Entrepreneur Wanita Singapura Membangun Bisnis Spa Premium

Profil Pengusaha Ponz Goo


entrepreneur wanita singapura

Terlahir dari keluarga kaya, entrepreneur wanita ini mencoba membangun prinsip. Tidak mudah bagi Ponz Goo membangun bisnis sendiri. Terlahir kaya dia membangun bisnis spa premium. Ia mencoba membangun bisnis sendiri, lantas apakah hambatan dilalui Ponz Goo.

Bersama saudara perempuan, Ms. Yean Goo, mendirikan HAACH pada Oktober 1997. Dia bekerja sendiri sebagai terapis, sejak dari nol, berusaha keras mencapai satu posisi manejer. Ponz memiliki kepercayaan terhadap dirinya dan memiliki tekat tinggi bekerja sendiri.

Dia melakukan segala kerja keras. Mengerjakan sendiri yang dibutuhkan industri bisnisnya. Ms. Ponz mengetahui semua proses bisnis spa. Ponz bekerja keras di tiap- tiap pos pekerjaan. Dimulai sendiri tetapi tidak langsung menjadi atasan.

Dimulai dari bagian Departmen Promosi Perusahaan dan Relasi Publik; Penjualan dan Marketing, Departemen Komunikasi dan Kreatif. Dari Departemen Pengembangan Bisnis dan Proyek Spesial, bertahap Ponz Goo diangkat menjadi kepala eksekutif atau CEO pada 2003.

Entrepreneurship Bisnis Spa Premium


Haach memiliki target jelas dalam berbisnis. Mereka profesional dalam pelayanan personal spa premium. Mengerjakan berbagai hal menganai pelayanan personal, seperti halnya Spa, Face Care, Skin Care, Body Care, Massage Care, Hand & Foot Care dan Product Care.

Mereka menggunakan standar Barat dan pengaruh asli Asia. Menggabungkan dua hal menjadikan bisnis spa premium berbeda. Ponz Goo, adalah entrepreneur wanita yang mengerjakan berbagai hal baru dan inovasi untuk bisnis- bisnisnya.

Dibawah bendera Haach sebagai pelopor bisnis spa premium. Mereka tidak melupakan asal- usul mereka. Ponz Goo dibesarkan dalam keluarga tradisional Cina, di mana nilai kejujuran adalah prinsip fundamental dan menjaga harga diri orang lain adalah esensi dari hidupnya.

Kualitas inilah, Ponz mengatakan, membuat Haach bisnisnya seperti sekarang ini - merek lokal yang terpercaya dan memenangkan berbagai penghargaan. Sebut saja Singapore Promising Brand tahun 2002- 2004, terakhir mendapatkan penghargaan Best of Singapore, menjadikan merek Haanch global.

"Saya percaya pada kejujuran, transparansi dan nilai wajar untuk semua layanan yang diberikan, sehingga Haach dikelola dengan cita-cita ini dalam pikiran," tutur entrepreneur wanita ini.

Baginya profesionalisme merupakan hal terpenting. Mangkanya Ponz memulai mengerjakan semua dari nol. Mereka bersinar karena layanan profesional tersebut. Mereka mengijinkan klien untuk menilai sendiri. Dimana 60% klien Haach kembali dan mendapatkan pengalaman menyenangkan.


Pada tahun 1997, Haach Face, Skin and Body Care didirikan oleh Ponz, beserta kedua adiknya dalam entrepreneurship. Ini merupakan satu upaya untuk mewujudkan impian ayahnya. Mendirikan satu usaha bersama keluarga bersama-sama.

"Kami mengidentifikasi kebutuhan pasar yang tidak ditangani baik para pemain pasar dan mulai membangun gaya hidup sehat dan konsep kecantikan," jelasnya.

Haach juga lahir dari keinginan mengatasi kurangnya profesionalisme. Dalam industri spa premium orang bernada sinis, dan Haach memberikan wanita rasa percaya diri. Mereka akan merayakan siapa mereka sebenarnya, daripada memuja yang bukan mereka.

Sebelum Haach, Ponz adalah Quantity Surveyor dalam industri berat dimana dirinya menjadi satu- satunya. Ia bekerja ditempat dimana laki- laki mendominasi hidupnya.

"Menjadi seorang wanita dalam industri yang didominasi laki- laki memperkuat tekad saya karena saya sering dinilai oleh bagaimana aku melihat daripada apa yang saya tahu; ini merupakan faktor penting untuk di Haach kita memperlakukan semua orang untuk siapa mereka."

Ponz percaya dirinya dan memiliki tekad level tinggi. Dia  melakukan kerja keras yang dibutuhkan untuk pemahaman yang lengkap dan menyeluruh di satu industri. Bergabung dalam bisnis Haach, ia bekerja dari nol, memulai semuanya sebagai therapis pemula.

Hingga kini terus berjalan sampai pada level manajerial, lalu level eksekutif. Ponz tau betul tentang aspek pelayanan yang utama, membuatnya lebih ke bawah atau down to earth. Ia juga memainkan peran penting bagaimana mengarahkan branding, pemasaran & komunikasi saluran perusahaan.

Konsep dan strategi Haach, adalah memplopori bagaimana pemasaran jaringan premium. Memberi contoh diri sendiri, sebagai seorang wanita yang sukses sarjana ilmu konstruksi manajemen dan ekonomi di Royal Melbourne Institute of Technology di 1996.

Contoh bagaimana bekerja Quantity Surveyor dalam industri pembangunan. Bisnis Haach adalah satu pelayanan dengan contoh dirinya sendiri. Haach didirkan Oktober 1997, lalu guna lebih memahami dasar bisnisnya, ia akhirnya mengejar Diploma dari Switzerland's Cidesco International di 1998.

Sebelum membangun Haach, Ponz Goo belajar di instutusi terkenal dibidang kesehatan tubuh, spa dan therapi kecantikan. Hari ini, Ponz Goo adalah Chief Executive Officer dari Haach Holdings Pte Ltd, dinamis memimpin strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Pada promosi akhirnya untuk Chief Executive Officer lagi, Ponz berujar menyampaikan ucapan terima kasih, "ucapan terima kasih dan kepercayaan dari para eksekutif  dalam realisasi gambaran saya akan Haach."

Entrepreneur Wanita Peraih Penghargaan


Sebagai CEO dan pendiri perusahaanya, ditangannya HAACH diganjar banyak penghargaan, antara lain: Enterprise 50 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Award 2002/ 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Most Distinctive Award 2004, dan Singapore Promising Brand Silver Award 2004.

Haach juga meraih International Superbrands Singapore 2002/ 2003/ 2004/ 2005 dan juga Global Entrepolis Award 2004. Ponz juga diganjar penghargaan Entrepreneur of the Year Award 2003, Finalist for the Young Chinese Entrepreneur Award 2003 and the Spirit of Enterprise Award 2003.

"Hal ini selalu sangat menyenangkan untuk melihat orang lain mengakui upaya kami yang dimasukkan ke dalam bisnis," jelasnya.
Ada kepuasan ketika masyarakat mengakui bisnis kamu. Inilah yang dirasakan Ponz Goo, yang siap memasukan dirinya ke dalam. Bagaimana Haach merepresentasikan sosok Ponz Goo pribadi. Bukan bisnis spa premium biasa.

Tetapi mereka memberikan contoh langsung nyata. Ketika beban kerja semakin intens Ponz akan, "mundur ke diri sendiri dan merenungkan fakta bahwa saya melakukan apa yang saya sukai, membantu orang dan juga memajukan industri di Singapura."

Ponz juga memiliki me time sendiri untuk mengisi ulang. Agar baterai semangat entrepreneurshipnya selalu terisi penuh. Dia menyukai traveling ke kota- kota baru, melakukan hal baru, hal yang nanti membuka ide- ide baru tentang Haach.

Sebuah quote inspirasi, entrepreneur Ponz Goo - bekerja keras dan percaya pada diri sendiri. Selain itu, kamu harus selalu berusaha untuk memahami diri sendiri dan pasar. Mengetahui apa prinsip- prinsip yang membimbing kamu sendiri dan keyakinan.

Seorang pengusaha adalah seseorang yang selalu mencoba sesuatu yang baru. Orang yang selalu suka untuk mengembangkan bisnis ke depan. Kegagalan hanya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Baginya bekerja keras dari nol akan membuat kamu lebih belajar banyak.

Pengusaha Tempe Rustono Menjadi Miliarder di Jepang

Profil Pengusaha Rustono


biografi rustono tempe

Pengusaha tempe Rustono, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini, yang sudah 16 tahun hidup di negeri orang. Istrinya bernama Tsuruko Matsumoto orang Jepang. Dia memiliki dua orang putri yang cantik- cantik. Yaitu mereka Noemi Kuzumoto dan Remina Kuzumoto berusia 13 tahun.

Berbeda dua tahun dengan kakaknya di Jawa. Pengusaha tempe Rustono malah memilih hijrah ke Jepang dan akhirnya hidup bahagia. Bermodal membuat tempe sendiri, Rustono berhasil mengukir namanya, sebagai pengusaha sukses menjadi miliarder di Jepang.

Hanyalah seorang pendatang akan tetapi bukan amatiran. Ia tidak pernah menyangka pertemuannya dengan sang istri akan menjadi cerita menarik. Dia yang lulusan dari Akademi Perhotelan Sahid pada tahun 1987, bekerja sebagai bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta.

Atau, lebih mudahnya, dia hanya bekerja mengantar dan melayani kebutuhan tamu. Bertahun bekerja di sana, ia pun jatuh hati kepada wanita asal Jepang ini. Wanita itu Tsuruku Matsumoto kemudian dipersuntingnya di Indonesia.

Hijrah Pengusaha Tempe Rustono


Tahun 1997, keduanya memutuskan berhijrah ke Kyoto, Jepang, tempat asal istrinya. Rustono sempat bekerja di beberapa perusahaan Jepang. Dia bekerja mulai dari perusahaan sayur- mayur hingga perusahaan roti, dimana semuanya menuntut ketelitian dan tanggung jawab cukup besar.

Sebagai karyawan asing Rustono kesusahan beradaptasi. Saat itu, ketika menjadi pegawai, dia mulai belajar bagaimana berbisnis di negeri matahari terbit ini. Dia sadar bagaimana etos kerjanya para karyawan cukup tinggi.

Berkat pengalaman berbagai industri inilah jiwa kewirausahaan itu muncul. Hati kecilnya terdorong agar membuka usaha yang belum pernah ada di Jepang. Terinspirasi produk olahan nato, yang juga terbuat dari kedelai, ia lantas memilih berbisnis tempe walaupun tanpa pengalaman.

Meski keduanya sama- sama produk terbuat dari kedelai, keduanya memiliki cita rasa yang khas negara masing- masing. Ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni bisnis makanan dan pembuatan tempe.

Sebenarnya dia memiliki sedikit sekali ilmu tentang bisnis tersebut, namun tekatnya telah bulat. Dia harus melewati fase trial and error dimana ia terus mencoba dan mencoba. Rustono menjalani pekerjaan tersebut kurang lebih selama empat bulan.

Tak puas akan hasilnya, dia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa.

Kuatnya tekad dan semangat terus belajar memproduksi tempe. Akhirnya pengusaha tempe Rustono menuai manis. Dia berhasil membuat tempe yang lezat, bermodal bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil membuat tempe enak masih ada kendala lain menantinya di Jepang. Rustono berhadapan dengan ijin usaha yang terbilang cukup rumit di Jepang. Produknya perlu melalui serangkaian tahapan- tahapan penelitian dan tes akan kandungan produknya.

Tak hanya itu iklim di Jepang ternyata tak bersahabat dimana kelembapan udara bisa mencapai kurang dari 60%. Proses fermentasi tempe secara alami tidak bisa maksimal sehingga dibutuhkan sebuah peralatan khusus.

Semua kendala menjadikan pelajaran berharga baginya di sana. Ia pun sukses menghadapi semua tahapan serta kendala tersebut hingga tempe Rustono mendapatkan ijin. Rustono telah berhasil mengantongi ijin dari pemerintah setempat sehingga produknya kini bisa diperjual belikan.

Inspirasi Pengusaha Tempe Rustono


Produk bermerek Rusto Tempeh dikemas secara sederhana namun steril. Produk yang kemasannya menggambarkan kehidupan kampung di Jawa itu kini laris manis. Memanfaatkan kemasan produk 200 gram, sekarang ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai 16.000 setiap lima hari.

Ia memasarkan produk tempenya ini hampir ke seluruh penjuru kota di Jepang, baik di perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah-sekolah, hingga ke beberapa rumah sakit di Fukuoka. Karena ini menggunakan standarisasi berbeda dari tempat aslinya yaitu di Indonesia.

Rusto Tempeh menjadi panganan sehat menyehatkan bagi warga Jepang. Dari mulai produksi tempe ditambah kerja kerasnya kini Rustono sekeluarga bisa hidup nyaman di negeri jauh. Ia bahkan sekarang mampu membangun pabrik berkapasitas besar di pinggiran hutan dengan mata air jernih.

Pabrik baru tersebut luasnya mencapai 1.000 meter per- segi tersebut merupakan hasil kerja kerasnya kini. Ia semula hanya mengerjakan produk tempenya di rumah kecil bersama sang istri. Ia pun tak akan berhenti disana ketika jiwa kewirausahaan itu tumbuh terus.

Dilansir Tribunnews.com, ia yang telah sukses berbisnis tempe, tengah memperlihatkan bagaimana rumah dan pabriknya bekerja. Rustono juga menyebut dirinya telah memiliki segepok rencana bisnis baru. Dia telah memastikan bisnis tempe di Jepang akan terus berjalan.

Baginya kini ialah belajar kembali bagaimana agar berekspansi hingga ke berbagai negara lain. Kini ia tak hanya akan menjual tempenya di Jepang, tetapi juga sampai ke Korea Selatan, di Meksiko, Hongaria, Perancis, dan Polandia.

Masih banyak negara lain lagi yang ingin ditembus. Agar bisnisnya itu kuat, ia telah mempersiapkan dua negara utama siap menjadi pasarnya. Mereka adalah negara Prancis dan Meksiko. Kedua negara tersebut juga telah dikenal akan masakan khasnya.

Rustono telah mempersiapkan dua wanita yang mewakili negara keduanya. Mereka telah bekerja atau training cukup lama di pusat bisnisnya, Jepang.

"Biarlah urusan dalam negeri Jepang nantinya diatur keluarga saya, dan saya sendiri akan mencari tahu kesempatan bisnis ke negara lain," tekannya berkali- kali.

Ia baru saja membeli tanah seluas 4.000 meter persegi di dekat rumahnya seharga 6 juta yen. Lalu ketika dia bertanya kepada kontraktor berapa biaya membangun pabrik. Ia terkejut dengan angka yang ditawarkan itu mencapai 40 juta yen.

Keramahan khas orang Indonesia itu masih ada, namun sudah ditambah etos kerja yang tinggi khas Jepang. Baginya keberhasilan tempenya bukanlah tanpa kerja keras. Maka tak salah tidak hanya media Indonesia, media asal Jepang pun melirikanya sebagai sumber berita.

Tak disangka liputan media Jepang itu sampai kepada tetangganya yang berusia 80 tahun. Dia yang memiliki sebuah pabrik yang tak berjalan lagi mau membantu impian Rustono. Orang tua itu menjual kerangka- kerangka pabriknya seharga 50.000 yen.

Ketika seorang wartawan Tribunnews.com berkunjung, ia tengah mengawasi pabrik besar yang lagi dibongkar. Pabriknya seluas 18 meter x 6 meter akan menjadi pusat bisnis barunya. Dia berencana juga memasok tempe ke Indonesia. Rustono memastikan dirinya siap menjadi bos pabrik baru.

Di Eropa sendiri, tempe produksinya dijual sekitar 1,7 euro, sedangkan di Jepang harganya 250 yen sebungkus.

Mengintip Bisnis Anak Presiden Afrika Isabel Dos Santos

Biografi Pengusaha Isabel Dos Santos


wanita terkaya afrika

Siapa Isabel Dos Santos, pengusaha wanita yang dinobatkan terkaya di Afrika. Mengintip bisnis anak Presiden Afrika ini. Pada 2013, majalah Forbes melansir putri tertua dari Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, Isabel memiliki total kekayaan sekitar US$ 500 juta di November 2012. 

Kekayaannya bertambah kian bertambah menjadi US$ 2 miliar pada Maret 2013. Wanita kelahiran tahun 1973 ini pun masuk dalam klub orang kaya baru pada 2013 versi Forbes. Istri dari Sindika Dokolo ini, sejak 2008 memang telah memiliki ketertarikan untuk berinvestasi.

Bisnisnya di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi dari Angola hingga Portugal. Pengusaha wanita kelahiran 20 April 1973, putri tertua dari presiden Angola Presiden José Eduardo dos Santos dan istri pertamanya, kelahiran Rusia bernama Tatiana Kukanova.

Jose dos Santos bertemu ibu Isabel ketika belajar di Azerbaijan. Orang tua ayah Isabel seorang imigran dari Sao Tome e Principe. Isabel sendiri belajar teknik listrikke King College, London. Di sana dia bertemu sang suami dari Republik Demokratik Kongo, Sindika Dokolo.

Sandika Dokolo adalah putra jutawan Kinshasa dan istrinya orang Denmark. Ada sebuah laporan mengatakan bahwa ketika Isabel dan suaminya menikah di Luanda, di Desember 2002, biaya upacara pernikahan sekitar US $ 4 juta.

Pernikahan dengan paduan suara khusus, yang diterbangkan dari Belgia dan dua pesawat carteran untuk membawa makanan dari Prancis. Ada sekitar 800 orang tamu yang hadir di pesta pernikahan, setengah dari mereka adalah kerabat pasangan, dan juga beberapa presiden negara- negara Afrika.

Gaya Hidup Jetset Penguasa Afrika

Gaya hidup keluarganya dikenal sebanding diktator Afrika lain. Mereka memilik gaya hidup jetset yang boros. Ia mendapatkan julukan 'Putri' oleh semua orang. Dengan pohon natal yang didatangkan dari New York dan Bubbly senilai US$ 500 ribu yang diimpor dari pemilik restoran di Portugal.

Kepribadian Isabela dikenal sosok yang sederhana, dan bahkan down to earth alias membumi. Dia juga tidak ingin dilihat mendapatkan hak khusus. Meskipun dari keluarga yang terbiasa hidup jetset, entah mengapa, Isabel lebih menonjolkan kesederhanaan dibanding yang lain.

Wanita berlesung pipi ini harus menghadapi perceraian orangtuanya. Ibu Isabela, Tatiana pun pergi ke Inggris, dan menjadi warga negara Inggris. Dia dikenal sebagai wanita yang mandiri, tegar, dan kuat di bisnis dan politik.

Media Inggris pada 1991 memberitakan, bahwa Isabela  menghabiskan dua tahun sekolah di St. Paul, sekolah publik di London, Inggris. Wanita berusia 40 tahun ini melanjutkan kuliah di Inggris. Ia meneruskan kuliah di jurusan teknik elektro dan bisnis di King College, Inggris.

Ibu tiga anak ini dikenal dapat berbicara dengan berbagai bahasa tetapi jarang bicara ke media secara langsung. Seperti ayahnya, Isabela dikenal menjaga untuk tetap low profile. Isabela sering diwakilkan oleh juru bicaranya. Meskipun menjaga tetap sederhana fakta dia putri Presiden Afrika tak hilang.

Di dunia bisnis Isabel dikenal sebagai sosok pengusaha wanita yang pintar, baik dan dinamis oleh media Portugal Publico pada 2007.

Dia dinilai profesional dan menyenangkan. Majalah ekonomi Inggris Financial Times menyebutkan, meski kritikan dihadapi Isabela, tetapi dirinya menunjukkan seorang pengusaha. Di bulan Desember 2012, Isabel memperingati ulang tahun pernikahannya ke sepuluh dengan Sindika Dokolo.

Pengusaha Wanita Pintar dan Kaya


Acara peringatan pernikahan berlangsung selama tiga hari yang dirayakan dengan penuh kemewahan dan kemeriahan. Berbagai tamu dan kerabat datang dari orang- orang ternama dari Jerman, Brasil dan tamu lokal di Angola.

Pada awal 1990-an Isabel dos Santos kembali dari London, Isabel kembali bergabung ayahnya di Luanda. Dia mulai bekerja untuk sebuah perusahaan daur ulang Jerman, kemudian, mendirikan bisnis angkutan truk. Tapi, ketika Isabela kembali ke Angola dinilai sangatlah terburu- buru.

Ada dugaan ia menerima ancaman di London. Dia mulai bekerja jadi manajer proyek untuk Urbana 2000, anak usaha dari grup Jembas yang memenangkan kontrak untuk melakukan pembersihan kota.

Ia memulai bisnisnya ketika masih berusia 24 tahun membangun restoran dan klub yang bernama Miami Beach pada 1997. Miami Beach merupakan restoran dan klub pertama di Luanda, ibukota Angola. Dari jurnalis Rafael Marques de Morais, restorannya dikenal memiliki manajemen buruk.

Meski hingga hari ini, pelayanan di restoran itu, masih membutuhkan waktu dua jam untuk melayani dan sejam untuk mendapatkan layanan. Saat menjalankan bisnisnya, dia dikenal bergerak cepat dan cermat dalam berinvestasi. Jika buruk kenapa Isabel bisa tetap sukses menjalankan bisnisnya kini.

Dia tertarik berinvestasi di perbankan, telekomunikasi, media, ritel, keuangan, dan energi sejak 2008. Ia juga berbisnis minyak bumi dan berlian. Sejak 2008 ia telah memiliki kepentingan yang relevan di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi, baik di Angola dan di Portugal.

Dalam laporan Forbes, Isabela menjalankan bisnisnya tak lepas dari campur tangan ayahnya, seorang Presiden Angola. Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Isabela menegaskan, dia seorang pengusaha bukan politikus. Ia mencoba meyakinkan bahwa dirinya entrepreneur berdedikasi tinggi.

Selain investasi di minyak dan berlian, ia juga memiliki saham di perusahaan semen Angola Nova Cimangola. Jadeium, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Isabel dos Santos, mengakuisisi 4,918% dari saham ZON Multimedia dari Spanyol Telefonica.

Hampir 20 tahun, Isabela melakukan ekspansi bisnis dan membuat holding di Angola dan Portugal. Kekayaannya mencapai US$ 2 miliar karena kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan.  Isabela memiliki saham terbesar di Zon.

Zon merupakan perusahaan televisi berbayar, dengan kepemilikan sekitar 28,8% senilai US$ 385 juta sejak Juli 2012. Ia juga memiliki 19,5% saham di bank Banco BPI, senilai US$ 465 juta, dan 25% saham di Angola Banco BIC senilai US$ 160 juta.

Mengintip bisnis anak Presiden Afrika, Isabel yang menjadi perhatian yaitu bisnis telekomunikasi. Isabela juga memiliki 25% saham di Unitel, salah satu perusahaan swasta jaringan telekomunikasi terbesar di Angola. Dan ada cerita tersendiri di balik pendirian perusahaan telekomunikasi ini.

Tahun 1997, Presiden Angola saat itu yang juga ayahnya, Jose dos Santos repot mengeluarkan dekrit untuk meningkatkan nilai spektrum telekomunikasi.  Pemerintan harus melakukan penawaran untuk lisensi telekomunikasi baru.

Tetapi setelah 2 tahun kemudian, Jose menentang keputusannya sendiri bahkan dengan mengeluarkan ketentuan baru. Pemerintah dapat memberikan lisensi itu tanpa tender publik asalkan penerima adalah perusahaan patungan dengan negara.

Sebelas bulan kemudian, Unitel pun memiliki hak, yakni menjadi operator swasta pertama telepon seluler di negara itu. Dengan catatan memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui proyek itu dan memutuskan kepemilikan saham struktur perusahaan.

Isabela akhirnya memiliki 25% saham di Unitel. Juru bicara Isabela menuturkan, pihaknya telah menyuntikkan modal di Unitel tetapi tidak menyebutkan angka. Unitel memiliki 9 juta pelanggan. Pendapatan tahun lalu mencapai US$ 2 miliar, dan menjadi perusahaan swasta terbesar di Angola.

Hal itu tak terlepas dari ponsel yang telah merevolusi Afrika. Adapun berdasarkan analis, nilai saham Isabela dapat mencapai US$ 1 miliar. Selain perusahaan telekomunikasi, perusahaan minyak juga menjadi usaha menguntungkan.

Apalagi Angola memproduksi 650 juta minyak barel per tahun. Kebanyakan penjualan untuk ekspor. Laporan dari Forbes menyebutkan, strategi partner di perusahaan minyak negara Sonangol cukup aneh. Mitra Isabel, miliarder Americo Amorim juga memainkan peran kunci di Afrika.

Sonangol memiliki struktur perusahaan di Sonangol. Lewat perusahaan Unitel International Holding, Isabela mengakuisisi operator mobile T+ di Cape Verde, dan mendapatkan lisensi untuk membangun operator telekomunikasi di Sao Tome and Principe dengan mudahnya.

Kontroversi Bisnis KKN


Lewat investasi ini, Isabela mengungkapkan, pihaknya akan investasi di pendidikan untuk melatih para ahli teknik, manajer, dan fokus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam sebuah wawancara, Isabel mengatakan, masa depan telekomunikasi Afrika akan berpikir jauh di atas ponsel.

Mereka fokus kepada konektifitas dengan kapasitas tinggi dengan broad band besar sehingga dapat menghubungkan benua Afrika. Terlepas dari segala hal kontrofersi dan "kemudahan" berbisnis.

"Pengusaha yang baik, sangat dinamis dan cerdas, yang juga profesional dan ramah," terang sebuah koran harian Portugal, Publico.

Surat kabar Inggris Financial Times menulis, Maret 2013, bahwa "bahkan beberapa kritikus mengakui kehebatan independen Isabel dos Santos sebagai pengusaha". Dalam wawancara yang sama, Isabel dos Santos mengatakan dia melakukan bisnis dan dia bukan seorang politisi. 

Pertumbuhan uar biasa dari keterlibatan Isabel di sektor komunikasi Portugis, telah menyebabkan dia menjadi perhatian di media Portugis.  Beberapa media menyatakan ketidak puasan dengan transaksi terakhir pada tahun 2012. 

Menurut beberapa editorial, operasi dapat menyebabkan monopoli di beberapa wilayah bisnis media dengan memusatkan Angola dan Portugal.  Menurut editorial lainnya, Isabel dos Santos mengatakan dia sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk berinvestasi di media massa Portugis. 

Selain itu, Isabel juga dituduh bias politik, seperti informasi kontak di Portugal. Tampaknya strategi yang jelas dari Isabel dos Santos dalam ekonomi Portugal. Selama tiga tahun terakhir (2009-2012) bagiannya telah meningkat secara eksponensial. 

Sektor- sektor yang menarik perhatian adalah komunikasi dan sistem keuangan. Kedua kegiatan ini adalah sebuah prioritas investasi di perusahaan sendiri di Angola dan luar negeri. Isabel dos Santos, saat ini salah satu pengusaha terbesar negaranya, memperluas bisnisnya ke Eropa tanpa diversifikasi. 

Kenyataan bahwasanya dia putri presiden, bahwa ada kemudahan, tapi disisi lain, ia meyakinkan bahwa bukan pengusaha karbitan. Terbukti dia bukan seperti putra- putri presiden negara lain; yang meski didukung tapi tetap saja gagal berbisnis.

Kue Buatan Nenek Bisnis Cepat Entrepreneurship

Profil Pengusaha Robert Armstrong


bisnis kue nenek

Bisnis cepat entrepreneurship bercerita tentang nenek. Cerita kue buatan nenek terkenal menghasilka uang. Ada seorang cucu berkata pada neneknya, "Grammy (nenek), aku akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat...," ujar pengusaha muda ini.

Menjalani entrepreneurship  memeng tidak mudah. Memang belum jutaan, tapi menuju kesana, ini adalah kisah seorang entrepreneur asal Selma, Alabama. Namanya Robert Armstrong, suatu ketika disaat berumur belasan tahun, di acara keluarga, ia mempunyai dua tujuan utama.

Pertama, Robert ingin sekali mengalahkan sepupunya, lewat kue kering resep dari neneknya; sebuah perlombaan wirausaha. Mereka berdua bertaruh yang kalah harus membayar, membersihkan kamar selama waktu lama.

Beberapa tahun kemudian, bergelar sarjana bisnis, pengusaha muda 28 tahun ini menemukan bahwa kue itu bukan sembarang kue. Dia yang selesai berkuliah di University of Alabama sadar, tak pernah berpikir akan masuk ke bisnis kuliner.

Sebuah ilham ketika ia menemukan rasa enak itu kembali. Inilah bisnis yang telah diyakininya akan sukses besar. Nama bisnis cepat entrepreneurship ini G Mommas Cookies. Walaupun terbilang baru bisnis Robert menjual lumayan banyak.

Prospek Bisnis Cepat Entrepreneurship


Entrepreneur asli Selma, Alabama, yakin telah menemukan satu produk yang dipercayanya  -atau dipikirnya bahwa akan disukai orang- dan jiwa kewirusahawan memanggil. Robert mengambil alih resep rahasia milik neneknya yang meninggal dunia.

Dia kemudian merubahnya menjadi bisnis mernama G Mommas Cookies, produk yang kemudian dijual di toko- toko grosir, apotik, dan toko- toko hadiah di sepanjang Alabama dan Southeast.

G Mommas Cookies memiliki dua rasa untuk sekarang, Chocolate Chip Pecan and Buddascotch Oatmeal flavors. Sebenarnya setelah lulus belajar membuat kue bukan hal terakhir dipikirkannya. Ia mengikuti satu pekerjaan yang tak menginspirasi, seorang salesman, di Birmingham, Alabama.

Hingga ia mendengar cerita ketika bersama sang nenek. Robert kemudian membagikan cerita itu kepada kita. Kenangan sebelum kepergiannya.

"Saya berkata, "Grammy, saya akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat," sang nenek hanya tertawa. Dia berpikir cucunya begitu lucu. Tetapi candaan itu dibuktikan oleh Armstrong menjadi nyata.

Di 2009, suatu hari Armstrong meminta sang nenek, Anice Morries Armstrong, mengajari cara membuat kue- kue itu, kemudian pelajaran pertama dimulai di pagi hari. "Itu sangat sulit daripada kuliah," jelas pengusaha muda ini.

Tak menyarah akhirnya dia sukses membuat kue pertamanya bersama sang nenek. Dengan peralatan dasar membuat kue dan sebuah oven di sebuah dapur yang terabaikan, ia membangun bisnisnya. Dengan bendera Selma Good, perusahaan yang bekerja di sebuah gudang tua.

Robert menyadari seberapa besar gigitannya, Chocolate Chip Pecan, telah merasuk meyakinkan bahwa ini akan sukses. Mungkin prediksi tumpul, hanya intuisi, menyebut kue- kue ini akan sukses kepada sang nenek.

Meski belum sukses menghasilkan jutaan dollar, dia tetap mengerjakannya, meski awalnya cukup rumit. Dia memulai bisnis di tahun 2009 tapi harus berjuang keras. Dia memanggang kue itu sendiri di sebuah dapur di sebuah restoran yang terbengkalai. menawarkan kue- kue itu.

Dia mulai mengirim kue ke beberapa retailer kecil. "Beberapa hari saya pergi tidur jam 3 pagi dan memanggang sampai pukul 11 ​​malam," katanya. "Aku sedang membuat $ 5 per jam, mungkin," jam kerja yang panjang tapi bisnsinya tak bekerja semestinya.

Kehilangan kepercayaa, ia memutuskan menggantung apronnya di 2011 dan memilih beberapa pekerjaan. Salah satunya yaitu kembali menjadi salesman menjual alat GPS, dan terakhir menjual daging.

Entrepreneur Muda Penuh Harapan


Lain waktu, Robert membuat sebuah website untuk perusahaan untuk marketing. Salah satu anggota keluarga ikut membantu keuangan Armstrong, memberinya satu kredit di sebuah bank lokal. Dari kredit baru tersebut dimulailah bisnis kue miliknya kembali.

Masih dengan nama dan produk yang sama, dia mulai mencari kontrak untuk para pembuat kue lain untuk membuat kue dan akhirnya menetap di satu tempat di Pennsylvania.

Di situlah semua G Mommas Cookies saat dipanggang dan dikemas, meskipun tujuan Armstrong adalah untuk membawa produksi kembali ke Selma satu hari nanti. Sementara itu  ia mencari koneksi untuk masuk ke beberapa toko baru, kegigihannya terbayar lunas, akhirnya.

"Saya selalu berkata pada diriku sendiri aku akan kembali ke cookies," katanya.

Satu kesempatan besar ketika mendapatkan kontrak dari The World Market, sebuah retailer besar yang dia temukan di LinkedIn. G Mommas menjual dua jenis kue, klasik pecan chocolate chip, yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

Ada juga butterscotch oatmeal, produk kreasi Armstrong dan neneknya dikembangkan bersama-sama untuk bisnis. Armstrong memperkirakan bahwa dia sukses menjual sekitar 9.000 kantong cookies per kuartal. Dia mengatakan dia belajar banyak melalui pasang surut bisnisnya.

Hari-hari awal penuh dengan trial and error saat ia bekerja untuk mendapatkan resep kue tepat untuk produksi skala besar dan kemasan. Baru- baru ini, dia sirius memastikan pembuat kue yang telah dikontrak untuk mempertahankan rasa asli dan tekstur.

Melalui itu semua, dia kembali teringat nasihat neneknya, yang terinspirasi dia untuk bertahan. Dia meninggal musim panas lalu tetapi tidak sebelum dia melihat cucunya peluncuran bisnisnya. "Dia adalah pemberi semangat terbesar saya," kata Armstrong. Dia juga telah memberinya perspektif.

"Jika hal ini jatuh pada wajah, itu akan baik-baik saja," katanya. "Saya akan mendapatkan pekerjaan dan harus menggali keluar dari utang, tetapi ini akan menjadi OK."

Profil Pengusaha Muda Terbaik Singapura Leonardo Tan

Profil Pengusaha Leonard Tan


pengusaha muda singapura

Profil pengusaha muda terbaik Singapura, adalah Leonard Tan Khang Hwee, kelahiran 3 Agustus 1978. Leonard Tan pengusaha muda asal Singapura atau lebih dikenal pendiri dan CEO PurpleClick Media. Tan menjadi satu- satunya di Asia Tenggara yang diakui oleh Google, Yahoo! dan Baidu.

Tahun 2008, dia dinominasikan oleh Bloomberg Businessweek menjadi salah satu "Asia's Top 25 Best Young Entrepreneur". Semua berkat kekuatannya berbentuk visi kewirausahaan, kreatifitas, dan serta kemampuan menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.
Tan terlahir dari keluarga sederhana keturunan China Singapura. Keluarganya memang bukan orang berlebihan, membuatnya bekerja keras demi tambahan uang saku. Sejak masih bersekolah dasar dia sudah berjualan. Dia menjalankan bisnis jual- beli penghapus ketika masih anak- anak

Pengalaman pertama membangun bisnis sebenarnya ketika mengambil kuliah bisnis di National University of Singapore. Di universitas itulah, ia justru menjadi sibuk menjalankan bisnisnya hingga mengganggu kuliahnya.

Mimpi Pengusaha Muda Terbaik Singapura


Ia jarang masuk, mendapatkan nilai buruk, tetapi tetap menghasilkan nilai lumayan. Tan selalu sibuk sendiri menjalankan bisnis konsultasi keuangan, tepatnya konsultasi biaya kuliah. Pengusaha muda ini mencocokan mereka yang memiliki nilai buruk dan mahasiswa menginginkan uang lebih.

Tan akan menemukan mereka dalam simbiosis saling menguntungkan. Proses marketing otodidak inilah, promosi iklan semampunya, dan administrasi menjadikan mereka (dia dan teman- temannya) kehilangan arah di kerjaan kuliah.

Tan harus membayarnya ketika hasil kuliahnya. Bahkan nila akademisnya tidak terlalu mengesankan untuk menjadi pegawai berpotensi.

"Saya memilih melanjutkan pendidikan saya dan meningkatkan kualifikasi," ujarnya.

Tan tertarik akan hal- hal berbau teknologi, terutama segala tentang bisnis e- commerce. Jadilah Tan kemudian memilih satu program master dibidang khusus e-commerce di Chicago tahun 2002- 2004. Masuk ke Illinois Institute of Technology, ia mengambil jurusan Master of Commerce in eCommerce.

Seperti diduga olehnya, memang jiwa entrepreneurship itu begitu kuat melekat dalam dirinya meski masih di negeri orang. Ia lantas memutuskan mengerjakan bisnis lain disana. Entrepreneurship dia tegaskan adalah minat dan bekerja keras selalu.

Dia menjual buku pelajaran bekas seharga 60%- 50% lebih murah dari harga baru. Tan mendatangi mereka para mahasiswa yang sudah tidak membutuhkan buku lamanya. Tan kemudian menjualnya ke eBay, Amazon, dan situs jual beli lainnya.

"Saya pergi ke kantor pos hampir setiap hari dengan apa saja mulai dari satu sampai sepuluh buku yang akan dikirim ke berbagai wilayah dari Amerika. Saya benar-benar tenggelam dalam e-commerce, efektif mempraktekkan apa yang saya pelajari," kenangnya.

Namun, pengusaha muda ini justru menemukan kendala ketika kembali ke Singapura. Mereka yang akan mempekerjakan dirinya merasa minder atas pendidikan. Mereka khawatir dirinya akan terlalu terkualifikasi oleh bisnis mereka sekarang, atau meradang karena dibayar dibawah kualifikasinya.

Tidak lama kemudian, ia mendapatkan pekerjaan menjadi salesman menawarkan kartu kredit dari rumah ke rumah. Dimasa- masa itulah, Tan mendengar Yahoo! tengah mencari manajer penjualan.

Biaya Entrepreneurship


Tan mendaftar dan akhinya ditunjuk memasarkan kembali produk layanan Yahoo!. Dia menggunakan segala upaya seperti pengalaman dan pendidikannya di bidang e-commerce. Ia telah berhasil menaikan pendapatan perusahaan hingga beberapa ribu.

"Saya melihat potensi yang lebih besar di pasar ketika sebagian pelanggan saya bertanya kepada saya, "Bagaimana dengan Google atau MSN?" Saya tidak bisa mempromosikan produk- produk ini kemudian, karena mereka pesaing Yahoo!," ia mendapatkan sesuatu dari sana.

Dia nyadari pengguna produk online menyukai semuanya. Mereka cenderung memilih menggunakan semua menjadi satu. Sakali lagi insting bisnis memaksa dirinya keluar dari zona nyaman. Ia lebih memilih keluar dari perusahaan Yahoo! bersiap berbisnis sendiri di luaran sana.

Tan mengakui insting bisnis ini berasal dari sang ayah, yang telah mengajari membeli sesuatu seharga 10 sen lalu menjual 20 sen. Dia bersama seorang teman telah berinvastasi $100.000 untuk bisnis tersebut

Di awal, bisnis barunya berkantor di kantor kecil, sekecil ruangannya sekarang. Keduanya bekerja sebagai tim dua orang. Mereka mencoba mencari beberapa orang. Banyak perkerjaan lari ketika melihat keadaan di dalam kantor mereka.

Patner bisnis satu- satunya menyerah memilih kembali pekerjaan semula. Tan tidak berhenti karena secara mental dirinya telah siap. Dan, keajaiban itu datang, teman sekantornya di Yahoo! muncul memberikan sedikit pelatihan.

Dia memastikan semuanya direncanakan secara matang.

"Saya memastikan saya menetapkan sebuah tujuan dan sasaran untuk tumbuh di pendapatan, jangkauan pasar dan ukuran, untuk tim saya untuk dicapai setiap tahun. Orang-orang akan tinggal bersama anda dan merasa yakin tentang prospek mereka ketika mereka melihat perusahaan anda tumbuh," terangnya. 

Tidak ada satupun mau bekerja di kantor kecil yang tak terlihat maju. Tan juga mengerjakan berbagai pelatihan agar mencapai tujuan. Ia selalu memberikan penghargaan kepada staff terbaiknya. Ia mencoba menumbuhkan rasa puas, bangga, dan termotivasi maju di seluruh staff nya.

Semua menyebutnya bermoto "Think Deeper", mampu membuat mereka terdorong lebih lagi. Tan berkata nilai tertanam di kenyataan, bahwa mereka mampu menyelesaikan permasalahan sukar apapaun; setiap orang mampu menghadapi masalah, tetapi harus baik karena kita berpikir lebih keras.

Contact Person:

Leonard Tan
Chief Executive Officer
leonard@purpleclick.com

PurpleClick Media Pte Ltd
315 Outram Road
Tan Boon Liat Building
#12-08B
Singapore 169074
Tel: +65 6533 8655
Fax: +65 6533 5322
www.purpleclick.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba