Biografi Pengusaha Anne Ahira
Menyebut nama master bisnis online inilah biografi Anne Ahira. Dulu guru bahasa Inggris hidupnya penuh perjuangan. Ahira terlahir dari keluarga sederhana dan mepunyai gaji bagus. Jadilah bayangan Ahira tidak muluk- mulut soal masa depan.
Ahira terbiasa bekerja keras sedari muda. Namun dia tidak muluk- muluk ketika masuk ke jurusan pendidikan. Dia mengajar les privat dan berjualan buku dari rumah ke rumah. Sangat pekerja keras sampai rela bekerja sampingan menjadi cleaning service.
Berkat kerja kerasnya terbelilah mobil pribadi. Ini buah menabung bertahun- tahun sampai tahun 2000- an. Ahira mulai membuka internet dimana masih belum seramai sekarang. Beruntung memang dia menemukan internet.
Bekerja Keras
Ahira belajar sesuatu yang asing sekali. Bukan melalui komputer pribadi melainkan internet warnet. Ahira sempat dituduh memakai narkoba, bahkan dituduh wanita panggilan karena pulang pagi. Dia ngekos di kawasan Setiabudhi, Bandung.
Suatu hari orang tuanya datang ke kosan karena khawatir. Mereka tidak mendapatkan kabar jelas soal anak putrinya. Bayangkan sudah satu bulan lebih Ahira tak pulang- pulang. Tidak ada kabar. Karena dia memang tengah giat belajar internet marketing sembari mengajar.
"Jadi saat itu 'jam' bagi saya melaju terasa cepat, dan tidak sadar sudah lebih dari 1 bulan saya tidak pulang- pulang ke Banjaran, meski buat setor muka," jelas Ahira. Siang hari, tiba- tiba orang tua muncul memergoki Ahira bermata hitam- merah.
Merah karena beberapa hari Ahira tidak sempat tidur sepanjang malam. Dia harus belajar internet marketing. Begitu menata diri malah terpaksa meninggalkan mereka. Ahira punya janji mengantar salah satu siswanya. Ahira meminta kedua orang tuanya tinggal di kosan sementara waktu.
Begitu pula dia mendapati kamarnya acak- acakan. Dia memergoki ayah dan ibunya tengah krasak- krusuk. Mereka mencari sesuatu. Terheran- heran Ahira bertanya mereka tengah mencari apa. Ahira cuma bisa bengong.
Kemudian ibunya langsung menodong, "jujur kamu! kenapa matamu merah? kamu mabok ya? atau pakai narkoba ya?" Tentu Ahira menjawab tidak dan tidak repot menjelaskan. Ibunya terus berkata- kata mengulangi pertanyaan. Nada marah keluar penuh kecurigaan melihat putrinya nampak lusuh.
Ahira cuma terdiam. Dia merasa kalau menjelaskan malah menambah masalah. Memang dirinya tak suka menjelaskan atau berdebat. Kalau tetangga menggunjing karena dirinya pulang malam, maka Ahira cuek, tidak peduli alias masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Bahkan ia sampai difitnah bekerja tidak benar di malam hari. "Prinsip saya, tidak ada seorang pun bisa membuat saya sakit hati, menjadi rendah diri, atau bahkan menjadi hina, kecuali saya sendiri mengijinkan!" tegas dalam biografi Anne Ahira.
Kedua orang tua semakin tegas mempertanyakan keadaan Ahira. Semakin kencang bahkan sudah jadi melebar kemana- mana. Insting Ahira langsung mengucapkan kata "Iya", tujuannya ya biar cepat saja sudah capek mendengarkan tuduhan itu.
Entahlah mereka mau berpikir kemudian bagaimana. "Yaa... mau dianggap saya pake atau enggak, terserah Papa sama Mama deh," tuturnya. Boro- boro pakai narkoba, memikirkan saja dia tidak, biar cepat Ahira mengiyakan.
Bila orang lain menyakiti Ahira maka dicuekin. Bahkan sifat cuek tersebut melekat membuat orang itu kesal. Intinya Ahira tidak ingin buang- buang energi buat hal negatif. Masih banyak mimpinya ingin dicapai. Dia sibuk mengajar sembari menekuni internet marketing sampai malam.
Ahira bekerja mengajak bahasa Inggri buat anak SMA. Dia juga mengajar ekspatriat atau orang asing bahasa Indonesia. Ahira termasuk memiliki karir bagus. Dia juga mengajar di Sekolah Internasional, dan datang ke rumah mereka mengajar science, matematika, dan pelajar sulit lain.
Bagus bukan? Perlukah Ahira belajar internet marketing bila berkarir bagus. Apa kelebihan menjadi master bisnis online. Ternyata ia tengah mengejar kehidupan pasive income bukan begini. Selain mengajar, dia bahkan bekerja sambilan menjadi babysitter, cleaning service, dan lain- lain.
Dia nanti akan mengajar anak- anak orang kaya. Orang tua mereka akan menitipkan anaknya karena sibuk bermain golf. Dapat bayar pula sunggung menghasilkan bukan. "Saya menjadi guru private yang sangat laku waktu itu, tidak main- main banyak orang tua murid merebutkan saya," ucapanya.
Ibaratnya bila satu anak berhenti maka sudah menunggu 40 keluarga. Biasanya anak akan berhenti privat bila lulus sekolah. Ya namanya anak orang kaya akan melanjutkan keluar negeri. Orang bilang dia jagonya mengajar. Ahira dulu bekerja dari jam 8 pagi sampai 10 malam dan dilanjut belajar.
Banyak keluarga memperebutkan dia menjadi guru. Dia mengajar dari rumah ke rumah. Orang asing juga senang belajar bersama Ahira. Lumayan banyak ekspatriat (asal Korea, Jepang, Taiwan, Prancis, dll) telah mengenal namanya di Bandung.
Dia, saking banyaknya permintaan, sering menolak- nolak murid meminta mengajar. Bahkan rela memberika bayaran double; dia menolak. Pasalnya Ahira lebih memintangkan kuantitas dibanding kualitas. Malamnya dia akan belajar internet marketing sampai jam 12 malam lewat.
Bekerja lebih dari 12 jam, bayangkan dia bekerja dan belajar internet marketing. Dia belajar internet marketing sudah bertekat. Ini mimpi besarnya bahkan rela meluangkan waktu sampai pagi lagi. Dia biasa datang ke warnet jam 11 malam, kemudian belajar sendirian menyelesaikan masalah.
Pukul 2- 2 pagi, Ahira akan selesai pulang ke kosan atau terkadang pulang sampai pagi. Bila hari libur maka bisa sampai jam 5 pagi. Dia belajar internet marketing tanpa guru. Tidak ada teman buat berbagi cerita. Bisa dia meminta bantuan satu rekan belajar namun tidak terus- terusan.
Mereka punya bisnis tersendiri. Punya masalah sendiri dan sama- sama tidak punya waktu. Ahira jadi sadar diri sampai terkadang mentok. Dia frustasi karena kebingungan. Ahira selalu melihat kenapa orang lain gampang dapat uang.
Disaat belajar inilah, dia menemukan titik terendah dibanding menjadi guru mengajar. Ingin rasanya membanting komputer di depan. "Tapi saya enggak berani... soalnya itu punya warnet," candanya dulu.
Atau dia akan banting komputer di kosan, apalagi itu harus dua kali, soal komputer masih baru. Lalu dia mengakali meminum bodrex biar sembuh sakit kepala. Berapa gaji didapat Ahira ternyata sampai Rp.15 juta perbulan. Belum lagi dia mengenal banyak ekspatriat dan pengusaha besar asli Bandung.
Menjadi Gila
Teman- teman Ahira serius heran mau apa dia kedepan. Bayangkan pengahasilannya terbilang besar, punya relasi ekspatriat, dan punya teman bos- bos Bandung. Ahira tidak sedikit kenal pemilik pabrik dan perusahaan ternama.
Kok Ahira sibuk sendiri mengerjakan tidak jelas sampai larut malam. Ahira hasilkan 15 juta hanya mengajar dan memberi tutor ekspatriat. Namun dia menjelaskan bahwa telah menyisikan banyak waktu. Bila dia nanti sakit maka tidak akan menghasilkan gaji sebesar itu.
Orang tua pasti punya mimpi anak- anaknya lulus sekolah, dapat nilai terbaik dan masuk ke jenjang lebih tinggi. Tetapi Ahira memiliki mimpi pribadi buat keliling dunia. Dia melihat peluang hasilkan uang lebih banyak. Pekerjaan lebih santai mendatang bila dia berhasil mendalami internet marketing.
Perjalanannya masih jauh namun sudah terbayangkan penghasilan pasif. Tidak perlu mengeluarkan modal miliaran rupiah biar menjadi pengusaha. Belajar merupakan ujian mental baginya karena tidak kunjung paham. Belajar ini memang menghabiskan waktu namun tidak masalah selama nyaman.
Ujian mental datang justru bukan berasal pulang pagi. Melainkan efeknya, dia rela bekerja dari jam 8 pagi sampai 10 malam mengajar, dilanjut belajar internet marketing sampai jam 2- 5 pagi. Baginya bekerja keras sudah biasa dilakukan.
"Nah, karena kecapean dan kurang tidur, mata saya jadi sering merah, muka jadi pucat seperti orang mati, dan lalu.... saya disangka pakai narkoba," celetuknya, dalam buku biografi Anne Ahira bertajuk Diriku dan Perjalanan: Sebuah Catatan Harian Anne Ahira.
Tuduhan lain datang dari tetangga menyindir tidak bekerja halal. Alias Ahira dituduh bekerja menjadi seorang pelacur. Di kosannya memang terdapat jam pulang malam. Pukul tertentu menjadi batasan seseorang datang berkunjung.
Namun tidak begitu ketat buat pulangnya karena banyak pelanggaran. Beberapa tetangga nampak pulang pukul 12- 1 malam. Masalahnya, mereka yang pulang jam segitu sudah berangkat dari pagi atau sore.
Sementara Ahira pulang malam, berangkat kembali jam 11 malam, dan benar- benar pulang tidur dini hari. Beberapa waktu orang masih membiarkan hingga meledak. Pemilik kos menudus terang- terang Ahira melacur. Dia bahkan mengusir Ahira dari kosan karena dianggap jual diri.
"Subhanallah... sakit hati saya mendengar itu," kenang Ahira. Pulang pagi diperparah karena dirinya diantara laki- laki. Bukan satu melainkan diantar lelaki berbeda sampai pagi buta. Ternyata mereka adalah pejawa warnet baik hati mau mengantarkan.
Mereka mengantarkan Ahira karena khawatir pulang larut malam. Ahira melihat tidak ada memiliki kesempatan menjelaskan. Ibu- ibu kalau sudah nyerocos tidak mau berhenti. Percuma bicara alhasil dia setuju pergi ke esokan harinya tanpa pamitan.
Disaat dia keluar tampak teman sekosan memperhatikan. Terdengar suara mengejek ketika Ahira mulai berberes. "Wah amit-amit, gonta-ganti cowok tiap hari, ih ternyata dia begitu ya?! Tidak nyangka..!" kenang Ahira, yang akhirnya rontok juga menangis.
Tidak bisa membalas hanya masuk kamar dan mengunci pintu. Ahira menangis karena ucapa jahat tersebut. Kalau dipikir- pikir dirinya memang sangat jarang bergaul. Ini baik karena kesibukan dia mengajar dan lain- lain. Ahira tidak mampu menerangkan keadaan.
Dia ingin menjadi internet marketer. Pekerjaan halal bukan menjual diri. Ahira bangkit kembali dan mencari tempat. Tidak sempat pula pulang kampung lantaran ribet. Pikirnya nanti malam ditanya- tanya, apalagi kedua orang tuanya sempat menuduh pakai narkoba.
Ahira dimaki, diusir, dan difitnah. Dunia seolah sekarang tidak mendukung Ahira. Bahkan mencari kosan susah begitu ampun. Bisa- bisanya kosan tidak memiliki kamar kosong satupun. Untung nemu satu kosan walau dekat selokan, itupun dia harus sedikit memaksa.
Dia dapat kosan kawasan Sukadji Bandung. Tidak mengapa walau kosan kecil tidak nyaman. Paling penting ini dekat tempat mengajar dan warnet tempatnya belajar. Masih mendalami internet cobaan kembali datang. Ahira disangka gila oleh kedua orang tua selepas dituduh narkoba.
Tidak sedikit dia diejek gila orang- orang. Tetapi belum pernah diajak ke rumah sakit jiwa mengecek kegilaan. Ini terjadi lantaran Ahira nampak berbicara sendiri. Padahal dia tengah chatting, berbicara lewat headphone melalui aplikasi Yahoo! Voice Messenger.
Disangka gila lantaran ngomong sendiri di depan lepatop. Inilah alasan utama dia sulit menjelaskan internet marketing. Orang tuanya tidak akan paham. Melihat komputer sudah ketakutan, mau nyalain tombol takut bila meledak nanti.
Ayah Ahira menyangka dia berbicara sendiri alias gila. Besoknya orang tuanya memaksa Ahira buat datang ke rumah sakit jiwa. Kedua orang tuanya menunggu diluar, sementara dia masuk diperiksa dokter kejiwaan. Ahira mulai diajak menjelaskan namun malah berbalik arah.
Alih- alih Ahira menunjukan kegilaan malah curhat mimpi- mimpinya. Dia menjelaskan mimpi lewat internet marketing. Menjelaskan mengenai apa affiliate marketing. Bahkan memberikan pandangan mengenai penghasilan lewat affiliate marketing.
'
Alhasil dua jam malah dokter mendengarkan ucapan Ahira. Bukan menjalankan sesi konsultasi malah sang dokter diajari. Begitu selesai, keluarlah Ahira bersama dokter yang tersenyum sendiri, aneh bukan tampak terbalik. Dokter lantas menjalskan bahwa Ahira anak pintar sekali.
Dia bahkan mau belajar sama Ahira. Ia bahkan meminta nomor kontak buat telephonan. Kedua orang tua Ahira tertegun melihat dokter tersenyum- senyum. Mereka seolah ingin bertanya apakah anaknya gila parah. Itu saking parahnya sampai dokter ikutan ketularan gila.
Hal terberat ketika ibu Ahira mendengar selentingan dulu. Bahwa anaknya pulang pagi, membawa laki- laki berbeda tiap hari. Entah dia mendapatkan informasi darimana. Hasilnya mama Ahira tidak mempedulikan sang anak. Dia mengacuhkan bahkan mencampakan Ahira.
Suatu hari ada seseorang mengetuk- ngetuk keras kosan Ahira. Ternyata mamanya, sudah berdiri di depan pintu, wajahnya merah, air mata menggenang tetapi tidak menetes. Dia menahan marah tetapi tidak terkeluarkan. Dia mendengar semua fitnahan melalui kosan Ahira dulu.
"Kamu sangat mengecewakan mama!" ujarnya. Pagi itu, Ahira merasa sangat berdosa, bersalah tetapi percuma menjelaskan. Bila marah biasanya akan langsung dipanggil dimarahi. Mama akan bilang nama lengkapnya Anne Ahira Dewi!
Tetapi dia sekarang diam ketika berpapasan dengannya. Ahira menerawang mengenang ibunya telah menangis. Tangisan dan marah sebegitunya belum pernah dilihat dulu. Hati Ahira begitu hancur, terpuruk, seperti ditonjok jatuh sulit bangkit kembali.
Dia mengingat mama langsung pulang setelah manangis di kosan. Sekarang Ahira cuma didiamkan ketika pulang. Ahira langsung mengangis sekera- kerasnya. Dalam kamar, dia berjanji bahwa akan sukses, bahwa semua akan terbayar kesuksesan dari segala kesalah pahaman tersebut.
Master Bisnis Online
Kedua orang tua Ahira tidak mau menyapa. Tidak mau berbicara. Maka Ahira meyakinkan dirinya harus sukses. Sagala kesalah pahaman harus terbayar melalui kesukses. Biarlah dia stress karena tak punya guru, tidak memiliki teman, asalhkan dia mampu menghasilkan uang.
Segala kesulitan internet marketing ditelan sendiri. Dia pecahkan masalah sendiri. Cek pertamanya dari internet cuma $8. Perlu dua tahun sampai hasilkan delapan dollar. Pecah telor sekali dirinya telah paham konsep bisnis online.
Kemudian dia mampu menjual hasilkan ratusan dollar. Ahira lantas hasilkan ribuan dollar. Angka penjualannya $10.000, $25.000, $50.000 dan sampai $100.000. Setelah mendapatkan ratusan ribu dollar, maka Ahira mempekerjakan karyawan dan mempunyai pegawai outsourching.
Dia punya karyawan lepas dari India, Pakistan, Inggris dan Amerika. Kemudian Ahira mendirikan perusahaan di Amerika. Namanya Asian Brain, LLC. Gara- gara internet marketing, Ahira sekarang bebas keluar negeri, bahkan memberangkatkan kedua orang tua Haji.
Dia juga bisa mengajak mereka Umroh selama 3 dan 4 bulan sekali. Gara- gara internet marketing, ia mampu beramal membangun tempat ibadah, memperbaiki jalan kampungnya, memberi makan anak yatim, janda- janda tua dan fakir miskin setiap bulan.
"Dan sekarang saya punya banyak teman!," senang Ahira.
Ia mengenang begitu selesai kuliah tidak punya mimpi muluk. Lulus dia mengajar dan memberikan les privat. Dari aneka affiliasi marketing sudah pernah dijabani. Dia membuat website sendiri dan menulis email marketing sendiri.
Berbagai buku master bisnis online dunia dibeli. Termasuk dia membeli aneka software yang kadang tidak jelas. Buat mencapai sekarang bahkan sempat menjual mobil pribadi. Begitu dapat $8 langsung ditempel tidak dibelanjakan.
Ia berjanji akan melipat gandakan sampai ribuan. Pengusaha berusia 29 tahun ini meyakini akan kerja keras. Bahwa mimpi semustahil apapun dapat dicapai. Jika saat ini kamu belum paham akan internet marketing, percayalah suatu saat akan paham.