Bikin Gendongan Bayi Praktis Omzet 700 Juta

Profil Pengusaha Yeni Andriani



Susahnya menjadi ibu- ibu malah membuatnya jadi pengusaha. Loh, kok bisa? Ceritanya adalah ibu dari tiga anak ini merasakan betul repotnya mengurusi anak. Apalagi salah satu anaknya masih sangat membutuhkan ASI eklusip. Sementara dirinya juga sudah kerepotan mengurusi anak- anak lain. Namanya Yani Andriani, udah terbiasa memanfaatkan gendongan didepan. Sementara si kecil menyusu, dua tangannya dengan mudah aktif mengerjakan hal lainnya.

Sayangnya, gendongan bayi itu ribet, meski gendongan bayinya udah beli toko. Memang diluar sana sudah banyak produk gendongan bayi gampang. Tak perlu repot membentuk simpul dari kain jarik. Ibu muda ini sendiri juga sibuk bekerja di perusahaan. Jadilah pekerjaanya berlipat ganda. Hingga terbersit ide membuat gendongannya sendiri.

"Idenya dari pengalaman pribadi pas (punya) anak ketiga kerepotan sama anak- anak," ujar Yani.

Agak repot mengurusi tiga orang anak sekaligus. Dia juga berpikir gimana ya bisa menggendong sekaligus bisa menyusui. Jadilah ide bisnisnya mulai dikembangkan dari pemikiran itu menjadi produk. Kemudian Yani melakukan serangkain percobaan. Bersama tetangganya mulai memodifikasi aneka produk gendongan bayi. Produsen asal Amerika sudah menjajaki bisnis gendongan bayi tapi belum buat Indonesia; belum ada yang spesifik memproduksinya. 

Gendongan bayinya masih kurang buat memenuhi fleksibilitas. Oleh karena itu, munculah ide gendongan bayi yang elastis, mampu mengikuti gerakan si bayi sendiri. Kemudian, produknya dibuat jadi ergonomis, dimana bisa dibentuk- bentuk dan digunakan dalam delapan posisi. Biar enggak pegel, tapi nyaman, serta tetap bisa digunakan beraktifitas di luar rumah nanti. Bahan produknya tersebut kemudian didesain menggunakan bahan spandek.

Bisnis unik

Pendidikannya dibidang Teknik Kimia Tekstil dari Universitas Bandung Raya, agaknya membantunya dalam membangun produk. Ia cukup mempejari produk gendongan bayi di luar. Dari produk luar negeri, ia rubah sedemikian rupa, hingga bisa disesuaikan keinginannya diatas; nyaman, fleksibel, ergonomis. Juga dibuat agar disesuaikan dengan keadaan iklim Indonesia. Yani menginginkan apa yang bisa mendekatkan dirinya dengan bayi.

Ternyata di luar sudah banyak produsen pengembangnya. Beda iklim menjadi alasan utama bagi Yani buat aktif memodifikasi. Bahan yang cocok buat Indonesia menurutnya adalah bahan katun. Karena memang itu nyaman, menyerap kringat, tidakpula cepat panas. "Saya lihat produk- produk bayi ini recommended -nya dengan bahan katun, dari situ bentuk ukuran, akhirnya produksi," kata Yani.

Pemilihan bahan juga merujuk atas pengetahuannya. Ia juga mudah mencari koneksi dari rujukan diatas. Tinggal menghubungi teman- teman sekampusnya dulu. Temannya sendiri bekerja di pabrik tekstil hingga tak ada kesulitan berarti ketika membuat contoh. Modalnya 12 juta berasal dari uang tabungan dari pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan. Hasil produk pertamanya cuma 15 buah saja. Dijualnya melalui cara online hasil dari penjualannya ternyata mengejutkan.

Bagaimana tidak dari 15 buah jadi 150 buah. Pesanan pun datang jauh sampai ke Papua.Yani menjual 15 buah pertama langsung balik modal. Bisa digunakan kembali buat berproduksi. Dijual seharga Rp.155.000 per- buah yang mana tak cuma dijual di online, tapi juga dijual di toko- toko keperluan bayi. Bahkan sudah berniat menfaatkan sistem reseller online. Hasilnya produk itu bisa terjual dari Jakarta, Malang, Yogyakarta, dan Palangkaraya.

Untuk ditributor kawasan Timur masih sulit, terangnya. Karena masih industri rumahan maka jumlah produksi cuma sanggup 350 buah per- bulan. Penjualan offline lah paling banyak menjadi fokusnya.

Tumbuh pesat


Memang terdengar menggiurkan usaha satu ini. Bahkan hitungannya cepat berkembang karena memang Yani menjadi pelopor dibidangnya. Produk bernama Chubby Baby Warp sudah diproses sejak 2009 -an. Namun baru dipasarkan luas sejal 2010, awalnya butuh keyakinan kuat dulu, butuh keberanian terutama buat tidak menjadi pegawai lagi. Sebelumnya Yani sudah meminta ijin suaminya menjadi wirausaha dan hasilnya ternyata alhamdulillah... malah sukses besar.

Awalnya cuma iseng tapi menghasilkan omzet 700 juta per-bulan.

"Lumayan iseng-iseng jadi duit. Sebenarnya waktu itu sudah bosan jadi pegawai, terus konsultasi ke suami untuk berwirausaha dan diizinkan, asal tidak mengganggu kerjaan ngurus keluarga," jelas Yani.

Gendongan bayi pada umumnya berbentuk selendang yang berbentuk cekung. Adapula model digandrungi oleh ibu- ibu muda berbentuk carier. Tapi ini membuat tangan capek setelah beberapa jam digunakan. Ada dua jenis gendongan bayi dijualnya: jenis reguler buat bayi berat maksimal 18kg, dan jenis premium itu buat 25kg. Harganya dipatok Rp.165.000 sampai Rp.225.000. Tiap bulan bisa menjual antara 60- 90 juta, sementara omzet pertahunnya bisa Rp.700 juta -an.

Kelebihan produknya adalah ibu- ibu masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Dua tangan sang ibu bisa bebas bergerak mengerjakan apapun, mengerjakan pekerjaan rumah, atau bahkan berbelanja. "Kalau aku menyebutnya bermain dengan hati," jelas Yani. Tidak ada pula alumunium dalam produknya tidak seperti ada di produk sejenis sekarang. Ini benar- benar 100% bahan kain.

Soal warna Chubby BabyWrap memang bervariasi, bahkan sudah mencapai  30 warna, seperti blue series, navy, royal blue, blue turqoise, indigo; green series, alvocado, tosca; red series maroon, red, fuschia, dusty pink, purple series, dark purple, purple dan masih banyak lainnya. Selin itu sudah dimodifikasi dari segi gambarnya tidak hanya berwarna. Produk ini juga bisa membuat ibu menyusui bebas bahkan jika berada di depan umum; karena kain Chubby BabyWrap lebar.

Alamat:

Blog : Chubby-babywrap.blogspot.com

email : chubbybabywrap@yahoo.com

Telp  : 085720174977

Nih Informasi Perusahaan Pemodalan Startup

Daftar Perusahaan Pendanaan Startup

 
Buat kamu mencoba membangun startup sendiri. Maka perlu kamu tau, di Indonesia ada loh perusahaan pembiayaan startup. Atau, bahasa ekonominya Venture Capitalist (VC) -nya, tujuan adanya perusahaan ini selain soal untung juga membangun ekosistem entrepreneurship. So, jangan salah kalau berpikiran bahwa ini sama saja nanti kamu meminjam uang bermodal agunan di bank. Fokus mereka pure- business orianted tapi bukan pula pada profit oriented saja.

Para entrepreneur atau wirausaha seperti kita nanti akan membangun startup dulu, baik nantinya berbentuk usaha mikro, kecil, ataupun kelas menengah. VC akan ambil bagian membantu mengembangkan usaha kamu. Mereka tak segan buat mengucurkan dana pengembangan. Beda dengan investasi umumnya, VC lah yang menentukan apakah kamu layak dibiayai atau tidak. Nanti apakah perusahaan kamu akan berpotensi besar dan menguntungkan atau tidak.

Selain itu VC biasanya mendapat untung berupa pembagian saham. Kalau dilihat di mata kacamata orang awamnya seperti kita, VC adalah sekumpulan orang penghimpun modal buat investasi. Tentu investi tersebut punya resikonya tersendiri. VC asal Indonesia sendiri tak semuanya asli buatan orang Indonesia. Tapi tetap harus kamu apresiasi serta bisa menjadi satu rujukan buat kamu kumpul modal.

DG Incubation, Inc (www.dgincubation.co.jp)


Seperti alamat webnya memang perusahaan VC pertama ini memang, merupakan perusahaan asal Jepang, yang didirikan pada tahun 2009 -an. CEO -nya bernama Kaoru Hayashi. Merupakan satu perusahaan besar yang sukses membina PT. Bilna. Itu loh, e-commerce fokusnya memenuhi kebutuhan keluarga dan bayi.

Merah Putih (merahputih.co.id)

Merupakan besutan Indonesia asli. PT. Merah Putih Colony mengklaim bahwasanya perusahaanya fokus pada inkubator digital dan teknologi pertama di Indonesia. Contoh nyatanya ialah situs dan sosial media besutan mereka antara lain Dailysocial.net, MindTalk, Lintas.me, dan sebagainya. Menarik karena apa yang menjadi fokus investasi mereka justru di laman website. Yang mana dari pengalaman akan sulit jikalau diuangkan.

Grupara Inc (grapurainc.com)

Coworking space bagi kalian pemula dalam hal membangun bisnis startup. Disini, meski nanti belum mampu membuat portfolio bisnis kamu; pihak Grupara membuka tangannya. Mereka akan senang hatinya membantu mengembangkan produk melalui mentoring dan pengenalan jaringan buat angel investor. Bahkan ada sesi- sesi mingguan dimana para entrepreneur akan diundang saling membahas.

Wavemaker Labs (wavemakerlabs.com)

Fokusnya ada pada Asia Tenggara dan Amerika Serikat, Wavemaker fokus pada startup yang mampu jadi katalis atau dasar bagi perubahan positif dalam masyarakat. Bila kamu fokus pada startup buat menjadi ikon perubahan, sebut saja membuat bahan daur ulang atau teknologi terbarukan, mungkin memilih Wavemaker bisa menjadi pilihan. Harus menciptakan manfaat nyata tapi caranya berbeda. Mereka akan dengan senang hati menerima portfolio kamu.

Permulaanya entrepreneur seperti kamu akan mendapatkan 100 ribu- 500 ribu dollar. Tim penilainya bisa dibilang kelas berat, sosok Eric Manlunas, David Siemer, Paul Santos, Dennish Goh, Nix Nolledo, Jennifer Wilder Anderson, Lisa Riedmiller, Aditya Kumar, Chris Leong, dan Mave Marcos, dimana mereka punya kantor di Singapura dan Amerika.

Cyber Agent (cyberagent.co.jp)

Seperti sebelumnya, Venture Capitalist ini memang dari Jepang, dipimpin oleh Susumu Fujita, fokusnya yaitu membidik perusahaan- perusahaan internet. Mereka berharap menjadikan perusahaan tersebut terunggul di abad 21. VC satu ini sudah terhitung cukup lama berdiri yakni sejak 18 Maret 1998. Kemudian 5 bulan setelah diluncurkan mendirikan CyberClick, sebuah perusahaan periklanan online, dimana pada tahun 2000 membawanya masuk bursa saham Jepang.

Jumlah anggotanya ada 2789 perusahaan. Portfolio bisnisnya mencangkup 8,2 juta dollar (per- September 2014) yaitu Ameba Business, Internet Ad Business, Game Business, Media and Other Business, Investment Development Business, dan Vertex Venture.

Vortex Venture (vertexmgt.com)

Merupakan anak perusahaan Temasek Holdings didirikan pada 1988, fokusnya pendanaan aneka startup di kawasan Asia dan AS. Perusahaan ini diklaim telah membantu 150 perusahaan entrepreneurial yang mereka anggap mampu mewujudkan nilai dan prinsip. Mereka adalah perusahaan idealis berdasarkan nilai- nilai dan prinsip. Tercatat telah lebih dari 350 startup dibantu tersebar di kawasan Asia Pasifik, AS, Eropa Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

Selain itu perusahaan berpusat di Singapura ini. Ternyata punya komitmen pendanaan pihak ketiga. Dimana mereka menadapatkan dana dari 90 VC berbeda, berekuitas di AS, Eropa, Asian dimana jumlah pemodal telah disalurkan 1,2 miliar.

Celebes Capital (celebescapital.com)

Perusahaan venture digawangi oleh perusahaan lokal. Dibawah bendera PT. Celebes Artha Venture awalnya dibentuk awalnya perusahaan investasi saham. Lanta karena booming startup membawanya menjadi salah satu venture capital asli Indonesia. Manajemen perusahaan saat itu tengah mengamati tren positif tumbuh kembang entrepreneurship.

Mereka juga mendirikan divisi khusus loh. Dimana fokusnya menangani UMKM pada tahun 2009, sejumlah proyek tercatat ditangani mereka yakni SMSFinance, WOWFinance, Asuransi Jaya Proteksi, Pan Pacific Insurance, dan sebagainya. CC sendiri adalah perusahaan yang tak kaku soal investasinya. Atau tidak selalu tentang teknologi. Mereka menyentuh aneka bisnis, seperti asuransi, otomotif, multinansial, pertambangan, pertanian, dan sebagainya.

Sovereign's Capital (sovereignscapital.com)

SC memfokuskan diri di startup pembiayaannya dari angka 1 juta sampai ke 10 juta dollar. Fokusnya SC adalah meraup untung jelas dan arah tujuannya jelas, pertumbuhan pesat menjadi fokusnya.Tim SC antara lain ada Henry Kaestner, yang berpengalaman dibidang industri, kemudian ada Andre Mann, Luke Roush, David Tjokrorahardjo, dan Tom Daren. Tak tanggung- tanggung juga melibatkan ada 50 orang penasihat investasi.

Mereka para penasihat mencangkup keahlian investasi teknologi informasi dan konsumer. Kantornya berada di Durham, AS dan kawasan SCBD, Jakarta.

Golden Gate (goldengate.vc)

CV menginvestasikan di investasi seed atau awal, sudah sering menyambangi Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina dan Indonesia. GG menyediakan mentoring startup ketika memberikan sumber pendanaan. Mereka juga aktif  bekerja sama dengan JFDI Asia melalui bootcamp startup. Kegiatan yang diadakan 100 hari yang biayanya 25 ribu dollar. JFDI juga mambantu pengusaha hingga meluncurkan produk.

Tim -nya berbasis di Singapura, meliputi Vinnie Lauria, Jeffry Paine, Paul Bragiel, Michael Lints, Jeremy Yap, Justin Hall dan Marissa Soeryadjaya.

GREE Ventures (greeventures.com)

GV ini relatif dikenal di Jepang dan Indonesia melalui BerryBenka, Luxola, UrbanIndo, Yoyo, StarFestival, Geniee, Retty, Kaizen, Platform Inc, Lancers, Somewrite, Ayannah, Finch, Ticketstreet, dan terakhir Bukalapak.com. Dinahkodia oleh CEO Yusuke Amano, telah bergerak jauh diantara dua negera Jepang dan Indonesia. Salah satu startup sukses didanai oleh mereka adalah PT. Pricearea Andalan Prestasi, merupakan situs online perbandingan harga tanah di Indonesia.

Idea Box (ideabox.co.id)

Merupakan bentuk kerja sama Indosat bersama Mountain Partners AG dan didukung oleh Ooredoo Group. Fokus kepada startup telekomunikasi, media, dan teknologi. Entrepreneur akan mendapatkan program dari mereka selama 120 hari. Selepas program akselerasi, kamu akan mendapatkan pendanaan 100 ribu dollar dan diwajibkan meluncurkan satu produk ke pasaran.

Mitra dari Idea Box sendiri sangat lengkap loh. Ada Jakarta Founder Institute, Mobile Monday, Silicon Straits, Microsoft, Intel, Qualcomm, Cisco, dan Amazon. IB memang punya jaringan luas membuatnya jadi paling layak buat kamu coba. Bahkan bisa saja mencapai kancah global jikalau kamu memang punya satu produk andalan. Selain itu sosok- sosok dibalik Idea juga merupakan tokoh entrepreneur mumpuni.

Sebut saja Andy Zain, Sebastian Togelang, kemudian dari manca negaranya ada Arne Van Looveren, JP Ellis, dan lain- lain.

Gobi Partners (gobivc.com)

Berdiri tahun 2002 fokusnya mengambil pendekatan unik "investasi hipotesis". Maksudnya ialah berinvestasi mengikuti arah pasar berlaku. Mereka mengejar tren teranyar. Namun, masih didasari prinsip dasarnya, Gobi memang banyak bergerak di Tiongkok tapi juga menyasar pasar Indonesia. VC ini bergerak mengelola 5 pendanaan, punya enam perwakilan baik Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura.

Fokus mereka juga investasi dikawasan Asia Tenggara juga. Digawangi oleh Avery Li, Bruce Yang, Filippo Huang, Ceres He, dimana mereka memilik komptensi dibidang keuangan dan investasi.

GEPI (gepi.co)

Kependekan dari Global Entrepreneurship Program Indonesia. Didirikan pada bulan Desember 2011, GEPI bertempat di DBS Tower Jakarta, mempunya kekuatan super ekstra. Lantaran didukung oleh pengusaha veteran yaitu Ir. Ciputra, Jakoeb Oetama, Chris Kanter, Shinta W. Kamdani, Guiseppe Nicolosi, dimana dari Ciputra Group sendiri terjalin suatu kerja sama -yakni CGI Ciputra GEPI Incubator. Selain mendukung startup juga memberikan pelatihan.

Konsepnya setengah tahun sekali CGI akan menerima startup kamu. Contoh- contoh startup sukses dikelola oleh perusahaan Ciputra ini antara lain Bornevia, Polatic, Wootag, Tripvisto, Wavoo dan lain- lain.

ANGIN (gepi.co/angin)

Bagian dari perusahaan diatas tapi merupakan bagian dari Angel Investment. Pertama di Indonesia Angel Investment Network ini telah menerima banyak aplikasi startup. ANGIN didirikan tahun 2012, startup -nya seperti BerryKitchen.com, Wangsa Jelita, Marguerite Nougat, yang mana diperkuat sejumlah pengusaha muda wanita seperti Mee Kim, Sheila Tiwan, Svida Alisjahbana, dan lainnya.

Rakuten Ventures (global.rakuten.com)

Merupakan bagian dari Rakuten Group, merupakan sebuah perusahaan investasi untuk bisnis tahapan seed atau pendanaan dan early stage atau awalan. Sudah berdiri sejak

Kenapa Pengusaha Kaya Harus Ambisius

Artikel Bisnis: Bijak Entrepreneur Alibaba 


 
"Jika Kamu masih miskin di usia 35 tahun, kamu pantas!" Jack Ma
 
Ia lantas berkisah:

Sebelum menemukan Alibaba, dia mengajak 24 orang kawannya, mereka membahas tentang kesempatan bisnis macam apa. Ketika membahas dua jam lamanya -mereka sama- sama kebingungan. Tak menemukan apa rencana mereka. Jack Ma pun berinisiatif menyebutkan rencananya. Sebuah rencana bisnis mengalahkan raksasa Amazon. Apakah respon temannya? 23 dari 24 orang menolaknya...

Alasannya terutama bahwa ia tidak tau sama sekali soal internet.

"Kamu tidak tau apapun tentang Internet, dan paling utamanya, kamu tidak punya modal awal membangun startup untuk ini.bla.bla," kenang Ma.

Cuma ada satu teman baiknya yang bekerja di Bank. Responnya pun standar menurut kami. Intinya kalau kamu mau mencobanya, cobalah. Jika apa yang kamu kerjakan tidak sesuai, kembali lah ke tempat semula. Ma memikirkan perkataan sok bijak ini. Terus, hingga pagi tiba, ia memutuskan mengerjakan Alibaba meski 23 orang temannya menolak.

Ketika memulai Alibaba ada penolakan keras dari keluarga dan teman. Mengingat kembali, masalah utama seorang Jack Ma bukanlah kepercayaan diri, tapi ketidak tahuan dan dorongan untuk menyerah dari orang disekitarnya.

"Tidak masalah apa yang seorang lakukan, apakah gagal atau kesuksesan, pangalam itulah nilai dari kesuksesan itu," pikirannya mencoba merasionalitaskan kegilaannya.

Kamu miskin, karena kamu tidak punya ambisi. Bayangkan jika ide cemerlang itu tanpa didasari hasrat lebih besar dari keinginan bahkan mendekati obsesi. Itulah kami sebut ambisi sebuah obsesi terarah yang punya tujuan kedepannya. Ambisi memiliki idealisme. Punya tujuan besar kedepannya dalam hidup seseorang yang harus dicapai. Maka:

1. Kamu miskin karena tidak ada hasrat buat hidup kaya
2. Kamu miskin karena tidak punya pandangan jauh'
3. Kamu miskin karena tidak bisa melawan kepengecutan mau
4. Kamu miski karena kurang keberanian dan fokus (determinasi)

Kenapa harus ambisius, dikutip lebih dalam lagi, bahwa ada tiga poin kenapa harus ambisius:

1. Dengan ambisi akan melawan ketidak percayaan diri dan memaksimalkan potensi
2. Dengan ambisi kamu bisa tahan banting, terus belajar hal baru membangun perfeksionis
3. Dengan ambisi kamu bisa menolak keanehan, menciptakan keajaiban tidak semua orang bisa.

Tulisan ini dikutip dari artikel di Asianentrepreneur.org, dimana penulis aslinya lengkapnya bernama Zach Ho dari Vulcan Post. Menurut kami, pengusaha ada baiknya membedakan ambisi dan obsesi, obsesi itu beda sama ambisi loh. Ambisi punya cara, tujuan, dan dorongan sama besarnya dengan ambisi. Bedanya obsesi itu akan merusak jika gagal sementara ambisi adalah bisa menahan diri; meski gagal.

Penemu Karet Gelang Warna- Warni Loom Band

Profil Pengusaha Cheong Choon Eng


 
Sosoknya memang jaranglah terekspos. Lebih menarik mengekspos kisah dari Pangeran dan Putri Inggris, Kate Middleton dan Prince William, yang ternyata penggemar karet gelang unik ini. Sebuah mata kamera menyorot keduanya mengenakan gelang Loom Band di Yorkshire. Padahal ada sosok penemu bukan langsung jadi atau merupakan karya perusahaan mainan manapun. Atau juga orang- orang lebih suka mengekspos kisah sukses berjualan karet Loom Band.

Seperti kisah Helen Wright dan Kathryn Wright, yang menjual gaun terbuat dari Loom Band hingga miliaran rupiah. Kisah penjualan £170,000 spektakuler dari eBay yang sempat menjadi headline berbagai media di Inggris. Tapi siapa sangka sosok dibaliknya justru hidup lebih sederhana. Ia memang kaya. Akan tetapi tak spekatkuler digambarkan sosok- sosok diatas.

Perkenalkan namanya Cheong Choon Eng, dia lah penemu asli Loom Band, seorang penemu yang kaya raya berkat produknya. Mungkin miliarder akan terlihat modis, tapi sosoknya justru sangatlah humble. Tampak biasa saja -padahal keuntungan perusahaanya begitu besar.

Dia menjadi kaya karena karet warna- warni ini. Kesemuanya berkat karet yang bisa dijadikan gelang cuma bermodal alat plastik. Menyenangkan karena anak- anak diajari motoriknya, imajinasinya, dan ketelitian buat memadu- padankan setiap warnannya. Cheong sendiri masih hidup sederhana. Tinggal di rumah lamanya dan mengendarai mobil lamanya di Amerika. Pria 45 tahun asli Malaysia, yang memutuskan tinggal di Amerika selama 23 tahun lebih.

Dia menikahi seorang wanita bernama Fen. Mempuanyai dua orang putri bernama Teresa, 16, dan Michelle, 13 tahun. Seorang mantan teknisi Nissan, dimana ide awalnya Loom Band berasal dari teknologi sabuk pengaman karyanya -kemudian menjadi sumber kekayaannya sekarang. Kesemuanya berubah drastis ketika adanya satu pristiwa mengingatkannya.

Ketika itu anak- anak gadisnya tengah asik bermain gelang karet. Anak- anaknya tengah asiknya membuat gelang dari karet.

"Hei, saya tau bagaimana membuat ini. Mungkin ini akan menarik kalian," kenang Cheong.

Hidup sederhana


Tumbuh dan besar di pinggiran Malaysia, membuatnya sekeluarga tak punya mainan. Ketika Cheong masih lah kecil butuh kreatifitas buat bermain, jadilah ia membuat layang- layang, atau bermain pasir dan juga asik membuat tali dari karet gelang. Itulah masa kecil seorang penemu Loom Band atau karet pelangi. Ayahnya bekerja di pabrik getah karet milik kakeknya. Dia sendiri sering diajak melihat- lihat ke sana. Ayahnya lalu memperlihatkan hasil karyanya.

Dia memperlihatkan bagaimana getah karet mengalir. Cheong ingat betul bagaimana itu mengalir menetas dari batang pohon karet. Selepas sekolah, ia memutuskan ingin menjadi teknisi, jadilah ia masuk ke universitas di lokal Malaysia. Kisah rasis pernah dirasakannya. Dimana di Malaysia jumlah murid etnis Chinese dibatasi di setiapnya.

"Seperti kebanyakan teman saya, saya harus keluar dari Malaysia buat berkuliah di universitas," terangnya.

Dia bersama kakak laki- lakinya medarat di Amerika. Tepatnya di Kansas pada hari bersalju di musim semi tahun 1991. "Saya belum pernah melihat salju sebelumnya dan baru bisa berbahasa Inggris," kena Choeng. Ia ingat saat itu berpikir ketika dirinya berteriak; tidak akan ada yang mendengar. Dia benar- benar berada di dunia baru.

Setahun selepas lulus kuliah, ketika itu ekonomi di Asia runtuh, ketika itu teman sekampunya memilih pulang kampung; mereka malah tak bekerja. Sementara itu di 1997, ekonomi di Amerika justru tengah naik daun, jadilah seorang teknisi mesin ini bekerja mudah. Dia mulai membangun karir sebagai teknisi keamanan mobil di kawasan Detroit. Dia senang akan pekerjaannya. Tapi tidak senang karena itu menyedot perhatiannya. Ia bahkan tak bisa melihat kedua putrinya.

Mereka sembilan dan 12 tahun, dan tampat jauh darinya. Suatu hari selepas bekerja, ia sempat melihat dua gadis cantiknya bermain karet. Dia berpikir sejenak, "Hei, saya tau bagaimana membuat ini. Mungkin ini akan menarik mereka," kemudian diambilnya beberapa karet. Dia menggunakan cara membuat tali lompat di Malaysia. Cheong kemudian membuat gelang dari beberapa karet. Sayangnya, hal itu tak berhasil, tidak bisa menyatukan mereka.

Mungkin jenis karetnya beda dari apa yang di Malaysia. Kemudian Cheong pergi ke ruang bawah tanah, ia kemudian mengambil kardus dan menempelkan jarum- jarum pin diatas. Dia kemudian menyatukan mereka jadi satu secara zigzag; seperti bentuk berlian. Itu ternyata bekerja sangatlah baik. Hari berikutnya, kedua anak gadisnya memakai gelang warna- warni karyanya ke sekolah. "Saya menjadi pahlawan para tetangga hanya semalam," kenangnya.

Putrinya kemudian memintanya membuat gelang lagi. Dia adalah Teresa, anak tertuanya, yang menyarankan itu dijual saja.

"Saya menghabiskan enam bulan mengembangkan produk dan dirancang 28 versi yang berbeda. Saya masih bekerja penuh waktu di Nissan, jadi saya akan tinggal sampai tiga atau 04:00 setiap pagi," kenangnya, inilah awal sukses Loom Band.

Kerja pintar


Hal paling susah menjadi pengusaha berkeluarga adalah meyakinkan. Ia merasakan susahnya meyakinkan satu keluarga apalagi istrinya. Itu sebelum ia memutuskan keluar dari Nissan. Dia mencoba meyakinkan sang istrinya langsung. Cheong mengambil beberapa karet karyanya. Mulai meletakan satu per- satu karet hingga membentuk cincin. Dia kemudian meletakannya ke jari istrinya. Inilah ketika keputusan ada semuanya ada di tangan wanita.

Ia jor- joran menginvestasikan semua uangnya ke Loom Band. Yaitu ada $10.000, ialah uang tabungan milik keluarga yang kemudian digunakan. Dia membuat perangatnya Loom Band Kit. Kemudian soal karetnya, ia memesan dari China sebanyak 2.000 lb (907kg). Dia menciptakan perangakatnya sama seperti konsepnya dulu.

"Saya menghabiskan berbulan berkeliling toko mainan di Michigan bersama putri saya, mencoba menjual loom band," kenang Cheong.

Tidak ada yang tertarik. Masalahnya orang- orang tidak paham cara kerjanya. Jadilah Cheong mengaja satu keponakan dan kedua putrinya membuat video You Tube. Nah, dari marketing itulah karet gelang warna- warni menjadi tren tersendiri. Mereka cukup menjelaskan cara kerja alatnya dan jadilah gelang cantik. Di Juli 2012, Cheong mendapatkan pesanan dari toko di Alpharetta, Georgia, pesananya cuma 12 perlengkapan Loom Band.

Dua minggu berjalan, seketika satu toko tersebut mendadak meminta lagi, bahkan tak tanggung- tanggung; mereka memasan $10.000. Ketika dia bersama istrinya melihat itu; mereka melotot. Awalnya dia menyangka ini sebuah kesalahan. Namun, pemilik toko mengkonfirmasi tersebut. Sejak itulah permintaan akan Loom Band terus meningkat setiap bulan. Bahkan di Desember 2012, penjualannya mencapai angka $200.000 di penjualan dalam sebulan.

"Saya mengambil "liburan" tiga bulan dari Nissan, tapi tak kembali lagi," kenang Cheong.

Perjalanan adalah keajaiban seperti bagaimana mainan karet ini. Semuanya dibentuk indah pada waktunya, dimana keluarga bangsawan Inggris memakai atau juga Paus Francis juga. Akan tetapi kesemuanya taklah mudah dimana pernah terjadi kesalahan. Dimana 10.000 perlengakapan besinya salah bentuk. Pengaitnya buat mengaitkan gelang salah arah. Ketika itu, Cheong memutuskan membetulkannya satu per- satu, bahkan sampai waktu satu tahun.

Untungnya, ia bersama sekeluarga berhasil menjual $40 juta, dan bahkan berganda di tahun berikutnya. Ada masalah lagi menyusul. Ketika peniliti di Inggris menyebut karetnya bisa berbahaya. Dimana ada anak buta karena terkena karet. Adapula kisah seorang anak gadis aliran darahnya terganggu. Dimana ia memakai satu cinci karet terlalu ketat di jarinya. Tapi disisi lain disana, ada sepasang wanita menjual gaun Loom Band di eBay senilai miliaran rupiah.

Dia masih memandang rumah lamanya, "wow, itu dimulai dari meja ruang makan kami."

Stephen Hawking Setuju Anti- Senjata Cerdas

Ayo Hentikan Pengembangan Senjata Cerdas



Benarkah kisah Terminator akan menjadi kenyataan. Faktanya perlu kamu tau beberapa peneliti tengah asik- gencarnya mengerjakan AI. Apakah itu AI, adalah singkatan dari Artificial Intelligent atau bisa kecerdasan buatan, dimana update terberunya adalah teknologi komputer yang mampu memperbaiki diri sendiri. Dimana ada software cerdas mampu membaca dan memperbaiki dirinya sendiri. Bukan tanpa resiko tingkat tinggi ini pun sudah disadari oleh banyak peneliti.

Yang terbaru adalah rumor pengembangan senjata cerdas. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah (atau sudah) mengembangkan hal semacam ini. Terbaru adanya perusahaan swasta Amerika mengikuti jejak perusahaan asal Jepang; robot Kurata dari Suidobashi Heavy Industry.

Untuk mencegah hal tak terduga 1.000 orang peneliti robot dan teknologi AI, bersama- sama menyetujui komitmen bersama. Tak cuma mereka ada pula sosok- sosok terkenal di dunia teknologi. Dua diantaranya bisa dibilang manusia paling berpengaruh dalam teknologi. Elon Musk, salah satunya memang dikenal fobia- akan teknologi, meski merupakan pemilik perusahaan mobil listrik Tesla. Satu orang lain yaitu jenius Stephen Hawking.

Bahkan komiteman berupa surat pernyataan ini telah resmi dikirimkan. Diluncurkan ketika International Joint Conference on Artificial Intelligent di Buenos Aires, Argentina, terutama membahas tentang rencana pihak dari militer mengembangkan.

Isi suratnya.

Artificial Intelligence (AI) teknologi telah mencapai titik di mana penyebaran sistem tersebut - praktiknya jika legal - akan layak hanya dalam tahunan, tidak sampai puluhan tahun, dan taruhannya tinggi: senjata otonom telah digambarkan sebagai revolusi ketiga dalam peperangan, setelah mesiu dan senjata nuklir.

Jika ada kekuatan militer besar mendorong maju pengembangan senjata AI, perlombaan senjata global hampir tak terelakkan lagi, dan titik akhir dari lintasan teknologi ini jelas: senjata otonom akan menjadi  Kalashnikov of Tomorrow.

Hawking dan Musk memang sudah sangat khawatir tentang hal ini. Selain mereka ada pula satu sosok dari pendiri Apple Steven Wozniak, kemudian ditambah nama CEO Google DeepMind Demis Hassabis, lalu ada profesor Noam Chomsky dan Google Director of Research Peter Norvig. Dalam satu penyataan terakhirnya adalah:

"Kami percaya bahwa AI memiliki potensi besar mendapatkan keuntungan kemanusiaan dalam banyak cara, dan bahwa tujuan lapangannya harus fokus dilakukan. Mulai perlombaan senjata AI militer adalah ide yang buruk, dan harus dicegah dengan larangan senjata otonom ofensif di luar kendali manusia bermakna. "

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba