Manfaat Lidah Buaya Buat Bisnis Pengusaha Sunani

Profil Pengusaha Sunani


usaha lidah buaya

Apa manfaat lidah buaya buat bisnis beriku kisah Sunani. Tanaman ini tentu dikenal menjadi salah satu bahan pembuatan kosmetik. Tapi siapa sangka tekstur lembut dan kenyalnya memiliki cita rasa tersendiri.

Mungkin akan agak aneh dimulut jika kamu tak benar mengolahnya. Selain lidah buaya dijadikan bahan baku sampo atau sabun satu dekade, ternyata lidah buaya bisa diolah menjadi aneka produk jajanan.

Produk paling terkenal yah aneka jeli, atau bahkan dijadikan jajanan dodol; makanan khas satu ini sama- sama kenyalnya. Ini kisah Sunani sukses memproduksi jeli dan dodol lidah buaya. Sunani (39 tahun) memang salah satu sosok pelopor suksesnya lidah buaya di kota Pontianak.

Bisnis Lidah Buaya


Bahkan produk tersebut sudah seperti khasnya sendiri. Modalnya kesenangan membuat kue, wanita lulusan sekolah menengah atas ini, akhirnya mencoba membuat jeli dan dodol lidah buaya. Tepatnya di 2004, ia mulai berani menggunakan bahan Aloe Vera dalam racikan produknya itu.

"Saya mencobanya dalam jumlah yang sedikit," ujarnya.

Di awal ia hanya memproduksi satu kilogram lidah buaya menjadi jeli atau dodol. Pada awalnya, dijualnya lewat dititipkan, produk olahannya dijual ke toko oleh- oleh khas Pontianak. Sayangnya, respon awal masyarakat ternyata tidak sebagus Sunani harapkan.

Mereka masih asing dengan produk olahan lidah buaya. Sunani justru menilai wajar mengingat bahan baku lidah buaya memang asing.  Lidah buaya tak selaris olahan lain seperti rumput laut yang pernah ngetren dulu.

"Mengolah lidah buaya menjadi makanan memang harus sabar, prosesnya agak lama. Konsumen yang membeli produk makanan olahan lidah buaya pada masa awal itu umumnya mereka yang tahu khasiatnya," ujar Sunani.

Sunani memanfaatkan daging si lidah buaya menjadi bahan baku produknya. Proses pengolahannya memang agak rumit menjadi jeli atau dodol. Ia harus mencuci lima hingga enam kali hanya sekedar menghilangkan lendir.

Selanjutnya baru lidah buaya tersebut direbus. Untuk bisnis rumahan ini, Sunani harus bekerja ekstra terutama memperkenalkan produknya. Dia harus tau seluk beluk lidah buaya sebagai bisnis, yaitu dari rasa, gizi, dan cara marketingnya.

Upayanya meluputi mengikuti berbagai pameran, menitipkan produknya ke toko- toko di berbagai tempat, dan Sunani juga memperkenalkan produknya dari mulut ke mulut. Dalam tahun pertama, ia sukses mengolah produk lidah buaya hingga 200 kilogram.

Dibantu lima pekerja, di tahun pertama, ia mampu mengantongi omzet senilai 20 juta per- bulan. Supaya lebih dikenal produknya, Sunani dibantu suaminya, Jifung (41 tahun), kemudian menamai produk ini sebagai Isunvera.

Tiga tahun pertaman berbisnis lidah buaya, Sunani fokus satu pasar saja. Awal- awal, Sunani memilih pasar Pontianak buat berbagai makanan olahan baru. Produk- produk baru Isunvera meluputi kerupuk, minuman, dan teh. Khusus teh bahan bakunya terbuat dari kulit lidah buaya.

Ia juga berhasil mengolah kulit lidah buaya jadilah bisnisnya tak menghasilkan limbah. Tidak hanya daging saja, ada kulitnya bisa jadi teh tapi tidak termasuk durinya; hanya duri menjadi sisa- sisa produksinya.

Setelah delapan tahun, kini, Sunani bisa menghabiskan 2 ton bahan baku lidah buaya tiap harinya. Modalnya kebun belakang rumah seluas 2 hektar, dari sana Sunani bisa panen satu ton bahan baku di pabrik kecilnya. Sisanya akan diperoleh dari enam petani yang bersedia bekerja sama.

Pengusaha Sosial


Mereka para petani rela tanahnya ditanami pohon lidah buaya menjadi sumber bahan baku bisnisnya. Saat ini, ia dibantu oleh 35 pekerja yang kesemuanya ialah perempuan.

Sunani mempekerjakan anak- anak putus sekolah yang hanya lulus sekolah dasar. Selain pasar lokal yaitu Pontianak, Isunvera telah masuk ke daerah lain seperti Yogyakarta, Balikpapan, Bangkalan Bun, dan Banjarmasin, dalam waktu dekat Isunvera juga didistribusikan berdasarkan permintaan.

Ia yang kala itu masih berbadan dua atau hamil tetap semangat mengembangkan bisnisya. Kendati hanya lulusan sekolah menengah atas; produknya telah masuk pasar Brunai dan Malaysia.

Kendati omzetnya kini tembus angka ratusan juta, ia tak berminat mengambil pinjaman bank. Ia dan suami merasa takut jadi beban karena segala cicilan bunga tersebut. Baginya bisnis rumahan itu sangat berarti untuk sekedar dikorbankan.

Bagaimana tidak bisnis sampinga tersebut malah nampak gergeliat dan terus tumbuh. Tidak ada kata berhenti buat Sunarni bersama Isunvera. "Bunga pinjaman bank tidak pernah kecil dimanapun itu," ujar pengusaha Sunani.

Produk Isunvera meliputi produk coklat, teh, jeli, dan sabun, mampu menghasilkan sekitar 2.000 bungkus per- produksi. Ia menambahkan omzetnya tahun 2013 telah bisa mencapai 100 juta. Itu kerena 16 jenis produk berbeda yang telah dijual hingga manca negara.

Sunani juga tak menampik jika ada permintaan tambahan volume terus. Dia menegaskan tak mau mengecewakan mereka. Sunani bersama karyawan bahkan berniat siap lembur hingga larut malam memenuhi permintaan pasar.

Tambahan modal hanya diperoleh dari keuntungan disisihkan setiap bulan. Puncaknya, di tahun 2012, permintaan tambahan mencapai 15 ton per- minggu itu, yang datangnya dari Ibu Kota Jakarta.

Mau tak mau itu akhirnya jadi kendala tersendiri. Meski sudah berniat lembur tapi ini benar- benar banyak sekali. Untuk sekarang, Sunani bertekad menambah produknya menjadi 20 jenis pada akhir 2012, termasuk bakso lidah buaya yang baru diproduksi belum lama ini.

Bicara tentang peran, sang suami bertugas memlihara panen dan distribusi bahan baku. Kemudian Sunani sendiri bekerja masalah produk dan sumber daya manusia; keduanya saling membantu. Inilah manfaat lidah buaya buat bisnis kamu.

Sentra Pembuatan Keramik Kewirausahaan Taufiq

Profil Pengusaha Mochamad Taufiq


pengrajin keramik
 
Kewirausahaan Mochamad Taufiq dikenal pekerja keras. Dia juga dikenal kreatif oleh seluruh warga sentra pembuatan keramik. Usahawan asal Plered, Purwakerta, dikenal memiliki keindahan dalam seni lukis. Tepatnya dia melukis di atas keramik untuk dijual ke masyarakat luas.

Hampir semua produk karya Taufiq memiliki ciri khas. Ada gambar bunga khas menjadi corak atau ukiran di atas keramik. Ia memiliki warna beragam dari hijau, coklat, dan putih. Ciri khas inilah yang diminati pembeli buat membangun rumah.

Di sentra pembuatan keramik Plered, namanya dikenal menjadi inovator teknik keramik, dan selalu hasilkan produk menonjol dibanding pengrajin lain. Inovasinya termasuk penggunaan cat kendaraan pengganti cat tembok.

Sentuhan cat kendaraan hasilkan corakan berbeda sekali. Menjadi lebih menterang dibanding produk keramik buatan perajin lain. Sekilas, tampak lebih mengkilap dibandingkan keramik biasa.

Inovator Usaha


"Saya memang ingin merubah citra keramik Plered yang nyaris tanpa inovasi setelah puluhan tahun," ucapnya.

Inovasi didapat berkat keniatan Taufiq hijrah ke Bandung. Dia belajar mengamati produksi keramik asal sana. Tiga bulan dia belajar membuat keramik seperti mereka. Hasilnya dia menguasai teknik keramik berbeda dibanding dulu.

Pada 1990, dia memberanikan diri merintis usaha keramik sendiri. Dulu Taufiq sempat bekerja buat pengrajin keramik Plered. Membuka usaha tentu membutuhkan modal uang. Taufiq bercerita hanya mengeluarkan uang Rp.200.000.

Dia hampir tidak mengeluarkan modal sepeserpun. Apa rahasia Taufiq membangun usaha bermodal ratusan ribu. Taufiq memakai uang tersebut buat membeli keramik milik perajin lain. Target Taufiq ialah keramik- keramik pengrajin yang belum selesai.

Dibantu istrinya, mereka mengecat sendiri keramik setengah jadi tersebut. Dia tidak langsung buat keramik sendiri. Awal- awal usahanya penuh perjuangan karena bekerja 24 jam. Dia sampai pagi harus memenuhi pesanan pasar.

"Saat itu persaingan usaha belum seketat sekarang," ujarnya. Memakai cat kendaraan ternyata bisa hasilkan sesuatu. Lebih menarik diminati masyarakat karena bercorak unik. Usaha berkembang berkat mampu membentot perhatian konsumen.

Bertahap modal usahanya lebih kuat dibanding dulu. Alhasil Taufiq bisa memproduksi lebih banyak. Maka dia memproduksi keramik berdesain sendiri. Awalan dia merekrut tiga orang karyawan buat membantu. Bahan baku tanah liat dibelinya dari daerah Desa Citeko, Purwarkarta.

Mereka mengerjakan pembuatan keramik dari proses percetakan, pembakaran, sampai finishing. Ia dibantu karyawan hampir tidak tidur. Pesanan membludak menghasilkan omzet Rp.200- 300 ribu. Ini berkat persaingan belum seketat sekarang.

Dalam pemasaran, ia sempat mengirim sampai ke Kalimantan dan Palembang. Semenjak dia bekerja sama dengan lima toko keramik di Plered. Dia memutuskan menghentikan pengiriman. Maka tinggal dijual ke mereka toko toko tersebut saja.

Dia tidak mau memakasakan. Toh Taufiq mampu hasilkan omzet Rp.150 juta perbulan, dengan laba bersih 25- 30%. Karyawan bertambah sampai 21 orang hasilkan 1- 2 ton tanah liat. Proses pembuatan dilakukan di rumah.

Dulu dia sempat membuka empat pabrik pembuatan keramik. Namun tidak terurus lantaran dia gagal fokus. Dia pun butuh biaya menyekolahkan anak. Maka Taufiq menjual pabrik tersebut dibanding memaksakan diri. Taufiq memilih fokus mengerjakan satu industri dibanding banyak- banyak.

Tantangan Bisnis


Menjadi pengusaha tidak cukup memiliki jiwa kewirausahaan. Dibutuhkan penyelesaian masalah- masalah tiba. Walau Taufiq sukses namun pernah mengalami beberapa masalah. Tantangan bisnis pertama datang ketika butuh uang.

Kebutuhan pribadi memaksa Taufiq menjual aset demi anak. Masalah kemudian mengenai limbah dihasilkan. Ternyata dia pernah dituduh mencemari lingkungan. Bahkan sampai datang orang yang mengaku- ngakut dari pemerintahan.

Setelah mereka berdiskusi ujunya ketemu tetapi tidak disangka. Taufiq dimintai uang dalam jumlah besar. "Ya, spontan tidak saya kasih," ujarnya, dalam sebuah wawancara bersama Kontan.co.id.

Taufiq tidak mau sukses sendirian. Lebih dari 20 tahun merintis usaha keramik, Taufiq membantu sesama pengrajin dengan menampung produk mereka. Pengusaha 58 tahun ini sudah tidak berpikir keuntungan terus. Dia ingin bisnis dikelolanya memberikan dampak sosial ke masyarakat.

Tidak semua pengrajin keramik seberuntung Taufiq. Ada total 200.000 pengrajin keramik Plered, dimana sebagian besar bangrkut menutup usaha. Mereka terkendala modal usaha. Kondisi inilah yang mendorong Taufiq bergerak.

Ia membantu mereka pengrajin kecil. Biasanya mereka memproduksi 10- 20 buah keramik perhari, dimana tidak habis dibeli. Padahal mereka membutuhkan uang balik modal melanjutkan usaha. Maka Taufiq berinisitaif menampung produksi mereka.

Saban hari, Taufiq menerima produk mereka bahkan dibayar dimuka. Para pengrajin memintanya membayar ketika barang dikasih. Dia setuju memberi uang pribadi langsung. Ada  53 pengrajin telah bergabung ke Taufiq menyalurkan produknya.

Produk keramik Taufiq beraneka ukuran dan harga. Mulai dari harga Rp.5000 -an sampai ratusan ribu rupiah. Harga tergantung bahan keramik. Dia menjelaskan khusus keramik belum finishing, yang perlu dicat, dijual lebih murah antara Rp.1000 perbiji.

Taufiq kemudian memiliki toko buat menyalurkan barang di 2007. Namun seperti dijelaskan di atas, maka semua dijual guna memenuhi kebutuhan. Itu karena membutuhkan biaya perawatan. Khususnya dia membutuhkan uang buat biaya sekolah dan naik haji.

Keramik dijual lebih murah dibanding toko keramik umum. Ini menjadi permasalah tersendiri dimana dia lebih memilih hindari. Mungkin karena dia memiliki pusat produksi jadi lebih murah. Usaha yang bernama Nur Keramik ini, mampui mendulang omzet sampai Rp.150 juta.

Laba bersih antara 20% sampai 30% dari omzet bersih. Taufiq dibantu 21 karyawan memproduksi sampai 1.800 keramik sebulan. Harga keramik paling mahal satu set keramik berbentuk mejar, berisi satu meja dan dua empat buah kursi.

Produknya dijual di toko sepanjang Jalan Raya Anjud, Plered. Ia menganjurkan kalau mau beli bisa langsung ke sana. Dia biasanya menjual keramik borongan sampai ke Jakarta. Hanya kebanyakan mereka mendikte bentuk keramik pesanan; Taufiq menolak didikte pemborong.

Ia merasa kalau memenuhi keinginan mereka. Ke depan, bisa- bisa dia dan pengrajin lain akan minim desain dan bentuk inovatif. Mereka tidak bebas berkreasi corak. Menjadi pengrajin harus konsisten berkarya. Taufiq mengatakan bahwa kewirausahaan butuh kesabaran.

Terutama kamu yang mau mencoba membuat keramik. Butuh kesabaran dan keuletan sampai bisa memproduksi. Dalam 22 tahun, dia tidak pernah menurunkan kualitas agar harga murah, alhasil dia selalu menjadi pilihan utama ketika membeli keramik hias.

Mesin Fotokopi Jadi Ide Bisnis Haji Sobri

Profil Pengusaha Haji Sobri


sukses haji sobri

Ide bisnis sederhana siapapun bisa lekukan kedepan. Tahun 2007, ada pengusaha bernama Haji Sobri yang berdagang ketoprak keliling komplek. Dia berjualan dari kawasan perumahan elit di sekitaran Jakarta Timur.

Perantau asal kota Padang, Sumatra Barat ini, mulai menginjak Jakarta sejak tahun 2000, dan selama lima tahun ia bekerja menjadi pedagang keliling. Sering terpikir rasa tidak puas akan nasib usahanya kala itu.

Awal mula Haji Sobri mulai melirik dan tertarik usaha bidang fotokopi lantaran penasaran. Haji Sobri merasa penasaran ketika melihat sebuah toko fotokopi- ATK di dekat rumahnya, di Jl. Warung Rawa Mangun, itu begitu laris manis.

Kenapa tempat itu begitu ramai dijejali pengunjung bahkan rela mengantri berjam- jam. Dari sanalah mulailah jalannya mencari segala informasi tentang bisnis mesin fotokopi.

Hingga Dia mendapatkan alamat penyedia mesin fotokopi. Itu bukan lah mesin baru. Namun Haji Sobri tetap membelinya karena harganya lebih miring. Meski tidak memiliki pengalaman sama sakali tapi Haji Sobri tetap nekat.

Dia bermodal nekat meski sama sekali tidak paham soal mesin. Dia bahkan berani membayar lebih para karyawan yang telah memiliki pengalaman di bidang ini. Selain nekat, pengusaha Haji Sobri terhitung ngotot tetap bersaingan meski lawannya sudah lebih dulu ada.

Berani investasi lebih banyak karena melihat prospek itu masih besar. Ternyata bisnis tak harus tau segalanya secara mendetail. Seperti Haji Sobri yang tak terlalu paham masalah teknis mesin fotokopi. Berjalan waktu usaha usahanya berhasil karena biasa akan konsep bisnisnya.

Tak ayal jadilah Haji Sobri bisa memiliki lima toko fotokopi. Bisnisnya juga sudah melayani partai besar seperti halnya jilid buku ataupun laminating. Ia cuma bermodal menyewa pagawai profesional.

Kemudian dia pun berpesan bagi kamu pemula; mulailah dari satu mesin fotokopi. Lalu sembari kembangkan bisnisnya jadi lebih besar tidak hanya melayani fotokopi. Untuk referensi tempat usaha berhati- hatilah mencari produk lewat Internet.

Ingat utamakan siapa distributornya dan apa mereknya. Memang H. Sobri awalnya tukang ketoprak, tapi bisa sukses menjadi pengusaha fotocopy dan ATK. Begitu juga kamu jika berusaha.

Untuk urusan servis mesin fotocopi Haji Sobri sendiri mempercayakan kepada teknisi dan soal urusan beli mesin fotocopi; ia menyarankan mesin fotocopi digital- rekondisi. Itulah ide bisnis yang sederhana bermodal mesin fotokopi, mau coba?

Master Bisnis Online Biografi Anne Ahira

Biografi Pengusaha Anne Ahira


biografi anne ahira

Menyebut nama master bisnis online inilah biografi Anne Ahira. Dulu guru bahasa Inggris hidupnya penuh perjuangan. Ahira terlahir dari keluarga sederhana dan mepunyai gaji bagus. Jadilah bayangan Ahira tidak muluk- mulut soal masa depan.

Ahira terbiasa bekerja keras sedari muda. Namun dia tidak muluk- muluk ketika masuk ke jurusan pendidikan. Dia mengajar les privat dan berjualan buku dari rumah ke rumah. Sangat pekerja keras sampai rela bekerja sampingan menjadi cleaning service.

Berkat kerja kerasnya terbelilah mobil pribadi. Ini buah menabung bertahun- tahun sampai tahun 2000- an. Ahira mulai membuka internet dimana masih belum seramai sekarang. Beruntung memang dia menemukan internet.

Bekerja Keras


Ahira belajar sesuatu yang asing sekali. Bukan melalui komputer pribadi melainkan internet warnet. Ahira sempat dituduh memakai narkoba, bahkan dituduh wanita panggilan karena pulang pagi. Dia ngekos di kawasan Setiabudhi, Bandung.

Suatu hari orang tuanya datang ke kosan karena khawatir. Mereka tidak mendapatkan kabar jelas soal anak putrinya. Bayangkan sudah satu bulan lebih Ahira tak pulang- pulang. Tidak ada kabar. Karena dia memang tengah giat belajar internet marketing sembari mengajar.

"Jadi saat itu 'jam' bagi saya melaju terasa cepat, dan tidak sadar sudah lebih dari 1 bulan saya tidak pulang- pulang ke Banjaran, meski buat setor muka," jelas Ahira. Siang hari, tiba- tiba orang tua muncul memergoki Ahira bermata hitam- merah.

Merah karena beberapa hari Ahira tidak sempat tidur sepanjang malam. Dia harus belajar internet marketing. Begitu menata diri malah terpaksa meninggalkan mereka. Ahira punya janji mengantar salah satu siswanya. Ahira meminta kedua orang tuanya tinggal di kosan sementara waktu.

Begitu pula dia mendapati kamarnya acak- acakan. Dia memergoki ayah dan ibunya tengah krasak- krusuk. Mereka mencari sesuatu. Terheran- heran Ahira bertanya mereka tengah mencari apa. Ahira cuma bisa bengong.

Kemudian ibunya langsung menodong, "jujur kamu! kenapa matamu merah? kamu mabok ya? atau pakai narkoba ya?" Tentu Ahira menjawab tidak dan tidak repot menjelaskan. Ibunya terus berkata- kata mengulangi pertanyaan. Nada marah keluar penuh kecurigaan melihat putrinya nampak lusuh.

Ahira cuma terdiam. Dia merasa kalau menjelaskan malah menambah masalah. Memang dirinya tak suka menjelaskan atau berdebat. Kalau tetangga menggunjing karena dirinya pulang malam, maka Ahira cuek, tidak peduli alias masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

Bahkan ia sampai difitnah bekerja tidak benar di malam hari. "Prinsip saya, tidak ada seorang pun bisa membuat saya sakit hati, menjadi rendah diri, atau bahkan menjadi hina, kecuali saya sendiri mengijinkan!" tegas dalam biografi Anne Ahira.

Kedua orang tua semakin tegas mempertanyakan keadaan Ahira. Semakin kencang bahkan sudah jadi melebar kemana- mana. Insting Ahira langsung mengucapkan kata "Iya", tujuannya ya biar cepat saja sudah capek mendengarkan tuduhan itu.

Entahlah mereka mau berpikir kemudian bagaimana. "Yaa... mau dianggap saya pake atau enggak, terserah Papa sama Mama deh," tuturnya. Boro- boro pakai narkoba, memikirkan saja dia tidak, biar cepat Ahira mengiyakan.

Bila orang lain menyakiti Ahira maka dicuekin. Bahkan sifat cuek tersebut melekat membuat orang itu kesal. Intinya Ahira tidak ingin buang- buang energi buat hal negatif. Masih banyak mimpinya ingin dicapai. Dia sibuk mengajar sembari menekuni internet marketing sampai malam.

Ahira bekerja mengajak bahasa Inggri buat anak SMA. Dia juga mengajar ekspatriat atau orang asing bahasa Indonesia. Ahira termasuk memiliki karir bagus. Dia juga mengajar di Sekolah Internasional, dan datang ke rumah mereka mengajar science, matematika, dan pelajar sulit lain.

Bagus bukan? Perlukah Ahira belajar internet marketing bila berkarir bagus. Apa kelebihan menjadi master bisnis online. Ternyata ia tengah mengejar kehidupan pasive income bukan begini. Selain mengajar, dia bahkan bekerja sambilan menjadi babysitter, cleaning service, dan lain- lain.

Dia nanti akan mengajar anak- anak orang kaya. Orang tua mereka akan menitipkan anaknya karena sibuk bermain golf. Dapat bayar pula sunggung menghasilkan bukan. "Saya menjadi guru private yang sangat laku waktu itu, tidak main- main banyak orang tua murid merebutkan saya," ucapanya.

Ibaratnya bila satu anak berhenti maka sudah menunggu 40 keluarga. Biasanya anak akan berhenti privat bila lulus sekolah. Ya namanya anak orang kaya akan melanjutkan keluar negeri. Orang bilang dia jagonya mengajar. Ahira dulu bekerja dari jam 8 pagi sampai 10 malam dan dilanjut belajar.

Banyak keluarga memperebutkan dia menjadi guru. Dia mengajar dari rumah ke rumah. Orang asing juga senang belajar bersama Ahira. Lumayan banyak ekspatriat (asal Korea, Jepang, Taiwan, Prancis, dll) telah mengenal namanya di Bandung.

Dia, saking banyaknya permintaan, sering menolak- nolak murid meminta mengajar. Bahkan rela memberika bayaran double; dia menolak. Pasalnya Ahira lebih memintangkan kuantitas dibanding kualitas. Malamnya dia akan belajar internet marketing sampai jam 12 malam lewat.

Bekerja lebih dari 12 jam, bayangkan dia bekerja dan belajar internet marketing. Dia belajar internet marketing sudah bertekat. Ini mimpi besarnya bahkan rela meluangkan waktu sampai pagi lagi. Dia biasa datang ke warnet jam 11 malam, kemudian belajar sendirian menyelesaikan masalah.

Pukul 2- 2 pagi, Ahira akan selesai pulang ke kosan atau terkadang pulang sampai pagi. Bila hari libur maka bisa sampai jam 5 pagi. Dia belajar internet marketing tanpa guru. Tidak ada teman buat berbagi cerita. Bisa dia meminta bantuan satu rekan belajar namun tidak terus- terusan.

Mereka punya bisnis tersendiri. Punya masalah sendiri dan sama- sama tidak punya waktu. Ahira jadi sadar diri sampai terkadang mentok. Dia frustasi karena kebingungan. Ahira selalu melihat kenapa orang lain gampang dapat uang.

Disaat belajar inilah, dia menemukan titik terendah dibanding menjadi guru mengajar. Ingin rasanya membanting komputer di depan. "Tapi saya enggak berani... soalnya itu punya warnet," candanya dulu.

Atau dia akan banting komputer di kosan, apalagi itu harus dua kali, soal komputer masih baru. Lalu dia mengakali meminum bodrex biar sembuh sakit kepala. Berapa gaji didapat Ahira ternyata sampai Rp.15 juta perbulan. Belum lagi dia mengenal banyak ekspatriat dan pengusaha besar asli Bandung.

Menjadi Gila


Teman- teman Ahira serius heran mau apa dia kedepan. Bayangkan pengahasilannya terbilang besar, punya relasi ekspatriat, dan punya teman bos- bos Bandung. Ahira tidak sedikit kenal pemilik pabrik dan perusahaan ternama.

Kok Ahira sibuk sendiri mengerjakan tidak jelas sampai larut malam. Ahira hasilkan 15 juta hanya mengajar dan memberi tutor ekspatriat. Namun dia menjelaskan bahwa telah menyisikan banyak waktu. Bila dia nanti sakit maka tidak akan menghasilkan gaji sebesar itu.

Orang tua pasti punya mimpi anak- anaknya lulus sekolah, dapat nilai terbaik dan masuk ke jenjang lebih tinggi. Tetapi Ahira memiliki mimpi pribadi buat keliling dunia. Dia melihat peluang hasilkan uang lebih banyak. Pekerjaan lebih santai mendatang bila dia berhasil mendalami internet marketing.

Perjalanannya masih jauh namun sudah terbayangkan penghasilan pasif. Tidak perlu mengeluarkan modal miliaran rupiah biar menjadi pengusaha. Belajar merupakan ujian mental baginya karena tidak kunjung paham. Belajar ini memang menghabiskan waktu namun tidak masalah selama nyaman.

Ujian mental datang justru bukan berasal pulang pagi. Melainkan efeknya, dia rela bekerja dari jam 8 pagi sampai 10 malam mengajar, dilanjut belajar internet marketing sampai jam 2- 5 pagi. Baginya bekerja keras sudah biasa dilakukan.

"Nah, karena kecapean dan kurang tidur, mata saya jadi sering merah, muka jadi pucat seperti orang mati, dan lalu.... saya disangka pakai narkoba," celetuknya, dalam buku biografi Anne Ahira bertajuk Diriku dan Perjalanan: Sebuah Catatan Harian Anne Ahira.

Tuduhan lain datang dari tetangga menyindir tidak bekerja halal. Alias Ahira dituduh bekerja menjadi seorang pelacur. Di kosannya memang terdapat jam pulang malam. Pukul tertentu menjadi batasan seseorang datang berkunjung.

Namun tidak begitu ketat buat pulangnya karena banyak pelanggaran. Beberapa tetangga nampak pulang pukul 12- 1 malam. Masalahnya, mereka yang pulang jam segitu sudah berangkat dari pagi atau sore.

Sementara Ahira pulang malam, berangkat kembali jam 11 malam, dan benar- benar pulang tidur dini hari. Beberapa waktu orang masih membiarkan hingga meledak. Pemilik kos menudus terang- terang Ahira melacur. Dia bahkan mengusir Ahira dari kosan karena dianggap jual diri.

"Subhanallah... sakit hati saya mendengar itu," kenang Ahira. Pulang pagi diperparah karena dirinya diantara laki- laki. Bukan satu melainkan diantar lelaki berbeda sampai pagi buta. Ternyata mereka adalah pejawa warnet baik hati mau mengantarkan.

Mereka mengantarkan Ahira karena khawatir pulang larut malam. Ahira melihat tidak ada memiliki kesempatan menjelaskan. Ibu- ibu kalau sudah nyerocos tidak mau berhenti. Percuma bicara alhasil dia setuju pergi ke esokan harinya tanpa pamitan.

Disaat dia keluar tampak teman sekosan memperhatikan. Terdengar suara mengejek ketika Ahira mulai berberes. "Wah amit-amit, gonta-ganti cowok tiap hari, ih ternyata dia begitu ya?! Tidak nyangka..!" kenang Ahira, yang akhirnya rontok juga menangis.

Tidak bisa membalas hanya masuk kamar dan mengunci pintu. Ahira menangis karena ucapa jahat tersebut. Kalau dipikir- pikir dirinya memang sangat jarang bergaul. Ini baik karena kesibukan dia mengajar dan lain- lain. Ahira tidak mampu menerangkan keadaan.

Dia ingin menjadi internet marketer. Pekerjaan halal bukan menjual diri. Ahira bangkit kembali dan mencari tempat. Tidak sempat pula pulang kampung lantaran ribet. Pikirnya nanti malam ditanya- tanya, apalagi kedua orang tuanya sempat menuduh pakai narkoba.

Ahira dimaki, diusir, dan difitnah. Dunia seolah sekarang tidak mendukung Ahira. Bahkan mencari kosan susah begitu ampun. Bisa- bisanya kosan tidak memiliki kamar kosong satupun. Untung nemu satu kosan walau dekat selokan, itupun dia harus sedikit memaksa.

Dia dapat kosan kawasan Sukadji Bandung. Tidak mengapa walau kosan kecil tidak nyaman. Paling penting ini dekat tempat mengajar dan warnet tempatnya belajar. Masih mendalami internet cobaan kembali datang. Ahira disangka gila oleh kedua orang tua selepas dituduh narkoba.

Tidak sedikit dia diejek gila orang- orang. Tetapi belum pernah diajak ke rumah sakit jiwa mengecek kegilaan. Ini terjadi lantaran Ahira nampak berbicara sendiri. Padahal dia tengah chatting, berbicara lewat headphone melalui aplikasi Yahoo! Voice Messenger.

Disangka gila lantaran ngomong sendiri di depan lepatop. Inilah alasan utama dia sulit menjelaskan internet marketing. Orang tuanya tidak akan paham. Melihat komputer sudah ketakutan, mau nyalain tombol takut bila meledak nanti.

Ayah Ahira menyangka dia berbicara sendiri alias gila. Besoknya orang tuanya memaksa Ahira buat datang ke rumah sakit jiwa. Kedua orang tuanya menunggu diluar, sementara dia masuk diperiksa dokter kejiwaan. Ahira mulai diajak menjelaskan namun malah berbalik arah.

Alih- alih Ahira menunjukan kegilaan malah curhat mimpi- mimpinya. Dia menjelaskan mimpi lewat internet marketing. Menjelaskan mengenai apa affiliate marketing. Bahkan memberikan pandangan mengenai penghasilan lewat affiliate marketing.
'
Alhasil dua jam malah dokter mendengarkan ucapan Ahira. Bukan menjalankan sesi konsultasi malah sang dokter diajari. Begitu selesai, keluarlah Ahira bersama dokter yang tersenyum sendiri, aneh bukan tampak terbalik. Dokter lantas menjalskan bahwa Ahira anak pintar sekali.

Dia bahkan mau belajar sama Ahira. Ia bahkan meminta nomor kontak buat telephonan. Kedua orang tua Ahira tertegun melihat dokter tersenyum- senyum. Mereka seolah ingin bertanya apakah anaknya gila parah. Itu saking parahnya sampai dokter ikutan ketularan gila.

Hal terberat ketika ibu Ahira mendengar selentingan dulu. Bahwa anaknya pulang pagi, membawa laki- laki berbeda tiap hari. Entah dia mendapatkan informasi darimana. Hasilnya mama Ahira tidak mempedulikan sang anak. Dia mengacuhkan bahkan mencampakan Ahira.

Suatu hari ada seseorang mengetuk- ngetuk keras kosan Ahira. Ternyata mamanya, sudah berdiri di depan pintu, wajahnya merah, air mata menggenang tetapi tidak menetes. Dia menahan marah tetapi tidak terkeluarkan. Dia mendengar semua fitnahan melalui kosan Ahira dulu.

"Kamu sangat mengecewakan mama!" ujarnya. Pagi itu, Ahira merasa sangat berdosa, bersalah tetapi percuma menjelaskan. Bila marah biasanya akan langsung dipanggil dimarahi. Mama akan bilang nama lengkapnya Anne Ahira Dewi!

Tetapi dia sekarang diam ketika berpapasan dengannya. Ahira menerawang mengenang ibunya telah menangis. Tangisan dan marah sebegitunya belum pernah dilihat dulu. Hati Ahira begitu hancur, terpuruk, seperti ditonjok jatuh sulit bangkit kembali.

Dia mengingat mama langsung pulang setelah manangis di kosan. Sekarang Ahira cuma didiamkan ketika pulang. Ahira langsung mengangis sekera- kerasnya. Dalam kamar, dia berjanji bahwa akan sukses, bahwa semua akan terbayar kesuksesan dari segala kesalah pahaman tersebut.

Master Bisnis Online


Kedua orang tua Ahira tidak mau menyapa. Tidak mau berbicara. Maka Ahira meyakinkan dirinya harus sukses. Sagala kesalah pahaman harus terbayar melalui kesukses. Biarlah dia stress karena tak punya guru, tidak memiliki teman, asalhkan dia mampu menghasilkan uang.

Segala kesulitan internet marketing ditelan sendiri. Dia pecahkan masalah sendiri. Cek pertamanya dari internet cuma $8. Perlu dua tahun sampai hasilkan delapan dollar. Pecah telor sekali dirinya telah paham konsep bisnis online.

Kemudian dia mampu menjual hasilkan ratusan dollar. Ahira lantas hasilkan ribuan dollar. Angka penjualannya $10.000, $25.000, $50.000 dan sampai $100.000. Setelah mendapatkan ratusan ribu dollar, maka Ahira mempekerjakan karyawan dan mempunyai pegawai outsourching.

Dia punya karyawan lepas dari India, Pakistan, Inggris dan Amerika. Kemudian Ahira mendirikan perusahaan di Amerika. Namanya Asian Brain, LLC. Gara- gara internet marketing, Ahira sekarang bebas keluar negeri, bahkan memberangkatkan kedua orang tua Haji.

Dia juga bisa mengajak mereka Umroh selama 3 dan 4 bulan sekali. Gara- gara internet marketing, ia mampu beramal membangun tempat ibadah, memperbaiki jalan kampungnya, memberi makan anak yatim, janda- janda tua dan fakir miskin setiap bulan.

"Dan sekarang saya punya banyak teman!," senang Ahira.

Ia mengenang begitu selesai kuliah tidak punya mimpi muluk. Lulus dia mengajar dan memberikan les privat. Dari aneka affiliasi marketing sudah pernah dijabani. Dia membuat website sendiri dan menulis email marketing sendiri.

Berbagai buku master bisnis online dunia dibeli. Termasuk dia membeli aneka software yang kadang tidak jelas. Buat mencapai sekarang bahkan sempat menjual mobil pribadi. Begitu dapat $8 langsung ditempel tidak dibelanjakan.

Ia berjanji akan melipat gandakan sampai ribuan. Pengusaha berusia 29 tahun ini meyakini akan kerja keras. Bahwa mimpi semustahil apapun dapat dicapai. Jika saat ini kamu belum paham akan internet marketing, percayalah suatu saat akan paham.

Kemas Firmansyah Pengusaha Pempek Wongkito19

Biografi Pengusaha Kemas Firmansyah


pempek wongkito

Pengusaha  pempek Wongkito19 bercerita tentang usahanya. Kemas Firmansyah dulu tak menyangka usaha kecil- kecilan bisa tumbuh sebesar sekarang. Dari dulu usaha kaki lima memang bisa menjadi bisnis ratusan juta rupiah perbulan.

Apa rahasianya? Ia mengaku hanya mengikuti nalurinya sebagai asli orang palembang. Bisnis pempek mulai dirintisnya sejak 2006, alasan lain berbisnis, karena merasa pengusaha pempek bukan asli Palembang adalah salah.

"Seharusnya saya juga berdagang pempek karena saya orang palembang," jelasnya. Inilah apa alasan lainnya berbisnis pempek yang memang khas wong kito galo.

Ternyata mental bisnis pria satu ini memang sudah ada semenjak kecil. Ia telah terbiasa berjualan sejak kecil. Dia pernah berjualan martabak ibunya, ketika itu, ketika dirinya masih bersekolah dasar kelas satu. "Saya jualan martabak keliling kampung," jelas sang pengusaha pempek.

Bisnis Pempek


Naluri bisnisnya terus naik hingga sekolah menengah atas (SMA). Berkat keahlian bahasa Inggris -nya, Kemas mampu menekuni bisnis tatabahasa, tapi bukan les privat seperti kebanyakan loh. Ketika itu, dia malah memilih menekuni bisnis tatabahasa (grammar) yaitu membuat kalender.

Tata bahasa diubah menjadi poster sehingga bisa ditempel di dinding, sehingga mudah dihafal anak- anak. Ini berjalan terus karena menghasilkan. Di Universitas Sriwijaya Palembang, ia ditambah sibuk berjualan jaket, celana jins, dan baju kepada teman- temannya.

"Saya memesannya dari Bandung," terangnya. Lulus kuliah tahun 1995, Kemas sempat bekerja di banyak perusahaan. Namun, naluri bisnisnya tetap terus menggila, jadilah Kemas kembali menjadi pengusaha. Ia malah memilih berhenti jadi karyawan perusahaan.

Tepat di tahun 2002, ia meninggalkan pekerjaannya saat itu, cuma buat berbisnis komputer. Kemas malah memilih berbisnis servis komputer di daerah Bekasi. Namun, beberapa saat bisnis digulung tikar karena krisis ekonomi. Bisnis servis komputer itu hanya bertahan dua tahun saja.

Setelah menutup bisnisnya, ia menggeluti bisnis baru yaitu bisnis penjualan mobil bekas. Kemas kemudian menekuni bisnis mobil bekas sejak 2002, bahkan sudah sempat punya showroom sendiri. Namun lagi- lagi bisnis itu malah gulung tikar karena krisis.

Harga BBM naik membuat penjualan mobil terus turun. Disaat menutup bisnis mobil bekas itu lah. Kemas mengaku terjerat hutang jumlahnya cukup besar. Untuk melunasi utangnya, ia pun rela menjual semua aset- asetnya seperti rumah dan lain- lain.

Jatuh bangun ternyata tak membuatnya jera. Kemas menilai kegagalan bukan akhir segalanya. Tidak sampai satu tahun bisnis mobilnya ditutup, Kemas memilih bekerja sebagai marketing dulu. Dia bertekat untuk mengumpulkan modal di perusahaan otomotif itu.

Selama bekerja disana hasilnya cukup besar itu karena pengalamannya. Dia menjual banyak mobil berkat pengalaman berbisnis mobil bekas. Setelah uang tabungan itu dirasa cukup, ia memilih keluar untuk berbisnis pempek.

Tepat di tahun 2007, bisnisnya dimulai bermodal 70 juta dari mengumpulkan sedikit- demi sedikit. Ia pun bertekat berusaha lebih keras mengingat pengalaman gagal dua kali.

Kemas memulai bisnis pempek dari garai kecil di dekat rumahnya di daerah Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Menurut Kemas, sukses datang karena memang bisnis ini disukainya. Dia suka akan prosesnya jadilah totalitas itu muncul.

Ia mencurahkan seluruh waktu untuk membesarkan bisnisnya ini. "Kalau berbisnis harus disukai dulu baru maksimal," katanya. Kecintaan akan pempek telah tumbuh semenjak kecil, sejak pertama kali mencobanya. Dia ingat betul rasa pempek buatan ibunya.

Seiring waktu ia mulai iseng- iseng membuat pempek sendiri. Berbekal kemampuan itu jadilah bisnis barunya yaitu bisnis pempek. Di awal bisnis, Kemas langsung tancap gas memperkenalkan pempek khas miliknya agresif; pempek sosis, pempek keju dan pempek panggang.

Sukses Bisnis


Aneka pempek dijual seharga Rp.3.000- Rp.14.000 per- buah. Salah satu menjadi andalannya dan digemari ialah pempek kapal selam super. Lantaran perimtaan yang terus meningkat, jadilah Pempek Wongkito 19 memakai sistem waralaba.

Baginya bisnis tak berkembang jika bekerja sendiri terus menarus. Baginya sebuah usaha butuh orang lain atau mitra agar bisa semakin besar. Itulah mengapa konsep waralaba tersebut. Mereka Pempek Wongkito19 kemudian bisa muda dikenal lebih banyak orang.

Melalui marketing media sosial, Kemas mencoba menawarkan sekaligus memperkenalkan produknya ke masyarakat. "Pebisnis harus punya banyak patner," terangnya.

Alhasil total gerai pempeknya melonjak jadi 98 gerai yang tersebar di penjuru kota- kota besar di Indonesia. Jumlah banyak itu, terdiri dari 89 gerai itu milik mitranya dan 9 gerai miliknya sendiri. Omzet bisa dikantongi waralaba pempek menembus angka Rp.500 juta.

Mitranya sudah tersebar jauh dari Jabodetabek, Bandung, Cirebon, bahkan sampai ke Kalimantan. Ia ukses bisnis pempek, kini, Kemas kembali membuka bisnis lamanya. Ya, kini ia fokus membuka lagi bisnis jual beli mobilnya.

Dia berencana membuka showroom, untuk kali ini bisnisnya telah lebih matang dari sebelumnya. Untuk menghindari bangkrut, atau kerugian besar jika bangkrut, jadilah sistem kerja sama jadi andalan bisnis barunya.

Jadi, modalnya datang dari pribadi ditambah investor, jikapun gagal tak akan terlalu berat. Selain bisnis mobil ia juga merambah produk olahan untuk anak. Fokusnya di makanan bebas bahan kimia. Kemas mejelaskan bisnis ini difokuskan memenuhi gizi anak- anak.

Ia mengklaim makanan produksi usahanya akan ikut membantu pertumbuhan otak. Selain berbisnis- bisnis tersebut, Kemas tetap menduduki jabatan sebagai sales manajer di salah satu perusahaan otomotif.

"Kami memiliki seorang dokter yang paham soal gizi makanan, sehingga produk makanan ini terjamin kualitasnya," ujarnya.

Ia menuturkan, kecintaannya akan dunia otomotif, membuatnya tetap memilih menjadi karyawan perusahaan otomotif. Sedang, usaha yang sudah dia rintis diserahkan pengelolaannya ke orang-orang profesional.

Kemas hanya mengawasi jadi cuma memberikan masukan kalau ada hal tidak sesuai keinginannya. Inilah kunci sukses itu, dimana kita bisa bekerja sesuai keinginan dan passion, ketika sukses buatlah uang bekerja buat kita. "Setiap persoalan yang muncul, pasti lah ada jalan keluarnya." tutup Kemas.

Kontak:

Website: pempek-wongkito19.com
HP : 021 68890337 atau 0815 1987 3337
Email : kemas_fam@yahoo.com

Kunjungi juga : Syarat Menjadi Mitra Bisnis di Website.

Pembayaran hanya dilakukan pada rekening berikut:
Bank BCA : No. 73903 75861
Bank MANDIRI : No. 125 000 773 0823
a/n Retno Wijayanti

Situs: pempek-wongkito19.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba