Mantan Penjual Bakso Pengusaha Muda Zulham

Profil Pengusaha Nur Zulham

 

mantanpenjualbakso.png
 

Pengusaha muda Zulham telah mengalami banyak kegagalan. Mantan penjual bakso mengapa tidak punya status begitu. Hidup remaja Nur Zulham jauh dari gemerlap masa muda. Usianya 11 tahun, sudah harus mendorong gerobak berjualan di depan Pasar Lambaro, Aceh besar.


Zul setelah berjualan bakso kemudian membuka empat bisnis lain. Sang alumni Universitas Islam Sultan Agung (UNNISULA), Jurusan Manajemen, sempat memiliki kafe di Mangkubumi Medan pada 1999, internet provider di Banda Ace tahun 2002.

 

Aneka Bisnis


Ia juga membuka usaha warnet di Langke, Banda Aceh. Pernah pula mengimpor semen Cap Orang dari Malaysia di 2005. Empat usaha dijalankan beruntutan namun berakhir kegagalan. Apakah Zul menyerah meratapi nasib gagal pengusaha.

 

Tidak. Zul tetap berusaha karena jiwa entrepreneurship mendarah daging. Dia senang berjualan walau tak selalu laku. Dia terus memberikan pelayanan terbaik. Zulham pun sempat melanjutkan studi non- formal di Study Visit to Singapore International Trade Institute of Singapore (ITIS).


Sekembali menutun ilmu langsung berwirausaha kembali. Zul membuka toko mebel dan furnitur di Banda Aceh. Usaha tersebut berjalan sampai sekarang berkat kegigihan. Zul pun aktif di organisasi dan mengikuti aneka seminar.


Dia membuktikan menuntut ilmu tidak akan sia- sia. Zul pernah diangkat menjadi divisi marketing Hafara Furniture Jepara (Taek Garden Export) 1996- 1997. Pernah pula menjabat divisi finance PT. Sawita Abadi Medan (kelapa sawit dan loging) pada 1998 dan tahun 2008.


Tahun 2003 sampai 2004, ia menjabat komisaris PT. Dinar Nusantara Banda Aceh, yang merupakan agen travel bergengsi Maktour Jakarta. Dia pernah menjadi direktur CV. Dewi Permai Banda Aceh, sebagai vendor PT. Semen Andalas Indonesia.


Dia menjabat direktur utama PT. Gading Pattaya Banda Aceh (tour dan travel), direktur CV. Gading Mas Sakti (agen asuransi surety bond Putri Asih Jakarta), dan juga direktur CV. Nuansa Entertainment Banda Aceh. Mantan penjual bakso tersebut telah bertransformasi jauh.

 

Pengusaha muda Zulham sangat dikenal di Banda Aceh. Ia dikenal para pelaku usaha Aceh. Namanya menjadi kepercayaan rekanan dan konsumen. Baginya entrepreneurship bukan sekedar mencari untung semata. Walau kita memang memilik tujuan tersebut tetapi harus berkah.


Dia menegaskan kopetensi dan tanggung jawab. Zul menjadi pembicara bagi mahasiswa, LSM, NGO lokal, dan investor asing. Zul atau yang akrab dipanggil Anas ikut ambil andil. Dia membangun untuk Aceh lewat insvestasi dan kontraktor.


"Investor harus dijadikan mitra dan saling bekerjasama tentunya melakukan transfer data dan informasi," ucap ayah dua anak ini.


Dia juga merupakan pengusaha muda travel. Rupanya Anas memang tidak mau diam. Dia membuat aneka usaha baru, bahkan menjadi pengusaha emas. Pokoknya kamu harus mampu menemukan suatu peluang. 

 

"Tapi semuanya harus saling melengkapi, ada keuntungan yang dirasakan kita dan pelanggan," papar Zul. Dia pun tidak mau kehilangan arah bisnis. Maka baiknya kita memiliki rencana jangka panjang, target yang dituju, serta memiliki positioning pasar.


Zul menerangkan mau berbisnis besar harus memiliki jaringan. Kamu harus mampu membangun suatu pertemanan. Itu akan berguna, selain bekerja keras dan kemauan menjalankan usaha sampai berhasil berdiri.

Ellen May Sukses Menjadi Trader Saham

Profil Pengusaha Ellen May

 
traderellenmay.png
 
Belajar dari kegagalan Ellen May sukses menjadi trader saham. Memang lewat jagat internet bisa memudahkan orang jadi sorotan publik. Salah satunya pemilik Twitter @pakarsaham, menjadi sorotan kerena tips- tips -nya bagaimana bermain saham dan valas. 
 
Pemilik akun Twitter yang memiliki follower sekitar 25.409 mungkin bertambah ini tidak lain adalah Ellen May.  Bagi para trader saham namanya tidaklah asing melalui bukunya We Are Traders Not Gamblers yang diterbitkan oleh Vibby Publisher di akhir 2010.

Sukses Trader Saham

 
Dia bukanlah orang yang cuma bicara besar. Ellen telah aktif sebagai trader di tahun 2006 -an. Dimulai dari cuma berbekal perasaan atau intuisi layaknya penjudi. Lantara tidak secara total belajar bermain saham jadilah hasil yang dihasilkan tidak maksimal. 
 
Jika di tahun 2006- 2007 ia bisa sukses spetakuler sebagai seorang pejudi, lain hal di tahun 2008. Ellen sudah mendapatkan gagalnya karena krisi ekonomi yang tengah melanda dunia.

Dia mendapatkan rugi yang cukup besar. Gosipnya ini berhubungan dengan saham Bumi.Sejak itu Ellen mulai serius belajar mengenai saham. 
 
Sempat berhenti trading selama beberapa bulan, Ellen masih terus mengasah kemampuannya dengan banyak belajar dari buku-buku impor. Ellen mulai belajar kepada beberapa ahli yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negri. 
 
Hingga akhirnya ia menemukan sebuah sistem yang sangat profitable untuk trading baik dalam saham, forex, komoditas, dan futures. Sejak krisis ekonomi ia belajar analisis teknikal secara otodidak.Melalui akun Twitter lah dia lalu berbagi kisah sukses serta cara- cara jitu bermain saham. 
 
"Tujuan saya sekadar berbagi ilmu. Ada tantangan bagaimana orang bisa sukses berinvestasi saham, komoditi, dan forex," kata perempuan kelahiran Solo, 20 Mei 1983 ini.  Buku bacaan para trader profesionalnya meliputi karya Alexander Elder, Peter Wyckoff Jesse Livermore, atau Van K. Tharp.

Ellen juga berguru kepada para analis teknikal. Kini, dia tengah disibukan revisi bukunya dengan judul baru "Smart Traders Not Gamblers". "Tapi saya tidak trading for living. Untuk living itu bagian suami," pungkas alumnus Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara ini.
 
Tidak berhenti di situ , ia juga tergerak untuk mengedukasi rekan-rekan trader dan pembaca bukunya dalam pelatihan- pelatihan saham di berbagai kota. Dia juga pernah muncul disalah satu acara di stasiun televisi Metro Tv.

Untuk informasi pelatihan saham, kamu bisa menghubungi: seminar.ellen@gmail.com. Kunjungi pula website pribadinya di www.ellen-may.com, on.fb.me/ellenmay, dan on.fb.me/ellen_may untuk mendapatkan informasi dan tips-tips trading saham, atau melalui akun twitter @pakarsaham.

Investasi saham gampang


Mungkin Anda akan "alergi" jika seseorang mengajak anda berinvestasi saham. Apalagi, imej yang terlanjur muncul mengesankan bahwa saham adalah permainan berisiko tinggi dan berbau "judi." Padahal jika dicermati investasi saham tidak sehoror yang dikira. 
 
Bahkan kini ada yang namanya saham syariah yang bisa dilirik sebagai sarana investasi. Sebenarnya jika mau diseriusi belajar saham bisa kapan saja tak perlu menunggu punya banyak modal.

Jadi, kapan sebaiknya memulai investasi saham? "Sedini mungkin. Tapi, sebelum memulai investasi maupun trading  saham, sebaiknya belajar lebih dulu, jangan langsung terjun," saran Ellen. Banyak orang yang bilang, "bermain" saham itu repot dan pasti rugi, belum tentu. 
 
Padahal, "Saham adalah bisnis atau investasi yang menguntungkan, selama kita tahu caranya. Bagi para ibu rumah tangga, ini juga bisnis yang potensial. Soalnya, mereka punya waktu banyak untuk mengamati pasar dan belajar, jadi lebih fokus. 
 
Bisa pasang transaksi di malam atau pagi sebelum market  buka," jelas Ellen lebih dalam. Sekarang, orang pun tak perlu repot-repot pergi ke bursa untuk membeli atau menjual saham. "Kita bisa membeli saham lewat online trading ," ujar Ellen. Kalau tidak mau repot, anda bisa saja memilih reksadana saham yang berkinerja baik sebelum terjun ke saham. 
 
Untuk mencari tahu reksadana mana yang berkinerja baik, bisa search di Google dengan keyword  "kinerja reksadana terbaik".
 
Ia menjelaskan sebelum melakukan investasi saham, sebaiknya memilih perusahaan yang bertumbuh dan fundamentalnya bagus. Beberapa ciri-cirinya antara lain keuntungan (profitability ) di atas 20%, PER (price earning ratio ) atau rasio harga saham di bursa dengan laba bersih per saham-nya di bawah 14 persen. 
 
"Tapi jangan terlalu kecil juga, karena kalau terlalu kecil dianggap sahamnya lelet," ujar Ellen. Investor harus mempelajari aspek fundamental. Selain itu juga harus melihat sektornya, sektor apa saja yang sedang bertumbuh. 
 
"Berinvestasilah pada sektor yang bertumbuh. Volume atau jumlah transaksi juga harus diperhatikan. Kalau tidak ada volume, berarti tidak ada transaksi, artinya saham itu enggak laku, karena tidak ada yang membeli maupun menjual," lanjutnya.

Masyarakat tampaknya mulai melek pasar modal. Terbukti dengan munculnya para trader- trader sukses, dan mereka tak segan membagi ilmunya. Namun memang edukasi tentang pasar saham masih minim. Bahkan beberapa harus terseok- seok belajar secara otodidak. 
 
Salah satunya investor Ellen May yang telah melalang buana di dunia pasar modal mampu mendulang untung sebesar-besarnya. Meski begitu kegagalan itu pasti ada tapi semangat belajar itu harus tak padam.

Sarjana IT jebolan Universitas Bina Nusantara itu memulai trading saham pada 2006 sebagai gambler bukan investor jangka panjang. Ellen mengaku, investasi saham tidak perlu merogoh kocek dalam, cukup sediakan uang Rp100 ribu dan mulai trading. 
 
"Jangan pakai alasan mahal, wong investasi saham bisa cuma uang Rp100 ribu. Jika finansial sudah kuat, maka bisa jadi investor jangka panjang," ucap Ellen saat acara Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2014, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Ia bercerita ketika pertama kali bermain saham. Ellen hanya coba- coba tanpa memahami seluk beluk pasar. Intinya sih harus beli saham lalu jual saham. Dia saat itu berbasis teknikal analisis atau feeling atau intuisi yang terkadang tak benar karena pasar berubah kapan saja.

"Saat pertama kali saya investasi di 2006, saya dapat keuntungan dari saham pertambangan dan terus untung di 2007. Namun saat krisis di 2008, saya kena imbasnya. Keuntungan dalam dua tahun raib begitu saja hingga sempat vakum selama enam bulan," ceritanya.

Dia menyadari kesalahannya karena serakah. Akhirnya ia mendisiplinkan dirinya belajar bagaimana jual beli saham. Kesalahan trader pemula adalah terlalu mengejar untung besar. 
 
"Kebanyakan orang trading maunya dapat profit instan. Lebih baik untung sedikit sedikit tapi konsisten daripada untung 100 persen tapi hilang dengan cepat," kata dia.

Ellen pun bercerita tentang dirinya dan krisis di tahun 2008. Saat itu, di tahun 2008, ia sempat merasa sakit hati dengan saham PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menenggelamkan dirinya dalam kebangkrutan. 
 
Ia gagal melihat faktor internal perusahaan sendiri. Akhirnya tanpa pikir panjang, Ellen pun mulai mengalihkan ke saham lain emiten berkode PT Ciputra Property Tbk (CTRA) yang dia beli dengan harga awal Rp100-Rp 300 per lembar.

"Dan sekarang harganya Rp1.100 per lembar bahkan sempat mencapai level tertinggi Rp 1.500-Rp 1.600 dalam kurun waktu 4-5 tahun. Untungnya berkali-kali lipat sambil tidur, enak tenan," tawa ibu anak dua ini, yang sukses menjadi trader saham.
 
Selain itu, dirinya juga mengoleksi saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang dibelinya seharga Rp7 ribu-Rp10 ribu bahkan Rp21 ribu per lembar saham. Tapi pernah berada di harga tertinggi Rp 80 ribu per lembar saham.

"Jadi trading saham itu bisa melipat gandakan aset. Kita tinggal beli, lalu tidur. Tidur di sini maksudnya belajar, tinggal klik dan menunggu timing yang tepat," pungkas Ellen May.

Pengusaha Eksportir Rotan Sukses Tonton Taufik

Profil Pengusaha Tonton Taufik

 

pengusahaeksportir.png
 

Tonton Taufik tidak memiliki pekerjaan. Jadilah dia pengusaha eksportir rotan sukses. Berawal kesulitan mencari pekerjaan dia berbisnis. Tonton mendirikan CV. Putra Mas Corporation. Dia bercerita bahwa bisnisnya berawal menerima pesanan online.

 

Pesanan tersebut kemudian dia limpahkan ke orang lain. Pesanan online tersebut dilimpahkan ke pihak produsen mapan asal Cirebon. Bertahap dia membangun katalog berbekal komisi pesanan. Katalog yang kemudian dikirimkan buat menjaring lebih banyak.


Kaya Berkat Internet


Tonton tidak memiliki latar belakang IT. Melainkan Teknik Sipil Unpar, Bandung, dan mendapatkan gelar MBA dari ITB. Dia terinspirasi kesuksesan CNN membangun bisnis. Dimana dia melihat, katanya mereka mendapatkan buyer 85% berasal dari Search Engine.


Tidak memiliki pengetahuan maka dia belajar otodidak. Tonton belajar membuat website, pakai uang seadanya dibangunlah website bermodal Rp.5 juta. Nama CV. Putra Mas Corp dirubah menjadi nama Rattanland Furniture. Tampak lebih mentereng Rattanland menjual melalui beriklan.


Dia membeli domain, membangun nama Rattanland, kemudian menuliskan siap menjual mebel rotan sampai keluar negeri. Bermula sejak tahun 1999, pertumbuhan Rattanland menjanjikan, "benar- benar memulai dari nol, sebelumnya saya menganggur dan susah mencari kerja," terangnya.


Website Tonton menghasilkan pembeli 75 orang. Uniknya mereka datang dari berbagai negara dan terus tumbuh. Bermula perusahaan CV berkembang menjadi PT di tahun 2003. Dan Tonton kumpulkan modal buat memperbaiki website lebih bagus.


Profesional Tonton memberikan kemasan menarik. Pesanan meningkat sampai beromzet Rp.1 miliar sebulan. "Perkembangannya termasuk cepat dan saya tidak membayangkan akan sesukses ini," dia menjelaskan kepada Jawaban.com.


Tonton memang sudah meyakini bahwa internet masa depan. Berbisnis internet merubahnya menjadi pengusaha eksportir rotan sukses. Tonton serius menggarap pasarnya, menyasar kalangan menengah atas, "lebih baik main di kalangan menengah atas karena betapapun mahal pasti ada aja pembelinya."


Berpromosi memakai internet memang lebih murah. PT. Rattanland Furniture bahkan kantongin omzet $1,5 juta berbekal nge- net pada 2007. Di tahun 2007 mereka mengantongi omzet $1,6 juta, dan pada 2006, mereka mengantongi $1,5 juta.


PT. Rattanland mampu menjual sampai lima puluh negara. Semua berbekal website Rattanland.com, yang nangkring ke halaman pertama dan nomor 1. Kamu cukup klik keyword "rattan furniture", dan sudah 100% penjualannya keluar negeri.


Selain dia berjualan rotan, juga berjualan SPBU, angkutan BBM, dan kontainer. Dia memiliki 10 jenis usaha dikembangkan lewat website. Buat membantu sesama pengusaha rotan, Tonton juga membuat website direktori produk furnitur buat pengusaha Indonesia.

Profil Shafie Shamsuddin Penyelamat Bisnis Carrefour

Profil Pengusaha Shafie Shamsuddin

 

shafieshamsuddin.png

 

 

Profil Shafie Shamsuddin, merupakan penyelamat bisnis Carrefour Indonesia. Dia mampu menggaet taipan Indonesia Chairul Tanjung. Tujuannya menyelamatkan bisnis utama mereka di Indonesia. Dimana perusahaan retail asal Perancis tersebut pasang- surut.


Shafie memang orang Indonesia maka mampu memahami psikologi pasar. Dengan kemampuannya ritel Carrefour. Sayangnya, pertumbuhan peritel lain tidak dielakan, maka keputusan menjual saham mayoritas di Indonesia mutlak.


Ritelnya sudah lama menjadi pilihan utama berbelanja. Terdapat 86 gerai di Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang, dan Makassar. 

 

Bisnis Carrefour

 

"Transcorp juga mempunyai visi strategi di bidang ritel dan bisnis yang memiliki sinergi potensial serta signifikan dengan Carrefour," tuturnya.


Karirnya dimulai pada 1996 diposisi Management Trainee (di Operations and Buying Department. Itu terjadi selepas Shafie lulus Nanyang Technology University (NTU) Singapura, Jurusan Bisnis. Tidak sampai setahun dia sudah dikirim ke Prancis buat studi banding.


Perusahaan pusat melihat Shafie berpotensi, pekerja keras dan kesungguhan. Mereka memberikan satu kesempatan. Baru Management Trainee, tetapi potensi Shafie begitu dihargai, sampai naik pangkat beberapa kali.


Karirnya bagus sampai naik pangkat sekali setahun, dari Assistant Department Head, Department Head (Oktober, 1997), naik jadi Senior Department Head, sampai Division Manager for Commercial and Merchandising, dimana jabatan terakhirnya dilakoni dua tahun dari 2000- 2002.


Di Februari 2002, Shafie ditugaskan menjadi Bazaar Merchandise Managar di Carrefour Indonesia. Ia lalu kembali ke Singapura menjadi Store Director in Operations, Marketing, and Human Resource. Dia memiliki kesempatan untuk mempelajari pemasaran sampai human resource.


Tahun 2005 dia diberi tanggung jawab Managing Director Carrefour Malaysia/Singapura. Dan Shafie kemudian dianggkat Executive Director and Managing Director di Malaysia/Singapura. Akhirnya, pada 1 Agustus 2009, dia dipercayai menjadi pemimpin Carrefour Indonesia.


Carrefour Indonesia memulai sejarahnya pada 1998, membuka usahanya pertama adalah Cempaka Putih. Disisi lain, ada Continent, membuka usahanya pertama di Indonesia di Pasar Festival. Lalu, di tahun 1999, Carrefour dan Promodes (induk Continent) sepakat bergabung termasuk ke seluruh dunia.


Maka kedua perusahaanya termasuk Carrefour Indonesia makin besar. Pada Januari 2008, Carrefour melakukan gebrakan lewat akuisisi PT. Alfa Retailindo Tbk. Kemudian saham 40% dibeli TransCorp, dibawah usaha Para Group.


Carrefour merupakan konsep paserba. Di dalamnya termasuk menjual segala kebutuhan pokok sampai subsider. Chairul Tanjung memiliki alasannya khusus membidik bisnis Carrefour. Ia inginkan pihak Carrefour memberikan nilai produk terbaik buat seluruh masyarakat Indonesia.


Disisi lain, Para Group, akan memaduka semua dengan apa Transcorp miliki, mulai dari lini fashion, makanan dan minuman, gaya hidup, dan travel. Alhasil Carrefour mulai bertransformasi menjadi apa Transmart sekarang kita tau.

Biografi Raam Punjabi Bisnis Raja Sinetron

Biografi Pengusaha Raam Punjabi


biografi raam punjabi
 
Sedikit biografi Raam Punjabi yang pantas mendapat gelar "Raja". Bisnis Raja Sinetron adalah industri perfilman dan sinetron tentunya. Terutama bisnis sinetronnya pun mengais banyak keuntungan besar hingga sekarang. 
 
Kemampuan pria 70 tahun ini untuk melihat trend memang luar biasa, salain itu Raam juga berani mengambil resiko. Namanya selalu tercantum dalam uptext atau tulisan sebelum sinetron tampil. Raam Punjabi menjadi kaya seperti sekarang karena kerja keras. 
 

Bisnis Raja Sinetron dan Film

 
 
Dikisahkan pengusaha Raam Punjabi, merupakan anak keturunan India yang lahir di Indonesia. Pria kelahiran 6 Oktober 1943, yang punya hobi nonton film rame- rame. Ketika TVRI baru berdiri, Raam masij bekerja di pabrik textile, di tahun 1962 dan tak kepikiran jadi Produser. 
 
Waktu itu belum ada televisi swasta, sedangkan film lokal belum bagus dan kalah dari film- film impor Hollywood. Sejak kecil dia bersama saudara- saudaranya hobi ke bioskop. Raam kecil sudah terbiasa keluar- masuk gedung bioskop. 
 
Saking hobinya nonton dia jadi hafal nama- nama aktor dan aktrisnya. Disaat bekerja di pabrik textile, Raam tiba- tiba memiliki ide untuk memulai bisnis film sendiri.

Awalnya dia mulai dengan usaha mengimpor film- film asing. Bertahap Raam mengumpulkan modal dan mengajak kedua saudaranya. Mereka adalah Dhamoo Punjabi dan Gobind Punjabi, tahun 1967 mereka mendirikan PH kecil- kecilan, yang bernama PT. Panorama Film.

Ketertarikan anak ketiga dari pasangan Jethmal Tolaram Punjabi, dan Dhanibal Jethmal Punjabi ini, memang tinggi akan dunia sinematografi pada umumnya. Sejak kecil dia sudah hobi keluar- masuk bioskop untuk menonton film, hingga memutuskan membangun bisnis importir film.

Usaha yang digagas oleh dia mengajak kedua saudaranya bermodal 30 juta. Biografi Raam Punjabi mendirikan perusahaan PT. Indako Film. Tak puas sekedar mengimpor film, ia kemudian membuka usaha produser film, yang cuma butuh 3 tahun hingga berdirilah PT. Panorama Film.

PT. Panorama Film bekerja sama dengan PT. Aries Internasional Film, yang mengajak Wim Umboh untuk menjadi sutradara. Film mereka berjudul "Mama" pada 1972 menggunakan seluloid 70 mili, yang kurang laku dipasaran, disusul "Demi Cinta" yang cukup diminati tetapi biasa- biasa saja.

Film ketiga berjudul "Pengalaman Pertama" yang sukses besar. Tetapi tahum 1980 -an bisnis film Indonesia terpuruk. Kualitas filmnya rendah dan diisi oleh film bertema sensual dan horor. Maka Raam membanting stir membuat film komedi; sebuah pertaruhan besar.

Tahun 1980 dikenal sabagi tahun keterpurukan perfilman Indonesia. Bukannya terpuruk Raam malah sukses ketika krisis film. Ini berkat kenekatan Raam untuk mengangkat genre komedi. Kala itu film didominasi bertema seksual, tetapi dia malah nekat mengangkat film komedi bersama Warkop DKI.

Tujuh belas tahun dia berkutat dengan bisnis perfilman. Tak kurang ratusan film Raam buat yang lebih tenar dari PT. Parkit Film di 1981. Banyak sudah perusahaan dia bangun tetapi tak selamanya sukses. Hingga bisnis film kembali lesu, sementara itu televisi mulai digandrungi oleh masyarakat.

Tahun 1989 perfilman benar- benar hancur menemui titik jenuh. Raam tak kehilangan akal karena bisa- bisa merugi. Dia tidak idealis hingg melirik TVRI sebagai televisi pertama. Dengan cemerlang ia mengkonsep sinetron, ini yang dia jajakan kepada pihak stasiun televisi hingga era televisi swasta.

RCTI menjadi patner Raam untuk memasarkan sinetronnya. Sebuah peluang yang dibuka dengan satu sinetron komedi, "Gara- Gara" yang diperankan Lydia Kandou dan Jimmy Gideon. Tahun 1990 ia membangun PT. Tripar Multivision Plus bermodal Rp.250 juta.

Pengusaha Pekerja Keras


Sudah menjadi rahasia umum nama Punjabi selalu terlintas. Raam sendiri sering berkompetisi dengan saudara dan keluarganya sendiri. Sebut saja Dhamoo Punjabi yang juga membuka usaha sejenis. Dia dan Dhamoo pisah yang tak menyurutkan langkah, keduanya malah menjadi saling melengkapi.

Ketika Raam bersama Multivision Plus dan Dhamoo dengan MD Productions. Raam kemudian dapat bekingan dari putranya, Manoj Punjabi. Banyak orang melihat bersi tegang keduanya hanya didepan saja. Keduanya diduga justru memainkan perang saling berkompetisi untuk menaikan penjualan.

Bayangkan karena keduanya sama- sama sukses meraup untung. Raam tak terdengar mengalami kerugian bahkan malah untung berlipat.

"Tiada akar Raam Punjabi," tulis Ramadhan KH, kawan Raam Punjabi.

Ia memulai gebrakan dengan impor film yang dihentikan pemerintah. Aturan ketat mengenai batasan film impor dan monopoli mencegahnya. Raam akhirnya terpakas membuat filmnya sendiri bermodal hobi. Dia bukanlah sosok yang berpengalaman dalam dunia perfilman.

Dari Surabaya bersama kedua saudaranya, mereka lalu berangkat ke Jakarta dan mulai membuat film mereka sendiri. Lima tahun pengalaman membuat Raam belajar pola produksi. Dia juga mulai paham akan selera pasar kala itu. Raam belajar bahwa membuat film tak boleh sembarangan dibuat.

Ambil contoh film "Mam" yang untungnya kecil tetapi biaya produksi tinggi. Pola pikir Raam mulai terbentuk walaupun harus berproduksi secara rumahan. Bayangkan dia hanya anak muda yang nekat jadi pengusaha. Hingga film menjadi barang langka kalah dengan revolusi televisi tiba merusak.

Bisnis film tak secerah dahulu karena orang memilih televisi. Munculnya aneka televisi swasta jadi memperparah perfilman Indonesia. Dia memilih membangun bisnis sinetron. Untuk yang satu ini kembali sukses besar, sekaligus menyelamatkan Raam dari kebangkrutan karena bisnis film merugi.

Tahun 2000 dibuatlah bisnis majalah yang tak berumur panjang. Rencana awal ia ingin masuk ke bisnis review perfilman. Namun maksud hati tak kesampaian yang akhirnya ditutup. Raam mengakui ini bukanlah keahliannya. Raaam juga berinvestasi dari properti hingga bisnis lain diluar televisi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba