Celana Dalam Bisnis Menguntungkan

Cara Sukses Bisnis Pakaian Dalam


bisnis celanda dalam menguntungkan

Memulai bisnis celana dalam menguntungkan. Kamu jangan menggap remeh bisnis apapun. Ada pengusaha hidup memilih wirausaha agar bertahan hidup. Dan, ada pengusaha memilih menggap proses wirausaha sebagai cara hidup atau passion -nya.

Lantas bagaimana bisnis satu ini? Bisakah kita sukses dari sebuah bisnis terdengar sepele; bisnis pakaian dalam.

Hanya berbekal bisnis grosir celana dalam seorang mahasiswa bisa membayar kuliahnya sendiri. Keuntungan didapat ternyata cukup menjanjikan. Syarat utama bisnis ini hanya kemauan mencari tau bagaimana cara terbaik memasarkan produk.

Bukan perkara gampang memulai bisnis satu ini. Pembelian pakaian dalam untuk partai besar akan mengejutkan ketika tau berapa selisih harga grosir. Bisnis ini bisa profit 200%, sekali lagi, ini kembali tergantung pada kemampuan kamu menjual.

Perhitungan produksi sampai ke pengemasan sudah masuk hitungan loh. Mudahnya, misalnya kamu membeli celana dalam buat dijual kembali sebesar Rp. 2000 per- buah. Lalu kamu akan menjualnya kembali seharga Rp. 10.000.

Dan, kenyataannya setiap konsumen akan minimal membeli 3 buah celana dalam satu transaksi. Jika begitu silahkan kamu hitung sendiri keuntungan didapat hanya dari bisnis ini.

Bisnis Lingerie


Betulkan celana dalam bisnis menguntungkan bila ditekuni. Bisnis lingerie berbeda, akan gampang- gampang susah dijalankan. Pembeli tentu dari kalang tertentu dan terbatas masih malu- malu katanya. Berbeda dengan hanya fokus pada pakaian dalam; satu set lingerie bisa berharga lebih mahal.

Dan, kamu harus berhati- hati karena merek dan model juga bisa jadi sebuah patokan. Sigit Sugiarto, pemilik situs iklan gratis cekiklan.com serta online shop plazashop.com, menjelaskan bahwa bisnis lingerie sedang tumbuh- tumbuhnya.

Ia sendiri mengaku tertarik akan pasar masih malu- malu, masih bisa tumbuh. Seiring bekembang jaman serta berbagai media mengendorse. Bicara soal produk, nah, ini bisa jadi sedikit sulit karena kata model serta identitas merek menjadi perhitungan sendiri.

Dari segi harga, produk China memang terkenal akan murahnya, bisalah jika mencoba masuk ke pasar kelas bawah.

"Produk saya impor dari China. Kita browsing-browsing saja di internet cari supplier Cina yang jual dengan harga ok dan terpercaya", tambah Sigit.

Sigit menerangkan lebih dalam kepada Merdeka.com, online shop -nya bisa laku keras dimana 150 minimal order tiap bulan. Untuk plazashop.com, ini nilai besar apalagi online shop miliknya baru satu bulan.

Dia lanjut modal bisnis ini terhitung sedikit apalagi bagi kamu jika bisa membuat software sendiri. "10 Jutaan sih cukup ya, karena cuma modal barang, nggak perlu modal bikin software, karena saya sendiri developernya"

Tanpa software? Bisa diatur tentunya beberapa perusahaan ada yang menawari layanan pembuatan situs dan perawatan. Total modalnya paling tidak ada 10 jutaan. Jangan khawatir biaya domain terhitung murah yaitu cuma 150.000 paling besar dan itupun setahun.

Untuk produk kelas premium seperti Victoria Secret tentu bisa lain cerita hitung- hitungnya. Jika kamu bersungguh- sungguh berbisnis pakaian dalam atau lingerie; ada triknya nih. Tentu kamu tidak boleh gegabah bisnis ini bisa saja berbalik menyinggung target pasar.

Ini menyangkut hal memang masih bersifat sensitif bagi masyarakat Indonesia. Pertama, kamu harus tentukan target pasar antara lain target pasar online atau pasar offline. Keduanya memiliki resiko serta pendekatan berbeda.

Jika memilih bisnis offline maka kamu wajib mencari tempat bisnis yang sesuai agar pembeli tidak mencibir. Masyarakat perkotaan pastilah lebih terbuka tentang masalah seperti ini. Pastikan berbisnis ditempat- tempat sesuai pula, jika di supermarket masuklah pada bagian pakaian.

Mereka akan lebih mudah menjadi target market bisnis ini. Jika kamu memilih online ini lebih hemat biaya serta pendekatan lebih mudah. Gunakan layanan subscribe by email, bisnis kamu akan masuk ranah lebih privat jadi tak ada masalah.

Pikirkan baik- baik jika memilih media sosial. Kamu mungkin bisa menggunakan akun perusahaan atau bukan akun asli pribadi. Menurut mobilitas,Twitter lebih cepat dalam sistem bertukar informasi. Namun, sebagai catatan, perlu diketahui Twitter agak kurang aspek privasi termasuk dalam hal tagging.

Kalau hal Facebook, kamu mudah membangun bisnis seolah membangun sebuah blog. Tawarkan produk melalui tagging atau atur privasi pada setiap postingan. Pastikanlah pembeli merasa nyaman agar masuk memilih setiap foto diunggah. Kegagalan Facebook, ialah ketika kurang paham akan sistem privasi.

Pilihlah akun perusahaan, serta jangan gunakan akun Fans Page karena bertautan dengan akun pribadi. Akun "perusahaan" membuat kamu leluasa meng- add target serta akan memudahkan dalam privasinya.

Kita tahu, tak semua teman di Facebook akan membeli pakian dalam atau lingerie kamu bukan?

Nah, satu lagi pastikan kualitas produk dan pilah antara produk dari China dan produk ternama seperti halnya Victoria Secret. Kamu bisa saja menjual keduanya baik dari China atau produk lain, kamu tak perlu menyebut asal produk, cukup nama lebelnya

Jika pelanggan bertanya lebih baiknya kamu berterus terang tentang asal produk- produk tersebut meski asal China. Berikan selalu pilihan seperti produk mungkin lebih baik, tanpa merendahkan produk manapun.

Pengusaha Udang Subang H. Isbandi Bertahan

Profil Pengusaha H. Isbandi


usaha udang windu
 
Tekat H. Isbandi bertahan dengan kebutuhan ekspor menurun. Pengusaha Udang Subang ini telah menjadi eksportir ke Jepang. Namun malang tidak bisa ditolak, tsunami sempat menerjang Jepang sampai ia kehilangan permintaan udang luar negeri.

Kondisi luar negeri tidak menyurutkan H. Isbandi berwirausaha. Pengusaha asal Blankan, Subang, Jawa Barat, yang merambah ikan. Udang windu merupakan andalan Isbandi meraup penghasilan. Ia tetap optimis walau permintaan luar negeri berkurang.

"Meski terkadang saya pernah rugi puluhan juta," jelas H. Isbandi, tetap menjalankan usaha tersebut karena memang menguntungkan. Istilahnya antara keuntungan dibanding kerugian lebih banyak untung.

Omzet Isbandi naik sejalan bertahan sembari membenahi diri. Alhasil ia mampu memproduksi udang windu sampai 2 ton per- hari. Tidak cuma mengekspor Isbandi juga memasarkan dalam negeri. Dari Jakarta, Jawa Barat, Demak, dan Pekalongan mengambi dari Isbandi.

Dia ekspor ke Jepang, Amerika, dan Korea. Menjadi pengusaha apapun memang harus mencari celah pemasaran. Isbandi telah mendistribusikan ke berbagai daerah. Khusus Jakarta dan Jawa Tengah ada permintaan khusus udang windu.

Bahwa mereka meminta udang dengan kepala masih utuh. Di sini orang butuh udang jangan sampai kepalanya putus kalau ekspor lain. Dia menjual keluar negeri dengan kepala telah dibuang.

"Jika tidak mematuhi pesanan harganya bisa turun, namun bila harganya bagus hasilnyapun cukup menguntungkan," jelasnya.

Dia dibantu 18 pekerja menjalankan usaha udang windu. Pekerja harus telaten dan ulet setiap hari membersihkan dan mengemas udang. Udang windu akan dipasarkan ke Jakarta dan wilayah lain. Ia juga mengirim udang buat diekspor.

H. Isbandi termasuk kelompok usaha kecil menengah. Harapannya tidak lain bahwa pemerintah bisa memberikan bantuan. Kemudahan permodalan diharapkan mendongkrak pembudidaya udang. Sang pengusaha udang Subang pun berharap pemerintah lebih peduli.

Petani Sawit Binaan Asian Agri Sukses Transmigrasi

Profil Pengusaha Sunarto


petani sawit asian agri
 
Kisah usaha berikut merupakan mimpi orang sukses transmigrasi. Tidak mudah, namun Sunarto sukses menjadi petani binaan Asia Agri. Perusahaan sawit besar tersebut mengajak Sunarto menjadi mitra. Ia menjadi petani plasma mereka.

Mengirim semua hasil panen ke perusahaan tersebut setiap panen. Sunarto selain mendapatkan harga bagus. Ia juga mendapatkan bimbingan dan bantuan modal. Tidak terbayangkan bahwa transmigrasi benar- benar nyata.

Pemerintah selalu mengatakan transmigrasi merubaha nasib. Sunarto sedikit banyak mempercayai ujaran pemerintah tersebut. Pada 1991, dia pun memboyong keluarganya menjadi transmigran lewat program desa.

Sekeluarga ditempatkan di Desa Buatan, Kabupaten Siak, dan mengatakan tidak mudah. Jujur tiga tahun pertama baginya sangat sulit. Sekeluarga diberikan kail untuk memancing ikan langsung di lautan. Dia langsung diharuskan bekerja menjadi petani ketika setiba di sana.

 Sukses Transmigrasi


Pembelajar semua dilakukan melalui praktek langsung. Sunarto tidak langsung mendapat tanah. Ia melainkan diharuskan bekerja dahulu. Dia menjadi petani sawit binaan pemerintah dahulu. Gajinya sekitar Rp.30.000 untuk 20 hari kerja.

"Saya diupah Rp 1.500 per hari, dengan perhitungan kerja selama 20 hari maka sebulan saya hanya " mendapatkan Rp 30.000," tuturnya kepada Kompas.

Tiga tahun bekerja memberinya hadiah berupa tanah garapan. Hidup di tengah hutan, jauh dari dunia perkotaan dan benar- benar sekeluarga tinggal di tengah hutan. Ayah dua anak tersebut memiliki cita- cita sejahtera semenjak merantau dari Salatiga.

Sang istri sempat meminta pulang karena tinggal di pelosok. Tidak ada infrastruktur apalagi hiburan bagi keluarga. Sunarto meyakinkan bahwa semua hanya sementara. Untuk mengisi uang selain jadi buruh lepas, Sunarto menyulap lahan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Tahun 1995 Sunarto mendapatkan kompensasi 2 hektar tanah garapan. Krisis moneter 1997 malah membuat Sunarto gembira. Pasalnya harga sawit naik menjadi Rp.500- 700.

Berkat krisis moneter, dirinya dan petani sawit lain mendapatkan untung lumayan, dan bisa membeli motor dan rumah. Dua hektar lahan tersebut hasilkan keuntungan Rp.3 juta perbulan. Sekarang dia memiliki 12 hektar lahan kelapa sawit.

"Tiap bulannya saya dapat Rp.18 juta," Sunarto senang. Dia merupakan sedikit dari banyak petani sawit binaan Asian Agri.

Perusahaan perkebunan sawit terbesar tersebut mempercaya kinerja Sunarto. Perusahaan yang besar memiliki 10.928 kebun plasma sawit dan 3.997 petani binaan dibawah 12 KUD. Berkat Pak Sunarto menjadi binaan, maka pasokan bibit dan pupuk berkualitas disediakan.

Pasokan bibit serta pengolahan diberikan gratis kepada petani. Asian Agri mewajibkan mereka nanti menjual kepada mereka. Pada 2005, dia bersama rekan seluruh KUD di Buatan telah mendapatkan pelatihan. Mereka mendapat sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Dulu Sunarto akan membakar batang kering buat membuka lahan. Kini mereka sudah menyadari membakar tidaklah benar. Mereka sadar berkat penyuluhan standar bertani sawit ramah lingkungan.

Ke depan, petani di Buatan menggunakan pupuk alih- alih bakar batang kering. Mulai dari berkebun, pemupukan, penggunaan alat keselamatan, dan cara memanen menggunakan standar RSPO ini. Dan hasilnya produktifitas lebih baik dan sawit mudah dijual karena berstandar.

"Asian Agri mengajarkan saya bagaimana menanam sawit, " kenangnya. Harapan hidup keluarga dari Sunarto sudah nampak membaik.

Tahun 1996, dia diangkat menjadi ketua kelompok tani selama setahun. Dia ikut KUD selepas dari kelompok tersebut, dan menjadi ketua tani yang mendata buah- buahan. KUD tempatnya memiliki tidak kurang 500 kepala keluarga dan 1000 hektar lahan.

Ia membayangkan bahwa tanpa Asia Agri semua tidak tercapai. Dia mungkin akan terseok- seok untuk mengelola sendiri. Asian Agri memang beda dibanding bertani sawit menjual sendiri. Bahkan nih, Sunarto mendapatkan kesempatan ikuti studi banding dalam maupun luar negeri.

Dia pernah keluar negeri seperti Malaysia dan China. Asian Agri memberikan bimbingan ketat buat Sunarto. Diusia ke 49 tahun, dirinya masuk usia pensiun dan telah menjadi petani sukses. Dia sudah bisa beli rumah lebih besar, kendaraan, dan memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Buka Usaha Keripik Kulit Pisang

Kisah Sukses Keripik Kulit Pisang


keripik kulit pisang

Pengusaha berikut ini buka usaha keripik kulit pisang. Namanya Wati, seorang istri ingin membantu ekonomi keluarganya ketika tertimpa kesusahan. Keluarganya tertimpa kesusahan kerena sang suami tak lagi bekerja. Ia ingin sekali membuka warung di depan rumah.

Ternyata itu tak segampang dipikirkan. Membuka warung itu butuh modal cukup besar buatnya. Beberapa kali mengajukan pinjaman ke bank; selalu ditolak beralasan jaminan. Mau pinjam rentenir, bunga yang harus dibayar bisa lebih besar dari untungnya.

Dalam kegundahan lah, Wati cuma mampu termenung di depan teras rumahnya. Sementara suaminya sendiri tengah mencari kerja serabutan. Rumahnya begitu sepi tanpa ada kegiatan apapun, sementara dapur tak mengepul. Dia terus berpikir bagaimana bisa membantu nasib keluarga.

Sesekali ia tampak memandang anaknya tengah asiknya melahap pisang. Susudah habis, bukannya di buang ke tempat sampah, anaknya justru melempar kulit pisang ke teras.

Marah! Wati lantas memarahi sang anak, "Nak, buanglah kulit pisang itu pada tempatnya!."

Kemudain terdiam sejenak ada sesuatu dibenaknya. Kata- kata buang kulit pisang ke tempatnya terus menerus mendengung. Dia menanyakan itu ke dalam dirinya sendiri. Ia pun segera mengambil kulit- kulit itu, bukan ke tempat sampah, tapi dibawa ke dapur.

Pada hari itu pula dirinya tampak bersemangat dan tergesa- gesa. Dia begitu bersemangat mencari tau semua tentang pisang dan kulitnya. Ada apa? Keesokan harinya, ia mulai mengolah kulit- kulit menjadi sumber uang.

Dia mencoba mengolah si kulit pisang jadi usaha. Wati hanya bermodal seratus ribu rupiah, itupun uang hasil pinjaman. Dia mulai membeli bahan- bahan dibutuhkan, seperti garam, kulit pisang, alat kapur, garam, gula dan tepung. Berikut ini cara pembuatan kripik kulit pisang:

Pertama, potong rapi kulit pisang kemudian bersihkan menggunakan air biasa. Rendam dalam larutan kapur kurang lebih 20 menit, selanjutnya direndam ke larutan garam sekitar 10 menit Kedua, semuanya kemudian masuk ke larutan gula sekitar 30 menit.

Setelah proses perendaman selesai, barulah potongan- potongan kulit pisang tersebut lantas dijemur selama sehari penuh. Dan, langkah terakhir ialah menggorengnya hingga kering kuning kecoklatan.

Pisang sendiri merupakan buah banyak mengandung vitamin C, A, mineral, serat serta kandungan gizi lain yang banyak manfaatnya bagi tubuh. Namun belum banyak tahu kelezatan kulit pisang dikeripik. Meski hanya kulit, mereka mengandung gizi tak kalah buahnya.

Dalam kulit pisang mengandung serat, vitamin C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat. Menurut penelitian tim kedokteran Taichung Chung Shang, Taiwan, dalamnya kulit pisang ternyata mampu mengurangi depresi dan menjaga kesehatan kulit mata.

Menjadi Petani Coklat Bisnis Buah Kakao

Profil Pengusaha Bagus Soesintho


petani coklat
 
Keunggulan menjadi petani coklat atau kakao adalah semua. Mulai buah sampai olahan hasilkan cuan tidak sedikit. Kakao merupakan buah komoditas bernilai ekonomi tinggi. Tanaman bahan baku coklat yang berbuah setiap tahun.

Banyak petani kepincut membudidaya termasuk Bagus Soesintho. Di Indonesia, kakao tumbuh subur di wilayah Sulawesi, Lampung, dan Flores. Iklim tropis memang habitat utama tanaman buah kakao tersebut. 

Di Habitat asalnya, kakao tumbuh diantara pohon- pohon di hutan hujan tropis, berlindung diantara rindangnya pepohonan besar. Bagus mendirikan usaha PT. Marga Okapallo di Semarang, Jawa Tengah, yang uniknya menumbuhkan tanaman kakao di sejumlah daerah, termasuk Flores.

Ia menerapkan konsep inti plasma. Dimana hasil panen otomatis masuk ke perusahaanya. "Budidaya kakao bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat," ujarnya kepada Kontan.co.id.

Lahan maksimal budidaya kakao adalah 70% dari total lahan. Pasalnya kamu harus memberi jarak 1,1 meter untuk tumbuh. Bagus sendiri mampu memanen 150 ton buah, baik hasil kebun sendiri atau kebun mitra plasma.

Bagus membeli buahnya $.1,8- 2,1 per- kg dan dipasarkan sendiri olehnya. Dia menjual paling dikit 125 ton buah. Harga jual Rp.20.000, dan menjadi petani coklat ini manghasilkan omzet Rp.2,5 miliar. "Uang itu diputar lagi untuk biaya penanaman kakao," lugasnya.

Pembeli kebanyakan merupakan pedagang penjual kembali. Mereka mengemas ke dalam kemasan untuk dijual kembali. Bisnis buah kakao memang menggiurkan sebagainya kamu coba.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba