Profil Handoko Hendroyono Pengusaha Pakar Marketing

Profil Pengusaha Handoko Hendroyono

 
 
handokohendroyono.png
 
Dia adalah pengusaha bidang bisnis perkilanan. Profil Handoko Hendroyono pakar merketing. Dunia perikalan tak akan menarik tanpa karyanya. Meski dikenal sebagai "pakar" membuatnya tak berubah. Ia masih tak mau disebut pakar periklanan. 
 
Lebih condong menyebut dirinya ke Creative Storyteller. Dia juga pembicara di berbagai kesempatan di forum- forum kreatif. Dan juga, kerap menjadi penulis di berbagai media, seperti SWA, Marketeers, dan Kompas Klass.

Dua buku kreatifnya yaitu Brand Gardener dan DO. Untuk DO, anda disarankan untuk membacanya, unik berisi 100% Doodling alias teks berilutratasi karyanya sendiri. Handoko berlatar belakang art dan desain. Pantaslah ia mampu begitu kreatif di setiap sisi- sisi hidupnya.
 

Bisnis Kreatif


"Saya suka mengamati perilaku konsumen dan menduga apa yang terjadi ke depan. Empat tahun lalu, pengamatan terhadap fenomena yang ada membuat saya merasa sekarang bukan eranya iklan lagi tapi era story. Maka dari itu saya menggunakan konsep storytelling," tuturnya.

Jakarta Do Art, adalah menggabungkan bisnis dengan seniman itulah yang kami tangkap. Handoko menjelaskan ini merupakan tempat bagi para desainer muda bertemu para pengusaha kecil dan menengah. 
 
Lihatlah pameran yang dilakukan oleh Jakarta Do Art, yang menghiasi sudut- sudut Pondok Indah Mall, Jakarta, 3-9 November lalu. Semua yang dipajang itu bukanlah pameran furnitur tapi hasil karya seni. Furnitur yang dijual merupakan hasil kolaborasi seni.

Komunitas yang berdiri guna mengangkat brand lokal. "Kami ingin meningkatkan value dari produk yang dihasilkan brand-brand lokal yang masuk kategori UKM," ujar pria yang sukses membuat tagline untuk satu produk minuman ini.

Melalui komunitas ini selain desainer muda bisa mengembangkan bakat, juga ikut membantu usaha kecil- menengah. Handoko sadar bahwa era produk asing telah tiba. Sebagi praktisi periklanan dan desain, ia telah melihat kelemahan itu pada usaha kecil- menengah kita. 
 
Kurangnya dalam sisi desain dan promosi begitulah kiranya penjelasannya. Karya seniman yang terpilih akan diterapkan ke UKM jika diperlukan. Nilai jual dari produk akan meningkat melalui komunitas tersebut.

Tenang, Handoko menjelaskan ada royali bagi para desainer muda.

Ia menyimpan optimis dalam generasi muda nanti. Apalagi menurutnya generasi sekarang telah akrab dengan berbagai gadget. Melalui Jakarta Do Art, ia berharap dari 20 seniman (desainer) yang ikut menjadi agen perubahan. Perubahan bagi brand lokal dalam rangka persaingan global. 
 
Ada sekitar 10 pengusaha yang telah resmi ikut di acara pameran Jakarta Do Art tersebut.

"Di industri kreatif semuanya berubah. Tidak itu periklanan, media, polling, atau toko buku. Kita harus mengikuti arus tersebut," jelasnya.

Pengelola mal pun ikut membantu. Ini berkat kelihaian seorang Handoko Hendroyono. Mereka setuju tak membebankan biaya sewa yang tinggi seperti halnya untuk acara ekshibisi umumnya digelar. Sudah banyak pengusaha yang telah merasakan terbantu keberadaan Jakarta Do Art. 
 
Sentuhan desain yang menarik dari para seniman kebanyakan bisa membuat para pengusaha meningkatkan nilai jual produknya. Apakah anda berminat mengikuti?

Info Hendroyono

Twitter: https://twitter.com/Handoko_H

Instagram: http://instagram.com/handoko_h

Facebook: https://www.facebook.com/handoko.hendroyono

Website Do.Inc

Website Brand Gardener 
 

Pendiri Mbloc

 
Profil Handoko Hendryono dikenal mendirikan tempat brand lokal mejeng. Pendiri Mbloc ini bercerita kepada Kompas, bagaimana brand- brand dapat tempet di tempatnya sekarang. Handoko menjelaksan bahwa tempatnya memanfaatkan momen pandemi.

Bahwa Mbloc memanfaatkan pandemi demia kebangkitan brand lokal. Handoko melihat peluang. Ia melihat globalisasi pandemi menghentikan bisnis dunia. Brand- brand lokal harusnya lebih berjaya terutama di rumah sendiri.

Kita memiliki emas tersembunyi. Mereka akan nampak berkilauan ketika pandemi meruntuhkan brand luar. Mbloc sendiri merupakan ruang tak terpakai milik BUMN Perum Peruri. Handoko bekerja sama dengan almarhum, bersama empat sosok lain.

Mereka diajak menggarap lahan mangkrak milik negara. Berenam memiliki latar belakang berbeda, hingga "dipaksa" berkarya. Menggabungkan seni rupa, artsitek, musik, dan lain- lain.

Handoko sendiri sempat sukses memproduseri film Filosofi Kopi. Awal mereka tidak spesifik buat membentuk pasar milenial. Semua berjalan begitu saja dengan ajakan pihak Perum Peruri. Maka lahir PT. Ruang Riang Milenial, sebagai wujud profesionalitas membangun Mbloc.

Ini merupakan creative hub dimana milenial kembangkan kreatifitas. Menjadikannya ekosistem kuat yang memberikan impact sosial dan ekonomi. Mbloc mengembangkan banyak kultur baru.

Taukah bahwa tempatnya merupakan bekas tanah percetakan uang. Letaknya dekat MRT sudah biasa dilewati. Banyak orang mengunjungi dan mau berjalan kaki. Kultur baru tersebut termasuk berkarya melalui kreatif space ini.

Mbloc sendir dikelola Ruang Riang termasuk mengenai kontrk. Peruri sendiri tidak ikut campur hanya menyediakan tempat. Soal branding tentu Handoko sudah pakar marketing. Mereka sudah memiliki konsep matang, mulai dari penyusunan tempat, kontrak kerja, dan promosi itu sendiri.

Mbloc Space diluncurkan September 2019, ruangan dibentuk berdiri sisi kiri dan kanan, dimana akan ada brand lokal berderet seperti Kopi Titik Temu dan Unionwell. Bagian belakang dijadikan kedai Oeang dan tempat live music.

Nama beken seperti Glend Fredly, Kunto Aji, Tompi, Slank, dll siap meramaikan. Daya tampunya sampai 400 orang bila berdiri. Live Music memiliki ruangan menampung 109 band musik. Selain dijadikan tempat brand lokal berupa tenant- tenant, juga dijadikan tempat event musik.

Ini merupakan ekosistem besar dari bottom up. Dimana Handoko dan kawan- kawan menaruh jiwanya dalam arsitekatur sampai pengembangan. "M Bloc bisa disebut destinasi kreatif, karena kami menyasar kelas kreatif," jelasnya kepada SWA.co.id.

Kisah Ratu Tisha Sekjen PSSI Berawal LabBola

Profil Pengusaha Ratu Tisha Destria

 
ratutisha.png
 
Kisah Ratu Tisha Sekjen PSSI yang memang mencintai bola.  Taukah, selain pelatih dan tim kesehatan Timnas U- 19, ternyata ada sosok lain dibalik kesuksesan mereka. Ratu Tisha Destria, bertuju orang menjadi suatu tim bekerja sama. 
 
Mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mengukur performa tim nasional. LabBola.com, bagi anda mungkin terdengar asing. Dalam halaman situsnya, LabBola menawarkan data stastitik dari setiap laga yang ada. Bukan hanya U- 19 secara spesifik tapi untuk sepak bola nasional secara luas.

Sebuah lembaga yang menawarkan data live performance, video statistic, dan after match analysis.Awalnya, mereka yang ada di dalam, ditunjuk oleh kepala Badan Tim Nasional (BTN). Mereka diajak untuk membuat data statistik untuk timnas untuk persiapan AFF 2014.
 

Karir Ratu Tisha 

 
Bukan terdiri dari orang sembarangan, tapi mereka adalah orang yang jado dalam sepak bola. Salah satunya Ratu Tisha Destria, salah seorang dari tim ini sekaligus wanita satu- satunya. Tisha sendiri baru sebulan di Jakarta setelah mengikuti program beasiswa untuk FIFA Master di Eropa.
 
 Dia bersama Hardani Maulana, Tisha merupakan co-founder LabBola. 

"Dari LabBola ini saya bisa mendapatkan beasiswa ikut program FIFA Master setelah di tahun sebelumnya saya gagal," ujarnya.

Darah wanita 29 tahun ini sebenarnya jauh dari sepak bola. Tidak ada keturunan atlet olah raga tertentu pula. Namun, minat alumnus Jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memang ada pada sepak bola, bahkan jauh disaat masih sudah sejak SMA. 
 
Ia membangun tim kecil- kecilan bersama Hardani. Dimana Hardani jadi pemain dan Tisha menjadi manajernya. Lalu, dari situ Tisha mulai mengurusi kompetisi bahkan hingga ke akar- akarnya. 

Profesional manajer mungkin cocok disematnya dalam kerasnya kompetisi olah raga satu ini. Semakin yakin ia diajak Persib dan  Asosiasi Provinsi PSSI Jabar untuk bekerja sama dalam mengatur kompetisi. Setelah lulus dari ITB pada 2008, dia langsung menginisiasi berdirinya LabBola.

FIFA Master sendiri merupakan program yang disponsori oleh FIFA. Tujuannya yaitu sebagai bagian dari pengembalian keuntungan 90% untuk sepakbola sendiri. Tisha menjalankan program selama 10 bulan. Apa saja yang dilakukannya di sana. 
 
Dia belajar apsek non- teknis di bulan pertama di Inggris. Lalu, ia akan juga belajar aspek psikologis. Mempelajari seluk beluk pengelolaan dan industri sepak bola.

Tisha juga diajarkan pengelolaan liga, sekolah sepak bola, dan segala hal mengenai aspek bisnisnya. Terkahir ia mendapatkan pelajaran mengenai tata tertib, penegakan hukum dan standarisasi. Perjalanan yang dimulai dari Inggris, Italia, dan terakhir ke Swis. Tisha merasakan perjalanannya sangat berkesan.

"Saya pernah mencoba untuk ikut tes pada 2011 tetapi gagal. Namun pada 2012 saya mencoba lagi ternyata gagal juga, dan akhirnya 2013 ini saya diterima untuk mengikuti program tersebut," ucapnya antusias.

Pada tahun 2011, ia pernah mengikuti program Football MBA dari Liverpool. Sayangnya, waktu itu dia yang tak mendapat bantuan pemerintah, tak jadi ikut. Sementara untuk kegiatan FIFA Master ini, ia mendapatkan bantuan dari LPDP Kementrian Keuangan. 
 
Keberhasilannya berkat ketekunannya dalam menggarap badan LabBola.Tisah mempunyai cita- cita ingin sekali mengintegrasikan pembinaan sepak bola di tiap- tiap daerah secara berjenjang.

Di FIFA Master, Tisha menadapatkan pelajaran intensif di tiga universitas yang digandeng CIES. Dalam perjalanan satu bulan dia mengunjungi De Montfort University di Leicester (Inggris), SDA Bocconi di Milan (Italia), dan Universite de Neuchatel di Neuchatel (Swiss). 
 
Ketiga universitas itu punya perbedaan bidang masing- masing. Dari tempat- tempat itu ia mendapatkan pandangan baru tentang sepakbola.

Gadis asli Jakarta, 30 Desember 1985 ini, memang berkecimpung hanya pada riset, stastistik, serta proyek keilmuan untuk sepakbola. Dia sendiri secara terang- terangan mengaku tak bermain sepakbola. Tapi, dia pernah menjadi manajer sepakbola dimasa SMA.

"Bisa dibilang, basis market di Indonesia ini sudah jadi sehingga punya step ahead ketimbang negara-negara di Eropa misalnya. Dengan massa yang sudah ada, strategi marketing harus dapat dirombak habis. Yang paling mendasar adalah mengubah sistem marketing tidak lagi ownership, tapi lebih ke partnership," bebernya.

Untuk sementara apa yang dilakukan olehnya ada pada LabBola. Dia belum berpikir jauh untuk menjadi konsultan klub- klub sepakbola. Menurutnya sepakbola di Indonesia bisa lebih dijual dari pasar sepakbola kawasan Asia khususnya Asia Tenggara. 
 
Namun, untuk sementara ia bekerja sama dengan PSSI dan PT. LI (Liga Indonesia) hanya sebatas memberikan data analisis saja. Kedepan PT. LI juga berminat mengajak tim Tisha untuk mengembangkan kompetisi.

Fokusnya ada pada liga di 2015. Saat ini, LabBola tengah sibuk melakukan berbagai workshop untuk klub- klub dalam liga. Menurut Sekertaris PT. LI, Tigorshalom Boboy, Tisha dan timnya bisa meningkatkan grade kualitas pengelolaan klub. 
 
Sebab, Tisah sendiri sudah dibekali program FIFA Master dalam segala aspek di football development. Dia menambahkan ingin mengembangkan youth- development dan aspek- aspek bisnisnya.
 
Majunya Ratu Tisha memang bukan sekedar mencalonkan diri. Dia memang memiliki banyak bekal dalam dunia bola. Serangkaian fit and proper test dilakukan hingga dirinya, bersama Rudolf Yesayas, Alfian Papatria, Alief Syachviar, dan Norman Tri Aprianto. menjadi calon.
 
Banyak orang beranggapan semenjal awak dirinya mamang jadi. Walau terkesan seremoni namun rangkaian seleksi tersebut sah. Karena pada dasarnya, hak memilih adalah Ketua PSSI, yang saat itu dijabat Edy Rahmayadi.
 
Dia pun mengundurkan diri setelah 2017- 2020. Tidak sedikit pencapaian didapatnya ketika menjabat dulu.

Biografi Grant Cardone Pengusah Menjadi Penulis

Biografi Pengusaha Grant Cardone

 

grantcardone.png
 

Biografi  Grant Cardone dikenal sebagai penulis. Pengusaha sekaligus penulis yang menginspirasi orang. Menurut sumbernya memiliki kekayaan $500 juta di 2019. Dia menulis banyak buku dan hampir semua best seller. Kemampuan dalam penjualan menjadi keunggulan Grant.


Dia kelahiran 21 Maret 1958, penulis best seller di New York Times, mentor nomor 1 untuk marketing penjualan, investasi di real estate, influencer, dan finansial. Dia secara teratur diundang Fox News, Fox Business, CNBC dan MSNBC.


Grant juga menulis buat artikel Forbes, Business Insider, Entrepreneur.com, dan the Huffington Post. Ia punya 5 bisnis yang menghasilkan $100 juta perbulan. Grant bercerita sampai usia 25 tahun, dirinya masih berkutat dengan pekerjaan tak jelas.


Sampai dia bekerja menjadi pegawai penjualan mobil. "Meskipun saya membenci pekerjaan saya, saya putuskan terjun 100% dalam penjualan," Grant menyebut, bahwa ini berkat saran ibunya mengenai memilih pekerjaan.

 

Menjadi Pengusaha


Dia pun melihat video pelatihan penjualan ketika jam istirahat. Sembari dia makan mendengarkan aneka kaset pengembangan diri. Bahkan ketika dia selesai bekerja sembari berkendara pulang. Grant sangat ingin sukses.


Itu semua membentuk pribadinya lebih baik. Termasuk Grant berangkat lebih awal dibanding pegawai lain. Dia datang paling awal tetapi pulang paling akhir. "Saya berkomitmen belajar semuanya tentang penjualan dan industri kendaraan," jelasnya kepada CNBC.


Awal dia tidak menabung uang melainkan waktu. Ada tujuh ribu jam dipakai buat pengembangan diri. Tahun- tahun awalnya dia belum menemukan keberhasilan. Kemudian bertahap Grant menghasilkan sesuatu.


Dari pekerjaan berpenghasilan $3000 menjadi $6000 dari komisi. Sampai sekarang dia mengaku lebih mengenang penghasilan $3000 pertamanya, dibanding jutaan pertama. Dia menganggap itu lebih penting diingat dan dibagikan.


Sang pengusaha menjelaskan bahwa pengembangan diri lebih penting. Dimana ketika kompetisi tak lagi menggugah. Ketika orang lain tidak mampu menjelaskan dirinya; dia mampu menjabarkan dirinya sendiri dan itu yang terpenting!


Dalam biografi Grant Cardone ternyata terdapat fakta mengejutkan. Selain ia memang kesusahan cari pekerjaan. Grant muda diusia 25 tahun sudah terkena penyakit parah. Penyakit tersebut ternyata efek kecanduang narkoba.


Efeknya sangat jangka panjang belum termasuk kecanduannya. Penyedia rehab menginginkan dirinya bebas diusia 28 tahun. Tetapi Grant memandang mereka cuma melihat kecanduannya. Tidak pernah memikirkan akar permasalahan individunya.


Grant sendirilah yang bekerja keras terbebas kecanduan. "Masalahnya bukanlah narkobanya bagiku. Masalahnya kenapa orang seperti ku terjerat narkoba," ia lanjutkan. Dia berjuang dan selalu merasa bersyukur. Ia mempunya prinsip bekerja keras tanpa melihat negatif sesuatu.


Jangan terjebak negatifitas walau efek narkoba menggerogoti. Dalam 24 jam dirinya merasakan suatu sakit karena ingin pakai. Grant bekerja keras dan setelah itu tidak narkoba, bahkan sampai sekarang ia terbebas narkoba!


Kunci suksesnya adalah jangan memakai narkoba. Masalah utama kamu harus diselesaikan tanpa perantara obat- obatan. Masalah Grant ternyata kebosanan. Dia tidak punya tujuan hingga alasan. Itu diperparah dia tidak punya pekerjaan.


Grant tidak memiliki panutan. Orang disekitarnya sekarang sama atau lebih buruk. Bahwa banyak orang lebih tidak optimis daripadanya. Faktanya dia menemukan orang lebih buruk. Kenapa Grant harus berakhir seperti mereka bahkan lebih buruk.


Banyak orang tidak mengenyam pendidikan. Mereka melakukan kesalahan dan menjadi negatif. Ia bersyukur karena masih berpikir positif. Disekeliling Grant merupakan orang tak mau sukses, negatif, tidak motivasi, dan tidak memiliki tujuan, maka memaksa Grant mencari pelarian.


Narkoba merupakan jalannya dalam kesemrawutan orang sekitar. Selama umur 10- 25 tahun dirinya memperbaiki diri. Tidak mau bermasalah kembali. Ingin memperbaiki diri. "Saya dapat pekerjaan di penjualan dan memutuskan menekuni sepenuh hati, omong- omong saya benci sales," ia lanjut.


Dia benci pekerjaan sales. Benci karena bergaji kecil, miskin, bekerja keras tanpa jelas penghasilannya, benci harus mambayar sewa rumah. Namun dia lebih membenci kembali ke jamannya memakai narkoba; Grant harus memilih dua "keburukan" tersebut.


Pekerjaan merupakan tempat baginya mengembangkan diri. Bekerja menjadi sales harus ditekuni ia ingin sukses. Pandangan Grants berubah ketika mengejar entrepreneurship. Bahwa dia mungkin lebih senang menjadi office boy. 

 

Tetapi dia memilih sales, walau menyebalkan, dia menekuni hingga mampu menjual. Tetapi lihat dia bersyukur karena diusia 29 tahun berbisnis taksi. Belum terdapat internet buatnya belajar. Semua ia evaluasi sendirian mengenai pekerjaan salesnya.


Grant merupakan orang pertama yang berkata, "ini sangat lama", "kamu tidak bisa mengingatnya", "kostumerku membencinya", "itu tidak akan berhasil". Dia ditampar keras karena kesusahan. Bisnis kedua Grant lah yang nampaknya lebih menonjol.


Jasa konsultas kendaraan roda empat. Ia ternyata menyadari bisnis mobil bernilai multi- triliun dollar. Grant menemukan fakta bahwa bisnisnya unik. Ini soal mencari perhatian pembeli. Inilah cikalnya dia mengembangkan bisnis kedua.


Grant kemudian membuat konsultasi dengan pembuat mobil. Pabrik mobil di Amerika dan Kanada dikunjunginya. Tujuannya bagaimana membuat proses menjadi user friendly. Dia inginkan penjualan efektif, cepat, menguntungkan, buat penjual hingga konsumen.

 

Investasi Real Estate


"Saya memiliki ide merubah bisnis mobil. Dan saya berpikir semua orang akan belajar darinya," lanjut Grant. Dia menawarkan ide bisnis dan business pitching ke mereka. Gantinya mereka akan memberi bayaran. Grant menawarkan konsep berhasil bukan mengada- ada.


Grant mengajarkan mereka bagaiman beradaptasi hal baru. Mereka ini kemudian disebutnya investor tetapi bukan investor. Mereka menginvestasikan kemampuan mereka ke Grant Cardone. Caranya jualan gampang tinggal memberika 30 menit gratis.


Grant akan memberikan solusi hingga mereka mau lagi. Mereka bahkan membayar dua hari full. Nah, kedepannya adalebih dari 200 orang membayar. Grant berkeliling antar negara menjadi pembicara. Ia berbicara selama 250 kali dalam setahun.


Grant menjual jasa konsultasi bisnis. Kedua bisnis pertamanya masih berjalan loh. Tidak berhenti walau tidak fokus mengerjakan bisnis mobil. Bisnisnya bahkan menyangkut finansial dan furnitur. Dia mampu mempekerjakan orang- orang terbaik.


Disisi lain, Grant bekerja buat 200 perusahaan besar di all fortune. Terkadang dia bekerja kadang juga menjadi pembicara. Bisnis ketiganya, Grant Cardone dari pengusaha menjadi penulis. Total dia sudah mempekerjakan 20 buku, 13 buku best seller dan tujuh buku berjalan.


Dia menghasilkan jutaan dollar lewat pendidikan online. Alasannya dia pernah bersekolah 17 tahun, dan 5 tahun di kuliah, kebanyakan mereka mengajar hal tidak terpakai. Kita membuang- buang waktu dan pendidikan kita rusak.


Ada 1,3 triliun dollar Amerika yang terbuang buat hutang pendidikan. Padahal lebih baik dananya digunakan pengembangan manusia. Total 50% orang kuliah bukannya lulus 4 tahun, malahan molor sampai 6 tahun. Itu mahal, buang- buang percuma, dan lambat.

 

Bisnis dia termasuk platform online untuk organisasi dan pengusaha baru. Mereka akan mendapat pendidikan melalui tablet, smartphone, atau komputer. Grant berharap bisnisnya akan sangat besar di masa mendatang.


Kesukses Grant paling sukses dimulai ketika investasi real estate. Inilah ibunya bisnis dari bisnis sosok Grant Cardone. Dia membeli dan menjual miliaran dollar melalui real estate. Dia mengontrol 800 miliar nilai real estate. Grant juga memiliki bisnis studio.


Dari bisnis studionya menghasilkan 17 buku best seller. Mereka berbisnis 10x Rule, bermula sebagai buku kemudian menjadi brand. Dia sangat hati- hati dalam mengambil resiko. Grant bukanlah koboi berani mengambil resiko. Grant mengakalinya lewat bekerja meningkatkan kemampuan finansial.


Dahulu Grant bekerja 80% tidak dibayar. Inilah yang kemudian dia kembangkan sampai menguasai cash flow. Dimana uangnya akan digunakan seperti ayahnya dahulu. Taukah ayahnya bekerja, lalu melakukan investasi, dan mengendalikannya.


Ayahnya orang hebat meninggalkan banyak uang. Sial ibunya bukanlah orang melek keuangan. Maka keluarganya menjadi sangat semrawut. Hingga dia kemudian berinvestasi ke real estate. Tempat yang mana uangnya tidak akan menguap tetapi terus naik.

Cari Peluang Bisnis Disaat Covid Coba Jualan Bumbu

Profil Pengusaha Ni'matul Khusna

 

caripeluang.png
 

Mau jualan bumbu online mulailah sekarang juga. Mau cari peluang bisnis disaat COVID inilah. Kisah Ni'matul Khusna, wanita 28 tahun yang memilih menjadi ibu rumah tangga, ibu anak 1 asal Kota Demak, Jawa Tengah.

 

Menjadi ibu rumah tangga berarti harus berangkat pasar. Dia akan mencari bahan sampai bumbu dapur. Ia menjelaskan kebetula ibunya jualan bumbu. Dia jualan bumbu di pasar tetapi mentahan. Ide bisnis disaat COVID ini bermula keinginan membantu ibu.

 

Cari Peluang Bisnis

 

Ibu Khusna berjualan aneka bumbu siap masak di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta. "Nah, awal- awal corona itu kan orang taku ke pasar, jadi sepi jualannya," jelas Khusna. Kemudian dia memantapkan diri membantu ibunya jualan.


Dia mantap membantu ibu, tujuannya mempeluas jangkauan pasar bumbu ini. "Saya selain membantu ibu, dan juga memperluas jangkauan pasar. Karena ibu saya kan jualannya masih kecil, di pasar tradisional," tambahnya.


Memulai bisnis Raos Rempah pada Mei 2020. Dia mengolah rempah- rempah bumbu masak. Ada bumbu sop, tongseng, rawon, semur, opor, rica- rican dan banyak lagi. Dia menamai usahnaya Raos Rempah. Usaha tersebut disuntik modal Rp.15 juta buat membeli bahan dan peralatan masak.


Dia membeli peralatan masak baru. Mengajak tetangga untuk proses produksi. Sementara ibunya juga membantu tetapi tidak penuh. Jualan sudah menjadi hiburannya karena sudah sepuh. Pusat produksi di Demak, dibantu banyak orang, ibunya tidak lagi berjuang sendirian jualan bumbu.


Ia awal menarik satu orang membantu mengupas bawang. Kemudian dua orang buat membantu masak dan mengemas. Jadi total ia mempekerjakan tiga karyawan sekarang. Produksi pertama 200 kemasan bumbu masak yang habis dalam seminggu.


Ia baru memasarkan ke tetangga dulu. "Feedback -nya Alhamdulillah mereka suka, karena memang rasanya juga katanya sih enak," kata Khusna. Maka orang kembali membeli bahkan cepat- cepat takut kehabisan.


Berjalan waktu usahanya semakin besar melalui sosial media. Dia pun segera mempromosikan lewat influencer. Diakuinya, cara ini sangat membantunya dalam pemasaran dan meningkatkan penjualan. Dia mempelajari semua cara pemasaran melalui otodidak.


"Dulu saya pernah jualan buku online, tapi minatnya kurang. Nah lihat ibu masih jualan, ya sudah saya level up kan saja (bisnis bumbu)," ujarnya.


Dia menlanjutkan, "Saya ini langsung mulai bisnis, belum pernah jadi karyawan. Belajar marketing-marketing ini otodidak. Dan saya juga sudah siapkan budget dari omzet bulanan untuk endorse ke influencer," jelas Khusna.


Kapasitas produksi sampai 400 bungkus bumbu, omzetnya Rp.6 juta perbulan. Walaupun belum balik modal cukup,Khusna tetap meyakini akan bertahap membesar. Dia akan mencicil modal bertahap terus sampai balik modal.


Apalagi peluang bisnis ini masih berjalan setahun. Dia merasa masih panjang. Bisnis jualan bumbu ini harus dilanjutkan. "Dan ini bisa saya lakukan dimana saja, karena saya online, enggak menetap di suatu tempat," lanjutnya.


Produk dijual beragam ukuran mulai kemasan cup 5 gram seharga Rp.12.000, pouch ukuran 200 gram seharga Rp.30.000 dan seterusnya. Bumbu semua dimasak pakai minyak dan garam sampai matang, jadi bisa bertahan 10 hari di suhu ruangan, 2- 3 bulan di pendingin, dan 6 bulan di freezer.


Produknya ia pasarkan melalui akun rempah @raosrempah. Khusna mengaku penjualannya mulai dari Jabodetabek, Kalimantan dan Sumatera. Pesanan terbanyak di Jabodetabek, diluar Jawa juga banyak, dari Kalimantan Sumatra. 


"Alhamdulillah, pengiriman aman, karena bisa tahan sampai 10 hari di Perjalanan," tutupnya kapada Detik.com

Dosen Sukses Berbisnis Rumahan Coklat Coklatku

Profil Pengusaha Lin Oktris

 
dosensukses.png
 
Dosen sukses berbisnis rumahan coklat. Memang usaha berikut memang semanis untungnya. Indonesia merupakan negara ketiga terbesar penghasil biji coklat, nampaknya para pengusaha muda tak salah melirik prospeknya. Kami sendiri mencatat sudah ada banyak bisnis yang dibangun dari coklat. 
 
Dari Yogyakarta, Makassar, dan puncaknya di Jakarta. Berikut ini kisah unik lain tentang bisnis coklat. Yang manisnya itu bisa menggoda, benar kan?

Alasan karena suka, Lin Oktris lantas berbisnis coklat. Awalnya cuma hobi saja sih. Dia sudah lima tahun belakangan coba- coba membuat coklat di dapurnya. Caranya coklat cukup dibuat kecil- kecil, yang lucu, sehingga menarik untuk dinikmati.
 

Tips Berbisnis Rumahan

 
Ada coklat yang berbentuk siput, daun, kura- kura, bola- bola dan adapula boneka. Coklat Lin diminati terutama oleh anak- anak. Sejak awal dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu selalu memilih coklat berkualitas bagus. Hasilnya coklat buatannya pun sedap. Coklatnya tidak mudah lumer. 
 
Tidak membuat tenggorokan sakit atau terasa gatal. Dia menyebut coklatnya sanggup bertahan hingga 3 bulan. Lin engga mencampur coklatnya dengan bahan rum ataupun pengawet. Dia khawatir karena penggemar coklat rumahannya adalah anak- anak.

"Kasihan anak- anak kalau sampai makan bahan pengawet," ujarnya singkat.

Jujur saja, usaha coklatnya cuma hobi diantara kesibukannya. Dia memang masih bekerja, namun semangat kewirausahaan itu ada. Lin bekerja sebagai staf keuangan di sekolah terkenal di kawasan Jakarta Selatan dan juga seorang dosen di UNJ.  
 
Awalnya cuma hobi membawa coklat manisnya kemudian dijual- jual ke orang, hingga rasa ingin berbisnis muncul. Dia ingin punya toko coklat sendiri. Dan akhrinya,  keinginan itu terwujud pada akhir Desember 2006.

Tak sendiri, dia bekerja sama dengan seorang rekan, Lin lantas membuka sebuah toko kecil coklat di JL. Margonda Raya, Depok.  Setiap hari libur, istri dari Ahmad Risa selalu sibuk di tokonya tersebut. Dia akan menyambangi tokonya bernama toko Cokelatku.

Di toko kecilnya banyak coklat warna- warni dipajang. Ada coklat dengan keju, kacang almond, mete, dan kurma. Harganya dibuat agar terjangkau. Untuk cokelat berukuran mungil akan dijual Lin masih dalam kisaran antara Rp 500 hingga Rp 1.500.  
 
Lin juga menambahkan pesanan cokelat untuk pesta, ulang tahun atau cinderamata. Selain di Depok, Lin berencana meluaskan jaringan dengan membuka toko lagi di kawasan Jakarta Timur.

Menurut penelusuran kami, tokonya yang di Jawa Timur, tepatnya di Malang lah yang paling laris. Di lokasi barunya itu, ia membuka toko plus tenda-tenda sehingga pembeli dapat menikmati cokelat dengan nyaman. 
 
Fokusnya kini bukan hanya cokelat- cokelat mungil, ada pula disediakan pula tart, tiramisu, brownies, dan makanan lain berbau cokelat. Dia juga menawarkan produknya melalui internet, bahkan pesan- antar! Jika anda berminat kunjungilah coklat-cantik-coklatku.blogspot.com.

Perempuan asal Batu Sangkar, Sumatra Barat, 7 Oktober 1978 ini, menyebut membuat berbagai coklat itu menyenangkan. Tambahnya modalnya juga murah dan mudah. Karena memang kita tau usaha macam coklat itu selalu laris disukai berbagai umur. 
 
Kesan bahwa coklat makanan orang berduit bisa dipatahkan, anda bisa membuatnya, karena memang kita penghasil coklat terbesar ketiga dunia. Modal awal Lin, katanya sih, cuma 10 juta rupiah namun sudah disuport promosi rumahan.

Anda tak harus membangun toko dulu. Cobalah tawarkan dari orang sekitar karena usaha sukses berasal dari lingkungan terkecil dulu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba