8 Kriteria Waralaba Menjanjikan

Artikel Bisnis Waralaba Pilihan



Melihat peluang usaha waralaba tidak akan habisnya. Memang beberapa waralaba memiliki peluang besar sebagai kesempatan investasi. Namun tidak akan memiliki potensi jika salah pengaplikasian. Ada beberapa kriteria dibutuhkan agar waralaba disebut potensial.

Usaha harus disesuaikan akan kebutuhan kamu. Kriteria berikut dapat menjadi tolak ukur memikirkan ulang: Bisnis waralaba apa yang cocok dan tidak cocok.

1. Cermati kesuksesan

Kriteria waralaba sukses ialah seperti bercermin. Refleksikan kinerja waralaba selama ini, sehingga kamu tau betul dimana kelebihannya. Temukan titik break poin serta kanapa mencapai hal tersebut. Syarat- syarat apa yang perlu dipenuhi agar mencapai titik balik modal.

Apakah waralaba ini sukses membangun kemitraan. Apakah mitra mereka banyak dan benar menghasilkan laba seperti dijelaskan. Terakhir apakah sistem kerjanya menjamin keberlangsungan di masa datang.

2. Lihat kredibilitas

Pastikan orang didalamnya memiliki kredibilitas. Pantau janji- janji mereka di media masa, sampai pastikan telah benar perhitungan mereka sampaikan. Atau, mungkin kamu mencermati kisah pemilik waralaba hingga sukses seperti sekarang.

3. Perbedaan

Apakah waralaba ini memiliki perbedaan akan bisnis serupa. Ambil contohnya waralaba mie pedas berlevel apakah mempunyai nila lebih. Bisa pula dilihat dari menu disajikan. Apakah semua orang memiki kesempatan yang sama ketika menjual ini.

4. Mudah dipelajari dan diajarkan

Pastikan bahwa pemilik waralaba memiliki tanggung jawab. Pastikan mereka mau tidak mengajarkan kepada kamu prosesnya. Ada beberapa perusahaan menjaga kualitas kerasiahaan resep. Ini tidak perlu menjadi masalah. Justru ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kamu sebagai mitra waralaba.

Asal, kamu bisa mengolah makanan sendiri, kalau resepnya rahasia tetapi tidak bisa diajarkan buat apa. Juga pastikan mereka mampu menyiapkan tenaga penjualan profesional.

5. Memiliki sistem

Termasuk kurikulum pengajaran kepada pegawai. Lain hal adalah memastikan bahwa pewaralaba mampu mengikuti sistem yang sudah ada. Pihak pemberi waralaba harus memiliki standar operasional sendiri. Agar kita sebagai investor mampu menjalankan peran kita -mengoprasikan waralaba.

6. Modalnya terjangkau

Bukan berarti memilih waralaba berbiaya paling kecil. Terjangkau berarti menjangkau titik balik modal, titik untungnya, apakah sejalan dengan biaya dikeluarkan. Pastikan 5 poin diatas telah terpenuhi maka itu sudah pastia akan tersesuaikan akan modalnya.

Cobalah bersabar sambil menunggu peluang. Bedakan waralaba dan bisnis biasa ialah. Ingat kamu sebagai mitra berarti mengikuti cara kerja sudah ditetapkan. Jangan memilih berpikir "Aku punya uang segini nih... mau dipakai waralaba berapa ya."

7. Profit atau keuntungan

Ikuti poin diatas dan refleksikan kembali usaha pilihan kamu. Pastikan setelah masuk menjadi mitra, pastikan kamu mengikuti arahan benar dari pihak pemilik. Keuntungan itu merupakan upah dari kamu mengikuti setiap proses dengan benar.

8. Tren pasar

Terkadang waralaba yang tengah naik daun menjadi pedang bermata dua. Mungkin kamu akan naik cepat kalau mengikuti tren waralaba tersebut. Beberapa orang sukses mengikuti dan menemukan titik balik modal, tetapi kelanggengan akan bisnisnya dipertaruhkan. Carilah berdasarkan sektoral karena tidak semua usaha harus kuliner.

Buatlah tren kamu sendiri dengan tidak mengikuti tren. Ambil lah peluang dibidang lain selain kuliner, seperti waralaba pendidikan, kebugaraan, dan lain- lain. Hanya saja biasanya waralaba disektor ini cenderung punya kebutuhan modal lebih besar.

Impor Gitar Mini Milik Anis Latuheru

Profil Pengusaha Cerdik


 
Usaha pembuatan gitar mini ternyata menjanjikan. Anis Latuheru membuktikan bahwa dia bisa. Melalui dunia maya produknya merambah sampai Eropa. Tidak banyak kisah tentang pengusaha satu ini. Hanya saja, dari seklumit artikel ini membuktikan disana ada peluang. Sekitar 14 tahun silam Anis tengah mengunjungi Pekan Raya Jakarta.

Matanya tertuju ke arah gitar- gitar mini. Ia berpikir wah bisa dijadikan lahan bisnis di Belanda. Pemuda ini memang sudah lama menetap di Belanda. Ketika melihat kesempatan tersebut dia mulai mencari informasi. Termasuk tentang kulitas buatan anak dalam negeri. Dia nekat memproduksi sendiri, membawanya ke luar negeri, lewat internet.

Pria Maluku- Jawa ini sengaja mengimpor buatan asli Indonesia. Dalam pandangan pengusaha gitar mini ini kualitas asli Indonesia lebih berseni. "Saya sengaja tidak memesan dari Cina, karena produksi dari pabrik," ia menuturkan. Produk gitar mini buatan Anis asli Bandung terbuat dari tangan.

"Lagi pula kita kan juga harus bantu pengusaha di Indonesia," tambahnya.

Ia membawa tak kurang 128 modal gitar. Ukurannya satu persepuluh ukuran asli. Modelnya merupakan hasil replika gitar kustom musisi dunia.

Tidak kurang setiap dua bulan ia memesan gitar dari perajin. Uniknya, dia menerapkan strategi khusus agar jualannya laku. Yakni dia memilih gitar berdasarkan jumlah tinggi penggemar di YouTube. Kalau di YouTube ada video tentang konser grup tertentu. Dan ternyata penonton sampai melibihi 100 ribuan kali. Maka disana ia akan mengamati.

Anis mengamati dan akan memesan gitar mirip di video. Dalam wawancaranya bersama Radio Natherland, ia menyebut orang Eropa juga condong memilih gitar yang ada nama gitarisnya. Mereka memilih gitar yang memiliki cerita serta nama. "Seperti Burn gitarnya Jimmy Hendrix," tuturnya memberi contoh. 

Pembeli bukan cuma orang Belanda. Jadi pemesanan lewat toko online sangat diminati. Mereka termasuk orang Spanyol, Jerman dan Belgia. Selain itu Anis juga aktif menjajakan di aneka konser seperti North Sea Jazz Festival (NSJ) di Rotterdam, Belanda. Pengunjung pasti akan menyerbu gitar mini milik artis yang telah tampil.

Dua puluh gitar mini milik Marcus Miller laris manis. Ludes karena saat itu Miller tengah tampil di panggung. Ia juga menyebut gitar miliknya BB King juga sold out lewat toko online, The Guitarman. Tidak semuanya loh gitar dipajang akan laku keras. Semua tergantung event didatangi oleh Anis. Kalau jualan gitar metal di acara jazz tentu tak laku.

Anis juga menjajakan di Metropolis Festival Rotterdam atau RetroPop di Emmen. Harga sewa stand sendiri tidak murah. Tetapi beruntung karena selalu sold out hingga Anis bernafas lega. Dia mengilustrasikan harga per- gitar mini €20 dan sewa stand seharga €1.000. Stand tersebut berukuran 3x3 meter untuk tiga hari. Jadi kalau mau balik modal harus menjual 60 buah gitar.

Soal untung dua kali harga sewa stand akunya ringan. Berjualan gitar mini sendiri dijadikan oleh pengusaha ini sebagai satu usaha sampingan. Anis sendiri sudah memiliki pekerjaan tetap dan tidak memilih keluar. "Tapi ini bukan hobi loh, karena impornya 4 kali setahun minimal 600 buah gitar sekali kirim," ujarnya bangga akan bisnis sampingan ini.

Meski begitu bukan tanpa kendala. Anis sering mendapatkan komplain pembeli. Mereka mengeluh kualitas si gitar tidak halus atau cacat. Dengan percaya diri ia melayani keluhan tersebut. Anis penuh bangga memberi pengertian bahwa ini produk handmade. "...ini buatan tangan bukan buatan mesin dan robot China," jelasnya.

Jualan Kambing di Trotoar Untung Ratusan Juta

Profil Pengusaha Kambing Ahyadi 



Menjadi pedagang kambing di Jakarta tenyata menguntungkan. Berikut kisah pengusaha kambing bernama Pak Ahyadi yang pernah mereguk berkah melimpah. Bayangkan pria 57 tahun ini mampu naik haji berkat jualan di bulan Idul Adha. Menariknya berkat ketekunan naik kelas menjadi peternak kambing. Dia dikenal memiliki 1.800 ekor kambing di Cianjur.

Trotoar diubahnya menjadi tempat jualan kambing. Ahyadi cuma memiliki satu kambing remaja pemberian kakeknya. Ia memang terlahir dari keluarga peternak kambing. Cuma kepercayaan dirinya tinggi, dia berani berjualan kambing meski satpol pp taruhannya.

Untung besar


"Saya ingat, dulu engkong saya cuma ngasih satu kambing," tutur warga Duri Pulo, Jakarta Pusat. Yang mana disitulah satu- satunya harta dimilikinya. Kakek Ahyadi yakin bahwa sang cucu itu pastilah sukses berjualan kambing.

Ahyadi mengaku sangat sulit memulai bisnis nol. Sangat sulit memulai cuma memiliki satu kambing. Tetapi dia tidak berputus asa menghadapi kesulitan. Butuh waktu sampai dia terbiasa beternak kambing mulai dari satu kambing saja.

Usahanya berdagang kambing kurban dimulai tahun 80 -an. Ia memulai setiap lima belas hari sebelum musim Haji tiba. Untungnya menggiurkan yakni Rp.50 juta- 60 juta. Meski sial masih mengantungi Rp.30 jutaan. Ini benar- benar usaha menjanjikan paparnya. Untung per- kambing rata- rata sampai Rp.500 ribu setiap bulan Haji tersebut.

Memang tidak disangka pilihannya berjual di musim Haji menggiurkan. Bahkan dia mengaku cuma lewat itu saja bisa membeli rumah di kampung. Tetapi perlu diingat sosok juragan kambing ini butuh waktu lama di titik sekarang. Tidak semudah bagi pengusaha kambing ini mendapatkan banyak permintaan. Ia memperoleh pesanan bahkan dari berbagai perusahaan.

Satu kambing dijual seharga Rp.2,5 juta- Rp.3,5 juta. Pembeli beraneka rupa dari perorangan sampai aneka perusahaan. Kalau perusahaan sampai memesan 50 ekor. Ia mengaku usaha ini rentan akan penyakit. Salah satu hantaman terbesar dalam bisnis kambing ialah penyakit antrak. Selain itu, apalagi kalau bukan masalah banjir besar khas Jakarta.

Tahun 2007 ketika Jakarta dihantam banjir besar maka hancur lah usahanya. Dia bahkan merugi sampai 800 juta. Banjir berhari- hari membuat kambingnya mungkin mati. Tidak mau mubazir, maka Ahyadi mengambil keputusan besar memotong kambing tersebut. Kambing- kambing itu lantas dibagikan ke orang sekitar yang kebanjiran dan butuh makan.

"Orang bilang kok saya begitu sampe rugi Rp 800 jutaan, tapi saya bilang mau gimana lagi. Tapi alhamdulillah itu barokah," tutur pria paruh baya ini sambil tersenyum.

Waktu itu keadaan sapi dan kambing terlihat stress. Sudah tidak muda lagi, ia memutuskan mengurangi kerja berbisnis kambing. Dia fokus mewariskan ini ke cucu- cucunya. Syukurlah sambil berjalannya waktu, ia telah sempatkan pergi memenuhi panggilan Allah. Pria asli Betwai ini tercatat dua kali berangkat haji bermodal penjualan kambing.

21 Pola Pikir Orang Kaya Dibanding Orang Biasa

Berpikir Seperti Orang Kaya Steve Siebold 



Orang kaya bernama Gina Rinehart berkata, "dia iri kepada orang biasa". Langsung pernyataan itu menuail gugatan masyarakat luas. Dia iri bisa minum alkohol, merokok, dan bersosialisasi. Sementara dia bekerja keras mencari kekayaan. Mengejutkan, tetapi dalam penelitian oleh Steve Sielbold, itu terdapat pola pikir berbeda.

Faktanya cara berpikir orang kaya memiliki perbedaan siginifikan, layaknya seperti dua sisi mata uang koin. Seperti Steve Siebold telah tulis dibukunya "How Rich People Think". Menyebutkan adanya 21 poin yang menurutnya menjadi dasar pemikiran Gina.

Seperti dikutip Business Insider yang kami laporkan. Terdapat perbedaan signifikan bagaimana antara orang kaya dan berpenghasilan menengah berpikir.

"Orang berpenghasilan pas- pasan berkata kepada orang lain untuk bahagia atas apa yang mereka miliki," buka Steve. "Dan selanjutnya keseluruhan, orang takut akan melangkah menyangkut uang."

Inilah 21 poin pola pikir orang kaya

1. Orang umum bepikir bahwa uang sumber segala kejahatan. "Orang kebanyakan bepikir orang kaya kalau tidak beruntung ya tidak jujur," selorohnya. Hingga ada perasaan malu- malu ketika berpicara "menjadi kaya" dikalangan masyarakat bawah. Menjadi kaya itu seolah tabu, berhayal, bukan segalanya.

2. Orang umum berpikir egois adalah keburukan. Orang kaya berpikir egois menjadi bijak. Orang kaya akan keluar mencoba gembira. Mereka tidak terlihat menjadi penyelamat siapapun. Nah, orang kelas menengah, berpikir mereka (orang kaya) tidak akan membantu. Pelit, tidak mau memberikan apa yang mereka miliki.

Sementara itu orang berpenghasilan menengah ini bepikir ke dirinya beda. Mereka berpikir kalau saya tidak membantu, saya tidak berada diposisi dibantu siapapun.

3. Kebanyakan orang memiliki mental lotre. Atau, orang berpendapatan pas- pasan khususnya berpikir kaya adalah seperti menang undian saja. Sementara itu orang kaya berpikir bahwa kaya berarti kerja keras. Masih banyak orang mengambil angka, berdoa, berharap kekayaan.

Mereka bersandar tidak cuma keberuntungan. Mereka percaya bahwa pemerintah bertanggung jawab atas hidup mereka, semua hanya takdir Tuhan, atasan mereka menjengkelkan, dan kepercayaan mereka akan masalah keluarga jadi penghalang.

"Itu adalah level pemikiran kelas menengah yang menurunkan pendekatan dikehidupan dan menjalani hidup sementara waktu terus berjalan," jelas Steve lagi.

4. Orang umumnya berpikir bahwa kaya berarti pendidikan formal. Sementara itu orang kaya justru berpikir bahwa menjadi kaya butuh pengetahuan spesifik. Nah, pola pikir ini masih terjebak dalam diri kelas menengah, dimana sudah terbawa oleh sifat kebanyakan orang.

"Kebanyakan performers kelas dunia (orang kaya) memiliki latar belakang pendidikan rendah, dan mencoba mengumpulkan pundi kekayaan lewat akusisi dan memilih mengikuti pengetahun tertentu," tulisnya. Kemudian kebanyakan orang terbawa pemikiran butuh gelar doktoral dan gelar master untuk kaya. Mereka terjebak di pola pikir dalam kotak.

Padahal kita tau orang kaya berpikir di luar kotak. Bagi orang kaya tidak tertarik akan awal tetapi akhirnya. Jadi sepandai apapun pendidikan tidak menarik (biasa saja), tetapi bagi orang kaya hasil kerja mereka lah yang akhirnya diperhitungkan.

5. Orang kebanyakan membayangkan masa tua nyaman. Semantara orang kaya mau mempertaruhkan masa depan mereka. Orang kaya semakin kaya karena mereka bertaruh untuk masa depan yang tidak bisa diprediksi. Mereka memiliki proyek, pencapaian, dan ide tentang masa depan antah berantah.

"Orang yang berpikir bahwa hari terbaik ada dibelakang mereka jarang akan kaya, tetapi malah terjebak di persaan tidak bahagia dan depresi," tutur Steve.

6. Kebanyakan orang biasa melakukan pekerjaan yang tidak mereka cintai. Orang kaya melakukan apa passion mereka. "Untuk kebanyakan orang, terlihat orang kaya bekerja setiap hari," jelasnya. Tetapi satu fakta bahwa itu semua atas dasar cinta. Bedanya mereka akan mencari cara bagaimana agar dibayar dari apa yang mereka kerjakan.

Sementara itu, orang biasa akan bekerja meski tidak suka, mereka melakukan itu karena butuh uang. Semua karena mereka sudah dilatih di sekolah dan dikondisikan oleh sosial bahwa kinerja ditentukan oleh fisik dan kerja keras saja.

7. Orang biasa memilih membuat harapan biasa saja. Mereka secara sengaja atau tidak sengaja telah memilih itu agar tidak kecewa. Orang kaya siap akan tantangan apapun. Ahli kejiwaan bahkan mengakui hal tersebut secara gamblang harapan rendah karena takut. Tidak ada seorang pun akan menjadi kaya kalau tidak memilih harapan tinggi agar menjalankan mimpinya.

8. Kebanyakan orang bepikir harus melakukan sesuatu agar kaya. Tetapi orang kaya malah berpikir mereka harus menjadi sesuatu agar kaya. Itulah mengapa menurut Steve orang kaya macam Donald Trump mampu melewati masa sulit. Dari multi- miliarder hasil warisan ditambah hutang, kalau bukan karena dia berpikir dia harus menjadi lebih tidak bisa.

Donald melihat bagaimana ayahnya. Dia harus membalik hutang sampai akhirnya lebih kaya dari ayahnya. Maka orang kebanyakan hanya bersemangat melakukan sesuatu. Selepas itu mereka akan puas akan hasil kerja keras mereka. "...orang hebat lahir dari belajar dan tumbuh dari pengalaman," tambah Steve. Itu tidak masalah walau gagal atau sukses.

9. Orang biasa akan berpikir kita butuh uang untuk membuat uang. Sementara itu orang kaya berpikir cara bagaimana menggunakan uang orang lain. Secara garis lurus dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang. Tetapi orang kaya tidak takut menggunakan uang orang lain. Orang kaya mepunyai ketidak sanggupan untuk secara personal mengupayakan sesuatu diluar kemampuan.

"Apakah ini berharga untuk dibeli, diinvestasikan, atau digapai," jelasnya.

10. Orang biasa akan berpikir pasar dijalankan oleh logika dan perhitungan. Orang kaya berpikir bahwa itu dikerjakan oleh kerakusan dan emosi. Sukses invastasi di pasar saham bukanlah soal perhitungan matematika. Orang kaya percaya bahwa perubahan pasar saham utamanya karena emosi takut. Juga sudah termasuk rasa rakus dalam setiap tren dan penjualan dia pikirkan.

Mengetahui sifat dasar manusia menjadikan mereka mampu menghasilkan ledakan. Mereka secara strategi tidak cuma mengandalkan perhitungan tetapi juga cara meningkatkan jarak keuntungan. Mereka tidak cuma memilih berhitung di sekala kecil menengah semua berkat emosi.

11.Orang biasa hidup diatas harta mereka. Orang kaya hidup dibawah harta mereka. Itu bukan karena mereka tidak sadar diri, justru mereka tau diri mereka sanggup hiduo seperti bangsawan tetapi memilih selalu mengingat bahwa mereka mempunyai pajak ke raja yang harus dibayar di masa datang. Rahasia agar kamu bisa kaya menurut Steve ialah "jadilah kaya agar sanggup mencapai kesadaran itu".

12. Umumnya orang mengajarkan anaknya bagaimana bertahan hidup. Orang kaya justru mengajarkan anak agar hidup kaya. Sejak muda mereka diajarkan tentang nilai hidup "memiliki" dan "tidak memiliki". Ya banyak orang akan merespon ini negatif. Ini seolah membentuk nilai elit dalam diri anak- anak. "(orang) lalu berkata orang tua mereka mengajarkan meremehkan orang banyak karena mereka miskin," jelas Steve.

"Ini tidak benar," ia menambahkan. Apa yang diajarkan justru fakta hidup bersosial. Seolah dibalik, anak- anak yang manja ini diajarkan rasanya hidup kaya, agar kelak mereka berusaha keras agar tetap berada di sana (kaya).

13. Orang biasa stress karena uang. Orang kaya damai dalam uang. Alasan utama kenapa orang kaya bisa kaya bukan setuju bahwa semua bisa dibeli uang. Ketika masyarakata kelas menengah berjibaku dengan uang yang dianggapnya setan. Masalah tidak pernah berujung sepanjang hidup. Maka orang kaya itu melihat uang sebagai kebebasan.

"...dan jika cukup dengan itu, mereka bisa membeli ketenangan pikiran soal finansial," tutur Steve.

14. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya memilih terdidik daripada terhibur. Uniknya ketika orang kaya tidak terlalu menaruh harapan di pendidikan. Mereka menghargai kekuatan pendidikan saat mereka sudah tidak lagi bersekolah. Maka lihat lah rumah orang kaya maka akan berjejer buku- buku disana.

Mereka mendidik diri mereka sendiri. Pendidikan formal tidak menjadi harapan satu- satunya. Orang kaya itu terdidik sepanjang hidupnya. "Orang biasa membaca novel, majalah, dan majalah hiburan," tuturnya.

15. Orang biasa melihat orang kaya itu suka membanggakan diri. Tetapi mereka sebenarnya cuma berkumpul bersama orang sepikiran. Pemikirian negatif bahwa orang kaya cuma bersosialisasi dengan orang kaya itu meracuni. Orang kaya tidak tahan dalam keputus asaan dan kesedihan. Lantas seolah menjadi pesan bahwa mereka sombong.

Padahal, itu cuma cara mereka agar lebih nyaman, seperti halnya orang biasa memilih hidup sederhana dan berpikir biasa.

16. Orang biasa melihat uang lewat emosi. Maka orang kaya berpikir logika didepan uang. Orang biasa pun meski sudah memiliki pendidikan baik bisa berubah drastis. Mereka bisa berpikir berlandaskan ketakutan. Kekurangan mendorong orang kritis sekalipun menjadi takut kehilangan rasa nyaman. Sementara orang kaya sukses memperhitungkan opsi berbeda.

Mereka berpikir uang merupakan opsional. Uang adalah alat menentukan pilihan dan kesempatan. Mereka melihat uang secara logis bukan emosi sesaat.

17. Kebanyakan orang memilih menyimpan uang. Orang kaya berpikir bagaiman membuat uang. Steve lantas berasumsi bahwa orang kaya fokus bagaimana mendapat untung. Ini berarti mengambil resiko apapun agar mendapatkan itu. Mereka juga tidak berpikir bagaimana menyimpan uang.

"Kebanyakan orang fokus mengumpulkan kupon diskon dan hidup sehemat mungkin hingga melewati satu kesempatan besar," tulisnya.

Bahkan dalam arus kas buruk sekalipun tidak berpengaruh. Mereka menolak untuk sekedar berpikir seperti orang kebanyakan. Mereka adalah ahlinya bepikir dalam kesempitan memfokuskan energi pikiran di tempat yang tepat: di uang besar!

18. Orang biasa bermain aman soal uang. Orang kaya tau saatnya tepat bertaruh resiko. "Daya ukit itu semboyan orang kaya," tulisnya dalam buku How Rich People Think. Para investor ini bisa kehilang uangnya kapapun. Tetapi mereka tau pasti apapun yang terjadi mereka pasti bisa menghasilkan uang.

19. Orang biasa mencintai kenyamanan. Orang kaya hidup nyaman di dalam resiko. Apapun butuh keberanian untuk mengambil resiko. Ini sangat penting agar menjadi miliarder. Masalahnya orang umum tidak terbiasa soal berpikir seperti hal ini. "Fisik, psikologi, dan emosi yang nyaman adalah tujuan utama pola pikir orang umum," jelasnya.

Pemikir kelas dunia akan berpikir menjadi miliarder memang tidak mudah. Orang kaya butuh menyamankan diri dan rasa nyaman bisa menghancurkan diri. Oleh karenanya mereka harus membangu kenyamanan meski di dalam ketidak pastian.

20. Orang umum tidak mengubungkan sehat dan kaya. Sementara orang kaya percaya uang menyelamatkan hidup kita. Bayangkan di Amerika, ketika orang biasa ribut soal Obamacare (semacam BPJS) serta biaya- biaya lain, orang kaya mengeluarkan uang cuma buat butik kesehatan. Apasih gunya mengeluarkan uang cuma buat perawatan bukan ketika sakit.

Mereka mengeluarkan uang demi garansi 24 jam untuk bertemu dokter pribadi. Bahkan orang kaya sampai- sampai bersama menciptakan kelompok mempekerjakan dokter hebat di lingkungan mereka.

21. Kabanyak orang berpikir mereka harus memilih antara keluarga bahagia atau kaya. Sementara itu orang kaya selalu berpikir bagaimana mendapat keduanya. Pola pikir bahwa orang kaya mengorbankan waktu bersama keluarga ternyata sekedar pengalihan isu. Orang kebanyakan terpolakan berpikir demikian dan/atau mempertanyakan  halitu.

Orang kaya justru berpikir bisa menyelesaikan masalah apapun. Selama mereka masih memiliki akar dalam di rasa cinta dan kelimpahan. Selama mereka memiliki kedua hal tersebut mereka justru akan semakin kuat dalam hal karir bisnis.

Jual Alat Kentang Ulir Untungnya Mengalir

Profil Pengusaha Endro Purnomo 



Latar belakang pekerjaan tidak menghalangi wirausaha. Siapapun kamu masih bisa berinovasi menciptakan peluang. Seperti kisah manta mantan wartawan jadi pengusaha berikut. Namanya Endro Purwanto dikenal lewat usaha unik bernama Twisted Dog. Usaha kuliner unik menggabungkan antara kentang dan sosis.

Ide bisnis pertama kali bagaimana membuat produk unik. Cara mengolah kentang atau sosis agar menarik perhatian masyarakat. Tidak sekedar kentang dikoreng sampai kering seperti masakan cepat saji. Endro pun menemukan pisau unik. Ini dirancang khusus membentuk kentang ataupun sosis. Lewat pisau khusus inovatif harga kentang naik drastis.

Twister Dog sendiri tidak sama dengan kentang ulir. Memadukan antara kentang dan sosis tentu lebih enak. "Dengan membuat Twister Dog, konsumen ditawari makanan yang sedikit lebih mahal," paparnya. Ide itu sendiri datang dari negeri ginseng Korea, yang mana sudah laris manis di Singapura, Malaysia, Australia, dan negara lain.

Respon masyarakat terasa positif. Bukti nyatanya adalah pesanan alat Twisted Dog semakin memanas. Ia mampu menjual 600 unit lebih sejak 2011. Untuk usaha satu ini, Endro masih bertahan menggunakan sistem jual beli- putus kepada masyarakat.

Usaha pisau ulir


Ia mengaku menjual setiap pisau ulir dijual Rp.1.5 juta. Usaha ini berkonsep transfer teknologi. Pengusaha berkumis ini menyatakan sebenarnya kita mampu membuat sendiri. Walaupun nantinya rusak masih sanggup diperbaiki berbekal peralatan umum. Pemakai pisau ulir sendiri tidak perlu khawatir diharuskan membeli suku cadang di Endro.

Cara pembuatan pisau ulir diambil dari pralon, penjepit kentang dari blender, tusuk kentang dibuat dari jari- jari sepeda motor. Kalau pisaunya kata Hendro nanti dibeli pisau cutter di toko. Kamu bisa menirut desain miliknya tanpa masalah. Ia justru senang karena berarti usaha miliknya mambantu banyak orang.

Meski investasi kecil tetapi untungnya luar biasa. Uang pembelian bahan mungkin Rp.2000 tetapi marginnya menjadi Rp.8000. "Marging keuntungan cukup menjanjikan," ulasnya kepada Ciputraentrepreneurship.com.

Pembeli alat Endro cukup berjualan di akhir minggu. Satu hari berjualan sudah melebihi gaji mereka sebagai seorang pegawai. Cukup mencari tempat ramai seperti jalan protokol. Ini usaha sampingan cocok buat para karyawan kantoran yang punya waktu luang di akhir minggu. Endro sendiri sebagai pengusaha sudah mulai sejak 2010.

Dia merupakan salah satu pengusaha es krim goreng. Sukses mengembangkan bisnis kentang ulir membawa nama mantan wartawan dan fotografer ini menjadi berita. Wartawan harian Pos Kota tersebut kini menjadi bahan beritanya sendiri. Ia sebagai wartawan merasa diuntungkan. Menjadi seorang wartawan membuatnya melihat peluang.

"Saya lebih suka memberikan orang kesempatan dulu daripada tentang kapan akan mencapai titik impas," ceria Endro. Istilahnya jangan tanya apa- apa langsung dimulai. Soal BEP bisnis kentang ulir pastilah untung tinggal menjalani asam manisnya usaha sendiri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba