Anyaman Rumput Kering Aneka Tas Wanita

Profil Pengusaha Mawar 


 
Apa jadinya kalau rumput dijadikan kerajinan. Ternyata bisa, dan menghasilkan jutaan rupiah. Seperti halnya wanita bernama Mawar ini. Wanita 32 tahun asal Nusa Tenggara Barat, asal Dusun Ngurbaya Gawah, Des. Batu Mekar, Kec. Lingsar, Kab. Lombok Barat, yang menamai usahanya Mawar Art Shop.

Usahanya pembuatan aneka tas berbahan rumput. Awalnya masyarakat sekitar membuat menjadi tatakan piring, nampan, ataupun tempat perhiasan. Ditangan Mawar produk lokal merambah aneka aksesori wanita. Uniknya rumput tersebut tidak dimakan rayap tetapi kuat seperti rotan.

Alhasil dia mendapatkan penghargaan UNESCO Award, dari PBB, disaat mengikuti Trade Expo Jakarta tahun 2010 silam. Nama rumput ini adalah rumput ketak. Menurut Mawar sudah lama dikenal memang bisa digunakan menganyam. Meski begitu soal pemasaran warga lokal cenderung enggan dan abai marketing.

Maka Mawar bersama suami, Suhartono, merintih usaha mapan sendiri sejak 1999. Fokus membuat semua kebutuhan fashion wanita. Soal marketing diamati betul oleh pasangan pengusaha ini. Mereka merasakan kita tidak bisa menunggu pelanggan datang ke galeri seni kita.

Mawar berserta beberapa pengrajin lain membuka galeri sendiri. Meski terletak dikawasan pelosok tetapi itu tidak membuat mereka patah semangat. Meski begitu usaha lokal rumput ketak merambah penjualan sampai ke Bali. Setiap produk dipajang dijejerkan siap didatangi pembeli dipesan sampai manca negara.

Hingga, pristiwa bom bali 2002 terjadi, berjatuhanlah galeri kesenian kampung. Berguguran hilang pesanan dari Bali, lain hal Mawar Art Shop, dia dibantu kakaknya tetap mampu bertahan hingga sekarang. Semua karena Mawar tidak mau berdiam diri kehilangan pendapatan, tetapi menjemput bola pelanggan.

Promosi cerdik


Sejak awal Mawar menerapkan marketing langsuang. Salah satu andalannya ialah mengikuti aneka pameran. Dia ikuti saja dinas terkait ataupun bank pemberi kredit bisnisnya. Aneka pameran ternyata memberikan dorongan penjualan partai banyak. Atau juga penjualan secara eceran, laris manis diborong oleh pembeli.

Bahkan dia mendapat pesanan ekspor. Dua tahun berselang sudah mengirim ke Jepang, sampai 3.000 buah per- tiga bulan. Termasuk pesanan langsung Amerika, Kanada, dan Australia, di tempat. Ia mempertahankan strategi tersebut. Di kampung, yang dulunya ada 12 galeri, kini tinggal galeri Mawar Art Shop yang bertahan.

"Dengan jemput bola, justru lama- lama tamu yang mencari art shop kami di kampung," jelas Mawar.

Uniknya melihat bisnis Mawar awet, para perajin lain malah memilih tidak berbisnis. Padahal mereka masih berproduksi. Mereka memilih menyetorkan produk mereka ke Mawar. Inilah yang kita sebut sebagai satu kekuatan brand yang tidak bisa dibeli. Mereka juga menyetor ke toko lain tetapi terbatas di kawasan Bali.

Dia menjelaskan 75% produksinya merupakan tas aneka bentuk khusus perempuan, dikombinasi aneka kain tenun ataupun batik. Sisanya standar produk berupa aneka perelengkapan rumah tangga.

Mengikuti aneka pameran tingkat nasional membawa untunga. Menembus pasar ekspor, membawa nama Mawar sampai ke negara Jepang dan Korea. Tepatnya dia diajak mengikuti pameran Tokyo Gift Show dan Seoul Gift Show. Produk karyanya mendapatkan pendampingan khusus Japan External Trade Organization (Jetro).

Usaha yang didukung oleh ribuang pengrajian lokal daerah. Mawar mampu memenuhi permintaan ekspor yang tinggi. Dia dibantu oleh 30 orang pegawai giat melakukan promosi. Uniknya baik pengrajin maupun dari pegawainya kebanyakan perempuan. Menurut cerita sih mereka ibu- ibu yang ditinggal suami menjadi TKI di Malaysia.

Pekerjaan pun dapat dibawa pulang mempermudah produksi. Mereka cukup membawa bahan baku, yang dibayar sistem borongan, dibawah kordinasi 10- 15 orang kordinator.

Kalau dimisalkan produksi tas butuh waktu 3-4 hari, maka upah dibayar ialah Rp.100.000- 150.000 per- buah. Kebanyakan pegawai Mawar merupakan pegawai sampingan. Mereka nyambi sambi mengurusi anak atau memasak di dapur. "Banyak dari janda- janda Malaysia," pungkasnya. Tetapi mereka bukanlah janda sungguhan.

Itu sebutan bagi mereka istri ditinggal suami bekerja di Malaysia. Mereka baru mendapatkan kiriman enam bulan sekali. Ia menjelaskan bahwa sukar bagi mereka memenuhi kebutuhan, tentu sukar mengatur jumlah pengeluaran. Kerajinan ketak setidaknya memberikan penghasilan tambahan. Harga jualnya Rp.150.000- Rp.1,5 juta.


Semakin rapat rumput maka semakin mahal harga jual. Semakin lama pula pembuatan sehingga kualitas bisa terjamin. Pengolahan rumput ketak cukup dibelah dan diambil intinya. Mawar kemudian menyerut rumput itu disesuaikan ukuran. Rumput lantas dikeringkan diatas matahari sampai kering baru dianyam.

Meski terlihat sepele tetapi dibutuhkan kecekatan. Selain itu kondisi matahari sangat menentukan keringnya bahan baku. Ia menambahkan bagian luar jangan dibuang karena juga dapat dianyam. Mengerjakan usaha ini cukup bermodal pisau, pisau serut, dan kulit bekas baterai (untuk menyeragamkan ukuran).

Kegunaan Rumput Laut Selain Dijadikan Makanan

Profil Pengusaha Rosaria Piseri


 
Rumput laut berwarna hijau, licin, serta sedikit bau. Tapi entrepreneur Rosaria Piseri, sangat terobsesi lama akan rumput laut. Hidup di daratan Milan, Rosaria tinggal dekat lautan, dan, diumur 46, dengan anak yang telah tumbuh, dia memilih mengangkat tongkat dan pindah ke pulau Irlandia dekat pantai barat.

Semuanya demi mengikuti hasrat entrepreneurship. Pindahan itu beruntung mendorong lahirnya perusahaan. Dia menamainya Algran, yang membuat dan menjual rumput laut berupa aneka produk atau obat keluarga. Tambahan lain yaitu pelembut berbaha rumput laut, masker wajah, sampo, sabun dan juga kosmetik.

Nama perusahaan yang merefleksikan tempat lahir -pulau Aran- yang sudah lama memiliki tradisi memakai rumput laut olahan, baik untuk makanan dan penyubur tanaman.

Rosaria menjadi sangat tertarik akan rumput laut. Dia menemukan bahwa ini bisa meningkatkan kesuburan. Ia menyebutkan penyubur natural untuk buah anggur. Sadarnya waktu itu, sebelum membuka perusahaan, dia pernah bekerja di perusahaan wine asli Italia.

Semangat 45


Efektifitas rumput laut menjanjikan, menyemangati dirinya untuk meneliti lebih lanjut. Hingga dia mendengar kabar bahwa di Irlandia ada perusahaan ekstrak rumput laut. Rosaria memutuskan pindah ke Irlandia segera.

"Itu indah. Maksudku rumput laut bisa [memiliki] benar, efek-benar menakjubkan pada tanaman," katanya

Terkagum- kagum, dia mengajukan impor rumput laut sedikit. Awalnya dia cuma gunakan untuk pupuk dari tanaman hias dan kebunnya. Ia mulai membeli lebih banyak hingga dijual ke teman.

"Saya benar- benar dipimpin hanya oleh gairah. Dan saya berpikir, "Ini akan menjadi sebuah bisnis, ini akan menjadi sebuah bisnis." Saya hanya punya perasaan bahwa itu akan bekerja."

Rasa penasaran makin tumbuh terbukti didepan mata. Rosaria menyediakan waktu melakukan serangkain penelitian. Temannya bahkan sempat komplain Rosaria selalu berbicara tentang rumput laut. Meski begitu dia belum fokus berbisnis penuh. Sampai temannya itu jatuh sakit sampai meninggalkan dunia.

Karena kanker temannya mendorong Rosaria semakin bekerja keras. Dia mendedikasikan membuat bisnis. Ditambah lagi, ia mendengar diagnosa temannya, dan menemukan fakta tentang rumput laut. Apasih dapat ia temukan dari rumput laut buat obat. Sayangnya sang teman itu akhirnya meninggal sebelum dia menemukan obat.

"Jadi itu semacam janji saya membuatnya. Saya ingin terus di ini, saya ingin tahu lebih banyak," tuturnya.

Rosaria sebenarnya mendapatkan pekerjaan di Pulau Aran. Dia mendapatkan rumput laut perusahaan asli dari Italia. Tetapi berhenti, dan akhirnya dia tidak mendapatkan pasokan, tetapi bersyukur ia mendapatkan pekerjaan perusahaan rumput lau agrikultur.

Dia masuk ke perusahaan asal Donegal yang memulai pemrosesan. Ia lanjut membuat perusahaan sendiri di 2004. Dibantu oleh Michael McCloskey, petani rumput laut lokal, yang ditemuinya di Donegal, bergabung menjadi patner bisnis, menyediakan perjanjian kosong Michael bisa memiliki kantor dan juga perusahaan.

Gantinya Rosaria diperbolehkan melakukan percobaan produk. Ia akan menyajikan produk ke pengunjung, menggunakan resep tradisional Italia sebagai bumbu tambahan. Dia mengatakan kepada pelanggan tentang bahan makanan; dia sangat bersemangat.

Hanya saja umumnya penjualan rendah, karena orang Irlandia memilih menahan diri untuk makan makanan olahan, apalagi makanan yang bahanya diasosiasikan kemiskinan. Dimana ketika mereka mulai menerobos skat itu, dibantu oleh perjanjiar bersama perusahaan asal Italia, masalah ekonomi zona Eropa menerjang.

Titik sukses barulah ditemukan ketika Rosaria menerawang jauh. Dia mencoba mengekspor ke Jepang. Itu didukung oleh kejadian bencana alam tsunami serta gempa 2011. Waktu itu habitat alami rumput laut rusak parah. Padahal kita tau sendiri orang Jepang merupakan pencinta rumput laut. Oleh karenanya permintaan itu makin naik.

Perminta terlalu tinggi sampai perusahaan tidak mampu. Alhasil mereka harus rela mengirim balik pesanan itu karena tidak ada stok.

Perusahaan sendiri cuma memiliki 5 orang pegawai. Mereka memanen rumput laut berdasarkan gelombang laut. Lalu memrosesnya selama tiga jam untuk menjaring nutrisinya. "Jika gelombang laut di musim panas kita sebut saja (pukul 15:00, 16:00, maka anda harus bekerja sampai malam," jelasnya.

Meski bekerja sampai larut, bisnisnya terlihat mulai tumbuh seiring pemahaman pasar. Keduanya perusahaan dan produk menumbuhkan faedah, dan mendorong dia tetap termotivasi. Sarannya buat kamu yang mau jadi entrepreneur? Berencana jauh hari, buat bisnis plan dan marketing plan menonjol. Yang tergadang dia sebut kegagalan.

Paling super utama, dia berkata, proses mengerjakan bisnis seperti halnya memiliki bayi.

" Anda harus yakin bahwa anda akan menyehatkan bayi, bahwa anda akan mebesarkan bayi, sehingga anda akan pantas memiliki bayi. Begitupula perusahaan adalah sama, bisnis adalah sama," tutur Rosaria Piseri.

Membuat Ban Bekas Menjadi Kursi Warna Warni

Profil Pengusaha Daur Ulang 



Mengolah bahan bekas menjadi bisnis terdengar biasa. Mulai sampah pelastik atau bonggol kayu, bagaimana jika mengolah kulit kacang. Atau cermati pengusaha bernama Usman ini. Dia merubah ban bekas menjadi anaka kursi. Cuma pria 36 tahun biasa yang memiliki selogan unik,"kreatifitas tidak boleh mati"

Menuruni usaha milik bapaknya cukup menghasilkan. Usaha bapak Usman ialah merubah ban bekas menjadi kursi. Itu dimulai sejak  1980 -an, sampai sekarang mampu mempekerjakan 20 orang pegawai. Ia menyebut usaha bapaknya, yang sekarang miliknya, termasuk terlama dibanding usaha sejenis di Cirebon.

Sudah 23 tahun mampu memberikan lapangan pekerjaan. Bapaknya Usman, Yusuf memulai usaha sederhana yaitu membuat ban bekas menjadi kuris. Yang membedakan usaha Usman ialah di tingkat kreatifitasnya. Jika kamu melihat kursi terlihat modern dan ngejreng. Orang tidak akan menyangka itu terbuat dari bahan baku ban.

Kalau kamu mau berkunjung maka alamatnya di Desa Kasugengan Lor, Kec. Depok, Kab. Cirebon, Jawa Barat.

Bukan bisnis biasa


Dilihat tempat kerjanya memang tampak seperti tukang loak. Gedung tampak tak kokoh dibangun seadanya. Itu juga termasuk pintu berbahan seng. Satu rumah dipenuhi oleh barang bekas termasuk ban bekas. Kalau ban bekas lebih banyak menumpuk menggunung. Ratusan ban bekas bertumpuk di tanah seluas satu hektar kurang.

Ia setiap hari terlihat duduk asik di depan rumah. Tangan terampilnya memotong ban bekas menggunakan pisau. Seminggu sekali membeli ban bekas milik truk fuso. Ban bekas ukuran besar sebanyak 120 buah dari Jakarta. Adapula ban bekas truk kecil, mobil, apapun senyaman mungkin ia kreasikan.

Dari cuma mempekerjakan dua orang. Yusus bapaknya Usman mulai membuat aneka kursi. Kalau sekarang Usman butuh 15 sampai 20 orang kalay mau mengejar pesanan. Bapak memang dikenal perantau dan mulai membuat usahanya di Jakarta. Sekembali ke Cirebon usahanya dilanjutkan membuat aneka kursi ban bekas.

Bapak dua anak ini mengaku saban hari menghasilkan lima belas set. Bukan lagi cuma kursi, menghasilkan empat buah kursi, satu meja, kesemuanya berbahan ban bekas. Satu hari menghasilkan segitu maka setiap minggu menghasilkan 105 set, dimana ada 240 kursi dan 105 meja. "...siap kirim," ujar Usman.

Mengagumkan usaha ini telah menjual sampai Sumatra, Jawa Tengah, dan juga Jawa Timur. Produknya itu awet, cantik, serta kokoh. Total setiap minggu ada 100 set terkirim ke sana. Untuk satu set dijualnya seharga Rp.400.000. Biasanya setiap minggu, ia mampu mengumpulkan omzet Rp.40 juta, atau setiap bulan Rp.160 juta.

Kalau dihitung maka omzetnya menyisakan laba lumayan besar. Pasalnya harga ban bekas kalau dihitung pasti terbilang tidak mahal. Lumayan murah, tetapi untuk bagian permukaan, Usman memanfaatkan ban baru agar mulus.

Ia mengeluarkan uang lumayan banyak di transport, biaya pengiriman barang, untuk upah 25 orang pegawai dibayar sesuai tingkat kesulitan. Usman mengandaikan bisnis bisa dijalankan semua orang. Asal punya rasa kreatifitas tinggal dirajut, dirapihkan, kemudian dipercantik maka bisa dijual. "...orang pun pasti tertarik"

"Apalagi kursi ini jauh lebih awet dibanding kursi kayu," ungkap Usman. Usaha kecil menengah ini mampu menghidupi orang banyak. Terutama mereka para pemuda putus sekolah. Contoh saja Miliki, 17 tahun, yang bekerja menangani sandar kursi disatukan busa dan kain. Ia mendapatkan upah Rp.30.000- Rp.50.000 per- hari.

Sosis Rumput Laut Inovasi Bioteknologi

Profil Pengusaha Craig Rose


Dokter biologis bernama Dr. Craig Rose menemukan bisnisnya sendiri. Dia menemukan sebuah fakta penting yaitu meski rumput laut populer di Asia, tidak di Amerika. Padahal menurut penelitian kandungan rumput laut lengkap. Atau orang menyebutnya makanan super karena aneka manfaat. 

Dr. Rose memproduksi aneka produk turunan rumput laut. Perusahaan Seaweed & Co, firma olahan bumbu campuran makanan dan industri nutrisi. Ia mendapatkan hutang startup senilai $3.600.

"Saya selalu sadar rumput laut punya dampak positif dimiliki dalam kesehatan, dan sebagai sumber daya alam yang berkelanjutan melalui pelatihan saya sebagai seorang ahli biologi laut," paparnya.

Perusahaan startup rumput laut ini didukung oleh Virgin StartUp, dibawah pengawasan TEDCO Business Support's Start & Grow Programme.

Minat pertama datang ketika ia menangani pekerjaan. Dia pernah bekerja menjadi manajer komersial bagi perusahaan bernama R&D. Sebuah proyek komersial mengenai komersialisasi rumput laut menjadi bahan baku kendaraan. Waktu itu, ia ingat betul pemanfaatan rumput lau masih kecil, masih banyak hal diteliti lebih lanjut.

Tetapi Rose menyadari manfaatnya jauh sebelum sekarang. Ia tidak punya waktu banyak berdiam diri. Dan sekarang ketika bisnis Rose hadir, banyak industri kini telah memanfaatkan rumput laut untuk roti, biskuit, sosis, bahkan suplemen makanan.

Rumput laut memiliki nutrisi, mineral, serta vitamin. Juga menjadi bahan perasa pengganti garam. Meski kecil mengandung nutrisi besar memukul mundur penyakit. Menurut penelitian lebih lanjut, rumput laut membantu menurunkan berat badan. Kandungan iodine -nya menormalkan kognisi dan meningkatkan metabolisme.

Meski harus membuka pasar baru, Rose tidak mundur berpromosi. Dia dibantu Jamie Oliver, yaitu presenter Superfood TV mendorong pemanfaatan rumput laut di Inggris. Satu tahun saja dia sudah sukses untung lewat tiga distributor untuk menjualkan produknya di industri makanan dan nutrisi.

Bumbu Seaweed & Co sudah masuk hampir semua supermarket Inggris. Percaya diri bahwa bisnis miliknya terus maju, datanglah bantuan modal lagi dari VirginStartUp. Sebagai catatan VirginStartUp merupakan satu perusahaan non- profit membantu banyak perusahaan dengan hutang berbunga kecil.

Uang digunakan melakukan penelitian sistem inovatif mengolah rumput laut di Skotlandia. Ini dimaksudkan untuk menghasilkan rumput laut mentah lebih berkualitas -melalui pendekatan kedokteran laut. Bekerja sama dengan Durham University meniliti tingkat kesuksesan budidaya rumput lau di Lynemouth.

Skema dipakai ialah memanfaatkan tangki di darat yang didukung oleh lingkungan stabil. Meski berulah satu tahap awal, buktinya menghasilkan rumput lau lebih banyak dan dapat dipanen cepat. Ini membuka peluang menjadi bisnis lokal di North East.

Dia berkat,"buku panduan kami mencari (rumput laut) kuat di 12 bulan kedepan dan kami sedang bekerja dengan Newcastle University untuk mengembangkan produk berbasis lebih rumput laut untuk industri kesehatan dan gizi."

Menggabung budidaya lokal ditambah teknologi sangat membantu. Gairah Dr. Rose akan entrepreneurship memang diakui oleh pemberi modal. Kini, mereka tinggal menunggu kejutan Dr. Rose, seperti baru- baru ini kerja sama dengan perusahaan pembuat sosis.

Bukan bisnis biasa


Craig Rose, seorang suami memiliki tiga anak berumur 14 tahun, empat, dan 23 bulan. Dia mendapatkan gelar P.hD dan Master bilogi laut dari Newcastle University. Baru- baru ini menemukan perusahaan sendiri yang terus berkembang. Ia baru- baru ini bertemu Elena Dickson, generasi kedua perusahaan pembuatan sosis.

Merupakan perusahaan kuno asal South Shield. Didirikan oleh kakek Elena, yang akarnya datang berasal dari Jerman, sebuah usaha pemotongan hewan. Sejak abad 19 belum berubah rasanya sampai menemukan rumput laut. Untunglah karena produksi sosis bisa mengurangi garam hingga 50% dibanding usaha saingan.

Dickson menjadi yang pertama memakai rumput laut. Tetapi faktanya sudah lama digunakan untuk industri makanan lain. Masalahnya mereka tidak suka mengumumkan terbuka; khawatir penurunan penjualan. Sejak awal Elena sebenarnya agak skeptik. "Saya pikir pada awalnya kami seperti OK, benar. Menarik, tapi ...

Kemudian Rose mulai menjelaskan manfaat rumput laut lebih. Serta fakta bahwa itu dapat digunakan sebagai pengganti garam. Ide tentang menggunakan rumput laut bisa menjadi diferensiasi. Maka Dickson nantinya dikenal memiliki produk lebih variatif. Elena menjelaskan butuh 12 sampai menemukan komposisi sesuai.

Tidak semua eksperimen pertama kali sukses. "Kami pada satu titik mengganti semua garam dengan rumput laut dan demi Tuhan!," seru Elena. "Tapi kami bertahan dan datang dengan produk sosis kami semua senang nikmati."

Timbal balik pelanggan menyenangkan. Pada awalnya orang berpikir nanti rasanya seperti ikan atau laut. Itu semuanya ternyata tidak benar bahkan rasanya menakjubkan. Tidak ada rasa takut produknya dilabeli ada bumbu rumput lautnya. Dickson menjual sosis babi berbumbu rumput laut Dickoson untuk ukuran 400g per- paket.

Meski begitu apakah dunia siap mengganti makanan biasa menjadi kuliner microalgea sepenuhnya?

Fakta Dr. Rose adalah pada 1970 -an bahwa orang sama sekali asing dengan produk yogurt dan sekarang kapanpun bisa dinikmati dimanapun. Sama halnya hummus adalah makanan kelas menengah dunia 15 tahun lalu. Namun semua berubah ketika perusahaan Tesco menjualnya; sukses besar!

"Rumput laut merupakan sumber nutrisi makanan yang luar biasa bergizi."

Valentina Nilai Pendidikan Dibalik Mainan Clay

Profil Pengusaha Michelle Valentina



Menjadi pengusaha bukanlah minat. Apalagi kalau berbicara tentang bisnis pendidikan. Secara tersirat itulah benak wanita yang merupakan pegawai perusahaan iklan. Ditambah lagi Michelle Valentina lulusan terbaik di universitasnya. Berbisnis clay mungkin terdengar sepele, tetapi ketika ia jalani ternyata mengejutkan.

Anak merupakan sumber kebahagiaan orang tua. Begitu pula Valentina melihat anaknya senang bermain clay. Itu loh mainan seperti tanah liat yang bisa dibentuk. Clay manfaat seperti membentuk rasa peka, kreatifitas bentuk, serta kemampuan motorik. Ia terinspirasi didukung oleh latar belakang pendidikan desain grafis jadi cocok.

Bersama ketika mereka berliburan ke Thailand semua dimulai. Waktu itu anaknya, Shania Rose Limardo, menemukan mainan barunya. Mainan berbahan polymer khusus bernama Jumping Clay, yang dapat dibentuk menjadi aneka bentuk.

Shania betah berjam- jam duduk membentuk karekter favortinya. Valentina nampak mengamati sang putri yang tengah asik. Clay ajaib itu dibentuk lewat imajinasi tanpa bantuan alat apapun. Valentina tertarik akan efek positif diatas. Ia mulai mencari tau segala tentang Jumping Clay, dan menemukan aneka manfaat.

Sebagai mainan ini juga baik buat pendidikan. Ia menemukan clay cocok bagi pendidikan anak usia dini. Ini melatih motorik halus anaknya. Putri Valentina sendiri memasuki berusia 7 tahun. Berkat bermain Jumpling Clay, diyakini dia sudah mampu membentuk benda. Perkembangan otak lebih optimal sehingga mendukung nilai akademis.

Jumping Clay mendorong kemampuan menyelesaikan masalah. Berpikir kreatif membentuk karakter anak lebih optimal. Yakni pembentukan fisik jari dan tangan, kemampuan kognitif, emosi ketika membentuk clay, dan kemampuan psikososial mendasar. Apalagi jika Shania dibarengkan teman seumuran bermain bersama.

Menjadi masa intimasi bagi anak usia dini 0-3 tahun, awal anak- anak 3-6 tahun, dan masa tengah anak usia 6-11 tahun, dimana kita sebagai orang tua bisa bersama bermain Jumping Clay. Mulai dari membentuk hal sepele sempai membentuk bentuk komplek seperti rumah. 

"Pendidikan seni diharapkan memberika solusi pendidikan bangsa agar menjadi manusia mandiri dan tangguh dalam perkembangannya," jelas Michelle Valentina.

Waralaba pendidikan


Menyusuri Thailand, Valentina mencari segala sesuatu tentang Jumping Clay. Sampai menemukan fakta tentang bisnis waralaba. Ya ternyata Jumping Clay merupakan waralaba berkonsep. Dan menurutnya lagi aslinya berasal dari Korea dan tersebar sampai 35 negara, termasuk Thailand, Singapura, Jepang, China dan Brazil.

Di Indonesia sendiri Jumping Clay belum dipegang siapapun. Dia lalu bernegosiasi dengan pemilik waralaba asal Korea. Hasilnya dia diperbolehkan memegang lisensi khusus pewaralaba. Maka lahirlah bisnis bernama Jumping Clay Indonesia.

Menurut Valentina mainan clay bahkan sudah masuk kurikulum Inggris, maka ada potensi. Bisnis ini memang seolah muncul tiba- tiba. Maka kini dimulailah perjalanan bisnis miliknya. Salah satu andalan bisnis clay milik Valentina adalah JumpingClay Academy. Sebuah program khusus bagi anak mulai usia tiga tahun bermain asik.

Ia menawarkan tempat bermain seperti PAUD. Cuma memiki kurikulum tersendiri seperti untuk usia dini umur 3-6 tahun, sekolah dasar 6-16 , kemudian umur 16 tahun lebih atau kelas instruktur. Memang produk clay tidak diperuntukan khusus buat anak- anak. Kita juga bisa memainkan atau untuk mengerjakan proyek tertentu.

Mainan clay juga dikenal membantu orang tua mengingat. Aneka bentuk membantu kita agar tetap cerdas ketika tua nanti, tidak mudah pikun. Sukses berbisnis membawa Jumping Clay Indonesia melebarkan sayap lewat aneka workshop orang tua.

Valentina juga memberikan sertifikat instruktor, jadi bisa menjadi guru dan juga dekorator seni. Gunanya ialah membantu mengajar di rumah, panti asuhan, mengkonsep kamar anak, mengajar komunitas, memotivasi di acara perusahaan, mengisi acara bridal atau baby shower. Valentina pun membuka peluang waralaba bagi kamu.

"...kami tidak sembarangan dalam pemilihan pewaralaba," ujarnya pasti. Pewaralaba haruslah mempunyai passion dibidang pendidikan. Dibutuhkan komitmen panjang agar mampu mengoptimalkan potensi anak. Selain itu butuh orang suka mendidik agar ikut memajukan pendidikan sesuai visi perusahaan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba