Awal Mula Madu Pramuka Kisah Wirausaha Berkah Alam

Profil Pengusaha Madu Wawan Darmawan


pengusaha madu pramuka

Orang pasti berpikir bahwa madu pramuka adalah jenis madu. Ternyata awal mula madu Pramuka yaitu kisah wirausaha alam. Orang berpikir ini bukanlah merek dagang atau brand usaha. Awal mula madu Pramuka ternyata adalah sebuah perusahaan asal Cibubur.

Diproduksi sejak tahun 1973, oleh perusahaan PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, yang awalnya bernama Pusat Perlebahan Apriri Pramuka. Didirikan dan diplopori oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Purn) H. Mashudi, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat.

Sosok Mashudi sendiri kurang aktif dalam perbisnisan perusahaan. Namun, dialah sosok pelopornya, dimana pada 28 Mei 1970, pengusaha Mashudi lah penggagas model peternakan lebah yang modern. Kawasan bernama Pramuka tersebut disulapnya menjadi satu workshop memproduksi madu.

Mereka menampung aktifitas peternakan lebah di lingkungan Gerakan Pramuka. Singkat ceritanya kepala usahanya mengusulkan kepada Bapak Mashudi, usulannya agar dirubah menjadi Perseroan terbatas, inilah awal kisah wirausaha perusahaan madu Pramuka.

Kisah Wirausaha Madu Pramuka


Usulan tersebut dimaksudkan mempermudah kontrak kerja dengan perusahaan lain. Akhirnya tepat pada 5 Januari 2005 lalu, nama Pusat Perlebahan Apriari Pramuka resmi menjadi persereoan terbatas, yakni menjadi PT. Madu Pramuka.

Namun kita tak akan membahas biografi H. Mashudi pendiri Madu Pramuka. Tetapi bercerita tentang kisah wirausaha Wawan Darmawan, yang merupakan Direktur Utama PT. Madu Pramuka sekarang. Terhitung sudah 27 tahun semenjak Pak Mashudi menunjuknya.

Pria setengah baya ini memang bukan orang baru dalam dunia bisnis. Di tahun 1998, dirinya pernah bekerja di satu perusahaan asing. Kemudian mengundurkan diri buat mengelola madu pramuka.

Mashudi percaya kemampuan Wawan mengelola Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (belum berubah nama). Ia tangkas membenahi aspek manajemen perusahaan. Produksi perusahaan itu sangatlah kecil per- tahunnya.

Dia benar fokus menggarap bisnis Apriari. Semuanya ditatap bertahap olehnya. Hingga Wawan bisa meningkatkan produksinya. Keuangan organisasi terbut perlahan menanjak. Di tahun 2005, dia lah yang mengusulkan Apriari dijadikan perusahaan, dan akhirnya mengelola sampai terkenal.

Ya, dialah otak dibalik bisnis madu Pramuka, mengusulkan langsung kepada Jendral Mashudi. Intuisi bisnisnya memang bergerak maju. Alhasil produksi madu bisa meningkat drastis dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Saat ini, produksi madu kami 10- 15 ton per- tahun," terangnya kepada Jawa Post.

Bermodal Madu Pramuka lah pula, pengusaha Wawan mampu membantu banyak orang lewat lapangan pekerjaan. Dari konsep perusahaan budidaya madu lebih produktif dan profesional. Dan fakta lain, perusahaan ini telah membantu banyak peternak lebah di penjuru Indonesia.

Awal Mula Madu Pramuka Bermula Organisasi Masyarakat


Sejak dipimpin dirinya, cabangnya sudah sampai ke Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Itu adalah cabang penjualah loh. Kalau pusat produksinya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain itu visinya sebagai bagian dari jiwa Organisasi Pramuka masih ada. Bahkan seolah menjadi amunisi buat menarik masyarakat juga. Karena mampu mengisi arus khas di Kwarna Pramuka dan berdikari. Menurut Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, bahwasanya anggaran pemerintah terbatas.

Arus kas dari Madu Pramuka menjadi andalan sekaligus contoh peternak lebah. Bahkan rejekinya tak terputus mampu mensejahterakan 200 orang karyawan. Kak Wawan (sapaan akrab warga Pramuka) tidak cuma memenuhi materi. Bahkan mereka mampu memberangkatkan Haji- Umrah karyawannya.

Diatangan dinginnya, bisnis Madu Pramuka tak cuma jualan madu. Dia mampu mengekstensifikasi bisnis. Seperti berjualan peralatan beternak lebah, penyedian bibit lebah, jadi tempet pelatihan lebah, tempat pengobatan tradisional (sengetan lebah atau Apitherapy).

Disini juga sebagai wahan rekreasi edukasi masyarakat. Selain itu Wawan juga diharapkan mampu mengembangkan entrepreneurship bagi generasi muda Pramuka. Secara serderhana dijelaskan bahwa potensi peternakan madu di Indonesia, masih sangatlah berpeluang besar.

Sekjen Asosiasi Perlebahan Indonesia itu menjelaskan, selain itu tren konsumsi madu juga sudah berubah, ini benar- benar peluang. Dari cuma sekedar buat pengobadatan beralih ke konsumsi harian. Hitungan total dari produksi adalah 15- 20 ribu ton, berbanding konsumsi 10- 15 gram/kapita/tahun.

Bayangkan jika ini dikombinasi dengan pengolahan khusus. Seperti pengusaha mengolahnya nanti menjadi donat madu; masih ada peluang basar! Pengalaman di ranah kongres perlebahan ASEAN. Menurutnya kelemahan Indonesia masih sama seperti bisnis lainnya,

Sayangnya, masih kurangnya dukungan pemerintah, membuat madu Pramuka seolah tidak berkembang. Padahal jenis madunya, Wawan menyebut Indonesia itu kaya, ada madu bunga randu, madu karet, madu rambutan, madu bunga mangga, adapula madu hutan asli Kalimantan.dll.

Soal siapa baik memulai bisnis madu, ia menjelaskan baiknya merupakan orang yang penyayang lingkungan. Madu alamiah menurutnya akan lebih baik mutunya.

"Banyak sukanya kerja di bidang ini. Dukanya, ya paling tersengat lebah. Disengat lebah kalau kata orang- orang itu kan ngeri- ngeri sedap," terangnya bercanda. 

Dia juga aktif menyulap bumi perkemahan menjadi tempat budidaya lebah. Bukan karena tanpa alasan selain ini bisnisa ramah lingkungan. Bisa pula membantu membuka lapangan pekerjaan baru. Penulis sendiri pernah liat di daerah Batang, Jawa Tengah.

Pengusaha Hisyam Bawahab Membuka Paparon Pizza

Profil Pengusaha Hisyam Said Bawahab


pengusaha hisyam

Profil Hisyam Said Bawahab, pria kelahiran 15 April 1954, yang masih ingat betul masa- masa perjuangannya dulu. Pengusaha Hisyam Bawahab pernah menjajakan es di daerah Cikini, Jakarta Pusat, pada tahun 1980. Itulah momen yang merupakan titik balik hidup Hisyam kini.

Jejak- jejak usaha pria paruh baya ini sudah dimulai sejak SMA, pergi merantau ke Palembang untuk bekerja di perusahaan besi tua. Tak betah, ia kembali ke Jakarta lalu bekerja di toko material.

"Saya jadi kuli angkut kayu, nurunin dari truk- truk. Tak jarang tidurpun diatas papan." kenangnya.

Empat tahun kemudian Hisyam bekerja di perusahaan es. Dia pernah bekerja sebagai sopir es. "Saya nyetir ngirim balok es dari Pulo Mas sampai Ampera, ke Buncit, Kebon Sirih, terus muter dari jam 2 dini hari sampai pagi," kenang pria berdarah Arab- Betawi.

Kembali berhenti bekerja, pengusaha Hisyam Bawahab lalu memulai usaha sendiri yaitu berjualan es di Cikini. Nasib membawanya bertemu si pembeli, yang ternyata adalah pemilik dari PT. Umawar, sekaligus pemilik UI Metal Work (UMW).

Pengusaha Hisyam Bawahab Bisnis Perkakas


Sang pengusaha metal baru saja pulang dari Inggri. Dia menawarkan Hisyam Bawahab bekerja untuk perusahaan barunya. Perusahaan baru di bidang metal works. Ia tak perlu berpikir sejenak saat itu. Hisyam mendapatkan banyak pelajaran bisnis dari sana.

Bahkan tak berlangsung lama, ia membuka bisnis sendiri. Dua tahun sudah bekerja menjadi sopir balok es. Kemudian bekerja di bidang Metal Works. "Setelah menyetir es balok selama dua tahun, saya kerja di metal works," papar pengusaha Hisyam Bawahab.
 
Dari situ dia mendapat ilmu tentang hal-hal mengenai teknik. Akhirnya Hisyam berhenti karena dia merasa sudah cukup kerja dengan orang lain. "Maka saya coba merintis usaha sendiri," tuturnya. Dia menjalankan bisnis pertama secara profesional, usahanya dibiang peralatan rumah tangga.

Dibantu tiga karyawan, Hisyam membuat perlengkapan dapur berbagai ukuran. Ada kawan kemudian menawarinya tanah kosong. Di sana perusahaan miliknya berdiri kokoh pertama kali. Di perusahaan itulah yang kemudian bernama PT. Hatindo Metal Utama di tahun 1985.

Dimana produk metal khususnya peralatan dapur komersial diproduksi, seperti meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust, van dan kompor.

Demi kualitas terbaik bagi konsumen maka perlu perjuangan. Hisyam memberanikan diri mengimpor produk lain. Dia mengimpor produk oven, mixer, steamer dan ricecooker besar. Perkembangan bisnis Hisyam cukup pesat berkat aksi nekat impor tersebut.

Dia mampu menjual seperangkat dapur untuk restoran senilai 300 juta per- gerai. Hasilnya nanti dikumpulkannya sedikit demi sedikit guna membeli tanah 1000m2 di Ciputat, Jakarta Selatan. Tanah tersebut kemudian dijadikan sebuah pabrik baru yang lebih luas.

Sisa uangnya dibelikan beberapa mesin bekas untuk produksi. Untuk bahan baku cukup dibelinya di kawasan Jakarta Barat. Perusahaan yang dibangun semakin besar, melayani berbagai pesanan dari seluruh Indonesia.

Pengusaha Impor Perlatan Rumah Tangga


Perkembangan Hatindo menjual aneka produk ke perusahaan lain. Mereka mulai menjual produknya ke hotel- hotel bintang lima, seperti hotel Hilton, restoran Ponderosa di Widjoyo Center serta Bandara Soekarno-Hatta.

Restoran Pizza Hut juga pernah mempercayakan pengadaan alat dapurnya kepada Hatindo. Ekspansi dari Pizza Hut yang sangat cepat di tanah air, membawa keuntungan bagi Hatindo berlipat. Dan perusahaan telah mampu mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerai.

Kemudian juga memperoleh orderan memproduksi box pengantar Pizza. Bisnis dari Hatindo semakin matang, seiring berbagai pesanan besar. Mungkin dari pengalaman itu pula membuatnya berpikir merambah bisnis restoran, terutama bisnis pizza.

Hasyim pun mencicipi hasil bisnis yang dulu menjadi garapannya. Tepat di 2001, dia membangun Papa Ron'z Pizza yang lisensinya didapatkan dari seorang teman, Ron Muller. Ia membuka gerai pertama di Warung Buncit, sekaligus menjadi yang pertama ada di Indonesia.

Kemudian dilanjutkan satu gerai lagi di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan dan di Depok. "Saya memutuskan menggeluti bisnis lain, karena saya lihat Hatindo bisa jalan sendiri, tinggal melakukan pengawasan saja," ujar Hisyam.

Tidak berhenti di Papa Ron'z Pizza, ia pun mencari bisnis lainnya yaitu bisnis peralatan dan mesin pendingin, CV. Kotajaya. Perusahaan yang terletak di kawasan Buncit, Jakarta Selatan, tumbuh menjadi pemasok pendingin di hotel- hotel, restoran, kafe- kafe, bahkan rumah sakit dan pabrik.

Seiring tumbuhnya teknologi informasi, dirinya bersama seorang kawan mendirikan majalah Pasar Ponsel. "Dulu kalau untung, saya lebih memilih untuk memutarnya. Kini saya lebih memilih investasi ke bidang yang lain seperti properti."

Pada 1994, Hasyim mencoba bisnis properti yaitu membeli tanah kemudian membangun perumahan Pesona Agung sejumlah 23 unit rumah di daerah Lenteng Agung, diatas selua 2Ha. Kemudian berkembang dengan membangun gedung bertingkat dan ruko di sepanjang Warung Buncit.

Kawasan bisnisnya termasuk yang strategis. Dia lantas membangun perumahan, ada 22 rumah sekitar Bintaro, perumahaan Pesona Eksklusif. Kemudian 35 rumah di kawasan pinggiran Jakarta, di daerah Ciputat, Supratman, Pondok Rangon dan Jati Makmur, dan bergabung perusahaan Fim Jasa Ekatama.

SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Cara Menjadi Entrepreneur Keren Dustin Moskovitz

Artikel Bisnis Cara Menjadi Entrepreneur


cara menjadi entrepreneur

Co- founder Facebook, Dustin Moskovitz, dikenal sebagai miliarder termuda pada tahun 2013 versi majalah Forbes. Menceritakan tentang cara menjadi entrepreneur keren ala para Pendiri Facebook. Ia kemudian digantikan oleh seorang wanita bernama Perenna Kei.

Bagi kamu mungkin pernah menonton film the Social Network, meski terlihat memiliki peran remeh di film, Dustin adalah salah satu otak berdirinya Facebook. Sukses menjadi co- founder membuatnya memiliki nilai kekayaan $8,2 miliar.

Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan lain setelah keluar dari Facebook, yaitu Asana. Baru- baru ini Dustin mempresentasikan apa yang disebut "Cara Menjadi Entrepreneur Keren". Apakah seperti dia bersama Mark sukses meluncurkan Facebook.

Apakah keren itu seperti di film, dengan pesta hura- hura setelah sukses menghasilkan miliaran dollar. Nyatanya melalui sebuah startup deck, ia mencoba menghilangkan pikiran itu dari kita. Jujur. Ini merupakan saran yang cemerlang tapi tak segelamor media dan Hollywood tampilkan.

Cara Memulai Start- Up


Dustin menjelaskan di sebuah kelas Stanford University. Kamu pasti terjerumus oleh penggambaran dari Hollywood dan meda, tentang romantisme entrepreneur. Sekali lagi yang paling sangat utama adalah tau kenapa kamu mau memulai sebuah perusahaan.

4 hal yang diinginkan seseorang dari perusahaanya: satu diantaranya adalah keglamoran hidup, kamu semestinya menjadi bosnya, punya fleksibilitas, terutama mengenai apa agenda kamu hari ini, dan kamu memiliki kesempatan membuat sebuah pengaruh besar dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Kenyataannya adalah tidak begitu glamor, ada sisi buruk untuk menjadi seorang pengusaha, dan yang lebih penting, apa yang kamu benar- benar habiskan waktu kamu hanya pada lebih banyak kerja keras." jelasnya.

Alasan Menjadi Entrepreneur Startup


1. Glamor
2. Kamu akan menjadi bosnya
3. Fleksibilitas
4. Kamu akan semakin banyak uang dan berpengaruh

Jika kamu melihat bagaimana di film kita the Social Network, Dustin menggambarkan itu terlalu berlebihan. Bagaimana mereka bekerja adalah laptop dan headphone.

Sebuah foto menunjukan Mark Zuckerberg asik dengan keduanya. Satu tanda jari tengah menunjukan bahwa dia sibuk.... dan tak ada waktu untuknya bersosial. Semuanya dikerjakan dalam satu tim dimana dia, Mark, dan beberapa orang duduk bersama lalu membahas semuanya...

bukan seperti film yang penuh kejeniusan satu orang. Menjadi entrepreneur berarti bisa bekerja bersama orang lain.

"Mengapa [startup] membuat stress? kamu punya banyak tanggung jawab. Kamu memiliki ketakutan akan kegagalan atas nama diri sendiri dan semua orang yang memutuskan untuk mengikuti kamu ...

Ben Horowitz suka mengatakan nomor satu peran CEO adalah mengelola psikologi kamu sendiri. Itu benar-benar benar; pastikan kamu melakukannya. " terang Dustin tentang tugas CEO sebenarnya. Ini bukan hanya tentang satu kegagalan sendiri.

Yang sebenarnya bukan kamu sebagai bosnya, tapi kita semua dalam perusahaan adalah bosnya. Semua itu hanya tentang pekerja, pelanggan, patner, pengguna, media adalah bos kamu, bukan kamu. Hidup dari hampir semua CEO adalah melapor ke semuanya...

Jika kamu ingin menjadi berkuasa atas orang lain, ikutlah garis depan tentara atau pergi lah menjadi polisi. jangan menjadi entrepreneur, begitu terang Phil Bin, CEO dari Evernote.

Begitulah Dustin Moskovitz menjelaskan apa itu entrepreneur melalui satu slide -nya.

Cerita Sukses Pengusaha Warteg Bukan Cerita Baru

Profil Pengusaha Warteg Nasional


pengusaha warteg
 
Cerita sukses pengusaha warteg bukan cerita baru. Mereka para pengusaha warung tegal (warteg) tahan banting. Mereka akan pulang ke kampung, dari Jakarta membawa mobil mewah dan segepok uang ketika lebaran tiba.

Di desanya, mereka dihitung sebagai orang kaya sukses loh. Namun siapa sangka dibalik ceritanya tidak ringa. Ada keringat dan darah yang mengalir disana. Hidup di Ibu kota bukanlah hal perkara gampang terutama bagi mereka para pendatang. 

Mereka berjuang lama tidak sekedar satu atau dua tahun, "Ya biasa, orang melihat kami ini berhasil dari sisi usaha, tapi lihat saja 20 tahun lalu, kami hidup untuk makan saja sulitnya minta ampun," tutur H Karjo (53), warga Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Kota Tegal.

Perkataan bahwa pengusaha warteg bisa jadi hidup berkecukupan memang tidak keliru, bahkan bisa berlebih. Ketika kita bertandang ke rumah H. Karjo, meski dari depan tampak sederhana, di garasi ada mobil- mobil Kijang berjejer.

Pengusaha Warteg Indonesia


Bahkan H. Karjo mengaku tengah membangun rumah senilai hampir 1 miliar rupiah. Bukan main untuk mereka yang ukuran orang kampung. Konon, menurut keterangan kerabatnya, dia kini sedang membangun rumah untuk ke enam anaknya.

Tentu saja rumah yang bernilai miliaran rupiah ini. Hal lain yang menunjukan setatus suksesnya yaitu keinginan memenuhi nazar yaitu menanggap wayang golek dengan dalang terkenal, Ki Enthus Susmono.

"Sudah, baru saja, dan itu untuk memenuhi nazarnya karena sudah selesai membangunkan rumah untuk enam anaknya. Jadi, dia merasa tidak memiliki beban lagi," kata Asmawi, kerabat H Karjo.

Benarkan demikian suksesnya pengusaha warteg. H Karjo yang saat itu didampingi istrinya, Hj Siti Fatimah (44), kelihatan tidak ingin melebih-lebihkan hal tersebut. Kendati demikian, dia mengakui kehidupannya sekarang lebih ringan, tidak punya beban terlalu berat.

Berpakaian sarung dan kaos oblong, ia lebih senang menceritakan masa lalunya. Kisah perjuangan seorang perantau di ibu kota yang kejam. Seingat dia, pertama kali mendaratkan kaki di Jakarta itu pada tahun 1972.

Untuk merintis usaha warteg pertama kali jalannya ialah melalui berjualan asongan. Dia kala itu sedang mencari- cari pengalaman."Kalau boleh dibilang, banyak dukanya pada saat itu. Apalagi setelah menjadi pedagang asongan, saya ngenger (ikut) di tempat usaha warteg orang lain," kenangnya. 

Kala itu, H Karjo hanya dibayar Rp 60.000 per bulan. Bahkan, kadang hanya dibayar jam tangan dan topi laken. Itu saja senangnya minta ampun. Hidup merantau dia jalani hingga tahun 1985.

Pengusaha warteg ini kemudian banting setir, bersama istrinya mendirikan warteg kecil-kecilan di wilayah Glodok, Jakarta Barat.

"Ya, kami waktu itu biasa tidur menyatu dengan dapur. Bahkan, kalau mau tidur harus mematikan kompor dulu karena lantainya panas. Itu pun warungnya kontrak Rp 60.000 per tahun. Sekarang sampai Rp 9 juta," ujarnya.

Kondisi tersebut dia jalani dari waktu ke waktu. Suka duka menjadi pengusaha warteg telah cukup untuk menjadi bekal mengembangkan usahanya hingga sekarang ini. Berbicara tentang rahasia sukses itu pun cuma satu: ketekunan.

Baginya berjuang lama hingga membuka warung sendiri butuh ketekunan untuk belajar dari berbagai tempat. Ia pun sukses mendirikan tiga warteg berbeda, satu yang besar ada di daerah Kemurnian, Jakarta Barat, dan dua lainnya di Glodok.

"Ya, alhamdulillah. Berkat karunia Allah, usaha saya sekarang cukup baik. Kadang-kadang artis juga sempat mampir ke warung saya. Misalnya almarhum Taufik Savalas, Mpok Atik, dan Gogon. Yang penting, prinsip kerja yang baik dan halal," tutur bapak dari enam putra itu.

Musim Lebaran bagi H Karjo, sekeluarga merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul sekeluarga di kampung.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba