Pemilik Japfa Bisnis Keluarga Handojo Santosa

Profil Pengusaha Handojo Santosa

 

handojosantosa.png

 

Handojo Santosa kembali menjadi orang terkaya Indonesia. Pemilik Japfa bisnis keluarga yang didapat dari warisan. Bukan mudah Handojo harus berbisnis diluar mainstream. Bila orang terkaya di Indonesia lain berbisnis sawit, Handojo malah berkutat dengan makanan beku.


Bisnis PT. Japfa Comfeed Indonesia didirikan 18 Januari 1971. Dulu perusahaan ini bernama PT. Java Pelletizing Factory. Usaha utamanya pembuatan pellet kopra. Kemudian juga bekerja sama dengan empat perusahaan pakan ternak.


Tujuan usaha Japfa ialah menjadi bisnis agri- food terintegrasi Indonesia. Usahanya meliputi pembuatan pakan ternak, pengolahan unggas, dan budidaya pertanian. Unik perusahaan Japfa memiliki tempat buat budidaya sampai pabrik pengolahan makanan beku.


Handojo mendapatkan warisahan usaha tersebut. Sosok pribadi bijak mau menerima saran orang lain. Ia merangkul orang lain dalam berbisnis. Ia mendapatkan tekanan besar. Pasalnya Handojo mendapat suatu tekanan para pemilik saham.


Usaha keluarga semula berbisnis pakan ternak. Kemudian dalam jangka 5 tahun, Handojo berhasil buat memutar arah bisnis keluarga tersebut. Dari membuat pakan sampai membudidayakan ayam sampai diolah sosis. Handojo sempat bekerja menjadi manajer perusahaan minyak kalapa Nilam pada 1986.


Dia lalu naik jabatan menjadi wakil direktur di tahun 1989. Karirnya naik sampai akhirnya dia mampu meraih jabatan direktur utama pada 1997.


Handojo terkenal memiliki pandangan konsisten akan bisnis agri. Yang terbaru dia melirik usaha buah- buahan dan peternakan. Ia juga memungkinkan membuka usaha berkelanjutan pariwisata. Dalam lima tahun semenjak mewarisi usahanya naik pendapatan 21%.

Amran Sulaiman Pengusaha Racun Tikus

Biografi Pengusaha Amran Sulaiman

 
amransulaiman.png
 
Sosok Amran Sulaiman memang kalem hanya sibuk bekerja. Alhasil sang pengusaha racun tikus ini tak sepopuler menteri Kabinet Kerja lain. Jokowi- JK memilihnya menjadi menteri urusan pertanian dan dibebani tugas berat. Ia difokuskan meningkatkan kemampuan pangan nasional.
 
Bukan orang biasa, nama Amran Sulaiman dalam catatan hidup mendapatkan banyak penghargaan di bidang pertanian atau agrobisnis. Dia adalah sosok pengusaha sukses. Telah ,emulai usahanya sejak masih dibangku kuliah 
 
Sosok petani modern yang memiliki berbagagi usaha pertanian, lini usahanya meliputi bisnis pabrik gula, kebun kelapa sawit, dan pembangunan industri pestisida.

"Beliau praktisi pemikir dan wirausaha muda, ini sosok petani muda yang berhasil membangun sebuah model wirausaha muda," kata Presiden Jokowi saat mengumumkan Kabinet di Istana Negara.
 

Petani Bisa Kaya


Anggapan bahwa petani hidup dalam kemiskian harus segera dihapuskan. Ini pula tugas Amran dalam Kementerian Pertanian ini. Pria 42 tahun yang bergelar adat Andi Amran Sulaiman, merampungkan sekolah dari SD, SMP, dan SMA di tanah kelahirannya sendiri. 
 
Pada tahun 1988, Amran Sulaiman menempuh kuliah S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar dan lulus pada tahun 1993. Dari perguruan tinggi yang sama, ia meraih gelar master dan doktor dalam bidang Ilmu Pertanian.

Merupakan lulusan S1, S2, S3 Pertanian Universitas Hasanuddin dan dilanjutka bekerja sebagai Pegawai PTPN XIV, Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dia adalah Direktur dan Founder Tiran Group. Pengusaha muda kelahiran 27 April 1968, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. masih memiliki darah keturunan Raja Bone, yang memang dikenal sangat ulet mendirikan usahanya Tiran Group. 
 
Perlu diketahui Tiran Group itu sendiri perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan obat- obat pembasmi tikus. Tak lantas langsung sukses begitu saja, produk racun tikus yang kemudian diberi label Tiran ini (Tikus Diracun Amran), telah memiliki kendala diawal pemasarannya. 

Salah satunya berupa keterbatasan modal untuk mengembangkan dan memasarkan produk racun Tiran. Saat pertama kali, ia pernah meminta modal pinjaman di Bank senilai 5 juta, tapi ditolak mentah. 
 
Namun, tidak berapa lama, Amran mendapatkan modal tapi terbatas 500 ribu saja. Apakah berhasil? Penelitian racun tikus itu sudah berlangsung lama dan dibiayai sedikit -demi sedikit; dan berhasil.

Bukan racun abal- abal tapi sudah diteliti sejak kurang lebih 2 tahun (1989- 1992) dan terbukti.

"Saya merintis usaha racun tikus sejak 1989. Sampai sekarang, saya sudah meraih untung hingga ratusan miliar rupiah," kata Amran dalam seminar nasional pengusaha muda Indonesia di Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar, kisaran September tahun lalu.

Bermodal sedikit hanya ditambah kerpercayaan diri. Amran terus berusaha memasarkan produknya. Masa uji coba produk racun tikus temuannya ini pun terbilang lama sejak 1992 sampai 1998. 
 
Keberhasilan itu mulai nampak jelas ketika banyak petani mulai menggunakan produk Tiran guna membasmi tikus di sawah.

Berkat penemuan racun tikus Tiran tersebut, Amran pun diganjar anugerah Satyalancana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2007. Amran dinilai oleh SBY telah sukses melakukan pengetasan hama pertanian di 168 kabupaten. 
 
Bisnis pun tidak berhenti. Melalui kerja keras, Tiran Group lahir, berekspansi ke berbagai bidang melalui berbagi perusahaan- perusahaan.

PT. Tiran Group bekerja sama dengan perusahaan Timur Tengah yakni guna membuat  dua unit pabrik gula di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk menjawab akan kekurangan kebutuhan gula khususnya di wilayah kawasan Indonesia Timur, yang mencapai 240 ribu ton gula per tahun.

Ada 10 perusahaan tercatat dibawah bendera Tiran Group, antara lain: PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel). 
 
Kemudian dia mendirikan PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).

Bukan anak orang kaya


Dilansir dari halaman Fajar.co.id, Amran ternyata bukanlah anak dari orang tua yang kaya raya. Perusahaan yang dibangun bukanlah warisan orang tua. Ada modal kedisplinan, keyakinan, kreatifitas, ketekunan dan optimisme sementara modal uang tidak begitu mendukung langkahnya. 
 
Amran punya prinsip yang patut kita contoh yaitu bahwa kesuksesan adalah hak semua orang dan bukan monopoli pihak tertentu. Berbekal pada prinsip tersebutlah, diapun akhirnya mampu meraih apa kesuksesannya sendiri. 
 
Bemula dari satu buah penelitian panjang berkembanglah usaha memproduksi produk pembasmi hama. Usaha dari temuannya sendiri. Ayah dari empat anak ini memang menekankan makna kejujuran kepada tidak hanya dirinya tapi semua karyawan. 
 
Amran bukannya tanpa kegagalan, namun dia selalu dapat mencari jalan. Dia yang memulai semuanya dari sebuah CV bernama Empo Tiran yang dibangun sejak 1996.

Empo Tiran ini memproduksi racun tikus dan berbagai perlengkapan pertanian. Impian tak sesuai kenyataan, sehingga dia perlua merubah arah impiannya. Dulu, Amran sebenarnya memiliki impian menjadi tentara. 
 
Dulu pula dia adalah lulusan masuk pendidikan tentara sekaligus Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) pada Fakultas Pertanian Unversitas Hasanuddin (Unhas). Keinginannya menjadi tentara tidak direstui oleh ibunya. 
 
Padahal tentara merupakan cita- cita yang sudah disiapkannya selama enam tahun. Impian yang telah dibangunnya selama enam tahun untuk menjadi tentara itu lepaskan demi membahagiakan hati ibunya. 
 
Bagi dirinya, tidak ada arti penting jika kebahagiaan tanpa direstui oleh Ibu. Dengan hati yang kuat, dia menetapkan pilihan kuliah di Fakultas Pertanian Sekarang dia mendapatkan buah matang dari hasil ketekunan dan kepatuhan selama menjalankan hidup yaitu menjadi peneliti dan pengusaha muda
 
Penemuan racun 58PS dan alat pembasmi tikus Alpostran yang diproduksi lewat jerih payahnya sendiri. Hasil kerja selama dua tahun ternyata sangat bermanfaat bagi petani. Sehingga, dia diberikan Satyalencana dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2009.

Penelitian Tiran 58PS telah menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun, dari 1989-1992. Masa uji coba Tiran 58PS berlangsung lama, dimulai 1992-1998. Semua yang dilakukannya untuk mendapatkan hasil memuaskan tidak setengah- setengah, dan akhirnya para petani merespon baik produknya.

Produknya sendiri ternyata terdengar lucu ditelinga seperi Tikus Diracun Amran, yang kemudian disingkat menjadi Tiran. Sedangkan Alpostran sendiri merupakan singkatan dari kalimat Alat Empos Tikusnya Amran.  
 
Permintaan akan Tiran dan Alpostran pertahun mengalami peningkatan karena gencar dipasarkan, hingga telah tersebar di seluruh kabupaten se- Indonesia. Pada akhirnya, suami dari Martati ini menjadi peneliti sekaligus pengusaha, yang dahulunya kerja keras olahraga demi mendapat sosok ideal tentara.
 
Inilah kisah Amran Sulaiman pengusaha racun tikus.

Siapa Miliarder Termuda Indonesia Ciliandra Fangiono

Profil Pengusaha Ciliandra Fangino


 
Siapa miliarder termuda Indonesia? Bagi yang belum tau, namanya Ciliandra Fangiono, dan seperti biasa pengusaha Indonesia satu ini kurang dalam publikasi. Dikutip dari suarapengusaha.com, Ciliandra lahir dari keluarga pengusaha atau pebisnis. 
 
Ayahnya bernama Martias juga merupakan seorang pebisnis di bidang kelapa sawit.  Seperti halnya sang ayah, Ciliandra tercatat sebagai pendiri perusahaan First Resources Limited; perusahaan di bidang kelapa sawit. 
 
Dia tak sendiri karena saudara- saudara juga ikut andil dalam kesuksesan bisnisnya. Sebut saja Cik Sigih yang merupakan saudara laki-laki yang sangat berperan penting dalam perkembangan perusahaan.Namanya tercatat sebagai milirder termuda dari 40 orang terkaya Indonesia.

Kemampuan bisnisnya telah teruji, dimana dia mampu mengangkat First Resources hingga dua kali lipat di tahun 2011 saja. Perusahaan ini sepertinya akan terus berekspansi hingga 10% tanam kelapa sawit.  
 
Bisnis kelapa sawitnya berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ciliandra telah membeli 100.000 hektar tanah di Kalimantan Timur senilai US$ 39 juta di Maret 2012. Ciliandra berada pada peringkat ke-14 dari jajaran orang terkaya se-Indonesia, bahkan membalap senior- seniornya.

Harta kekayaannya mencapai US$ 1,79 miliar atau Rp 17,0 triliun. Profilnya di First Resources Limited menyebut bahwa ia telah menempati jabatan direktur untuk dua kali periode. Dia telah menjadi Chief Executive Officer selama beberapa dekade. 
 
Ini membuktikan semua sukses ada dalam keputusannya. Sebelum mandirikan perusahaan, Ciliandra tercatat pernah bekerja di Investment Banking Division of Merrill Lynch, Singapore, di sana ia bekerja di divisi merger, akuisisi dan pelatihan penggalangan dana oleh korporasi di wilayah tersebut.

Ciliandra Fangiono mempunyai seorang istri yang bernama Lim Mei Jin Serene dan mempunyai dua orang anak. Ia memiliki gelar Sarjana dan Master of Arts (Economics) dari Cambridge University, Inggris. 
 
Dari Universitas Cambridge, ia adalah seorang Scholar Senior di bidang Ekonomi dan telah dianugerahi Book Prize PriceWaterhouse.

Biografi Iwan Lukminto Sritex Bisnis Textil

Biografi Pengusaha Iwan Lukminto Sritex

 
iwanlukminto.png
 
Bagaimana menjadikan Sritex bisnis textil terbesar Indonesia. Yuk pelajari, biografi Iwan Lukminto, pengusaha muda yang menjadi penerus bisnis besar itu. Sudah lama perusahaan PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) menjadi penggiat bisnis textil.

Banyak perusahaan berguguran namuin Sritex masih bertahan. Perusahaan keluarga antar generasi yang telah masuk masa ketiga. Iwan Setiawan Lukminto merupakan generasi kedua. Ia memikul beratnya untuk menaikan sampai kelas internasional.

Generasi kedua memang dipikuli beratnya membangun bisnis. Iwan membawahi tidak kurang 40 ribuan karyawan. Iwan pun tidak segan mengajak berdiskusi rekan sekolega. Dia tidak segan membentuk forum demi solusi dan ide individu. Ia selalu mebawa ide- ide baru.
 

Profil Bisnis Sritex


Dia mambawa pemikiran modern dalam organisasi perusahaan. Iwan memboyong mesin modern untuk meningkatkan produktifitas. Sritex sudah berteknologi canggih untuk produktifitas dan efisiensi. 
 
"Saya selalu mengarahkan karyawan untuk mempraktikan etika sesuai budaya kerya Sritex," ucapnya kepada SWA.co.id

Pengusaha muda kelahiran Solo, 24 Juni 1975, yang tidak merubah hal mendasar perusahaan. Aturan etika kerja Sritex tidak pernah berubah. Ia lebih memfokuskan akan masa depan bisnis textil.

Perusahaan textil juga harus mampu bersaing secara teknologi. Hasilnya Iwan mampu membawa nilai perusahaan menjadi One Billion Dollar Company. Tentu, itu sesuai arahan dan pandangan ayahnya, sang pendiri Sritex Pak Lukminto.

Dunia telah memasuki jaman serba instan. Sritex membahami perubahan tersebut. Perusahaan textil juga terdampat akan perubahan cepat dan drastis ini. Maka perusahaan juga memasukan budaya kerja adaptif. Bukan hal baru melainkan mempertegas fungsi pengembangan SDM dan peralatan.

Aneka inovasi mempermudah proses produksi dan inovasi. SDM ditingkatkan skill nya melalui pola pikir kewirausahaan. Walau berarti karyawan diperbolahkan memiliki side income. Pengusaha ini tak takut kalau pegawainya malah berwirausaha.

Pola pikir wirausaha terbukti meningkatkan produktifitas mereka. Pada kuartal III / 2018, kenaikan pendapatan Sritex menjulang, sampai 49,3% dari laba bersih dikuartal sama tahun lalu. Iwan mampu mengerek pendapatan bersih $ 763,9 juta atau naik 33,41%.

Sritex bisnis textil terbesar Indonesia hasilkan $ 1,04 miliar dan laba bersih $ 84 juta. Diluar prediksi pendapatkan bersih $ 759,35 juta atau 68, 03 juta. Walau perang dagang antara China dan Amerika terus memanas tidak berdampat signifikan.

Biografi Iwan Lukminto Sritex memang sosok pekerja keras. Usianya tergolong muda buat pemegang jabatan tertinggi. Pria lulusan Suffolk University Boston, Amerika Serikat, yang tak pernah anggap pekerjaan menjadi beban.

"Karena dimulai dari cinta atau istilahnya orang Jawa diawali 'witing tresno jalaran soko kulino' akhirnya bisa menjalankan sampai sekarang. Cinta itu no limit," ujarnya kepada Koran Sindo.

Prinsip mengajari Pak Lukminto kepada anak- anaknya unik. Dia lebih menekankan kepada memberi contoh, bukan mengajari. "Teach me, you will forget, show me you will remember," ucap Iwan lalu mengenang ucapan ayahnya.

Dirinya mengenal berbisnis semenjak usia 3- 5 tahun. Dimana ia ikut ayahnya berjualan sampai ke pasar Klewer, Solo. Pernah dia jualan lem kain sampai membuatnya sendiri. Pengalaman tak terlupakan karena masuk ke dunia produksi.

Ayahnya akan mendiamkan Iwan bila salah. Karena itulah cara anak- anak belajar melalui kesalahan tersebut. Jangan memarahi mereka melainkan biarkan anak bekerja. Setalah dia beranjak dewasa lalu diajak- ajak meeting ayah.

Meeting tentu tidak dipahami anak seusianya namun dilakukan. Bertahap dia mulai menyadari fungsi pertemuan bisnis. Mulai mahasiswa, dia mulai mengerti mengenai proses negosiasi, dimana ayahnya mengajarkan prinsip saling menguntungkan.

Cengli atau tindakan saling menguntungkan dalam negosisasi bisnis. Ayah Iwan juga mengajarkan akan agama, moralitas, keluarga dan pertemanan. Kesukses baginya tidak pernah terlepas dari pentingnya keluarga. Disela- sela kesibukan Iwan menyempatkan berlibur bahkan menyiapkan waktu khusus.

Dia akan ikut mengawasi pertumbuhan anak- anak. Dalam setahun dia akan menyiapkan waktu buat berlibur keluar negeri. Di waktu senggang, Iwan akan menghabiskan waktu selain bersama keluarga, ialah mengerjakan hobinya berolah raga.

Iwan senang berjoging. Dia senang pula menyanyi dan mendengarkan musik jazz klasik. Menurutnya musik tersebut sangat easy listening menenangkan. Iwan ketika disinggung politik memilih tidak. Dia sudah memiliki prinsip tidak memiliki kapasitas berpolitik.

Biografi Iwan Lukminto termasuk keputusannya masuk investasi. Dunia tersebut memang berbeda bila dibanding korporasi. Pilihan Iwan berinvestasi meliputi saham, deposito, dan reksadana. Iwan merasa masih baru pemula berinvestasi.
 
Mulai 2003, dia mulai melirik emas menjadi pilihan investasi lain. Berlanjut layaknya pengusaha pada umumnya melirik properti. Harga tanah dan properti memang memiliki kenaikan setiap tahun. Iwan pun tidak melupakan berinvestasi di sektor rill, seperti industri textil.
 
"Investor juga perlu memikirkan analisis yang tepat dan tidak gambling," tuturnya.
 
Menjadi pengusaha muda bidang tekstil jangan menutup mata. Iwan melihat masa depan dunia digital melalui pasar ecommerce. Maka Iwan ikut andil melalui investasi demi teknologi terbarukan. Termasuk terjun ke dunia fashion melalui berbagai investasi itu.

Devirfikasi portfolio akan menghasilkan return berbeda- beda. Namun akan memberikan peluang saling menjaga. Iwan pun tengah menjajaki investasi dalam bidang startup. Sang penerus bisnis Sritex tengah menjajaki model bisnis terbaru.

Pengusaha Alat Musik Cajon Ryan Ade Pratama

Profil Pengusaha Ryan Ade Pratama

 

pengusahaalatmusik.png

Alat musik berikut bisa dibilang baru tetapi sudah diakui. Pengusaha alat musik Cajon ini, Ryan Ade Pratama, melihat peluang usaha dengan menjadi pelopor. Dia sadar bahwa meski sudah mulai dikenal para pecinta musik. Faktanya Cajon belum banyak dijual di penjuru Indonesia pada masa itu.


Nah, Ryan menjadi satu diantara pelopor alat musik berbentuk kotak ini. Cajon impor harganya mahal yakni Rp. 2 juat sampai Rp. 4 juta perunit. Pemuda lulusan Sastra Belanda di Universitas Indonesia, yang menjajal berwirausaha.


Bertalar belakang musik, Ryan memang menyukai dunia musik, termasuk keluar masuk tempat kursus musik. Dia pun mulai membuat Cajon pada 2011 silam. Kebetulan Ryan dikenal di kalangan komunitas pemain drum. 

 

Pria yang akrab dipanggil Makkie, mulai membuat 4 buah Cajon percobaan pertama kali Tanggapan teman- temannya sangat baik, dan membawa semangat memproduksi kembali. Makkie lebih bersemangat memasarkan lebih luas.

 

Prospek Bisnis

 

Makkei pun berinisiasi membeli lebih banyak bahan baku. Dari triplek selembar besar kemudian dia potong. Bartahap dia memproduksi kemudian dipakai sendiri dan buat temannya. Makkie sendiri mulai berpikir tidak cuma pengrajin tetapi indutsri menengah.

 

Ia menyadari banyak bermunculan pesain Cajon. Namun tidak banyak bertahan berbisnis alat musik baru ini. Jenis Cajon dikembangkan mengikuti genre musik yang sudah eksis. Di tahun 2011, Makkie mengusung brand Koning Precussion untuk produknya. 

 

Keputusan Makkie menjadi pengusaha alat musik sangat memuaskan. Dia memasarkan produk Cajon sampai 9 kota, dengan 97 outlet sendiri. Mitra bisnisnya banyak seperti PT. HLS Musik, PT. Sincere Musik, PT. Premier Musik, Chic's Music, Queen Musik Solo, dan Istana Musik Medan. 

 

"Saya memutuskan untuk berbisnis karena dorongan sebagai musisi yang terpacu untuk membuat karya yang bukan hanya lagu, tetapi alat musik itu sendiri," ujar Ryan kepada SWA.co.id.


Koning Precussion mampu memproduksi 200 buah unit dalam sebulan. Target pasarnya sangat luas mulai dari B+ sampai kelas A. Brand yang mayoritas produknya dipakai laki- laki. Omzet perusahaan Mekkie berkisar Rp. 80 juta perbulan.


Produk Cajon nya dibagi menjadi 3 jenis: Wilhelmus, Vanperu dan Beatrix. Di dalam Cajon terdapat namanya snare ware pengatur bunyi. Pembeli tinggal memilih jenis mana sesuai aliran musik mereka. Koning Precussion juga menghadirkan tas khusus biar mudah dibawa kemana- mana.

 

Produk tas bernama gig bag atau softcase tersebut dikembangkan. Mulai dari buat Cajon berkembang buat dipakai semua jenis alat musik. "Saat pertama kali produksi, banyak orang tanya, 'Mas, bikin salon (speaker) ya mas?" candanya.


Memang disisi Cajon terdapat lubang yang dikira sebagai speaker. Disisi lain, pemain drum juga tak begitu paham memainkan alat musik ritmik. Pemasaran melalui online terbukti lebih efektif buat produk Cajon. Pasalnya dia bisa sembari mengedukasi mengenai kegunaan sampai cara pemakaian.


Kedapan Makkie akan memproduksi lebih banyak pilihan warna dan bahan baku. Ia menginginkan agar pembeli selalu memiliki pilihan.


Latar belakang menekuni bisnis alat musik karena kecintaan akan musik. Hobi Makkie adalah bermain alat musik drum. Dia sering keluar masuk tempat kursus musik. Akhirnya Makkie masuk ke lingkaran anak- anak pecinta musik, pemain band, terutama pecinta alat musik drum di Jakarta.


Disaat itu, di tahun 2010, nama Cajon masih dikenal terbatas diantara pemain drum. Orang awam masih belum kenal alat musik tabuh tersebut. Harga impornya masih mahal, sementara belum ada pengusaha bermain karena memang belum terkenal.


Tahun 2010 produknya dibuat  untuk dipakai buat keperluan dipakai pribadi. Ia lantas menjajal menjual ke teman- teman komunitas. Sambutan ternyata sangat bagus sampai layak buat dipasarkan luas. Inilah cikal beberapa unit yang kemudian dipasarkan umum.


Bertahap nama Cajon diakui sebagai alat musik baru tersebut. Makkie sendiri berprinsip pemusik tak cuma hasilkan lagu. Kita bisa menambah khasanah melalui alat musik baru, atau pengembangan produk lama.


Bahan baku kayu memang menjadi kendala utama. Tetapi pengusaha alat musik ini tetap membuat dan mencoba mengeksplor bahan baku. Nama "Koning" sendiri bukanlah sembarangan, karena namanya berarti "Raja" dalam bahasa Belanda.


Bermula promosi mulut ke mulut kemudian dipasarkan melalui online. Ia memanfaatkan banyak lini dari Twitter, Facebook, Instagram, dan memasarkan lewat iklan. Dia pun mulai mengendorse artis dari drumer Deni Hijau Daun dan Andi Seventeen.


Ia juga membuka kerja sama reseller. Ada total 15 titik penjualan di Jabodetabek, Bandung, dan juga Surabaya. Makkie kemudian mulai merambah Jawa dan Bali. Buat promosi, Makkie menyediakan diskon buat pembeli dalam jangkauan.


Dia pun menerima sistem Delivery Order (COD). Makkie memiliki empat karyawan, memproduksi 50 sampai 60 unit seharga Rp.600.000 hingga Rp.1,2 juta. Dia menjual 30 sampai 35 unit perbulan.


"Memulai usaha itu susah-susah gampang. Susah kalau kita kebanyakan mikir, gampang kalau kita enggak pakai mikir dan langsung mulai. Sekarang banyak pengusaha muda, tapi mau enaknya saja, mau langsung sukses," tutupnya kepada Kompas.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba