Kue Buatan Nenek Bisnis Cepat Entrepreneurship

Profil Pengusaha Robert Armstrong


bisnis kue nenek

Bisnis cepat entrepreneurship bercerita tentang nenek. Cerita kue buatan nenek terkenal menghasilka uang. Ada seorang cucu berkata pada neneknya, "Grammy (nenek), aku akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat...," ujar pengusaha muda ini.

Menjalani entrepreneurship  memeng tidak mudah. Memang belum jutaan, tapi menuju kesana, ini adalah kisah seorang entrepreneur asal Selma, Alabama. Namanya Robert Armstrong, suatu ketika disaat berumur belasan tahun, di acara keluarga, ia mempunyai dua tujuan utama.

Pertama, Robert ingin sekali mengalahkan sepupunya, lewat kue kering resep dari neneknya; sebuah perlombaan wirausaha. Mereka berdua bertaruh yang kalah harus membayar, membersihkan kamar selama waktu lama.

Beberapa tahun kemudian, bergelar sarjana bisnis, pengusaha muda 28 tahun ini menemukan bahwa kue itu bukan sembarang kue. Dia yang selesai berkuliah di University of Alabama sadar, tak pernah berpikir akan masuk ke bisnis kuliner.

Sebuah ilham ketika ia menemukan rasa enak itu kembali. Inilah bisnis yang telah diyakininya akan sukses besar. Nama bisnis cepat entrepreneurship ini G Mommas Cookies. Walaupun terbilang baru bisnis Robert menjual lumayan banyak.

Prospek Bisnis Cepat Entrepreneurship


Entrepreneur asli Selma, Alabama, yakin telah menemukan satu produk yang dipercayanya  -atau dipikirnya bahwa akan disukai orang- dan jiwa kewirusahawan memanggil. Robert mengambil alih resep rahasia milik neneknya yang meninggal dunia.

Dia kemudian merubahnya menjadi bisnis mernama G Mommas Cookies, produk yang kemudian dijual di toko- toko grosir, apotik, dan toko- toko hadiah di sepanjang Alabama dan Southeast.

G Mommas Cookies memiliki dua rasa untuk sekarang, Chocolate Chip Pecan and Buddascotch Oatmeal flavors. Sebenarnya setelah lulus belajar membuat kue bukan hal terakhir dipikirkannya. Ia mengikuti satu pekerjaan yang tak menginspirasi, seorang salesman, di Birmingham, Alabama.

Hingga ia mendengar cerita ketika bersama sang nenek. Robert kemudian membagikan cerita itu kepada kita. Kenangan sebelum kepergiannya.

"Saya berkata, "Grammy, saya akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat," sang nenek hanya tertawa. Dia berpikir cucunya begitu lucu. Tetapi candaan itu dibuktikan oleh Armstrong menjadi nyata.

Di 2009, suatu hari Armstrong meminta sang nenek, Anice Morries Armstrong, mengajari cara membuat kue- kue itu, kemudian pelajaran pertama dimulai di pagi hari. "Itu sangat sulit daripada kuliah," jelas pengusaha muda ini.

Tak menyarah akhirnya dia sukses membuat kue pertamanya bersama sang nenek. Dengan peralatan dasar membuat kue dan sebuah oven di sebuah dapur yang terabaikan, ia membangun bisnisnya. Dengan bendera Selma Good, perusahaan yang bekerja di sebuah gudang tua.

Robert menyadari seberapa besar gigitannya, Chocolate Chip Pecan, telah merasuk meyakinkan bahwa ini akan sukses. Mungkin prediksi tumpul, hanya intuisi, menyebut kue- kue ini akan sukses kepada sang nenek.

Meski belum sukses menghasilkan jutaan dollar, dia tetap mengerjakannya, meski awalnya cukup rumit. Dia memulai bisnis di tahun 2009 tapi harus berjuang keras. Dia memanggang kue itu sendiri di sebuah dapur di sebuah restoran yang terbengkalai. menawarkan kue- kue itu.

Dia mulai mengirim kue ke beberapa retailer kecil. "Beberapa hari saya pergi tidur jam 3 pagi dan memanggang sampai pukul 11 ​​malam," katanya. "Aku sedang membuat $ 5 per jam, mungkin," jam kerja yang panjang tapi bisnsinya tak bekerja semestinya.

Kehilangan kepercayaa, ia memutuskan menggantung apronnya di 2011 dan memilih beberapa pekerjaan. Salah satunya yaitu kembali menjadi salesman menjual alat GPS, dan terakhir menjual daging.

Entrepreneur Muda Penuh Harapan


Lain waktu, Robert membuat sebuah website untuk perusahaan untuk marketing. Salah satu anggota keluarga ikut membantu keuangan Armstrong, memberinya satu kredit di sebuah bank lokal. Dari kredit baru tersebut dimulailah bisnis kue miliknya kembali.

Masih dengan nama dan produk yang sama, dia mulai mencari kontrak untuk para pembuat kue lain untuk membuat kue dan akhirnya menetap di satu tempat di Pennsylvania.

Di situlah semua G Mommas Cookies saat dipanggang dan dikemas, meskipun tujuan Armstrong adalah untuk membawa produksi kembali ke Selma satu hari nanti. Sementara itu  ia mencari koneksi untuk masuk ke beberapa toko baru, kegigihannya terbayar lunas, akhirnya.

"Saya selalu berkata pada diriku sendiri aku akan kembali ke cookies," katanya.

Satu kesempatan besar ketika mendapatkan kontrak dari The World Market, sebuah retailer besar yang dia temukan di LinkedIn. G Mommas menjual dua jenis kue, klasik pecan chocolate chip, yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

Ada juga butterscotch oatmeal, produk kreasi Armstrong dan neneknya dikembangkan bersama-sama untuk bisnis. Armstrong memperkirakan bahwa dia sukses menjual sekitar 9.000 kantong cookies per kuartal. Dia mengatakan dia belajar banyak melalui pasang surut bisnisnya.

Hari-hari awal penuh dengan trial and error saat ia bekerja untuk mendapatkan resep kue tepat untuk produksi skala besar dan kemasan. Baru- baru ini, dia sirius memastikan pembuat kue yang telah dikontrak untuk mempertahankan rasa asli dan tekstur.

Melalui itu semua, dia kembali teringat nasihat neneknya, yang terinspirasi dia untuk bertahan. Dia meninggal musim panas lalu tetapi tidak sebelum dia melihat cucunya peluncuran bisnisnya. "Dia adalah pemberi semangat terbesar saya," kata Armstrong. Dia juga telah memberinya perspektif.

"Jika hal ini jatuh pada wajah, itu akan baik-baik saja," katanya. "Saya akan mendapatkan pekerjaan dan harus menggali keluar dari utang, tetapi ini akan menjadi OK."

Profil Pengusaha Muda Terbaik Singapura Leonardo Tan

Profil Pengusaha Leonard Tan


pengusaha muda singapura

Profil pengusaha muda terbaik Singapura, adalah Leonard Tan Khang Hwee, kelahiran 3 Agustus 1978. Leonard Tan pengusaha muda asal Singapura atau lebih dikenal pendiri dan CEO PurpleClick Media. Tan menjadi satu- satunya di Asia Tenggara yang diakui oleh Google, Yahoo! dan Baidu.

Tahun 2008, dia dinominasikan oleh Bloomberg Businessweek menjadi salah satu "Asia's Top 25 Best Young Entrepreneur". Semua berkat kekuatannya berbentuk visi kewirausahaan, kreatifitas, dan serta kemampuan menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.
Tan terlahir dari keluarga sederhana keturunan China Singapura. Keluarganya memang bukan orang berlebihan, membuatnya bekerja keras demi tambahan uang saku. Sejak masih bersekolah dasar dia sudah berjualan. Dia menjalankan bisnis jual- beli penghapus ketika masih anak- anak

Pengalaman pertama membangun bisnis sebenarnya ketika mengambil kuliah bisnis di National University of Singapore. Di universitas itulah, ia justru menjadi sibuk menjalankan bisnisnya hingga mengganggu kuliahnya.

Mimpi Pengusaha Muda Terbaik Singapura


Ia jarang masuk, mendapatkan nilai buruk, tetapi tetap menghasilkan nilai lumayan. Tan selalu sibuk sendiri menjalankan bisnis konsultasi keuangan, tepatnya konsultasi biaya kuliah. Pengusaha muda ini mencocokan mereka yang memiliki nilai buruk dan mahasiswa menginginkan uang lebih.

Tan akan menemukan mereka dalam simbiosis saling menguntungkan. Proses marketing otodidak inilah, promosi iklan semampunya, dan administrasi menjadikan mereka (dia dan teman- temannya) kehilangan arah di kerjaan kuliah.

Tan harus membayarnya ketika hasil kuliahnya. Bahkan nila akademisnya tidak terlalu mengesankan untuk menjadi pegawai berpotensi.

"Saya memilih melanjutkan pendidikan saya dan meningkatkan kualifikasi," ujarnya.

Tan tertarik akan hal- hal berbau teknologi, terutama segala tentang bisnis e- commerce. Jadilah Tan kemudian memilih satu program master dibidang khusus e-commerce di Chicago tahun 2002- 2004. Masuk ke Illinois Institute of Technology, ia mengambil jurusan Master of Commerce in eCommerce.

Seperti diduga olehnya, memang jiwa entrepreneurship itu begitu kuat melekat dalam dirinya meski masih di negeri orang. Ia lantas memutuskan mengerjakan bisnis lain disana. Entrepreneurship dia tegaskan adalah minat dan bekerja keras selalu.

Dia menjual buku pelajaran bekas seharga 60%- 50% lebih murah dari harga baru. Tan mendatangi mereka para mahasiswa yang sudah tidak membutuhkan buku lamanya. Tan kemudian menjualnya ke eBay, Amazon, dan situs jual beli lainnya.

"Saya pergi ke kantor pos hampir setiap hari dengan apa saja mulai dari satu sampai sepuluh buku yang akan dikirim ke berbagai wilayah dari Amerika. Saya benar-benar tenggelam dalam e-commerce, efektif mempraktekkan apa yang saya pelajari," kenangnya.

Namun, pengusaha muda ini justru menemukan kendala ketika kembali ke Singapura. Mereka yang akan mempekerjakan dirinya merasa minder atas pendidikan. Mereka khawatir dirinya akan terlalu terkualifikasi oleh bisnis mereka sekarang, atau meradang karena dibayar dibawah kualifikasinya.

Tidak lama kemudian, ia mendapatkan pekerjaan menjadi salesman menawarkan kartu kredit dari rumah ke rumah. Dimasa- masa itulah, Tan mendengar Yahoo! tengah mencari manajer penjualan.

Biaya Entrepreneurship


Tan mendaftar dan akhinya ditunjuk memasarkan kembali produk layanan Yahoo!. Dia menggunakan segala upaya seperti pengalaman dan pendidikannya di bidang e-commerce. Ia telah berhasil menaikan pendapatan perusahaan hingga beberapa ribu.

"Saya melihat potensi yang lebih besar di pasar ketika sebagian pelanggan saya bertanya kepada saya, "Bagaimana dengan Google atau MSN?" Saya tidak bisa mempromosikan produk- produk ini kemudian, karena mereka pesaing Yahoo!," ia mendapatkan sesuatu dari sana.

Dia nyadari pengguna produk online menyukai semuanya. Mereka cenderung memilih menggunakan semua menjadi satu. Sakali lagi insting bisnis memaksa dirinya keluar dari zona nyaman. Ia lebih memilih keluar dari perusahaan Yahoo! bersiap berbisnis sendiri di luaran sana.

Tan mengakui insting bisnis ini berasal dari sang ayah, yang telah mengajari membeli sesuatu seharga 10 sen lalu menjual 20 sen. Dia bersama seorang teman telah berinvastasi $100.000 untuk bisnis tersebut

Di awal, bisnis barunya berkantor di kantor kecil, sekecil ruangannya sekarang. Keduanya bekerja sebagai tim dua orang. Mereka mencoba mencari beberapa orang. Banyak perkerjaan lari ketika melihat keadaan di dalam kantor mereka.

Patner bisnis satu- satunya menyerah memilih kembali pekerjaan semula. Tan tidak berhenti karena secara mental dirinya telah siap. Dan, keajaiban itu datang, teman sekantornya di Yahoo! muncul memberikan sedikit pelatihan.

Dia memastikan semuanya direncanakan secara matang.

"Saya memastikan saya menetapkan sebuah tujuan dan sasaran untuk tumbuh di pendapatan, jangkauan pasar dan ukuran, untuk tim saya untuk dicapai setiap tahun. Orang-orang akan tinggal bersama anda dan merasa yakin tentang prospek mereka ketika mereka melihat perusahaan anda tumbuh," terangnya. 

Tidak ada satupun mau bekerja di kantor kecil yang tak terlihat maju. Tan juga mengerjakan berbagai pelatihan agar mencapai tujuan. Ia selalu memberikan penghargaan kepada staff terbaiknya. Ia mencoba menumbuhkan rasa puas, bangga, dan termotivasi maju di seluruh staff nya.

Semua menyebutnya bermoto "Think Deeper", mampu membuat mereka terdorong lebih lagi. Tan berkata nilai tertanam di kenyataan, bahwa mereka mampu menyelesaikan permasalahan sukar apapaun; setiap orang mampu menghadapi masalah, tetapi harus baik karena kita berpikir lebih keras.

Contact Person:

Leonard Tan
Chief Executive Officer
leonard@purpleclick.com

PurpleClick Media Pte Ltd
315 Outram Road
Tan Boon Liat Building
#12-08B
Singapore 169074
Tel: +65 6533 8655
Fax: +65 6533 5322
www.purpleclick.com

Pemilik Pesawat Virgin Biografi Richard Branson Lengkap

Biografi Pengusaha Richard Branson 


biografi pemilik pesawat virgin

Kelahiran 18 Juli 1950, biografi Richard Branson, ssudah jatuh bangun mengikuti alur pendidikan formal. Alasannya dia adalah seorang penderita disleksi, bahkan hampir saja buta karena itu. Dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekolah, ketika itu umurnya baru 17 tahun.

Ketika itu, ia memutuskan untuk menjalankan bisnisnya sendiri, daripada menyusahkan diri sendiri dan orang tuanya. Bisnisnya paling terkenal dimulai dari bidang industri musik dan berekspansi  ke pesawat terbang. Pemilik Virgin maskapai penerbangan yang terkenal itu, ialah dirinya sendiri.

Seorang entrepreneur otodidak, menjadi pemilik 200 perusahaan lebih, kesemuanya di bawah nama Virgin Group. Biografi Richard Branson, bernama lengkap Sir. Richard Charles Nicholas Bronson kelahiran Surrey, England, adalah seorang penderita disleksia semenjak lahir.

Masa sekolah merupakan masa tersulit bagi Richard. Masalahnya datang ketika anak lain tengah asik bergembira di sekolah. Sementara itu Richard kecil sekedar membaca huruf saja kesulitan sekali. Dia pernah hampir keluar dari Scaitcliffe School ketika 13 tahun.

Mimpi Wirausaha Pemilik Virgin Maskapai Penerbangan


Entrepreneur dari pasangan Edward James Branson dan Eve Branson ini, akhirnya resmi keluar atau drop out, setelah 16 tahun terjebak di dalam pendidikan formal. Nah, ada cerita menarik tentang awal keluarnya dari sekolah. Bukan tentang ketidak sanggupan untuk bagaimana menemukan jalan bisnis.

Dia dan beberapa teman sekolahnya memulai bisnis surat kabar sekolah sendiri. Surat kabar tersebut kemudian diberi mereka nama the Student, yang berisi cerita tentang tokoh politikus, rock- star, dan selebritis terkenal.

Biografi Richard Branson menjalankan bisnisnya berada di ruang bawah tanah rumah. Ibunya Eve, sosok pendukung anaknya meski ia tidak mau melanjutkan sekolah lagi; ia meyakini tekat Richard kuat. Ibunya menjadi sosok yang ikut andil mempertahankan eksistensi surat kabar the Student.

Di tahun tersulit bahkan ia rela mengeluarkan sejumlah uang. Satu ketika, di jaman dulu, Branson sempat memperhatikan toko- toko tidak pernah memberikan diskon piringan hitam. Branson melihat mereka menjual diharga terlalu tinggi untuk rekaman lagu saja.

Branson lantas menulis iklan, menjual piringan hitam berharga diskon di the School Hasilnya diluar dugaan, permintaan terus mengalir untuknya, dari iklan di surat kabar The Student. Dia mulai menjual iklan $8.000 di awal, dan mencetak setidaknya 50.000 yang dibagikan secara gratis.

Ia menutup uang pengeluran surat kabar melalui penjualan iklan saja. Pada tahun 1969 -an, Richard yang tinggal di Kota London, bersamaan adanya musik British dan obat- obatan terlarang. Dari sanalah muncul lah ide tentang pemesanan pringan hitam melalui email.

Inilah cikal bakal the Virgin Record, ketika surat kabarnya butuh sokongan dana. Dia memulai bisnis barunya yakni perusahaan recording di daerah Oxford Street. Drop- out sekolah, tetapi sudah berhasil mendirikan perusahaan rekaman sendiri di tahun 1972 di Oxfordshire, England.

Tahun- tahun awal, ia terus mengalami masalah arus kas, meskipun hasil penjualannya bagus tetap merugi. Agar bisa melunasi overdraft, pemuda 20 tahun kala itu berpura- pura membeli record untuk ekspor agar bisa lepas dari cukai penjualan di Inggris.

Tetapi dia tertangkap dan dipenjarakan semalam, lalu dilepaskan lagi ketika ibunya Eve memberi jaminan. Ibunya rela menebus jaminan bermodal surat rumah sebagai jaminan. Tak tinggal diam, Branson mencoba melakukan tawar- menawar.

Dia harus memilih membayar £ 60,000 atau penangkapan ulang. Richard memilih menjadikan itu hukuman percobaan dan catatan kriminal. Sebelum kasus Virgin Record, ternyata bisnis The Students juga pernah punya masalah hukum disini.

Menghadapi tuntutan hukum kedua kalinya membuat dia "kapok". Sebelumnya ia pernah ditangkap karena pendirian majalah Student -nya melanggar UU tahun 1889 dan 1917, dimana ada larangan penerbitan saran tentang obat untuk penyakit kelamin.

Berkat sang Ibu pula, dia bisa menghindari penjara, berkat pengacara yang baik, kasus The Student yang cuma didenda £ 7. Tindakan sang ibu memberikan efek kejut dipristiwa kedua tersebut. Inilah upaya kotor terakhir di dalam hidupnya. Isu suap tidak akan lagi pernah terdengar semenjak itu.

"Menghindari penjara adalah insentif yang paling persuasif yang pernah kumiliki," dan dua tahun ke depan jadi kursus kilat pengelolaan uang, pengusaha Richard Branson mengajarkan entrepreneurship melalui kisahnya.

Branson telah menyadari beberapa aturan yang perlu diperhatikan di masa depan. Semua semenjak dia melihat sang Ibu yang rela menggadaikan rumah.

"Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah lagi melakukan apa pun yang akan menyebabkan saya untuk dipenjara atau, memang, jangan ada kesepakatan bisnis apapun yang akan mempermalukan saya," tulisnya dalam buku, Losing My Virginity.

Kedua orang tuanya selalu menekankan bahwa kita ini hidup dibalik reputasi kita. Mungkin kamu bisa sangat kaya, tapi jika kehilangan nama baik, kamu tidak akan bahagia nanti.

Mike Oldfield menjadi artis pertama dari bisnis Virgin Record dimana single pertamanya yang berjudul Tabular Bells di 1973. Dengan bantuan tim Branson, lagu itu menjadi terkenal mendadak. Lagunya bertahan di tangga lagu UK hingga 247 minggu.

Menggunakan momentum, Virgin Record mencari artis- artis baru termasuk the Sex Pistols. Artis lainnya, the Culture Club, the Rolling Stones, dan Genesis mengikuti jejak the Sex Pistols menjadi artis Virgin. Ini bahkan membuat Virgin Record menjadi recording terbesar ke enam di dunia.

Biografi Richard Branson, sudah melunasi pembayaran denda, lalu melihat ke belakang hidupnya, menyadari bahwa kriminal mungkin saja merusak hidupnya sekarang.

"Hal ini tidak mungkin, tidak berarti mustahil, bahwa seseorang dengan catatan kriminal akan diizinkan untuk mendirikan sebuah maskapai penerbangan," terangnya.

Dia yakin kedua orang tuanya, terutama sang ibu, selalu disana untuk mendukungnya. Selain bisnis utamanya, ia memiliki beberapa hobi sekaligus menjadi bisnis sampingan. Di tahun 1984, Richard mendirikan Virgin Atlantic, perusahaan bergerak dibidang transportasi.

Pertama Branson memulai bermodal satu pasawat dahulu. Selanjutnya, dia berhasil menghasilkan pendapatan 1,5 juta pounds. Tahun 1992, ia memilih menjual Virgin Records ke Thorn EMI untuk $1 juta. Ia lalu memasukan uang tersebut ke bisnis Virgin Atlantic.
 

Pengusaha Rekaman Virgin dan Bisnis Maskapai


Virgin Atlantic merupakan merek dagang maskapai penerbangan. Mereka menawarkan penerbangan kelas satu. Jangan salah Virgin bermula sebuah ide bisnis berat, segi modalnya sudah super- besar. Bahkan ia harus menjual bisnis Virgin Record.

Datang lah Randolph Fields menawarkan pembiayaan. Meski sukses, Branson cuma memiliki 24% saham, dan menjadi chairman. Selain bisnis maskapai penerbangan ada juga bisnis selular, soft drink, dan pakaian pengantin. Merek Virgin  diperkirakan senilai $5 juta diberbagai lini bisnis.

Selain bisnis, dia berekspansi lewat hati, yaitu memilih tidak menggunakan uang untuk bersenang- senang. Sosok seorang petualang yang rajin mencantumkan namanya di buku rekor kecepatan dan jarak.

Ambil contoh, di tahun 1986 tepatnya, menjalankan kapal  Virgin Atlantic Challanger II mengarungi laut Atlantik. Dia mendapatkan rekor tercepat di dunia. Tahun berikutnya, dia menjalankan balon udara, Virgin Atlantic Flyer, merupakan balon gas pertama yang melewati laut Atlantik.

Tahun 1991, dia mampu melewati lautan Pasifik memecahkan rekor kecepatan dan jarak yang pernah dibuat.

Dia bahkan melewati dua kejadian fatal dari dua petualangannya lewat balon udara.

"Saya sangat depresi keras karena mereka tidak pernah malu," ujar ibunya Eve Branson

"Karena rasa malu bagi ku membuat mereka berbalik dan hanya memikirkan diri sendiri. Jadi saya mencoba membuat mereka suka bergaul. Jika kamu cukup memikirkan orang lain, kamu tidak akan marasa malu." Keluarga Branson memang dikenal tidak mengatur hidup anak- anaknya.

Ibu dan ayah membiarkan anak- anaknya mengerjakan apa yang mereka suka, tanpa malu dan takut gagal, kedua orang tua hanya memberikan saran jika diminta. Seperti contoh kompetisi antara Virgin Atlantic dan British Airways yang terus- menerus dan menguras finansial.

Branson tidak takut mengobarkan pertempuran pengadilan panjang. Dia pernah mengklaim British Airways memainkan trik kotor mencuri penumpang Virgin Atlantic. Akhirnya Branson setuju penyelesaian diluar pengadilan di tahun 1993.

Ia menawarkan pembayaran ganti rugi £ 500.000 kepadanya dan £ 100.000 untuk Virgin. Meskipun berkompetisi panas, ditambah naiknya harga bahan bakar dan kesengsaraan ekonomi global di awal 1990-an, harga Virgin Atlantic tetap terjaga tetapi tetap layak terbang.

Itu cara lain menenangkan bankir pemberi utang agar bersabar. Disini, akhirnya Branson menghadapi salah satu keputusan tersulit yang pernah ada. Atas saran istrinya, Joan, ia menjual Virgin Music Group di tahun 1992 untuk Thorn EMI.

Ironisnya, Virgin baru saja dikontrak untuk merekam Rolling Stones, dan ketika sudah dijual, mungkin impian seumur hidup Branson sirna tanpa disadarinya. Penjualan Virgin Record kepada EMI menghasilkan nilai uang $1 miliar untuk Branson.

Tapi dia kehilangan sukses Rolling Stones yang nilainya lebih dari itu. Uang tersebut lantas digunakan untuk membayar kebutuhan bisnis Virgin Atlantic; sebuah keputusan. Dari penjualan perusahaan musik memberikan insentif baru hingga menghindari hutang besar yang melumpuhkan.

Ia memang tidak mau menempatkan dirinya pada belas kasihan pemberi pinjaman. Nah, sekarang, berkat keberanian itu, Virgin Group adalah kerajaan bisnis yang memiliki lebih dari 200 perusahaan yang beragam berjalan yang independen memiliki para pemegang saham sendiri.

Jualan Gratis Untung Miliaran Pengusaha Muda Yohanes Auri

Biografi Pengusaha Yohanes Auri


biografi pengusaha yohanes auri

Siapakah sosok pemilik Flux Design, perusahaan dibidang design itu. Inilah biografi Yohanes Auri, sang pengusaha muda, pemilik PT. Flux Asia Solusindo atau Flux Design. Ia membuang masa muda untuk bekerja keras mencapai tujuan. Auri ingin membuktikan wirausaha untuk siapapun. 

Pengusaha muda berpenghasilan miliaran rupiah. Lantas bagaimana kisah awal membangun bisnis Flux Design. Dimulai tahun 2006, lulus kuliah design dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Lantas pengusaha muda Auri memilih membuka usaha sendiri dibanding bekerja di kantor.

Membangun bisnis Flux Design tidak mudah. Sejak bisnis diluncurkan dia belum mendapatkan hasil. Ia baru mendapatkan hasil secara tiba- tiba. Belum ada harapan muluk ketika menjalankan bisnis ini. Namun dia memilik tujuan jelas yakni menghasilkan perusahaan berkelas.

Kesuksesan Auri tidak mudah hingga sekarang. Ia mengenang pengalaman jadi freelancer. Dia sudah merintis usaha sejak kuliah Desain Komunikasi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Sejak 2004 dia mengerjakan website buat siapapun.

Klien pertama tahun 2004 meminta dibuatkan logo kafe. Honornya lumayan yakni Rp.8 juta rupiah disaat itu. Anak pertama tiga bersaudara ini sambil berkuliah kerja. Bermodal komputer pribadi di dalam sebuah kamar kos, ukuran 4x4 cm, sebuah PC bertabung bulat berprosesor Pentium III.

Pengusaha Muda Miliaran Rupiah

"Saya bukan anak orang berada. Tidak mungkin meminta orang tua membelikan komputer canggih," ia menuturkan
Untuk menggaet lebih banyak klien dibuatlah brosur. Uniknya dia membuat itu menjadi majalah design. Keunikan yang mengundang klien tertarik akan desainnya. Dia menampilkan contoh- contoh portfolio berhasil dan konsep desain pribadi.

Hasilnya seorang Jamaah Gereja menjadi klien pertama. Saat itu dia sudah membangun brand yaitu Flux Design. Dibawah bendera PT. Flux Asia Solusindo, Auri mencoba lagi menawarkan kerja sama dengan klien. Hasilnya menggaet bisnis desain undangan kelulusan senilai Rp.20 jutaan.

Dia klien adalah seorang pengurus Certificate Wealth Manager Association (CWMA). "Ini proyek besar pertama saya," kenang pengusaha muda ini, dalam biografi Yohanes Auri.

Saat acata CWMA berjalan, dia mendapatkan kartu nama bos- bos besar pemilik Bank swasta. Dia berharap untuk mendapatkan klien lebih besar. Prediksinya tidak salah karena akhirnya dikenal secara pribadi. Auri nekat membayari seorang pegawai untuk mengerjakan pesanan besar baru.

Padahal dia mengerjakan proyek tersebut di kamar. Tahun 2006, ia berhasil mendapatkan tiga klien berkelas korporasi, dimana sisanya proyek kecil lumayan banyak. Auri tidak mau berhenti, jika tidak didatangi klien, maka dia lah yang datang menjemput bola dari kantor- kantor.

Sudah pasti banyak perusahaan menolak mereka. Padahal mereka sudah punya portfolio bagus. Ia mengatakan karena perusahaannya tidak terkenal. Sampai tahun 2008 bekerja merangkap pekerjaan, jadi kurir, pemasaran, bagian keuangan, desainer, sampai tukang tagih dikerjakan sendiri.

Dia mengingat bagaimana klien tidak bayar penuh. Bahkan sampai sekarang masih sering begitu. Ia kemudian merenovasi tempat barunya. Dulu kamara saja sekarang ruangan kantor. Dimana sudah cukup buat ditempati tujuh orang karyawan, pada 2009 silam.

Bisnis Miliaran Pengusaha Muda

Mulai tahun 2010 pengusaha mendapatkan proyek lewat tender. Klien besar mulai digaet dan itulah jalan biografi pengusaha Yohanes Auri. Proyek- proyek besar ratusan juta didapatnya, pria kelahiran 8 Februari 1985. Hingga dia mampu memindahkan perusahaan ke kantor ruko dua lantai.

Ditahun sama, Auri mendirikan perusahaan baru Maunge-print.com, usaha berkonsep digital printing. Sinergi usaha yang memurahkan biaya percetakan desain. Perputaran uang di bisnis ini juga menjadi lebih cepat. Auri mulai memisahkan usaha desain dan printing, menjadi dua bisnis berbeda.

Menjadi pengusaha muda dengan hasil miliaran. Berkat kerja keras, keahlian, dan strategi bisnis, dia mampu menjadi miliarder. Melalui PT. Flux Asia Solusindo, kliennya meliputi BII, BNI, Bank of China, Bank of Tokyo, Bank Sumitomo, Asuransi Jasindo, Adira Insurance, dan lain- lain.

Omzet mencapai Rp.1 miliar rupiah setiap bulan. Auri ingin fokus menaikan hingga dua digit angka. Dari bisnisnya ini dia bisa membeli rumah tanpa mencicil. Yang mana kemudian dijadikannya satu kantor pusat baru di kawasan Puri Kembang, Jakarta Barat.

Ia mengingat bagaimana menjadi pejuang sendiri. Dia bekerja sendiri menjadi pengusaha muda. Auri merintis bisnis sendirian tanpa bantuan. Keahlian utama dirinya kala itu, ialah mampu menjual apa yang menjadi talenta dan kebisaanya mendesain.

Ketika kuliah beberapa kali dimintai tolong. Dia selalu diminta mendesain sesuatu. Meskipun juga terkadang gratisan tetap dilalui. Agar tidak bekerja sendiri, capek sendiri, untuk proyek berbayar dia mengajak teman atau kakak kelas untuk membantu proyeknya.

Dia rela membagi penghasilan proyeknya dengan mereka. Hingga 2006 dia bekerja freelance sampai lulus kuliah. Biografi Yohanes Auri terbiasa bekerja keras, mengerjakan aneka freelance untuk dia lakukan setiap harinya. Tiga bulan selepas lulus kuliah Auri malah menjadi pengangguran muda.

Ia ingat klien pertamanya bernama Adi Realty. Yang mana modalnya masih desain abal- abal, jadi dia sama sekali tidak memiliki pengalaman jelas. Dia nekat menarget pasar kelas atas, yaitu perusahaan- perusahaan besar. Sedangkan perusahaan pasti sangat selektif memilih orang yang diajak bekerja.

Tahun 2008- 2009, total karyawanya mencapai 16 orang, dan masih suka keteteran mengerjakan itu semua. Jatuh bangun dirasakan menjadi pengusaha muda Auri. Dia menemukan kesulitan dalam hal manajemen keuangan, cash flow, sumber daya manusia, dan beberapa hal.

Sukses besar mampu memenuhi kebutuhan pribadi. Ia ingat betul pertama kali membeli mobil dari uang cash. Walaupun uangnya langsung habis tidak bersisa. Baginya dia harus bekerja keras kembali untuk mendapatkan keinginan itu.

Baginya rumus sukses adalah bekerja keras akan passion. Maka walaupun bermodal kamar pastilah kamu bisa mencapainya. Percaya bahwa tidak ada mimpi yang selamanya abadi. Akan ada kenyataan dicapai dari mimpi yang diperjuangkan.

Ia juga menjelaskn kunci sukses lain, ialah 2D atau "diremehkan" dan "ditertawakan", dan dia sudah merasakan hal tersebut sejak lama. Dalam dunia bisnis tidak akan jauh dari persaiangan. Dia mulai memasukan portfolio nya ke bermacam lomba desain.

Biografi Pengusaha Dodol Hinda Japar Melanjutkan Usaha

Profil Pengusaha Dodol Hinda


pengusaha dodol pusaka
 
Tidak mudah bagi Hinda Japar melanjutkan bisnis keluarga. Berikut biografi pengusaha dodol yang sangat terkenal di Garut. Sejak kecil sudah melihat bagaimana bisnis orang tua berjalan. Hinda kecil sudah memiliki jiwa entrepreneurship. Dia tidak sengaja menjadi pengusaha dodol Garut.

Semua berjalan natural disela- sela alur kehidupan. Usaha keluarga yang sifatnya masih rumahan sekala kecil. Hinda tercatat mengambil alih usaha sejak 2005 silam.

Dalam biografi pengusaha dodol ini banyak masalah dilalui. Diangkat menjadi Direktur Perusahaan Dodol, apa yang dilakukan Hinda agar menaikan pamor dodol Pusaka. Perbulan sekarang sih mampu produksi 1 ton dodol, dan harganya Rp.16.500- 17.000 ditingkat pabrikannya.

"Jadi omzet saya dalam sebulan Rp.400 juta," tutur pengusaha dodol ini.

Varian produk merupakan cara mengembangkan usaha. Ada dua toko menjual aneka varian produk khusus, seperti dodol aneka rasa buah. Jujur ketika menerim warisan pabrik sudah dalam kesulitan. Ia menjelaskan usaha keluarga tersebut lemah dalam pemasaran produk.

Warisahan Usaha Pengusaha Dodol

Dulu dodol Pusaka cuma menjual di daerah Garut. Ditangan Hinda lah baru bisa menyebar sampai ke Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Melalui rekanan bisnis ia menjadi suplier untuk mal di Kalimantan, dan pusat toko oleh- oleh di Jawa Timur.

Hinda memang sejak kecil ikut membantu usaha keluarga. Sejak Sekolah Dasar, tepatnya tahun 1970 -an, dia bertugas membantu pabrik kecil milik keluarga. Menjadi anak pertama sudah jadi tugasnya melanjutkan usaha keluarga, dan dia menyadari tersebut hingga mewarisi usaha Dodol Pusaka.

Tahun 1990 -an, barulah merek Dodol Pusaka menjadi idola, dikenal utamanya oleh masyarakat Jawa Barat. Tidak terbatas jualan di Garut produksinya membesar. Sehingga ketika masuk usia Sekolah Menengah Atas, tepatnya pada tahun 1989 dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah.

Dia berikan tugas oleh kedua orang tuanya mengurus produksi, dan pemasaran Dodol Pusaka hingga menasional. Tahun 2005 Dodol Pusaka resmi diwariskan ke tangah Hinda. Langkah awal menguatkan usaha dodol adalah memperkuat produksi.

"Saat itu saya langsung membangun pabrik sendiri," pungkasnya.

Hinda sempat mengalami kesulitan membangun pabrik. Karena produksi sekala besar berarti butuh lebih banyak modal. Selain butuh uang untuk membangun pabrik, dia juga harus berurusan membeli tanah dahulu.

Memang kebutuhan dana cepat didukung oleh pinjaman Bank. Beruntung usaha dodolnya keluarga Hinda sudah terkenal. Jadilah pinjaman mudah keluar dibanding harus menunda. Dalam sehari pada pabrik barunya mampu menghasilkan 1 ton.

Menjadi Pengusaha Tidak Mudah


Begitu selesai maka tinggal menangani pemasaran Dodol Pusaka. Hinda sendiri sadar bahwa tidak bisa mengandalkan keberadaan toko. Karena faktanya penjualan toko bersifat musiman tidak tetap. Ia juga menyadari bahwa kompetitor dodol garut semakin banyak.

Sifatnya musiman yaitu ketika ramai ketika libur sekolah. Waktu seperti liburan memang banyak orang berkunjung. Hinda memang memiliki insting bagus, tetapi apakah semudah itu. Sekarang dia menghasilkan omzet miliaran rupiah. Ia berambisi membesarkan usaha dodol mereka lebih kembali.

Sukses bisnis dodol senilai ratusan juta rupiah. Hinda tidak berpuas hati ingin mengembangkan. Dia berencana untuk mengekspor dodol. Terbukti dia mampu ekspor ke Dubai senilai 2000 buah. Melalui kemitraan dengan PT. Krakatau Steel, mengekspor sampai Dubai, Uni Emirat Arab.

Sukses ekspor dodol tidak bertahan berkelanjutan. Itu semua karena kesalahan manajemen. Namun pengusaha dodol ini optimis bisa menyambung ekspor. Agar bisa ekspor perusahaan dodol musti memiliki kemasan yang bagus. Namun resikonya biaya akan lebih besar dibanding dalam negeri.

Hinda juga melakukan serangkaian inovasi produk. Aneka rasa dikembangan Hinda agar dodol tidak monoton. Dodol Pusaka dikenal memiliki variasi rasa unik. Inilah kelebihan Dodok Pusaka dibanting produk sejenis. Salah satunya dodol rasa rujak, disusul varian baru untuk dikembangkan.

Bagianya wirausaha dodol tidak mudah dikerjakan. Meskipun diwarisi usaha sudah menghasilkan. Ia merasa kesulitan mengikuti trend. Tantangan terbesar ialah mengelola manajemen agensi. Ia ingat beberapa kali dirugikan oleh agen.

Terutama agen- agen kecil karena telat pembayaran. Bahkan ada yang tidak membayar sama sekali. Dia melanjutkan padahal produk terlanjut kirim. Agen besar juga tidak luput masalah karena mereka terkadang juga tidak bayar. Contohnya dilakukan agen besar di Surabaya, dan Cianjur.

Mereka beralasan bangkrut tidak bisa membayar. Mereka tidak mampu wajib membayar karena tak ada modal.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba