Sejarah Ayam Bakar Wong Solo Pengusaha Puspo Wardoyo

Biografi Pengusaha Puspo Wardoyo


biografi puspo wardoyo

Pengusaha Puspo Wardoyo, sosok legendaris dikenal semua masyarakat Indonesia. Ini sejarah ayam bakar Wong Solo dimulai dari menjajakan ayam goreng pinggir jalan. Memulai dari nol, hidupnya tak jauh dari berurusan dengan ayam, bahkan sejak masih kecil.

Orang tuanya memang berbisnis menjajakan ayam. Puspo kecil ikut membantu kedua orang tuanya, menyembelih ayam lalu menjualnya ke pasar. Siang sampai malam, Puspo ikut membantu menjual makanan cepat saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lain.

Dia menjual ayam- ayam itu di warung orang tuanya di dekat kampus UNS Solo. Terinspirasi oleh cerita pedagang bakso yang sukses mengarungi hidup di Medan. Ketika itu, pengusaha kelahiran 30 November 1957 itu, tengah merintis usaha warung lesehan di Solo menjadi bisnis pertama.

Kata Terlambat


Dia lakukan selepas mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Suatu saat, ada pedagang bakso asli Solo yang bertandang ke tempat Puspo. Pedagang bakso itu bercerita peluang usaha warung makan di Medan sangat bagus.

Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan bersih di akhir tahun 1990 itu sekitar Rp 300.000.  Dari keuntungan berjualan bakso dengan gerobak sorong itulah teman Puspo ini bisa pulang menengok kampung halamannya di Solo setiap bulan.

"Dengan uang, jarak antara Solo- Medan lebih dekat dibanding Solo- Semarang," katanya menirukan ucapan temannya.

Wajar saja jika dengan pesawat terbang waktu tempuh antara Medan- Solo berganti pesawat di Jakarta hanya membutuhkan waktu 1 jam. Sementara itu naik bus maka jarak antara Solo- Semarang ditempuh sekitar empat jam.

Cerita pengusaha bakso tersebut begitu membenak di hati. Seorang penjual bakso yang bisa pulang kampung setiap bulan. Ditambah penjual bakso itu memakai pesawat terbang setiap bulan sebagai alat transportasi.

"Saya bertekad bulat akan merantau ke Medan," pikirnya. Untuk mewujudkan tujuannya itu, apa boleh buat, warung makan yang termasuk perintis warung lesehan di kota pusat kebudayaan Jawa itu dijualnya kepada seorang teman.

Merantau ke Medan


Uang hasil penjualan yang tak seberapa itu ia manfaatkan untuk membeli tiket bus ke Jakarta. Kenapa memilih ke Jakarta, bukannya Medan. "Karena dengan uang yang saya miliki, bekal saya belum cukup untuk merantau ke Medan, " terangnya.

Di tengah perjalanan, suatu hari Puspo membaca lowongan pekerjaan sebagai guru di sebuah perguruan bernama DR Wahidin di Bagan Siapiapi, Sumatera Utara. Apa boleh buat semua demi mewujudkan cita- citanya sampai di Meda, ia berusaha mengumpulkan modal.

Kali ini dia kembali menjadi guru. Ini seperti pekerjaannya dulu, kala itu, Puspo Wardoyo adalah pegawai negeri dimana ia menjadi staf pengajar mata pelajaran Pendidikan Seni di SMA Negeri Muntilan, Kabupaten Magelang. "Target saya cuma dua tahun menjadi guru lagi," katanya.

Di sinilah anak pasangan Sugiman Suki ini, ketemu dengan isteri pertamanya Rini Purwanti yang sama-sama menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Dua tahun menjadi guru ia berhasil mengumpulkan tabungan senilai Rp 2.400.000. Dengan uang tak seberapa itu dijadikannya modal untuk menaklukan kota Medan. Keinginan untuk berusaha di kota Medan semakin tak terbendung.

Uang tabungan itu sebagian Puspo gunakan untuk menyewa rumah dan membeli sebuah motor Vespa butut. Sisa Rp 700.000 digunakannya sebagai modal membangun warung kaki Lima di bilangan Polonia Medan.

Ia menyewa lahan 4x4 meter persegi seharga Rp.1.000 per- meter. Ada cerita menarik ketika bisnis ini baru saja berjalan. Di warung yang masih sederhana ini, suatu hari, seorang pegawainya mengalami kesulitan. Dia terlibat utang dengan rentenir.

Puspo kala itu segera membantu sang pegawai melunasi hutang. Tak disangka si pegawai itu membalas kebaikan Puspo dengan cara yang unik. Dia lalu membawa wartawan sebuah harian lokal Medan.

Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Sebuah artikel yang berisi profil Puspo Wardoyo berjudul Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi warungnya.

Esok hari setelah artikel dimuat di koran, banyak orang yang berbondong-bondong mendatangi warung ayam milik Puspo. Siapa sangka, jika dari sebuah warung kecil ini, kemudian melahirkan sebuah usaha jaringan rumah makan yang cukup kondang di seantero Medan.

Impian untuk menaklukkan "jarak" Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang pun menjadi kenyataan melebih impian kecilnya untuk sekedar sukses. Ini adalah sebuah sukses besar.

Dari ibu kota Sumatera Utara ini nanti Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo (Wong Solo) melejit ke pentas bisnis nasional. Belakangan ini nama Wong Solo semakin berkibarkibar setelah berhasil menaklukkan Jakarta setelah sebelumnva "mengapung" dari daerah pinggiran.

Dalam waktu relatif singkat kehadiran Wong Solo telah merengsek dan menanamkan tonggak- tonggak bisnisnya di pusat kota metropolis ini. Ekspansinya pun semakin tak tertahankan dengan memasuki berbagai kota besar di penjuru Indonesia.

Melalui sistem franchise atau waralaba, dengan mudah Ayam Bakar Wong Solo dijumpai. Fenomena Wong Solo mengundang decak kagum berbagai kalangan dari pejabat pemerintah, para pelaku bisnis hingga para pengamat.

Hampir semua outletnya di Jakarta selalu sesak pengunjung, terutama di akhir pekan dan hari- hari libur.

Sejarah Ayam Bakar Wong Solo


Skala usaha Wong Solo memang belum sekelas para konglomerat yang enteng menyebut angka aset, omset atau keuntungan per tahun yang triliunan rupiah. "usaha saya memang belum kelas triliunan seperti para konglomerat yang kaya utang itu," paparnya merendah.

Kendati masih tergolong usaha menengah, namun bisa dibilang kinerja wong Solo sangat solid dan tak punya beban utang. Ia memiliki pondasi kuat untuk terus berkembang.

Untuk mewujudkan mimpinya, ayah sembilan anak dari empat orang istri ini telah melewati rute perjalanan yang berliku lengkap dengan segala tantangannya. Ada masa ketika diawal merintis usaha ketika masih Medan; ia nyaris patah semangat garagara selama berhari-hari tak pernah untung.

Hanya berjualan dua atau tiga ekor ayam bakar dan nasi, terkadang dalam satu hari tak seekor pun yang laku terjual. Pernah pula seluruh dagangannya yang telah dimasak di rumah tumpah di tengah jalan karena jalanan licin sehabis hujan.

"Apa boleh buat, saya terpaksa pulang dan memasak lagi," katanya. Istrinya lah yang tak sabar melihat lambannya usaha milik Puspo, bahkan nih sempat memberi tahu ayahnya agar memberitahu ayahnya agar mempengaruhi Puspo, tujuannya supaya tak berjualan ayam bakar lagi.

"Mertua saya bilang, kapan kamu akan tobat," katanya menirukan ucapan sang mertua.

Pada awal perantauannya ke Medan, Puspo wardoyo, sama sekali tak menyangka jika usaha warung ayam bakar Wong Solo bisa berkembang sangat pesat. Maklum, rumah makan yang dibukanya saat itu hanyalah sebuah warung berukuran sekitar 3×4 meter di dekat bandara Polonia, Medan.

Setahun pertama dia hanya mampu menjual 3 ekor ayam per hari yang dibagibagi menjadi beberapa potong. Harga jual per potongnya Rp 4.500 plus sepiring nasi.

Promosi dari mulut ke mulut membuat warungnya makin terkenal dan sangat efektif. Terlebih ketika seorang wartawan daerah membuat tulisan tentang Wong Solo', makin ramai warungnya. Kisah lain, pernah suatu hari dia kewaalahan memenuhi pesanan pelanggan.

Di saat itu tiga ekor ayam jualannya habis, datang pembeli lain yang bersedia menunggu asalkan Puspo mau mencari ayam batu ke pasar. Dia segera saja memenuhi permintaan pelanggan tersebut dengan membeli tiga ekor ayam lagi.

Namun datang lagi pelanggan lain yang juga bersedia menunggu ia mencari ayam ke pasar lagi.

"Seharian itu, hingga larut malam saya pontang panting ke pasar untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berdatangan," kata Puspo mengenang.

Dua tahun telah berlalu dan seorang Puspo segara memperluas warung hingga layak disebut rumah makan. Jiwa seni Wardoyo nampak tergurat pada bentuk bangunan dan penampilannya yang memang cenderung nyleneh.

Dalam bentuk bangunan, misalnya, Puspo tak segan- segan mengeluarkan uang cukup besar untuk membayar seorang arsitek guna mewujudkan imajinasinya terhadap suatu bentuk bangunan.

Perpaduan seni dan entrepreneurship juga tertuang dalam pendekatan terhadap konsumen. "Saya berusaha menghafal namanama semua pelanggan saya. Sehingga sewaktu mereka datang saya harus menyambut mereka dengan menyebut namanya," paparnya.

Inilah yang disebutnya "menjadikan pelanggan sebagai saudara". Seiring dengan berkembangnya Wong Solo, Puspo Wardoyo akhirnya membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menikmati nilai tambah Wong Solo melalui system waralaba.

Untuk waralaba tersebut, dia telah membuat standarisasi rasa dan gerai (outlet). Jika seseorang membeli waralaba Wong Solo di Jakarta, dipastikan akan sama rasa dan penataan gerainya dengan Wong Solo di pusatnya, Medan atau di tempat lain.

Setelah sukses membesarkan Wong Solo, harapan Puspo Wardoyo selanjutnya, dengan sungguh- sungguh dia menyahut, " Ingin terus bekerja keras, kaya raya, banyak istri, dan masuk surga." Sebuah pernyataan kontroversi namun layak diucapkan seorang Puspo Wardoyo yang unik (nyeleneh).

Biografi Bob Sadino Perjalanan Hidup Pengusaha Nyentrik

Biografi Pengusaha Bob Sadino


biografi bob sadino

Ayo kita bahasa perjalanan hidup pengusaha nyentrik ini. Biografi Bob Sadino, sosok kelahiran 9 Maret 1933, yang akrab dipanggil Om Bob. Dia adalah pemilik bisnis sukses bidang peternakan dan pangan. Ia dikenal pemilik jaringan bisnis Kemfood dan Kemchick

Apa yang menjadikan dia sebagai pengusaha nyentrik. Adalah Om Bob memiliki ciri khas selalu memakai kemeja lengan pendek dan celana pendek. Dia ini terlahir dari keluarga mapan, anak bungsu dari lima bersaudara.

Bisnis Bob Sadino


Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan karena saudara yang lain sudah dianggap. Tak lama Bob langsung menggunakan seluruh warisannya untuk berkeliling dunia.

Dalam perjalanan itu, dia singgah di Belanda dan memilih menetap selama 9 tahun. Disana ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda dia bertemu pasangan hidupnya hingga sekarang, Soelami Soejoed.

Hingga di tahun 1967, Bob dan keluarga baru kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an, salah satunya ia jual. Dari uang tersebut terbelilah sebidang tanah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sementara sisinya ia simpan.

Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Apa bisnis pertamanya?

Mudah, yang pertama Bob lakukan setelah keluar dari perusahaan, adalah usaha menyewakan mobil Mercedesnya. Dia sendiri sang sopir. Namun sayang, sebuah kecelakaan membuat mobilnya rusak parah. Om Bob harus rela bekerja kembali.

Dia tak mempunyai uang untuk perbaikan sang mobil kesayangan, hingga akhirnya, ia terpaksa menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan untuk memelihara ayam untuk melawan depresi. Bob tertarik. Untuk menenangkan pikiran, Bob mulai serius mengurus pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak dengan bisnis ayam petelurnya:

Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik beberapa tahun kemudian. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah "warung" shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta.

Catatan awal 1985 menunjukkan, rata- rata perbulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar. Ketika berternak itulah semangat kewirausahaan lahir.

Dimulai sekedar memperhatikan kehidupan ayam- ayam peliharaan, ia mendapatkan ilham. Bob sadar ayam saja bisa berjuang hidup, tentu manusia juga harus. Sebagai peternak ayam, ia dan istrinya menjual beberapa kilogram telor ayam.

Dalam satu setengah tahun mereka telah memiliki pelanggan. Mereka bahkan memiliki pelanggan orang asing berkat kemampuan berbahasa mereka. Keduanya memang tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, dimana banyak orang asing.

Tak jarang pasangan tersebut dimaki- maki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan bisnisnya. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob Sadino, dari pribadi feodal menjadi pelayan baik.

Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal dari super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Bob akan selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan ini bertumbuh pesat lalu berkembang merambah bisnis lain. Ia merambah bisnis seperti agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing yang tinggal di Indonesia.

Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu.

Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Bagainya di saat melakukan sesuatu, pikiran seseorang akan berkembang, rencana itu tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari pengalaman.

Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. "Yang paling penting tindakan," kata Bob.

Anak Guru


Kembali ke tahun 1976, setelah bertahun-tahun di Eropa, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad untuk jadi mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa hanya dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang masih sepi, hanya terhampar sawah dan kebun.

Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya. Suatu kali, mobil itu disewakan tapi bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya.

"Hati saya ikut hancur," kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan satu- satunya lantas menjadikannya seorang kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya yang memiliki berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan.

Tetapi, Bob bersikeras, "Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah."

Untuk menenangkan pikiran dikala depresi diterimalah pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari ayam ras itu Bob menanjak menjadi peternak: Ia sukses menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik.

Ada juga Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah "warung" shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Tahun 1985, rata- rata per- bulan perusahaan Bob menjual 40- 50 ton daging segar, 60- 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

"Saya hidup dari fantasi," kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. "Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu," kata Bob.

Om Bob begitu panggilan akrab bagi anak buahnya, yang tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu Om Bob tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Om Bob sendiri telah berpulang kepada Tuhan yang Maha Esa. Artikal ini hanya sedikit biografi Bob Sadino, pengusaha nyentrik yang wajib diketahui anak muda jaman now.

Aakar Abyasa Pendiri Jouska Konsultan Bisnis

Profil Pengusaha Aakar Abyasa


aakar bos jouska
 
Berikut sedikit profil Aakar Abyasa Fidzuno pendiri Jouska. Dia dikenal sebagai konsultan bisnis. Sejak awal dia memang menekuni dunia keuangan. Sebelum aktif sosial media, sebelum mendirikan Jouska, Aakar hanyalah personal financial advisor dan tidak menonjol.

Persaingan dunia konsultan keuangan memang ketat. Butuh trik khusus termasuk pemanfaatan sosial media. Dia sempat ingin berhenti. Aakar ingin membuka bisnis, namun diurungkan ketika bertemu wanita yang tengah kesulitan. Dia tengah dilanda masalah keuangan.

Perempuan muda tersebut bercerita keluarganya terpuruk karena investasi bodong. Aakar terkaget- kaget mendengar latar belakang investasi mereka. Bahwa mereka berinvestasi karena mengikuti saran financial planner. Ini membuat Aakar membatalkan niatan untuk berhenti dari dunia keuangan.

Pendiri Jouska Dalam Pusaran


Konsultan bisnis kelahiran Banyuwangi, 17 Desember 1985, memutuskan melanjutkan karirnya dan menyadari: Ada gap pengetahuan keuangan dan industri kelas menengah. Mereka tau mengenai dunia investasi tetapi tidak paham manajemen resiko.

Alhasil Aakar memutuskan membuat perusahaan spesifik edukasi. Dia ingin mendongkrak literasi keuangan masyarakat awam. Jumlahnya lebih besar dibandingkan dulu pernah ditangani. Lewat suatu platform bernama Jaouska, yang memanfaatkan sosial media sebagai sarana edukasi.

Startup konsultan keuangan independen terlahir pada 2013. Jouska pertama kali muncul ke publik pada 18 Juli 2017, dimana melalui Instagram bernama @jouska_id. Tentu awal- awal Aakar haruslah bekerja keras membangun audien.

Bahkan Aakar belum menghasilkan malah mengeluarkan modal. Paling tidak dia harus menciptakan konten interaktif. Tujuannya mengedukasi melalui kontan mengenai keuangan. Berisi konten cara mengelola keuangan dan investasi dengan benar.

Dia mampu menggaet follower 756.000. Kemudian barulah Jouska percaya diri memberikan jasa konsultasi. Menurut Detikcom, pernah mencoba bertanya, berdasarkan Q&A, tarifnya di antara 2-12 juta perkonsultasi.

Uang 3 juta merupakan tarif bawah atau partial services, dan full services dikenakan Rp.12 juta. Nilai segitu menurut pihak Jouska sudah paling murah.

Namun belakangan, Jouska dituduh merugikan klien atas portfolio intevestasi mereka. Bukan sekedar konsultasi tetapi Jouska mengelola. Inilah menjadi satu masalah lain selain merugikan sampai orang puluhan juta. Bahkan OJK mulai menegur pihak Jouska akan kegiatan pengelolaan investasi ini.

Banyaknya korban ternyata awal- awal belum ditanggapi serius. Bahkan OJK baru turun tangan setelah banyak korban bermunculan. Kebanyakan mereka malas mengurusi pelaporan ke pihak OJK sendiri. Yang terbaru ramai- ramai pembelian saham PT. Sentral Mitra Informatikan (LUCK).

Dimana Jouska "ngoto" rekomendasikan saham tersebut. Saham IPO tersebut digadang- gadang akan menjadi Amazon oleh Aakar sendiri. Pandangan ini membuat saham sempat naik Rp.2000 kemudian terjun bebas ke Rp.312 perlembar.

Kerugian porfolio "klien" Jouska antara Rp.30, Rp.50, sampai Rp.100 juta. Masalahnya Jouskan tak memiliki ijin mengelola aset. Tidak punya ijin mengelola dana klien. Jouska tercatat memiliki ijin sebagai perencana keuangan.

Fakta terbaru bahwa Aakar merupakan pemegang saham Amarta Investa. Dimana Amarta merupakan pihak ketiga yang mengelola keuangan. Jadi Aakar memberikan saran kemudian diarahkan ke pihak Amarta ini. Sialnya ketika klien meminta saham dijual, malah ngotot bahwa saham LUCK bagus.

Ketidak singkronan tersebut membuat kerugian berlipat pihak klien. Hubungan antara dia dan Amarta sendiri sudah diteliti Bisnis.com. Namun pihak Aakar, tidak membalas konfirmasinya, dimana dia disebut punya saham senilai 216 lembar atau jauh lebih tinggi dari direktur Amarta 45 saham.

Buku Chicken Soup for Soul Rahasia Penulis

Artikel Bisnis: 10 Kunci Kebijakan Jack Canfield

penulisa buku chicken soup for soul

Buku Chicken Soup for Soul rahasia sang penulis. Inilah kunci sukses Jack Canfield, yang bermula keprihatinan akan orang lain. Dia mulai menganalisa anak ketika masih sekolah menengah. Kala itu, Canfield merupakan guru mengajar anak- anak kulit hitam.

Dia melihat bagaimana rendahnya motivasi anak didik, kebanyakan anak kulit hitam malah menjadi anggota gangster. Tidakk mau menyerah mengajar, Canfield terus mencoba bagaimana agar mereka tetap belajar.

Canfield mencoba mencari cara agar mereka setidaknya termotivasi untuk mendengarkan. Baginya pengalaman menjadi guru merupakan jalan pertama kesuksesan.

Dari sekolah, dia tumbuh menjadi seorang pembicara, mengajak dan mendekatkan diri sebagai motivator. Ide tantang buku berseri "Chicken Soup for Soul" datang di tahun 1990, mengajak teman penulisnya, Mark Victor Hansen.

Keduanya berkolaborasi, di tahun 1993, keduanya telah menyelesaikan lebih dari 60 cerita. Kali ini, kita tidak akan berbicara tentang buku tetapi tentang rahasia sukses miliknya.

Dikutip dari salah situs motivasi sukses, addicted2success.com, berikut 10 kunci kebijakan seorang penulis dan motivator kelas dunia:

1. Kamu bertanggung jawab atas kebahagiaan sendiri.


Kebanyakan orang berpikir bahwa jalan untuk menemukan kebahagiaan dan kesuksesan dipengaruhi dunia luar.

Maka kamu tidak pernah sepenuhnya mengendalikan masa depan kamu. Dia lantas menghancurkan gagasan tersebut, dengan mengatakan bahwa kita 100% bertanggung jawab atas kegagalan ataupun kesuksesan.

Orang yang cenderung menyalahkan semua orang di sekitar mereka untuk kegagalan justru itulah mereka sering yang merasa sulit untuk menemukan keberhasilan nyata dalam kehidupan.

2. Ketahui tujuan mu


Menurut Canfield, ukuran kesuksesan yang sesungguhnya adalah mengetahui tujuan kamu, dan juga menghabiskan hidup kamu mencapai tujuan itu. Memang benar bahwa kita dapat unggul di daerah yang berbeda dalam hidup, tetapi jika daerah ini bukan di mana tujuan itu akan menjadi kebohongan.

Kebahagiaan sejati akan sulit karena ini bukan arti kesuksesan sejati; mudahnya kamu mungkin bahagia tapi kesuksesan itu tak nyata.

Bayangkan diri kamu ahli dalam satu hal yang jadi tujuan hidup kamu. Jadilah pengusaha misalnya, mungkin kamu bisa saja mencapai kedudukan tertinggi, tetapi apa yang terjadi bila itu bukan tujuan kamu.

Kamu tetap saja mengerjakan hal lain, apakah tidak sebaiknya fokus akan hal lain ini. Mungkin jika kamu fokus jadi pengusaha, kamu akan melebih jabatan itu; kamu bisa lebih berguna bagi orang lain bukan teman satu divisi kamu.

Jadi tentukan tujuan kamu jangan mengerjakan ini tetapi mengerjakan itu.

3. Putuskan apa yang kamu mau


Menemukan tujuan kamu adalah salah satu langkah, tetapi memutuskan untuk mengarahkan hidup kamu ke arah itu bisa menjadi langkah lebih besar. Orang- orang cenderung lebih memilih tempat di mana mereka akan merasa nyaman.

Keputusan untuk melompat dan membuat perubahan drastis karir bisa menakutkan. Namun, menyia-nyiakan hidup kamu pada karier yang tidak membuat bahagia hanya akan meninggalkan energi terkuras dan kecewa dan merasa jauh masut Tuhan atas hidup kamu.

Bayangkan kamu ditempat yang tidak seharusnya kamu berada, disanalah Tuhan akan menunjukan tujuan kamu.

4. Percaya bahwa semuanya mungkin


Pikiran bisa menjadi alat yang sangat ampuh untuk menarik energi positif ke arah kamu. Lepaskan keraguan dan mulai percaya bahwa kamu dapat melakukan apa pun yang ditetapkan untuk dilakukan.
Pertahankan sikap positif dan alam semesta akan mendengarkan.

5. Percaya bahwa dunia ini tempat yang ramah


Dilumpuhkan oleh aetakutan akan suatu kegagalan, persaingan yang kuat, dan ejekan dalam hal kegagalan dapat mengubah bahkan pengusaha yang paling percaya diri dalam paranoid. Mulai percaya bahwa dunia adalah baik, bahwa tidak semua orang sangat ingin melihat kamu gagal.


Matikan paranoia di atas kepalanya dan kamu akan melihat bahwa dunia dan kamu menjadi lebih baik, lebih terbuka untuk membantu dan lebih terbuka terhadap energi positif datang dengan cara sendiri.

6. Jadi fleksibel


Masalah akan mengacaukan jalan menuju sukses. Untuk mereka orang- orang yang paling sukses harus lah menghadapi masalah kepala dan cukup fleksibel untuk membungkuk dan berubah ketika hal ini diperlukan. Mereka seperti air yang mengalir, mengalirkan kotoran itu kebawah dan hilang. Tapi, jika diperlukan, jadilah ombak besar seketika terobos halangan itu.

7. Jadilah gigih


Jack Canfield bertahan meskipun seratus penerbit berpikir bahwa bukunya tidak laku. Penolakan mungkin jumlahnya ratusan, tetapi hanya dibutuhkan satu langkah positif untuk mengambil ide baru atau semangat untuk tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Jack, semakin lama kamu bertahan di sana, semakin besar kemungkinan terjadi sesuatu yang positif untuk kamu

8. Ciptakan dan fokus dalam target


Tujuan dan terget itu berbeda bisa jadi catatan penting bagi kamu. Menciptakan gol untuk diri sendiri adalah menciptakan tongkat pengukur yang dapat kamu gunakan untuk menilai tindakan dan kemajuan.

Ini akan membantu kamu mengubah mimpi kamu menjadi kenyataan. Dan, mimpi tersebut bisa saja adalah dari tujuan kamu; jadikan semuanya mungkin.

9. Ciptakan langkah awal


Langkah pertama adalah semua yang dibutuhkan untuk memulai. Banyak orang memiliki mimpi yang tinggi dan nafsu tetapi ini akan tetap pada ide-ide awal tanpa tindakan. Mengambil langkah pertama adalah suatu perbedaan antara benar-benar mengejar gairah kamu atau hanya bermimpi tentang hal itu.

10. Ambil resiko


Setiap upaya untuk mengejar sesuatu yang baru dan kisah akan datang dengan risiko. Ini akan menjadi tidak nyaman terutama jika itu adalah titik balik dari kehidupan kamu. Hal yang benar kamu perlukan adalah disana, di resiko tersebut.

Tetapi jika kamu benar- benar percaya bahwa ini adalah di mana gairah (passion) kamu terletak dan kamu bersedia untuk bekerja ke arah itu, risiko dan ketidakpastian akhirnya akan sia-sia dan hilang tak kembali. Ingat kesempatan sama tak pernah datang dua kali.

Bila kamu mau lebih detail bacalah buku Chicken Soup for Soul. Disini rahasia penulisa diungkap semua penuh kejelasan.

Usaha Perlengkapan Gunung Bisnis Untung

Profil Pengusaha Peres Ariranto Pangabean 


usaha perlengkapan gunung

Usaha perlengkapan gunung miliknya terkait hobi pribadi. Hobi berubah menjadi bisnis untung bila dapat dimaknai.  Kita pasti punya hobi apapun. Hobi adalah penghilang stress, yang bisa jadi alasan utama kamu berjualan. Bila kamu memiliki hobi kenapa tidak dibisniskan.

Almarhum Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, salah satu caranya untuk menghilangkan kepenatan pekerjaan dan stress adalah hobi mendaki gunung. Begitu pula Peres Ariranto Pangabean, yang mempunyai hobi mendaki gunung bersama kakak dan teman- temanya.

Pengusaha yang akrab disapa Peres ini terinspirasi berbisnis perlengkapan gunung. Sayangnya, anak dari 3 bersaudara bukan terlahir dari keluarga berada. Ayahnya, Timbul Pangabean, bekerja sebagai supir angkot, sementara ibu, Susiani berprofesi penjual sayuran yang bertempat tinggal di Kampung Tipas Mekarsari, Cimanggis, Depok.

Usaha Perlengkapan Gunung


Berbagai halangan menghalangi langkah kecilnya memasuki dunia bisnis. Ide saja tidaklah cukup meski telah ditunjang tekat bekerja keras. Apalagi yang dibutuhkan Peres adalah modal tidak sedikit. Dari keluarga sederhana itu pula semangat bisnisnya kian menggebu.

Keluarga lah yang menjadi pendukung utama langkah sang pengusaha muda. Sang kakak kandung, Tongam Sopiantoro, kerap memotivasi Peres untuk lebih maju.

Dukungan sang kakak, juga diwujudkan pada saat mereka mencari tempat yang digunakan untuk tempat berdangan miliknya di samping Universitas Pancasila, Jakarta Selatan. Outletnya seluas 2×3 meter persegi tersebut, dibanderol dengan harga Rp6 Juta per tahun.

Kedua kakak beradik tersebut memang tidak punya modal sedemikian besar. Uang sewa Rp.6 juta lalu ditambah membeli perlengkapan mendaki merupakan nilai nominal yang sangat tinggi.

Di tahun 2006, keduanya mengajukan pinjaman ke bank bermodal jaminanan surat tanah milik orang tua. "Dulu nyari modal pinjam dari bank Rp5 juta, tapi yang cair cuma Rp2,5 juta," kenang Peres kala berbincang dengan Okezone di salah satu outlet-nya cabang Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Masih saja tak cukup, alhasil Peres ikut menjual kendaraan kesayangannya. "Saya sampai jual vespa waktu itu," tambahnya.

Setelah cukup modal jadilah satu outlate dibuka sebagai awal baru. Outlate yang meminjam nama sebuah gunung di Aceh, Lauser. Nama itu kemudian dipatenkan menjadi merek produknya.

"Dulu abang dan teman- temannya mendaki gunung Leuser di Aceh, lalu bersama ketiga temannya memilih nama Leuser untuk produk ini," jelas dia.

Masalah lain muncul setelah tempat berjualan itu ada, yaitu begaimana menjual produk. Ia memang tidak punya pengalaman berbisnis sebelumnya. Menyewa seorang marketing bukanlah opsi mereka saat memulai bisnis baru.

Jangankan menyawa seorang marketing, untuk menyewa seorang penjaga keamanan saja tidak mampu. Oulet tersebut dijaganya bergantian dengan kakaknya sekaligus masih berkuliah. Bisnis ini memang dijalankan sambil kuliah sambari berjualan produknya.

Berawal dari taman- teman mereka sendiri jadilah produk buatan Peres dikenal orang. "Dulu setiap bawa barang ke kampus temen-temen malah pada tertarik. Mereka malah mampir ke outlet, soalnya kata mereka lebih lengkap di outlet," jelas Peres. Bisnis ini dijalankan olehnya secara serius.

Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1985 ini, yang sengaja memilih pendidikan administrasi niaga. "Saya milih kuliah ngambil jurusan administrasi niaga memang niatnya nanti mau ngembangin usaha bareng abang," tuturnya.

Cara marketing yang dilakukan Peres dan kakaknya tergolong sukses menarik pelanggan ke tokonya. Dengan omzet awal sebesar Rp10 juta-Rp15 juta per bulan, membuat tempat yang awalnya dia sewa dipermanenkan tepat di 2011, sekaligus menjadi outlet resmi Leuser yang pertama.

Suksesnya tak lepas keikutsertaan dirinya dalam Ikatan Asosiasi Adventurer Indonesia, organisasi para pengusaha dibidang jual beli peralatan outdoor. Peres mengaku outlet- nya akan kebanjiran order dibulan Juni dan Desember, karena pada bulan tersebut bulan liburan dan banyak orang bertreveling ke gunung.

Dari satu outlet, kini, ada setidaknya enam outlet baru di wilayah Cibubur, Margonda Depok, Ciputat, Kramat Jati, dan Kalimalang, kawasan Universitas Pancasila. Dengan omzet mencapai Rp150 juta per outlet, Peres kini memiliki sekira 25 karyawan di enam cabang outlet Leuser miliknya.

Ada sekitae 15-17 merk peralatan gunung dijual di enam cabang outlet berbeda. Dengan banyaknya permintaan konsumen yang kian meningkat setiap bulannya.

Motivasi Bisnis


Ia mengaku tak menyangka bahwa usahanya bisa berjalan hingga sekarang. Kini, enam outlet itu berjalan sangat baiknya memberikan keuntungan jutaan rupiah. Tak lantas berbangga hati jadi prinsip pria yang bisa sukses relatif cepat ini.

Motivasi bisnis itu tumbuh lantaran seringnya membaca profil pengusaha- pengusaha sukses di bidangnya, seperti Chairul Tanjung dan sebagainya. Prinsipnya kamu harus banyak membaca profil pengusaha- pengusaha agar tetap bersemangat.

"Mereka saja bisa, kenapa saya tidak, mumpung masih muda diumur saya 27 ini," tukasnya senyum.

Selain itu, sebagai tambahan, ikut serta dalam organisasi itu bisa jadi tambahan. Kamu mendapat keuntungan berupa wawasan tentang bisnis yang anda geluti. Peres berujar di pertemuan mereka bisa saling berbicara tentang mengembangka usaha atau membahas kendala.

Semangat kebersamaan itu yang membuat mereka bersatu bukannya saling sikut sebagai sesaman pebisnis. Kalau bisa bekerja sama dan jadi lebih besar kenapa musti saling sikut.

Meski tidak saling sikut, persaingan dengan pengusaha peralatan outdoor lain masih ada. Peres menganggap itu penyemangat bisnisnya, untuk mengambangkan bisnis katanya. menurutnya jika tidak ada saingan maka usahanya tidak akan seperti yang ia jalani saat ini.

Intinya, jelas dia, harus tetap berpikiran positif. "Saya percaya kalaupun enggak ada modal yang penting ada niat, jangan mudah menyerah dan yang penting bekerja keras, itu akan membawa kita pada kesuksesan," ungkap Peres lagi.

Tambahan lain yaitu kunci sukses juga terletak pada pegawai yang loyal terangnya. "Zaman sekarang orang pintar banyak, tapi orang jujur susah," kata Peres. Ke depannya, ia berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang outlet Leuser di seluruh daerah di Jabodetabek.

Dengan saving money 20 persen dari keuntungan didapat, Peres menyisakan untuk memenuhi semua kebutuhan outlet-nya satu per- satu.

"Meskipun bapak sopir dan ibu tukang sayuran dulu, tapi sekarang saya sudah bisa mencukupi semua yang mereka perlukan," tukas dia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba