Jualan Old Denim Pengusaha Muda Berkonsep Custom Jins

Profil Pengusaha  Fize Firmansyah


pengusaha muda old denim

Tidak mampu beli celana jins jadi pengusaha muda. Fize Firmansyah patut menjadi contoh memulai bisnis. Pengusaha muda yang memulai karena kegusaran diri. Fize tidak mampu membeli celana jins. Hingga muncul ide bisnis untuk membuat celana jins lebih murah. 

Dia membangun jins bermerek Old Face Denim. Awalnya, tahun 2009, ia pernah membeli celana jins berharga mahal. Satu jins seharga sampai 1- 2 juta rupiah. Sabulan kemudian mampu membeli satu celana lagi.

Ukuran tidak sesuai terlalu ketat tidak cocok buat dia, padahal beli mahal. "Kurang cocok untuk saya yang kurus," ujar Fize

Dua pengalaman diatas menjadi kegusaran. Dia ingin membuat celana jins sendiri. Coba bayangkan sudah membeli mahal tetapi ukuran tidak pas. Seorang teman lantas menyarangkan Fize untuk menjahit custom.

Lulusan Ilmu Sejarah UI ini, kemudian menjahit celana jins sendiri ke tukang jahit custom. Beberapa kali datang ke tukang jahit belum sesuai. Pesanan tidak sesuai hingga berulang kali. Baru Fize baru bisa mendapatkan celana pas.

Inspirasi Pengusaha Muda


Ide bisnisnya ingin semua orang bisa membeli produk berkualitas dan murah. Dari bahan yang tidak kalah berkualitas bagus. Bisnis pertama dimulai pada tahun 2010 silam. Masih bergelar mahasiswa sudah menjadi pengusaha muda.

Merek Old Face Denim resmi berdiri 25 Januari 2011. Hambatan terbesar ialah memasarkan produk baru. Tidak mudah membangun kepercayaan brand. Bermodal contoh bahan, bisnis Fize bermodal cekak. Marketing mulut ke mulut menjadi andalan Fize Firmansyah.

Banyak orang tertarik membeli produk karena sosmed. Marketing gencar dilakukan dia ke berbagai sosial media. Tidak pernah merasa putus asa dan percaya diri. Mulai jualan di Kaskus, Facebook, dan Twitter, dilakukan. Hingga akhirnya ia mampu menggaet satu orang reseller jins.

Resmi Old Face memang punya satu reseller. Lambat laun produk mulai menyebar viral. Satu orang reseller menjual ke orang lain untuk dijual lagi. Teman Fize lalu membantu mengurus Twitter, FB, dan Kaskus. Temannya mendapatkan komisi setiap satu kali penjualan jins.

Produk aneka jins dijual antara Rp.245 sampai Rp.295 ribu. Ada produk celana pendek, jaket, celana panjang, hotpants, rok mini.dll. Fize menerapkan konsep custom bisnis. Mengukur sendiri ukuran pelanggan. Garansi siap dirombak jika ukuran tidak sesuai kenyamanan pembeli.

Bisnis custom memastikan produk sesuai keinginan. Dia ingin menonjolkan sisi tersebut. Kalau tidak sesuai bisa dikembalikan. Celana jins jualannya masih bisa diperbaiki kembali. Pengusaha muda Fize juga menerapkan konsep COD ketika berjualan, atau membayar ketika barang sampai.

Tidak mau bermalas- malasan berbisnis. Fize juga menerapkan penjualan langsung. Mendatangi para pembeli langsung ke rumah. Pembeli diukur di tempat tanpa menunggu. Adapula produk ready stock untuk dijual di bazar. Sebulan ia mampu menjual 30- 40 potong pesanan jins.

Walau gagal mencapai target 50 potong tetap semangat. Terjual 30- 40 potong diakui lumayan puas. Hal terpenting bagi pengusaha ikhlas dan bersabar. Yang terpenting tujuan membangun bisnis telah tercapai. Ia berhasil menjual celana jins murah dan sesuai ukuran pelanggan.

Kualitas merupakan nomor satu ketika berbisnis. Fize merasakan betul ketidak puasan. "Karena kalau membeli selama ini tidak sesuai," pengusaha ini berujar. Jahitan produk Fize rapi, bagus, dan nyaman sesuai ukuran.

Pengusaha Fize tidak mau berhenti berjualan. Harapan mendirikan toko sendiri berkibar. Pelanggan setia sudah bertanya kapan membuka. Saran tentang toko juga diberikan pelanggan. Mereka berharap toko Old Denim mudah dijangkau.

Umur 23 tahun ini lantas membagikan kunci sukses. Anak muda harus memiliki konsep berbisnis. Jangan terlalu banyak teori kewirausahaan. Pokoknya kamu harus langsung lakukan. Jadi pengusaha muda yang terpenting eksekusi dan perbaiki di jalan.

"Jangan terlalu banyak mikir, malah tidak jadi," saran dia kepada pemula

Mulailah berbisnis dari bawah sekali. Dari nol belajar menjual barang berdasarkan kebutuhan. Ada pembeli yang khusus menyukai produk ekslusip. Dimulai dari berjualan jumlah kecil dulu. Bertahap kamu akan menjual lebih banyak jika telaten.

Pengusaha Es Krim Bangkit dari Keterpurukan Hampir Bangkrut

Profil Pengusaha Gary Dear


jualan es krim inspiratif
 
Menjadi pengusaha es krim tidak mudah. Apalagi tinggal di tempat terpencil. Perubahan besar datang ketika bisnis bertemu teknologi. Pengusaha es krim 61 tahun yang beruntung karena trend Pokemon Go. Akhirnya bisnis Gary Dear yang hampir bangkrut terselamatkan.

Umurnya 61 tahun berpakain nyentrik seperti Bob Sadino. Profil Pengusaha es krim asal Washington, didekat Seattle, Amerika. Gary Dear membuka usaha es krim kecil bernama Mad Hatter. Selama lima tahun jatuh bangun mempertahankan usaha tersebut.

Hingga bulan Juni, dia sempat mengatakan tutup usaha karena alasan. Tidak jelas tetapi dia menyebut semua demi kebaikan. Setelah diselidiki ternyata Gary tengah sakit. Dia tidak mampu lagi mengelola bisnis. Tetapi alasan utama bisnis Gary tutup karena sepi pembeli.

Gary Dear sempat memilih untuk menyerah. Sampai booming Pokemon Go melanda dunia. Jadilah dia tidak memilih tutup. Di Pokemon Go muncul banyak area Poke Stop. Tempat pemain berhenti dan mencari poke ball. Mereka mulai sadar keberadaan kedai es krim milik Gary disana.

Diseberang jalan Mad Hatter's Ice Cream mereka berdiri. Mungkin karena kepanasan mereka melirik bisnis Gery. Sambil mengambil istirahat dari bermain game. Orang- orang mengunjungi bisnis Gary agar segar kembali. Gery mendapatkan penjualan tidak cuma sedikit.

Gery senang karena penghasilannya berlipat ganda. Bahkan penjualan meningkat tiga kali lipat. Dari sebelumnya Gery menyerah berwirausaha. Dua hari kemudian dia merekrut pegawai tambahan. Dia tidak pernah menyangkan bisnisnya akan untung besar.

Pengusah es krim ini akan terus menghitung untung. Paling tidak sampai trend Pokemon Go berakhir. Seorang pemain Pokemon Go menjelaskan. Jika tidak ada Poke Stop dia tidak akan beli es krim. Ini bukanlah cerita pertama tentang pengusaha es krim.

Dibeberapa tempat bisnis es krim lain ikut merasakan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan mereka lewat aturan khusus. Salah satunya bisnis es krim truck bernama Mr Whippy. Mereka membuat aturan khusus untuk pemain. Tujuan mereka mengambil lebih banyak pengunjung.

Mereka fokus mengamati trend Pokemon Go. Memastikan ketika berhenti di tempat tepat. Truck es krim mereka sudah siap memberikan layanan. "Kami sangatlah mengamati trend pembeli yang aktif bermain Pokemon Go... jadi itu di dalam radar kami," ujarnya.

Prospek Bisnis Biji Pala Pengusaha Hasilkan Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Buah Pala


pengusaha biji pala

Buah pala sudah dikenal sebagai komoditas mahal. Bisnis biji pala seolah menjadi prospek dimasa penjajahan. Sejak abad ke 15, bangsa Eropa telah berkeliling dunia mencari rempat- rempah Buah pala menjadi salah satu idaman bangsa Eropa.

Sekarang kita tidak banyak mendengar nama pala sejak abad 21. Bisnis biji pala sudah ditinggalkan dunia. Komoditas pala ini seolah dikira sepi peminat untuk membeli. Pengusaha sukses lebih memilih komoditas seperti sawit.

Kelapa sawit harga jualnya lebih mahal. Berbisnis minyak sawit lebih laku dibanding bisnis biji pala. Tetapi diantara ketidak pastian ada kesempatan para pengusaha. Bisnis biji pala ternyata bisa menjadi komoditas mahal. Walupun pemasaran sulit kamu harus mencoba karena kita pengusaha.

Buah pala digandrungi rakya Eropa. Sudah menjadi buah bibir diluar, salah satu harapan sumber daya ekonomi masyarakat Maluku. Diam- diam buah pala menghasilkan pendapatan besar. Salah satunya pengusaha bernama Ros Likumahua, UMKM yang mencoba berbisnis buah pala.

Ros memilih tidak berjualan pala mentah. Dia  mengolah buah pala menjadi produk olahan. Mungkin kamu pernah mendengar buah pala menjadi manisan. Ros memilih membuat minyak. Dia mengambil sari buah pala dikemas kemudian dijual.

Bisnis Pala Miliaran


Tahun 2004, bermodal seadanya, bisnis pohon pala Ros dimulai bermodal seadanya. Memanfaatkan buah pala yang tumbuh di sekitar daerahnya. Pasokan buah pala melimpah. Ros membuat sari buah pala lalu dijual ke Kota Ambon.

Menjual sari buah pala tidak berjalan baik. Lantara pengetahuan sebagai pengusaha minim. Bingung mencari celah pemasaran. Ratusan botol diproduksi tetapi tanpa merek. Lambat laun menemukan apa itu pemasaran dan mulai belajar entrepreneurship.

Belajar tentang brand. Dia merubah total strategi bisnis asal lakunya. Belajar entrepreneurship,  akhir tahun 2010, Ros menempelkan brand di botol produk. Nama brand Sarila lalu dibawa ke berbagai pameran kewirausahaan.

"Saya terus memerkan produk saya ke masyarakat," jelas Ros

Dibantu ada 7 orang karyawan dia mampu memproduksi 5000 botol sebulan. Harga jualnya perbotol Rp.10.000, besar keuntungan bersih berbisnis sari buah pala sampai Rp.12 jutaan. Produk sari pala miliknya dipasarkan ke berbagai daerah.

Ros sendiri belum memasarkan sampai ke luar negeri. Namun besar harapannya untuk bisa sampai ke posisi eksportir buah pala.

"Saya sangat berkeinginan untuk ini (ekspor)," tuturnya.

Ia memiliki misi khusus ketika berhasil ekspor, yakni membuka mata dunia kembali tentang sejarah buah pala Maluku.

Cerita bisnis biji pala selanjutnya, dari ketua kelompok tani bernama Dominggus Nones. Dimana bisa menjadi penghasilan besar bagi penduduk Desa Dokulama, Kec. Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang mampu menghasilkan omzet Rp.31,5 miliar.

Tidak kurang 300 ton biji pala dihasilkan per- tahun. Prinsip berbisnis pala menurut Dominggus: Jika pala lokal harga turun, maka pala organik harga tetap. Jika harga pala lokal naik, maka harga pala organik ikutan naik.

Inilah bisnis ala Dominggus yang fokus menggarap buah pala organik. Sudah tergabung 3.505 pertani bergabung dalam kelompok tani Dominggus. Kenapa menghasilkan angka profit yang besar. Karena kesadaran akan nilai organik meningkat di luar negeri.

Sebenarnya bukan sengaja organik, tetapi karena tradisi menanaman pala leluhur. Tidak ada pestisida ataupun pupuk kimia dipakai. Pengolahan juga dilakukan sendiri. Mereka mengolah biji pala secara sederhana. Menjemur biji dan fulinya palai sinar matahari langsung.

Kalau cangkang sudah pecah, diambil biji bagian dalam dan fulinya baru dijual. Ia masih menjual ke tengkulak atau pengepul pala. Alhasil harga tidak pernah pasti, kadang tinggi juga terkadang sangat rendah, sering kali rendah jadi membuat petani pala malas menanam.

Ketika harga rendah petani cuma membiarkan pala membusuk. Berbeda pala biasa, produk organik harga stabil dan laku. Organiknya sudah terserifikat lembaga sertifikasi lembaga di Jakarta. Bertahap Dominggus mulai mengak petani di daerah untuk menanam organik.

Sebelum sukses berjualan, kelompok Dominggu harus lolos sertifikasi kembali. Tidak mudah bagi mereka mendapatkan sertifikasi itu. Beruntung Domiggus berhasil dan mampu menggaet kesepatakan ekspor ke luar negeri.

Biji pala dijual Rp.105 ribu per- kilogram, dengan permintaan 800 ton per- tahun. Ini merupakan pencapaian terbesar. Apalagi jika membayangkan Dominggus hanya lulusan SD. Angka produksi mereka sampai 24,45% pasar nasional, membuktikan kita bahwa prospek buah pala masih ada.

Sejarah Download Aplikasi Gratis Menurut Pengusaha Developer

Profil Pengusaha Aplikasi Carlos Ribas


inspirasi developr app

Bekerja lebih dari dua tahun menjadi developer perusahaan. Apa Carlos Ribas akan memilih menjadi pengusaha. Tibalah waktu ketika atasan Carlos memanggil ke kantor. Sang atasan berkata ke Carlos, "Kamu seharusnya membuat satu aplikasi iPhone!"

Ingatanya kembali ke 2009, ketika seorang teman Ethan Nicholas sukses besar membuat aplikasi. Bayangkan berbekal kemampuan membuat aplikasi. Ethan mampu keluar dari pekerjaan keseharian dan menjadi kaya. Carlos menyebut taman itu membut game tanpa tau sistem Objective- C.

Cuma berbekal game lite bernama iShoot. Pengusaha Ethan mampu menghasilkan jutaan dollar.

"...dia mampu keluar dari pekerjaan. Kamu harus mencoba," kata si atasan, menyarankan menjadi penngusaha ke Carlos.

Untuk beberapa saat berpikir apakah atasannya ingin "menyingkirkan" dia. Apakah dia harus menjadi entrepreneur pembuat game. Carlos lantas mulai berpikir hal tersebut mungkin bisa terjadi. Dia bisa menjadi seperti sang teman Nathan, menjadi pengusaha kaya raya!

Carlos mulai belajar Objective- C, iPhone SDK, dan belajar desain. Bayangkan waktu itu, dia masih menggunakan handphone jadul lipat, untung istri Carlos sudah punya iPhone. Dan ketika istrinya tidak menemukan aplikasi terbaik untuk mendata kegiatan sehari- hari, dia ingin membuatkan itu.

Punya pengalaman programing selama 50 tahun, tentu tidah susah membuat. Dia lalu membeli laptop Mac Mini dan mulai mengutak- atik. Setelah Carlos menemukan kunci membuat aplikasi autorelease. Versi pertama aplikasi itu sudah bisa berada di Apple Store untuk direview dulu.

Pengusaha Kaya Karena Software


Dia berpikir sederhana sebagai pengusaha: Saya akan membuat aplikasi ini. Merelease itu ke Apple Store. Mungkin akan ada orang membeli. 29 April 2009, HoursTracker dijual di Apple Store, dan dia terkejut mendapatkan transaksi.

Insting entrepreneurnya tidak puas. Dia ingin menambahkan fitur baru. Ingin HoursTracker menjadi bisnis serius. Kemudian entrepreneur ini membuat website khusus dan mendaftar AppFigures. Ia terobsesi akan ranking, penjualan harian, dan review di situs AppFigures ini.

Penghasilan mingguan Carlos terus tumbuh dari bisnis aplikasi. Situs Lifechacker lantas memberikan penghargaan menjadi alat tracking pilihan di iPhone. Apple bahkan membuat video untuk aplikasi buatan Carlos. Ranking aplikasinya dibawah Angry Bird ketika masih jaya- jayanya.

Enam tahun kemudian semua belum berubah. Carlos masih bekerja 20 jam di perusahaan atasannya di NET Development. Bedanya dia mengerjakan HoursTracker sebagai sampingan. Bekerja menjadi pegawai tidak membuatnya puas. Jujur semakin waktu dia menghasilkan lebih dari gaji didapatnya bekerja.

Dia bisa mengerjakan ini aman. Karena Carlos tidak punya kenala pers. Aplikasi dia juga tidak ada di halaman depan Apple Store. Komunitas developer juga tidak mengenal dia. Carlos mengerjakan itu santai karena dia tidak mendapatkan tekanan dan sorotan.

Untuknya berbisnis aplikasi menyenangkan. Banyak hal bisa dikembangkan di Apple Store. Adalah satu gebrakan hidup baginya. Merubah banyak arah hidup Carlos ke depan. Carlos mendeskrispsikan dirinya menjadi indie developer. Dia aktif belajar dari blog, mendengarkan podcast, tetap update di industri ini.

Dia mulai belajar konsep freemium. Gaya bisnis teknologi aplikasi gratis. Konsep freemium kala itu, tahun 2010 -an, masih merupakan hal baru terutama di bisnis aplikasi. Kenyataan bahwa orang lebih memilih aplikasi gratis. Ketika itu menjadi developer kala itu mencoba membuat aplikasi semurah mungkin.

"Ayolah! itu hanya seharga tidak lebih dari secangkir kopi," ia mendeskripsikan bisnis kala itu.

Sebenarnya itu bukan persamaan baik. Karena ketika orang minum kopi mereka tau apa yang mereka beli setiap pagi. Faktanya, orang tidak akan membeli tanpa jaminan bahwa itu produk bagus, maka ini bukan soal harga melainkan user experience.

Developer lantas mengembangkan konsep trial hingga uang kembali. Sebelum jaman freemium jadi seperti sekarang. Teknik marketing ini terbukti mendekatkan pembeli dan pemilik retail. Maka diluar Apple Store mereka menyiapkan layanan tambaha termasuk servis.

Sayangnya, tidak semua developer sukses menjual dengan gaya trial ini. Berjalan waktu hal seperti demo, trial, atau test ditolak Apple Store. Mereka mencoba memberikan servis terbaik mereka bagi kita pengguna. Lalu nasib developer tinggal mengikuti aturan yang ada dan merubah cara bisnis.

Sejak itu model bisnis berubah dari memberikan ruang iklan, data mining, atau uang virtual. Ya, para developer sekarang menjual produk mereka di dalam aplikasi. Cara berbisnis harus menyesuaikan ke arah kebutuhan kostumer. Beruntung ketika itu Carlos masih memiliki pekerjaan tetap sambil bisnis.

Menaruh iklan di aplikasi merupakan solusi. Maka HourTrackers mulai mengeluarkan iklan. Cara dia bagaimana orang bisa berlama- lama di aplikasi, hingga waktu iklan tampil cukup. Sayangnya tidak semudah itu membuat pengguna membaca iklan atau sekedar meluangkan waktu lama.

Jika developer ingin menghasilkan uang lebih, maka butuh layanan upgrade hingga layanan servis. Dan perlu kamu tau iklan tidak membuat orang mau upgrade. Akhirnya konsep upgrade hingga orang bisa menjalankan aplikasi tanpa iklan tidak efektif.

Cara lain developer ialah menjual produk digital. Virtual Account atau uang virtual untuk membeli benda digital tambahan. Mungkin kamu bisa menjual layanan halaman tambahan, tombol lebih besar, atau apapun untuk meningkatkan performa pengguna aplikasi.

Hanya jika aplikasi kamu lebih unggul dibanding aplikasi kompetitor. Orang membayangkan menjadi developer mudah. Kenyataanya sangat sulit membuat orang setia pada satu aplikasi. HoursTracker memberikan layanan semua. Memberikan waktu jeda  hingga menjual sesuatu dan mungkin dibeli.

Kebanyakan orang sekarang bereksperimen mencoba. Mereka mencoba aplikasi sebentar. Semakin ke sini, developer mulai belajar membaca pasaran, mencari tau apa yang membuat pengguna tetap setia memakai aplikasi dan membuka aplikasi.

Dalam seminggu orang bisa mencoba berbagai aplikasi baru. Tujuan developer sekarang adalah cara membuat produk berkualitas. Tujuannya agar pelanggan setia sampai membeli sesuatu. Saran dari seorang Carlos untuk developer baru: Coba promosi harga jika mungkin harga rendah bisa menjual.

Karena faktanya, penghasilan 36% miliknya datang dari aplikasi lama berbayar, jadi di Apple Store ada dua versi HoursTracker sebelum konsep freemium dan sesudah. Jika menaikan harga lebih baik maka lakukan itu ke percobaan berikutnya. Jangan bertahan pada satu harga itulah ide dari berbisnis ala Carlos.

HoursTracker menjadi aplikasi lama yang bertahan. Setiap aplikasi berbeda, yang mungkin sama adalah passion kita tarus di sana. Berbisnis aplikasi harus memiliki kecekatan dan strategi. Menurut dia, developer Indie sangat menjanjikan sebagai bisnis di App Store hari ini. Cobalah.

Sumber: medium.com

Blogger Keuangan Pengusaha Jeff Rose Inspirasi KIta Semua

Profil Investor Pengusaha Jeff Rose


 

Blogger keuangan sekaligus pengusaha Jeff Rose. Sebenarnya dia lebih didengar sebagai penulis dan ahli finansial. Seorang praktisi finansial yang sudah membantu beberapa perusahaan. Menarik karena dia mengakui beberapa kesalahan berbisnis.

Tetapi, hey, dia belajar dari semua itu hingga mendapatkan sertifikat. Banyak hal dibicarakan di blog keuangan milik Jeff. Beberapa postingan blog merupakan kisah nyata dia sendiri. Lainnya adalah aneka rencana, konsep, dan eksekusi keuangan.

Blog dijalankan sang blogger keuangan berdasarkan fakta diri sendiri. Sebuah awalan bagi pengusaha untuk menjadi jujur dan menjual cerita dibalik itu. Jeff mengaku pernah bekerja menjadi tentara. Dikirim ke Afganistan merubah hidup lebih baik.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, sebelum menjadi tentara dia hanya seorang pegawai. Parahnya dia seorang drop out Universitas. Bekerja sebagai data entry dan dokumen di perusahaan milik ibu.

Sejak saat itu, Jeff menjadi bekerja lebih keras, membayangkan kehidupan berbeda dari minat akan keuangan. Tetapi hidup merupakan pelajaran berkelanjutan. Jeff mengisahkan di blog miliknya: Dia pernah kehilangan $5000 atau kurang lebih Rp.70 juta investasi.

Dia juga pernah melewatkan investasi senilai $75.000. Apakah dia menjadi putus asa dan merasa dia gagal sebagai pengusaha investor. Ahli keuangan ini menyebut dirinya bersertifikat. Membuat dia legal meyakinkan bahwa dia memiliki ilmu dan contoh kegagalan buat kamu.

Blogger Keuangan Inspirasi


Pernah memiliki catatan penghargaan menjadi blogger keuangan terbaik. Juga penulisa buku finansial berdasarkan pengalaman nyata. Buku milik Jeff menjadi best seller. Berkat blogger, dia menjadi seorang ayah bertanggung jawab, memiliki penghasilan, dan memiliki keluarga yang bahagia.

Sosok normal, karena ahli keuangan ini juga merasakan tekanan ketika remaja. Hingga jatuh bangun membangun dirinya. Hidup menganggumkan bisa didapat melalui perjuangan keras Jeff.

Jeff lebih menggiatkan kita aktif berinvestasi. Bahkan nilai satu sen, sesuai judul blog miliknya Good Financial Cents, memberikan arti berarti jika tepat investasi. Mulai dari bursa saham, investasi ke pengembangan diri, atau investasi bisnis kecil hingga real estate.

Jeff mengajarkan kita bagaimana membangun brand. Dia memilih memberikan contoh, bagaimana kita bisa membangun finansial kita dari bawah. Memulai dari keluarga hingga menghasilkan fondasi ketahanan keuangan. Passion bisnis Jeff tidak cuma diri sendiri tetapi membantu orang lain.

Sebelum memulai blog sudah menjadi perencana keuangan. Jika blogger lain memilih jalur silang, yaitu langsung mengerjakan blog tanpa menjadi ahli. Jeff memiliki pengalaman di industri keuangan sejak lama.

"Saya memulai blog karena saya butuh perjalanan," tutur dia.

Memulai ahli finansial dengan AG Edwards dan Sons. Sebuah firma lokal di St. Louis, dia bekejar di sana selama lima tahun dan pindah ke Wachovia. Mencoba hal baru, dia kemudian mencari pekerjaan baru di firma baru.

Dia melirik firma besar Morgan Stenly dan Merrill Lynch di New York. Jeff mendapatkan firma kecil di Reymond James dan Stifel Nicolas. Independensi menjadi pencarian lain Jeff. Dia mendapatkan independensi dari menjadi broker untuk LPL Financial.

Dia mendapatkan kesempatan membangun Alliance Investment Planning Group. Jeff baru tau apa itu blog lumayan terlambat. Tujuah bulan sebelum blog Good Financial Cents lahir, di Desember 2007, blog sudah dikerjakan tetapi gagal.

Dalam artian dia terjebak pada konsep blog kala itu. Menyisihkan waktu untuk blog menjadi hal berat dan menganggu hidup Jeff. Tahun 2011, dia memilih keluar dari pekerjaan dan fokus mengerjakan firman keuangan dia sendiri, Alliance Wealth Management.

Dia membangun blog Good Financial Cents, atas dasar akan jadi satu alat promosi bisnis. Passion mengajar masyarakat tentang keuangan dituangkan ke dalam blog. Dari blog itu, Jeff mulai mengajar investasi untuk umum atau komunitas tentang dasar investasi.

Dia menginisiasi pelajaran saham ke sekolah. Dia juga dipanggil menjadi pembicara berbagai acara. Di sanalah dia menemukan titik terang membangun Good Financial Cents, pada Juli 2008 dan sampai sekarang.

Menjadi seorang penasehat keuangan lama. Dia tidak diajari khusus orang tua. Semua melalui satu belajar otodidak investasi. Pengusaha sukses memang lebih membutuhka kepercayaan. Oleh karena itu, dia ikut pelatihan hingga mendapatkan seritifikat penasehat keuangan.

"Saya pada dasarnya melakukan itu (investasi) sendiri, karena saya memiliki dasar ilmu finansial dan menjadi penasehat finansial, maka saya berdiri diatas kebanyakan orang," ia menjelaskan.

Tips menjadi Blogger Keuangan


Status sebagai ahli finansial membuat membuat konten lebih mudah. Dia menerapkan semua ilmu tentang keuangan ke blog. Ia mengajari mereka yang tidak memiliki dasar keuangan. Inilah kenapa dia memulai blog dan terus melanjutkan mengerjakan sendirian.

Sejujurnya dia termasuk orang gaptek baru pertama kali melihat website. Pengusaha ini baru punya blog bahkan ketika orang lain sudah masuk ke sosial media. Dia tidak punya profil Facebook. Tidak juga memiliki Twitter. Apalagi jika ditanya apakah Jeff memiliki LinkedIn.

"Jika kamu meng Google nama saya, anda tidak akan menemukan apapun, tetapi akan menemukan nama aktor di Gorgia atau pria yang membuat kaos golf di Florida," canda Jeff.

Baru pertama kali membuat blog, tetapi juga, ingin menunjukan kemampuan bidang penasehat keuangan. Jikalau perencana keuangan lain membuat rencana keuangan, Jeff justru asik membuat postingan tentang itu. Maka segeralah subscribe untuk mengikuti postingan terbarunya.

Mendapatkan klien menggunakan blog. Itulah alasan utama Jeff memulai blogging. Sebagai blogger dia tidak berniat menguangkan dengan cara lain Good Financial Cents. Sangatlah mengejutkan jika dia tau bahwa ada cara lain menguangkan blog.

Untunglah dia bersemangat mencari teman sesama blogger. Sebut saja, nama Ryan Guina dari Cash Money Life dan The Military Wallet, dengan pandangan itu dia mampu membuat uang menjanjikan dari blogging saja. Jadilah blog miliknya memiliki tiga subtansi postingan:

1. Edukasi orang lain
2. Membawa potensi klien untuk menggunakan jasanya
3. Membuat pendapatan kedua yang solid

Jika ditanya macam apa postingan dia buat. Jujur dia memposting semua hal. Jikalau ada orang lain yang mau quest blog, akan ditaruh sebagai sub- material. Dia santai akan quest blog. Karena tidak harus membuat postingan tiap hari.

Menjadi penasehat keuangan bersertifikat sangat membantu. Menaikan kepercayaan termasuk soal blogging. Konsisten menjadi kunci sukses blogging. Dia menyebut konsistensi membawa nilai tiga digit angka penghasilan.

Ketika dia mulai paham apa itu Niche, mulai dia banyak mengkontak guest blogger. Melakukan itu membuka pintu lain blogger. Dia mendapatkan bantuan banyak dari guest blogging. Postingan paling menarik  ialah "107 Things That Make Good Financial Cents".

Teknik dia terapkan mencari sebanyak mungkin ahli keuangan, membuat quote dan menempelkan link mereka. Karena merupakan blogger baru, dia merasa tidak percaya diri. Namun, insting investornya mampu membuat bersemangat dengan outsource 95% posting.

Tidak segan berbagi hasil ke komunitas blogger kembali, karena memberi bantuan dan memberikan link gratis blog mereka. Jika ditanya apa yang terjadi jika dia mengerjakan blog sekarang. Maka dia memberia saran buatlah komunitas.

Banyak blogger sukses membuat komunitas. Blog seperti Bigger Pockets dan Mr Money Mustache membuat komunitas kuat dibidangnya. Membagi waktu antara blogging dan keluarga sangat susah. Sangat mudah jika memisahkan antara pekerjaanya sebagai ahli keuangan dan keluarga.

Tetapi bisnis blog membutuhkan lebih banyak waktu. Untung dia menemukan konsep "Free Day", dimana 24 jam tanpa melakukan apapun tetapi untuk keluarga.

Strategi blogging diterapkan oleh Jeff. Membangun postingan sendiri, tinggal mengecek email, status kunjungan, dan hubungan pekerjaan keuangan. Dilanjut embuka blog baru, dari bidang asuransi dan blog tentang pensiunan, pokoknya kembangkan pengetahuan kamu di blog.

Sumber:plutusawards.com dan lainnya

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba