluknya. 
 

Bisnis Digital

 
 
Disinilah minatnya akan komputer tumbuh, dan ia belajar banyak dengan sendirinya. 
 
"Waktu itu kebetulan saya S-2, disana saya mendapatkan posisi sebagai bos dengan anak- anak S-1 yang memang berasal dari jurusan IT. Dari merekalah saya justru belajar banyak tentang komputer," ujar Shinta tertawa.

Bekerja di lab komputer memberinya kesempatan menyelesaikan pendidikan master. Dia mendapatkan pengurangan 75 persen pengurangan biaya kuliah. Bahkan tiap bulannya kampus memberi gaji untuk setiap kerja kerasnya. 
 
Shinta hanya berbekal pengetahuan komputer ditunjang kemampuan arsitektur. Ia mengaku pernah membuat konsep bangunan dari laptop Apple nya.

Pengusaha wanita kelahiran 18 Januari 1970, yang mampu menjadi seorang pioner perusahaan web developer. Dia merupakan pendiri sekaligus CEO, walau tidak memiliki latar belakang ilmu komputer. Di 1995, ia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan master. 
 
Shinta mulai mengejar passion nya yaitu web design bersama teman- temannya.

"Kami ingin membuat perusahaan web desain. Di 1996, kami mendirikan Bubu internet, yang kemudian lebih dikenal dengan Bubu.com. Saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya sebagai konsultan untuk fokus di Bubu," ucapnya.

Perusaan itu tumbuh dari hanya memiliki 5 orang di awal bisnisnya. Sekarang, perusahaanya telah memiliki 26 orang pegawai. Kembali ke awal, perusahaan berhadapan dengan kenyataan bahwa internet kala itu merupakan fenomena yang aneh dan belum terjelaskan. 
 
Bebeberapa kala itu bahkan tidak menyangka bahwa perusahaan tersebut dipimpin seorang wanita. Fenomena itu bahkan masih sering berlanjut hingga sekarang. Dia tau bahwa teknologi website harus memiliki beberapa hal. 
 
Shinta berkata situs yang baik itu dilihat dari konten miliknya, kemudahan navigasi, penggunaan teknologi terbaik dan desain keseluruhan. Itu semua tergantung akan apa yang akan dibuat. Situs seperti ecommerce akan membutuhkan teknologi yang terbaik tetapi tetap dengan desain yang unik.

Bubu mulai dikenal melalui Shinta yang memiliki ide, menggelar acara bernama Bubu Award pertama kali di 2001. Disini, Dia mencoba mempromosikan brand Bubu sekaligus mendidik masyarakat umum. Ia menyebut bahwa tahun 2001 merupakan awal pelajaran.
 
Dia berkata di tahun 2000, Bubu membuat banyak situs portal berita seperti koridor.com atau musickita.com.

"Pengalaman mengajari kami mengelola portal. Itu menjadi pengalaman mahal, tetapi itu menjadi modal kami untuk sukses," jelasnya.

Ia menjelaskan bisnis online sulit untuk tumbuh diawal internet belum menjamur. Bubu bahkan mendapatkan keuntungan setelah satu tahun berjuang. Shinta mengaku membangun bisnisnya di 2003 dan mendapatkan untung baru di 2004. 
 
Jika ia tidak begitu cintanya pada dunia internet, maka kapapun dirinya bisa mundur. Di 13 tahun persayaan ulang tahun, Bubu telah memiliki pelanggan baik pemerintah hingga perusahaan. Bubu pernah mengerjakan proyek kedutaan besar di Jepang, PT. Perusahaan Gas Negara, dan Iwan Tirta.

"Saya ingin membangun budaya perusahaan yang kreatif, passion, dan tujuan bersama. Saya ingin membuat orang berpikir bahwa Bubu sebagai pemain digital di Indonesia, karena kami agensi digital." Shinta bahka membuat Bubu Award sebagai kampanye besar- besaran. Pergerakan ini dilihatnya tepat ketika media telah tumbuh di Indonesia, bahkan 7 juta orang Indonesia sekarang di Facebook.

Shinta rajin memperkenalkan mereknya melalui berbagai cara. Dari Bubu Award, ia bahkan mendatangkan pembicara dunia. Dia sempat mengundang secara khusus Jerry Yang, co- founder Yahoo! berbicara di acara miliknya. 
 
Dia juga menyelenggarakan Pesta Blogger, mengumpulkan para blogger menyelanggarakan kontes. Bubu ditanganya merambah mobile melalui Bubu Chika, memfokuskan konten mobile untuk diakses.

"Karena kita adalah agensi digital, maka kita harus memperkuat di industri mobile dan sosial media. Saya memperkirakan di masa mendatang internet akan menjadi media yang kuat karena mudah diakses melalui mobile devices," jelasnya. 
 
Dia yakin media digital akan semakin kuat mengikuti krisis dimana perusahaan- perusahaan akan dipaksa membuat iklan yang efektif tapi berbiaya kecil. Shinta merupakan pelopor perusahaan web development pada 1996, kemudian bertransformasi menjadi agensi bisnis digital.

Lewat Bubu.com, dia menginisiasi adanya Bubu Award, ajang penghargaan dua tahunan bagi pebisnis digital sejak 2011. Ia juga menjalankan IDByte, dimana forum mempertemukan antara pelaku industri digital lokal dan global.

Bubu Award telah diselenggarakan 11 kali, IDByte sudah dilaksanakan 5 kali. Shinta juga merambah menjadi angel investor. Dia menjadi managing partner di Nusantara Venture, salah satu firma venture capital pertama, dan juga mendirikan Bubu Ventures pada 2013 silam.

Industri digital telah banyak berubah termasuk Bubu.com. Tidak sedikit wanita menjadi pendiri bisnis startup. Banyak sudah pejabat tinggi startup ditempati pengusaha wanita. Tapi secara dominasi pria masih kuat di bidang startup ini.

Bukan masalah perempuan tidak bisa menjalankan bisnis digital. Melainkan lebih ke choice atau suatu pilihan wanita berbisnis teknologi. Dia menekankan, butuh role model agar wanita memiliki pilihan dan minat memasuki bisnis teknologi dan digital.

Pengusaha Batu Akik Ratusan Juta Tidak Musiman

Profil Pengusaha Aseel Abri

 

pengusahaakik.png
 

Pengusaha batu akik memang identik tidak menentu. Bayangkan untung ratusan juta tidak musiman. Apa mungkin berikut kisah pemuda bernama Aseel Abri. Ditangannya akik menjadi aksesoris trending bukan musiman. Penjualan ditangannya mampu menyentuh angka ratusan juta rupiah.

 

Bisnis bernama Bacter Online Shop memanfaatkan ibu- ibu. Mereka yang dipekerjakan merupakan warga sekitar rumah. Pengusaha muda kelahiran 1998, terjun bisnis ini pada 2015, bermula keinginan membantu ibunya berbisnis ini.

 

Batu Akik Ratusan Juta


"Awalnya niat ngebantu ibu saya lihat- lihat, belajar- belajar, juga ada acara komunitas kita ikutin kayak gathering- gathering," jelasnya kepada Detik.com. Yang ikut komunitas adalah orang tua, sedangkan dia anak muda sendirian, pelan- pelan ngerintis sendiri usaha sendiri.


Tahun 2017, dia masuk berbisnis batu akik benar- benar diseriusin. Bahkan Aseel sampai ke pusatnya Desa Loloda, Maluku Utara, demi mendapatkan pasokan. Walaupun Aseel sudah ngobrol melalui telephon, tetap harus kesana.


Daerah penambang bila tidak "booming" akan males- malesan. Jadi dia harus mampu meyakinkan mereka menambang. Relasi bagus membuatnya mudah mendapatkan pasokan batu akik. Guna menjual Aseel mulai merubah paradigma batu akik lebih modern.


Ambil contoh Aseel kembangkan cincin wanita berbatu akik kecil. Pengusaha batu akik ini juga harus merubah paradigma mahal. Dia selalu berupaya menjual produk dibawah Rp.100 ribu. "Kenapa bisa meruah? Karena kita distributor jatuhnya," ia lanjut.


Dia produksi sendiri dan ring impor sendiri dari China jatuhnya lebih murah. Aseel mengembangkan produk selain cincin. Ia membuat kalung, gelang, dan lain- lain. Dia mengatakan produknya mayoritas dibawah Rp.100 ribuan.


Kalau akik dijual dibawah Rp.100 ribu, 60% kayak gelang kalung cincin dijual dibawah Rp.40 ribu, akik juga dibawah Rp.40 ribu. Sisanya 40% harganya Rp.80 ribu, Rp.70 ribu, dan Rp.90 ribu. Produk- produknya dijual di Lazada dan Shopee di Bacter Online Shop.


Dia mengajak ibu rumah tangga. Memberikan pelatihan memproduksi aksesoris aneka akik. Kayak gelang akik perlu dilubangi sendiri. Dibuat handmade Aseel awal- awal menawari pekerjaan ke ibu- ibu rumah tangga ini. 


Dari satu ibu- ibu dia oper mau enggak, kemudian disalur ibu RT, kemudian disebarkan ke teman- temannya sampai ramai. Mereka ramai mau membikin. Aseel senang memberikan ruang berkarya sekaligus menghasilkan uang.

Kopi Salak Usaha Brownis Pengusaha Shelly

Profil Pengusaha Shelly

 

jualkopisalak.png
 

Pengusaha Shelly (45) membuat usaha brownis salak. Dia juga menciptakan kopi salak. Dari keduanya mampu hasilkan puluhan juta. Awal dia dipaksa menjadi ibu rumah tangga biasa. Shally pernah menjadi wanita karir. Dia memiliki tiga orang anak dan suami pegawai.

 

Sampai suatu ketika suaminya kehilangan pekerjaan.  Shally yang ibu rumah tangga turun tangan lalu turun tangan, karena tiga anaknya butuh biaya. Salak merupakan buah tropis umum ditemui di rumah- rumah. Shally kemudian menjajal mengolah salak menjadi bahan baku. 

 

Pertama dia membuat brownis berbahan baku salak atau brownlak. Kemudian dia membuat kukis salah (kuklak), ebi salak (sambilak), ayam geprek sambilak, kerupuk salak, kopi biji salak (kojilak), teh kulit salak (tehulak), sari buah salak (sarlak), dan terakhir asinan salak (sinlak). 

 

Hobi Memasak

 

Ia memang senang mengolah makanan. "Saya sukanya ngolah-ngolah makanan, terus yang ada di rumah waktu itu bapak seringnya beli salak untuk makanan, jadi mulainya dari yang mudah di dapur terus mulai ngolah- ngolah salak," jelasnya.


Dari brownis salak kemudian dia posting ke sosial media. Responnya bagus tidak disangka. Maka ia berpikiran, "kayaknya oke nih diseriusin." Awal dia membuka usaha lewat rumah, sampai memiliki dapur sendiri mempekerjakan 3 pegawai.


Dia sudah memiliki segala perlengkapan pendukung produksi. Bisnis pengusaha Shally berkembang menghasilkan omzet Rp.20 juta. Tantangan terbesar ialah dia harus mengajak orang mencoba. Karena produk ini terbilang baru, unik, masih sangat asing di masyarakat.


"Bisnis saya kan masih cukup awam ya salak dibuat seperti ini, jadi masyarakat mau coba mungkin takut nggak enak," lanjut Shelly. Bisnis baru tersebut memang membutuhkan pekerjaa ekstra. Untung dia merupakan mantan karyawan bekerja puluhan tahun.


Diusia 40 tahun sudah memiliki pengalaman kerja. Dia juga memiliki hobi membuat kue. Shally dulu pernah menempati posisi PR, jadi terbiasa melakukan branding. Pengusaha Shelly menciptakan kue brownis nikmat berbahan buah salak.


Salak dipisahkan bijinya kemudian dibuat bahan kue brownis. Pembuatan brownis seperti biasanya hanya ditambahi salak. Kalau teh dan kopi memakai alat namanya dehydrator atau pengering. Buah dan biji dibersihkan, dimasukan ke dalam, bentuk alatnya kayak oven tetapi berfungsi menghisap.

 

"Kita masukan alatnya kayak oven cuma dia ada blowernya, jadi dia kering mengambil cairan dalam kulit dan biji," imbuhnya.


Bukan memanaskan tetapi menghisap kering saripati buah dan biji. Cairan diserap sampai benar- benar kering, kalau kulit langsung haluskan. "Kita ayak terus jadi bubuk, kita packing dalam kemasan olive oil," tuturnya, menjelaskan proses pembuatan teh salak.


Efek pandemi memang mempengaruhi bisnis Shelly. Omzetnya turun sampai 50% dan reseller banyak tutup di daerah. Bahkan reseller Singapura tutup dikarenakan pandemi. Sumber pendapatan Shelly adalah marketplace seluruh Indonesia.


Dulu 20 juta didapat sekarang Rp.10 juta sudah bagus. Sempat terpuruk sepanjang perjalanan bisnisnya mulai membaik. Awal Shelly sempat zonk sekali selama tidak ada kegiatan. Efek pembatasan sangat berasa, begitu dikurangi batasan tampak usahanya mulai bangkit. 


Dia sudah dapat 50- 100 pesanan box set ready to eat. Kemudian dapat pesanan dari Cimory, pesanan kukis salak dikirim ke sentra yogurt tersebut. 

 

Dulu pengusaha Shelly mengeluarkan modal Rp.50 ribu. Itu dipakai membeli bahan baku salak dan kelengkapannya. Tapi kalau dihitung, semenjak 2016, dia sudah mengeluarkan uang Rp.50- 100 juta sepanjang jalan. Uang segitu buat awalan lantaran dia memang sekedar ingin mendapat pemasukan.


"Jadi saya mulainya dari yang ada. Saya istilahnya cuma beli salaknya saja waktu itu masih Rp.5000 perkilo, terus beli coklatnya, sama kemasannya," ujarnya.


Demi mendapatkan produk berkualitas maka bahan baku juga terbaik. Shelly memilih bahan salak dan yang baik dan bagus. Langsung diolah sekali belanja 30 kg buah salak biar tidak membusuk. Tidak ada limbah yang tersisa dan terbuang.


Dari kulit, buah, dan bijinya diolah menjadi produk. Bagian biji dijadikan kopi sedangkan kulitnya jadi bahan teh. Bahan brownis memakai daging, termasuk bahan kerupuk dan sambal memakai daging. Teh dibuat memakai kulit yang dikeringkan pakai mesin, digrinder halus, tidak pakai perasa atau pewarna.


Produk teh dan kopi proses pembuatanya lama sampai seminggu. Proses oven membutuhkan waktu berkali- kali, sampai keluar aroma kopi dan tehnya. Harga jualnya Rp.15 ribu untuk kruplak, sinlak, dan sanlak.


Harga ayam penyet sambilak sampai Rp.75 ribu. Jualannya lewat @salakuolahansalak sudah siap lewat aplikasi pesan antar. Bila jauh ia menyarankan produk frozen food, kerupuk, teh dan kopi. Dan buat produk asinan masih bagus dikirim ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, ongkos kirim 2 hari lumayan.

Miliarder Pupuk NPK Kisah Pengusaha Yohanes Nugroho

Profil Pengusaha Yohanes Nugroho Hari

 
miliarderpupuk.png
 
Kisah pengusaha Yohanes Nugroho Hari Hardono berhasil. Dia adalah miliarder pupuk NPK. Sebab dia merupakan pendiri dan pemilik Saraswanti Group. Bisnis utamanya memproduksi pupuk NPK buat kepentingan petani.
 
Ia tak pernah berpikir akan menjadi pengusaha. Di kehidupannya kala itu, semuanya telah nampak menyenangkan. Sampai dirinya berumur 30 tahun, sudah berkeluarga dan memiliki rumah nyaman tipe 70, ditambah sebuah mobil Kijang. 
 
Tiap hari minggu akan digunakannya untuk pergi ke Gereja bersama keluarganya. Ia kala itu hanyalah seorang general manager di perusahaan pupuk alam di Mojokerto, Jawa Timur. 

"Saya sudah nyaman di situ. Untuk hidup, ya, sudah cukup, walau tidak lebih," kata pria paruh baya ini. 
 
Hari, begitulah nama sapaannya, telah cukup lama bekerja di tempat itu. Sampai suatu saat di tahun 1998, sebuah peristiwa memicu kekecewaan Hari. Di umur 35 tahun, ia mendapati dirinya berkeinginan untuk membangun perusahaan sendiri.
 

Rahasia Pengusaha 


Kedudukan tertinggi telah digapainya dan hanya terpaut satu garis dengan sang atasan. Hari mau tak mau, harus membuka bisnisnya sendiri. Bisa ditebak ide bisnisnya tak jauh dari pupuk. Ia berencana membangun sebuah pabrik pupuk NPK. 
 
Pupuk yang mengandung 3 komposisi utama yaitu natrium, fosfor (phosphor), dan kalium sekaligus. Kala itu, meski pupuk NPK sudah dikenal lama, aplikasi di lapangan masih jarang. Kebanyakan perkebunan saat itu masih menggunakan pupuk tunggal, antara lain pupuk urea.

Modalnya hanya nekat, dan sebuah rencana rapi yang telah direncanakan jauh- jauh hari. Hari telah mantap menggarap bisnis pupuk NPK.Dirinya yakin kebutuhan akan pupuk jenis ini akan meledak. 
 
"Saya sudah membayangkan bahwa kebutuhan pupuk NPK tak terhindarkan lagi mengingat semakin sulit perkebunan mengumpulkan satu-satu jenis pupuk," terangnya. Hari pun meminta sang adik bungsu, Adhi Harsanto, mempersiapkan pembangunan pabrik.

Tiga bulan kemudian, dia baru mundur dari pekerjaan. Ia harus berkonsentrasi penuh atas bisnis barunya ini. "Saya siapkan Rp 10 juta untuk mengurus perizinan. Tabungan saya serahkan istri untuk membiayai hidup keluarga selama enam bulan. 
 
Kalau saya gagal, saya akan cari pekerjaan lagi," lanjut Hari. Disaat mengurus perijinan keberuntungan itu menghampiri dengan sendirinya. Pemerintah sendiri yang menawakan kemudahan demi kemudahan.

Mereka, Departemen Perindustarian,  menawarkan 60 pekerja siap pakai untuknya. Dan, pekerja tersebut akan digaji oleh pemerintah selama enam bulan. Dari tawaran tersebut, Hari akhirnya hanya bisa menampung separuhnya. 
 
Ternyata, 16 orang di antaranya meminta keluar setelah dua minggu bekerja. Kemudahan lain, seorang koleganya yang memiliki mesin pengolahan mau meminjamkan mesinnya. Andai ia gagal dengan bisnisnya, maka mesin bisa dikembalikan tanpa biaya.

Dilengkapi modal ratusan juta serta modal tambahan dari seorang teman. Hari mulai mengibarkan nama PT. Saraswanti Anugrah Makmur (SAM), berkantor di sebuah gudang sewaan seluas 600 meter persegi. "Kami berproduksi saat ada order. Hanya enam bulan mesin terpakai," tuturnya. 
 
Namun setelah beberapa lama bisnisnya tumbuh lancar. Salah seorang anak buahnya di pekerjaan lama telah memilih untuk keluar. Dia, Yahya Taufik, bergabung dengan bisnisnya. Sesungguhnya Yahya sudah tercatat dalam akta pendirian perusahaan sebagai pemilik sejak awal berdiri. 
 
Ia bersama Adhi dan Yahya, dan Hari telah berbagi kepemilikan saham SAM hingga sekarang. Pada tahun kedua, pesanan pupuk NPK telah meningkat tajam. Dari dua tahun, seluruh mesin telah digunakan dalam produksinya. 
 
Barulah di tahun ketiga pabrik miliknya berproduksi penuh setiap harinya. Kelancaran usaha terus mendatangi hidupnya. Meski begitu, bukanlah berarti Hari cuma akan mengandalkan hoki saja. Keberhasilannya menembus pasar adalah buah dari kejelian dia menyusun strategi bisnis. 
 
Salah jurusnya menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan. SAM memproduksi pupuk yang memiliki formula hasil penelitian lembaga itu, yang telah disesuaikan dengan karakter masing-masing kebun pemesan. 
 
Jurus merangkul pusat penelitian seperti itu juga dia terapkan untuk membidik kebun kopi, kakao, dan tebu.

"Saya membayar royalti hingga Rp 7 miliar setahun," kisah pengusaha ini. Ia mengawali semua tanpa cita- cita namun bukan hanya berhenti sekarang. Bisnisnya telah menguasai 3,5% pangsa pupuk NPK nasional. Dan, ia ingin mengibarkan SAM hingga menembus 10% pangsa pasar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba