Bisnis MLM Haram Memilih Pancake Durian

Profil Pengusaha Sukses Subakti 


mantanbisnismlm.png
 
Mengetahui bahwa hukum bisnis MLM haram memilih berhenti. Ia memutuskan tidak mengejar jargon passive income begini.  Rahasia passive income jutaan rupiah setiap hari. Bahkan sosok agamis satu ini pernah "merasakannya", apakah bisnis semacam ini halal atau haram. 
 
Berbisnis MLM menjanjikan Subakti, 30 tahun, sangat tergiur dengan aneka hadiah dari perjalanan ke luar negeri, rumah, atau mobil. Subakti merupakan salah satunya agen MLM perusahaan asal China.
 

Memilih Wirausaha


Lima tahun sudah dirnya jalani usaha model MLM. Dia pun mulai diliputi perasaan ragu apakah halal atau halal kah. Hingga, suatu hari, ia mendengar ceramah Ustadz di Rodja TV menganai muamalah yang dilarang oleh Islam. 
 
Transaksi dalam MLM dinyatakan tidak sesuai syariat Islam olah sang Ustads. Inilah alasan yang membuatnya tidak melanjutkan kembali. Akhirnya ayah tiga anak ini memilih berjualan gorengan saja.

"Ustadz tersebut menjelaskan bahwa salah satu muamalah yang dilarang ternyata ada pada sistem bisnis MLM. Dari situ saya mulai melakukan koreksi tentang muamalah yang sedang saya jalani," ujarnya. 
 
Ia tidak cuma mempertanyakan kehalalan MLM loh. Termasuk bisnis yang dijalani selanjutnya. yaitu bisnis jasa servis komputer dan kursus komputer. Dia memilih wirausaha tetapi tidak mudah.

Pasalnya, Subakti memanfaatkan software bajakan buat menjalankan bisnisnya. Inilah hal yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Komputer yang cuma bertahan 3 semester.

Mundur bisnis MLM saatnya berbisnis sesungguhnya. Dia juga menjual semua aset bisnis komputer miliknya. Usang tersebut digunakan untuk melunasi hutang dan pindah ke Kota Medan. 
 
Tepatnya rumah di daerah Deli Serdang dimana keluarga kecilnya melepas penat. Sesampai di Kota Medan sudah banyak usaha terlebih dahulu dia geluti.

Bisnis Durian


Terkanal akan duriannya membawa Subakti berbisnis sama. Dia berjualan aneka pancake durian ataupun daging durian beku. Hasilnya diluar dugaan ternyata begitu sangat menjanjikan. Subakti memberanikan diri membuka usaha ini sejak awal Januari 2015. 
 
Dimulai dari mengamati pasar yakni maraknya sup durian dan lain- lain. Ia memutuskan menjadi produsen dan suplier pancake durian.

"Saya memberanikan diri merintis usaha dengan nama Kampung Durian," papar Subakti, yang mana nama itu terinspirasi teman di group KPMI Korwil Medan. Mereka merupakan group produktif yang membahas soal Medan serta potensi bisnisnya.

Subakti mengambil durian tersebut langsung dari kebunnya, seperti daerah Sidikalang atau lainnya. Awalnya ia mengaku cukup kesulitan memenuhi bahan baku. Pasalnya durian merupakan buah musiman. Ketika tidak musim maka harga jualnya bisa melonjak tajam. 
 
"Sistem stok disaat musim durian menjadi solusi utama bagi kami untuk tetap bisa produksi sepanjang tahun," tuturnya.

Dia juga siap menghadapi anaka komplain terkait produknya. Dari komplain tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi baginya. Ia mulai memperbaiki produk dan pelayanan bisnisnya. Dia bahkan mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk membantu. 
 
Total ada 9 karyawan yang ia miliki, pengusaha pancake durian ini mengaku berproduksi bisa sampai 200 bok pancake. Untuk harga disebut cukup fluktuatif atau naik turun. Terutama jika berbicara pusat durian seperti Medan. 
 
Ia sendiri tidak berpangku tangan. Usahanya sudah merambah ke daerah lain di Indonesia lewat port- to- port -jemput cargo di bandara. Subakti memberikan minimal order 25- 30 kotak dan untuk kamu yang mau jadi reseller pemula, cukup membeli 15 kotak.

Total Kampung Durian memiliki 70 reseller tersebar di seluruh penjuru dunia. Dia sendiri memberikan tips buat kamu tentang hutang usaha. Pastikan hutang kamu terbayar tepat waktunya jangan menunda. Karena menurut pengusaha muslim satu ini hutang akan mematikan kreativitas kamu.

"...membuat pikiran kita menjadi tidak tenang baik siang maupun malam hari, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kreativitas kita dalam mengembangkan usaha," tutup interviewnya bersama BisnisUKM.com

Usaha Warung Lalapan Bermodal Enam Juta Rupiah

Profil Pengusaha Adil Frantoso

 
warungenamjuta.png

Membuka usaha warung lalapan bermodal enam juta. Adil kini mengantongi omzet sampai Rp.30 juta. Berikut kisah pengusaha muda Adil Frantoso. Bermula pekerjaan guru honorer kemudian memilih resign kerja. Adil memilih merintis usaha.
 
Dia guru honorer salah satu sekolah swasta. Begitu keluar dia langsung mendirikan warung makan. Usaha kecil- kecilan tersebut tampak beresiko. Mengingat Adil memang memutuskan menjadi guru. Bahkan dia sempat diangkat menjadi kepala sekolah.
 
Tetapi menjadi honorer tentu sangat berkurangan. Alhasil Adil memiliki tunggakan cicilan bank. Pinjaman tersebut semakin membesar menekan Adil. Dia harus membayar cicilan 2 juta perbulan. Ia cuma digaji Rp.500.000 perbulan, hanya cukup buat makan.
 
Adil juga sakit ketika menjadi guru honorer. Sakit tersebut cukup lama membuat dia cuti. Ini membuatnya kehilangan pendapatan. "Akhirnya membuka usaha makanan dengan menjadi pedagang kaki lima di 2015 silam," kenangnya kepada Kompas.com

Warung Bang Fahri ternyata disambut baik masyarakat. Alumni Universitas Jember mengawali usaha di pinggir jalan dekat Pasar Tanjung; Dia cuma bertahan dua bulan. Ia kembali melanjutkan usaha masih bermodal pinggir jalan.
 
Berganti- ganti tempat memang menjadi resiko. "Ternyata di sana cuma bertahan dua bulan, ternyata enggak berhasil," jelasnya.
 
Hingga dia memutuskan membuka usaha online. Ayah dua anak ini membuka usaha melalui rumah. Ia memasarkan produk melalui Facebook dan WhatsApp di 2016. Berbekal internet malah membuatnya sukses besar. Dia bahkan sudah memiliki pelanggan tetap.
 
Pelanggan termasuk pegawai- pegawai rumah sakit. "Yang terdaftar di WA ada 3000 pelanggan," ia menerangkan. Tidak puas akan pencapaian. Dia memutuskan bergabung dengan GoFood.

Kini dia membuka usaha depan rumah kawasan Jalan Merak, Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, sekarang ramai pengunjung. Adil sangat memanfaatkan pesanan onlin. Bahkan ia rela mengantarkan sendiri. Adil nampak sibuk melayani pesanan driver Gojek.

Omzet Mitra GoFood


Berapakah omzet mitra GoFood begini. Adil menjelaskan mampu mengantongi omzet sampai Rp.30 juta. Bisnis Adil meliputi menjual ayam goreng dan ikan bakar. Itu sudah termasuk lalapan, dijual Rp. 9000- Rp.15.000. Adil berjualan dibantu istri dan mertua.

Usaha tersebut merambah ke berbagai sekolah. Dia membuka kantin di dua sekolah, di MA Alqodiri dan SMK Analisis Kesehatan. Ketika Covid 19 menyerang membuat dua kantinya tutup. Di awal- awal pandemi usahanya sangat berdampak dan berangsur pulih.

Berkat online membuat usahanya mampu melewati pandemi. Padahal ia bercerita cuma bermodalkan Rp.6 juta mampu menjual 240 porsi perhari. Banyak cara pengusaha muda ini gunakan, guna menaikan jumlah penjualan, mulai dari menjaga kebersihan makanan, menjaga kesehatan, dan kualitas terbaik.

Jujur warga banyak khawatir bila membeli makanan. Takut ketularan covid ketika mereka membeli keluar. Adil menyajikan makanan bersih dan sehat. Ia menerapkan protokol kesehatan. Agar tidak membuat kecewa pembeli. Ia menyajikan secara cepat tepat waktu.

Pembeli tidak akan menunggu terlalu lama. Adil merasa usaha dijalankan sekarang berkat "terpaksa". Ia meyakini harus berhasil. Terkenan besar membayar angsuran sementara ia berhemat. Awal dia tidak menghasilkan pemasukan sampai sekarang sukses.

Pengusaha muda ini menerapkan prinsip kepepet. "Ini the power of kepepet," celetuknya. Meskipun sudah tidak menjadi guru. Dia kini sibuk menjadi pembicara. Ia memotivasi orang lain agar mau ambil resiko menjadi pengusaha.

Pengusaha Tas Kulit Berliano Menang Modal Internet

Profil Pengusaha Febria Purnomo Puspo


pengusahatas.png
 
Pengusaha tas kulit Berliano menang. Dia bermodal internet promosikan online. Febri Purnomo Puspo kini sukses berkat kegigihan mempromosikan. Febri adalah seorang pengusaha muda sukses. Berkat usaha kulit ditambah promosi online bisnisnya menjadi juara. 
 
Seperti ditulis oleh bisnisukm.com: Pria lulusan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta tahun 2008 ini cukup mempraktikan ilmunya Apa- apa yang didapatnya ketika masih berkuliah dulu. Ia mempraktikan cara menyamak kulit itu sendiri.

Bisnis Internet

 
Pertama kali, bersama rekan- raknnya memulai memproduksi kulit sendiri, kemudian mulai memproduksi aneka barang jadi. Hasil pertamanya ialah aneka jaket kulit dan lantas fokus di tas kulit. Usaha yang dimulai sejak 2011 ini memang bermodal pas- pasan. 
 
Dia mengandalkan sistem dijahitkan orang lain. Pertama kali itu Febri hanya memanfaatkan sistem titip jual di toko sekitaran Yogyakarta.

"Sebelum mengenal dunia online, kami memasarkan produk dengan sistem titip jual di toko-toko yang ada di sekitar Yogyakarta dan melayani beberapa reseller yang masuk," terang Febri.

Sejalan waktu bisnisnya berkembang, tanpa sungkan Febri membuka lowongan penjahit. Utamanya penjahit tas kulit lewat berbagai media. Melalui penjahit sendiri kapasitas produksi meningkat. Ia lantas menggunakan jasa sosial media. 
 
Tanpa keraguan dirinya memperkenalkan Tas Kulit Berliano. Tanpa disangka hasilnya itu malah diluar dugaan. Melalui sistem online itulah sukses pengusaha muda ini moncer.

Mereka punya Facebook dan toko online www.berliano.com. Disana lah banjir pesanan datang. Berjalanan waktu hingga bisa mendapatkan alur distribusi tepat. Fabri berani berekspansif usahanya telah memproduksi 3 ton kulit, yang sebelumnya 1 ton per- bulan. 
 
"Alhamdulillah sudah bisa berproduksi 3 ton kulit per- bulannya," ujarnya mantap. Mulai membuat bahan baku, penyamakan, dan proses produksi dilakukan di satu tempat.

Usaha hulu- hilir telah dikuasai Febri sendirian. Dulunya cuma bisa berproduksi dibawah 1000 sqf. Sekarang sudah bisa menghasilkan 5000 sqf per- bulan. Usahanya dibantu 3 orang karyawan dibagian penyamakan kulit, 8 orang dibagian tanaga jahit, dan 2 orang lagi dibagian admin web (toko online). 
 
Setiap bulan melalui mereka lah, Febri mampu memproduksi 200 pcs tas kulit dan dompet 150 pcs per- bulan. Soal kendala diakuinya adalah menganai bahan baku mentah. Dia mencontohkan harga yang terus naik tetapi kualitas cenderung tidak stabil. 
 
Lewati kendala itu Febri mulai membuat kulit artikel sendiri. Bahan yang cocok digunakan menjadi bahan baku tas. Sedangkan bahn kulit tidak memenuhi kecocokan dialihkan. Dia menjadikan itu barang- barang kecil seperti tasel, gantungan kunci dan lain- lain.

"Kedepannya saya ingin lebih fokus memperhatikan infrastruktur untuk operasional produksi," jelasnya. 
 
Ia mencontohkan lagi seperti drum besar untuk penyamakan. Drum yang semakin besar akan menampung lebih banyak kulit. Kemudian dia pengen mempunyai gudang kulit, membuka toko offline di pusat jantung ekonomi Yogyakarta.

Bisnis Kraukk Beku Produk Hangat Penghasilan

Profil Pengusaha Yudhi Dwinanto


bisniskraukk.png

Mantan pegawai negeri ini sukses usaha frozen food. Bisnis Kraukk beku bukan sembarangan. Lewat canggihnya dunia digital menjamur ke dunia nyata. Sukses Yudhi Dwinanto bisa menjadi inspirasi buat pengusaha toko online. Dia memulai dari sekedar hobi menjadi bisnis. 
 
Mencari ide bisnis mapan memang susah- susah gampang. Itulah kenapa konsep bisnis sampingan bisa dijalankan.
 

Bisnis Makanan Beku


Ide bisnis ditemukan disekitar kita. "Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman," kata dari Direktur Utama Kraukk Indonesia ini.

Ia pernah menjadi pegawai negeri di Kementerian Agama sejak 2007. Karena mau menambah uang maka mulailah Yudhi berbisnis sampingan. Hasilnya lumayan dari usaha berjualan udang tempura. Dia mengambil barang dari pabrikan di Jawa Timur. 
 
Pertama kali cuma coba- coba kemudian sukses dinikmati oleh teman dan keluarga. Lama kelamaan Yudhi makin menekuninya seperti hobi. Ia meyakinkan tidak akan mengganggu kerja. Inilah kenapa awal sekali langsung memilih toko online. Usaha bermodal website gratisan. 
 
Ternyata usaha ini terus berkembang. Selepas tahun pertama, Yudhi mulai mengalami kendala, karena pabrikan itu tak mau mengirim barang lagi. Pasalnya perusahaan mau fokus di ekspor. Alhasil dirinya dan toko online kecilnya tidak dapat jatah.

Sempat terpuruk usahanya tidak membuat jatuh. Dia mulai mencari mitra kerja lain. Melalui dunia maya pada 2008, bertemulah dia dengan seorang mitra bisnis menawarkan sampel tempura udang. Sama seperti kualitas pabrikan asal Jawa Timur. 
 
Bahkan lebih enak kalau dari segi rasa. Menurut sang mitra produk tersebut asli buatan sendiri. Selain membuat tempura udang, ternyata mitranya tersebut bisa membuat produk- produk lain.

Jadilah keduanya sepakat bekerja sama. Sang mitra akan fokus dalam pengembangan produk, sementara ia akan fokus di pemasaran. Hasilnya luar biasa menjanjikan, dimana di tahun 2009, mereka resmi membuka toko online sendiri www.kraukk.com. 
 
Dari menawarkan 10 produk kemudian berkembang pesat menjadi 20 -an produk. Ia menjual produk beku dan pembeli tinggal goreng di rumah. Karena memanfaatkan media online, maka produk Kraukk menawarkan penggambaran menggoda. 
 
Lewat itulah pembeli tersihir membeli produk olahan mereka langsung. Yudhi diawal menawarkan produk sekitar 10 jenis yaitu aneka olahan udang, olahan kepiting, cumi- cumi, ikan dan ayam. Produk nugget lah yang menjadi andalan utama produk- produk Kraukk.

Harganya meliputi nugget kepiting satu kemasan Rp.12.000, udang Rp.19.500, breaded shrimp torpedo, udang utuh tanpa kulit dibungkus tepung roti seharga Rp.21.000, drumstick ikan Rp.19.000, drumstick cumi Rp.19.500 dan banyak lagi. 
 
Sekali lagi karena modal toko online, maka www.kraukk.com menampilkan rangkain foto- foto realistis dan semenarik mungkin. Dengan gambar bagus maka pengunjung akan betah di toko.

Lambat laun desain www.kraukk.com menjadi makin menarik saja. Dan semakin interaktif dengan pelanggan yang datang ke sana. Yudhi lantas memanfaatkan konsep reseller lewat situsnya. Melalui keanggotaan maka pelanggan bisa mempromosikan dan mendapat untung. 
 
Tahun pertama saja, ia telah memilik 1.000 anggota yang merupakan pasar potensial. Mereka juga saling aktif mempromosikan lewat sosmed masing- masing. Alhasil anggota terdaftar melonjak sekitar 5000 -an. 
 
Nah, karena Yudhi sudah merasa tidak lagi sanggup lagi, maka diputuskan mempekerjakan web admin. Dia sendiri akan fokus pada marketing tidak mengurusi web. Hasilnya adalah pendapatan terus melonjak lebih pesat. Kalau diawal cuma berputar- putar di kawasan Jakarta. 
 

Jualan Produk Beku

 
Yudhi kian memutar otak memaksimalkan usahanya marketing. Jadilah produk Kraukk bisa hadir di penjuru Indonesia. Ia mulai menawarkan konsep ditributor luar kota. Ternyata sambutan masyarakat bagus. 
 
Hal tersebut telah dibuktikan lewat dua distributor tersulit; Papua dan Maluku. Sistem ini menggampangkan pelanggan yang di luar jangkauan mesin pendingin. Sistem ini didukung pengiriman kargo setiap bulan kepada distributornya. 
 
Dia juga mencantumkan nama mereka di laman web. Kalau ada pembeli dari laur Jawa, maka cukup kontak distributornya.

Untuk Jakarta sudah tercipta armada khusus pengiriman cepat. Ini seperti bisnis makanan- makanan cepat saji asal Amerika itu loh.

Selain itu masih bisa menerima pembelian secara ecer. Yudhi juga berhasil bekerja sama dengan beberapa perhotelan di Jakarta. Lewat tangan dingin itu mampu mensuplai aneka nugget secara berkala. 
 
Meskipun sukses itu sudah ditangannya, pengusaha ahli makanan beku ini memilih mundur, bukan memilih mundur dari kewirausahaan tetapi mundur dari pegawai negeri sipil. Tepatnya di tahun 2012, ia memilih fokus berbisnis Kraukk.

Dia sadar bisnis Kraukk sudah terlalu besar buat "disambi". Hasilnya semakin berasa ketika ia memilih fokus disana. Hasil tersebut terlihat dari jumlah produksi meningkat tajam. Produksi bahkan menurutnya sudah ada 12 ton per- bulan. 
 
Usaha ini lantas merambah dunia nyata lewat aneka staff kantoran, termasuk ada manajer operasional. Untuk bagian produksi sudah 20 orang karyawan. Selama itu fokus Yudhi masih di bisnis online hingga. Ia sadar usaha Kraukk masih bisa berkembang. 
 
Itu adalah melalui media dunia nyata yakni lewat mengikuti aneka pameran. Hasil? Dia baru buka beberapa jam sudah mengantongi laku 100kg. Usaha lain yang tengah dikembangkan adalah restoran seafood berbahan Kraukk. Yudhi ingin memasang toko online menjadi usaha nyata tanpa menghilangkan akarnya; berekspasi istilahnya.

Kontak pengusaha:


Kraukk Indonesia.
Jl. Kostrad Raya No. 1 Petukangan Utara,
Pesanggrahan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
E-mail: kontak [at] kraukk.com | Ph. (021) 71559993
Hotline: 0813 2222 3580 - www.kraukk.com

Piyikan Doro Juara Sangsang van Fajar Rajai 20 Juta

Profil Pengusaha Fajar Wijayanto 


piyikandoro.png
 
Piyikan doro juara Sangsang van Vajar lari. Punya hobi pelihara burung buat Fajar menjadi pebisnis. Pasalnya dia bukan sekedar hobi pelihara tetapi budidaya. Terutama budidaya burung merpati utamanya merpati balap. 
 
Tanya saja Fajar Wijayanto, maka senyum sumringah terkembang manis, ketika bercerita tentang bisnisnya. Fajar bermain merpati balap cukup lama dan berhasil budidaya. Bisnisnya ya berternak anakan merpati balap kelas super.

Burung Dara Juara

 
Apalagi untungnya didapat semakin tebal bila anakanya juara. Burung dara juara pasti menghasilkan juara. Apalagi kalau memenangkan balapan tingkat nasional. Omzet burungnya mencapai ratusan juta rupiah loh. 
 
Sepadan uang yang harus Fajar keluarkan tentu lah. Berapa sih modalnya? Ia menuturkan sekitar Rp.60 jutaan. Dimana 20 juta digunakan untuk menebus marpati juara. Waktu itu uang tebusan segitu diperuntukan untuk sang merapati legenda Bandung, Sangsang.

Sedangkan 40 juta dikeluarkan untuk membeli dua ekor merpati jantan; ditambah lima ekor betina. Modal segitu dimaksudkan melahirkan burung merepati legenda lain. Mengembangkan keturunan legenda Sangsang butuh waktu dan ketelatenan. 
 
Ia harus memastikan piyikan atau anakan sehat. Belakangan, impian menjadi kenyataan, dimana setiap ekor anakan Sangsang van Fajar dihargai Rp.1,5 juta- Rp.2,5 juta.

Durian runtuh seketika ketika akhinya menjadi juara. Tahun 2007, Fajar berhasil mengangkat salah satu dari anakan legenda menang. Anakan ke- 29 yang diberinya nama Road Star merajai berbagai acara tingkat nasional. 
 
Total Road Star memenangi 13 lomba tingkat lokal dan nasional. Yang paling bergengsi ialah sukses menang Juara 1 Lomba Utama Nasional di 13 Mei 2007. Sukses Road Star melambungkan Davinci Faram miliknya.

"Ada penggemara merpati yang menawar Road Star dengan Rp.100 juta, tapi saya enggak lepas, karena saya minta Rp.175 juta," ujarnya singkat.

Pemilik Davinci Farm ini mulai menikmati nikmat berbisnis marpati. Laba utamanya adalah berjualan piyikan dari sang pemenang seharga Rp.1,5 juta- Rp.2 juta per- ekor. Sebulan setidaknya bisa melego jual sampai lima anakan. 
 
Omzet menurutnya mencapai Rp.20 juta setiap bulan. Padahal, perlu kamu tau teman, dia tidak fokus total di usaha tersebut. Ternyata Fajar mengerjakan ini sebagai bisnis sampingan saja.

Pekerjaan utamanya ya menjadi pegawai kantoran. Karena sifatnya sampingan bisa dipastikan Fajar tidak akan meninggalkan pekerjaan utama. Disisi lain, dia juga tidak akan meninggalkan bisnis budidaya merpati balap ini karena hobi. 
 
Dia menjelaskan apalagi merpati terbilang mudah dikembangkan. Fajar cukup selalu menyediakan pakan jagung serta kacang hijau. Ia dibantu lima pekerja setiap bulan yang dibayar Rp.2 juta per- bulan.

Satu pesan dari sang maestro merpati balap ini: kamu harus punya cita rasa akan merpati kamu. Pria yang sudah akrab dengan merpati sejak 1972 ini, memang punya ketertarikan khusus. Kalau mau eksis ya kamu musti punya hobi ini. 
 
"Kalau enggak hobi enggak akan jalan," terangnya. Enggak hobi merpati berarti enggak paham soal perawatan. Harus pula disertai pengetahuan mapan. Karena pada dasarnya anakan membawa watak induknya. Prinsip bisnisnya piyikan doro juara pasti menjuarai kelak.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba