Alim Satria Pengusaha Tidak Mencolok Maspion

Profil Pengusaha Alim Satria


alim satria maspion
 
Alim Satria sosok pengusaha tidak mencolok dibanding kakaknya. Adik dari Alim Markus, yang dulu pernah dulu menjabat CEO Maspion warisan ayah mereka. Kini, Satria telah melapaskan dirinya dari perusahaan tersebut, bekerja lebih keras demi membasarkan nama Satoria Group.

Maspion Group dengan segala lini bisnisnya telah ternama. Satri tumbuh menjadi sosok kuat dengan kegemaran aneka bela diri, mulai dari silat, kungfu, dan tekwondo. Sang ayah, Alim Husin memberi contoh sifat tidak pernah menyerah. Pekerja keras yang selalu percaya bahwa semua masalah terdapat solusi.

Tuhan akan memberikan jalan keluar dengan berikhtiar. Entah Tuhan akan memberikan jawaban sehari itu, esoknya, atau lusa. Anak ketika dari lima bersaudara yang memilih jalan berbeda. Dalam 37 tahun dirinya ikut membangun Maspion, sekarang merintis usaha sendiri.

Bisnis Mandiri


Dia mengajak istrinya dan ke empat anaknya bersama. Ibunya, Angkasa Rachmawati memberi pesan menjaga kepercayaan. Pengusaha kelahiran Surabaya, 24 Juni 1954, dalam lima tahun menaikan peringkat perusahaanya sampai multi- nasional.

"Setiap bisnis menawarkan tantangan baru," ia lanjutkan.

Berkat kerja keras Satoria Group meliputi bisnis properti, manfukatur, perhotelan, jasa keuangan, dan usaha jasa perdagangan. "Kami setiap hari harus bekerja keras. Setiap hari adalah hari ini, bukan esok atau nantim" tuturnya.

Usianya 22 tahun ketika ditarik masuk ke Maspion Group. Masih mahasiswa Ngee Ann Polythecnic Singapore, begitu lulus dijadikan General Manager PT. Indal Alumunium Industry pada 1976. Satria ingat betul usaha Indal masih join venture dengan investor Hong Kong.

Posisi usaha mengalami kerugian karena beberapa faktor. Ia paling menyoroti masalah karyawan dan proses produksi. Ia menjaskan Indal punya jalur produksi tunggal. Bila terdapat masalah dalam satu bagian makan total proses produksi berhenti.

Kemudian karyawan juga membutuhkan dorongan agar menyatu. Ada bonus system dia kembangkan agar karyawan bersemangat produksi. Mereka diberi target produksi tercepai dengan sistem bonus pemersatu. Dia pun memberikan ruang rasa memiliki kapada karyawan- karyawannya.

Tahun 1979, Satria mulai membangun pabrik buat PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk, yang mesin- mesinnya didatangkan dari pabrik yang bangkrut asal Jerman. Mesin tersebut mampu menjadi peluang bagi perusahaan membesar.

Alumindo menghasilkan alumunium terbesar se- Asia Tenggara. Bayangkan mereka mampu hasilkan omzet Rp.3,6 triliun per- tahun. Produk mereka berupa alumunium tipe AA 5052, 3003, dan juga alumunium foil. Perusahaan Alumindo memproduksi 70% pasarannya ekspor ke luar negeri.

Gonjang- ganjing krisis moneter 1998 melanda Indonesia. Alumindo bertahan karena bahan baku dari impor selaras penjualan ekspor. Kebutuhan rupiah didukung penjualan dalam negeri melalui aneka penjualan. Ini menjadi bagian unik dan termasuk unik lainnya di dalam Maspion Group.

Satria memprakasai aneka unit usaha pendukung Maspion. Kesejahteraan menjadi kunci kesuksesan perusahaan tersebut. Satria ikut menginisiasi intensif dan premi pegawai. Ambilah contoh karyawan di bagian pengecoran logam bersuhu panas, diberikan susu agar tetap sehat.

Satria berpendapat bahwa bila karyawan sakit akan berdampak. Ia menghargai betul jasa karyawan. Melalui sistem entrepreneurship bukan kapitalis membuka peluang. Pemilik usaha lebih senang bila karyawan sejahtera, bisa mensekolahkan anak- anak, dan menghidupi keluarga.

Baginya sang ayah telah memberikan pengalaman nyata. Anak- anaknya melihat betul ayahnya hidup bekerja keras. Papanya yang pernah mengalami hidup susah, selalu mengajarkan dan menekankan itu kapada anak- anak termasuk Satria.

Pengusaha harus tegas tetapi memiliki rasa empati terhadap karyawan. Jangan membiarkan bersantai- santai tetapi bukan pula menakut- nakuti. Ketegasan ini menjadi pengingat bahwa perusahaan harus berjalan. Team work tidak berjalan bila tidak ada ketegasan mencapai tujuan.

Menurut press realese dikatakan dia punya "masalah" di Maspion. Entah masalahnya apa, tetapi dia menjual semua sahamnya, dan berdikusi dengan keluarga. Mereka sepakat mendirikan perusahaan sendiri bernama Satoria Group, meliputi farmasi, agro, dan properti.

Pengusaha dari Nol


"Saya selalu terobsesi ingin seperti mendiang Papa yang merintis usaha mulai dari nol," ucapnya.

Terngiang betul kisah papanya bermula kuli bangunan asal Pasuruan. Dia pindah ke Surabaya buat berjualan cakwe dan es lilin. Ia kemudian mengais pompa air bekas buat diperbaiki. Begitu sudah benar dia akan jual demi mendapatkan uang.

Usaha inilah kemudian berkembang menjadi Maspion Group. Dua tahun semenjak keluar Maspion, ia memutuskan kuliah kembali ke Beijing University. Kuliah sembari menyiapkan semua lini bisnis Satria Group. Dia bergumul dengan banyak pengusaha aneka bidang di sana.

Penjajakan dan penelitian diputuskan berbisnis farmasi. Kemudian Satoria melanjut bisnis food and beverage. Alim Satria juga berbisnis agro melalui glukosa dan kreamer. Arah usahanya lebih ke arah sweetener untuk bahan baku makanan dan minuman.

Bisnisnya nanti akan didirikan di lahan seluas 10 hektar di Desa Sambisirih, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Dia telah mempersiapkan semua mulai dari farmasi dan agro. Melalui Satario Agro, termasuk aneka food and beverage, dan Satario Pharma, berbisnis farmasi.

Ia kembali mengamati kondisi pasar Indonesia. Dari barang masuk Tiongkok, ia akan langsung fokus mengerjakan business to business, terutama healthy food and beverage ingredients. Kalau kamu mau sukses maka jangan maju- mundur membangun bisnis.

Kunci sukses Satria berupa 4 M, yaitu money, market, manpower dan management. Dia mengatakan bahwa market menjadi terpenting. Pabrik baru pasti memiliki banyak kendala. Genap setahun jalan perusahaan baik dan tidak bermasalah. Dia optimis buat mengembangkan bisnis tersebut ke depan.

Satoria Pharma menghasilkan produksi 50 juta cairan infus pertahun. Kemudian dia menambahkan 60 juta ke depan. Total kapasitas mencapai 110 botol infus pertahun. "Kita menjadi produser cairan infus terbesar di Indonesia," ujarnya bangga.

Satoria Group Agro memproduksi sweetener 50 ribu ton per- tahun, creamer dan foamer 15 ribu ton pertahun. Satario fokus memberikan nilai tambah hingga spesialisasi. Mulai dari varian pemanis buatan maupun alami dijual ekspor dan dalam negeri. Pabriknya mengantongi ISO 22000, sertifikat halal, Codex HCCP, dan GMP.

Satoria Group memiliki jaringan distribusi farmasi dan alkes dibawah PT. Satoria Distribusi Lestari. Bisnis lain meliputi gedung perkantoran dan hotel bintang 4, Satoria Prima Persada, Surabaya. Ada pula gedung perkantoran Satoria Tower 36 lantai di Surabaya Barat.

Usaha Bumbu Masak Modal Bisnis Deden Arfianto

Profil Pengusaha Sukses: Deden Arfianto 


usaha bumbu masak

Modal bisnis Deden hanyalah hobing makan. Berkat itulah dia mampu membedakan bumbu- bumbu seperti apa yang cocok. Nama lengkapnya Deden Arfianto memulai bisnisnya cuma hal sepele seperti bumbu dapur. Tahun 1999, ia bermodal kurang dari 50 juta, dan nekat mencoba ide bisnis membuat bumbu.

Deden mulai menciptakan bermacam- macam bumbu cepat saji. Awalannya ia cuma menciptakan aneka tepung bumbu, targetnya yaitu kesenangan masyarakat atas makanan serba digoreng. Hasilnya, prediksinya tidak lah salah, dalam 3 tahun  bisnisnya berkembang sangatlah pesat.

Berbisnis memang seperti sudah mendarah daging dalam dirinya. Sewaktu kuliah dulu di Perbanas, Deden juga mepunyai sambilan seperti jualan motor, jualan mobil, dan calo tanah. "Double job-lah," celetuknya.

Namun, menurut Deden, dari usaha broker kurang punya prospek yang bagus. Ia berpikir, sebagai pedagang harus punya tempat jualan.

"Maka, saya lalu membikin minimarket," katanya. Minimarket itu lantas diberinya nama Mitra Kencana yang mana terletak di kawasan Kelapa gading. Sementara ada mini market, pria tiga puluh delapan tahun ini juga masuk menjadi pagawai bank; berbisnis sambil bekerja istilahnya.

Bisnis UKM


Diawali munculnya tepung bumbu Kobe puluhan tahun lalu. Kini beragam merek tepung bumbu terpajang apik di etalase mini market, bahkan toko kelontong biasa. Kebanyakan memang merupakan tepung bumbu buatan pabrikan.

Namun, siapa sangka Deden berhasil menembus ketatnya pasar tepung bumbu. Ia dulu memulai bisnisnya pada level UKM hingga bisa berhasil sejajar. Mitra Qu, singkatan Mitra Quality sudah biasa dijumpai di Carrefour, Makro, Superindo, Indomaret, dan Hero.

Tahun 1999, ia memulai bisnis tepung bumbu masih di level kelas UKM. " Modal saya enggak lebih dari Rp 50 juta," tuturnya. Dia bahkan tak sanggup membeli  mixer penggiling berukuran besar. Tak lantas menyerah, ia nekat meminjam gilingan milik orang lain.

"Saya menumpang giling di tempat orang," kenangnya dulu. Produk pertama dibuatnya bernama Divaboga. Penjualan produk Diva dilakukan melalui sistem orang terdekat dahulu.

Deden menjajaki konsumen terdekat seperti kerabat dan teman- temannya. Setelah itu memperoleh respon cukup positif dari mereka, barulah produk miliknya mulai dipasarkan. Ia pun mempromosikan produknya pada masyarakat luas melalu ibu – ibu rumah tangga. Tidak jarang Deden akan ikut mempromosikan produk melalui demo.

Bersama tiga orang sales dan dia sendiri mencoba peruntungan pertama di bisnis bumbu masak ini. Hasilnya lumayan, penjualan produk bisa mencapai 70 sampai 100 kg. Ia kemudian makin rajin mendatangi beberapa arisan atau pengajian pemilik katering

"Ternyata ada banyak sekali perkumpulan pemilik katering dan restoran. Ada kumpulan orang padang, orang solo," tuturnya. Tanpa segan, Deden mempromosikan tepung bumbunya satu per- satu.

Mereka mendapatkan setidaknya 10 pelanggan dari sana. Produksi pertama UKM -nya cuma bisa sekitar 1 ton sebulan. Tepung bumbu ini dikemas dalam bentuk curah dan dibungkus plastik dari 1 kg sampai 12,5 kg. "Saat itu saya masih belum memakai merek," kenangnya.

Kemasan plastik itu kemudian ditempeli stiker sederhana bertuliskan "Diva", merupakan singkatan dari Diva Mitra Bogatama, nama perusahaannya kelak. Bisnis bumbunya berkembang pesat bahkan kini telah memasuki pasar industri.

Ia mulai menjadi pemasok beberapa perusahaan besar seperti nugget dan sosis. Deden mulai merekrut banyak orang profesional untuk mengisi pos- pos penting. "Saya sendiri di bagian produksi untuk mengawasi peracikan," katanya.

Pengalaman bisnis terbesar mungkin ialah ketika berhasil memasok bumbu ke waralaba McDonald. Waralaba asal Amerika ini tentu akan memilih produk terbaik miliknya. Mereka tak usah repot- repot membeli dari negeri asalnya.

Bisnis besar


Permintaan level industri membuatnya berani membeli dua mesin penggiling sekaligus. Usaha bumbu masak ternyata menjanjikan. Modal bisnis Deden adalah tidak mau setengah- setengah berusaha. Dengan masin baru berkapasitas 200 ton sebulan, Deden siap menjadi pengusaha sekala besar.

Ia bahkan telah menciptakan 30 bumbu berbeda. Hal itu dilakukan semata karena dorongan mencari- cari pelanggan baru. "Ternyata saya salah langkah, karena banyak jenis tepung yang tidak ada lagi permintaannya," ujar Deden.

Belakangan ia mulai mengurangi variasinya menjadi enam bumbu agar menjaga kualitas. Berdiri di Jakarta, diakhir tahun 1999 silam, PT. Diva Mitra Bogatama adalah perusahaan bergerak di bidang manufacturing makanan olahan.

Inilah titik tertinggi bisnis seorang Deden, pria lulusan D3 Akuntasi di Perbanas tahun 1986. Melongok bisnisnya sekarang, kita tidak terkejut ketika tau bagaimana masa lalunya. Deden bekerja menjadi pegawai bank tujuh tahun lalu.

Ia bekerja di bagian kredit, membuatnya terus menumbuhkan ide- ide bisnis.

"Mereka harus menjajaki siapa saja konsumennya. Mulai dari teman-teman sendiri sampai orang lain," ucap Deden, menjadi senjata utama pemasaran bisnisnya sekarang.

Selain ke industri, Deden juga berhasil memasok restoran besar dan hypermarket. Produk MitraQu menjadi salah satu andalan bisnisnya. MitraQu, ingkatan dari Mitra Quality biasa dijumpai di berbagai hypermart seperti Carrefour, Makro, Superindo, Indomaret, dan Hero.

Selain memasok ke pasar modern, Deden juga mengirimkan tepungnya ke perusahaan pembuat nugget dan restoran cepat saji. Produk- produk Mitra Qu mulai dijualnya pula di luar negeri.

"Sekarang ke New Zealand," kata Deden lanjut, terlihat di matanya masih bernafsu menjajaki pasar ekspor di negara lain. Untuk bisa memasok pasar ritel sendiri, perusahaan Deden bisa menghabiskan hingga 50-60 ton tepung sebagai bahan baku setiap bulan.

Saat musim liburan sekolah dan Lebaran kebutuhan tepung itu naik dua kali lipat. Jika satu kilogram tepung bumbu dijual dengan harga eceran Rp 12.000, bisa dihitung- hitung berapakah omzet Deden dalam sebulan.

Bahan baku semua lantas dipakai membuat enam jenis tepung bumbu, yakni tepung bumbu biasa, marinasi untuk membuat rasa gurih merasuk sampai ke daging, tepung tempura, tepung tabur, dan seasoning. Semuanya bermerek Mitra Qu.

"Yang dijual di supermarket hanya tepung bumbu," kata Deden.

Kemudian adapula jenis marinasi khusus dijual kepada pedagang ayam potong, dan seasoning dijual kepada pengusaha makanan. Perkembangan bisnisnya begitu pasat, ia berancang- ancang memulai bisnis lainnya. Deden menyebut bisnis bumbu cepat saji sangat ketat.

"Persaingan di tepung bumbu sangat ketat. Saya harus mengembangkan bisnis lain, tapi yang ada sekarang tetap dipertahankan," katanya. ia berencana membangun sebuah bisnis dibidang minuman berenergi atau teh dalam saset.

Sejarah Hotel Madani Medan Biografi Masri Nur

Biografi Pengusaha Masri Nur


 
Nasib hidup seseorang siapa sangka. Ini biografi Masri Nur, pengusaha Minang 1953, yang rela merantau jauh mecari peluang usaha. Dia tidak mau hidup nyaman, lebih memilih hidup bersusah payah. Adalah pengusaha Minang lahir dari pasangan Minangkabau, H. Nurdin dan Hj. Aisyah.

Dia dikenal karena mendirikan Hotel syariah. Konsep pertama yang dibawa ke tanah Medan jauh. Haji Masri juga dikenal sebagai pemilik Plaza Gelora Medan. Yang terkhir dikenal sebagai pendiri Lembaga Pendidikan Darul Ilmi Murni.

Ayahnya bekerja sebagai pedagang kelontong di Pariaman, Sumatra Utara. Sudah merantau ke jauh sejak usianya 16 tahun. Biografi Masri Nur pernah bekerja serabutan di Medan, mulai dari jadi calo bus antar kota, hingga sukses membuka toko jahitan bernama Gelora.

Bisnis menjahit berkembang menjadi konveksi. Bertahap mendirikan komplek Plaza Gelora. Inilah awal dirinya dikenal sebagai pengusaha terpandang. Setelah membuka pasar swalayan, kemudian dia lalu mendirikan plaza menjual pakaian seragam, baju olahraga, pakaian adat, dan pakaian muslim.

Pengusaha Minang Harus Merantau

Pengusaha Minang ini adalah kombinasi kegigihan, kerja keras, dan keyakinan. H. Masri memilih tidak menjadi pegawai negeri seperti kakaknya. Dia memilih merantau ke Medan di tahun 1969. Di ibu kota Sumatera Utara, pernah bekerja menjadi buruh, sampai berprofesi calo bus di terminal.

Berhenti menjadi penjual tike bus tidak kehilangan akal. Masri banting stir menjadi penjahit padahal tidak punya dasar. Insting membawanya sukses dan mendirikan perusahaan konveksi. Papan nama Toko Gelora seolah mengibarkan semangat Haji Masri, menjadi saudagar Minang diperantauan.

"Saya ini aslinya tukang jahit. Sampai sekarang masih tukang jahit,"ujarnya
Dari bisnis menjahitlah membawa namanya meninggi. Tidak berhenti sukses terus membuka usaha lain. Perusahaan garmen Masri mampu membiayai pembangunan Plaza Gelora. Menjadi pusat aneka pakaian seragam, baju muslim, pakaian olah raga, dan pakaian adat.

Bisnis konveksi semakin berkembang hingga pasar swalayan. Dibawahnya ada tukang jahit sampai 200 orang. Awal tahun 1990 -an, dia membuka komplek plaza, dimana sekarang dia menjadi satu- satunya pengusaha pribumi yang punya pasar swalayan besar di Medan.

Sekian banyak bisnis dijalankan Haji Masri. Paling mengesankan adalah berdiri koko Hotel Madani. Inilah Hotel berkonsep syariah yang memiliki 173 kamar. Ini sempat dipandang sebelah mata oleh semua orang. Apakah mendirikan Hotel syariah akan laku dan sukses disekarang ini.

Hotel Madani tidak serta merta sukses. Banyak orang skeptis akan bisnis Hotel syariah. Bahkan dari beberapa Ulama yang Masri kunjungi. Mereka tidak yakin akan Hotel yang dulunya biasa ini. Orang masih berpikir konsep Masri hanya diluaran saja.

Orang takut kecewa ternyata disuguhi Hotel konvensional. Namun Masri tidak putus asa menjual konsep Hotel Madani. Ia bahkan memperkatat aturan Hotel. Screening dilakukan untuk memastikan tamu sesuai syariah. Tamu yang bukan Muhrim dilarang menginap disini.

Penutup Biografi Masri Nur


Ia mengerahkan pihak keamanan. Aturan syariah Hotel ditulusi besar didepan lounge. Wanita harus memakai hijab. Enam bulan pertama merupakan ujian mental. Pasalnya Masri harus memulangkan banyak pengunjung. "Kami banyak mengeluarkan tamu dari Hotel," jelas pengusaha Minang ini.

Enam bulan pertama banyak orang coba- coba. Mereka mengetest melanggar peraturan Hotel. Atau beberapa juga tidak tau sama sekali. Banyak tamu yang mengajak lawan jenis ketika tengah malam. Masri mempertegas konsep bisnisnya, "Saya yakin Allah akan memberi jalan (kesuksesan)."

Dia meyakini bahwa apa dilakukannya karena Allah. Jikapun tidak ada pengunjung datang menyewa. Haji Masri meyakini apa mungkin Allah membiarkan kegagalan terus. Terutama dibawah usahanya ada nasib ratusan pegawai berkeluarga.

Keyakinan terhadap diri sendiri begitu besar. Sehingga rating pengunjung Hotel menjadi tertinggi di Medan. Memiliki 173 kamar sejumlah 150 kamar pasti terisi. Pihak manajemen Hotel Madani lebih berpikir logis. Mereka percaya keuntungan baru datang setelah dua tahun dijalankan.

Faktanya dalam waktu dua bulan sudah melebihi target. Masri tidak pernah mensubsidi kinerja Hotel miliknya. Pengunjung ternyata tidak cuma kaum Muslim. Tetapi tamu non- Muslim juga menyewa kamar Hotel. Maupun orang TiongHoa maupun ekspatriat yang berlibur di Medan.

Alasannya para istri merasa aman menyewa kamar disini. Merasa lebih aman ketika mereka berlibur di sana. Konsep Hotel syariah Masri ternyata sukses besar. Mereka sering full booked, sehingga nama brand Hotel Madani semakin dikenal masyarakat luar kota.

Mereka tidak perlu mengeluarkan tamu lagil. Otomatis yang kesana sudah mengerti aturan berlaku di Hotel. Menurut cerita depan Hotek merupakan saksi hidup. Ketika Masri pertama kali menginjakan kaki di Medan. Sebelum dibangun Hotel, didepan itu adalah tempat stasiun bis antar kota Medan.

Bakmi Mbah Mo Kekuatan Branding Pengusaha

Profil  Pengusaha Mbah Mo dan Pak Murladi


tips bakmi mbah mo
 
Dirintis sejak 1986, bisnis bakmi Mbah Mo merintis dari berjualan pecel pinggir jalan. Pembelinya dari tetangga dan warga sekitar. Entah mengapa, ia memutuskan untuk beralih ke bisnis bakmi, tapi semua membutuhkan waktu tidak instan.

Agar menguasai apa dia ingin bisniskan nanti. Mbah Mo tidak segan belajar membuat bakmi dan ikut magang. Terjun di bisnis baru ini, Mbah Mo magang atau mentoring dengan kakak iparnya, guna menimba pengalaman dan cita rasa. Mereka berjualan bakmi dan tinggal di Yogyakarta.

Brand Besar


Menurut Mbah Mo promosi tidak dilakukan semenjak membuka. Ia memanfaatkan proses marketing mulut ke mulut. Dia hanya berjualan dengan sebaik mungkin. Kualitas terjaga meskipun berjalan sampai 10 kilometer dan 10 ekor ayam.

Bila kamu rasakan bakmi buatan Mbah Mo layak bintang lima. Paling terkenal dia berjualan bakmi godhog atau rebus. Bertempat di Dusun Code, tiga kilometer arah timur Bantul, Yogyakarta, atau tidak kurang 15 km arah selatan Yogya.

Mbah Mo atau Mbah Atmo, beralih fungsi menjadi brand bukan tentang siapa pemiliknya. Mbah Mo dari dulu tidak pernah marketing khusus. Dia lebih suka berjualan semaksimal mungkin. Kualitas dari bakmi godhog nya melegenda berkat cita rasanya.

Promosi terjadi natural melalui percakapan atau mulut ke mulut. Tanpa Mbah Mo memaksakan diri bisnisnya terkenal. Pengusaha veteran dengan cita rasa masakan bak koki hotel bintang lima. Warung dibuka pukul 5 sampai 10 malam kebanyakan pelanggan pakai mobil.

Mereka dari Yogyakarta, Magelang, Klaten dan bahkan Jakarta. Dimana mobil- mobil mewah sampai kuno tampat berderet sepanjang gang. Entah dari mana mereka tau, bahwa di pelosok desa dengan gang kecil tersebut terdapat bakmi super enak tersembunyi.

Mbah Mo memang pandai melestarikan ilmunya meracik bakmi. Di generasi ketiga, cucu Mbah Mo yang bernama Pak Murladi, mewarisi bisnis keluarga tersebut tanpa kendala. Sosok Murladi tidak kalah fenomena karena bukanlah lulusan sarjana.

Dia pensiunan pegawai negeri asal Yogyakarta, lulusan sekolah dasar dengan kemampuan mengelola bisnis. Murladi bahkan diangkat menjadi mentor Entrepreneur University. Bicara Bakmi Mbah Mo, dia bercerita dahulu lokasinya memprihatinkan, tempatnya dulu merupakan bekas kandang sapi.

Pembeli sekarang dari pejabat sampai pengusaha menikmati makan disini. Banyak sudah pejabat telah mencicipi makanan khas ini. Dulu Mbah Mo hanya melayani 5 orang perhari, sekarang sudah puluhan bahkan ratusan perhari. Murladi memiliki teknik sendiri mempertahankan kepopuleran Mbah Mo.

Pertama jangan segan menceritakan bisnis kamu kemanapun. Ini meniru teknik BKKBN, tempatnya dulu bekerja, dimanapun para pegawai akan memberikan penyuluhan KB. Keduanya dia membuka jalur komunikasi dengan pelanggan, berbicara mengenai rasa masakan sampai inovasi ke depan.

Dia tidak segan mengakui kalau kekurangan. Ambil contoh, mengakui bahwa terkadang pelanggan harus menunggu antrian lama. Ia meyakinkan bahwa semua dimasak di tempat. Disiapkan satu per- satu sehingga kesannya lama, tetapi yakinlah bahwa bakmi godhognya enak luar biasa.

Terakhir dia melobi para sopi angkot buat bekerja sama. Tujuannya mereverensikan bakmi Mbah Mo sebagai tujuan wisata. Bahkan malam- malam mereka akan menujukan kelezatan bakmi Mbah Mo ini. Meskipun ada tidak kurang 50 warung bakmi sepanjang jalan, tidak membuat bergeming!

"Ada 50 penjual bakmi sepanjang jalan menuju tempat kami, tapi toh mereka tetap mencari sampai ke sini," ungkap Pak Mur, yang tetap menjaga cita rasa dengan terjun sendiri.

Pak Mur akan memasak bahkan sampai malam hari. Berapa banyakpun warung bakmi sejenis tidak akan mengalahkan produk asli. Ketika malah hari, Pak Nur akan memasak mie langsung, sementara paginya sudah ada jadwal mengajar dan serangkaian kegiatan lain.

"Pada tahun 2008 tercatat jadwal mentoring saya paling padat, sehingga malah jarang di Yogyakarta," papar menantu almarhum Mbah Mo.

Ada 30 tempat disambangi buat mengajar entrepreneurship. Melalui Entrepreneur University (EU), membawanya sampai ke Jakarta, Magelang, Cirebon, Purwarkarta, dan lain- lain. Dia juga kerap diundang menjadi pengisi pelatihan kewirausahaan baik di BUMN dan Universitas negeri dan swasta.

Ia mengajarkan kiat praktis bukan teoiri buku. Itu semua sudah dia lakukan hingga mengangkat nama Mbah Mo. Bayangkan tempat jualannya dipelosok tidak strategis. Tetapi toh tetap laku, bahkan nama Mbah Mo masih melegenda, tidak ada trik- trik canggih spesifik khas pengusaha kekinian.

Adam Khoo Guru Motivator Pengusaha Muda

Biografi Pengusaha Sukses: Adam Khoo


biografi adam khoo

Biografi Adam Khoo Yea Ann, pengusaha kelahiran 8 April 1974, warga negara Singapura asli. Dia memang dikenal sebagai pengusaha muda banyak bidang usaha, seorang penulis buku best seller di negaranya, trainer, dan ahli saham dan forex, seorang motivator muda kelas dunia.

Dia sendiri mulai dikenal publik ketika namanya disebut oleh beberapa majalah sebagai miliarder termuda. Khoo menjadi miliarder di umurnya yang ke 26 tahun. Khoo merupakan Ketua Eksekutif dan Master Chief Trainer of Adam Khoo Learning Technologies Group, suatu lembaga pendidikan swasta terbesar di Asia.

Usahanya yaitu menjalankan berbagai seminar pendidikan untuk lebih dari 80.000 orang per- tahun di 7 negara berbeda. Fokus usahanya meliputi bisnis di bidang periklanan, pelatihan perusahaan dan investasi profesional.

Tahun 2008, dia menduduki peringkat teratas di antara 25 warga Singapura terkaya di bawah usia 40 tahun oleh majalah Eksekutif. Di tahun yang sama, Khoo dianugerahi NUS Business School Eminent Alumni Bisnis Award.

Dulu Anak bodoh


Sedari kecil sudah dicap sebagai anak bodoh. Buktinya, ketika berumur 8 tahun, ia telah dikeluarkan dari sekolah St. Stephen's Primary School. Khoo dikeluarkan karena prilakunya minus, terutama itu menyangkut nilai- nilai akademiknya.

Dia disebut sebagai anak pemalas, tidak suka belajar sehingga nilai akademiknya anjlok. Di umur 8 tahun, dia dibenci oleh guru- guru kerena mendapat nilai F di setiap mata pelajaran. Dia benci belajar dan benci sekolah.

Hingga kemudian beruntungnya bisa diterima di SMP Ngee Ann Primary School itupun orang tuanya harus bersusah payah. Ketika akan masuk SMP, dia terlebih dahulu ditolak enam sekolah. Di sekolah itu, dimana kualitasnya tidak baik, ia bahkan menjadi yang terjelek di bidang akademis.

Khoo kemudian tidak berhasil menjalankan tes di Primary School Leaving Examination (PSLE), ini membuatnya jauh dari masuk ke sekolah manapun. Alhasil ia masuk di sekolah negara, Ping Yi Secondary School, dan hanya mampu lulus lima mata pelajaran dari delapan pelajaran.

"Faktanya, emosi negatif muncul untuk tujuan positif. Itu merupakan sinyal mengingatkan kita bahwa kita butuh merubah sesuatu. Itu memberikan kita pesan bahwa kita butuh perubahaan persepsi kita ataupun tindakan," quotes Adam Khoo.

Dia cuma masuk menjadi 10 besar terbawah diantara ke 160 murid seangkatannya. Dan, guru serta orang tuanya, mulai mendiskripsikan dirinya sebagai seorang yang (sebenarnya) mampu, tapi malas, apathy, serta kecanduan akan televisi. Khoo sendiri mendiskripsikan dirinya tidak tertarik belajar.

Dia menambahkan lagi itu karena rasa tidak sanggup. Khoo merasa tidak sanggup berkompetisi, menjadikannya semakin frustasi. Khoo kecil sangatlah tidak termotivasi, lemah secara mental, dan malas. Ia tidak memiliki kemampuan sosial yang baik, lebih menyukai membaca komik atau bermain game.

Inilah sebab- sebab membuatnya selalu buruk secara akademisnya. Mencapai umur 13 tahun, Khoo lantas dikirim oleh orang tuanya ke program pendidikan bernama Super-Teen Program. Program pendidikan pelatihan- motivasi yang diajarkan oleh Ernest Wong langsung.

Program mereka menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Itu merubah keyakinan hidupnya kedapan; ia mulai yakin bahwa dia bisa.

Ernest Wong menunjukan bahwa semua orang bisa menjadi genius seketika dan menjadi pemimpin walaupun awalnya sangat goblok sekalipun.  Dikatakan oleh Ernest Wong sendiri, kepadanya, "Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative."

Kata- kata inilah mempengaruhi hidupnya kini. Dia percaya  diri, jika orang lain bisa, begitu juga dirinya pasti bisa Selama ini dia tidak bisa karena naif dan menerima segala ucapan negatif orang lain. Khoo selalu merasa tak pernah mendapatkan dukungan secara mental.

Selepas program tersebut, untuk pertama kalinya, ia berani menetapkan target jangka pendek. Dia harus masuk ke  Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore hingga menjadi murid terbaik disana.

Ketika kembali ke sekolah, ia langsung bergerak menempel kata- kata motivasi. Tempelan kata- kata motifasi yang dia gambar sendiri. Dia menggunakan cara belajarnya sendiri, seperti agar bisa membaca secara cepat, mengingat melalui kedua belah otak sekaligus, dan teknik super memori.

Ketika teman- teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih; dijawab secara tegas bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya. Bahwa dia akan masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore.

Semua orang lantas menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah lulusan SMP tersebut bisa masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi lembek karena langsung dicemooh, ditertawakan, Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja keras.

Tidak hanya bekerja keras tetapi cerdas untuk mencapai impian dan mengubah sejarah. "Sukses bukan cuma soal seberapa jauh kamu capai atau dapatkan," jelasnya dalam biografi Adam Khoo.

Jadi Motivator Pengusaha


Dalam waktu 3 bulan saja rata- rata nilainya naik pesat menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan nilai A untuk enam mata pelajaran.

Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia bisa diterima di National University of Singapore (NUS) dan sejak diterima di universitas; dia setiap tahun menjadi juara.

Akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap dosen jenius. Bagaimana dengan awal bisnisnya? Tepat di umur 15 tahun, ternyata dia lebih cerdas soal bisnis, ia ternyata lebih menyukai membaca buku- buku bisnis.

Terutama buku bertema "How to Make Money" karya- karya Donald Trump. Khoo juga tertarik akan dunia investasi terutama buku- buku milik Warren Buffett. Dan, ketika sekolah dasar, ia menciptakan perusahaan DJ (Disc Jockey) bersama beberapa teman.

Mereka cuma menggunakan rumah nenek Khoo, lalu menciptakan pesta dan meminta upah kepada pengunjung yang datang. Ia kemudian menerima pekerjaan dari DJ yang dipekerjakannya, setelah mengajarinya tentang DJ.

Di umur 16 tahun, ia mulai menginvastasikan semua uangnya dan waktu di pelatihan NLP (Neuro- Linguistic Program) di Amerika Serikat. Umur 17 tahun, Khoo mulai bekerja sebagai motivator, melakukan aneka pelatihan ketika mengunjungi sekolah- sekolah di Singapura.

Ia sendiri tidak pernah menetapkan tarif di awal pelatihannya untuk para siswa buruk/bodoh, lalu sisanya dikenakan tarif berkisar S$25 per- muridnya. Programnya berkisaran merubah watak melalui sistem NLP.

Untuk lebih lanjutnya bisa dicari lagi di Google ataupun Wikipedia, bagaimana cara merubah sifat seseorang menggunakan bahasa dan sistem otak.

Selepas program wajib militer, ia kembali dan bekerja sama dengan dua teman membuka perusahaan event menejemen, Creatsoul Entertainment. Perusahaan ini menyelenggarakan acara hip- hop, jam dan kegiatan hiburan lain bagi klien individu, ataupun perusahaan atau organisasi di NUS dan Nanyang Technological University (NTU).

Perusahaan ini kemudian terdaftar sebagai perusahaan Event Gurus Pte Ltd, yaitu perusahaan yang fokus di manajemen acara. Pada 23 tahun, Khoo memperoleh sertifikat NLP dari Seattle, Washington. Umur 24, dia ditunjuk menjadi pelatih di SuperTeen.

Tugasnya melakukan kursus untuk organisasi- organisasi seperti China Development Assistance Council (CDAC), Association of Muslim Professional (AMP ), Nanyang Girls 'High School dan Universitas Pelita Harapan (UPH) di Jakarta.

Di umurnya ke 25 tahun, Khoo mengadakan pembinaan. agen asuransi top dan manajer pemasaran dua kali usianya tentang bagaimana meningkatkan penjualan. Dulu, sang ayah, Vince Khoo, memiliki agen periklanan Adcom, kemudian dibeli mitranya sendiri.

Kemudian mitra pembelinya itu menawarkan Khoo muda kesempatan. Dalam waktu tiga bulan, ia membalik kerugian di tahun 1998- 1999 merebut tingkat Pitching dari 80 persen dari keuntungan bulanan pertama, dan lanjut meningkatkan margin hingga 30%.

Klien perusahaanya meliputi AIA, Dumex, Mobil (hilang selama merger Exxon), Phillip Wain slimming center, Sobe Fresh Soya Milk, Tabasco, Heinz, Sinsin, Night Safari, Singapura dan MobileOne (M1).

Umur 26 tahun, angka satu juta dollar pertama didapatkan dari semuanya, mulai dari pelatihan ($1.000 tiap pelatihan), perusahaan entertainment, investasi saham, properti, dan sekuritas.

Blog pribadi: adam-khoo.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba