Pengusaha Zaitun Jadi Jutawan Berkat Peyek

Profil Pengusaha Sukses Zaitun

 

pengusahazaitun.png
 

Ibu rumah tangga jadi jutawan berkat peyek. Pengusaha Zaitun bercerita cukup bermodal minyak sayur, ikan teris, tepung beras dan bahan pelengkap lain. Bermodalkan Rp.10.000, di tahun 2004, Zaitun mulai membuat peyek bermerek Ilham.


Peyek Ilham ternyata bentuk pengabdian seorang istri. Suaminya PNS tetapi belum mencukupi kebutuhan keluarga. Uang gaji suaminya cuma bertahan lima hari. Sebagai istri tidak boleh diam apalagi melihat ibu- ibu PNS lain makmur.

 

Jadi Jutawan


Dia ngeliat kok teman- teman PKK nya berdompet tebal. Padahal mereka sama- sama bersuami golongan sama bergaji sama. Jabatan juga tidak berbeda tetapi beruang lebih banyak. Ternyata Zaitun mendapati mereka memiliki usaha sampingan.


"Saya bepikir, kenapa uang ibu- ibu PKK itu lebih banyak, padahal sama- sama istri PNS?" jelas Zaitun. Itu ternyata berkat mereka memiliki usaha sampingan.


"Dari situlah, saya mulai berpikir membuka usaha agar bisa membantu perekonomian," jelasnya. Entah kenapa, Zaitu membuka usaha peyek, sebenarnya dia tidak memiliki keahlian membuat peyek. Itu bak ilham datang tanpa dipikirkan dahulu.


Pengusaha Zaitun tiba- tiba kepikiran membuka usaha peyek itu. "Anak pertama saya juga namanya Ilham," timpalnya. Dari rempeyek, Zaitun mengembangkan usaha lain, seperti kerupuk pangsit dan tempe.


Baik peyek maupun kerupuk pangsit dan tempenya laris manis. Dari usahanya dia menghasilkan dua unit mobil, tiga sepeda motor, dan satu rumah. Zaitun dulu mengontrak rumah di Jalan Gajah Mada, Lorong Nusantara.


Kalau dikenang memang sangat mengaggetkan. Bayangkan, modalnya Rp.10.000, di tahun 2004 dan jadilah 20 bungkus rempeyek. Zaitun cukup memasarkan ke suatu toko kelontong. Harganya Rp.2000 hingga ia meraup omzet Rp.40.000.


Uang untungnya diputar sampai memperbanyak produksi. Zaitun merambah satu toko kelontong lain. Begitu seterusnya diulang sampai berkembang. Pengusaha Zaitun bukan sembarangan karena mau berkembang.


Dia menyasar pasar swalayan hingga terealisasi pada 2005. Tidak butuh lama peyek Ilham nya habis diborong. Kemudian dia memperbanyak produksi ke pasar swalayan tersebut. Tak ayal, dalam sehari 40 bungkus peyek habis.


Bertahap dia mendatangi pasar swalayan seluruh Jambi. Ia tawarkan peyeknya. Kini, nyaris semua swalayan menjual peyeknya Peyek Ilham. Zaitun pun merambah keluar kota melalui Sangeti dan Tambesi. Kemudian dibantu sales berjualan sampai Sorolangun hingga Palembang.


Bisnis Peyek


Peyek memang telah digemari semua lapisan masyarakat. Usaha coba- coba Zaitun ternyata mendapat antusias. Kemasan modern dan rapih mampu membawanya menembus pasar swalayan. Zaitun kini memiliki omzet tidak kurang Rp.200 juta perbulan.


Dulu suaminya bergaji biasa dan tinggal di rumah kontrakan. Zaitun makin bersemangat melihat usaha membuahkan hasil. Dia lantas berjanji akan memiliki rumah sendiri. Motivasi membeli rumah mampu meningkatkan moral Zaitun.


Awal usaha dia sudah bersemangat walau sampai keliling ke jalan. Bermodal Rp.10.000 dibelinya minyak tanah Rp.600 perliter, telur sebutir Rp.150, minyak sayur Rp.3000 perkg, teri Rp.13 ribu perkilo. Zaitun cuma sanggup memberi teri seperempatnya atau Rp.750, dan dipotong lebih kecil.

 

Teri dipotong lebih kecil biar keliatan lebih banyak. Kemudian dia membeli plastik Rp.200. Zaitun langsung menggiling bumbu langkok. Begitu adonan selesai digoreng dibungkus dititipkan. Dari tahun 2004 saja, pengusaha Zaitun memiliki 4 pegawai mengelola keuntungan diputar menjadi modal.

 

Modal bahan dijadikan adonan variasi memakai daun kunyit dan cabai. Dia lantas tawarkan ke pihak mall di Mandala dan Trona. Usaha rempeyeknya berkembang di kawasan Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung.

 

Varian peyek dulunya membuat satu berkembang peyek udang dan kacang. Hingga di tahun 2010, dia telah memproduksi semua varian peyek termasuk bentuknya. Ada peyek berbentuk bulat, lalu peyek bayam, peyek sawi, hingga keripik tempe.

 

Apakah usaha peyek miliknya berjalan selancar bayangan. Ternyata tidak, ia mengakui harus siap buat bersaing dengan pengusaha lain. Belum Zaitun berhadapan dengan telat membayar pihak penjual. Tapi Zaitun selalu sabar menghadapi tanpa mengeluh.

 

Bank Indonesia (BI) Jambi memberikan bantuan binaan bernama Wirausaha Binaan Bank Indonesia. WUBI telah memberikan dukungan selama enam bulan. Dia diikutkan pelatihan sampai pameran- pameran wirausaha.

 

Keinginan membangun rumah sendiri terwujud. Pihak WUBI sangat membantu, terutama mengurusi perijinan usaha. Dia dibantu juga pihak Diperindag Kota dan Provinsi Jambi. Walau telah memiliki 16 karyawan Zaitun mengaku masih kwalahan, seperti dijelaskan kepada Metrojambi.com

Pengusaha Wildan Pisangku Pisang Pasir Resep

Profil Pengusaha Wildan


pemilik pisang pasir

Pisangku Pisang Pasir Pengusaha Wildan berbagi resep. Dibalik bisnis pisang pasir ada sosok yang sederhana dan cerdas. Meski cuma lulusan SMA, akan tetapi, hidupnya tidak perlu dicemaskan iklan lowongan pekerjaan.

Wildan begitu panggilannya, sukses membuka usaha sendiri tanpa harus memikirkan ijasahnya lagi. Bukanlah tanpa kerja keras loh. Dia memulai bisnisnya dari satu gerai kecil ukuran cuma 9x10 m di bawah Flyover Jalan ExitTol RC Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan.

Dari gerai kecil ini pernah disewa selama 4 tahun, dan dari sinilah bisnis menjadi beromzet miliaran rupiah. Bisnisnya pisang, Pisangku Pisang Pasir, memang telah terdengar ke- "keringannya" hingga ke penjuru Indonesia. Pisang buatannya sangatlah minim minyak goreng.

Modal Bisnis


Jika dibandingkan pisang goreng lain pisang goreng buatan Wildan ini sama sekali tanpa ada tetesan minyak. Bahkan jika kamu mencoba meremasnya diantara tisu, maka kadar minyaknya minim atau hampir tidak ada.

Modal awalnya terbilang besar yaitu Rp.75 juta hanya buat berbisnis pisang goreng saja. Ya, pasalnya kala itu bisnis pisang sedang ramai- ramainya sih; terutama pisang yang digoreng. Di tahun 2006 memang jadi kejayaan bagi pisang goreng di Jakarta utamanya jenis pisang pontianak.

Ada saja penjual yang menjualnya langsung berbalut tepung. Disisi lain, Wildan telah memulai bahkan sebelum masa jayanya dan masih menjadi paling bertahan.

Sukses jadi salah satu petahana karena memang pisangnya unik diantara sekian pisang goreng. "Pada 2005 lalu di jalan sekitar sini banyak gerai pisang goreng, dan yang paling laku yakni pisang goreng pontianak," jelas pria kelahiran Lampung.

Berawal dari begitu banyaknya gerai pisang goreng di daerah Bintaro itulah ada hasrat mencicipi rasanya sendiri. Setelah mengantri cukup lama akhirnya pisang goreng Pontianak itu ada di tanganya; terbersit kesimpulan.

Wildan melihat memang tepungnya cukup unik namun dari segi rasanya, menurutnya kurang nikmat. Melihat potensi jadilah mencoba mengkreasian pisang gorengnya tersendiri. Tidak memilih pisang Pontianak menjadi kunci suksesnya kala itu.

Pertama kali hingga sekarang bisnisnya menggunakan pisang Lampung. Ia melihat potensi lain disana selain rasa menjadi berbeda. Pisang Lampung tersebut bertekstur tidak lembek dengan tingkat kemanisan cukup tinggi.

Adonan tepungnya ini masih jadi teka- teki bagi pembeli ataupun pegawai sendiri. Wildan berkeras hati tidak membocorkan rahasianya. Bumbu rahasia ini dia pelajari selama lima bulan lebih. Ide bumbunya sih memang masakan khas Jepang bernama chicken katsu.

Jika chicken katsu adalah ayam goreng berbalut tepung gurih dan kering; maka ini pisang. Setelah lima bulan mengotak- atik asal bumbu inilah jadi bumbu Pisangku Pisang Pasir. Hasil inovasi bumbu mampu menunjukan kesuksesan meski di awal bisnis.

Ayah lima anak ini sukses menjual 500 potong di hari pertama. Didukung embel- embel nama pasir jadilah pembeli merasa penasaran sekedar icip- icip di awal buka. Namanya sangat unik, ditambah bentuknya meyakinkan, mudah bagi Wildan untuk membuat mereka pembeli penasaran.

Bisnis Besar

 
Menjadi orang sukses merupakan pilihan hidup setiap orang. Wildan berprinsip selama kita mau usaha apapun. Termasuk dia menjalankan usaha bikin jok mobil. Usaha jok mobil berbahan kulit tersebut dinamai Mr. Seat, dan Wildan juga membuat kompor hemat energi.
 
Warga Lampung berusia 36 tahun, yang memilih merantau ke Jakarta demia kehidupan lebih baik. Dia pemilik bengkel Mr. Seat di Jalan Pangeran Antasari, Cipete, Jakarta Selatan. Dalam sebulan dirinya mengantongi omzet Rp.200- 300 juta.
 
Dia sering mengikuti pameran mobil dan memamerkan jok kreasinya. Desain jok miliknya unik dan inovatif. "Saya pernah membungkus satu badan luar mobil Avanza baru dengan jok kulit buatan sendiri," kenang Wildan.

Wildan juga memiliki bengkel AC dan kenalpot. Beberapa tahun sebelumnya, Wildan sudah sukses membangun bisnis pisang goreng. Wildan sampai menciptakan kompor buatan sendiri. Yakni kompor bermata gas yang membuat wajan cepat panas.
 
 
Sejak pertama kali buka di 2006, Wildan sukses menjual 500 potong dibawah merek dagangnya Pisangku Pisang Pasir. Hanya dalam tempo satu bulan bisnis ini mencatat penjualan 5.500 pisang dalam satu bulan saja loh.

Tak adakah hambatan? Ada, ia menemukan hambatan pada pemasok bahan baku utama pisangnya. Ia pernah mencoba mengganti bahan bakunya. Dia mencoba jenis pisang lain, namun sebagian besar pelanggan kecewa.

Meski kala itu dia menggunakan pisang kualitasnya diatas pisang kepok Lampung. Terlanjur nempel si pisang Lampung tak bisa digantian jenis pisang lain. Kini, agar tak mengurangi kualitas rasa, jadilah Pisangku Pisang Pasir terpaksa tutup saja.

Sang pemilik nekat memilih menutup gerainya saja jikalau stok pisang si Lampung tak mencukupi dalam sehari. Ia menutup gerainya esok atau lusanya. Tak mau mengecewakan, diambilah jalan lain yaitu menghubungi pemasok utamanya di Lampung langsung.

Untuk mengantisipasi kekosongan bahan baku diambilah 300 tandan pisang dari Lampung. Agar stoknya tersimpan baik dipilihlah sebuah gudang penyimpanan di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Selain itu, Wildan tetap menjaga citra dagangnya agar produknya tetap masuk ke semua kalangan.

Dia mengatakan, meski bisa juga dibilang jajanan pasar, produknya harus terjaga kebersihan dan semua orang menyukainya. Usaha yang telah dijalani selama lima tahun ini berbuah hasilnya. Saat ini usahanya telah memiliki sekitar 100 pegawai di 15 gerai yang tersebar di seluruh Jabodetabek.

Dia mampu menjual 1.000 potong pisang pada hari biasa seharga Rp2.500 per- potong. Sementara di akhir pekannya bisa mencapai 4.000 potong pisang. Itu pun hanya untuk setiap gerainya jadi setiap gerainya bisa menjual ribuan.

Jika dihitung, Wildan bisa mengantongi omzet penjualan Rp. 2,5 juta per hari tiap gerainya, ingat per- hati bukanlah per- bulan. Bila saat ini ia masih memiliki 15 gerai, berarti omzetnya mencapai Rp. 37,5 juta per hari atau dalam sebulan mencapai Rp. 1,125 miliar

Selain bisnis pisang goreng, ia melakukan inovasi baru yakni membuat kompor pintar agar mendongkrak penjualan pisang gorengnya. Memang pisang goreng pasir akan terus digoreng hingga kering.

Salah satu rahasia selain pada bumbu, ada resep rahasia minyak goreng yang diganti setiap enam jam penggorengan. Dan ia memiliki kompor pintar, yang membuat bisnis ini jadi lebih hemat.  Rata- rata penggorengan tanpa kompor pintar, akan benar matang setelah 15-20 menit, sekarang hanya 10 menit sudah matang.

Wildan tetap mencari celah lain agar bisnisnya tetap disukai. Hingga memanfaatkan aneka inovasi agar bisa selalu di hati. Bicara tentang kesempatan waralaba atau franchise si empunya sama sekali belum terpikirkan.

Wildan tak mau bisnisnya menurun kerena memilih menggunakan sistem waralaba. Jadi kalau ada mengaku- ngaku ada harapnya mengecek lagi.

"Saya sementara ini belum ada niat untuk Franchise, takut kualitasnya turun nanti jadi senjata makan tuan." ujarnya mantap.

Sebelum sukses dia pernah kesulitan mencari pekerjaan. Dulu Wildan sempat menjadi penjual kartu ucapan. Pernah dia bekerja menjadi salesman alat dapur. 
 
"Saya menjalani pekerjaan tersebut sebaik- baiknya walaupun sebagai tukang jualan alat rumah tangga dari rumah ke rumah sering mendapat penolakan," kenang Wildan.
 

Sempat Putus Asa


Melakoni pekerjaan salesman alat- alat rumah tangga lumayan lama. Dia bahkan sampai diangkat jadi supervisor. Ia mulai menabung. Tetapi sayangnya, malang menimpa Wildan, pabrik tempatnya kerja malah bangkrut.
 
Dari koneksi sang kakak, Wildan kembali kerja, kali ini dia bekerja menjadi pegawai perusahaan jasa pembebasan lahan. Dia sempat membebaskan lahan di Bali dan Lombok. Perlahan tabungannya makin membesar cocok buat wirausaha.
 
Wildan kemudian membuka bengkel kenalpot dan mesin AC. Sebelumnya kakak Wildan telah lebih dahulu membuka usaha ini. "...tidak jauh dari bengkel saya. Lalu, kami patungan mendirikan bengkel, saya ditugasi untuk mengelolanya," lanjutnya.

Berbisnis memang tidak gampang. Wildan sempat merasakan putus asa. Bengkel sepi dan terus rugi. Ia sampai menjual tanah bengkel karena frustasi. Untung langkahnya urung karena harga ditawara tidak cocok.

"Mungkin sudah takdir saya tidak boleh jual bengkel ini," tutur Wildan.
 
Tawaran datang memberi peluang. Tidak berapa lama, datang orang yang menawarkan kerja sama membuka usaha jok mobil. Wildan cukup menyiapkan tempat dan memencari pesanan, sedangkan si rekan akan mengerjakan pesanan.

Tapi, lagi- lagi tidak mudah, tidak semudah dibayangkan walau sudah memiliki pesanan. Rekannya malah mangkir tidak datang mengerjakan pesanan. Wildan berbisnis bengkel sepi, ketika kelihatan sukses di bisnis jok malah kehilangan pekerja.

Wildan memutuskan kerja sama. Untunglah, Wildan sudah memiliki tiga pegawai, salah satunya minta Wildan jangan berhenti. Awalnya, dia sempat ragu, pasalnya dia tidak mengerti sama sekali mengenai servis mobil terutama pasang jok.

Dia lantas mempelajari cara memasang jok sendiri. Dia datangi tempat usaha jok mobil lain yang lebih ramai. Selain itu, ia mempelajari teknik pemasangan jok di media masa. Berbekal ilmunya dia mampu mengerjakan pesanan sendiri. Dia kemudian dibantu pegawai yang sudah piawai memasang jok.

Ia langsung praktik lewat marketing: Harga miring dan janji kualitas bagus. Gebrakan diskon mampu menggaet pelanggan baru ke Mr. Seat. "Saya sempat banting harga jok mobil sedan menjadi Rp.1 juta. Padahal, di bengkel lain, satu itu harganya Rp.1,6 juta," terusnya.

Promosi ekstrim nan- cerdas ditampilkan Mr. Seat. Seperti ketika dia menutupi seluruh body mobil mamakai kain jok. Kemudian dia juga menambahkan pola pada kulit lapis jok. Tujuannya menarik perhatian masyarakat akan produk Mr. Seat.

Masyarakat kemudian tertarik mengganti lapisan kulit jok. Kesuksesan Mr. Seat tidak memuaskan langkah pengusaha Wildan. Tahun 2005, dia merambah bisnis pisang goreng yang membuat namanya dikenal publik.

Kebetulan, dulu dia pernah berjualan pisang goreng namun gagal dan mandek. Usaha sejenis yang dibuatnya di Lampung tidak jelas. Maka Wildan memilih melakukan survei dahulu, usaha pisang goreng Pontianak yang sukses didatanginya.

"Tapi, saya khawatir usaha ini (pisang Pontianak) akan cepat mati. Sebab, mereka sangat terbuka soal resepnya hingga sangat muda ditiru," ujarnya, inilah mengapa Pisangku pisang pasir resepnya sangat rahasia.

Memang betul usaha sejenis pisang pasir bermunculan. Namun Wildan telah terlebih dahulu siapkan resep rahasia. Selain dia merubah pisang Pontianak menjadi Lampung. Wildan juga membuat lapisan "pasirnya" berbeda sangat rahasia.

Bahkan dia tidak memberi tahu rahasianya ke pegawai. "Sampai sekarang, karyawan saya tidak pernah tahu resep pembuatan pisang goreng pasir saya buat," lanjut Wildan.

Wildan memang sudah terbiasa berwirausaha. Sejak kecil, lantaran membantu perekonomian keluarga, ia berjualan teh kota dan tisu ke bus- bus ketika masih bersekolah. Dia sempat berjualan bakwan dan es teh. "Dari sana, saya tahu bahwa manusia harus berusaha jika ingin berhasil," ujarnya.

Resep Palsu

 
Masyarakat kini harus lebih hati-hati untuk membuka usaha waralaba. Pasalnya beberapa pemilik hak paten mengaku produknya dipalsukan melalui blog di dunia maya untuk kepentingan segelintir. Hal tersebut dialami juga dialami pemilik usaha sekaligus pemegang hak paten Pisangku ini.

Beberapa bulan lalu, pemilik hak paten Pisangku, Wildan telah dikagetkan dengan munculnya sebuah blog aktif mengatas namakan pemegang hak paten Pisangku.

Blog tersebut menjual resepnya kepada masyarakat untuk membuka waralaba. Kejadian bermula, saat salah seorang kerabat Wildan mengetahui blog yang beralamatkan di pisangpasir (blogspost) com dan juga di pisangpasir (wordpress) com.

"Blog tersebut mengaku pemilik hak paten pisangku, dan menjualnya kepada para warga yang hendak membuka frances. Bahkan sudah ada yang membeli hak paten itu, dan membuka cabang Pisangku di daerah Tuban, Solo, Tasikmalaya, dan Bandung," katanya.

Atas informasi dari blog itu sendiri, Wildan pun langsung berpura- pura saja mau membeli hak paten. "Saya langsung ke Solo tempat pelaku yang mengaku memiliki hak paten pisangku," ujarnya.

Namun, setelah disambangi, kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak yang bermana Ahmad Fauzi dan Muhammad Akbar awalnya tak menyangka jika Wildan pemilik hak paten Pisangku sendiri.

Namun setelah sadar jika yang datang adalah sang pemilik, maka mereka berdua langsung mengaku salah. Lalu,  si pemalsu merek tersebut akhirnya harus membayar sejumlah denda uang karena telah terbukti memalsukan merek dan menjual produk Pisangku tanpa izin sang pemilik.

Kini Wildan tidak kurang membawahi ratusan pegawai di bengkel dan gerai pisang. Kedepan dia akan menciptakan kuliner trending Jakarta. Mau mencari keunikan sampai dilirik dan viral. Wildan belum berpikir mau usaha jenis makanan apa, sembari tetap menjaga kualitas bisnis sekarang ini.
 
Website resminya: pisangku (dot) com, untu informasi waralaba dan lain- lain. Kisah pengusaha Wildan semoga menginspirasi.

Mantan Penjual Bakso Pengusaha Muda Zulham

Profil Pengusaha Nur Zulham

 

mantanpenjualbakso.png
 

Pengusaha muda Zulham telah mengalami banyak kegagalan. Mantan penjual bakso mengapa tidak punya status begitu. Hidup remaja Nur Zulham jauh dari gemerlap masa muda. Usianya 11 tahun, sudah harus mendorong gerobak berjualan di depan Pasar Lambaro, Aceh besar.


Zul setelah berjualan bakso kemudian membuka empat bisnis lain. Sang alumni Universitas Islam Sultan Agung (UNNISULA), Jurusan Manajemen, sempat memiliki kafe di Mangkubumi Medan pada 1999, internet provider di Banda Ace tahun 2002.

 

Aneka Bisnis


Ia juga membuka usaha warnet di Langke, Banda Aceh. Pernah pula mengimpor semen Cap Orang dari Malaysia di 2005. Empat usaha dijalankan beruntutan namun berakhir kegagalan. Apakah Zul menyerah meratapi nasib gagal pengusaha.

 

Tidak. Zul tetap berusaha karena jiwa entrepreneurship mendarah daging. Dia senang berjualan walau tak selalu laku. Dia terus memberikan pelayanan terbaik. Zulham pun sempat melanjutkan studi non- formal di Study Visit to Singapore International Trade Institute of Singapore (ITIS).


Sekembali menutun ilmu langsung berwirausaha kembali. Zul membuka toko mebel dan furnitur di Banda Aceh. Usaha tersebut berjalan sampai sekarang berkat kegigihan. Zul pun aktif di organisasi dan mengikuti aneka seminar.


Dia membuktikan menuntut ilmu tidak akan sia- sia. Zul pernah diangkat menjadi divisi marketing Hafara Furniture Jepara (Taek Garden Export) 1996- 1997. Pernah pula menjabat divisi finance PT. Sawita Abadi Medan (kelapa sawit dan loging) pada 1998 dan tahun 2008.


Tahun 2003 sampai 2004, ia menjabat komisaris PT. Dinar Nusantara Banda Aceh, yang merupakan agen travel bergengsi Maktour Jakarta. Dia pernah menjadi direktur CV. Dewi Permai Banda Aceh, sebagai vendor PT. Semen Andalas Indonesia.


Dia menjabat direktur utama PT. Gading Pattaya Banda Aceh (tour dan travel), direktur CV. Gading Mas Sakti (agen asuransi surety bond Putri Asih Jakarta), dan juga direktur CV. Nuansa Entertainment Banda Aceh. Mantan penjual bakso tersebut telah bertransformasi jauh.

 

Pengusaha muda Zulham sangat dikenal di Banda Aceh. Ia dikenal para pelaku usaha Aceh. Namanya menjadi kepercayaan rekanan dan konsumen. Baginya entrepreneurship bukan sekedar mencari untung semata. Walau kita memang memilik tujuan tersebut tetapi harus berkah.


Dia menegaskan kopetensi dan tanggung jawab. Zul menjadi pembicara bagi mahasiswa, LSM, NGO lokal, dan investor asing. Zul atau yang akrab dipanggil Anas ikut ambil andil. Dia membangun untuk Aceh lewat insvestasi dan kontraktor.


"Investor harus dijadikan mitra dan saling bekerjasama tentunya melakukan transfer data dan informasi," ucap ayah dua anak ini.


Dia juga merupakan pengusaha muda travel. Rupanya Anas memang tidak mau diam. Dia membuat aneka usaha baru, bahkan menjadi pengusaha emas. Pokoknya kamu harus mampu menemukan suatu peluang. 

 

"Tapi semuanya harus saling melengkapi, ada keuntungan yang dirasakan kita dan pelanggan," papar Zul. Dia pun tidak mau kehilangan arah bisnis. Maka baiknya kita memiliki rencana jangka panjang, target yang dituju, serta memiliki positioning pasar.


Zul menerangkan mau berbisnis besar harus memiliki jaringan. Kamu harus mampu membangun suatu pertemanan. Itu akan berguna, selain bekerja keras dan kemauan menjalankan usaha sampai berhasil berdiri.

Ellen May Sukses Menjadi Trader Saham

Profil Pengusaha Ellen May

 
traderellenmay.png
 
Belajar dari kegagalan Ellen May sukses menjadi trader saham. Memang lewat jagat internet bisa memudahkan orang jadi sorotan publik. Salah satunya pemilik Twitter @pakarsaham, menjadi sorotan kerena tips- tips -nya bagaimana bermain saham dan valas. 
 
Pemilik akun Twitter yang memiliki follower sekitar 25.409 mungkin bertambah ini tidak lain adalah Ellen May.  Bagi para trader saham namanya tidaklah asing melalui bukunya We Are Traders Not Gamblers yang diterbitkan oleh Vibby Publisher di akhir 2010.

Sukses Trader Saham

 
Dia bukanlah orang yang cuma bicara besar. Ellen telah aktif sebagai trader di tahun 2006 -an. Dimulai dari cuma berbekal perasaan atau intuisi layaknya penjudi. Lantara tidak secara total belajar bermain saham jadilah hasil yang dihasilkan tidak maksimal. 
 
Jika di tahun 2006- 2007 ia bisa sukses spetakuler sebagai seorang pejudi, lain hal di tahun 2008. Ellen sudah mendapatkan gagalnya karena krisi ekonomi yang tengah melanda dunia.

Dia mendapatkan rugi yang cukup besar. Gosipnya ini berhubungan dengan saham Bumi.Sejak itu Ellen mulai serius belajar mengenai saham. 
 
Sempat berhenti trading selama beberapa bulan, Ellen masih terus mengasah kemampuannya dengan banyak belajar dari buku-buku impor. Ellen mulai belajar kepada beberapa ahli yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negri. 
 
Hingga akhirnya ia menemukan sebuah sistem yang sangat profitable untuk trading baik dalam saham, forex, komoditas, dan futures. Sejak krisis ekonomi ia belajar analisis teknikal secara otodidak.Melalui akun Twitter lah dia lalu berbagi kisah sukses serta cara- cara jitu bermain saham. 
 
"Tujuan saya sekadar berbagi ilmu. Ada tantangan bagaimana orang bisa sukses berinvestasi saham, komoditi, dan forex," kata perempuan kelahiran Solo, 20 Mei 1983 ini.  Buku bacaan para trader profesionalnya meliputi karya Alexander Elder, Peter Wyckoff Jesse Livermore, atau Van K. Tharp.

Ellen juga berguru kepada para analis teknikal. Kini, dia tengah disibukan revisi bukunya dengan judul baru "Smart Traders Not Gamblers". "Tapi saya tidak trading for living. Untuk living itu bagian suami," pungkas alumnus Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara ini.
 
Tidak berhenti di situ , ia juga tergerak untuk mengedukasi rekan-rekan trader dan pembaca bukunya dalam pelatihan- pelatihan saham di berbagai kota. Dia juga pernah muncul disalah satu acara di stasiun televisi Metro Tv.

Untuk informasi pelatihan saham, kamu bisa menghubungi: seminar.ellen@gmail.com. Kunjungi pula website pribadinya di www.ellen-may.com, on.fb.me/ellenmay, dan on.fb.me/ellen_may untuk mendapatkan informasi dan tips-tips trading saham, atau melalui akun twitter @pakarsaham.

Investasi saham gampang


Mungkin Anda akan "alergi" jika seseorang mengajak anda berinvestasi saham. Apalagi, imej yang terlanjur muncul mengesankan bahwa saham adalah permainan berisiko tinggi dan berbau "judi." Padahal jika dicermati investasi saham tidak sehoror yang dikira. 
 
Bahkan kini ada yang namanya saham syariah yang bisa dilirik sebagai sarana investasi. Sebenarnya jika mau diseriusi belajar saham bisa kapan saja tak perlu menunggu punya banyak modal.

Jadi, kapan sebaiknya memulai investasi saham? "Sedini mungkin. Tapi, sebelum memulai investasi maupun trading  saham, sebaiknya belajar lebih dulu, jangan langsung terjun," saran Ellen. Banyak orang yang bilang, "bermain" saham itu repot dan pasti rugi, belum tentu. 
 
Padahal, "Saham adalah bisnis atau investasi yang menguntungkan, selama kita tahu caranya. Bagi para ibu rumah tangga, ini juga bisnis yang potensial. Soalnya, mereka punya waktu banyak untuk mengamati pasar dan belajar, jadi lebih fokus. 
 
Bisa pasang transaksi di malam atau pagi sebelum market  buka," jelas Ellen lebih dalam. Sekarang, orang pun tak perlu repot-repot pergi ke bursa untuk membeli atau menjual saham. "Kita bisa membeli saham lewat online trading ," ujar Ellen. Kalau tidak mau repot, anda bisa saja memilih reksadana saham yang berkinerja baik sebelum terjun ke saham. 
 
Untuk mencari tahu reksadana mana yang berkinerja baik, bisa search di Google dengan keyword  "kinerja reksadana terbaik".
 
Ia menjelaskan sebelum melakukan investasi saham, sebaiknya memilih perusahaan yang bertumbuh dan fundamentalnya bagus. Beberapa ciri-cirinya antara lain keuntungan (profitability ) di atas 20%, PER (price earning ratio ) atau rasio harga saham di bursa dengan laba bersih per saham-nya di bawah 14 persen. 
 
"Tapi jangan terlalu kecil juga, karena kalau terlalu kecil dianggap sahamnya lelet," ujar Ellen. Investor harus mempelajari aspek fundamental. Selain itu juga harus melihat sektornya, sektor apa saja yang sedang bertumbuh. 
 
"Berinvestasilah pada sektor yang bertumbuh. Volume atau jumlah transaksi juga harus diperhatikan. Kalau tidak ada volume, berarti tidak ada transaksi, artinya saham itu enggak laku, karena tidak ada yang membeli maupun menjual," lanjutnya.

Masyarakat tampaknya mulai melek pasar modal. Terbukti dengan munculnya para trader- trader sukses, dan mereka tak segan membagi ilmunya. Namun memang edukasi tentang pasar saham masih minim. Bahkan beberapa harus terseok- seok belajar secara otodidak. 
 
Salah satunya investor Ellen May yang telah melalang buana di dunia pasar modal mampu mendulang untung sebesar-besarnya. Meski begitu kegagalan itu pasti ada tapi semangat belajar itu harus tak padam.

Sarjana IT jebolan Universitas Bina Nusantara itu memulai trading saham pada 2006 sebagai gambler bukan investor jangka panjang. Ellen mengaku, investasi saham tidak perlu merogoh kocek dalam, cukup sediakan uang Rp100 ribu dan mulai trading. 
 
"Jangan pakai alasan mahal, wong investasi saham bisa cuma uang Rp100 ribu. Jika finansial sudah kuat, maka bisa jadi investor jangka panjang," ucap Ellen saat acara Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2014, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Ia bercerita ketika pertama kali bermain saham. Ellen hanya coba- coba tanpa memahami seluk beluk pasar. Intinya sih harus beli saham lalu jual saham. Dia saat itu berbasis teknikal analisis atau feeling atau intuisi yang terkadang tak benar karena pasar berubah kapan saja.

"Saat pertama kali saya investasi di 2006, saya dapat keuntungan dari saham pertambangan dan terus untung di 2007. Namun saat krisis di 2008, saya kena imbasnya. Keuntungan dalam dua tahun raib begitu saja hingga sempat vakum selama enam bulan," ceritanya.

Dia menyadari kesalahannya karena serakah. Akhirnya ia mendisiplinkan dirinya belajar bagaimana jual beli saham. Kesalahan trader pemula adalah terlalu mengejar untung besar. 
 
"Kebanyakan orang trading maunya dapat profit instan. Lebih baik untung sedikit sedikit tapi konsisten daripada untung 100 persen tapi hilang dengan cepat," kata dia.

Ellen pun bercerita tentang dirinya dan krisis di tahun 2008. Saat itu, di tahun 2008, ia sempat merasa sakit hati dengan saham PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menenggelamkan dirinya dalam kebangkrutan. 
 
Ia gagal melihat faktor internal perusahaan sendiri. Akhirnya tanpa pikir panjang, Ellen pun mulai mengalihkan ke saham lain emiten berkode PT Ciputra Property Tbk (CTRA) yang dia beli dengan harga awal Rp100-Rp 300 per lembar.

"Dan sekarang harganya Rp1.100 per lembar bahkan sempat mencapai level tertinggi Rp 1.500-Rp 1.600 dalam kurun waktu 4-5 tahun. Untungnya berkali-kali lipat sambil tidur, enak tenan," tawa ibu anak dua ini, yang sukses menjadi trader saham.
 
Selain itu, dirinya juga mengoleksi saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang dibelinya seharga Rp7 ribu-Rp10 ribu bahkan Rp21 ribu per lembar saham. Tapi pernah berada di harga tertinggi Rp 80 ribu per lembar saham.

"Jadi trading saham itu bisa melipat gandakan aset. Kita tinggal beli, lalu tidur. Tidur di sini maksudnya belajar, tinggal klik dan menunggu timing yang tepat," pungkas Ellen May.

Pengusaha Eksportir Rotan Sukses Tonton Taufik

Profil Pengusaha Tonton Taufik

 

pengusahaeksportir.png
 

Tonton Taufik tidak memiliki pekerjaan. Jadilah dia pengusaha eksportir rotan sukses. Berawal kesulitan mencari pekerjaan dia berbisnis. Tonton mendirikan CV. Putra Mas Corporation. Dia bercerita bahwa bisnisnya berawal menerima pesanan online.

 

Pesanan tersebut kemudian dia limpahkan ke orang lain. Pesanan online tersebut dilimpahkan ke pihak produsen mapan asal Cirebon. Bertahap dia membangun katalog berbekal komisi pesanan. Katalog yang kemudian dikirimkan buat menjaring lebih banyak.


Kaya Berkat Internet


Tonton tidak memiliki latar belakang IT. Melainkan Teknik Sipil Unpar, Bandung, dan mendapatkan gelar MBA dari ITB. Dia terinspirasi kesuksesan CNN membangun bisnis. Dimana dia melihat, katanya mereka mendapatkan buyer 85% berasal dari Search Engine.


Tidak memiliki pengetahuan maka dia belajar otodidak. Tonton belajar membuat website, pakai uang seadanya dibangunlah website bermodal Rp.5 juta. Nama CV. Putra Mas Corp dirubah menjadi nama Rattanland Furniture. Tampak lebih mentereng Rattanland menjual melalui beriklan.


Dia membeli domain, membangun nama Rattanland, kemudian menuliskan siap menjual mebel rotan sampai keluar negeri. Bermula sejak tahun 1999, pertumbuhan Rattanland menjanjikan, "benar- benar memulai dari nol, sebelumnya saya menganggur dan susah mencari kerja," terangnya.


Website Tonton menghasilkan pembeli 75 orang. Uniknya mereka datang dari berbagai negara dan terus tumbuh. Bermula perusahaan CV berkembang menjadi PT di tahun 2003. Dan Tonton kumpulkan modal buat memperbaiki website lebih bagus.


Profesional Tonton memberikan kemasan menarik. Pesanan meningkat sampai beromzet Rp.1 miliar sebulan. "Perkembangannya termasuk cepat dan saya tidak membayangkan akan sesukses ini," dia menjelaskan kepada Jawaban.com.


Tonton memang sudah meyakini bahwa internet masa depan. Berbisnis internet merubahnya menjadi pengusaha eksportir rotan sukses. Tonton serius menggarap pasarnya, menyasar kalangan menengah atas, "lebih baik main di kalangan menengah atas karena betapapun mahal pasti ada aja pembelinya."


Berpromosi memakai internet memang lebih murah. PT. Rattanland Furniture bahkan kantongin omzet $1,5 juta berbekal nge- net pada 2007. Di tahun 2007 mereka mengantongi omzet $1,6 juta, dan pada 2006, mereka mengantongi $1,5 juta.


PT. Rattanland mampu menjual sampai lima puluh negara. Semua berbekal website Rattanland.com, yang nangkring ke halaman pertama dan nomor 1. Kamu cukup klik keyword "rattan furniture", dan sudah 100% penjualannya keluar negeri.


Selain dia berjualan rotan, juga berjualan SPBU, angkutan BBM, dan kontainer. Dia memiliki 10 jenis usaha dikembangkan lewat website. Buat membantu sesama pengusaha rotan, Tonton juga membuat website direktori produk furnitur buat pengusaha Indonesia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba