3 Kualitas Setiap Entrepreneur Sukses Butuhkan

Artikel Kebutuhan Entrepreneur Baru 



Menjadi entrepreneur membutuhkan kualitas orang sukses. Inilah yang menjadikan mereka tetap bertahan sampai kapanpun.

Sedikit tulisan dari Entrepreneur.com. Ditulis oleh pasangan entrepreneur, Doug dan Polly White, yang sudah makan garam berbisnis sendiri. Lebih spesifik kami akan menuliskan profil mereka dikesempatan berbeda seperti halnya yang lain.

Kali ini kita akan membahas tulisan mereka disini.

1. Adaptasi

Kabanyakan kasus, apa yang dikerjakan oleh kamu bukanlah bisnis pertama kamu mencapai kesuksesan. Atau apapun yang telah kamu jalankan sekarang mungkin bukan kesuksesan kamu didepan. Ketika kamu mulai menggulirkan perusahaan kamu. Dalam perjalanan, kamu akan menemukan beberapa hal, dimana itu mungkin tidak akan bekerja seharusnya.

Kamu mungkin akan terjebak disana. Hingga menemukan perusahaan lain mengalami hal sama. Mungkin nanti mereka menemukan jalan keluar, yang bisa dijalankan di organisasi dan kamu menirunya. Kamu harus bisa beradaptasi.

Mereka telah dipaksa merubah macam bisnis mereka. Tidak cuma sekali tetapi berulang kali bisnis mereka berubah. Memulai usaha kecil sejak 2002 membantu usaha kecil lain. Mereka membantu perusahaan lain agar bisa beradaptasi akan peraturan hukum. Ya, mereka mengerjakan usaha human- resource audit. Tetapi ada kesalahan ketika mengerjakan hal tersebut.

Faktanya banyak entrepreneur kurang peduli tentang hal ini. Mereka cenderung cuek ketika diberikan hal seperti saran hukum. Selepas beberapa bulan, menyadari kesalahan maka bisnis keduanya menjadi bisnis hal efektifitas organisasi dan pengembangan tenaga pekerja.

2. Tahan banting

Tidak terhindarkan akan bertemu cobaan di perjalanan. Kamu mungkin kehilangan banyak pelanggan. Saat itu pegawai baik akan memilih keluar. Pemerintah merubah peraturan. Biasanya mereka akan memberikan hal lebi komplek. Untuk sukses, kamu harus mau tahan banting melalui masa sulit. Tidak akan ada apapun yang mengalahkan jiwa tahan banting.

Tambahan selain selain tahan banting ialah persiapan keuangan. Ini membutuhkan uang ketahanan di waktu sulit. Ketika akan memulai usaha asumsikan biaya dikeluarkan jadi dua kali ketika memulai usaha. Jikalau kamu tidak punya ketahanan finansial itu, kamu bisa menunda. Jadi sosok konservatif akan menyelamatkan ditengah jalan.

3. Etik kerja

Kualitas lain adanya kemampuan mau bekerja sangat, sangatlah keras. Keahlian yang dibutuhkan dalam hal menjalankan bisnis kecil. Kamu perlu tau menjalankan bisnis kecil itu sukar. Hidup kamu akan lebih panjang dari delapan jam. Jikalau minggu kamu dimulai di Senin, maka kamu akan menghabiskan waktu 40 jam di Rabu, tetapi tidak ada tanda berhenti.

Kamu akan dihubungi sampai 24 jam selama satu minggu. Menjalankan bisnis kecil berisi banyak tantangan. Tetapi jika kamu beradaptasi, tahan banting, dan kerja keras. Faktor kesuksesan di bisnis kecil kamu adalah tiga kualitas diatas apapun keadaan datang.

Strategi Jitu Angkat PNS Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Sukses Hariono 


 
Tidak mau selamanya menjadi PNS. Ir.Hariono memilih mundur hingga menjadi pengusha. Di umur tidak lagi muda bukan lah halangan baginya. Jabatan terakhir dicapainya adalah pegawai Pemda DKI Jakarta di Dinas Pengawasan Pembangunan Kota. Tepat sudah 12 tahun dirinya mengabdi menjadi pegawai negeri. Sebelum mundur dia sudah melirik bisnis restoran Jepang.

Ia tidak bisa memasak masakan Jepang. Cuma mau menjadi membuka usaha restoran Jepang. Alasannya ya karena dia melihat peluang di Anyer, Banten tanpa persaingan. Dia merasa menjadi pengusaha mungkin lebih seru. Hariono lantas menambahkan hidup menjadi PNS adalah kenyamanan.

Sebagai awalan dia memulai usaha tanpa melepas status PNS. Strategi jitu dilancarkan bagaimana membuat usaha sendiri. Hariono memang cerdas mampu berbisnis tanpa batas. Ia mampu membangun bisnis tanpa perlu repot lelah turun tangan terus. Sambil berjalan restoran Jepang itu tumbuh menjadi total 15 cabang.

Bayangkan gaji membuka usaha sendiri malah lebih besar. "Incomenya lama- lama menjadi besar. Saya bisa menghidupi diri saya dari pemasukan usaha ini," tuturnya. Ia semakin nekat. Bahkan Hariono mantap keluar sebagai PNS pada saat jabatannya masih segar. Orang- orang menilai Hariono anak orang kaya. Padahal, dia mati- matian membangun bisnis dari nol.

Peluang membuka restoran Jepang langsung dicoba. Bahkan peluang jualan ayam juga dilakoninya. Sungguh mengejutkan ketika menjadi pembicara Tanoto Entrepreneurship Series: Hariono mengaku usaha restoran Jepang saja menghasilkan Rp.5 miliar. 

Tidak berhenti di satu bisnis tetapi menjalar ke berbagai bisnis. "Omzet retoran Jepang saja Rp.5 miliar," jelas Hariono tanpa menyebut per- bulan atau per- tahun. Lanjutnya, ia membuka usaha lain seperti bimbel yang bernama Bimbe Visi. Satu cabang bimbel ini katanya menghasilkan Rp.3 miliaran. Lagi- lagi Hariono tidak menyebut pasti bulan atau tahun.

"Itu nggak modal beli beras, cabai, sangat sederhana. Omzet dari salon dan refleksiologi Rp 12 miliar. Biar saya gundul nggak punya rambut, saya punya salon," katanya bercanda.

Memang kelebihan menjadi PNS cuma zona nyaman. Sebenarnya dia cukup ragu- ragu ketika akan memulai berbisnis. Ia singkat berkata karena ketidak tahuan. Hariono tentu belum punya pengalaman. Dia meyakini pengusaha bukanlah bakat. Contohnya ya dirinya sendiri hanya bermodal "do it". Kendala terbesar lagi- lagi ke keberanian.

Dia memulai berbisnis dari titik nol. Sangat awam, tetapi tetap berusaha, sambil berjalan dia telah memiliki 9 macam bisnis. 

"Mau enggak memulainya. Mau enggak ambil resiko," paparnya. 

Usahanya meliputi tempat pijat Griya Pijat Bersih Sehat memiliki 12 cabang, restoren Jepang Midori 10 cabang, restoran Jepang Haikiri 5 cabang, retoran Jawa Ngalam 9 cabang, restoran ikan bakar, bimbingan belajar Visi yang jadi 3 cabang, salon Kirei dan Ori Reflexology.

Rahasia Griya Sehat


Griya Pijat Bersih Sehat sudah didirikan cukup lama yakni sejak 1983. Merupakan penanda era baru bagi usaha tempat pijat. Karena layanan ditawarkan Bersih Sehat merupakan pijat keluarga. Padalah di jamannya itu tempat pijat memang dikenal negatif. Bersih Sehat berdiri disanding dua tempat pijat lain, Timung dan juga Karina.

Mereka menawarkan pijat kesehatan dan kebugaran. Fasilitasnya dibuat sedemikian rupa sehingga berkesan sangat nyaman. Konsep sederhan dipadu startegi jitu menghilangkan kesan negatif. Pelanggan akan dimanja aneka layanan ditambah tempat nyaman bak hotel.

Di tahun 1990 -an, tren tempat pijat mulai memberikan aneka layanan plus. Banyak tempat pijat memilih satu cara drastis yakni pelayanan berorientas pelanggan. Bersih Sehat tidak tergiur mengelurkan plus yang berarti negatif tersebut. Mereka tetap berdasarkan standar kerja sejak dulu. Perbedaan mungkin terlihat dari tempat serta layanan.

Layanan juga layanan biasa ditangani tangan profesional. Bersih Sehat percaya diri merekrut ibu- ibu yang penampilannya biasa. Mereka bahkan belum bisa memijat benar. Belum juga pernah bekerja di tempat pijat sebelum disini. Pemijat Bersih Sehat tidak memiliki penampilan pemijat menggoda iman. Ini untuk melindungi kesan perusahaan juga si pemijat sendiri.

Bahkan tempat usaha ini melarang pemijat mengajak ngobrol pelanggan. Tentu ini sangatlah berat apalagi di era sekarang penuh persaingan tidak sehat. Tetapi Bersih Sehat mencoba tetap bersih dan sehat berbisnis. Meski kehilangan beberapa segmen tetapi menggaet segmen lain. Mereka yang jengah akan plus- plus mulai melirik tempat ini.

Hasilnya, tempat ini menjadi tempat menarik, terutama bagi ibu- ibu dan anak perempuannya menjadikan ini sebagai tempat nyantai. Ini melawan startegi marketing blue ocean strategy. Dimana pengusaha harus ikut di dalam pusaran perubahan, terutama menyesuaikan minat kebanyakan. Menjadi konsisten ternyata memberi rejeki berbeda.

Koleksi McDonald Menghasilkan $13.000

Modal Pengusaha Cilik Luke



McDonald adalah sebuah perusahaan franchise terfokus kepada anak kecil. Mereka menciptakan kecerian melalui maskot- maskot lucu disetiap hadiah hingga kemasan produknya. Perusahaan makanan satu ini juga terkenal akan paket- paket nya -seperti aneka paket ulang tahun. Apa yang terjadi bila seorang anak jatuh cinta kepada McDonald.

Maka dia mulai mengoleksi maskot selama lima belas tahun. Dia, Luke Underwood menyukai semua tentang McDonald dan hadiahnya.


Luke memiliki tidak kurang 5000 buah poster, tempat makanan, mainan, edisi terbatas gelas, serta pajangan setiap penjualan McDonald. Dia memiliki semua yang membuat anak anak di dunia cemburu. Mereka akan bertanya bagaimana cara dia mendapatkan ini dan itu. Dia mempunya dari yang terbaru hingga paling langka tahun 90'an.

Ia mulai mengoleksi sejak tahun 1990 sampai 1999 ketika berumur 11 tahun. Itu merupakan satu perjalanan panjang penuh dedikasi serta sejarah.

Dia seorang penggemar McDonald sejati. Luke mungkin cuma seorang anak yang selalu minta ditemani ayahnya ketika membeli paket McDonal. Luke hanya mendapatkan $10 setiap pembelian. Sekarang, mulai  separuh umurnya, dia berhasil menjual semua hanya $13.000. Itu sebuah angka jauh dari $10 setiap koleksi bahkan jika semuanya ditotal tetap berkali lipat.

Kenapa harus dijual?

Itu keputusan sulit bagi para kolektor, tetapi Luke bisa, dia masih tetaplah anak- anak dan membutuhkan sekolah lebih dari sekarang. Walau memiliki rasa ingin mempunyai yang kuat, ayah Luke yakin semunya akan dilaluinya. Hanya saja, uang tetaplah uang, dan penjualan ini merupakan terbaik masa depannya.

Melalui bantuan ayahnya, Mr. Underwood, Luke menjual koleksinya di sebuah acara lelang satu- persatu. Ke 5000 item milikinya mulai dilepas secara terpisah pisah, mereka dikelompokan menurut jenisnya. Mr. Underwood mandapati sebuah keputusan sulit bagi anaknya, tetapi bisnis tetaplah sebuah bisnis.

Dan Mr.Underwood yakin anaknya mampu menjadikannya sebuah batu loncatan untuk karirnya sebagai entrepreneur cilik. Bagi kolektor melepaskan sesuatu yang bernilai sejarah adalah hal terberat. Ini merupakan jiwa penghobi sejati dimana koleksi merupakan sejarah hidup. Bagi Luke, kini dia hanya bocah dari South Clifton, dan dia ingin melakukan lebih dari sekedar meratapi keputusannya.

Yakinlah Luke Underwood kelak akan menjual lebih dari $13.000, ketika ia tumbuh menjadi pria dewasa.

Raja Bengkel Berawal Sekedar Mimpi Tukang Las

Profil Pengusaha Heri Cahyono 


 
Ketidak berdayaan memaksanya terus berusaha. Kerja keras menjadi pilihan satu- satunya agar hidup Heri Cahyono bisa berjalan. Ini merupakan cambuk agar menguatkan tekad. Heri kecil sudah berbiasa membantu orang tua mencari kayu bakar, kemiri, ataupun hasil hutan lain. Menjadi pengusaha sebenarnya tidak pernah terbersit di benak laki- laki berkacamata ini.

Semenjak sang ayah berhenti berusaha praktis ekonomi keluarga kacau. Ditengah masalah tersebut maka Heri memilih ikut bekerja keras. Selepas lulus STM Negeri Malang, dia tidak mau membebani keluarga jadi mau langsung bekerja. Ia sadar tidak mudah keluarga membiaya sekolah diwaktu itu. Tetapi akhirnya dia pun harus mengubur mimpi berkuliah.

Pria kelahiran 1978 ini langsung bekerja menjadi tukang las. "Kesusahan yang melanda keluarga kamu justru membuat saya terpicu," jelas Heri. Sejak masih SD sudah keluar masuk hutan mencari apa saja. Dia lalu menjual itu dan uangnya diserahkan ke ibu. "...untuk membantu biaya keluarga," tuturnya. Pasca lulus dia menjadi tukang las di Kota Singosari, Malang.

Momen bekerja membuat hidup Heri gusar. Perasaan ingin lebih sukses lagi melanda batin kecilnya. Sadar diri, bahwa apa yang dimiliki sekarang tidak akan membantu. Dia ingin berkuliah tetapi bagaimana cara. Ia mempunyai cita- cita berkuliah di Jurusan Teknik Mesin tetapi belum. Hingga beasiswa Vocational Education Development Center (VEDC) disetujui.

Ini merupakan lembaga pendidikan kerja sama antara Indonesia dan Swiss. Tidak cuma beasiswa otomotif tetapi juga berbagai bidang ilmu. Cita- cita berkuliah Heri akhirnya terwujud tidak terduga. Dia mengambil bidang spooring dan balancing.

"Saya mengalahkan kandidat dari seluruh Indonesia," akunya bangga.

Meski bukan beasiswa kuliah tetapi sangat membanggakan. Karena dia belajar otomotif sebenarnya selama satu tahun. Dan, lebih beruntung lagi, Heri tidak perlu repot bekerja serabutan langsung ditempatkan. Ia pun bekerja menjadi mekanik di sebuah bengkel di Jakarta Pusat sejak 1995- 2000. Jabatan terakhir dienyam olehnya adalah Kepala Bengkel.

Kuliah berbisnis


Total lima tahun dia bekerja menjadi pegawai bengkel. Selama bekerja di bengkel, tidak lupa uang disisihkan buat ditabung untuk apalagi kalau bukan kuliah. Pria asli Malang ini akhirnya bisa berkuliah beneran yakni D3 jurusan Manajemen Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan. Bingung kan? Ternyata Heri telah sudah melihat aspek lain akan hidupnya.

Tamat berkuliah membawanya ke dunia wirausaha. Bekerja menjadi pegawai bengkel cukup lama maka dia mungkin bosan. Menurut pengakuan Heri sendiri sudah banyak ide dikepala. Inilah saatnya dia menentukan nasib melalui cek kosong Tuhan. Keputusan terakhir nanti merupakan jalan mencapai cita- cita. Dia ingin hidup mapan selepas kuliah.

Dia tidak memilih kuliah otomotif tetapi bisnis. Merasa telah cukup bergelut dengan spooring dan balancing, terbersit pemikiran membuka peluang usaha. Dia lantas menggandeng dua orang teman. Uang setoran ketiga sekawan tersebut total Rp.15 juta atau Rp.5 juta masing- masing. Uang segitu dibelikan mesin spooring dan balancing.

Gerai pertama dibuka bermodal menumpang di toko ban milik teman. Tepat tahun 2000, usaha kecil tersebut dijalankan secara bagi hasil. Namun, berbisnis ternyata tidak mudah, tiga bulan pertama tidak menghasilkan apapun. "Saya seperti puasa," kenang Heri. Uang masuk cuma buat membayar gaji karyawan saja tidak ada lebih.

Pria 36 tahun ini mencoba menggali ide lain. Bagaimana cara meningkatkan pendapatan usaha. Maka dia mulai menawarkan jasa spooring dan balancing ke bengkel lain. Dia masuk ke pasaran lain yakni business to business. Hasilnya ternyata diluar dugaan ternyata menghasilkan sambutan cukup baik. Berkat layanan prima maka usahanya tersebar mulut ke mulut.

Sejak awal pemikiran bahwa lelaki harus bekerja seperti lelaki tertanam. Disis lain, dia memang suka akan berbau otomotif, jadi ketika ditawari sekolah ya masuk ke STM. Lain cerita ketika Heri harus memilih mau kuliah dimana. Dia sempat limbung memilih di jurusan bisnis atau otomotif. Tetapi karena otomotif sudah bisa maka dia memilih jurusan bisnis.

Tepatnya dia berkuliah mengambil Diploma Jurusan Finance dan Banking. Uniknya jurusan tersebut ternyata adalah merupakan jurusan yang paling dibenci. Keputusan tepat ternyata memilih sesuatu yang tidak disukai membuahkan hasil.

Bengkel baru


Heri mengorbankan uang tabungan Rp.5 juta. Sementara dua temannya total menyumbang uang Rp.10 juta. Ia lantas membuka bengkel menumpang. Bengkel pertama berada di daerah Cirendeu, Ciputat. Dia berani masuk ke bengke remi pemegang merek (ATPM). Yang biasanya memang soal spooring dan balancing itu diserahkan pihak ketiga.

Sejak 2004 bengkel milik mereka menempati tempat sendiri. Heri ingat memang pernah menginginkan punya usaha sendiri bernama PT. HRA. Itu secara tidak sengaja telah digagasnya sejak kelas 5 SD. Waktu itu dia mekihat sebuah truk berlabel nama perusahaan. Seketika Heri kecil menuliskan nama HRA singakatan dari Heri, Rudi dan Andri (nama kakak).

Kerja keras merupakan kebiasaan hidup. Dari tahun ke tahun usahanya telah meningkat signifikan. Heri tidak berhenti memberikan jasa spooring dan balancing. Kini, dia mentransformasi bisnis menjadi jasa outsourcing spooring mulai perangkat sampai SDM ke dealer resmi.

Satu per- satu bengkel ATPM memakai jasa Heri. Mereka juga termasuk deler resmi bekerja sama dengan mereka PT. Heriromadiali, Auto2000, Astra Daihatsu, Nasmoco, Tunas Group, Honda Mobil, Astra Isuzu, Plaza Toyota, Hyundai,dll. Total dia bekerja sama dengan 140 gerai di seluruh kota Indonesia. Total sudah memiliki enam bengkel miliknya.

Berekpansi Heri juga membuka usaha pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Malang. Karyawan HRA sudah mencapai 450 orang. Ia berpikir untuk mencari usaha lain beresiko rendah. Omzet bengkel saja sudah mencapai Rp.4,5 juta. Ia bahkan merencanakan membesarkan sampai autopilot yakni mempekerjakan tenaga profesional.

"€œSaya ingin, semua usaha ini bisa bertahan hingga puluhan tahun,"€ ujar Heri. Usaha lain termasuk ia membuka usaha soto dan sop Haji Moei. Usaha kuliner yang telah membuka dua tempat di Jalan Haji Nawi Jakarta Selatan dan Jalan Bukit Cirendeu.

Sosok Ken Arok menjadi inspirasi berbisnis Heri. Istilahnya "ongisnade" atau lengkapnya istilah Singo Edan. Memang di Malang terkenal akan bahasa walikan Singo Edan diwalik ya jadinya Ongisnade. Dimana istilah itu mempresentasikan orang Malang gigih mencapai kesuksesan. Mental dirinya telah terlatih hingga sukses mencapai sekarang.

Satu trobosan dilakukan oleh HRA Group yakni layanan edukasi. Mereka memberikan pengetahuan akan kerja si mesin juga. Heri meyakini selama manajerial baik. Maka usaha apapun yang kamu kerjakan akan maksimal tumbuh. "Proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula," paparnya. Bukan tanpa masalah sekali lagi berbisnis itu.

Heri cuma memilih fokus kepada proses. Masalah terberat dijalaninya adalah masalah permodalan. Ini bisa menyebabkan usaha kamu sulit tumbuh. Apalagi kesulitan tersebut datangnya justru disaat pelanggan tumbuh pesat. Dia ingat benar ketika segala pengajuan kredit ditolak. Ia pun mengedepankan silaturahmi sebagai jalan.

Ia bahkan sampai menjaminkan jabatan manajer waktu masih bekerja. Ini membantu untuk mulai mencicil aneka peralatan bengkel. Padahal pembelian mesin menurut aturan produsen harus bayak cash. Agar tetap mendukung setiap lini usaha juga ditingkatkan. Termasuk usaha Heri membuka salon motor Motorshop. Satu usaha berkonsep one stop servis.

Heri juga tidak segan membayar tenaga profesional. Ia menggabungkan bengkel motor kustom dengan salon motor. Motorspot terletak di Jalan Cirendeu Raya siap memanjakan motor kita. Disana tempatnya nyaman lengkap wifi, AC, serta berbagai sumber bacaan. Menyikapi persaingan ketat di bisnis bengkel maka ada dua kunci.

Paling pertama adalah bagaimana dia menjaga kualitas layanan. Maka kedua menurut Heri merupakan faktor objektif memberikan manfaat. Sisanya merupakan faktor subjektif yakni Tuhan. Disini tinggal kepercayaan masing- masing soal kepercayaan akan sukses.

"...karena apapun yang diberikan oleh- Nya adalah yang terbaik untuk kita," tutur Heri kepada pewarta dari Wartakota

3 Miliarder Mungkin Banyak Orang Belum Tau

Daftar Pengusaha Miliarder Dunia 


 
Banyak miliarder di dunia tidak sedikit tersembunyi. Padahal sebagai entrepreneur, mereka pasti akan sangat menginspirasi hidup kita, terutama kamu tentunya.

1. Haruhisa Okamura

Bisnis: Adways

Merupakan salah satu pendiri raksasa teknologi di Negara Jepang. Dia fokus berbisnis periklanan online, menghasilkan pendapatan sampai $221 juta di 2013.

Singkatnya dia merupakan lulusan drop- out. Dia ketika berumur 16 tahun memulai bekerja jadi salesman. Ia mempunyai masalah komunikasi serta membangun teman, jadi Okamura memilih hidup di dunia kerja yang cocok menjadi tempat hidup. Di tahun 2000, ketika internet mulai menggilai, maka Okumura pun mendadak terobesesi akan hal tersebut serta IPO saham.

2. Josie Natori


Bisnis: Natori Company

Natori dikenal akan bisnis pakaian tidur. Bukan sembarangan, tetapi pakain tidur mahal high- end, menarik dia merupakan contoh buat kamu imigran. Dari Filipina ke Amerika, perbedaan budaya, makan, segala hal membuatnya rindu rumah. Tetapi dia tetap bertahan demi masa depan. Makalah dia mulia berusaha sendiri di entrepreneurship.

Suatu ketika, tahun 1977, dia bersama sang suami selepas mendapatkan kewarga negaraan Amerika siap berbisnis pakaian. Natori memamerkan gaun malam buatanya untuk pembeli, dan menjadi jalan tersendiri baginya masuk ke bisnis jutaan dollar.

3. Heidi Ganahl


Bisnis: Camp Bow Bow dan motivator

Ketika kamu memilih jalan memutar bukan berarti tidak bisa sukses. Dia adalah pengusaha pemilik tempat penitipan anjing Camp Bow Bow. Ganahl dan suami, Bion Flammang, memiliki ide perusahaan perawatan anjing. Hingga tahun 1994, sebuah tragedi terjadi, dimana Flammang meninggal karena kecelakaan pesawat. Meski sempat berhenti beberapa tahun Ganahl melanjutkan.

Meski hidup sebagai seorang orang tua tunggal, sejak Desember 2000, usahanya semakin agresif. Dia mulai membuka tempat pertamanya resmi Camp Bow Bow di Denver. Singkat cerita ini menghasilkan uang yang tidak sedikit yakni $80 juta.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba