Daging Sapi Berbahan Tempe Dawa Dawa Ceria

Profil Pengusaha Muhamad Hidayat



Menjadi pengusaha berarti siap berkreasi. Seperti kisah mantan reseller baju ini mencoba hal baru. Namanya adalah Muhammad Hidayat, seorang pengusaha muda asal Makassar, Sulawesi Selatan, kelahiran 29 April 1992. Yang mana profilnya sulit ditemukan tetepi kami mencoba mencari cerita terbaik.

Usahanya adalah membuat daging organik. Atau daging nabati menurut pengakuannya. Usaha tercetus ketika harga daging naik memberikan peluang. Harga daging di pasar Makassar khususnya memang tegolong tinggi. Hidayat menyebut Rp.95.000 per- kilogram. Harganya mahal butuh olahan pengganti tetapi masih sama di kualitas.

Hidayat berpikir menciptakan sesuatu, yang sama- sama bergizi, memiliki kemasan kekiniaan, serta tentu jadi lebih ekonomis. Membuat produk alternatif daging sapi buat dijadikan olahan seperti burger. Maka dia cari ke penjuru internet bagiaman membuat tempe jadi daging.

Yah berbahan tempet, usaha bernama Dawa Dawa Ceria ini, memberikan sentuhan kusus. Ditambah bumbu rahasia mampu membuat rasanya seperti daging sungguhan. Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) ini meyakinkan tidak terasa beda.

Ia sendiri merupakan mahasiswa perikanan. Usahanya dijalankan melalui serangkaian percobaan. Sampai ia benar menemukan rasa sesuai harapan. Menjadi daging nabati berasa sapi. Tempe pilihan menjadi andalah pemuda ini. Diberikan bumbu kemudian tempe digiling sangat halus. Tekstur dibuat agar tidak terasa tempe di mulut.

Dan ketika dicobakan ternyata hasilnya memuaskan. Ia menyebut butuh waktu percobaan sejak tahun 2012 sampai 2013. Lalu, dari eksperimen setahun tersebut, terciptalah daging nabati tetapi tidak langsung terburu- buru dipasarkan. "Rasanya seperti daging sapi, padahal enggak ada campuran daging sama sekali," papar dia.

Cara marketing Hidayat terbilang unik. Dia tidak memasarkan daging tersebut mentah. Malah memilih untuk membuka usaha burger dan kebab di Makassar. Bayangkan harga daging nabati dipatok Rp.2000/pcs, lalu dia olah dan jual lagi, maka untungnya berlipat jadi Rp.7 juta per- hari hanya satu gerai miliknya.

Melihat peluang lebih luas, dia mencoba menjajakan berbentuk mentah, atau seharga Rp.2000/pcs. Yang mana omzetnya sekarang (ditambah bisnis burger kebab) mencapai Rp.50 juta/bulan. 

Kebutuhan akan satu alternatif daging terbaca olehnya. Harga yang terjangkau tetapi rasa hampir sama laku terutama dikalangan mahasiswa. Cuma 2- 5 tahun bisnis siap berekpansi ke pasar luar Makassar. Dia yakin peluangnya masih besar di luar sana.

Bagaimana Rasanya Menjadi Pewaris Universitas Swasta

Profil Pengusaha Candice Gorianuy 


  
Menurut pengakuannya sendiri, dia terpaksa harus "menendang dan berteriak" coba menolak bisnis keluarga hanya beberapa bulan selepas dia lulus kuliah, Anteneo de Manila University di pertengahan 1990 -an.

Hanya saja hidup -dan ayahnya- memiliki rencana lain bagi Yvette Candice Gorianuy, yang pada akhirnya ia tidak bisa menolaknya. Dia sekarang dikenal sebagai sosok berpengaruh di Filipina.

Seorang entrepreneur maju berjiwa kepemimpinan kuat. Padahal, seingat Candice dulu, dia ingin menjadi pengacara dibanding menjadi pengusaha. Sudah masuk ke jurusan hukum, lulus, dan mencoba melanjutkan pendidikan lagi. Hingga, waktu itu, ketika sekolah hukum baru dimulai, ayah mengajaknya makan malam.

Ayahnya berkunjung ke Manila dan mengajaknya makan malam. Ayah Candice, Augusto Go, merupakan seorang businessman dan juga pemilik University of Cebu.

"Saya pikir dia takut saya akhirnya jadi gelandangan," tawanya renyah. "Jadi dia dudukan saya dan berkata ke saya "Aku membuka kampus baru dan aku mau kamu menjalankannya"," kenang Candice.

"Jadi sebagai hadiah kelulusan mereka, beberapa anak akan keluar negeri, atau orang tua mereka memberi mereka perjalanan ke Eropa, ataupun dapat mobil," ujarnya kepada Inquirer.net -terdengar penuh rasa iri jika didengar. "Saya... pergi bersekolah untuk berlari."

Pada awalnya dia berpikir akan menolak saja kesempatan menjalankan sekolah. Tetapi akhirnya tidak dapat dilakukan karena perasaan tanggung jawab.

"Pelajaran dipetik dari cerita diatas ialah: Jika seorang laki- laki datang -siapapun itu- mengajak kamu makan malam mewah, dia mau sesuatu dari mu," candanya lagi, disusul tertawa terpingkal. "Itu berlaku melampaui batas level."

Perjalanan panjang


Selama 14 tahun menjalankan karir di University of Cebu, bekerja menjadi education consellor, Candice bertanggung atas empat kampus yang terkenal di pusatnya, Visayan Island. Dia juga menjalankan kampus terpisah untuk institusi lain bernama Collage of Technology Science.

Candice semakin bertanggung jawab atas kampus swasta tersebut. Bahkan Candice malah mengambil gelar master di bidang pendidikan, di Harvard University.

Dia belajar banyak dari kampusnya orang sukses tersebut. Lalu membawa pengetahuan tersebut ke tempat dia bertugas. Memang reformasi dibutuhkan terkadang menyakitkan. Harus ada orang baru yang masuk dan orang lama keluar dari kampus.

Menurutnya, meskipun begitu, ketika seorang pemipin menggelindingkan "perubahan" dan "reformasi", maka kamu akan menemukan momentum.

Jika kamu memiliki passion tentang kualitas dan layanan terbaik, maka kamu harus percaya atas cara kamu membangun organisasi. Maka kamu akan menarik perhatian mereka yang memiliki sudah pandang sama. Ia menambahkan bahwa kamu harus tenang, karena kamu akan menarik orang bervisi sama dan akan merubah sistem.

Memang, berawal dari sekolah kampus kecil oleh sang ayah, pada 1964 lantas tumbuh besar. Semua orang berkata sekitar 44.000 mahasiswa belajar di berbagai kampus didirikannya. Mereka mulai dari mengambil jurusan kelautan, teknologi informasi, keperawatan, dan paling baru, teknik mesin.

"Kami merupakan kampus swasta terbesar di negara ini," aku Candice, "Tetapi saya maunya kualitas, lebih dari sekedar angka."

"Kami berinvestasi di fasilitas dan orang," tambahnya. Hal paling baru, Candice juga ditugaskan menjalankan rumah sakit St. Vincent General Hospital, rumah sakit level tiga yang memiliki 100 kasur, yang dia ingkan jadi rumah sakit terbesar dan layanan terlengkap di Cebu.

Sekali lagi, baginya situasi baru memberikan tantangan kembali bagi karirnya. Sebuah situasi komunitas yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam bisnis mereka. Untuk mengisi waktu luang dari kejenuhan akan rutinitas, maka dia memiliki satu hobi sekaligus passion lain; berkuda.

Bisnis sekolah


Jika waktu memungkinkan, dia akan bersekolah kuda di Lahug, Whistlejacket Farms, dimana dia mencoba menyempurnakan gaya berkudanya; dia menyukai berkuda bukan pamer lompatan.

"Itu salah satu hal mewah saya menikmati," jelas Candice. Berkuda sangat menarik, karena setiap sisinya itu memiliki kepribadian berbeda, kita tengah berbicara sifat sang kuda sendiri.

Menurutnya, berkuda mengurangi stress bekerja menjalankan kerajaan universitas miliknya, dan dapat jadi satu titik penyemangat di pagi hari.

Candice juga menyukai musik terutama menjadi fans band U2. "Band terbaik di dunia," tambah Candice lagi, mencoba meyakinkan kamu. Maka tidak salah jika dia memiliki semua DVD konser milik mereka. Dia juga masuk ke kelompok penggemar khusus, memberikan tiket konser awal dimanapun terutama New York.

Dia berkata bahkan dia dapat memasan dua tiket satu tahun kedepan. Jika event -nya sudah direncanakan selama satu tahun sebelumnya, maka Candice dapat duluan. Ia pernah sekali memesan dua tiket sekaligus. Dan ketika pewarta bertanya, Candice menjawab, untuk kemungkinan mendapat lelaki masa depannya.

Akhirnya Candice membuang tiket tersebut. "Tetapi itulah jalan hidup. Saya bisa menjadi impulsif, tetapi saya coba mencoba melanjutkan hidup, hidup untuk memenuhi diri sendiri."

Jadi dimana pelampiasan cintanya setiap waktu?

"Untuk kuda- kuda saya? Selalu," ujarnya sambi tertawa tetapi lantas berubah menjadi serius. "Ketika orang tepat datang, maka akan selalu ada waktu."

Bertanya tentang pencapaian paling membanggakan sejauh ini, maka tidak tentang suksesnya mengangkat kampus swasta miliknya. Ataupun tentang senangnya pemegang saham, ataupun tentang tantangan terbaru yaitu ia harus menjalankan rumah sakit.

Tetapi dia malah menunjukan kliping koran sebuah pristiwa. Yakni kecelakaan kapal tenggelam tahun 2008, dimana banyak orang terselamatkan berkat sang kapten. Dan perlu kamu tau nih, kapten kapal laut ternyata adalah mahasiswa University of Cebu. "Kami menjadi lebih terorganisir karena kami tau apa yang kami mau."

"Inilah momentum paling membanggakan," ucapnya. "Saya berpikir kami membuat perbedaan disini."

Kata Motivasi Tantangan Terbesar Pengusaha Muda


"Tantangan terbesar kamu sebagai entrepreneur bukanlah bagaimana menutupi ide kamu agar tetap menjadi rahasia, tetapi tentang bagaimana meyakinkan orang bahwa kamu sebenarnya tidak gila dan kamu bisa membuktikan hal tersebut," Sean Parker, co- founder Facebook.

Contoh Membuat Usaha Popcorn Enak Sehat Modern

Profil Pengusaha Cassandra Stavrou dan Ryan Kohn 



Namanya orang di tengah siang hari bolong bisa aja lapar. Hanya Cassandra Stavrou berpikir sejenak apa ada makanan ringan sehat sekarang ini. Jawabannya mengejutkan sukar menemukan sesuatu yang memiliki kalori rendah, tetapi tetap enak. 

"Kamu antara memilih makanan sehat yang tidak selera, atau mencari sesuatu nyeleweng yang akan membuat kamu bersalah," ucap Cassandra.

Ketika ide tentang makan popcorn muncul. Pikiran tentang sesuatu tidak sehat muncul. Apa sih yang salah dalam sekantung popcorn aneka rasa itu. Ide tentang makanan sehat membawa Cassandra jadi "terobsesi" hingga menjadi bisnis.

Ia menghubungi sahabatnya sekaligus patner usaha, Ryan Kohn. Keduanya lantas membahas mesa depan si popcorn enak tersebut. Tentu keduanya banyak berbeda pandangan menganaih hal tersebut. Hanya saja, ia memang menemukan sabuh titik celah, hal itu lantas diamini oleh Kohn sebagai patner bersama berbisnis.

"Dalam beberapa bulan kami menyadari kami membuat satu tim terbaik jadi kami mulai mencoba meraba," ujar Kohn menambahkan.

Bermodal uang pinjaman £30,000 dari ibu Kohn, keduanya meluncurkan startup yang bernama Propercorn, brand bagi usaha pembuatan popcorn. Waktu itu, usahanya didirikan di kamar apartemen milik Kohn, yakni Belsize Park, Northwest London, tahun 2011 lalu.

Memulai bisnis


Cassandra disebut Kohn sebagai dibalik ide bisnis tersebut. Ini bisnis pertama Cassandra, meskipun dia pernah bekerja di industri makanan, tidak ada pelatihan bisnis tertentu. Sedangkan Kohn sendiri bisa dibilang sudah berbisnis sendiri. "...Saya sedikit bisa dibilang seorang serial entrepreneur," tutur Kohn.

Jadi ketika Cassandra menghubunginya pertama kali, bulu kuduk Kohn naik "Ayo bekerja bersama, kita lihat apa yang terjadi," ucapnya penuh semangat.

Selama dia ingat selalu ingin membuat bisnis sendiri. Kohn akhirnya berbisnis berkat Cassandra, sebelumnya hanya pegawai biasa, yang beberapa kali mencoba. Waktu itu dia masih bekerja di level pemula beberapa tahun saja. Hingga dia yakin akan bisnis Propercorn, dia lantas membicarakan hal tersebut kepada sang ibu.

"Dia mengingatkan saya bahwa hadiah terakhir ayah saya belikan untuk saya sebelum ia meninggal adalah satu mesin popcorn. Rasanya seperti tanda tambahan bahwa ini adalah ide yang tepat untuk memilih. Jadilah saya berhenti dari pekerjaan saya!"

Bagaimana dengan Cassandra? Dia berkuliah di Jurusan Hukum. Sebuah pilihan bijak mengingat tempat itu paling nyaman mencari pekerjaan. Hanya saja, ternyata dalam benak Cassandra memilik hasrat untuk dapat membuka usaha sendiri. Jurusan hukum merupakan pencapain tertinggi di keluarga, tetapi belum cukup.

Dia bekerja di sebuah firma periklanan besar di London. Sambi berjalan waktu, ide tentang Propercorn itu muncul, maka dia mulai membangun citra brandnya dari meja kerjanya. Sejak awal dia sudah merasa tidak tepat bekerja di tempat tersebut.

"Saya selalu, selalu ingin menjalankan bisnis selama saya bisa ingat," katanya. "Usia 14 adalah ketika saya pertama kali mulai berpikir tentang hal itu."

Cassandra masih berumur 24- 25 tahun, memiliki ide tentang bisnis popcorn sehat, dan dia mencoba untuk mewujudkan hal tersebut. Sempat berpikir akan sukses beberapa bulan saja. Ternyata ketidak sabaran itu malah menjadi bertolak belakang. Barulah setelah dua tahun, Cassandra mendapat kesuksesan didambakan.

Bagaimana kamu membangun ide kemudian mambentuk brand?

Nomor satu ialah mau mengambil resiko. Cassandra juga mempercaya diri bahwa punya rasa percaya diri. Semua orang menurutnya adalah entrepreneur, cuma bedanya bahwa kamu lakukan atau tidak. Hanya kembali lagi hal tersebut sekali lagi tentang passion dan antusias.

Bisnis kuliner


Sebagai keturunan Yunani, merasakan makanan enak khas merupakan hidup Kohn. Dari Cyprus, orang yang asli Yunani, cinta akan makanan dan kultur hidupnya. Dia suka mengadakan pesat besar. Bahkan Kohn juga menjadi koki utama dalam acara tersebut. Kohn selalu berlebihan dalam memasak sampai cukup untuk esok hari.

Meski makanan merupakan hal dicintai. Menjadi entrepreneur bukanlah hal termudah baginya. Untuk itulah ia rela belajar lewat pelatihan usaha kecil. Belajar mengani arus khas serta bagaimana mengatur pekerjaan. Resep Propercon sendiri datang dari Ibu Kohn. Bedanya dibuat secara kusus hingga minyaknya tidak lebih.

Meski begitu banyak orang waktu itu meragukan. Kohn tetap pada pendiriannya membuat popcorn. Kamu butuh rasa percaya diri agar tidak mundur kebelakang. Karena perlu dicatat orang tidak percaya akan ide kamu sampai kamu membuktikannya.

Dia dan Cassandra memang ambisius soal bisnis. Membuat rencana bisnis ambisius penuh pencapai. Namun, pada akhirnya, mereka cuma membutuhkan melihat kebelakang dan membuat wajah brand kembali. Mereka mencoba membangun ikon Inggris melalui Propercorn. Sangatlah penting orang berpikir mereka jadi pemain utama.

Beruntung justru ketika kamu memiliki pesaing. Kohn sendiri tidak menampik pasar makanan sehat tengah digemari -begitupula jajanan popcorn. Ini bukan cuma soal passion saja. Butuh kejelian visi mencapai satu titik tujuan masa depan. Bagi Cassandra, hanya ingin membuat popcorn, menjadikan itu altenatif makanan sehat.

"Sebuah makanan ringan yang memberikan rasa dan kesehatan, sesuatu yang saya bisa sampaikan kepada konsumen di Inggris," ujarnya kepada The Guardian.

Menjadi entrepreneur memang identik dengan modal uang. Jika beberapa entrepreneur memilih langsung tancap gas, bermodal seadanya. Mereka cenderung tidak berpikir tentang pasar. Beberapa pengusaha lebih memilih mengamati pasar dan membangun brand -nya.

Maka itulah Cassandra, entrepreneur wanita yang memilih mundur sejenak bermimpi. Baginya, hal pertama adalah menabung, menabung, menabung. Ia mundur untuk tinggal bersama orang tua. Kemudian mengambil satu pekerjaan.

Ia pernah bekerja di kafe dan jadi tukang lukis. Akhirnya dia mendapatkan £10,000 untuk mengembangkan produk. Juga dijadikan landasan membuka usaha. Diwaktu itu, ia menyadari membutuhkan satu tim kerja, menjadi entrepreneur terkadang tidak bisa sendiri. Keduanya lalu resmi meluncurkan bisnis Propercorn sejak 2011.

Membangun Propercorn, mereka menciptakan kemasan menarik dalam brand. Aneka rasa seperti rasa buah kelapa atau rasa vanila jadi andalan. Mereka bersama bekerja cukup lama membangun aneka rasa. Untuk hal pengembangan varian, satu tim sepakat membahas bersama ketika makan siang.

"...dan membuat semuanya jadi bersemangat dan sesegar mungkin," tutur Kohn. Karena Kohn juga memiliki jiwa seni. Tidak salah jika akhirnya Propercorn menjadi salah satu sponsor London Fashion Week.

Bos Erajaya Modal Gerai Ponsel Menjadi Raksasa

Biografi Pengusaha  Budiarto Halim


  
Moto bisnis Budiarto Halim adalah kekeluargaan. Kerja keras saja tidak akan cukup baginya mencapai titik seperti sekarang. Dia adalah CEO PT. Erajaya Swasembada Tbk, Baginya kesuksesan itu tentang kerja dan kaluarga dilandasi kesehatan jasmani dan rohani. Sukses Erajaya ternyata berbekal gerai kecil di Grogol, Jakarta.

Erajay sudah besar bahkan memiliki ratusan gerai. Tepatnya ada 326 gerai Erafone yang masih bertambah lagi. Bisnis mereka ialah distribusi telephon seluler ke penjuru gerai lain, sampai 19.000 gerai lewat 90 pusat ditribusi. Kinerja tim menjadi andalan Budi, sapaan Budiaarto Halim, semakin giat menjalankan bisnisnya.

Tim harus percaya akan moto perusahaan. Percaya akan perabahan. "Jadi kita ikut terbawa," terang Budi. Ia menyebut bisnis tidak selamanya mulus.

Erajaya pernah mengalami kehilangan pasar ponsel. Waktu itu munculnya Blackberry merebut perhatian kita dari ponsel semacam Nokia. Ketika itu di tahun 2009 -an, Erajaya masih dalam pertumbuhan pesat, maka ia mengambil banyak keputusan cepat.

Dia bersama meyakinkan karyawan. Mereka harus bekerja sama kembali merebut pasar telekomunikasi di tingkat nasional. "Kita tidak meninggalkan perusahaan," jelasnya. Maka ketika ada kesempatan mereka pun masuk ke pasar smartphone. Salah satunya lewat toko AndroidNation ketika jaya Android mulai nampak.

Bayangkan, ditangan Budi, ada nasib 4.000 karyawan jadi tidak ada waktu bersantai. Dibutuhkan seimbang antara manajemen karena itu keputusan bersama.

Bisnis kecil


Dia bersama sang kakak ipar, Ardy Hardy Wijaya, memulai usahanya dari bawah. Mereka ingat betul rasa manis pahit bersama berjualan dari toko kecil di JL. Rawa Bahagia  1 No. 12, Grogol, Jakarta Barat. Yang mana usaha mereka dimulai sejak 1992. Sebuah embrio kesuksesa Erajaya yang terus tumbuh mengikuti arus.

Sebuah toko kecil seluas 7x5 meter, yang kini disulapnya menjadi ratusan toko, dibawah bendera bisnis PT. Erajaya Swasembada dari 1 menjadi 400 gerai toko di mal penjuru Indonesia.

Ide bisnis bermula kayakinan akan masa depan telekomunikasi. Rasa penasaran Budi yang melihat banyak orang asik memegang hp tahuan 90 -an. Inilah awal pemikirannya masuk ke bisnis selular. Waktu itu masih dalam transisi AMPS menuju GSM di Indonesia.

Awal sekali, Budi ternyata pernah bekerja di perusahaan seluluer AMPS tersebut. Bayangkan ketika bekerja disana, dia melihat orang rela antri untuk membeli gadget jadul. Uang Rp.17 juta sampai dirogoh dalam untuk memuaskan hasrat mereka. "Itu pada tahun 1991, 1992, Rp.17 juta itu besar loh," jelasnya kepada Detik.

Pasaran telekomunikasi sudah dibaca oleh Budi. Dasar lain ialah kehidupan sosial masyarakat sendiri akan sangat didukung gadget. Seolah sudah meramalkan Budi mengajak kaka ipar membuka toko di Grogol. Ini sesuai dengan prediksinya terbukti usaha miliknya berjalan tanpa hambatan berarti.

"Kita melihat adanya kesempatan di pasar telekomunikasi, kita membuka satu toko," jelas Budi lagi. Agar menarik perhatian penerapan strategi toko modern dilakukan. Entah ide dari mana, toko kecil Erajaya sudah memiliki showcase sendiri, segala macam headset tersedia, layaknya toko seluler sekarang ini.

Ia tidak ingat betul berapa modalnya. Tetapi ia yakin waktu itu modalnya kecil seadanya mereka punya. Jadi faktor kesuksesan Erajaya ternyata terletak kemampuan membidik brand baru.

Visioner berbisnis


Berawal dari lima orang karyawan saja tumbuh pesat ratusan. Erajaya mengikuti arus perubahan dalam bisnis telekomunikasi. Jamannya Samsung, Sony Ericson, dan Motorola, pernah dirasakan. Sampai dia menyadari satu brand memiliki potensi di masa mendatang. Jalan AMPS mulai ditinggalkan menuju eranya GSM lewat HP.

Budi adalah karyawan perusahaan produk AMPS, bernama PT. Elektrindo Nusantara, dimana menjadi satu pemasok produk Motorola, Siemens, dan Sony. Ini merupakan perusahaan dibawah perusahaan Bimantara Group. Mereka merupakan pemegang kuasa lisensi atas produk Advance Phone System atau AMPS itu.

Waktu itu, Erajaya masih toko, dipegang kendalinya penuh Ardy. Sementara Budi bekerja di luar melihat kesempatan serta peluang. Jenuh menjadi pegawai biasa di Elektrindo, maka Budi melirik Nokia, brand yang kurang terkenal waktu itu. Karena sama- sama kecil maka keduanya mampu membuat kesepakatan besar.

Secara resmi perusahaan PT. Erajaya Swasembada lahir. Di tahun 1996 sudah berbedan hukum menjadi satu pemegang distribusi produk Nokia di Indonesia. Berjalannya waktu nama Nokia yang naik membawa dampak pendapatan besar bagi Erajaya.

Walaupun terlihat menjanjikan Budi tidak berhenti bekerja. Dia tercatat malah bekerja kembali. Tepatnya dia menjadi direktur perusahaan lain, PT. Artha Graha Sentral. Tercatat dia menjadi sosok sentral di berbagai perusahaan besar, kurun waktu 2000 sampai 2005, Budi pernah menjadi CEO PT. KIA Mobile Indonesia.

Merasa ditempat tepat, melalui Nokia, Erajaya sangat diperhitungkan dalam bisnis telekomunikasi. Dari kecil tumbuh besar bersama laju pamor perusahaan perangkat tersebut. "Kemudian ada perubahan dari AMPS ke GSM, saat itu kita berubah juga," tegasnya. Karyawan Erajaya mulai dari 4- 5 di tahun 92- 92 jadi puluhan orang.

Usaha Erajaya makin membesar. Sampai Budiarto harus turun tangan sendiri. Ia memutuskan untuk masuk ke bisnis Erajaya sejak 2005. Semua berawal dari perkumpulan keluarga, dimana Budi dan Ardy mulai membahas nasib Erajaya. Budi memutuskan keluar dari KIA dan fokus mengerjakan Erajaya sejak saat itu.

Alumni Universitas San Fransisco, Jurusan Administrasi Bisnis, memang menyukai dunia gadget dibanding dunia otomotif. Jadilah dia lebih paham arus pergerakan dunia telekomunikasi sekarang. Ia pun menyebutkan Erajaya sudah terlanjur besar kenapa harus berhenti di tengah jalan.

Ketidak puasan membawa Erajaya selalu berinovasi. Ditengah aneka krisis tetap jaya, sebut saja ada krisis moneter 98, dimana Erajaya terkena dampaknya tetapi tidak surut. Budi menyadari tidak cuma dirinya yang terkena masalah.

Masalah terjadi ketika penjualan Nokia menurun. Waktu itu smartphone mulai mencuat mengambil pangsa pasar. Nilai internet menjadi booming dari sekedar HP untuk mencatat agenda, game seperti Nintendo, atau kamera. Internet seolah mulai menjadi hal menarik. Disaat internet belum terlalu booming maka Erajaya masuk.

Pangsa pasar ponsel berinternet biasa mulai bergeser. Ketika Erajaya cuma fokus di mereka Nokia, butuh satu langkah inovatif, maka Budi mulai melirik produk Blackberry, Samsung, bahkan Apple. Untunglah para pegawai mempercayai insting Budi soal pasar telekomunikasi. Karyawan dan manajeman tetap mendukung dia.

Tahun 2005 menjadi titik balik, Erajaya tidak lagi cuma menjual satu brand, mereka siap merambah ke bisnis ritel untuk aneka produk mobile. Erajaya bahkan mengimpor aneka produk gadget asal Korea, China, dan India. Produknya sangat banyak sampai ditampung gudang khusus sekitar 1,6 juta unit.

Erajaya berjaya


Tercatat mereka mengantongi ijin distribusi Sony Ericsson, HTC Dell, Huawai, Nokia, Motorola, LG, Black Berry, Acer serta Samsung. Erajaya juga berani membuat gadget sendiri yakni Venera. Untuk memperkuat di bidang telekomunikasinya, maka Erajaya bekerja sama dengan operator Axis, Esia, Indosat, Telkomsel, dan  XL.

Produknya menyebar lewat jaringan distribusi ritel Erajaya. Dari master dealer dan dealer, mulai agen retail sampai gerai ritail Erajaya. Penjualan gerai Erajaya menjadi pemberi untung terbesar. Trik suksesnya ialah selalu mengikuti tren perubahan. Mengikuti geliat pasar mobile, konsumen sendiri lebih memilih beli di tempat resmi.

Mereka nyaman mengikuti live demo ataupun konsumen coba sendiri. Pada 2007, berdirilah Erafone di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, penempatan marketing serta kemampuan melihat pangsa pasar menjadi andalan Budi. Untuk mempermudah konsumen maka dimulailah konsep ritel berbasis brandednya.

Seperti Blackberry Store, atau kerja sama dengan Carrefour, berupa join venture bisnis menjanjikan. Lalu berdirilah gerai besar Erafone dan Erafone Megastore -malnya ponsel mobile. Berdirinya mal ponsel sangat lebih menjanjikan dibanding kerja sama sewa di pusat perbelanjaan. Erafone Megastore mendukung gerai- gerai Erafone.

Budi lantas mendirikan Android Nation. Melirik pangsa pasar Androi yang makin menggila. Ia menarget produk berbasis Android khusus. Kemudian Erajaya melakukan penjualan online serta mengakuisis iBox. Ini dijelaskan lebih detail oleh Budiarto lewat wawancara eklusip Kotakpandora.com.

"iBox merupakan gerai premium yang menjual gadget khusus merek Apple," pungkasnya. Langkah akuisisi ini dianggap strategis merebut pangsa pasar gadget keseluruhan. Jadi total Erajaya menjadi pemain tunggal dari Blackberry -lewat akuisisi TAM (Teletama Artha Mandiri, distributor resminya)- , Android, dan juga Apple.

Google sendiri lah yang mengajak Erajaya membangun Android Nation. Pasalnya Erajaya ini sukses merajai pasar distribusi ponsel di Indonesia, di Jawa saja sudah empat pusat ditribusi. Untuk Android Nation juga menyangkut iOS bukan sekedar memajang produk dummy atau daftar harga. Disini orang bisa upgrade sistemnya.

Secara umum, pria 47 tahun ini menjelaskan bisnisnya, perusahaan Erajaya terbagi antara lain, yaitu PT. Erajaya Swasembada menjalankan distribusi produk Nokia, PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) distributor Blackberry, Sony- Ericsson, Samsung, dan Huawei.

TAM juga pemegang brand Venera. Anak usaha lain PT. Erafone Artha Retalindo, pemilik dan pengelolaan gerai nasional Erafone. Kemudian ada PT. Sinar Eka Selaras, distributor resmi Apple, Acer, Dell, LG, dan Motorola. Masih adalagi PT. Mulit Media Selular, PT. Data Media Telekomunikasi, dan PT. Prakarsa Prima Santosa.

Tiga perusahaan terkahir diatas perlu dijelaskan, merupakan jaringan distributor produk milik operator seluler di Indonesia. Itulah aneka anak perusahaan Erajaya Group. Kekuatan Erajaya adalah fokus mengambil satu pangsa pasar komunikasi lengkap. Erajaya sukses menggabung distribusi, ritel, korporasi, komunitas, dan penjualan.

Total memiliki 87 titik distribusi, 399 gerai, dan 20.500 agen pihak ketiga, yang tersebar di seluru penjuru Indonesia dibawah 12 anak perusahaan. Perusahaan yang dulunya itu cuma 5 pegawai, kini, mereka memiliki sekitar 4.764 pegawai.

Berbisnis cerdas


Masalah utama dihadapi Budiarto ialah SDM. Kendala lain nampaknya tidak begitu mengganjal bagi kisah sukses bos Erajaya ini. Untuk itulah dirinya getol mendidik pegawai, termasuk mendirikan training center bagi para calon pegawai. SDM harulah aktif, bergerak cepat mengikuti perubahan tren, juga siap menghandapi konsumen.

"Mereka harus mau belajar tanpa batas, dan harus mutakhir," papar Budi kepada pewarta Kontan.

Bicara tentang kompetitor dianggapnya tidak ada masalah. Dia santai menyebut kompetitor merupakan sosok kawan lama SMA ataupun SMP. Ketika terjadi gesekan maka tinggal menghubungi dan masalah selesai. Maka pantaslah dia mendapatkan penghargaan Indonesian Entrepreneur of the Year 202 Ernest & Young.

Tidak menjadi juara pertama, beruntunglah Budi mendapatkan relasi ajang tingkat global tersebut. Menjadi pengusaha industri telekomunikasi khususnya di Indonesia, Budi sadar akan ketertinggalan kita. Mereka lebih maju dibanding kita. Tetapi bukan berarti kita harus minder jika berbisnis dengan mereka loh.

Erajaya mendapatkan ujian puncak ketika bisnis konten merambak. Telah menguasai dari gadget, sampai hal penyedia layanan seluler, maka puncaknya mengakuisi perusahaan konten, PT. Inovedia Magna Global milik Kingsville Union. Ltd. Memang bisnis konten tengah digandrungi apalagi semenjak persaingan smartphone global.

Saham akusisi mencapai 30%, dimana aplikasi pertama diluncurkan adalah Picmix. Apakah itu? Mudahnya satu aplikasi khusus Blackberry untuk mengedit foto. Klaim Budi, Picmix telah memiliki 11 juta anggot aktif menggunakan.

Desember 2011, Erajaya memutuskan go public, melepaskan saham ke pasar modal. Nilai saham IPO saat itu cuma Rp.1.000 per- lembar dan naik sampai Rp.2.875. Erajaya mampu meraup dana mencapai Rp.920 miliar. Tidak salah mereka masuk pasar saham, laba bersih mereka naik 46,8% dan 21%, dari Rp.12,8 jadi Rp.15,5 triliun.

Lima landasan bisinis bagi Budarto adalah integritas, dinamis dan inovasi. Meski telah sukses, Erajaya masih punya pekerjaan rumah, mengedukasi masyarakat agar membeli ke distributor resmi. Karena jujur masih banyak orang memilih belanja gadget di Roxy.

"Orang lebih nyaman (di Erajaya), bisa mencoba karena kita enggak kasih dummy (tiruan) tetapi yang asli, dia bisa coba di toko kita," tegas Budiarto

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba