Sukses Nelayan Entrepreneur Bulu Babi Yuri Pratama

Profil Pengusaha Yuri Pratama


pengusaha muda bulu babi
 
Siapa sangka nelayan menghasilkan jutaan rupiah. Yuri Pratama sukses nelayan entrepreneur bulu babi. Ya, seperti namanya, Yuri asik berbisnis bulu babi yang ternyata banyak peminat. Lebih lanjut pengusaha muda 26 tahun ini menceritakan awal mulanya, bagaiamana berbisnis bulu babi.

Dulu dia bekerja di bidang ecotourism, atau bekerja di wisata ekologi. Nah pekerjaanya dekat dengan pantai dan kelautan. Mangkanya dia lalu tau bahwa bulu babi memiliki kelebihan. Selain itu bahwa fakta masyarakat Indonesia membuang bulu babi, maka disanalah ada kesempatan berbisnis.

Padahal bulu babi menurut buku mengandung banyak protein. Kenapa masyarakat Indonesia malah memperlakukan seperti sampah. 

"...tetapi di Indonesia (bulu babi) dibuang di pinggir jalan," papar nalayan entrepreneur ini.

Pengusaha muda ini menjelaskan kembali bisnisnya. Dia mulai melakukan serangkaian riset sendiri. Tentang manfaat bulu babi hingga apa produk turunan. Pengusaha bulu babi pertama di Indonesia ini terbilang nekat karena sama sekali tidak ada contoh.

Pengusaha Muda Bulu Babi Pertama

Dalam benaknya dia harus menghubungi pihak terkait. Dalam hal ini Yuri mengunjungi pihak KKP atau Kementrian Kelauatan dan Perikanan. Sayangnya, mereka menganggap rendah ide bisnisnya, pasalnya memang merupakan hal baru bisnis bulu babi.

Memiliki garis pantai terpanjang di dunia, justru penguasaan bisnis bulu babi berada di Filipina, Asia Tenggara. Miris bukan mendengar hal tersebut jelas. Bahkan negara seperti Amerika, Norwegia, Eropa Timur, dan lainnya, lebih sukses jadi produsen dibanding Indonesia.

Berbekal keyakinan yang lebih banyak nekat sih. Pengusaha muda ini mulai membuka usaha bulu babi sendiri. Usaha sederhana bermodal Rp.4- 5 juta dahulu. Sekarang, dia memiliki tujuh keramba bulu babi di tiga pulau, dari Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.

Masa panen empat bulan sampai enam bulan sekali. Dimana ia memanen 18- 100kg, satu karungnya atau setara 1kg dihargai Rp.250 ribu, lalu untungnya 40 persen. Dia tidak mau meraup untung sendiri, jadi Yuri megajak nelayan- nelayan lain berbisnis bulu babi bersama.

Konsep entrepreneur baginya adalah memberdayakan bersama. Yuri mengajak nelayan pulau Tudung mengelola bulu babi. Ia mampu membuktikan bahwa bulu babi buka sampah. Usaha pembenihan dengan kapasitas 1000 ekor dibantu para nelayan lokal.

Modal digelontorkan oleh Yuri sekitar Rp.20 jutaan. Kapasitas terus meningkat dibanding awal dia memulai usaha. Harapan Yuri untuk menembus pasar ekspor terwujud dan terus berkembang.

Viagra Alami dari Bulu Babi


Entrepreneur Yuri Pratama menjelaskan kelebihan bulu babi. Kenapa sih banyak negara asing yang tertarik membeli. Pertama, fakta bahwa bulu babi mampu menjadi pengganti viagra, menurutnya ini adalah konsep seagra, alami dibanding kandungan kimia pada pil biru.

Seagra merupakan ekstra telur bulu babi yang kaya asam amino dan protein. Cocok untuk menaikan stamina pria dalam keseharian. Kandungan Omega 3 menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Ini akan meningkatkan aliran darah dan mempelama tingkat ereksi.

Produk bikinan Yuri mengandung tinggi Selenium dan Zinc. Meningkatkan vitalitas agar jumlah dari testosteron meningkat. Bulu babi meningkatkan kualitas jumlah sperma pria.

Sosok Yuri Pratama, lulusan Universitas Indonesia, menangkan ajang Wismilak Diplomat Success Challange 2010 merupakan langkah awal. Produk hasil budidaya miliknya menembus pasar ekspor ke Jepang. Dari diolah menjadi bahan suplemen hingga menjadi bahan baku kosmetik wanita.

Dia juga lulusan Trisakti Business School dan INSEAD Singapura juga. Menawarkan konsep nelayan preneur dibawah bendera Urchindonesia. Ia membantu nelayan agar naik pangkat jadi pengusaha. Dia membantu mereka membudidaya bulu babi, yang prospek tetapi jarang dikembangkan orang.

Dari Pulau Tidung, usahanya merambah sampai ke Pulau Panggang dan Pulau Pari. Banyak nelayan tertarik bergabung termasuk nelayan wanita. Mereka akan bertugas mengolah, dari panen sampai proses produk olahan.

Awal Mula Madu Pramuka Kisah Wirausaha Berkah Alam

Profil Pengusaha Madu Wawan Darmawan


pengusaha madu pramuka

Orang pasti berpikir bahwa madu pramuka adalah jenis madu. Ternyata awal mula madu Pramuka yaitu kisah wirausaha alam. Orang berpikir ini bukanlah merek dagang atau brand usaha. Awal mula madu Pramuka ternyata adalah sebuah perusahaan asal Cibubur.

Diproduksi sejak tahun 1973, oleh perusahaan PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, yang awalnya bernama Pusat Perlebahan Apriri Pramuka. Didirikan dan diplopori oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Purn) H. Mashudi, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat.

Sosok Mashudi sendiri kurang aktif dalam perbisnisan perusahaan. Namun, dialah sosok pelopornya, dimana pada 28 Mei 1970, pengusaha Mashudi lah penggagas model peternakan lebah yang modern. Kawasan bernama Pramuka tersebut disulapnya menjadi satu workshop memproduksi madu.

Mereka menampung aktifitas peternakan lebah di lingkungan Gerakan Pramuka. Singkat ceritanya kepala usahanya mengusulkan kepada Bapak Mashudi, usulannya agar dirubah menjadi Perseroan terbatas, inilah awal kisah wirausaha perusahaan madu Pramuka.

Kisah Wirausaha Madu Pramuka


Usulan tersebut dimaksudkan mempermudah kontrak kerja dengan perusahaan lain. Akhirnya tepat pada 5 Januari 2005 lalu, nama Pusat Perlebahan Apriari Pramuka resmi menjadi persereoan terbatas, yakni menjadi PT. Madu Pramuka.

Namun kita tak akan membahas biografi H. Mashudi pendiri Madu Pramuka. Tetapi bercerita tentang kisah wirausaha Wawan Darmawan, yang merupakan Direktur Utama PT. Madu Pramuka sekarang. Terhitung sudah 27 tahun semenjak Pak Mashudi menunjuknya.

Pria setengah baya ini memang bukan orang baru dalam dunia bisnis. Di tahun 1998, dirinya pernah bekerja di satu perusahaan asing. Kemudian mengundurkan diri buat mengelola madu pramuka.

Mashudi percaya kemampuan Wawan mengelola Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (belum berubah nama). Ia tangkas membenahi aspek manajemen perusahaan. Produksi perusahaan itu sangatlah kecil per- tahunnya.

Dia benar fokus menggarap bisnis Apriari. Semuanya ditatap bertahap olehnya. Hingga Wawan bisa meningkatkan produksinya. Keuangan organisasi terbut perlahan menanjak. Di tahun 2005, dia lah yang mengusulkan Apriari dijadikan perusahaan, dan akhirnya mengelola sampai terkenal.

Ya, dialah otak dibalik bisnis madu Pramuka, mengusulkan langsung kepada Jendral Mashudi. Intuisi bisnisnya memang bergerak maju. Alhasil produksi madu bisa meningkat drastis dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Saat ini, produksi madu kami 10- 15 ton per- tahun," terangnya kepada Jawa Post.

Bermodal Madu Pramuka lah pula, pengusaha Wawan mampu membantu banyak orang lewat lapangan pekerjaan. Dari konsep perusahaan budidaya madu lebih produktif dan profesional. Dan fakta lain, perusahaan ini telah membantu banyak peternak lebah di penjuru Indonesia.

Awal Mula Madu Pramuka Bermula Organisasi Masyarakat


Sejak dipimpin dirinya, cabangnya sudah sampai ke Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Itu adalah cabang penjualah loh. Kalau pusat produksinya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain itu visinya sebagai bagian dari jiwa Organisasi Pramuka masih ada. Bahkan seolah menjadi amunisi buat menarik masyarakat juga. Karena mampu mengisi arus khas di Kwarna Pramuka dan berdikari. Menurut Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, bahwasanya anggaran pemerintah terbatas.

Arus kas dari Madu Pramuka menjadi andalan sekaligus contoh peternak lebah. Bahkan rejekinya tak terputus mampu mensejahterakan 200 orang karyawan. Kak Wawan (sapaan akrab warga Pramuka) tidak cuma memenuhi materi. Bahkan mereka mampu memberangkatkan Haji- Umrah karyawannya.

Diatangan dinginnya, bisnis Madu Pramuka tak cuma jualan madu. Dia mampu mengekstensifikasi bisnis. Seperti berjualan peralatan beternak lebah, penyedian bibit lebah, jadi tempet pelatihan lebah, tempat pengobatan tradisional (sengetan lebah atau Apitherapy).

Disini juga sebagai wahan rekreasi edukasi masyarakat. Selain itu Wawan juga diharapkan mampu mengembangkan entrepreneurship bagi generasi muda Pramuka. Secara serderhana dijelaskan bahwa potensi peternakan madu di Indonesia, masih sangatlah berpeluang besar.

Sekjen Asosiasi Perlebahan Indonesia itu menjelaskan, selain itu tren konsumsi madu juga sudah berubah, ini benar- benar peluang. Dari cuma sekedar buat pengobadatan beralih ke konsumsi harian. Hitungan total dari produksi adalah 15- 20 ribu ton, berbanding konsumsi 10- 15 gram/kapita/tahun.

Bayangkan jika ini dikombinasi dengan pengolahan khusus. Seperti pengusaha mengolahnya nanti menjadi donat madu; masih ada peluang basar! Pengalaman di ranah kongres perlebahan ASEAN. Menurutnya kelemahan Indonesia masih sama seperti bisnis lainnya,

Sayangnya, masih kurangnya dukungan pemerintah, membuat madu Pramuka seolah tidak berkembang. Padahal jenis madunya, Wawan menyebut Indonesia itu kaya, ada madu bunga randu, madu karet, madu rambutan, madu bunga mangga, adapula madu hutan asli Kalimantan.dll.

Soal siapa baik memulai bisnis madu, ia menjelaskan baiknya merupakan orang yang penyayang lingkungan. Madu alamiah menurutnya akan lebih baik mutunya.

"Banyak sukanya kerja di bidang ini. Dukanya, ya paling tersengat lebah. Disengat lebah kalau kata orang- orang itu kan ngeri- ngeri sedap," terangnya bercanda. 

Dia juga aktif menyulap bumi perkemahan menjadi tempat budidaya lebah. Bukan karena tanpa alasan selain ini bisnisa ramah lingkungan. Bisa pula membantu membuka lapangan pekerjaan baru. Penulis sendiri pernah liat di daerah Batang, Jawa Tengah.

Pengusaha Hisyam Bawahab Membuka Paparon Pizza

Profil Pengusaha Hisyam Said Bawahab


pengusaha hisyam

Profil Hisyam Said Bawahab, pria kelahiran 15 April 1954, yang masih ingat betul masa- masa perjuangannya dulu. Pengusaha Hisyam Bawahab pernah menjajakan es di daerah Cikini, Jakarta Pusat, pada tahun 1980. Itulah momen yang merupakan titik balik hidup Hisyam kini.

Jejak- jejak usaha pria paruh baya ini sudah dimulai sejak SMA, pergi merantau ke Palembang untuk bekerja di perusahaan besi tua. Tak betah, ia kembali ke Jakarta lalu bekerja di toko material.

"Saya jadi kuli angkut kayu, nurunin dari truk- truk. Tak jarang tidurpun diatas papan." kenangnya.

Empat tahun kemudian Hisyam bekerja di perusahaan es. Dia pernah bekerja sebagai sopir es. "Saya nyetir ngirim balok es dari Pulo Mas sampai Ampera, ke Buncit, Kebon Sirih, terus muter dari jam 2 dini hari sampai pagi," kenang pria berdarah Arab- Betawi.

Kembali berhenti bekerja, pengusaha Hisyam Bawahab lalu memulai usaha sendiri yaitu berjualan es di Cikini. Nasib membawanya bertemu si pembeli, yang ternyata adalah pemilik dari PT. Umawar, sekaligus pemilik UI Metal Work (UMW).

Pengusaha Hisyam Bawahab Bisnis Perkakas


Sang pengusaha metal baru saja pulang dari Inggri. Dia menawarkan Hisyam Bawahab bekerja untuk perusahaan barunya. Perusahaan baru di bidang metal works. Ia tak perlu berpikir sejenak saat itu. Hisyam mendapatkan banyak pelajaran bisnis dari sana.

Bahkan tak berlangsung lama, ia membuka bisnis sendiri. Dua tahun sudah bekerja menjadi sopir balok es. Kemudian bekerja di bidang Metal Works. "Setelah menyetir es balok selama dua tahun, saya kerja di metal works," papar pengusaha Hisyam Bawahab.
 
Dari situ dia mendapat ilmu tentang hal-hal mengenai teknik. Akhirnya Hisyam berhenti karena dia merasa sudah cukup kerja dengan orang lain. "Maka saya coba merintis usaha sendiri," tuturnya. Dia menjalankan bisnis pertama secara profesional, usahanya dibiang peralatan rumah tangga.

Dibantu tiga karyawan, Hisyam membuat perlengkapan dapur berbagai ukuran. Ada kawan kemudian menawarinya tanah kosong. Di sana perusahaan miliknya berdiri kokoh pertama kali. Di perusahaan itulah yang kemudian bernama PT. Hatindo Metal Utama di tahun 1985.

Dimana produk metal khususnya peralatan dapur komersial diproduksi, seperti meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust, van dan kompor.

Demi kualitas terbaik bagi konsumen maka perlu perjuangan. Hisyam memberanikan diri mengimpor produk lain. Dia mengimpor produk oven, mixer, steamer dan ricecooker besar. Perkembangan bisnis Hisyam cukup pesat berkat aksi nekat impor tersebut.

Dia mampu menjual seperangkat dapur untuk restoran senilai 300 juta per- gerai. Hasilnya nanti dikumpulkannya sedikit demi sedikit guna membeli tanah 1000m2 di Ciputat, Jakarta Selatan. Tanah tersebut kemudian dijadikan sebuah pabrik baru yang lebih luas.

Sisa uangnya dibelikan beberapa mesin bekas untuk produksi. Untuk bahan baku cukup dibelinya di kawasan Jakarta Barat. Perusahaan yang dibangun semakin besar, melayani berbagai pesanan dari seluruh Indonesia.

Pengusaha Impor Perlatan Rumah Tangga


Perkembangan Hatindo menjual aneka produk ke perusahaan lain. Mereka mulai menjual produknya ke hotel- hotel bintang lima, seperti hotel Hilton, restoran Ponderosa di Widjoyo Center serta Bandara Soekarno-Hatta.

Restoran Pizza Hut juga pernah mempercayakan pengadaan alat dapurnya kepada Hatindo. Ekspansi dari Pizza Hut yang sangat cepat di tanah air, membawa keuntungan bagi Hatindo berlipat. Dan perusahaan telah mampu mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerai.

Kemudian juga memperoleh orderan memproduksi box pengantar Pizza. Bisnis dari Hatindo semakin matang, seiring berbagai pesanan besar. Mungkin dari pengalaman itu pula membuatnya berpikir merambah bisnis restoran, terutama bisnis pizza.

Hasyim pun mencicipi hasil bisnis yang dulu menjadi garapannya. Tepat di 2001, dia membangun Papa Ron'z Pizza yang lisensinya didapatkan dari seorang teman, Ron Muller. Ia membuka gerai pertama di Warung Buncit, sekaligus menjadi yang pertama ada di Indonesia.

Kemudian dilanjutkan satu gerai lagi di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan dan di Depok. "Saya memutuskan menggeluti bisnis lain, karena saya lihat Hatindo bisa jalan sendiri, tinggal melakukan pengawasan saja," ujar Hisyam.

Tidak berhenti di Papa Ron'z Pizza, ia pun mencari bisnis lainnya yaitu bisnis peralatan dan mesin pendingin, CV. Kotajaya. Perusahaan yang terletak di kawasan Buncit, Jakarta Selatan, tumbuh menjadi pemasok pendingin di hotel- hotel, restoran, kafe- kafe, bahkan rumah sakit dan pabrik.

Seiring tumbuhnya teknologi informasi, dirinya bersama seorang kawan mendirikan majalah Pasar Ponsel. "Dulu kalau untung, saya lebih memilih untuk memutarnya. Kini saya lebih memilih investasi ke bidang yang lain seperti properti."

Pada 1994, Hasyim mencoba bisnis properti yaitu membeli tanah kemudian membangun perumahan Pesona Agung sejumlah 23 unit rumah di daerah Lenteng Agung, diatas selua 2Ha. Kemudian berkembang dengan membangun gedung bertingkat dan ruko di sepanjang Warung Buncit.

Kawasan bisnisnya termasuk yang strategis. Dia lantas membangun perumahan, ada 22 rumah sekitar Bintaro, perumahaan Pesona Eksklusif. Kemudian 35 rumah di kawasan pinggiran Jakarta, di daerah Ciputat, Supratman, Pondok Rangon dan Jati Makmur, dan bergabung perusahaan Fim Jasa Ekatama.

SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Cara Menjadi Entrepreneur Keren Dustin Moskovitz

Artikel Bisnis Cara Menjadi Entrepreneur


cara menjadi entrepreneur

Co- founder Facebook, Dustin Moskovitz, dikenal sebagai miliarder termuda pada tahun 2013 versi majalah Forbes. Menceritakan tentang cara menjadi entrepreneur keren ala para Pendiri Facebook. Ia kemudian digantikan oleh seorang wanita bernama Perenna Kei.

Bagi kamu mungkin pernah menonton film the Social Network, meski terlihat memiliki peran remeh di film, Dustin adalah salah satu otak berdirinya Facebook. Sukses menjadi co- founder membuatnya memiliki nilai kekayaan $8,2 miliar.

Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan lain setelah keluar dari Facebook, yaitu Asana. Baru- baru ini Dustin mempresentasikan apa yang disebut "Cara Menjadi Entrepreneur Keren". Apakah seperti dia bersama Mark sukses meluncurkan Facebook.

Apakah keren itu seperti di film, dengan pesta hura- hura setelah sukses menghasilkan miliaran dollar. Nyatanya melalui sebuah startup deck, ia mencoba menghilangkan pikiran itu dari kita. Jujur. Ini merupakan saran yang cemerlang tapi tak segelamor media dan Hollywood tampilkan.

Cara Memulai Start- Up


Dustin menjelaskan di sebuah kelas Stanford University. Kamu pasti terjerumus oleh penggambaran dari Hollywood dan meda, tentang romantisme entrepreneur. Sekali lagi yang paling sangat utama adalah tau kenapa kamu mau memulai sebuah perusahaan.

4 hal yang diinginkan seseorang dari perusahaanya: satu diantaranya adalah keglamoran hidup, kamu semestinya menjadi bosnya, punya fleksibilitas, terutama mengenai apa agenda kamu hari ini, dan kamu memiliki kesempatan membuat sebuah pengaruh besar dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Kenyataannya adalah tidak begitu glamor, ada sisi buruk untuk menjadi seorang pengusaha, dan yang lebih penting, apa yang kamu benar- benar habiskan waktu kamu hanya pada lebih banyak kerja keras." jelasnya.

Alasan Menjadi Entrepreneur Startup


1. Glamor
2. Kamu akan menjadi bosnya
3. Fleksibilitas
4. Kamu akan semakin banyak uang dan berpengaruh

Jika kamu melihat bagaimana di film kita the Social Network, Dustin menggambarkan itu terlalu berlebihan. Bagaimana mereka bekerja adalah laptop dan headphone.

Sebuah foto menunjukan Mark Zuckerberg asik dengan keduanya. Satu tanda jari tengah menunjukan bahwa dia sibuk.... dan tak ada waktu untuknya bersosial. Semuanya dikerjakan dalam satu tim dimana dia, Mark, dan beberapa orang duduk bersama lalu membahas semuanya...

bukan seperti film yang penuh kejeniusan satu orang. Menjadi entrepreneur berarti bisa bekerja bersama orang lain.

"Mengapa [startup] membuat stress? kamu punya banyak tanggung jawab. Kamu memiliki ketakutan akan kegagalan atas nama diri sendiri dan semua orang yang memutuskan untuk mengikuti kamu ...

Ben Horowitz suka mengatakan nomor satu peran CEO adalah mengelola psikologi kamu sendiri. Itu benar-benar benar; pastikan kamu melakukannya. " terang Dustin tentang tugas CEO sebenarnya. Ini bukan hanya tentang satu kegagalan sendiri.

Yang sebenarnya bukan kamu sebagai bosnya, tapi kita semua dalam perusahaan adalah bosnya. Semua itu hanya tentang pekerja, pelanggan, patner, pengguna, media adalah bos kamu, bukan kamu. Hidup dari hampir semua CEO adalah melapor ke semuanya...

Jika kamu ingin menjadi berkuasa atas orang lain, ikutlah garis depan tentara atau pergi lah menjadi polisi. jangan menjadi entrepreneur, begitu terang Phil Bin, CEO dari Evernote.

Begitulah Dustin Moskovitz menjelaskan apa itu entrepreneur melalui satu slide -nya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba