Pembuat Patung Lilin Hingga Replika Makanan Eki

Profil Pengusaha Eki Puji Lestari 


 
Kesempatan bisnis selalu terbuka. Terutama bagi mereka yang peka. Kesempatan tidak datang dua kali dan moment indah harus diabadikan. Jadi Eki Puji Lestari mencoba menggabungkan kedua idenya. Lahirlah ide bisnis souvenir pernikahan tetapi tidak mau sama dengan orang lain.

Sekitar beberapa tahun silam, Eki dan calon suami tengah kebingungan soal apa souvenir bisa diberikan, apa yang bisa membuat teman, kerabat, dan rekan kerja mengingat. Inilah ide bisnis muncul dibenak Eki seketika. Bukannya mencari toko souvenir pernikahan malah Eki memutuskan membuat sendiri.

Idenya bagaimana membuat lilin dalam gelas. Nanti, lilin- lilin tersebut diberikan kepada para tamu buat dibawa pulang. Tidak disangka tanggapan begitu baik. Banyak orang mulai menanyakan dimana sih Eki membeli souvenir tersebut. Perempuan asli Solo, Jawa Tengah, itu kemudian menunjukan si pembuat.

Ide bukan sembarangan ide bisnis. Dia mengekspolari bentuk lilin. Bentuk lilin tidak sama dengan lilin yang dijual dipasaran. Dia membayangkan hobinya sendiri. "Kebetulan saya hobi jajan dan makan kue," ia melanjutkan. Jadilah bentuk lilin buatan Eki berbentuk aneka makanan enak di mata tetapi tidak di lidah.

Ia berpikir kan kue jaman sekarang lucu- lucu. Dia lalu membuat bentuk berdasarkan itu. Pemilik Griya Lilin Solo tersebut mengatakan memang butuh waktu. Tahapan pembuatan lilin lebih rumit dibanding lilin biasa. Pertama dia menggunakan adonan lilin yang dilelehkan sampai cair.

Lalu dicampur, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk, untuk selanjutnya dibentuk aneka makanan. Seperti cupcake, milkshake, es krim, rainbow cake, serta aneka kuliner lainnya. Eki benar detail hingga ia bisa membuat semirip mungkin aslinya.

Ia juga tidak berpuas diri. Lewat tangan kreatifnya, dia menciptakan lilin aroma terapi berbentuk makanan, mulai dari aroma framboze, melati, teh hijau, kayu manis, mawar, cengkeh, lavender, dll. Dimana calon pembeli mereka calon pengantin. Ternyata target pasar Eki kena berhasil meraih apa yang diincar selama ini.

Bisnis sendiri


Selepas menikah, Eki tidak langsung menggeluti bisnis lilin makanan, dia sempat bekerja pada perusahaan. Namun karena sering diprotes anaknya, Arlinda Yasmin Australia, dia mengubah rencana hidupnya dan jadi pengusaha merupakan pilihan.

Kenapa sang anak protes karena tidak ada waktu. Wanita 39 tahun ini sering pulang sore hingga malam. Ia memang sudah penat bekerja di garmen. Mulai dia merintis ulang usaha lilin dulu. Dalam merintis bisnis Eki punya startegi berproduksi sedikit dulu. Dari patung lilin sampai lilin aroma terapi dibuat oleh Eki sekarang.

Usaha dari istri Widi Nur Susanto ini, mampu meraup untung sampai puluhan juta. Dengan harga jualnya bervariasi antara 3 ribu- 15 ribu. Kalau mau bikin yang spesial, bisa pesan satu set replika makanan, yang dia bandrol Rp.700.000 per- set.

Sukses Eki membawanya tidak cuma dikalangan masyarakat. Kalangan pengusaha makanan juga percaya akan kemampuannya. Mereka biasanya minta dibuatkan replika menu mereka. Skalanya 1:1 dimana itu lantas dipasang di restoran mereka.

Lewat bisnis dia menjadi penggerak ibu- ibu sekitar. "Saya memilih hias karena waktu itu memang masih sedikit yang memproduksi," ujarnya.

Mantan Pecandu Narkoba Sukses Wirausaha

Profil Pengusaha Khalil Rafati 


 
Hampir mati karena heroin, sembilan kali nyawanya hampir hilang, kini Khalil Rafati seorang pengusaha miliarder. Hampir setengah abad dia adalah pecandu narkoba. Dokte mencoba menyelamatkan dia sampai sembilan kali. Tahun 2003, dia kecanduan narkoba, dimana berat badanya turun drastis kurus kering.

Ia seorang pemimpi sejak dulu. Rafati ingin menjadi bintang film. Bukannya sukses, dia malahan tidur di emperan toko sampai tinggal menjadi tukang cuci. Dia jadi tukang cuci mobil selebriti Hollywood. Dia mulai berkenalan dengan heroin, hingga menjadi pecandu, dia ditangkap kemudian direhab begitu terus.

Rafati seolah sadar ketika sembilan kali hampir mati. Apakah sudah saatnya bertobat. Empat bulann rehab dia mulai berpikir masa depan. Setelah keluar dinyatakan bersih baik tubuh dan pikiran, dia mencoba hidup sehat.

"Jutaan orang datang ke sini (Amerika), seperti halnya saya lakukan, untuk jadi kaya dan terkenal," ujar pria 42 tahun ini. "Dimana mimpi mereka hancur berkeping, jadi mudahlah mereka menjadi pemabuk dan jadi pecandu narkoba."

Narkoba berbahaya


"Saya benar- benar merusak semua... Saya selalu merasakan sakit sekali tidak bisa tidur," kenangnya.

Tidak mudah sembuh. Butuh sembilan kali hampir mati untuk menyadarkan Rafati untuk hidup kembali. Ia kemudian mencoba membantu orang lain. Awal usaha dimulai dia membuka tempat rehabilitas pecandu narkoba Riviera Recovery Rehab.

Dia menemukan resep sehat. Rafati mulai memblender jus dicampur dengan aneka bahan lain. Jadilah jus herbal buat membersihkan diri dari pengaruh narkoba. Orang akan membayar $10.000 untuk kembali ke jalan yang benar -dia mulai menyadari bahwa dia sedang mencapai sesuatu.

Dia mulai membangun Sunlife Organic pada 2011. Dimana dia membuka toko pertamanya di Malibu. Dia sekarang punya enam bar dan 200 orang staf tersebar di California. Memprediksi kesuksesan tidak mudah apalagi dia pernah melihat keterpurukan lebih dari siapapun -tanpa uang dan terjebak rasa sakitnya candu.

Sukses Rafati membuatnya kaya. Tetapi itu bukan intinya, karena dia telah kembali ke sosok pria baik yang seharusnya sebelum kecanduan. Terkadang dia menangis ketika membaca ulasan orang terhadap bisnisnya di Amazon.

Tekanan kecanduan memang begitu kuat di fisik, apalagi di mental, semua orang tau betapa susahnya buat kembali ke jalan yang benar. Tetapi baginya tidak ada yang tidak mudah. Selama kita berpikir positif bahwa kita mampu. Kita harus mencintai hal mudah dulu. Karena alkohol dan narkoba adalah hal rumit dijalani.

"Kita terlalu sensitif dan kita berpikir bahwa kita sangat pintar dan rumit."

Dia menyebut mereka pecandu tengah sakit. Mereka menghancurkan diri sendiri. Bahkan tegas dia bicara bahwa kita jangan mengasihini mereka -memberi mereka uang untuk mencandu. Terkadang menurutnya mereka butuh rasa sakit penderitaan dulu.

Rafati sendiri termasuk orang yang menolak hukuman mati. Dia berpikir orang meresa tidak mampu buat menghentikan mereka -padahal lebih mudah untuk meyakinkan pecandu. Bertanggung jawab atas diri kita sendiri adalah beban dimana orang lain terkadang tidak mau tau.

Dia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku. Banyak orang yang terselamatkan karena buku yang berjudul I forgot to Die atau yang berarti Aku Lupa untuk Mati.

Bisnis sukses


Keuntungan diraih bisnisnya $6 juta, dimana sudah termasuk bisnis bar, penjualan pakaian, dan melalui itu semua untuk membuka cabang ke 16 dan masuk ke Jepang.

Kesuksesan Rafati membawa keberuntungan besar. Dulunya tinggal di jalanan, sekarang dia berpergian naik jet pribadi. Jika dipikira kisahnya bisa menjadi film Holywood ya. Kelahiran Ohio, bagian baranya Amerika, dia merupakan keturunan ibu yahudi dan ayah islam.

Kehidupannya rumit dimana dia terpaksa drop out. Dia meninggalkan sekolah tanpa punya ijasah. Tidak kualifikasi untuk apapun. Dia ditangkap untuk kasus perusakan fasilitas umum dan mencuri. Tahun 1992, ia pindah ke Los Angles, dimana mimpinya menjadi bintang.

Ketika kehidupan aktingnya tidak berjalan. Rafati mulai menjadi musisin di band lokal, hingga menjadi tukang cuci mobil selebriti, seperti Elizabeth Taylor, Jeff Bridges, dan gitaris utama Guns N' Roses, Slash. Akan tetapi, dia terjebak dunia narkoba, dimana hidupnya malah lepas kendali tidak tentu arah.

Dia tinggal di dalam kardus. Dan untuk memenuhi candunga, ujungnya Rafati malah menjadi bandarnya. Ia sering overdosis hampir mati. Sudah kapok narkoba, dia lantas bekerja sembarangan, pokoknya bekerja apapun untuk membuatnya tetap sibuk.

Kemudian dia bekerja untuk dua tempat rehab narkoba, menjaga anjing dan menjadi tukang kebun. "Saya akhirnya bisa menyimpan uang," kenangnya. "Saya bekerja keras, tujuh hari seminggu, 16 jam seharinya."

Obsesinya akan berhenti narkoba membuatnya hidup sehat. Ketika dia bertemu seorang teman di Ohio, yang memberinya resep minuman herbal, Rafati mulai terobsesi membuat jus penyembuhnya sendiri. Dia layaknya seorang hippie yang belajar vitamin, makanan organik, makanan sehat penyembuh penyakit.

Awalnya dia lakukan agar membuat diri sendiri sehat. Tahun 2007, dia menyewa tempat, membuka usaha sendiri Riviera Recovery dimana klien akan membayar $10.000 untuk direhab sampai sembuh. "

Bagi kamu yang menjadi penghuni rehab akan diberi minuman Wolverine -campuran sari bunga, royal jelly, bubuk maca, dan pisang. Kemudian reputasi minuman tersebut malah lebih ternama dari nama bisnis itu sendiri. Lebih terkenal dibanding tempatnya disajikan, alhasil dia menyadari kebutuhan masyarakat.

Dia menyadari bahwa kebutuhan akan minuman itu, bukan tempat rehabnya. Tahun 2011, dia mendirikan perusahaan bernama Sunlife Organics, bersama teman dan pacar terakhirnya. Dengan menggunakan bekal tabungan bisnis barunya berdiri, dimana penjualan tahun pertama adalah $1 juta.

Di overdosis ke 8, dia sedang berada di dalam kamarnya di Malibu, yang mana paremedis datang cepat dan mampu membawanya hidup kembali. Ke 9 ceritanya dia benar- benar hampir mati karena dia terjebak di dalam ruangan. Waktu itu dia tengah asik menikmati heroin di kamar mandi ketika perampok masuk ke rumah.

Tahun 2003 dia dikirim ke penjara Los Angles. Dia telah mencapai dasarnya dasar. Sudah tidak ada jalan pintas digali. Dan sialnya semua skop dibawanya rusak. Dia kemudian bangkit mengatasi penyakitnya. Dia bertekat untuk hidup sehat dan memperbaiki kemiskinannya.

Seorang teman kemudian memperkenalkan jus super. Inilah minuman Wolverine yang memberika gairah baru buat penyakit kecanduan. Menjadi miskin itu sangat brutal. Apalagi kalau kamu adalah pecandu yang sangat parah tanpa uang. Justru jus super tersebut dicari orang tidak cuma buat mereka yang kecanduan.

Dimana mereka bukan bagian dari pelanggan bisnisnya. Lalu lahirlah Sunlife Organic yang memiliki moto yaitu cinta, sembuh dan menginspirasi. Sekarang bisnisnya menjual 12 jenis, minuman protein, dan masih banyak lagi.

Juragan Keong Mas Berbisnis Keripik Gurih

Profil Pengusaha Sulthan Alfathir 


 
Entrepreneur muda berarti mampu melihat peluang. Sempitnya peluang mampu diterobos. Menciptakan hal tidak mungkin menjadi mungkin. Inilah kisah Sultan Alfathir, yang sudah memulai usahanya sejak bangku SMA. Berawal dari sebuah penelitian sekolah Sultan mampu membawa bisnisnya sampai sekarang.

Lulusan SMA 2 Lamongan, Jawa Timur, dan Universitas Brawijaya, Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2003, Fakultas Teknologi Pangan, yang mampu membuat keong emas jadi panganan. Bukan perjalanan yang cepat tetapi memang ditekuni Sultan.

Keong emas yang dikenal sebagai hama petani. Dia olah menjadi panganan nikmat gurih. Polita Chrispy yang dibuat dari keong emas sawah. Inilah inovasi usaha sebenarnya entrepreneur muda. Jika biasanya orang akan jualan sate keong, itu diolah dijadikan keripik gurih khas kaya akan mineral.

Ada protein tinggi dan asam lemak tidak jenuh. Dengan asam lemak tak jenuh bisa digunakan menurunkan kolesterol. Sekedar uji coba makanan sederhana ternyata menghasilkan uang. Berawal dari keprihatinan akan serangan hama keong emas di kawasan Lamongan, sangat meresahkan karena padi akan rusak dalam 1- 7 hari.

Petani dilihatnya cuma pasrah kalau urusan keong mas. Paling penanganan ya dikumpulkan buat dibuang atau mungkin dijadikan sate. Ia sempat berpikir ekabegitu. Sempat berpikir mau dibikin produk sate tetapi dia melihat sudah banyak. Dia lalu memparkan hal tersebut ke kedua teman masa SMA -nya untuk penelitian.

Dia dibantu guru pembimbing. Kebetulan ada kelas entrepreneurship, dia lantas membuat business plan kemudian diajukan ke sekolah. Anak SMA 2 Lamongan memang didorong membuat rencana bisnis untuk dijalankan sendiri.

Bisnis keterusan


Mereka lantas menjualnya. Keripik dikemas semodern mungkin. Ukuran 100gram dalam kemasan plastik dan toples. Harga jualnya Rp.7 ribu dijual dulu ke warung- warung sekitar sekolah. Responnya ternyata baik loh. "Akhirnya kami semangat untuk terus mengolahnya," ujarnya.

Mereka kemudian ikutan aneka lomba bidang pertanian. Seperti ada lomba Inovasi Pengolahan Produk Perikanan 2012 di Yogyakarta. Nama produknya Polita Crispy dan mampu sampai menasional. Berbekal dua rasa yaitu keju barbeque dan pedas rasa soto tahu campur, dimana rasanya memang khas Lamongan.

Proses pengolahan sederhana, dari daging diiris- iris, dicampur bumbu dan tepung beras baru digoreng. Tapi jangan lupa dicuci dulu ya. Mencuci butuh 3- 4 kali sampai lumpur sawah hilang. Buat 100gram dia butuhkan 1kg daging keong.

Daging direbus dulu, gunanya untuk mengetahui apakah ada racunnya. Bagian beracun adalah bagian kepala yang menonjol. Bagian itu harus dipotong dibuang. Lendir juga harus dibuang agar benar- benar bersih. Itu disusul pencucian lagi. Setelah benar- benar bersih baru dipotong kecil untuk masuk tahap berikutnya.

Dia membuat adonan krispi sendiri. Balurkan bumbu yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Daging yang sudah dibaluri bumbu kemudian masuk adonan. Tinggal kamu goreng hingga matang dan krispi.

Untuk memenuhi kebutuhan keong, Sulthan juga membudidaya keong sendiri di dalam kolam. Kalau sudah masuk musim hujan jadi punya stok keong. Makanan  keong emas tingga dikasih kangkung kira- kira 2- 4 minggu kemudian siap panen. Kalau ada limbah bisa digunakan buat makanan ternak untuk usaha jenis lain.

Awal mereka membuat kemasan plastik. Berjalan waktu mereka menyadari harus siap berkembang. Maka ia mengajak teman- teman membuat kemasan modern berbentuk rumah gadang. Bermodal uang Rp.100 ribu saja mereka berempat menang lomba wirausaha 15 juta pada tahun 2013 dan dijadikan modal lagi.

Masalah dihadapi entrepreneur muda pemula: Jumlah produksi yang masih kecil. Dan ekspetasi penjualan melebihi alhasil permintaan tidak tercukupi. Kedua mereka masih sekolah jadi waktu mereka terbatas. Tapi masalah status masih sekolah tidak masalah. Mereka malahan membeli mesin pengolahan sendiri loh teman.

Berbekal uang hasil lomba dijadikan mesin pengering. Mereka juga melancarkan promosi lewat sosial media seperti Twitter dan Facebook. Mereka kemudian memberdayakan petani. Harga perkilo hama itu dibeli mereka Rp.7000 per- kg. Harga jualnya kalau sudah jadi Rp.7000- Rp.8000, omzetnya Rp.6 jutaan.

Laba 30% dari produk mereka jual. Dimana mereka sudah punya konsinyasi 25 outlet dan 10 reseller yang tersebar di Lamongan, Gresik, Malang, Kediri, dan Surabaya. Dengan rasa soto, ia mencoba menarik pemerintah daerah Lamongan menjadikan keripik Ponita menjadi daya tarik kuliner khas Lamongan.

Semua usahanya sudah didukung sertifikasi halal, dan kualitas kesehatan oleh pihak berkait. Cita- citanya yang lebih besar sebagai entrepreneur muda adalah menembus pasar ekspor.

Jualan Kopi Gayo Jadi Usaha Sampingan Mengejutkan

Profil Pengusaha Wiarwan dan Istri 


 
Ketika kopi blue mountain asal Jamaikan populer. Wiarwan seolah ingin membuktikan sesuatu. Hasratnya ialah ingin menjadikan kopi asli Indonesia, layaknya kopi Jamaika. Pengalaman bekerja dengan kopi telah memberikan ide mengenai bisnis ke depan tetapi tidak seketika.

Lulus SMA, pada 1988, ia tidak langsung bersentuhan dengan kopi. Remaja Wiarwan memilih mengejar pendidikan sampai ke Taiwan. Berbekal keberanian dia membiayai kuliah sendiri. Barulah menyentuh kopi ketika dia bekerja sampingan menjadi pegawai pabrik kopi.

Dia sukses membiayai kuliah. Begitu lulus dia kembali ke Indonesia, bukan bekerja dengan kopi tetapi ia malah bekerja untuk perusahaan pulp and paper. Sukses Wiarwan mampu menempati jenjang pekerjaan yang tinggi. Gaji mapan dan segala fasilitas tidak membuat Wiarwan terpuaskan akan hidup.

Berbisnis sendiri


Pekerjaan bergengsi memang membuat zona nyaman. Tetapi dia tidak mau. Pilihan adalah membuat usaha sampingan. Dia ingin berbisnis tetapi apa. Pikiran Wiarwan adalah bisnis tidak lekang. Jualan komoditas yang akan selalu dibutuhkan masyarakat.

Suami Warniaty, kemudian menemukan kelebih dari daerah tempatnya, Aceh dikenal memiliki kekayaan yang bahkan membuat Belanda tergoda. Kopi dari masa penjajahan Belanda sampai sekarang nih masih digemari masyarakat. Dan kita tau pamor kopi yang meningkat menjalar ke seluruh Indonesia tidak cuma Aceh.

Dia ingin menjadi pengusaha kopi gayo. Bermodal uang seadanya yakni Rp.25 juta, ia nekat melepaskan jabatan di perusahaan pulp and paper. Demi menjadi pengusaha mengunjungi petani untuk didekati. Lewat kemampuan persuasifnya mengajak petani kopi lokal dibawah pembinaan Wiarwan.

Tercatat nih sekarang 27 keluarga petani dan areal tanam 15 hektar- 20 hektar dibawah bimbingan dia. Ia mencoba menciptakan sistem sendiri. Sistem saling menguntungkan merombak cara tradisional petani kopi asal Aceh. Dia ajarkan mereka cara memilih bibit, mengelola, dan membantu pasca panen.

Sukses dia mampu mengangkat kualitas biji kopi petani. Tidak puas, Wiarwan ingin juga berbisnis sampai ke pengolahan. Dibeli satu mesin roaster asal Taiwan. Dia mengatakan sudah terbukti lewat pengalaman bekerja dulu. Dia mengolah kopi arabica dan berharap mampu sejajar dengan kopi blue mountain itu.

Kelebihan kopi dia olah menjadi arabica dan luwak. Dua kopi premium coba disuguhkan Wiarwan kepada masyarakat lokal. Nama kopi miliknya Optimum Prime, menawarkan kopi gayo premium untuk pecinta kopi sejati. Pembeli sudah sampai ke luar negeri seperti Korea, Taiwan, Australia, dan China.

Ia baru mengirim dalam jumlah kecil. Maklum usaha Wiarwan masih tergolong kecil. Untuk satu pemesan dia menjual maksimal 18kg. Produksi kopi gayo arabica dia menghasilkan 400kg sedangkan untuk kopi luwaknya 45kg. Harga Rp.1,5 juta per- kg untuk kopi luwak dan kopi premium arabica dihargai Rp.250 per- kg.

Perjalanan bisnis Wiarwan tidak semudah dibayangkan. Kopi miliknya belum mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun, uniknya, dia malah mendapatkan penilaian baik dari badan asing Kamar Dagang dan Industri Malaysia.

Bisnis maju terus


Kopi Indonesia sebenarnya bagus- bagus. Agar semakin dikenal oleh masyarakat, ia kemudian mengikuti aneka pameran. Dia memberi contoh gratis. Lewat acara pameran nasional maupun internasional. Disaat orang mencoba langsung nyeletuk kalau kopi luwat Wiarwan enak.

"Saya bilang itu arabica premium, bukan luwak. Kopi luwak kami lebih enak lagi," ujarnya.

Wiarwan juga mengambil kredit di Bank Rakyat Indonesia. Tahap awal, lewat suntikan modal, dia mulai mengembangkan bisnisnya. Lewat bank milik negara tersebut juga mendapatkan kesempatan. Sekali dia ikutan pameran kopi di Belanda mewakili BRI.

Istri Wiarwan, Nini, mengeluh memang susahnya mendapatkan perhatian pemerintah setempat. Padahal ia sudah mewakili kopi gayo dari Aceh ke acara internasional. Masalah kenapa mereka tidak mendapatkan sertifikat BP POM, kata Nini bangunan pabrik dilarang memiliki sudut- sudut karena berpengaruh ke kebersihan.

Padahal kalau soal kebersihan dalam pembuatan, ia menjamin perusahaanya sudah sesuai standar, itupun kalau dibandingkan home industry lainnya; Perusahaan dijalankan mereka lebih baik. Anehnya justru lah mereka yang kesulitan mendapatkan sertifikat. Bahkan Nini ingin berkunjung ke pabrikan teh botol Sosro nanti,

Tujuannya guna membuktikan apakah aturan tersebut adil. Apakah pabrikan besar juga mendapatkan syarat sama. Karena BP POM belum keluar alhasil, Nini kesulitan mendapatkan label Halal MUI, mungkin sulit tetapi Nini tidak patah semangat terus membangun bisnis mereka.

Obsesi Nini seperti halnya Wiarwan, yakni memperkenalkan kopi gayo sebagai identitas Aceh. Bagaimana agar kekhasan kopi lokal tersebut tidak hilang. Ia prihatin ketika kopi gayo dijadikan bahan campuran dari daerah lain. Contoh lah ada kopi Sidikalang, padahal bahan bakunya ya kopi gayo dari dataran tinggi gayo.

"...kemudian berubah menjadi kopi Sidangkalang, karena diproduksi di Sumatra Utara, jadilah dia kopi Sidangkalang," runut Nini.

Nama kopi Optimus Prime sudah tercatat di HAKI. Dipatenkan atas nama CV. Mutiara Gayo, dimana dia menggunakan kemasan standar internasional impor dari Taiwan. Usaha dilakukan lainnya adalah bagaimana caranya mendapatkan SNI.

Kalung Berbahan Kain Batik Cranberries

Profil Pengusaha Ari Dwi Astuti 



Limbah konveksi terkadang bingung mau diapakan. Inilah kesempatan buat pengusaha masuk mencari- cari celah dibalik ketatnya bisnis fashion. Justru dengan memanfaatkan limbah fashion, merubahnya menjadi produk fashion sendiri membawa kesukses bagi Ari Dwi Astuti.

Pengusaha satu ini berminat kepada limbah perca batik. Kain perca yang ukurannya kecil- kecil karena sisa produksi ataupun dari kain batik lama. Lewat tangan Ari itu tidak lagi bertumpuk- tumpuk layaknya tumpukan sampah plastik di tempat sampah.

Inilah harta karun Ari setelah sekian lama. Berawal dari sekedar hobi membuat akesoris. Lewat aksesoris berbahan kain biasa sampai perca batik. Hemat biaya produksi tinggal ambil punya sisa jahit. Kebetulan didekat rumah kan ada penjahit. Ari dapat bahan cuma- cuma, "bisa dibilang saya bisnis tanpa modal."

Kenapa perca batik karena hasilnya unik. Kesannya etnik gitu, bahan baku ekslusip apalagi kalau bahannya dari perca kain batik tulis. Dari beberapa kain perca potong- potongan itu bisa menjadi banyak aksesoris loh.

Perca batik kemudian diubah menjadi kalung, bros, gelang, bando, juga jepit rambut. Ide bisnis semakin ia rasakan mantap ketika melihat pasar. Kebanyakan akesoris berbahan logam, kayu, atau plastik. Memakai batik nampak lebih menarik karena motifnya unik. Produk paling laku adalah produk kain berbahan perca batik.

Agar lebih menarik apa cara Ari membuat akseoris. Dia menggabungkan dengan bahan perca lain, taruhlah jean, renda, mutiara, sampai manik- manik kayu. Bekal kreativitas, serta kemampuan menjahit, lalu dia lem dibentuk menjadi eksesoris. Harga perhiasan dia bandrol dari Rp.5000- Rp.200.000 per- satuannya.

Harga dia tentukan lewat tingkat kerumitan desainnya. Untung bisnis dijalankan ternyata lumayan besar ya karena bahan bakunya mudah murah. Margin untungnya sampai 70% dia menceritakan kepada pewarta.

Ia awal mendapatkan pasokan perca dari usaha konveksi dekat rumah, tetapi karena makin banyak harus diakali. Untuk itulah dia niat sekali mencari sampai ke luar kota. Bahkan untuk kain perca kuno bisa dia datangi sendiri. Rutin dia mengunjungi berbagai konveksi di Solo, Yogyakarta, Depok, dan Garut.

Ketika pesanan membludak, dia akan meminta bantuan teman. Pesanan bisa membludak sampai 200- 300 buah pesanan. Dalam sebulan bahkan suatu waktu dia bisa mendapat pesanan sampai 500 buah. Cara dia berpromosi lewat blog dan sosial media, terbukti ampuh mampu menarik bahkan pembeli asal Malaysia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba