20 Wirausaha Muda Mandiri 2014 Metro TV

Pemenang wirausaha muda Bank Mandiri


wirausaha muda mandiri 2014

Helo, buat kamu yang gak sempat berkunjung, buat kamu yang pengen jadi wirausaha muda mandiri, yang berkompetisi tetapi belum kesampaian.

Tenang, kami juga mencoba mencari tau infonya kok, dan akhirnya menemukan 20 finalis wirausaha muda 2014. Mereka semua adalah pemenang bagi kami tak ada yang lebih dari yang lain. Dan, terima kasih buat Metro TV, yang mengulasnya di lamannya jadi kita bisa menelisik lebih dalam.

Pemenang wirausahawan kelompok mahasiswa

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa

2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing)

Untuk kategori boga

1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting)
2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Untuk kategori industri kreatif

1. Juara 1: Adhidharma Sudradjat (Apple Coast Indonesia -urban streetwear clothing)
2. Juara 2: Vania Santoso (Startic AV Peduli -produk daur ulang)

Pemenang wirausahawan kelompok pasca- sarjana atau alumni

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa

1. Juara 1: Anita (Royal Garden Family Spa & Reflexology)
2. Juara 2: Tsummadana Wulan (Miulan Hijab -produksi busana hijab)

Untuk kategori boga

1. Juara 1: Imanuddin (Mochilok -jajanan Bandung)
2. Juara 2: Indah Pratiwi (Pempek Kentang Indah)

Untuk kategori industri kreatif

1. Juara1:Wahyu Adjisetiawan (Evrawood Paraja Modatama -tas casual urban)
2. Juara 2: Thoat Fauzi (PT. Joso -konsultan arsitektur)

Jika sebelumnya Mandiri cuma fokus pada industri non- digital. Guys, buat kamu yang berbisnis di online, kini Bank Mandiri telah menyentuh industri tersebut malalui penghargaan terpisah yaitu Mandiri Young Technopreneur (MYT). Selain MYT ada pula penghargaan terpisah untuk para wirausaha muda sosial yaitu melalui Wirausaha Sosial Mandiri (WSM).

Pemenang MYT

Untuk kategori teknologi digital

1. Juara 1: Charity Lights API (Aplikasi philantrophy melalui aktivitas olahraga dikonversi menjadi donasi)
2. Juara 2: Cakra Therapy Autis (Aplikasi yang membantu terapi anak autis)

Untuk kategori non- digital

1. Juara 1: Mini Boiler untuk UKM (Boiler yang simple dan portable untuk UKM)
2. Juara 2: Mycotech (materi terbarukan dari jamur)

Pemenang WSM

Untuk kategori industri pariwisata dan kreatif

1. Juara 1: Nara Kreatif (usaha reatif pengelolahan limbah organik)
2. Juara 2: Melukis Harapan (pemberdayaan masyarakat eks- Dolly, yang berbasiskan wisata edukasi dan kuliner)

Untuk kategori pertanian dan kelautan

1. Juara 1:  Projomino (Asosiasi Kelautan & Perikanan)
2. Juara 2: Purwobinangun Salacca (Kelompok Usaha Pengolahan Salak)

Buat para pemenang selamat, semangat dan terus menginspirasi kita semua. Buat penulis dan kalian di luar sana, semoga bisa menyusul, walau tak jadi finalis tapi bisa menginspirasi orang sekitar dan orang banyak.

Kisah Desainer Pakaian Barbie Linggra Kartika

Profil Pengusaha Linggra Karika


desainer linggra kartika
 
Memiliki kemampuan menjahit bisa dijadikan bisnis kreatif. Seperti desainer pakaian berbie bernama Linggra Kartika, pengusaha wanita yang berawal dari hobinya menjahit. Dia senang menjahit pakaian untuk saudara, lalu berkembang menjadi jasa menjahitkan ke teman- teman kampus.

Dia cukup mematok Rp.50 ribu perpakain. Hasil karyanya memang bagus sehingga laris manis. Dari kemampuan inilah dia menjajal menjadi desainer. Ia suka pakaian pesta baik untuk dewasa ataupun remaja. Perempuan 22 tahun ini lalu mengambil pasaran tersebut untuk awalan.

"Baju anak- anak lebih simpel," jelas pengusaha muda ini ke Tribun News.

Desainer Pakaian Anak


Linggra tidak berhenti di satu macam pakaian saja. Tidak pula berhenti hanya membuat untuk orang dewasa. Ia meresa lebih mudah membuatkan anak- anak. Kalau sukar paling di bagian detail, tetapi itupun tidak sedetail pakaian dewasa.

Namanya menjadi semakin terkanl berkat kolaborasi dengan artis. Dia dijuluki sebagai desainer anak tetapi bukan. Linggra lebih menyebut dirinya sebagai desainer serba bisa. Dibuktikan dengan fashion show yang bertema Ethnic Retro, ia tengah mengangkat motif yang tren di era 60- 80 -an.

Dia memanfaatkan kain organdi dan tulle. Sedangkan ciri khasnya di setiap karya, Linggra menyebut tulle selalu ada. Koleksi busana miliknya tidak melulu untuk pesta tetapi juga semi kasual. Untuk produk khusus anak, Linggra memberi nama koleksinya My Little L.

Pengusaha wanita lulusan International Business Management, Universitas Ciputra Surabaya ini, memiliki beberapa lini bisnis. Dia menamai lini bisnis pakaian kasualnya Milkha. Pakaian anak tema Ethin Retro memiliki warna terang, dari biru elektrik, peach, merah dan kuning.

Desainnya nampak elegan walaupun nampak sederhana. Dia juga menambahkan monte atau manik- manik. Potongan pakaian rok dan gaun nampak mengembang layaknya putri raja. Ketika hari kartini dia menambahkan kesan retro dengan aksen.

Ia memberikan kesan nampak kuno tetapi elegan modern. Walaupun bermain etnik, pandangan dia sebagai desainer anak sangat melekat. Linggra dikenal sebagai desainer pakaian pesata anak. Kisah desainer pakaian berbie ini, membuat pakaian ala putri Disney dengan gaun mengembang.

Dia belajar otodidak dengan tambahan kursus sana- sini. Tidak memiliki background mendesain tapi dia berhasil menunjukan. Selama kita memiliki passion, maka akan mengerjakan sesuatu dengan baik dan memuaskan hasilnya. Buktinya dia mampu menjual pakaian tembus Rp.1,5 juta peritemnnya.

Bicara kesuksesan ia memiliki pengalaman unik ketika merintis. Dia nekah mengontak Ciptra World untuk bisa tampil di fashion show. Kenekatan Linggra karena berani mengambil resiko, prinsipnya ialah "taken for granted", kesuksesan tidak datang begitu saja tetapi harus diperjuangkan.

Cara Entrepreneur Muda Pembuat Gae Koen Tok

Profil Pengusaha Abi Bayu

Abi Bayu bukanlah orang baru dalam bisnis clothing. Berikut cara entrepreneur muda pembuat Gae Koen Tok membangun. Bermula dari ide kemudian didukung oleh passion nya di entrepreneurship. Bayu tak menyangkan bisnis clothing line nya diterima, dan bahkan menjadi ikonik warga Surabaya.

Abi Bayu Gusti Kamajaja, pemuda kelahiran Surabaya, 28 Januari 1990, yang tak berhenti untuk berkarya. Dia sudah terbiasa mencari uang sendiri. Mulai dari model pakaian, menjadi MC acara pernikahan, ia kemudian membuka clothing line pada 2010 silam.

Sebagai mahasiswa Universitas Ciputra, tak salah kalau Abi memilih membuka usaha sendiri. Dia menyasar anak muda untuk target pasarnya. Mereka yang hobi mengenakan kaos, tetapi belum khas Surabaya. Abi membangun brand Gae Koen Tok, yang dalam bahasa berarti "hanya untuk kamu".

Ciri khas Surabaya diangkat melalui gambaran kaos. Awalnya dia bekerja bersama tiga temannya, tetapi mereka berhenti di tengah jalan. Abi tak pantang menyerah menjadi pemilik sekaligus pegawai satu- satunya. Lambat laun usaha yang dijalankan Abi menjadi terkenal dan ikonik Kota Surabaya.

Perjalanan Gae Koen Tok bisa dibilang mati dan hidup. Abi sama sekali tak paham mengenai bisnis fashion. Kenekatan itu cuma bermodal kemampuan menjual ke teman- teman. Agar Abi paham akan sistem bisnis distro, pada 2013, dia memutuskan untuk bekerja sebagai store manager.
 

Passion Pengusaha Muda


Dia melamar ke anaka fashion store sampai diterima. Abi diterima sebagai store manager di Salvatore Ferragami. Di brand asing tersebut, Abi belajar banyak mengelola sebuah distro dan memasarkan produk, pengalaman ini kemudian diaplikasikan ke bisnis Gae Koen Tok.

Dia bahkan mampu membuka cabang. Gae Koen Tok berjalan sangat baik bahkan tanpa dirinya. Ia menerapkan sistem profesional. Hingga, di tahun yang sama, Abi memutuskan untuk menjadi model pakaian. Abi sempat ragu karena tak pernah terjun di catwalk, tetapi dia mau mencoba hal baru.

"Pas di DBL Arena, ada talent show dari agensi modeling yang nawarin," tuturnya.

Baginya bisnis fashion merupakan passion -nya, jadi kenapa tidak dia menjadi model. Dia menerima tawaran tersebut. Abi diajari agensinya bagaimana jadi model. Entah karena bakat atau memang dia mudah paham, orang mengaggap Abi layaknya profesional.

Mereka mengajaknya ikutan Fashion Parade hingga Ciputra World Fashion Week. Dia juga ikutan ajang Natasha Award 2015, yang siangannya mereka yang sudah profesional. Pengalaman sedikit Abi tak membuatnya gentar ikutan. Dia beruntung bisa masuk babak final, padahal modalnya nekat aja.

Percaya diri merupakan kunci kesuksesan. Cara entrepreneur muda pembuat Gae Koen Tok ini adalah berusaha yang terbaik. Diterimannya dia menjadi store manager pun berkat kepercayaan diri. Ia nekat mengontak pemilik usaha itu via LinkedIn.

"Saya cuma bisa PD maksimal, dan berusaha memberika yang terbaik," ucap pengusaha ini.

Soal menjadi MC, dia mengakut ikut management bernama 86 Management, yang mana dia ngehost secara otodidak. Sedangkan Gae Koen Tok masih dijalankan kok, bahkan mampu menggaet banyak pelanggan luar negeri.

Ia mampu membuat bisnisnya berjalan otomatis. Bisnis Gae Koen Tok tetap berjalan, meskipun si empunya banyak kegiatan. Selain menjadi model Abi juga suka berolah raga, tujuannya agar hidup sehat dan membentuk tubuh. Bisnis cinderamata ala Gae Koen Tok pun tak terbatas pada bisnis kaos.

Abi membuat mug, topi, pin, dan kaos polo. Awal tujuan bisnisnya ialah melihat kesuksesa Dagadu dan Joger. Keduanya memberikan kesan bahwa "kalo gak bawa ini belum ke Bali atau Yogya". Abi pun ingin menjadi Gae Koen Tok layaknya bisnis tersebut.

Dalam sebulan bisnisnya mampu meraup Rp.20 juta sampai Rp.30 juta. Sudah sukses tak membuat Abi foya- foya. Dia memilih untuk membagi ke sesamanya. Ia memberikan bantuan dana SSCS yaitu dengan menjual kaos Rp.89 ribu dan kaos 15 ribu, yang kemudian diberikan ke anak jalanan.

Definisi Sukses Menurut Pengusaha Muda Sosial

Profil Pengusaha Hafiza Elfira


pengusaha muda sosial

Definisi sukses bagi setiap orang berbeda- beda. Menurut pengusaha muda sosial ini, semuanya itu tentang berbuat baik ke sesama. Hafiza Elfira tidak memandang berwirausaha adalah banyak uang. Ia mangatakan wirausaha harus membantu banyak orang.

Dia memberdayakan para penderita kusta. Mereka diajari untuk berwirausaha hingga mandiri. Elfira bukan sekedar mengajarkan tetapi memberi bukti. Bagi penderita kusta sama halnya dengan manusia biasa. Perbedaan mereka dengan yang normal sama, hanya fisik mereka berkurang kemampuan.

Dengan ulet Hafiza mengajarkan mereka penuh keyakinan. Hafiza memiliki keterampilan menjahit manik- manik. Hafiza membuat manik untuk hijab agar tampil lebih elegan. Nalacity Foundation yang didirikannya bersama membesarkan bisnis ini, namun apakah semudah itu perjalanan Hafiza.

Menolong Orang Agar Sejahtera


Hafiza bukanlah orang biasa tetapi lulusan Universitas Indonesia. Dia berkuliah jurusan perawatan, kelahiran 22 September 1990, di Jakarta. Hafiza atau yang akrab dipanggil Fiza merupakan CEO dari Nalacity. Ia pernah menjadi mahasiwi berprestasi dan aktif berorganisasi, Nalacity Foundation.

Nalacity Foundation digagas sebagai program wirausaha sosial Universitas Indonesia, melalui satu program bernama Indonesia Leadership Development Program (ILDP). Proyek sosial ini lalu terus berlanjut dibawah tangan dingin Fiza.

Berawal dari ide cemerlanya bersama empat orang kawan kuliah. Mereka memberdayakan ibu- ibu rumah tangga. Ibu- ibu ini merupakan mantan penderita kusta yang telah sembuh. Walaupun sudah dianyatakan sembuh oleh RS. Dr. Sitanala, mereka tak bisa bekerja dan membantu ekonomi keluarga.

Pandangan miring diberikan kepada mereka mantan penderita kusta. Bisnis menghias hijab dengan manik- manik. Produk mereka mampu menarik banyak konsumen dari pasaran. Ini yang mengangkat namanya sebagai salah satu pengusaha muda sosial sukses.

Sebagai mahasiswa mereka diajak mengadakan kegiatan sosial. Nah, suatu hari salah satu temannya, melewati kawasan yang nampak memprihatinkan di Tangerang. Di jalanan banyak orang mengemis, menyapu jalanan, dan sebagian mereka jadi tukang becak, bila dicermati mereka berbeda dari kita.

Fisik mereka telah berubah akibat penyakit kusta yang sembuh. Penyakit kusta memang menular dan merubah fisik seseorang. Namun apabila telah sembuh yang tersisa cumalah cacat fisik. Walaupun belum sembuh, penyakit kusta sangat susah untuk ditularkan, kecuali terkena kontak kulit yang luka.

OYPMK atau Orang yang Pernah Menderita Kusta sangat dikucilkan. Awalnya mereka enggan untuk bergabung karean stigma. Hanya lima orang OYPMK yang ikut bergabung dengannya. Produk milik mereka juga berkembang pesat, dan membutuhkan lebih banyak pegawai.

Tetapi banyak ibu- ibu yang memilih keluar dari sana. Ada banyak alasan, tetapi akan ada orang baru lagi, tetapi akan keluar lagi hingga cuma ganti orang. Kualitas yang bagus menarik banyak pembeli, sampai pesananan sulit dipenuhi. Fiza tetap bertahan bahkan merambah memproduksi produk sendiri.

Definisi sukses baginya tidak semata menghasilkan uang. Pengusaha muda sosial ini bertahan dan bisa seperti sekarang. Bertahap pula para mantan penderita kusta ikut bergabung ke bisnis ini. Apa dia langsung sesukses sekarang, ternyata tidak karena mereka berbisnis sangat jujur.

Nalacity memberikan label dibuat oleh mantan penderita kusta. Efeknya penjualan di awal- awal sangat sukar. Mereka bahkan harus mengedukasi masyarakat terus- menerus. Ibu- ibu yang bekerja di sana sangat pekerja keras dan terampil, alhasil produknya sangat laku dipasaran.

"Nalacity tumbuh dengan tujuan memandirikan ibu- ibu dari orang yang pernah menderita kusta di Sitanala, Tangerang. Ibu- ibu ini dilatih untuk membuat jilbab, bros, serta pakaian yang cantik, elegan, dan sarat akan makna kekeluargaan," tuturnya tentang apa itu definisi sukses.

Mantan Aktivis Kampus Menjadi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Rony Suhartono


pemilik raja kaos
 
Alkisah Rony Suhartono yang menginspirasi anak muda Indonesia. Seorang mantan aktivis kampus yang menjadi pengusaha muda. Dia sukses berbisnis kaos distro bernama Radja Kaos. Dalam sebulan Rony menghasilkan 1 miliar rupiah, dengan bermodal kondisi yang pernah dialaminya di kampus.

Suasana politik yang musiman terkadang memanas ketika Pilkada. Rony memang tak bisa lepas dari politik Indonesia, tetapi kali ini dengan meraup untung. Fakta Pilkada menghabiskan banyak budget bagi para calon. Nah, inilah gilirannya meraup untung, Radja Kaos menawarkan kaos politik calon.

Para politisi akan memesan kebutuhan kampanye ke Radja Kaos. Pilkada yang digelar menghasilkan pesanan sampai 200.000 potong untuknya. Radja Kaos bahkan mampu mendapatkan 500.000 potong kaos. Pengusaha muda ini kala itu mampu menghasilkan omzet sampai Rp.2 miliar rupiah.

Pencapaian bisnis sudah dirasakan ketika usia masih 25 tahun. Bisnis Rony bukanlah tanpa berjuang, dirinya hanyalah anak muda yang biasa saja. Anak ingusan asal Tuban, Jawa Timur, yang sedari kecil terbiasa hidup pas- pasan. Kedua orang tuanya hanyalah guru yang dibayar ala kadarnya setiap bulan.

Aktivis Kampus Jadi Pengusaha


Dia hanyalah anak seorang guru honorer yang hidup pas- pasan. Putra sulung dari tiga saudara yang tergolong pintar. Ia selalu rangking satu hingga menjadi siswa teladan. Rony berhasil masuk ke SMP dan SMA terbaik Tuban. Selain jadi ketua OSIS, Rony juga menjabat aktivis keagamaan di sekolah.

Lulus SMA dirinya sadar bahwa sulit buat melanjutkan kuliah. Dia tak bermimpi melanjutkan untuk berkuliah. Suatu hari teman Rony menantang dirinya untuk berkuliah; dia menerima. Rony kemudian memilih Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, dan akhirnya diterima masuk.

Tetapi bukannya senang malah membuat ayah Rony pusing tujuh keliling. "Kami tidak punya uang untuk daftar ulang," ia mengenang. Alhasil ayahnya menjual dua kambing peliharaan untuk biaya ke Jakarta. Ayah Rony menjual Rp.600.000 dimana menjadi modal untuknya hidup di Jakarta.

Tahun 1994, Rony hidup sendiri di Ibu Kota, bermodal uang seadanya berjalan keliling kebingungan. Dia butuh tiga hari untuk menemukan kampus Universitas Indonesia. Rony bahkan berjalan kaki dari Salemba ke Depok. Belum hilang lelah, Rony kaget karena biaya pendaftaran mencapai Rp.800 ribu.

Uang bekalnya yang cuma Rp.600 ribu sudah dipakai sebagian. Mau kembali ke Tuban, Jawa Timur, dia butuh waktu tiga hari dan butuh biaya. Alhasil Rony terancam tak bisa masuk ke UI karena gagal daftar ulang. Pengusaha sukses ini nekat menemui Rektor UI untuk penangguhan pembayaran.

Beruntung dia berhasil tetapi masalah kembali datang. Rony tidak bisa membayar uang sewa pondok, dan dia harus tinggal di masjid UI. "Saya biasa tidak pegang uang berbulan- bulan," ia melanjutkan. Dia juga tak bisa bergantung dengan kiriman orang tua, dan terpaksa mencari cara agar bisa makan.

Ia tak ragu untuk membantu pedagang pecel lele. Upahnya cukup diberikan satu porsi untuk makan malam. Kalau pedagang pecel sepi, dia tak enggan mencabut singkong liar di kawasan Universitas untuk dimakan. Biaya kuliah lain lagi, dia harus memutar otak lebih keras dibanding untuk makan saja.

Sambil berkuliah, dia berjualan teh botol keliling kampus tanpa malu- malu. Bisnis lain yaitu dia memberi jasa menulis catatan kampus. Ketika malam tiba, Rony terkadang berjualan buah di Pasar Minggu, dan uangnya dikumpulkan sedikit- demi sedikit untuk membiaya kuliah.

"Lumaya bisa buat bayar SPP," kenangnya.

Tahun 1997 genderang reformasi bergema diantara mahasiswa kampus. Ia sebagai mahasiswa, ikut menyalakan semangat reformasi, dan berhasil menggulingkan rezim Orba. Jangan salah, Rony ini bukan orang sembarangan, dirinya sangat bersemangat hingga diangkat menjadi ketua BPM UI.

Dia sangat lama berkuliah karena jadi aktivis. Saking lamanya rektor sampai menanyakan hidupnya, dan menawarkan bisnis. Dia ditawari untuk membuka usaha konveksi untuk perlengkapan mahasiswa baru. Bertahap Rony belajar menjadi pengusaha muda, hingga nama Radja Kaos bisa dibangun nanti.

Rony mengehubungi pedagang penyedia kaos di Jembatan Lima, Jakarta Barat. Ia mulai mengerjakan bisnis konvekis hingga berkembang. Berkat kerja kerasnya banyak perusahaan menitipkan jasa untuk konveksi. Pengusaha muda ini kemudian berkembang sampai mampu melayani kaos partai.

Dia mampu melayani pesanan untuk Pilgub maupun Pilkwalkot. Rony juga melayani pesanan kaos untuk partai politik. Alhasil bisnisnya semakin berkembang higga tak terbendung. CV. Radja Kaos sekarang juga menyiapkan jasa sepanduk dan poster. Semoga bisa menjadi inspirasi buat wirausaha muda.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba