Buruh Dirumahkan Karena Covid Berbisnis Frozen Food

Profil Pengusaha Sukses Azim

 

buruhbisnis.png
 

Kisah buruh dirumahkan karena Covid kembali berlanjut. Dia kini berbisnis frozen food. Tujuannya biar bisa bertahan sekaligus menolong. Azim namanya juga mengajak teman- teman sesama buruh. Mereka berjualan aneka frozen food enak bin murah.

 

Azim bekerja di industri otomotif salah satu kawasan industri Jakarta. Dia tinggal di Bekasi. Begitu dia dapatkan berita pemberhentian otaknya berputar. Dia ingin tetap berpenghasilan selama masa tanggap darurat tahun lalu.


Sembari ia mengisi waktu karena dirumahkan. Dia merintis usaha rumahan. Azim memang tidak dipecat tetapi diliburkan. Namun dia tetap harus memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga. Sembari dia berharap pandemi cepat selesai, sembari mengurus rumah sambilan berjualan aneka frozen food.


Dia pun menyediakan egg roll, chicken tofu, ebi shrimp, shrimp stik ayam, shrimp stik ikan, ebi furai, chicken katsu, kani roll, shrimp roll dan ekkado. Azim lengkapi semua demi memenuhi kebutuhan masyarakat.


Usaha berkonsep bento dikembangkan Azim menjanjikan. Waktu dia keluarkan lebih fleksibel sembari mengurus rumah. Dia yang anggota FSPMI DKI, mengajak sesama buruh buat menjajal usaha sejenis frozen food begini. 

 

"Merintis usaha di rumah, menjual aneka produk bento frozen food yang siap saji. Alhamdulillah prospeknya bagus," terangnya kepada koranperdjoeangan.com. Dia juga mengajak buruh yang masih bekerja buat wirausaha. Ayo berbisnis frozen food. 

 

Menurutnya hal- hal tidak diinginkan mungkin terjadi. Kita harus mempersiapkan sejak jauh- jauh hari. Buruh dirumahkan karena Covid bisa berbisnis. Usaha frozen food begini halal, dibuat dari seafood, dimasak dengan higienis demi menjaga kualitas rasa dan zat gizi.


"Untuk rasa dijamin menggugah selera makan dan pasti ketagihan," imbuhnya. Dia meyakinkan bahwa Faal Bento Frozen Food, adalah makanan yang disajikan restoran Jepang tetapi terjangkau. Harganya nyaman dikantong cocok buat kawan- kawan buruh juga.

Sejarah Kerudung Rabbani Pengusaha Dibalik Brand

Profil Pengusaha Amry Gunawan 

 
 
pemilikrabbani.png
 
Ini cerita dibalik brand ternama kerudung instan masa kini. Sejarang kerudung Rabanni dimulai dari sosok pria diatas. Mengejutkan memang kemajuan brand Rabbani ini. Tiba- tiba ada puluhan cabang dibuka di berbagai kota. Siapa sosok dibalik brandnya.
 
Pengusaha jenius itu ternyata seorang pria. Dibawah bendera CV. Rabbani Asysa, kami telah menemukan Amry Gunawan lah pemiliknya. Amry memanglah tidak sendiri menjalankan bisnis ini. Amry bersama istrinya, mereka bersama menjalankan perusahaan kecil tersebut.
 

Sejarah Kerudung Instan

 
Perusahaanya dikenal sebagai profesornya kerudung instan. Dan Amry sedikit dari pengusaha dibidang fashion. Terutama dia bukanlah desainer, bukan juga wanita. Memang pada umumnya bisnis fashion dikuasai kaum Hawa. 
 
Berawal dari jatuh bangun mengerjakan berbagai usaha. Dia dulu dikenal sebagai penjual buku, alat- alat kantor dan kaos. Nama Rabbani sendiri sudahlah melekat sejak usaha pertamanya. Sejak ia berjualan alat- alat kantor dan buku.

Sejak tahun 1991, ia tergolong cukup sukses berjualan buku dan alat kantor. Saat itu ia menjual buku- buku islami. Dia dikenal berjualan di depan kampus Universitas Padjajaran (Unpad). Disaat usahanya itu sukses, ia segera membuka toko buku sendiri. 
 
Tak bermodal besar, cukuplah ia merubah sebagian rumah kontrakan di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku. Setelah usahanya semakin sukses. Amry mulai mengumpulkan uang untuk membuka toko sendiri. Akhirnya sebuah toko buku baru lahir. 
 
Dia lantas memberinya nama Pustaka Rabbani, letaknya masih didekat Unpad, tepatnya di Jalan Dipati Ukur. Semua berawal dari perjalanan pendidikannya di Kota Kembang. Tahun 1986, Amry memutuskan pergi ke Bandung, melanjutkan studi Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad). 
 
Namun, karena ada perasaan yang kuat untuk mendalami Agama, Amry berbalik arah tujuannya. Dia bukannya masuk ke ekonomi, Amry malah masuk ke jurusan Sastra Arab. Usia Amry masih muda kala itu masih 22 tahun. Sambil berkuliah Amry berusaha untuk mandiri. 
 
Meskipun masih hidup seadanya, dia tak takut untuk menikahi seorang akhwat. Bermodal pinjaman dari guru ngajinya sebesar 60 ribu rupiah. Dia tak takut "mau makan apa". Meski begitu masalah duniawi tak bisa dihindari. 
 
Meski sudah bertekat, setelah lahirnya anak pertama, ia harus memutar otak lebih lagi. Tahun 1991, ia memulai usaha buku Islami dan peralatan kantor. Dia lantas berjualan di depan kampus Unpad. Disaat usahanya semakin naik ia akhirnya membuka toko sendiri. 
 
Cukuplah bermodal sebagian dari rumah kontrakannya di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku. Sedikit demi sedikit Amry mulai menyisihkan keuntungan untuk membuka toko kedua. Kali ini ia membuka toko sendiri tanpa menempel rumahnya.

Sebuah toko buku bernama Pustaka Rabbani di Jalan Dipati Ukur, masih dekat Unpad. Seking sibuknya ia memuka usaha sendiri. Amry memutuskan meninggalkan kuliah Sastra Arab -nya. Pria kelahiran Aceh Utara, 20 Februari 1967 ini, benar- benar ingin fokus pada bisnisnya. 
 
Tapi pada tahun ke empat ia malah banting stir berbisnis kerudung. Saat itu ia melihat peluang dari kaum muslimah di Indonesia. Waktu itu, khususnya untuk instansi formal pemerintahan khususnya pendidikan dan perkantoran, ada satu larangan menggunakan jilbab. 
 
Dia lantas berpikir jika dilarang bukannya semakin penasaran. Dari sanalah, ia membuka usaha kerudung dibantu istrinya. Semuanya hanya bermodal nekat. Ia lantas menjual toko buku itu untuk modal usaha. Dia bahkan tega memberhentikan 30 karyawan yang tak siap memulai dari nol bersama.
 

Pengusaha Dibalik Brand

 
Semuanya dia lepaskan untuk memulai kembali. Ide kerudung instan datang ketika ia dan istrinya berkunjung ke Tanah Suci tahun 2003. Di tempat itu, sang istri melihat seorang wanita muslim China mengenakan kerudung kreasi. 
 
Dari melihat itulah ide- ide tentang kerudung apa bermunculan. Uang 15 juta hasil menjual toko dijadikannya modal. Selain dari menjual toko, Amry juga mendapatkan tambahan dari sang istri. Waktu itu istrinya dengan rela menggadaikan lima gram emas mahar.

Istrinya Nia bersamanya ketika usaha itu tumbuh. Dibawah bendera CV. Rabbani Asysa keduanya fokus pada konsep kerudung instan. Karena mudahnya membuat kerudung instan ini. Maka sepanjang usahanya itu selalu ada saja yang meniru. 
 
Maka untuk menyiasati hal tersebut, ada tim khusus menangani inovasi dan juga pengembangan desain baru. Bahkan Rabbani mampu mengeluarkan model baru setipa sepertiga bulan sekali. Ada 35 ribu kerudung untuk 120 outlate yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari desain awalnya sudah ada ribuan lusin model sejak berdirinya. Setiap satu modal itu terjual maka tidak akan ada model lagi yang sama. Itulah juga alasan mengapa tag line bisnisnya "Profesor Kerudung". Benar- benar fokus pada model yang selalu kaya. 
 
Untuk harganya bervariasi di setiap produknya. Mulai dari harga 14.500 sampai 800.000 -an. Selain fokus di kerudung, Rabbani juga mengeluarkan produk busana muslim satu paket.

Nah, untuk harga busana muslim, Rabbani menjual Rp.89.000 sampai 40.000 per- potong. Lalu juga ada produk lain seperti mukena, busana anak dan lain- lain. Karyawan Rabbani pun melonjak jauh jadi 2500 orang karyawan. 
 
Jumlah ini tersebar di berbagai cabang, baik di kantor pusatnya yang ada di  JL. Dipatiukur no 44, Bandung. Ada pula yang di tempat- tempat desain dan produksinya di kawasan Leuwisari, Karasak, Soekarno Hatta, Mochammad Toha, Kopo dan beberapa tempat lainnya di Bandung.

Ada masanya untuk bisnis Rabbani bersinar. Itulah bulan Ramadhan. Jadilah produk Rabbani akan gencar untuk selalu melakukan promosi. Promosinya akan ada di berbagai media, dari media cetak, televisi, dan juga radio. 
 
Bahkan untuk media televisi, Rabbani melakukan promosi di berbagai tayangan sinetron dan juga tayangan televisi lain. Caranya dengan menjadi sponsor para artis yang tampil di layar kaca.
 
Ada sinetron Cinta Fitri Seson Ramadhan, Fitriyah, Islam KTP, Charlie & Trio Angel di SCTV; Ada Kontrakan Dalam Gang, Alif Ba Ta serta Mat Jiung di TPI; Nurjanah dan Nikah Siri di INDOSIAR; Assalamualaikum Ustadz di RCTI; Bioskop Indonesia trans TV (Trans TV); Istri-istri Jagoan di Global TV; serta Wara Wiri Ramadhan di Trans 7.

Lantas bagaimana Rabbani begitu menjamur. Usut punya usut, ternyata Rabbani telah menggunakan sistem waralaba, jauh sebelum bisnis marketing modal ini jadi tren. Bedanya jika umumnya cuma waralaba, maka Rabbani manamainya wala rabba. 
 
Walau disini artinya loyalitas sedangkan rabba artinya Tuhan. Waktu itu nilai investasi tergolong tinggi, sekitar 500 juta per- investor. Dengan uang segitu pewaralaba sudah bisa menjual produk- produk aneka macam dengan sistem bagi hasil

Selain menggunakan konsep waralaba ada pula istilah sub- dealer. Dimana investasi awalnya cukup 5 juta saja dan untuk pendaftaran 250 ribu investor akan mendapat diskon 30%. Cara- cara inilah yang digunakan agar Rabbani selalu dekat dengan masyarakat. 
 
Konsep lain juga melalui menjadi loyalitas pelanggan melalui sistem seperti downline. Dimana para pelanggan akan mendapatkan diskon- diskon untuk setiap pelanggan baru. Sampai di Juli 2010, brand ternama Rabbani memiliki 60 ribu waralaba. 
 
Adapula 500 juta investor yang telah aktif sebagai pelanggan dan penjual produk kerudung instan. Inilah sejarah kerudung Rabbani, dan pengusaha dibaliknya Amry Gunawan.

Sumber: diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim. Edisi 9. Volume 1. September 2010, Rubrik Laporan Utama Hal 20-23 "Bisnis Menjanjikan di Saar Lebaran"

Kisah Perantau Wonogiri Dikala Pandemi Usaha

Profil Pengusaha Ryna Mardianti

 

perantauwonogiri.png
 

Ryna Mardianti tak menyangka membangun usahanya ulang. Demi bertahan hidup, inilah kisah perantau Wonogiri dikala pandemi Covid 19. Dia sempat membuka usaha bakso Wonogiri dan mie ayam. 

 

Wanita yang bertempat di kawasan Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Bantan, yang sempat terpuruk. Dia tinggal di kawasan bisnis. Cocoklah Ryna merintis bakso Wonogiri tersebut. Tetapi agaknya Corona tak kunjung selesai. 

 

Nasi Berkat Daun Jati

 

Usahanya terpukul sampai gulung tikar. Usaha sepi tidak nampak pembeli datang. 

 

"Saya juga takut tertular Covid 19, jadi warung saya tutup saja," terangnya kepada pewarta Jawapos.co. Pemasukan warga asli Lingkungan Jarum, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri yang otomatis kehilangan sumber pendapatan.


Ryna harus memutar otak. Kebetulan dia kangen akan keluarga jadilan membeli nasi berkat. Beberapa bungkus nasi berkat pengobat rindu keluarga di kampung. Nasi atau sego yang telah menjadi ciri khas makanan kampungnya.


Biasa nampak ketika diadakan hajatan atau selamatan. Biasanya Ryna akan dapat bungkusan nasih berkat sepulangnya. Nasi berkatnya dibeli di Cipondoh, dan jarak antara Pondok Aren ke Cipondoh jauh, dan Ryna beli lewat ojol.


Kasihan ojolnya karena jarak jauh. Biaya kirim sampai Rp.90 ribu, dan harga nasi berkatnya semua Rp.120 ribu. Gimana lagi Ryana memang tengah rindu kampung halaman. Pandemi sekaligus menutup kesempatannya buat pulang kampung.


Sembari makan Ryana mengamati kemasan nasi berkat. Diliatnya isi nasih berkat dan memang dia bisa bikin sendiri. Kepikiran pula bahwa di wilayahnya belum menemukan sejenis. Belum ada penjual nasi berkat berbungkus daun tersebut.


Padahal ia menemukan kawasannya banyak perantau Wonogiri. Dia belum menemukan banyak usaha begini. Ryna kemudian membangun usaha sego berkat. Tujuannya menarget pasar masyarakat asal Wonogiri. Menyasar mereka yang kangen rumah tetapi tidak boleh pulang kampung.


"Dalam keadaan pandemi ini yang terpenting bagaimana bisa bertahan hidup, gitu saja," kisah sang perantau asal Kota Sukses ini.


Nasi berkat berisikan campuran aneka lauk dan nasi. Pengusaha wanita 49 tahun memasak mie bihun, oseng tempe, daging sapi dan banyak lagi. Bungkus nasi merupakan kunci kenikamatan makanan tradisional ini. Nasi berkat memakai kemasan daun jati bukan pisang.


Makanan tradisional tersebut Ryna jual Rp.12 ribuan. Murah tetapi bukan murahan karena nikmat dan nostalgia. Dijual melalui Facebook pesanannya mencapai 100 bungkus perhari. Ryna sendiri mengaku tak menemukan kesulitan ketika memulai usaha.


Walau dikala pandemi dia tetap mampu memenuhi pesanan. Sudah terbiasa buat menyiapkan usaha berbasis kuliner. Wanita berjihab tersebut tak kerepotan. Kalau pesanan banyak tinggal dia meminta bantuan seorang perantau asal Wonogiri juga.


Dia mempekerjakan perantau yang dirumahkan akibat pandemi. Padahal perantau tersebut bekerja di perusahaan kontraktor, kini menganggur. Soal rasa masakannya menuai banyak pujian. "Aroma nasi yang dibungkus daun jati katanya ngangenin," tuturnya.


Pasca Lebaran, rencanannya akan membuat menu baru, Ryana merencanakan akan membuat masakan tengkleng. Namun tidak bisa dipungkiri, aroma nasi dibungkus daun jati adalah andalan, berkah Ryna tidak mau menyerah.

Kisah Pengusaha Muda Sukoharjo Bisnis Konveksi

Profil Pengusaha Alun Sukowati Prihantoro

 

pengusahasukoharjo.png
 

Diusia 31 tahun dia sudah memiliki bisnis konveksi menjanjikan. Kisah pengusaha muda Sukoharjo yang tak langsung wirausaha. Diceritakan Alun merupakan mantan pegawai bank swasta. Dulu dia mendapat gaji tetap dan terbilang mapan.


Zona nyaman tidak memuaskan Alun Sukowati Prihantoro. Warga Joho, Kecamatan/Kab. Sidoarjo, yang berhasil melepaskan zona nyaman. Dia bertekat mau menjadi pengusaha muda. Alun meninggalkan pekerjaan demi merintis usaha dari nol.


Prospek Bisnis Konveksi

 

Bisnis konveksinya dimulai 2015 setelah perhitungan mendalam. Bermula pengalaman membantu teman menjalankan usaha tersebut. Alun lantas membuka usaha sendiri bernama Mustika Abadi. Dia melihat bisnis konveksi sangat menguntungkan.


Bapak satu anak yang langsung mendapat pesanan 50 kaos instansi. Lucunya dia sama sekali belum paham. Walau ia mempunyai pengalaman tetapi pesanan tersebut berlebihan. Maka Alun melempar pesanan tersebut ke temannya.


Sembari dia belajar melalui temannya yang usaha sablon kaos. Sembari belajar, dia mulai berencana keluar dari pekerjaan dan dilakukan. Dia langsung ngebut. Ia membuka usaha bermodal Rp.5 juta dibantu tiga pegawai.


Alun membeli satu mesin menjahit kaos. Usaha kemudian berkembang melalui pemasaran mulut ke mulut. Itu berkat Alun mau belajar memberikan pelayanan terbaik. Alun lantas menerima pesanan kaos oblong, sweater, jaket, kaos polo, hoodie, seragam, dan sablon jahit.


Dia telah memiliki 11 orang karyawan. "Rata- rata tiap bulan mendapatkan 2000- 3000 potong kaos dengan omzet Rp.30 juta," terang Alun kepada pewarta Solopos.com


Seperti pengusaha konveksi lain ketika pemilu menjadi ladang uang. Maka pesanan kaos partai akan datang. Alun kebanjiran orderan. Namun dia membatasi cuma mengerjakan kaos premium. Alun tak mau menerima pesanan kaus murah atau kaus saringan tahu.


Untuk pesanan kaus kampanye, tidak sembarangan dia menerima, hanya pesanan dari orang- orang yang dikenal. Persentasi kaus umum dan partai mencapai 50:50. Paling membanggakan ketika Alun menerima pesanan kaus televisi.


Dia mendapat pesanan marchendise acara televisi 86 di Net Tv. Alun mendapatkan pesanan kaus 2000 potong. Nilai orderan tersebut senilai Rp.200 juta. Alun memanfaatkan komunitas- komunitas, baik berbasis kampung sampai komunitas motor.


"Yang terbaru kami memproduksi untuk komunitas vespa dengan brand Scoot Day,"kisah pengusaha muda Sukoharjo ini.

 

Kalau ditanya mengenai promosi dia memilih manual. Tidak menolak pemasaran digital melalui sosial media. Tapi dia lebih menyenangi bertemu langsung. Dan memang, sejak awal usahanya tumbuh karena pemasaran lewat mulut ke mulut.

Biografi Anne Patricia Sutanto Pengusaha Pan Brothers

Profil Pengusaha Anne Patricia Sutanto


menjadi eksekutif muda
  
Wanita tangguh pengusaha dibalik nama PT. Pan Brother. Biografi Anne Patricia Sutanto, memberi pencerahan kalau ingin jadi pemimpin perusahaan. Buat kamu yang ingin menjadi pemimpin perusahaan. Menjadi eksekutif muda tips karir berikut akan menjadi landasan. 
 
Bersumber dari biografi Anne Patricia Sutanto, profesional wanita yang telah mengalami asam- manis pekerjaan. Dia merupakan Wakil Direktur PT. Pan Brothers sejak 2010 dan banyak lagi.

Ia mampu bekerja menjadi jajaran eksekutif di perusahaan lain. Apakah ada kesulitan tentu saja dia banyak menemui. Prinsipnya kamu harus mencintai pekerjaan dahulu. "Saya mencintai apa yang saya kerjakan. Saya cinta segala bidang yang dikerjakan di perusahaan saya," tuturnya.

Membangun Karir

 
Perempuan yang bericita- cita menjadi Presiden Republik Indonesia. Mengaku memiliki lima prinsip dalam bekerja: Kerja Cerdas, Kerja Keras, Compassion, integritas dan endurace atau daya tahan. Dia pun berambisi membawa perusahaanya masuk pasar saham.

Dia menjelaskan latar belakang pendidikan teknik Kimia di Amerika Serikat. Tepatnya Anne lulus pada 1992, dan langsung magang di PT. Kayu Lapis Indonesia. Ini merupakan perusahaan milik sang ayah. Anna hanya bekerja sebentar karena merasa masih belum matang.

Anna lantas meminta sang ayah buat kembali kuliah. Ia mengambil jurusan di Master of Business Administration  di Amerika Serikat. Anne mengambil spesialis keuangan. Lulus 1995, dia kembali ke perusahaan ayahnya, diangkat sebagai business development selama 1,5 tahun.

Sang paman ternyata tidak menyukai keberadaan Anna. Bukan karena kualitasnya buruk, melainkan pamannya kurang nyaman. Apalagi dia merupakan pemegang saham, dan mengetahui bahwa dirinya tengah meniti karir. Anne memutuskan memilih jalur profesional dibanding jadi pengusaha disana.

Agustus 1996, Anne mulai bergrilia mencari perusahaan top ten, perusahaan ternama sepuluh besar di Indonesia. "Saya merasa mampu, baik dari segi pendidikan, maupun dari segi bahasa," ujarnya, yang percaya diri akan bahasa Inggris -nya, dan kemudian tawaran datang.

Padahal dia sudah mendapatkan wawancara tetapi ada kesempatan. Pamannya dari pihak ibu datang memintanya masuk ke PT. Batik Keris. Awalnya Anne menolak dengan alasan tidak nyaman. Masak dari satu perusahaan keluarga, kemudian berkarir di perusahaan keluarga yang lain.

Tetapi ternyata terdapat tugas istimewa tengah disiapkan. Di PT. Batik Keris, dirinya hanya bekerja sampai 6 bulan, kemudian pindah ke PT. Pan Brothers. Perusahaan yang tengah ditake over PT. Batik Keris, tender pada 1996 dan pengambil alihan 1 April 1997.

Pengambil alihan disusul penggantian jajaran direksi. Tetapi untuk posisi ke bawah tidak mengelami perubahan. Kepemilikan Pan Brothers berarti juga memiliki saham 50% PT. Panca Prima Ekbrothers. Pada 1 April 1996, begitu direksi diambil alih, terjadi demo karyawan karena tidak paham.

Bukan berarti tidak menyeleksi karyawan lebih baik. Hanya kamu tidak bisa langsung memecat para karyawan. Butuh proses bertahap sehingga dilakukan natural agar tampak normal. Anne melakukan pembenahan perdivisi. Butuh 3- 5 tahun sampai Pan Brothers menyelesaikan dan timbul budaya baru.

"Ambisi kami cukup tinggi. Pelan tapi pasi kami akan bermain di pasar global," tuturnya.

Industri garmen adalah padat karya banyak tantangan. Baik pemerintah maupun dunia mengelami peruibahan. Ia harus memiliki compassion agar tetap berjalan. Dia harus gigih menghadapi masalah dunia. Daya tahan menghadapi permasalah ekonomi global khususnya d bidang garmen.

Membesarkan Perusahaan


Banyak dilakukan Anne melalui bisnis Pan Brothers. Bahkan ia mengambil alih beberapa perusahaan dibawah PT. Kayu Lapis. Di tahun 2006, dia mengambil alih PT. Plymilindo Perdana, kemudian dia bersama suami mendirikan homeware.Anne sendiri memiliki pandangan luas diluar Pan Brothers.

Bila berhubungan garmen dan aparel masuk Pan Brothers. Sisinya ia mentake over beberapa usaha diluar bisnis tersebut. Nampak aneh ketika Anne mengambil bisnis diluar utama. Tetapi dia memiliki prinsip menyukai apa dikerjakan, termasuk mulai mempelajari semua lini bisnis perusahaan baru.

Perusahaan diluar Pan Brothers menjadi portfolio pribadi. Berarti didalam dirinya menjadi ekeskutif muda Pan Brothers. Diluar Anne merupakan rekan Pan Brothers mengembangkan diri. Tahun- tahun sulit telah dilalui Anne, termasuk tahun 1998 ketika terjadi kekacauan dimana- mana.

Kerusuhan yang membuat kepercayaan akan Indonesia. Dunia garmen mendapatkan tekanan hebat diluar negeri. Anne berhasil melewati pristiwa tersebut meskipun sentimen negatif. Tahun 2004, ada tsunami Aceh, membuka mata dunia bahwa Indonesia telah berubah.

Kini negara ini demokrasi dengan Islam mayorita dan tolerant. Ekonomi membaik bersamaan dengan demokrasi terus tumbuh. Kepercayaan asing akan kualitas produksi Indonesia membaik. Pada 2006- 2007, perusahaan mengembangkan diri ke Jawa Tengah, tidak lain demi menghadapi persaingan.

Produksi naik menanggulangi penurunan produksi di China pada 2011. Termasuk mendirikan pabrik di luar negeri. Anne menyadari bahwa disini (Indonesia) terdapat tantangan. Utamanya human capital yang memiliki tantangan di aturan pemerintah.

Pan Brothers mencapai puncaknya ditangan Anne. Mulai dari akuisisi PT. Panca Prima Ekabrothers pada 2005. Mendirikan pabrik baru di Boyolali dan Seragen di tahun 2007. Panca Bumi yang mulai berekpansi pada 2008. Tahun 2011, akuisi PT. Hollit International dan dua pabrik Boyolali- Sragen.

Tahun 2010, Anne mendirikan PT. Ocean Asia Industry. Pengusaha muda ini lalu memasuki pasar eco garmen melalui PT. Ecosmart Garmen Indonesia, dan disusul PT. Apperlindo Prima Santosa untuk bisnis aparel pada 2011 silam.

Ambisi seorang Anne selain merambah ke pangsa pasar Indonesia. Menjadi perusahaan Pan Brothers perusahaan kelas dunia. Ia ingin semua bisnisnya berkembang berkelanjutan. Semua perusahaan yang dibawa porfolionya maju. Itu semua demi menjadikan perusahaan multi- nasional dalam 20 tahun.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba