Bisnis Batu Bata Cokro Mendirikan Properti Sendiri

Profil Pengusaha Cokro Anto Wibowo


pengusaha properti palembang
 
Ketika bisnis batu bata ternyata menjadi begitu menjanjikan. Cokro Anton Wibowo memulai terjun menjadi pengusaha semenjak kuliah. Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Musi yang mulai dari kecil- kecilan. Mulanya dia menjadi distributor batu bata kecil- kecilan di tahun 2005.

Dia hanya distributor batu bata orang. Namun karena kebutuhan meningkat, di Palembang kala itu tengah ada Pekan Olah Raga Nasional (PON). Acara tahun tersebut mengangkat Palembang menjadi tuan rumah. Otomatis pemerintah daerah membutuhkan pembangunan fasilitas perlombaan.

Permintaan batu bata naik sampai melampaui daya produksi. Banyak pembenahan dan pembangunan infrastruktur sebelum perlombaan dimulai. Pihak pemerintah daerah pun tak segan untuk membeli ke luar kota. Cokro mendapatkan imbas pembangunan tersebut, sampai batu bata miliknya ludes habis.

Membangun Usaha Sendiri


Pengusaha Cokro sempat kwalahan melayani permintaan batu- bata. Padahal dia cumalah distributor dengan pasokan terbatas. Ia memutuskan membangun bisnis batu bata sendiri.

"Saat itu pembangunan di Palembang sedang gencar- gencarnya," tutur dia.

Berbekal uang Rp.50 juta digunakan membangun pabrik batu bata. Ia mulai memproduksi batu bata sendiri. Uang sebesar itu merupakan hasil tabungan selama masa sekolah sampai kuliah. Menjelang PON tiba, ia berhasil memasok ribuan batu bata ke berbagai proyek di Buma Sriwijaya tersebut.

Ajang PON selesai tetapi tidak bagi bisnis batu bata Cokro. Justru dia malah semakin banyak orderan pesanaan. Ia merambah kota lain dari Muara Enim sampai Lahat. Omzet batu bata miliknya mencapai Rp.200 juta perbulan. Sukses berbisnis batu bata tak membuat pengusaha muda ini berhenti.

Dia ingin terjun ke bisnis lebih besar. Cokro kemudian berpikir untuk menjadi kontraktor, dan terlibat langsung beberapa proyek di Palemban. Ia lalu mendirikan CV. Bangun Persada. Meskipun dia masih berkongsi dengan perusahaan lain untuk membangun.

Cokro tidak berkecil hati. Ia malah menjadikan itu sebagai pembelajaran tersendiri. Minatnya akan dunia properti semakin meningkat. Tekadnya telah bulat untuk memulai usaha baru. Dia lalu mencari SDM berkualitas di bidang arsitektur, dan telah lengkap dokumen mengenai aspek legalitas.

Tahun 2009, Cokro telah mampu mengerjakan semua sendiri, dan banyak orang yang mencemooh meragukan usaha itu. Dia dianggap minim pengalaman. Apalagi beberapa perusahaan properti besar dari Jakarta ada di Palembang. Dia tidak ambil pusing memilih melanjutkan berbisnis properti.

Semua omongan dijadikan cambukan semangat bagi pengusaha ini. Suara pesimis itu datang karena dirinya berhadapan dengan perusahaan besar. Dia sadar mereka kontraktor besar tengah berekspansi di Kota Palembang. Ia bertekad untuk lebih bekerja keras, ulet, dan menggeluti bisnis properti ini.

Naik Kelas Berbisnis Properti


Dibawah bendera CV. Bangun Persada, Cokro telah menjelma menjadi pengushaa properti ternama. Dia naik kelas berbisnis properti dari pabrik batu bata. Taukah kamu bahwa Cokro menghasilkan omzet Rp.27 miliar pertahun. Usia muda tidak membuat dirinya takut untuk membangun bisnis.

Ia menggarap beberapa proyek ternama. Sebut saja nama Tanah Mas Residance, hunian premium dengan mahana wisata air. Ini menjadi satu- satunya yang ada di Palembang, dengan luas 10 hektar berupa danau yang lengkap fasilitas seperti food court, pemancingan, flying fox, dan speedboat.

Penghuni akan diberikan tiket gratis untuk menikmati wahana. Bagi masyarakat umum, mereka boleh masuk dengan membayar Rp.5000. Wisata karya Cokro mampu menarik pengunjung anak muda dan keluarga.

"Arena ini menjadi pilihan anak muda dan keluarga di akhir pekan," tuturnya.

Cokro mampu membangun 400 hunian di wilayah Sumatra Barat. Usaha miliknya mampu membuat beraneka macam jenis rumah. Ia membangun dari tipe 35 sampai 105, dengan harga jualan sekitar Rp.150- Rp. 900 juta.

CV. Bangun Persada mempekerjakan 100 orang karyawan, serta puluhan freelance yang memasarkan rumah. Dia paling sedikit membangun 50 rumah dalam setahun. Mendirikan rumah sebanyak itu berapa pendapatan Cokro.

Total ia mampu mengantongi Rp.25 miliar pertahun dan Rp.2,25 miliar perbulan. "Modal saya nekat dan berani," jelas Cokro.

Lantas bagaimana nasib bisnis batu bata Cokro kemudian. Ia menceritakan bahwa masih berbisnis tetapi lebih lengkap. Pengusaha ini menyulap pabrik batu bata menjadi bisnis bahan bangunan. Dia menjadi ditributor granit dan keramik di Palembang.

Toko bahan bangunan yang bernama Anton Jaya lengkap. Cokro tak susah untuk membesakan bisnis tersebut. Pasalnya ia sebagai pengusaha properti memiki jaringan bahan bangunan. Cokro mencoba membangun sinergi bisnis, jadi walau berekspansi masih dalam ruang lingkup sama.

Toko material tak lama menambah pundi- pundi penghasilan. Dia mampu mengantongi ratusan juta dari toko bangunan. Meskipun sudah besar tetapi tidak lupa kepada masyarakat. Ia tak mau menjual khusus untuk properti. Anton Jaya juga melayani penjualan sekala kecil bagi masyarakat umum.

Ia mampu mendistribusikan 10.000 meter keramik dan 2000 meter geranit. Pemasaran merambah sampai ke Muara Enim, Lahat, dan Pagaralam. Cokro tidak sekedar mengejar keuntungan. Bisnis yang dikelola diharapkan memberikan dampak besar di sosial.

Pecandu Narkoba Jadi Pengusaha Susu Miliaran

Profil Pengusaha Fauzan Rachmansyah


pengusaha susu miliaran
 
Membayangkan hidupnya nanti sebagai mantan pecandu narkoba. Tidak ada kata terlambat untuk jadi pengusaha susu miliaran rupiah. Fauzan Rachmansyah sangat bersyukur akan hidupnya selepas bersih. Dia memulai usaha dan mampu membanggakan kedua orang tua.

Pria kelahiran Jakarta yang telah salah memilih pergaulan. Semenjak SMP dan SMA, dia telah masuk jebakan narkoba dari kawan- kawannya. Dia kecanduan hingga membutuhkan pertolongan. Kedua orang tua Fauzan lalu mengirimnya keluar Jakarta.

"Saya terjatuh di dalam pergaulan dan ikut terbawa arus," ujarnya.

Mereka mengirim Fauzan berkuliah ke Yogyakarta. Dari sanalah, Fauzan mulai bangkit dan memulai kehidupan baru. Dia bekerja menjadi supir truk hingga tukang parkir. Ia juga pernah berjualan sepatu, sepeda, dan sparepart motor.

Keterpurukan Mantan Pecandu Narkoba


Kabar buruk terdengar bahwa ayahnya telah berpulang. Fauzan yang mendengar itu terpuruk, sedih karena ayahnya meninggal dunia. Kehidupan Fauzan kembali ke titik terendah, tetapi tidak untuk kembali ke narkoba. Ia lebih memilih memperbaiki diri mengikuti keinginan terakhir ayah.

Dia tidak serta merta menjadi pengusaha susu miliaran. Setahun setelah dirinya bersih, ayah Fauzan meninggal dunia. Kemudian itu menjadi pemicu untuk berubah lebih baik lagi. Dia yakin bahwa Tuhan akan membantu. Dia akan memberikan rejekinya untuk umat yang mau bekerja keras.

Rejeki tidak akan kemana begitu pikir bapak dua orang anak ini. Masa lalu memang tidak bisa diubah tetapi bisa diperbaiki. Ia kemudian ditawari bekerja sebagai marketing sebuah perusahaan. Perlahan ia mampu memperbaiki ekonomi.

Semenjak menjadi pegawai selalu kepikiran membuka usaha sendiri. Fauzan selalu kepikiran mau berwirausaha tetapi apa. Pria alumni Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (UII), yang lalu memilih berjualan susu.

Usaha itu bernama Kalimaki, yang dimulai di tahun 2011, yang langsung mendapat perhatian orang. Bayangkan dia bisa memperluas tempat jualan beberapa kali. Perharinya susu sapi Kalimaki mampu meraup omzet Rp.15 juta perhari.

Dia pun bisa membuka empat cabang di berbagai penjuru Kota Yogyakarta. Fauzan tidak berhenti lalu membuka cabang di Bogor dan Jakarta.

Mengapa memilih berbisnis susu ketimbang lain. Mungkin Fauzan bisa memilih berbisnis kopi, tetapi tidak malah memilih susu karena kesehatan. Ia begitu peduli akan kesehatan karena pengalaman. Dia melakukan penelitian dahulu sebelum berbisnis.

Taukah kamu bahwa konsumsi susu sapi kita rendah. Konsumsi Indonesia sekitar 5,6 kilogram per- kapita yang rendah dibanding Malaysia. "Kita harus menciptakan gaya hidup minum susu," pukas pengusaha susu miliaran ini.

Wirausaha Membantu Sesama


Dia sejatinya memang seorang petani susu asal Wonorejo, Kabupaten Sleman. Walau dia tak tumbuh di Sleman, tetapi mengenal lingkup petani susu. Dia mulai mendengar keluhan para petani susu, yang mengeluhkan harganya yang rendah, dan dibanding harga pakan sungguh tidak menguntungkan.

Harga susu rendah berkisaran Rp.2.900 per- liter. Bahkan bicara soal kualitas saja tidak menentukan. Mau bagus atau jelek, susunya tetap akan dijual di kisaran yang sama tidak lebih. Fauzan ingin sekali membantu hingga membulatkan tekat. Fuazan semakin bersemangat menyalurkan susu hasil mereka.

Untuk memenuhi keluhan para petani sapi, Fauzan membuka warung susu kembali dengan dipasok mereka dari Wonorejo dan Kaliboyong. Tetapi sempat mengalami hambatan ketika terjadi bencana alam.

Karena terjadi erupsi merapi, pembukaan warung yang direncana Januari 2011, dipercepat pada 2010 silam. Ia membeli susu mereka seharga Rp.4000 perliter.

"Sebagai upaya pemulihan petani susu di Kaliurang," ia menjelaskan.

Berdirinya warung susu tersebut menjadi pelega diantara bencana. Pengusaha Fauzan menjual susu mereka Rp.8000 pergelas biasa, dan Rp.15.000 untuk gelas jumbo. Bisnis ini berkembang sampai ia memiliki 42 sapi perah, dengan penghasilan Rp.10 juta perhari.

Ia lalu melakukan diversifikasi lewat yogurt dan es krim. Tak mau berhenti dia membuat usaha keju asli. Ia membutuhkan 280 liter susu perhari untuk kebutuhan konsumen. Semakin sukses membuat permintaan pasokan dari petani Kaliboyo dan Wonorejo meningkat.

Doker Gigi Jadi Pengusaha Boneka Gigi Anggani

Profil Pengusaha Anggi Hayani Harahap


dokter gigi jadi pengusaha
 
Mau boneka gigi yang lucu dan menggemaskan ini. Inilah kisah Anggi Hayani Harahap, Dokter gigi jadi pengusaha berhasil menarik perhatian. Prinsipnya berbisnis bukan cuma sekedar uang tetapi juga sosial. Sebagai Dokter, ia selalu memberikan penyuluhan gigi untuk bakti masyarakat.

Anggi memberikan penyuluhan untuk anak- anak di Medan. Ia keluar masuk kecamatan mengajak untuk merawat gigi. Tetapi ternyata penyuluhan yang dilakukan tidak diminati. Anak- anak tidak mau memperhatikan. Namanya juga anak- anak butuh inovasi agar mereka tertarik mengikuti.

Dokter Anggi tak patah semangat memberikan penyuluhan. Ia memiliki ide membuat boneka buat penyuluhan. Anggi ingin menciptakan boneka gigi untuk menarik perhatian. "Boneka itu berbentuk gigi graham yang diberi mata dan mulut yang bisa dibuka," tuturnya.

Dokter Gigi Jadi Pengusaha


Uniknya bila boneka dibuka maka akan nampak gigi di dalam. Ini ilustrasi dari gigi sebenarnya mulut manusia. Tujuan dibuatnya boneka untuk menarik perhatian anak- anak. Alat peraga kesehatan atau phantom ternyata sangat diminati anak- anak.

Boneka yang semula dibuat untuk kepenrlua pribadi saja. Kini diminati oleh teman- teman seprofesi Dokter gigi. Dasar ide pembuatan adalah agar anak bermain sambil belajar. Konsep boneka dengan gigi palsu yang asli ini lebih dikenal dengan Kenkou Doll.

Baik teman mahasiswa kedokteran ataupun para Dokter memesan. Orang tua anak- anak pun tertarik untuk memiliki. Tidak lagi sebatas alat penyuluhan keseahatan saja. Boneka gigi tersebut mulai dibeli semua kalangan.

Sejak September 2010, dari awalnya bukan bisnis, Anggi memutuskan untuk serius memproduksi untuk dikomersilkan.  Anggi memberi nama usahanya Kenkou Dolls & Souvenirs, yang menjual boneka bernama Dens in Dente dengan berbagai ukuran.

Dens in Dente merupakan nama karakter tersebut. Anggi menciptakan Mister Dente untuk gigi sehat, sedangkan karakter Kenkou Boy untuk boneka berlubang. Doter Anggi mematok harga Rp.150.000- 250.000 tergantung ukuran dan bahan.

Uniknya tiap boneka menghadirkan ekspresi sesuai keluhan. Wajahnya bisa nampak sedih karena ada lubang di gigi. Adapula boneka yang bergigi patah dan lidahnya berjamur. Semua keluhan gigi akan diekspresikan oleh si boneka tersebut.

Dokter gigi jadi pengusaha terbukti tak masalah. Bahkan Anggi mampu memperluas lini bisnisnya ke souvenir mug, stiker, kunci dan kaos. "Saya menjual produk secara online," ia menjelaskan. Dokter Anggi mengatakan menjual online meringankan biaya produksi dan efektif.

Dia dikenal juga aktif dalam organisasi kewirausahaan. Anggi mendapatkan penghargaan dari ajang Wirausaha Muda Mandiri. Ia menjadi sosok teredukatif lantaran dijual di sekolah, puskesmas, dokter gigi, dan instansi kesehatan.

Berkah mengikuti aneka ajang membuat produknya makin dicari. Ia diikutkan aneka pameran produk wirausaha. Produk Anggi pun semakin dikenal diantara masyarakat umum. Pengusaha muda yang produknya kini menjadi ikonik Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Dia juga pernah didapuk menjadi perwakilan Lomba Dokter Gigi se- Asia Tenggara. Ia ditugaskan untuk mengajarkan kesehatan gigi kepada anak- anak. Dengan menggunakan boneka ternyata sangat menarik. Anak- anak jadi lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan gigi mereka.

Boneka Gigi Kreasi

Hasil penyuluhan hampir 90% anak- anak tertarik akan boneka ini. Mereka sambil bermain belajar soal kesehatan gigi. Anak- anak akan diperkenalkan mengenai gigi seri, graham, dan taring. Dokter juga bisa mengajarkan mengenai cara menyikat gigi.

Ia dibantu dua orang teman yakni Hefni Fadillah Rambe dan Elpi Yana. Mereka menawarkan melalui online dan offline. Mereka juga menawarkan ke bazar- bazar untuk media promosi. Agar kualitas terjaga, pihak mereka telah mematenkan desain boneka giginya.

Ia sebagai pengusaha harus melakukan inovasi produk. Sempat merasa bertentangan tetapi akhirnya ia setuju. Banyak orang yang memintanya menjual boneka berwarna. Awal- awal Dokter Anggi sama sekali tidak setuju. Tetapi sebagai pengusaha dirinya mengalah memenuhi keinginan pasar.

"Awalnya saya sama sekali tidak setuju, mana ada boneka gigi warna- warni?" tukasnya.

Deras permintaan pasar untuk boneka gigi anaka warna. Dokter Anggi lalu mengeluarkan boneka berwarna hijau, ungu, biru, dan fuchia. Ia belajar mendengarkan keinginan pasar. Fakta bahwa dia tak lagi sekedar Dokter gigi, melainkan pengusaha muda yang tengah naik daun.

Sekarang ini, bisnis Anggi berkembang pesat, bila awal- awal omzet Rp.5 juta sekarang mencapai Rp.30 juta per- bulan. Dulu maksimal dia memproduksi 20 boneka perbulan. Sekarang dia mampu menjual 60- 80 boneka perbulan.

Usaha Ahli Feng Shui Membuat Logo Perusahaan

Profil Pengusaha Jessica Diana Kartika


usaha feng shui logo
 
Membayangkan altenatif usaha ahli feng shui ternyata ada. Jessica Diana Kartika membuka usaha konsultasi melalui logo. Pengusaha satu ini mengerjakan bisnis diluar kebiasaan sejenis. Dia dikenal sebagai pemimpin perusahaan konsultan, yang menggabungkan aspek feng shui ke logo perusahaan.

Logo bagi Jessica melambangkan harapan sang pemilik perusahaan. Ungkapan doa ada di dalam logo kecil tersebut. Selain menjadi identitas, logo ditangan Jessica dijadikan pembawa keberuntunga, yang telah disesuaikan dengan karakter si empunya.

Logo perusahaan melambangkan harapan. Sekaligus ini memberikan energi bagi masyarakat yang melihatnya. Menjadi persepsi di mata mereka mengenai usaha apa yang kita jual. Maka ini sangat krusial, pengusaha tidak hanya peduli akan tanggal atau letak usaha, karena logo ini juga penting.

"Selain melambangkan harapan, logo juga berfungsi untuk menciptakan persepsi di mata masyarakat, tentang produk yang kita jual. Karena itu logo harus melambangkan bidang usaha," tutur Jessica ke Kompas.com.

Pengusaha Feng Shui


Masyarakat mengaplikasikan perhitungan Feng Shui dimanapun. Perusahaan juga dipengaruhi oleh perhitungan ini. Harapan dan perhitungan berada di dalam logo perusahaan. Feng Shui akan menjadi keberuntungan perusahaan. Efek negatif diminimalkan dan positif ditingkatkan lewat perhitungan ini.

Logo akan menjadi sepertiga kesuksesan perusahaan. Sisanya sang pemilik usaha harus bekerja keras agar sukses. Menurut Jessica proses pembuatan logo menerapkan banyak aspek. Mulai dari karkter pimilik usaha, rekan bisnis, target pasar, bidang usaha dan klien.

Jessica mengatakan setiap orang memiliki karekter, bakat, dan potensi sendiri. Harus ada harmonisasi antara pribadi pemilik dan usaha. Perlu ada perhitungan berdasarkan tanggal, yang mana membawa aspek positif menjadi satu.

Ambil contoh usaha kuliner beruntung bila warna merah. Tetapi bukan berarti harus memakai logo berawana merah. Lihat dulu aspek kepribadian pemilik usaha yang ternyata biru. Warnanya identik dengan air sementara merah kuliner api.

Jessica menerapkan hal baru dalam pengaplikasian Feng Shui. Pengusaha wanita kelahiran 1987, bersama rekannya, Rudyant Wijaya, mengatakan tidak cuma logo. Mereka juga memberikan jasa konsultasi usaha. Tujuannya menyelaraskan usaha dan sang pemilik agar tercipta keberuntungan.

Ada keharmonisan antara pemilik, rekan kerja, dan tempat usaha itu sendiri. Tidak sebatas itu mereka juga memasukan Feng Shui dalam profil website, profil perusahaan, dan materi promosi usaha. Lima element yaitu api, air, kayu, tanah, dan logam.

Bahkan soal tulisan font juga memiliki rahasia tersendiri. Contoh font tebal memberikan aspek untuk kekokohan. Wanita lulusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Kristen Petra, Surabaya, yang telah meluncurkan buku "Feng Shui untuk Logo" dan "LOGO: Visual Asset Management".

Pembuatan logo membutuhkan waktu bervariasi. Banyak aspek Feng Shui yang diaplikasikan Jessica. Ini kembali disesuaikan akan kebutuhan si klien sendiri. Baginya mengatasi permintaan dari klien masih bisa diatasi. Layaknya usaha pada umumnya, dia menerapkan prinsip berorientasi dari klien.

Berkat usaha ahli Fengs Shui membuat logo perusahaan. Jessica sukses mendapatkan penghargaan dari ajang Wirausaha Muda Mandiri. Ia mendapatkan penghargaan pengusaha yang terinovatif, dan teredukatif di 2012 silam.

Bidang logo mendapatkan penghargaan Outstanding Design, International Furoshiki Design Festival di Jepang. Jadi bukan sembarangan ya Jessica memang memiliki kemampuan desain. Dia berhasil memadukan antara keahlian dengan bisnisnya, yang dikemas lebih variatif dibanding usaha umum.

Segoe Njamoer Mendorong Petani Jamur Berwirausaha

Profil Pengusaha Mahendra Ega Higuitta


jualan sego jamur

Ada banyak bagi seorang pengusaha memberikan efek positif. Segoe Njamoer mendorong para petani jamur berwirausaha. Mereka memfasilitasi dengan gaya khas anak muda yang kreatif. Didirikan oleh Mahendra Ega Higuitta dan Rizki Aris Yunianto, yang semua berawal dari progam kemahasiswaan.

Mereka mengiikuti Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM- K), bersama beberapa mahasiswa lain pada 2010. Target mereka mengajari santri- santri di Pondok Pesantren Roudlotul Muttaqin. Ega bersama teman- teman mengajari mereka caranya menanam jamur.

"Setelah berhasil, ada kebingungan bagaimana cara memasarkan hasil panen jamur," jelas Ega.

Dia lalu berkreasi bersama Rizki membuat nasi kepal jamur. Namanya onigiri khas Jepang yang telah dimodifikasi. Dikepal mirip jajanan Jepang tetapi dengan gizi tinggi. Menurut Ega tanaman jamur ini memiliki cita rasa bergizi tinggi.

Pengusaha Sosial Petani Jamur


Padahal harganya murah tetapi kenapa jamur susah dipasarkan. Semestinya Ega beranggapan bahwa ini mudah dipasarkan. Harganya murah terjangkau, gampang diolah, rasanya enak, dan lezat. Ega cuma butuh mengolahnya menjadi makanan khas.

Produk unik yang layak dijual karena rasanya enak. Dia kemudian memberi nama makanan tersebut "Segoa Njamoer". Awal- awal produk tersebut cuma berbungkus kertas minyak. Mahasiswi Teknik Fisika ITS, yang kemudian mengikuti kompetisi kewirausahaan.

Segoe Njamor Mendorong petani jamur berwirausaha. Melali usaha yang dia lakukan bersama Rizki, diharapkan akan menjadi hilir produk mereka. Sego Njamoer mungkin nampak cepat naik berkat lomba kewirausahaan. Hadis lomba pun dijadikan modal untuk meningkatkan kualitas produk.

Dana tersebut dibelikan rombong, logo, desain kemasaran, dan perlengkapan. Gerai pertama cukup dia tempatkan di kantor Sekertariat BEM FTI, ITS. Banyak kendala dirasakan oleh mereka berdua jadi bukan mudah. Pengalaman menjadi mahasiswa ternyata tidak cukup buat berjualan di jalan.

Kendala utama mereka ketika Ramadhan dan liburan Universitas tiba. Ega bersama rekan- rekan lalu mengakali dengan jualan sore. Mereka menjual Segoe Njamoer sebagai menu berbuka puasa. Sebuah tim terbentuk, yang bekerja mengikuti aneka kegiatan kemahasiswaan untuk promosi.
Mereka memajang gerobak mereka di acara besar kampus. Masalah lainnya, mereka tidak memiliki gudang penyimpanan, karena jamur yang datang harus disimpan dahulu. Pernah stok jamur seberat 20 kilogram membusuk karena liburan. Kas perusahaan mereka menipis untuk menalangi bahan busuk itu.

Kendala- kendala tersebut dianggap perjalanan menuju masa depan. Mereka optimis bahkan terus berjualan nasi jamur. Ega dan rekan kemudian membuka peluang franchise nasi jamur. Bisnis ini terus berkembang dengan 17 outlet di 17 kota di Pulau Jawa.

Mereka menjual makanan cepat saji berbahan jamur. Segoe Njamoer telah masuk ke beberapa mal di Jawa Timur. Produk mereka semakin beragam. Meliputi nasi jamur, jamur krispi, siomay, sosis solo, sosis bakar, pentol, es krim, dan green tea macha.

Ega bekerja dengan teman- temanya sebagai tim. Walaupun tidak semua mareka terjun langsung lagi ke bisnis ini. Mereka pasti memastika keadaan outlet berjalan lancar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba