Biografi Harry Kiss Pengusaha Sound System

Biografi Pengusaha Ayah Vidi Aldiano 


ayah vidi aldiano pengusaha

Berikut biografi Harry Kiss atau pengusaha ayah Vidi Aldiano. Ia merupakan pengusaha sound system. Ingat bahwa peluang bisnis datang darimana saja. Hobi sepenuh hati bisa berubah menjadi bisnis. Ini kisah hobi elektro membawanya menjadi pengusaha speaker. 
 
Dia adalah pemilik speaker berkualitas tinggi merek v8sound.com Cita- cita Harry kecil adalah menjadi insinyur. Begitu lulus SMA, ia memilih kuliah teknik elektro di Universitas Indonesia. Pria asal Semarang, 5 Oktober 1961, lahir dari keluarga yang kekurangan. 
 
Ia ingin cepat kerja untuk meringankan beban orang tua. Harry tidak ingin membenani orang tua. Akhirnya, begitu masuk kuliah, dia jualan kue meringankan biaya kuliah. "Saya berjualan kue sus bikinan ibu," imbuhnya.
 

Bisnis Harry Kiss


Dari hobi menggambar, lalu mendorong Harry membuka perusahaan mabel dan arsitektur. Dia tahun 1988, dia diajak rekan ayahnya, kemudian belajar mengenai rekaman di Puspita Record. Inilah hidup Harry yang penuh pembelajaran dan membuka peluang usaha.
 
Menjadi pengusaha bukanlah cita- cita. Sang ayah, yang bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI), juga tidak memaksanya. Ibu Harry sendiri, Sudarsih, penyanyi keroncong asal Semarang membawa Harry makin dekat ke musik. Yang kemudian menjadi cikal bisnis perlengkapan suaranya sekarang.

Untuk omzet dia enggan menyebut. Namun, nilai miliran rupiah ditangan, bisnis meliputi penyewaan sound system acara konser musik, acara televisi, upacara kenegaraan, dan lain- lain. "Kalau ditanya berapa duit kami pegang, saya enggak tau," jelasnya, tetapi nilai aset perusahaan ini miliaran rupiah.

Mulai di tahun 1986, Harry memilih menjadi dosen almameternya sendiri, begitu selesai kuliah. Di sela- sela waktu sambil sibuk menggambar sesuatu. Hobi menggambar menghasilkan perusahaan mebel dan artsitektur. Lima tahun cukup dia memutuskan berhenti menjadi dosen elektro di UI.

Waktu itu pihak Universita Indonesia mencanangkan dosen full time. Wajib bagi jabatan dosen untuk bekerja tanpa menyambi. Ia sendiri tengah dipasrahi mengurusi bisnis Puspita Record. Pak Hartono pemilik Puspita Recor meminta tolong, sosoknya sudah seperti ayah sekaligus guru wirausaha Harry.

Dari Pak Hartono, ia mantab berbisnis event organizer kemudian melangkah ke bisnis audio. Untuk bisnis EO sendiri muncul tiba- tiba. Awal Harry ditugasi mengadakan kaset oleh Puspita Record. Lalu merambah bisnis lain ditangan Harry, sebagai pimpinan perusahaan.

Mereka membuat dan pengadaan kepingan kaset berisi rekaman presentasi Network21 atau Amway. Meskipun ternyata rekaman presentasi Network21 tidak sebanyak diharapkan. Harry yang sempat kegirangan akan mendapatkan pesanan 5000 kaset ternyata cuma 150 kaset.

Inilah lika- liku menjadi pengusaha. Sampet kecewa tetapi tetap profesional menjalankan perusahaan. Dia terus bekerja. Perusahaan kemudian mendapatkan pesanan lain. Hingga total 10.000 kaset per- bulan dapat dibukukan oleh Harry.

Mengamati bisnis Network21 muncul ide. Dia membayangkan bisnis EO. Kemudian lahir EO yang bernam Harry Kiss Production. Proyek awal memberikan tempat untuk agen Network21 berkumpul. "Kalau saya tidak jeli melihat peluang kecil, saya tidak akan menjadi seperti sekarang," jelas dia.

Memulai bisnis baru ketika masih memiliki usaha. Harry memutuskan melepas bisnis sebelumnya. Ini bukan berarti perusahaan berhenti berjalan. Hanya ia melepaskan tanggung jawab mengambil keputusan tertentu. Mulai bisnis EO kemudian dia mendapatkan masukan kembali untuk usaha baru.

Ketika menjadi EO, dia mendapatkan saran dan kritik tentang kualitas tata suara panggung. Inilah yang mendorong Harry membuka usaha utamanya. Banyak komplain tentang kualitas suara. Jadilah, ia mulai berpikir memiliki sound system sendiri bukan menyewa.

Dibanding membeli sound sytem terbaik impor. Harry memilih membuat sound system sendiri. Membuat produk sendiri berkualitas impor. Dia mulai belajar dari ahli suku cadang dan material alat musik, seperti MeyerSound. Bagi seorang teknik elektro, tidak sulit menemukan formula tepat suara.

Dia mendirikan PT. Tiga Bintang Nusantara, produk utama V8sound.com, yang berbisnis perangkat sound sytem. Tiga Bintang juga membuat microfon dan sound mixer. Produk milik mereka mampu menembus Messe Frankfrut Prolight + Sound awal 2011.

Produknya diborong 19 negara, seperti dari negara Jepang, Amerika Srikat, Rusia, dan Italia. Nilai dari transaksi kala itu US$ 3,8 juta. Nilai transaksi mencapai $2,2 juta setahun. Banyak orang tidak percaya produk itu buatan Indonesia.

Pengusaha serba usaha


Bisnis Puspita Record, untuk album terjelek saja, mampu mengasilkan 5000 kaset terjual. Apapun pekerjaan berhubungan record dia diterima. Ia sadar bahwa jMasika dia tidak mengambil proyek dari Network21. Mungkin dia tidak akan menghasilkan bisnis besar seperti sekarang.

Bertahap dari Network21 mengambil orderan kaset, awalnya 300, 500, 1000, hingga 10.000, hingga menghasilkan puluhan ribu kaset. Sampai bentuk CD mulai beredar Puspita Record mengikut. Pihak Harry menjelma menjadi pemasok CD untuk internal Network21.

Nilai proyek tersebut dia enggan beberkan. Dari semulai hanya mengurusi proyek pengadaan CD. Ia lantas mengajukan diri menjadi EO. Tawaran diterima, pada Oktober 1994, pihak HKP membuat satu event di Istora Senayan, memakai panggung besar desain Peter Saerang.

Pertama kali membuat event langsung panggung besar. Harry mengaku sangat puas untuk masalah panggung. Belum pernah dia melihat panggung sebagus itu. Masalah timbul di sound sytem seperti diceritakan diatas, menjadi bagian tidak terlepaskan dari lahirnya bisnis sound sytem miliknya kelak.

Masalah kembali terjadi ketika pihak penyewa sound sytem berulah. Nama bisnisnya tercorang dari masalah tersebut. Tahun 2000, belum sempat berpikir membuat sendiri, Harry langsung membeli sound sytem JBL. Kemudian membeli produk merek Mayer senilai $11- 15 ribu per- box.

Biaya perawatan Mayer ternyata sangat mahal. Lalu dia baru memutuskan membuat sound system sendiri. Dia menghubungi seseorang bernama Eddy Vermerch, teknisi Mayer tinggal di Bangkok, kemudian mulailah dia belajar. Tahun 2006, perusahaan mengimpor kayu dari Rusia untuk dijadikan speaker.

Produk pernama diberi nama Minime V8Sound.com. Nama V8 merupakan wujud kecintaanya akan dunia mobil Amerika. Mobil bermesin V8 kapasitas 550cc atau sering disebut muscle car. Nama dari situs sendiri sengaja diberi nama sesuai produknya agar selalu diingat.

Bisnis Kapanpun


Menurutnya berwirausaha adalah kebetulan. Ide bisnis bisa datang kapan saja. Meskipun namanya kebetuluan, kita juga harus bisa membaca peluang sekecil apapun. Harry sendiri berbisnis arsitektur dan desain tidak sendirian. 
 
Dia bersama dua teman, Erwin Gutawa dan Jay Subiakto, dari sana ide muncul. Kemudian pikirannya mengarah kepada sosok Paul Agus. Petinggi Network21 ini, sedang asik bicara memberikan motivasi, sementara itu hampir semua peserta merekammnya. 
 
Inilah ide bisnis lain buat bisnis Puspita Record. Pikirannya kalau bisa dikelola, kualitas ditingkatnya, harganya bisa murah. Harry sendirian menemui Paul. Dia menawarkan ide bisnis tersebut. Gayung bersambut, ternyata ide itu sudah ada dibenak Paul. 
 
"Saya ke rumah Paul memakai BMW seri terbaru," tuturnya. Kenapa, karena kata Pak Astakona, tampilan produser rekaman haru meyakinkan jangan terlihat miskin.

"...meski tidak punya banyak uang," ujarnya.

Kembali ke kisah bisnis sound system. Tahun 2006 bisnisnya merambah bisnis rental. Produk yang pertama bernama Minime V8Sound.com. Nama Minime berdasar karakter fiksi film Austin Powers. Kini, V8Sound.com sudah dipakai hampir seluruh acara televisi nasional.

Acara pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, masa jabatan ke dua, acara penyambutan buat Presiden Barack Obama, hingga acara penobatan doktor honoris kausa Sultan Brunei di Brunei Darusalam, menggunakan produk V8Sound.com

Kepuasan konsumen itu utama. Akhirnya, pihak RCTI memutuskan memakai jasa Harry lagi. Khusus buat acara sebesar Indonesian Idol 3 memakai V8Sound.com. Hal lain, ialah kisah Pak SBY yang tertarik dengan sentuhan merah- putih di produk V8Sound.com. SBY datang cek sound langsung loh.

"Rupanya Pak SBY suka,"jelasnya.

Tidak berhenti di speaker, produk dikembangkan lain adalah subwoofer. Produk sound sytem sendiri dibandrol Rp.1,25- 25 juta. Pengembangan lain ialah produk sound system religius. Bernama sound system Al Karim harganya Rp.20 juta/unit. 
 
Di pasaran, ternyata juga diminati gereja hingga upacara keagamaan. Harry juga memproduksi produk buat TNI. Namanya V8 Commando khusus militer. Speaker ini dari tampilan saja unik. Jadi ketika dipamerkan di Jerman banyak yang memperhatikan. 
 
Produk ini hasil diskusi Harry dengan Kolonel CHB Kembar Maruto Widhi, Kahubdam IX Udayana, di Bali 2009. Cerita tentang kebutuhan akan sound sytem super muncul. Hingga lahirlah V8 Commando dan juga jenis Ironman. Kemudian ada sound system plus subwoofer. Semua kunci sukses itu menurutnya ada di pihak crew. 
 
Mereka yang menangani kualitas mid- hi, jangkauan suara, hingga pemasangan baut. Kini, Harry mempekerjakan 350 crew, yang menjadi ujung tombak bisnis rental sound sytem. Lalu speaker buatannya juga diekspor ke Swiss, Myanmar, Singapura dan China. 
 
Pemasaran hingga ke manca negara memang target Harry. Sayangnya, Harry belum memiliki pabrik tetap hingga lumayan sulit. Pesanan yang membengkak, akhirnya, dialih dayakan ke pabrik lain, di Tangerang, Batam, Surabaya, kemudian ke China khusus speaker V8 C3PO. 
 
Kayu sound sytem masih memakai kayu Rusia, tinggal dirakit di Indonesia. Driver dari Surabaya, tetapi sebagian dibeli di Italia dan Prancis.

Hary merupakan contoh pengusaha jeli. Bagianya peluang sekecil apapun tidak boleh dinafikan. Ke depan tinggal mengasah ketrampilan dan tidak puas diri. Omzet bisnis V8Sound.com tentu sudah mencapai miliaran. 
 
Dulu, cuma punya tiga unit buat rental, sekarang 19 unit disewakan ke acara tv besar. Siapakah nama ayah Vidi Aldiano? Dialah Herry Kiss, pengusaha sukses sound system ini, siapa sangka bukan.

Sejarah Disc Tarra Wirawan Hartawan Berbisnis Hidroponik

Profil Pengusaha Wirawan Hartawan


sejarahdisctarra.png
   
Sejarah Disc Tarra bertahan di tengah turunnya bisnis CD lagu. Pengusaha Wirawan Hartawan tetap mengagumkan walau bisnis utama turun. Dia kini berbisnis hidroponik. Ini memang jauh dari bisnis pokoknya, namun berhasil. Wirawan kemudian bercerita kepada wartawan bagaimana kisahnya. 
 
Satu gerai muski didirikan tahun 1980 -an. Usaha Wirawan menjual setidaknya 30 keping CD dan sampai ratusan keping selanjutnya. Didirikan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Kota, dimana gerainya tumbuh dari waktu ke waktu lewat sistem franchise.
 
Memang namanya bisnis ada naik turun.  Wirawan mencatat terutama ketika krisis ekonomi dulu. Dan tetap pasar Disc Tarra mengakar sampai 1000 pegawai dan 100 gerai terbuka.
 

Bisnis CD Lagu

 
Dalam perkembangan bisnisnya menjelma menjadi Tarra Group, membawahi berbagai bisnis lain, mulai rumah produksi, pabrik, pusat pelatihan, sampai bisnis agro. Wirawan sangat mengandalkan kerja tim. Dukungan orang sekitar dianggapnya berhasil mengangkat. 
 
Dan soal meningkatkan kemampuan tim, justru menurut Wirawan datang dari keadaan di dalam toko tersebut. Ia menambahkan tempat usaha harus nyaman, dicintai pegawai, hingga pegawai memiliki pemahaman.

Sebagai usaha dibidang ritel, maka strategi marketing dijalankan spesifik. Wirawan memanfaatkan aneka acara road show ke kampus, mengikuti pameran, mengikuti event musik, maupun menjadi sponsor produk. 
 
Untuk franchise cukup membayar 200 juta sudah bisa memiliki hak gerai besart isinya. Dari Jaya Pura, Bontang, dan Surabaya, menjadi tempat gerainya berdiri. Dia memberikan pelayanan ke mitra utama. Mereka dirangkul tidak dijadikan gerai kedua tetapi juga utama. 
 
Pokoknya pemilik gerai yang franchise akan bangga akan trademark milik Wirawan. Pemilihan tempat memang sangat signifikan. Dia mengisyaratkan tempat tumbuhnya kaum urban. Tempat para anak muda senang mengapresiasi produk bagus. 
 
Usaha Wirawan tampak ketika bisnis Disc Tarra ini sudah memiliki market 20%- 30% market share.

"Persaingan tidak terjadi antar pemilik ritel, tapi dengan pembajak," ujar Wirawan miris.

Hidup berkecukupan tidak membuat sosoknya lemah. Meski memiliki jenjang pendidikan bagus sampai ke luar negeri. Walaupun sudah memiliki pekerjaan mapan. Wirawan masih haus akan belajar melalui cara berwirausaha.

Macam cobaan pengusaha


Sejarah Disc Tarra sempat kolaps pada krisis ekonomi 98'. Bayangkan kaget ketika biaya oprasional naik, uang miliaran hangus, hutang pun menanjak di Bank. Tahun 2012 ujian kembali hadir di kehidupan pengusaha senior ini karena penyumbatan otak kiri.

Beruntung sang istri selalu menemani dalam doa. Kegagalan Disc Tarra lambat laun diperbaiki. Disisi lain penyakit mulai membaik. 
 
Wirawan taat perintah dokter untuk mengurangi makan daging merah. Kemudian dia disarankan mengkonsumsi sayuran hidroponik yang lantas menjadi inspirasi bisnis. Berbekal pengalaman pahit dia sekarang makan sayuran tiga kali sehari. 
 
Dalam keranjangnya ketika keluar dari supermarket akan ada sayuran hidroponik. Lambat laun muncuk keinginan untuk menanam sendiri. Ia mulai mengambil inisiatif mengikuti kelas hidroponik. Juga mencari aneka literatur onlin tentang sayuran ini.

Wirawan yakin bahwa kesehatan mahal. Mangkanya dia bertekat buat belajar hidroponik sampai ke luar negeri. Begitu pulang dia praktikan menanam sendiri. Banyak orang terkesan dan minta diajari Wirawan. Kemudian orang datang menanyakan apakah produknya dijual.

Dia menggaet jajaran tim Tarra Group. Tujuannya agar membangun bisnis sebenarnya. Lewat kerja tim yang dikenal solit munculah usaha hidroponik Wirawan. Bahkan mengembangkat bibit sendiri selain juga menanam sendiri. 
 
Lewat You Tube juga memberikan aneka tutorial cara berhidroponik ke khalayak ramai. Dibawah naungan PT. Hydrofarm kemudian memasok pupuk, bibit, obat, dan segela informasi tentang cara berhidroponik. Portal www.hydrofarm.co.id muncul menjadi solusi gampang. 
 
Pada Mei 2015 dibuka satu kafe hidroponik dengan sayuran berasal dari usaha Hydro Farm.

Biografi Setya Novanto Latar Belakang Bisnis

Biografi Pengusaha Setya Novanto


biografisetnov.png

Biografi Setya Novanto kelahiran Bandung, 12 November 1955, apa latar belakang bisnis sampai sukses begini. Dia memang lebih dikenal sosoknya sebagai politisi. Namun, tau kah kamu, Setya juga adalah seorang pengusaha sukses. 
 
Ia bahkan memiliki serangkaian perjalanan karir yang panjang. Jabatan sebagai komisaris sebuah perusahaan puas direguknya. Seperti dikutip dari Wikipedia memang dia telah puas merasakan asam- manis kehidupan. Putra pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Mari Sulatri. 
 

Bisnis Setnov

 
Menjadi putra dari keluarga yang broken home, membuatnya hidup dalam garis kemiskinan dan harus bekerja keras.Inilah mengapa sosoknya kental dengan jiwa kewirausahaan. Masuk SMP, Setya besekolah di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan, ceritanya terus berlanjut sampai masa SMA.

Dia masuk SMA 9 atau kini disebut SMAN 70. Lantas pada masanya SMA itulah, dirinya bertemu sosok bernama Hayono Salim, yang dikenal sebagai mantan Menteri Pemudan dan Olah Raga kabinet mantan presiden Soeharto.

Pria yang akrabnya dipanggil Setya mulai berbisnis sejak kuliah. Bisnis kecil- kecilan lantaran harus tinggal jauh dari Ibu dan saudaranya. Selama kuliah di Universitas Widya Mandala, mengerjakan aneka pekerjaan seperti berjualan beras di Pasar Keputren, Surabaya. 
 
Juga termasuk ia menjual madu disana. Maka dikenal lah Setya sebagai seorang penjual kecil- kecilan. Setnov harus tinggal di Surabaya apalagi pekerjaan tidak dilakoninya. Ia pernah pula bekerja sebagai salesman di selah satu dealer mobil. 
 
Menurut artikel lain bahkan dia katanya pernah melenggang di catwalk loh. Ya, kata artikel tersebut dia pernah menjadi model busana.

Setya mulai berjualan beras dan madu bermodal Rp.82.500. Mulanya cuma berjualan tiga kuintal beras lalu menjadi berjualan beras sampai dua truk diambil dari Lamongan, Jawa Timur. Disaat itu ia sudah punya satu kios beras di kawasan Pasar Keputren hingga akhirnya berhenti. 
 
Bukan karena gagal, tetapi dia merasakn bahwa patner bisnisnya mulai tak jujur. Meninggalkan gelar juragan besar apa yang akan dilakukan Setya selanjutnya. Dia kemudian mendirikan satu perusahaan bernama CV. Mandar Teguh. 
 
Kebetulan dia menemukan patner cocok, yakni Hartawan, sosok putra dari Direktur Bank BRI Surabaya kala itu. Cuma perusahaan tersebut dibubarkan Setya karena dia mendapatkan tawaran kerja salesman Suzuki.

Dia mendapatkan bagian penjualan di Indonesia Timur. Sejak saat itu, dia dikenal seorang pengusaha muda yang sukses, bayangkan di umur 22 tahun sudah memiliki banyak pengalaman panjang. Setya bahkan bisa menjadi kepala penjualan mobil disana. 
 
Perjalanan karir yang paling menarik, adalah ketika pengusaha Setnov menang ajang pria tertampan Surabaya (di 1975). Ia pun menjadi model busana semenjak itu. Sifatnya mudah bergaul tak ayal menjadikannya sampai ke ranah itu.

Setya selalu berupaya keras bejuang di kota orang. Justru berkat "keterpaksaan" itulah dia menjadi sosok yang tangguh -matang dalam hal kewirausahaan. Dia sukses lulus kuliah dan sudah menjadi orang sukses, ya bahkan sebelum dirinya lulus. 
 
Berkat kepiawaiannya berjualan mobil membuat Setya cepat naik pangkat jadi kepala dealer. Kisah pun berlanjut, sekembalinya ke Jakarta, dia melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti. Bermodal uang dari uang hasil menjadi kepala dealer. Uang yang dihabiskan semuanya untuk melanjutkan kuliah. 
 
Ia harus memutar otak agar bisa berbisnis kembali. Setya berkenalan dengan ayah salah satu teman. Ia lantas diminta mengembangkan SPBU di Cikokol, Tangerang. Bakat memang tidak bisa dibeli dari sosok Setya. 
 
Berkat keuletan serta kerja keras, dia mampu membangun usaha SPBU itu sukses. Tidak mau berhenti malah dia mengajak beberapa teman berbisnis lain. Kali ini, ia menyasar bisnis peternakan, kesuksesan demi- kesuksesan diraihnya. 
 
Tidak cuma peternakan tetapi dia mulai mengerjakan aneka bisnis lainnya. Dia membangun usaha dibidang transportasi serta perdagangan. Ia bersama Hayono Isman temannya ketika di SMA N 9 Jakarta, bersama membangun usaha PT. Aninda Cipta Perdana. 
 
Adalah sebuah perusahaan distributor semen dan bahan bangunan ke Nusa Tenggara Timur. Hanya saja perusahaan tersebut bangkrut karena kalah saing dengan distributor lokal. Perkenalan dengan Hayono Isman menjadi pintu. Pembuka cakrawalanya akan dunia perpolitikan terutama di masa Orde Baru. 
 
"Setya tipe pekerja keras dan gigih," jelas Hayono.

Selama itupula, dia bertempat tinggal di rumah rekan bisnisnya, atasannya, sekaligus temannya yakni Hayono Isman di Menteng, Jakarta. Dia juga pernah bekerja di rumah itu menjadi tukang pel, membersihkan kebun, mencuci mobil, bahkan menjadi sopir keluarga Hayono. 
 
Meski begitu Setya selalu tampil rajin rapih di setiap kegiatan hanya saja kurang pergaulan. Mulai masuk ke dunia politik ketika dirinya masuk menulis buku. Dia ingin mencoba sesuatu baru lewat dunia politik. Setya bersama teman- teman lantas menulis buku Manajemen Soeharto. 
 
Hanya saja buku tersebut lantas dilarang beredar sejak bentrok Mei 1997. Kisahnya berlanjut dia bergabung di Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro tahun 1957. Dia mendapatkan sentuhan dari sang maestro sendiri. 
 
Perkenalan dengan Sudiwikatmo merubah nasibnya, ia bahkan diperkenalkan menjadi salah satu gurunya, dalam hal ini Sudiwikatmo menyebut Setya merupakan sosok memiliki kemampuang lobi diatas rata- rata tetapi kurang matang.

"Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya di dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara," jelasnya dalam sebuah wawancara bersama majalah SWA.

Usut punya usut, penulis menemukan hal, kunci sukses Setya terletak di sosok "teman" -nya. Yah ternyata teman yang dimaksud diatas, yang ayahnya menawakran bisnis pompa bensin di Cikokol Tangerang, adalah tak lain calon istrinya sendiri. 
 
Setya menikahinya wanita bernama Luciana Lily Herliyani, putri dari Brigadir Jendral Sudharsono, mantan Wakil Kepala Kepolisian Jawa Barat. Bapak tiga orang anak ini lantas mendapatkan kemudahan berbisnis. 
 
Ia menjadi lebih mudah masuk ke dunia bisnis lewat koneksi hingga ke politik. Tapi patut kamu ingat, keberuntungan saja tidak lah cukup, karena memang Setya Novanto telah punya paket lengkap kerja keras dan talenta sejak muda.

Jual Keroket Ketika Corona Bisnis Rumah Tangga

Profil Pengusaha Orizae Regina

 

bitterballen.png
 

Bisnis rumah tangga dikerjakan ketika menganggur di rumah. Orizae Regina asal Bintaro, Tangerang Selatan, jual keroket ketika corona melanda dunia. Ia menemukan hobi baru. Dan ternyata dapat dijadikan sumber penghasilan di masa susah.


Dia dibantu suami sukses marup cuan banyak. Berbekal bahan baku sederhana dari dapur menghasilkan. Ia membuat kornet isi daging cincang. Regina berbisnis semenjak work from home. Dia dan suami ini sebenarnya tidak membuat kroket melainkan Bitterballen.


Bentuknya mirip kroket berukuran bulat kecil 3 cm sampai 4 cm. Bitterballen berisi daging sapi, udang atau kadang kala malah daging kuda. Dagingnya dicincang dicampur tepung, diulen, dan dibuat ragout siap dipakai. Ia lalu ditempeli tepung roti dan digoreng dalam minyak panas.


Ia akan menambahkan saus biar lebih enak. "Awalnya kami merasa sangat bingung dari mana kami akan mendapatkan pendapatan. Dengan tekat bulat kami memutuskan untuk membuat usaha sendiri yakni dengan membuat camilan sehat," lanjut dia.


Aneka resep telah dia bikin tetapi gagal memuaskan. Hingga ia menemukan resep Bitterballen. Resep pertama dia coba menghasilkan rasa cocok. Pertama Regina sukses membuat Bitterballen mozarela cheese. 

 

Udah ketemu mau jualan apa, tetapi Regina dan suami kebingungan mau menyasar pasar mana. Dulu sempat kebingungan mau menjual kemana. Mereka menyasar orang- orang terdekat dulu. Lalu Regina dan suami membuat akun sosial Instagram buat jualan.


Pemasaran bingung cuma manfaatkan grup chat ibu- ibu komplek. Dari sana mereka membeli buat coba- coba kemudian membeli lagi. Regina lantas berjualan lewat Instagram @yummytummyhappy.id dan ternyata makin bagus.


Pemesanan dapat dilakukan melalui kurir online seperti Gojek. Sebulan berjalan bisnis mereka laku keras. Penjualan lumayan mampu memenuhi kebutuhan sekeluarga. Pengiriman sampai ke Jakarta Utara, dan pengiriman ke Bandung.

 

Jual keroket ketika corona ternyata menguntungkan. Bisnis rumah tangga begini mampu memenuhi kebutuhan dikala pandemi. Walau belum menghasilkan banyak tetapi lumayan. Dapat memenuhi semua kebutuhan sehari- hari dikala covid 19.

Anak Penjual Kue Kini Pengusaha Kue Nasional

Profil Pengusaha Nurisana Tungga Dewi


pengusahakue.png

Kini pengusaha kue nasional apa rahasia Nurisana Tungga Dewi. Dia hanyalah anak penjual kue. Dari SMP dia terbiasa membuat kue sendiri belajar dari ibu. Ia senang memang dunia masak- memasak tak terbatas kue. Ia kemudian mencontoh ibunya menjadi pembuat kue.
 
Belajar semenjak kecil sentuhan tangan Ery, begitu dia biasa dipanggil, menggugah selera. Bahkan kabarnya nih, Ery berhasil mensuplai aneka kue di pagelaran olahraga PON.

Kue pertama dalam ingatanya ialah lapis legit. Hobi memasak terus dia tekuni sampai masuk sekolah menengah. Maka ia memilih berbisnis kue dibanding sibuk mencari pekerjaan. Disaat memasuki kuliah, bahkan dia sudah siap menjajakan aneka kue buatan sendiri.
 

Hanya Anak Penjual Kue

 
Tanpa malu wanita asal Muara Enim, Sumatra Utara ini, tidak pernah malu.

"Waktu SMP, saya sudah bisa bikin kue dan memanggang lapis legit," jelas Ery. Begitu lulus kuliah jurusan ekonomi pun tidak langsung bekerja. Dia memilih melanjutkan usaha sang Ibu sejak 1993. Sarjana ekonomi ini sama sekali tidak pernah menyentuh surat lamaran pekerjaan.

Tidak pernah terpikir menjadi pegawai sebutnya. Tidak bermimpi menjadi pegawai kantoran, malah sukses membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Itu (membuka lapangan pekerjaan) yang membuat saya berbisnis," aku Ery. Keputusan berbisnis bukan lah tanpa masalah tetapi tidak salah. Berkat bekerja sesuai passion, melalui hobi membikin kue sejak kecil rasa itu mengalir memenuhi mulut pembeli.

Usaha tersebut berkembang pesat bernama Ery Cake. Dari kue tradisional, bahkan kue modern mampu dia buat dan rasanya enak, sebut saja risoles, lemper isi, roti sobek, roti cokelat keju, bahkan juga menyediakan kue ulang tahun. 
 
Semua dibabatnya, cuma seharga murah antara Rp.2000 hingga belasan ribu rupiah. Pada dasarnya menjadi pengusaha memang mimpinya. Hanya saja, dia tidak pernah memikirkan tentang uang, tidak terbayang akan menghasilkan ratusan juta. 
 
Usaha yang dirintis oleh sang ibu, berjalan sangat "smooth" sejak tahun 1993. Tanpa masalah berarti tetapi menarik disimak perjalanan karirnya.

Ia modal bisnis Rp.100 ribu. Uang tersebut dibelikan oven baru, membeli beberapa peralatan kue. Setelah ia membuat kue akan dititipkan ke tukang sayur yang keliling komplek perumahan. Kue sederhana yang dijual Rp.150 laris manis menjadi idaman. 
 
Sukses perkomplek, dia menyasar sekolah, dimulai TK sampai SMA dimasuki. Untuk mendukung brand awareness maka dia mengikuti pameran. Aneka bazar dilaluinya agar mengenalkan produk Ery Cake. Sukses orderan makin banyak setelah aktif mengikuti kegiatan semacam ini. 
 
Sayangnya, tidak semua mulus, tetapi dia tetap berusaha dan berhasil mengatasi masalah kembali ke jalan semula. Hal utama menjadi masalah ialah kualitas pegawai. Cerita tentang pegawai yang sudah pintar membuat kue lantas mengundurkan diri, sudah biasa. 
 
Mereka membuka usaha kue sendiri. Maka kerepotan mengajari dari awal menjadi rutinitas menjari pekerja. Masalah lain ialah pasokan listrik. Di tempatnya sering terjadi pemadaman listrik oleh PT. Perusahaan Listrik Negara. 
 
Merasakan betul sering kali listrik padam. Dia kerepotan karena usaha dijalankan tergantung energi listrik. Tambahan, ia tidak pernah sekalipun terpikirkan menurunkan kualitas, seperti bahan baku murah agar hemat.

Ketika terjadi kenaikan tarif dasar listrik maka hanya satu solusi. Ery akan memilih mengurangi besaran kue dibanding mengurangi kualitas ataupun menaikan harga. Kunci sukses kue ialah layanan serta kualitas yang tetap baik agar pelanggan tetap setia.

Kue dijual Rp.2000 sampai ratusan ribu. Pernah juga Ery membuat kue ulang tahun seharga Rp.1,5 juta. Semua berkat kegigihan menjadi pelopor kue modern di Palembang. Setiap harinya Ery mampu membuat 10 kilogram roti serta 1.5000 aneka kue ke penjual toko.
 

Menjadi Pengusaha

 
Setiap hari sudah menerima pesanan kue ulang tahun ataupun kue kotak. Guna meningkatkan dan juga mempertahankan keberlangsungan usaha; aneka variasi ditawarkan oleh Ery Cake. Dia sendiri meski sudah jago biki kue tetap belajar. Ery tetap mengikuti aneka pelatihan pembuatan kue. 
 
Dia menarget resep- resep baru untuk diolah. Istilahnya semakin variatif maka akan semakin bertahan dari para pesaing.

Dia pernah mengikuti pelatihan Koki Lin di Bandung. "...dan Yongki Gunawan," tambahnya. Ia lakukan itu semua ditengah- tengah kesibukan menerima pesanan. Jika selesai membuat kue lalu dipajang rapi di etalase toko, maka ia akan segera berangkat mengikuti pelatihan.

Membuat kue mulai pukul 03:00 WIB, kemudian dipasang di etalase pukul 06:00 WIB. "Pukul 07:00, saya mulai mengikuti kelas masak," terang Ery.

Walaupun lelah tetap dilakukan dengan senang hati. Meski begitu sekarang- sekarang ini, ia mengaku mulai kerepotan mengurusi bisnis, jadi tidak sesering dulu mengikuti kursus. Kursus berkesa ialah ketika ia mengikuti kursus pakar pastri asal Malaysia, Eugene Wong Chyi Yew di Jakarta.

Datang langsung meminta diajari pembuatan kue. Dia menjelaskan kue dipelajari waktu itu adalah membuat keu mangkuk (cupcake). Selain cupcake juga membuat tiramisu khas Itali atau kue modern lain. Semuanya untuk memberikan variasi agar tidak jenuh. 
 
Kue tiramisu sendiri menjadi hidangan andalan di kue tokonya. Meski enak, perlu kamu ingat kue modern semacam tiramisu dibutuhkan perbaikan. Tidak semua bahan itu cocok di lidah orang Indonesia. Ambil contoh: Ia merubah keju mascarpone menjadi cream cheese. 
 
Semua kue merupakan hasil kreasi sendiri bukan meniru saja. "Setelah saya coba rasanya lebih enak," jelas Ery. Sudah mahir membuat kue tidak pelit berbagi ilmu. Dia aktif menampung 10 anak SMK 6 Palembang untuk diajarkan membuat kue setiap tahun. 
 
Mereka diajarkan cara membuat kue, mulai memilih bahan, membuat kuenya, teknik penyiapan setelah matang. Dan program magang tersebut sudah berjalan selama 10 tahunan. Kelak ia berkeinginan membuat baking center di rumah sebagai tempat pelatihan boga. 
 
Juga sudah termasuk mimpi menambah jumlah toko cabang baru. Dia ingin tetap eksis mewariskan ilmunya apalagi jumlah pesaing kian bertambah. Berbagai kesempatan membuktikan kesuksesan Ery. Mulai pesanan Universitas Sriwijaya untuk berbagai acara. 
 
Disana mennghasilkan omzet Rp.100 juta per- bulan, apalagi kalau ada acara. Pencapaian terbesar mungkin pesanan dari SEA Games. Ajang olah raga masyarakat Asia Tenggara itu memesan 2.500 kue per- hari.

Untuk PON di Palembang, Ery membuat 2000 kotak kue per- hari. Keuntungan diperoleh pastilah besar, namun dirinya enggan menyebut nominalnya. Ia hanya memberikan gambaran bagaimana rumahnya dijaga 40 tentara membuat merinding. 
 
Hal lain, dia pernah mendapatkan pesanan dari Megawati ketika berkunjung ke Palembang. Waktu itu, Megawati masih Presiden RI, jadilah rumahnya tidak dijaga tentara tetapi paspampres. Sungguh itu menjadi pengalaman yang luar biasa.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba