Kisah Nyata Rajin Sholat Kaya Raya Konstruksi Baja

Biografi Pengusaha Budi Harta Winata


 
Semua pengusaha memiliki kunci sukses. Begitupula pengusaha bernama Budi Harta Winata, bos PT. Artha Mas Graha Andalan. Baginya ada satu kunci sukses tidak akan terlewatkan "kunci sukses sholat lima waktu". Bahkan pengusaha kelahiran Banyuwangi ini, terus mempraktikan slogan tersebut di dalam perusahaannya.

Seorang pria 39 tahun yang sekolah di SMK. Kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, waktu kelas 5 SD harus pindah ke Palopo, Sulawesi Selatan. Dimana merupakan tempat asal sang ayah. Bagi orang Palopo, maka anak mudanya pasti pengen menjadi pelaut, tidak terkecuali Budi.

Maksudnya ya menjadi pegawai kapa pesiar. Punya duit banyak. Begitu lulus SMK, jurusan teknik mesin. ya langsung Budi berangkat menjadi pelaut. Karena tidak tau jalannya Budi memilih berhenti sementara. Ia kemudian pindah ke tempat kakaknya di Jakarta, kosan Cilincing.

Ketika sang kakak harus bekerja di Singapura, maka Budi tinggal sendirian. Untuk mengisi kantung maka ia menjalankan aneka usaha. Hingga dia akhirnya melamar pekerjaan. Tujuannya menjadi pelaut terlupa, ia malah menjadi buruh. Waktu itu, malamnya, dia berkonsultasi dulu dengan Allah lewat Sholat Tahajud.

"Ya Allah, saya mau melamar pekerjaan," kenangnya. Singkat cerita dia menjadi pegawai di perusahaan otomotif.

Ia ditempatkan di bagian pembuatan velg truk. Namun ia tidak tertantang bekerja dibagian tersebut. Tahun 95 -an ia mulai mikir. "Kalau kerja kaya gini ilmunya kemana?" paparnya. Hingga ia suatu hari melihat perusahaan tengah melakukan renovasi. Dia iseng menanyakan bagaimana menjadi kontraktor bisnisnya.

Nekat dan ikhtiar


Ia bertanya ke kontraktor yang melakukan renovasi. Menanyakan syarat menjadi kontraktor, Budi lantas diharuskan belajar gambar atau drafting. Malam harinya dia berdoa kepada Allah mau menjadi kontraktor. Lantas tiga bulan berlalu, dan ia ingin belajar di sekolah jurusan gambar arsitek, listrik dan mechanical.

Sayangnya biaya dikeluarkan tidak sedikit. Dia lantas menunda pemikiran tersebut. Berbeda dengan rasa ingin menjadi pelaut, hasratnya menjadi kontraktor tidak tumbang. Bahkan ketika di PHK langsung uang pesangon digunakan biaya. Ia ingat ketika itu dia sempat ikutan demo karena PHK perusahaan.

Empat bulan sekolah lamanya sampai dia menguasai. Lantas ia mendapatkan tawaran kerja. Akhirnya dia bisa bekerja kantoran. Tetapi dalam benaknya dia ingin sekali kerja di proyek. Doa tidak lupa selalu dia panjatkan agar tetap bekerja disana. Dari sekedar tukang gambar naik pangkat menjadi manajer proyek.

Umurnya memasuki 32 tahun, dan sudah punya istri, keinginan membuka usaha sendiri muncul. Tidaklah mudah karena dia sudah mapan kerja. Dia lalu membuka usaha las keliling. Dengan dibantu dua karyawan, dia bekerja mengelas keliling, bermodal pasang kanopi.

Ada kisah menarik ketika ia menjadi tukang las keliling. Suatu hari, di tahun 2003, istri Budi minta dia berkurban. Kala itu dikantung Budi cuma ada Rp.400 ribu. Keinginan yang begitu kuat memaksa Budi harus mengiyakan. Ia menggunakan uang tersebut semuanya. Yang mana sisanya menggunakan tabungan istri.

Hasilnya, hari berikutnya, ia mendapatkan proyek las senilai Rp.40 juta. Selain sholat dia juga meyakini bahwa perlakuan baik kepada orang tua membawa rejeki. Istilah dia pakai perlakukan orang tua seperti raja maka kamu akan mendapatkan keberuntungan.

Rajin berdoa termasuk ketika ia ingin mengembangkan usaha. Dalam doanya ia pernah berharap mampu menjalankan workshop seluas 500 meter per- segi, kemudian berdoa lagi dan tercapai sampai 1000 meter, dan terus sampai Budi punya 20.000 meter per- segi.

Kemudian Budi juga rajin bersedekah. Tidak tanggung, ia mengistilahkan punya uang Rp.1 juta nyumbang Rp.50 ribu biasa, tetapi ia mengatakan Rp.980 ribu barulah luar biasa. Meski dia bahagia makan di warung mie ayam. Dia tetap mau makan di restoran, agar memberinya semangat bekerja lah.

"Agar saya ada patokan enak juga hidup mewah," ucapnya. "Saya cuma lulusan STM. Tapi sekarang anak buah saya lulusan universitas." Bukannya sombong Budi mengaku dia lebih pintar. Pasalnya memang kita pengusaha sekolahnya di alam, lewat pengalaman.

Dari kejujuran, menjalankan ajaran Islam, dan menghormati orang tua, itulah dia terapkan menjadi andalan dalam berbisnis. Orang sukses baginya orang jujur. Diantara pekerjaan dia selalu memberika ruang bagi pegawai buat sholat. Meski secara hitungan mesin berhenti 15 menit saja, ia akan rugi sampai Rp.25 juta.

Rotan Karakter Lucu Bisnisnya Unyu

Profil Pengusaha Cismi Cikmawati


 
Kalau punya ketrampilan jangan disia- siakan. Usahakan menjadi bisnis menguntungkan. Contohlah wanita muda bernama Cismi Cikmawati. Usaha pembuatan kerajinan rotan memang sudah umum. Ide tentang ini sudah ada dibenak Cismi. Namun apa ya bisnis beda dapat dihasilkan dari bahan rotan.

Maka rotan dibentu agar tidak sama pada umumnya. Kalau biasanya rotan cuma kotak- kota aja. "Saya tuh ingin buat rotan yang enggak biasa," tuturnya kepada Detik.com. Jadilah aneka bentuk karakter yang lucu berbahan rotan tersebut.

Dari fungsi hampir sama dengan kerajinan rotan umumnya. Biasanya dipakai buat menaruh baju kotor oleh anak kosan. Berjalan waktu juga membuat tempat mainan, tempat perhiasan, dimana Cismi mengatakan ia menggunakan rotan kelas premium. Selain itu Cismi menggunakan cat berkualitas bagus.

Dia mengajak seorang teman. Teman itu pandai melukis dan jadilah bisnis tersebut. Pertama mereka akan membuat sketsa. Kemudian diserahkan kepada pengrajin rotan buat dibentuk. Keduanya menggunakan sistem sharing partner. "Kebetulan teman saya pelukis saya suka bisnis," ceritanya.

Kombinasi keduanya menjadi bisnis mengejutkan. Dari sketsa, kemudian dikerjakan pengrajin, kemudian tinggal disetujui mau dipebanyak atau tidak. Untuk modal awal dia menggelontorkan uang Rp.10 juta. Dan sampai sekarang ia mendapatkan omzet Rp.50 juta per- bulan.

Dia tidak cuma memanfaatkan internet. Cismi selain berbisnis online, juga rajin mengikuti aneka pameran dan memiliki toko real. Dua toko di Gandaria City dan ITC Mangga Dua. Untuk untung pasti Cismi enggan mengatakan tetapi ya omzet -keuntungan kotor- mencapai Rp.50 juta.

Kendala ialah kompetitor yang juga menjual produk rotan. Aneka kreasi dikembangkan seperti karakter khas Indonesia. Harga jual antara Rp.65 ribu sampai Rp.1,5 juta. Disisi lain banyak kompetitor mencoba mengikuti jejak desain mereka. Inovasi karakter tradisional dianggap akan mendongkrak brand mereka.

Ia sendiri memiliki harapan membuka toko di Bali. Namun Cismi menjelaskan ada yang memantau jadi akan susah.

Bisnis Waralaba Telor Ayam Menggairahkan

Profil Pengusaha Agung Saputro 



Bisnis ini berawal dari sang mertua. Didirikan antara tahun 1998- 200 an, bisnisnya sederhana kok yakni bertenak ayam. Hasilnya tidak terduga ketika sang menantu, Agung Saputro, bersama istrinya menjalankan bisnis bermodel waralaba.

Bayangkan mereka sudah memiliki 119 mitra, yang mana berperan menjadi keagenan, yang tersebar ke penjuru Indonesia mulai Semarang, Bandung, Surabaya, Bogor, Karawang, Bekasi, dan masih banyak lagi. Agung memang tidak menyangkan rencana tahun 2015 silam terbayar.

Awalnya bisnis mereka sangat tradisional. Namun lumayan, karena sang martua sekaligus ayah dari Debby Permatasari, mampu merubah 1 petir telor menjadi ratusan ayam. Oleh Lioe Fen Hwat, bisnis keluarga tesebut memiliki cabang sampai beberapa kota di Jawa Tengah.

Bisnis bermodel peternakan satu kota. Dimana mereka mampu mendistribusikan ke pusat- pusat penjualan langsung. Peternakannya tersebar di Kendal, Semarang, dan Solo, dengan mengusung nama Sejahtera Abadi.

Nah, ditangan Agung, besarta istri jadilah bisnis investasi jangka panjang. Sejahtera Abadi berubah nama menjadi Golden Telor. Paket kemitraan lantas diluncurkan mereka: Paket ekonomi, yakni kamu cukup bayar Rp.12,9 juta, mendapatkan stok 150kg/minggu, dimana per- bulan stok sudah tersedia 300kg buat dibeli.

Kedua paket Queen, memberikan 350kg, dan stok jualan berikutnya 350kg/minggu. Harga kemitraan ia patok adalah Rp.59 juta. Sudah termasuk surat penawaran ke instansi pemerintah, restoran, rumah sakit, dan instansi lainnya. Kemudian paket King, dengan harga kimtraan Rp.149 juta dan stok telur awalan 1000kg.

Kamu sama saja harus membeli setelah stok habis. Kalau King tidak dibebani pembelian minimal. Untung lagi kamu mendapatkan tambahan armada roda tiga. Untuk kemitraan mereka mengisaratkan hanya boleh ada satu agen Golden Telor di setiap kelurahan. Agung sendiri menyatakan omzet kamu nanti relatif setiap paket.

Umumnya mencapai Rp.30 jutaan per- bulan buat paket Ekonomi, paket Queen sampai Rp.5 jutaan, lalu paket king omzetnya mencapai Rp.10 jutaan.

Keagenan telor di Indonesia memang masih sederhana. Bersifat tradisional dimana agen akan mencari- cari sendiri suplier. Sementara Golden Telor akan memastikan kualitas telor. Dan ditambah jaminan stok tercukupi buat kamu beli.

Ditambah lagi paket Queen dan King selain dapat lisensi brand, dapat surat promosi. Istilahnya kamu nanti tinggal mengirimkan surat tersebut ke sekolah (misalnya). Ditambah lagi banner/spanduk dan kartu nama agen resmi Golden Telor. "...masyarakat awam bisa menjadi agen telur profesional," jelas Agung.

Apalagi kita tau telur merupakan sumber protein termurah. Tentu juga disukai semua lapisan masyarakat akan lebih mudah dijual. Selain itu selama ini, belum ada kompetitor mengikuti jejak Agung mewaralaba bisnis telur, inilah kenapa Tabloid Franchise menunjuk Golden Telor sebagai 100 waralaba potensialnya.

Aneka promosi dan manajemen dilakukan Golden Telor. Cara menjadi agen juga mudah yakni isi formulir dan menyerahkan KTP. Begitu sudah dibayar investasinya langsung bisa jualan. Kalau mau nanti bergabung kamu bisa mendaftar di www.goldentelor.com

Biografi Li Hijun Terkaya di China Raja Matahari

Raja Matahari Pengusaha Energi Alternatif 


 
Satu hal terpenting dalam orang terkaya ini. Bahwa dia tidak pernah berharap menjadi terkaya. Karena apa yang dia awali hanyalah mencoba sesuatu. Tekun didalamnya, dan terus mengembangkan minatnya dalam hal energi terbarukan. Namanya Li Hejun, dikenal sebagai Raja Matahari, berkat bisnis dibidang energi.

Dia menjadi sedikit dari pengusaha sukses dibidang energi. Li merupakan sosok hebat. Memulai usahanya bermodal uang pinjaman gurunya, senilai $8.000. Fokus Li adalah mengerjakan energi terbarukan yaitu panel surya. 

"Ketika saya memperjuangkan karir saya, saya tidak mengharapkan kekayaan sebesar ini," ucap orang yang pernah dijulik orang terkaya di China.

Perjalanan entrepreneurship selama dua puluh tahun. Li tercatat menghasilkan keajaiban di China. Tercatat beberapa kejadian membawanya terombang- ambing. Namun Sang Raja Matahari tetap bertahan di tahta bahkan mengembangkan panel surya berukuran mini.

Bisnis energi


Memulai berbisnis sangat awal. Mengais keberuntungan lewat penjualan instalasi listrik. Pertama kali, ia mampu mengangkat 3.000 orang, beserta pegawainya membangun 3GW (giga wat.red) pusat tenaga listrik berbahan hydro. Ya awalnya dia tidak fokus di energi matahari dan fakta tersebut didapat dari Wikipedia.

Kekuatan hydropower membawa Li maju. Bertahap bisnisnya menunjukan kemajuan, bersamaan dengan majunya ekonomi China. Energi hydro yang dia kembangkan di sungai Provinsi Yunnan, China, dimana menggunakan air terjun berketinggian 2000 meter.

Membangun bisnis tersebut mengeluarkan 3,5 juta dollar, sejak tahun 2001- 2011, maka jadilah usaha yang dijalankannya menjadi pusat energi hydro terbesar di dunia. Dimana 10% lebih besar dari energi yang dihasilkan Genzhou Dam of China, dan 30% lebih besar dibanding Hoover Dam of America.

Inilah keajaiban pertama Li Hejun. Bayangkan perusahaan kecil berkembang menjadi super- besar. Namun tidak cukup disana. Keajaiban kedua ialah transisi bisnis mereka dalam bisnis panel surya. Bersama bisnis bernama Hanergy -nama perusahaanya- mereka menyasar bisnis panel surya yang tidak seksi kala itu.

Dimulai sejak 2010 sampai 2015 silam, perusahaan Hanergy fokus, dan hasilnya tidak begitu berjalan. Ini karena perusahaan panel surya tidak terlalu diminati investor. Butuh enam tahun hingga dia menghasilkan investasi 50 juta Yuan. Di penjuru samudra, perusahaanya menjadi yang terbesar ke 1 di seluruh dunia.

Inilah keajaiban Li Hejun dalam bisnis China. Dalam konsep bisnis Li, adalah menciptakan panel surya segampang mungkin diaplikasikan. Contohnya dengan menggunakan idealisme sendiri, "menjadi kecil dan fleksibel adalah masa depan bisnis panel surya."

Selalu bersinar


Menjadikan matahari layaknya kebun bagi manusia. Konsep bahwa manusia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Menurut Li merupakan revolusi energi yang sama besarnya seperti internet. Dapat memenuhi kebutuhan energi manusia kapanpun, dimanapun, layaknya mobile internet dan mobile phones.

Beruntung pemerintahan di China melihat bahwa mereka membutuhkan energi alternatif besar- besaran karena over- consumption bau bara. Tahun 2014, naiknya pamor energi matahari, juga mengangkat dia dan perusahaannya Hanergy. Di tahun tersebut pula pengembangan panel surya tipis dan kecil diluncurkan.

Ia mengatakan,

"sangat efisien, teknologi panel surya fleksibel memungkinkan kita sebagai manusia untuk hidup tanpa cara tradisional menggunakan energi fosil dengan membakar, sebaliknya, setiap orang, bahkan setiap item dapat menghasilkan tenaga, dan masyarakat manusia akan memasuki Era ditandai dengan didistribusikan pembangkit listrik."

Berkat presistensi Li Hejun, bisnis solar panel kecilnya mengangkat saham perusahaan. Nama Hanergy kini menjadi Hanergy Holding Group. Dengan salah satu bagian perusahaanya yaitu Hanergy Thin Film Power. Tahun 2007 sampai 2011, produksi naik, bahkan kelebihan produksi buat panel surya kecilnya.

Awalnya dia hanya berbisnis tanpa prediksi. Istilahnya prematur dalam hal berbisnis panel. "Mentransform bisnis adalah resiko," paparnya. Awalnya bisnis mereka adalah hydropower, kemudian berkembang ke arah bisnis energi tenaga angin, kemudian mengadakan aneka proyek solar, seperti mengambil alih perusahaan.

Dia membeli perusahaan baterai asal Jerman, Solibro. Dia membeli produsen film kecil MiaSole, disusul Global Solar Energy, dan Alta Device. Yang mereka merupakan perusahaan solar tujuan Li. Namun jujur dia tidak berharap banyak dari segala aktifitas bisnisnya dibidang solar energi.

Pasalnya menurut Li, dirinya sudah cukup uang lewat bisnis hydropower. Ia melakukan banyak investasi bukan buat mencari uang. Tujuan Li masuk ke bisnis panel surya: Bahwa bisnis energi solar akan merubah kehidupan manusia mendatang dalam hal energi alternatif.

"Untuk saya, entrepreneurship itu tentang bagaimana memiliki keberanian untuk melakukan apa yang kamu suka, tetapi untuk melakukanya itu beresiko" ujar Li bijak.

Hanergy menginginkan perubahan besar kultur energi dunia. Kata kunci itulah kenapa bisnis Hanergy juga merambah produk turunan. Sebut saja korden solar, generator solar di atap, bahkan memasuki gadget yang berbasis energi matahari.

Sejak kecil sudah tangguh


Mimpi Li ternyata sudah sejak kecil. Li kemudian mengingat pembicaraan dengan kedua orang tuanya di 1972, sebelum revolusi kultural China (1966- 76), dimana banyak orang keluar- masuk penjara, karena mereka tidak sejalan dengan kebijakan ekonomi China.

Dia ingat ibunya sangat khawatir akan ayah Li. Pasalnya ayah Li adalah seorang pengusaha. Dimana ayah Li optimis akan masa depan. Bahwa semuanya akan berubah mendatang. Inilah dasar idealis Li lainnya soal entrepreneurship, "tetaplah waspada akan keadaan dan menyelami lah."

Meskipun ayah Li sukses. Dia menjadi pemilik tambang di Provinsi Guangdong, tetapi Li muda memilih untuk berjuang, dia berpikir untuk membuka bisnis sendiri sejak lulus Beijing Jiatong University tahun 1988. Berbekal uang pinjaman guru, Li muda memulai berjualan mainan dan elektronik bersama 17 rekan.

Enam tahun berbisnis bersama menghasilkan 80 juta yuan -dari modal 50 ribu yuan- dari berjualan aneka teknologi di Zhongguancun, Beijing. Kemudian mereka membeli bisnis hydropower dengan hasil kerja keras mereka. Tahun 2002 ia memenangkan tender enam pembangkit listrik di Provinsi Yunnan.

Bukan cuma dia melihat peluang. Ketika Li mulai membangun bisnis lewat tender tersebut. Maka bisnis ia jalankan diambil orang. Pemerintah pusat malah memindahkan ke perusahaan kecil lokal. Kesal Li lalu mengajukan tuntutan kepada developer lokal dan mereformasi perusahaanya tersebut.

Berakhir dengan Li mendapatkan satu dari enam pembangkit. Yang mana dengan kerja keras Li, diubah jadi yang terbesar di China, bahkan dunia. Hasil perjuangan Li ialah 10 juta Yuan per- hari masuk ke kantung pribadi Li. Sukses bagi Hanergy Li adalah berpikir bahwa manusia tetaplah manusia.

Meski begitu dia tetap memberikan tanggung jawab. Dia mempercayai stafnya -melalui program palatihan menghasilkan pegawai loyal- berkembang dari staf sampai manajer. Li sendiri setiap minggu memberikan pelatihan langsung.

"Entrepreneur sukses mengambil kesempatannya," ia mengatakan. "Tetapi mereka bukanlah sekedar tukang judi; mereka selalu bersiap untuk hasil terburuk."

Li tengah melihat bisnis masa depan mobile energy. Investor tidak akan melihat langsung kesuksesan. Ia tidak menjanjikan keuntungan sekarang tetapi masa depan. Dia mengembangkan bisnis besar. Sementara dunia mulai mengejar lewat berbagai proyek kecil.

"Saya menyadari bahwa 90 persen usaha kamu lakukan apapun menghasilkan 10 persent dalam kesuksesan, dan bahwa sekedar 10 persen usaha menghasilkan 90 persen kesuksesan kamu," terangnya.

Bahwa kita tidak bisa melulu bekerja keras, entrepreneur harus mampu melihat kedepan, menyelami, dan mengikuti arus, dan sampai kamu sadar dimana kamu akan bergerak. November 2013, Li meluncurkan buku, New Energy Revolution: the Power to Change China and World, yang fokus di revolusi energi.

Ia memilik karisma serta ketangguhan selama sepuluh tahun. Dia dikenal sebagai entrepreneur besar di China dan paling dihormati. Dedikasinya tentang mimpi tidak terbantahkan. Li masuk ranking pertama, atau orang terkaya di China oleh Hurun dengan total kekayaan 24,6 juta dollar pada 2015 silam.

Anggun Rotan Kisah Panut Mantan Pegawai Mebel

Profil Pengusaha Panut Muyawati 


 
Jika biasanya tas terbuat berbahan kain. Sementara kerajinan terbuat berbahan rotan. Kini, sudah ada yang namanya kerajinan tas berbahan rotan. Salah satu penggagas, ialah Panut Mulyawati, yang memanfaatkan rotan menjadi bentuk tas. Tentu tidak mudah membentuk lekukan tas hingga benar presisi.

Sentuhan artistik Panut membuatnya berbeda. Orang tidak akan menyangkan produk tersebut terbuat dari bahan rotan. Sudah ada 300 -an desain dikembangkan Panut, dimana setiap desain terlihat sudah modis tidak monton berbentuk tunggal.

"Dari sekian model disini, 70 persen merupakan hasil desain saya, dan 30 persennya dari pembeli," Panut menjelaskan inspirasi juga datang dari pelanggan mereka.

Bisnis yang lantas dinamai Anggun Rotan, dibawah naungan PT. Anggun Collection. Kini sudah mampu memproduksi 1.300 untit. Yang mana dia dibantu oleh 38 karyawan. Harganya variatif mulai Rp.50 ribuan sampai ratusan ribu, Rp.250 ribuan.

Produknya sudah sampai ke manca negara. Penjualannya tas Anggun Rotan relatif setabil. Dimana sudah 40 persen masuk ke pasar Jepang dan Kores, sisanya dijual ke pasar lokal. Yang mana ia menjualnya dari Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Khusus penjualan mereka sendiri, lebih ke arah orderan langsung pembeli. Menurut Panut sebenarnya mereka sudah mampu memproduksi hingga 2.000. Namun yang terserap baik lewat orderan khusus atau pembelian langsung cuma 1.300 buah.

Bisnis konsisten


Banyak cara digunakan Anggun Rotan agar tetap eksis. Berbagai usaha dilakukan sebagai media marketing. Sebut saja melalui selebaran brosur, sampai memasarkan langsung. Tidak kalah Anggun Rotan juga ikut merambah internet. Untuk meningkatkan nilai jual termasuk mengikuti aneka pameran.

Maksudnya agar juga ditangkap wartawan atau media masa. Terbukti nama Panut serta apa bisnisnya mulai dikenal luas oleh masyarakat. "Tapi intinya, alat promosi terbaik adalah kualitas produk," tuturnya. Kalau kualitas bagus akan mengundang viral marketing dari mulut ke mulut.

Karena memanfaatkan rotan maka banyak penghargaan didapatkan. Ini karena Panut ikut mengangkat guna rotan. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Penghargaan Program Bina Lingkungan Award 2009 dan dari Kementrian Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tempat produksi Anggun Rotan juga menjadi tempat praktik siswa atau mahasiswa magang. Terutama dari mereka Universitas kenamaan asal Yogyakarta. Kendala tersulit dijelaskan oleh Panut, justru bukan dari proses pemasaran. Melainkan cuaca yang tidak mendukung seperti hujan dan hawa dingin.

Rotan memang dikenal rentan lembab apalagi basah. Apalagi ruang produksi mereka semi- terbuka. Yang mana jika musimnya tepat menguntungkan. Berbisnis sejak 2001, ketrampilan mengolah rotan merupakan buah pengalaman kerja, dulu dia bekerja di tempat pembuatan furnitur, membuat produk berbahan rotan.

Sepuluh tahun total dia habiskan menjadi pegawai. Dimana dia berpindah dari Cirebon, Salatiga, Madiun, Solo. Penggunaan rotan sendiri merupakan buah pemikiran. Bahwa pemanfaatkan rotan sangatlah jarang buat bidang apapun. Belum optimal malah direvolusi melalui tas berbahan rotan, tas berbahan ini jarang.

Banyak rotan lebih dipakai ke arah furnitur. Kalaupun ada bentuknya belum variatif. Disinilah paran Panut mengembangkan aneka desain. Bermodal Rp.25 juta tidak langsung sukses. Ia mengingat produknya dulu masih monoton. Juga hanya mampu dijual hanya lewat toko- toko kerajinan saja.

Pokoknya Panut memulainya dengan penuh perjuangan. Maka konsistensi dibutuhkan hingga masyarakat menyadari keberadaan produk Anggun Rotan. Tahun 2005 dia mendapatkan bantuan kemitraan Pertamina. Ia tidak membuang kesempatan mulai masuk ajang pameran lewat BUMN tersebut.

Dia masuk pameran di Hong Kong, Jepang, Inggris, dan Dubai. Pertamina membantu soal manajemen serta SDM. Mei 2006 ia mendapatkan musibah berupa gempa Yogyakarta. Karyawan Panut mengalami dampak butuh waktu membangun kembali rumah mereka. Butuh waktu sampai setahun lagi hingga kembali lancar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba