Jualan Sabun Miliaran Rupiah Sugiharto

Profil Pengusaha Sugiharto 


 
Sugiharto dikenal memiliki kreatifitas berwirausaha. Hal tersebut sudah diakui berbagai pewarta nasional. Ia memiliki kemampuan mengelola unit- unit bisnis. Dari sana pundi- pundi uang berkumpul lewat sistem manajemen khas. Inilah keunggulan Sugiharto yang layak dipanggil entrepreneur -nya Indonesia.

Produk dia meliputi sabun cuci piring, sabun tangan, kemudian pembersih lantai buat gedung. Dimana dia mampu memproduksi produk material sendiri. Memang bisnis dijalankan Sugiharto sudah dikuasai oleh pebisnis besar. Namun dirinya tidak gentar dan terus mengembangkan aneka produk.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menggunakan keunggulan sendiri untuk memasuki pasaran yang ketat pemain besar. "Saya ini bukan siapa- siapa karena belum tergolong pengusaha sukses," ujarnya, yang mengaku tengah semangat- semangatnya mengembangkan usaha.

Dia berani bermain harga. Lebih murah bukan masalah, karena baginya sudah menguasai proses pembuatan dari mendasar. Bahan baku dia bisa ciptakan sendiri. Kalau ia mengibaratkan perusahaan besar seperti penjual bakso, maka hanya bisa mengumpulkan bahan dari supermarket.

Adapula yang membeli langsung kuah bakso, dan mie nya sudah siap di pasar, kadanga bumbunya dibuat dari bahan bumbu mie instan. Intinya perusahaan besar tidak jarang hanya peramu. Sedangkan dia mampu menciptakan bahan paling dasar. Efisiensi tersebut mampu membuatnya berani menjual lebih murah.

Nilai produksi ditekan sedemikian mungkin. Dibanding perusahaan sekala besar yang memilih membeli bahan setengah jadi buat diolah lagi. Sugiharto pemilik CV Big's Image, baginya bisnis adalah bagaimana membangun value of chains barulah bisnis akan menguntungkan.

Bisnis baru


Bisa dibilang berbisnis consumer's good adalah hal baru. Namun menurut Sugiharto justru di sini, market bisa sampai ke mana- mana. Walaupun terkendala ijin, produknya masih mampu memasuki pasar, karena memang tidak menyangkut makanan. Meskipun produk premium diarahkan dia masuk ke pasar menengah bawah.

Tetapi bukan juga melulu fokus ke konsumen ruma tangga. Variasi pasar dilakukan Sugiharto agar bisa jadi produsen kelas besar nantinya. Bayangkan menurut analisanya perusahaan besar di bisnis ini mampu mengantungi omzet sampai Rp.22 triliun per- tahun.

Ia juga menyasar kebutuah hotel, perkantoran, restoran, atau kafe. Mulai berhubungan dengan prosesing makanan juga ke layanan kesehatan. Untuk keperluan rumah tangga sudah ada brand sendiri yakni Fresho. Dan untuk keperluan jumlah besar atau korporasi, dia menggunakan nama brand Ecotech.

Dia berkisah awal usaha memang mengeluarkan biaya investasi tinggi. Tetapi tidak setinggi dikeluarkan oleh perusahaan mapan. Dia mengaku mengeluarkan Rp.1,2 triliun. Efisiensi tinggi karena dia sendiri yang menciptakan teknologi prosesing. Bisnis lain dijalankan oleh Sugiharto adalah bisnis marketing suport.

Yakni semacam menjadi partner pengembangan bisnis perusahaan lain. Dia menawarkan ide segar kepada mereka. Ide tidak melulu dari dirinya, tetapi bisa diproses ketika bertemu klien nanti. Sugiharto juga akan mengeksekusi ide tersebut untuk perusahaan- perusahaan terkait.

Peraih S-2 Manajemen Internasional Universitas Grenoble, Prancis, ini masih juga memiliki bisnis lain yakni bisnis alat peraga pendidikan Sonic System. Sebuah sistem untuk mengajar anak di usia dini. Dia lebih menjelaskan lagi bagaimana alat tersebut membantu anak belajar bahasa asing sampai fasih.

Anak akan belajar sampai ke logat Inggri fasih. Untuk produk pembersih Sugiharto memang belum begitu dikenal masyarakat sekarang. Dia percaya diri mampu memasuki pasar nasional.

Sebagai pemula cara berbisnis Sugiharto memang sudah cermat. Sugiharto memang masih enggan buat dipanggil sebagai wirausahawan sukses. Dia belum memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Dari segi produksi, penyerapan pasar, serta bagaimana bisa mempekerjakan banyak orang lewat bisnis ini.

Sugiharto berharap pengusaha lain akan lebih banyak. Dan pemerintah mampu mendukung tumbuhnya para pengusaha baru. Bagaimana masa depan Indonesia tergantung kesempatan yang diberkan pemerintah. Dia yakin termasuk dirinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Cerita Miliarder Jualan Kue Kering Lebaran

Profil Pengusaha Eko Suciptono 




Ia tidak pernah menyangka akan menjadi pengusaha. Eko Suciptono nyatanya bisa sukses. Cuma jualan kue kering, mampu menjadi pengusaha sukses dan mempekerjakan banyak orang. Ia berkisah, semua bermula pada pertengahan 1980 -an, yang mana Eko hanya orang biasa tanpa memiliki apa- apa berlebih.

Dia sempat berkuliah tetapi cuma dua semester. Eko memilih mencari uang. Tahun 1986, dia lantas malah menikah, cuma bermodal nekat mencoba berjualan makanan kecil. Ia bahkan rela berkeliling ke berbagai daerah. Jualan dari pintu ke pintu, mulai berangkat dari Brebes sampai ke Jakarta dilakoni Eko.

Dia berangkat naik angkutan umum. Sampai di Jakarta, Eko akan tidur di masjid, sejak kecil dia memang sudah membantu orang tua jualan. Kenapa tidur di masjid ya karena daripada pulang dagangan belu habis. Dia berpikir mending tidur dimana saja.

Kalau pulang malahan jadi boros. Pokoknya enggak efisien dibanding dia tidur dimana saja. Awal dia mulai dengan berjualan aneka jajanan tradisional. Ada selai pisang dan dodol tape. Jajanan tersebut lantas dijual ke pasar tradisional. Atau dia akan jual di angkutan umum, atau ke toko, jika terpaksa door- to- door.

Tahun 1996 Eko memutuskan buat menekuni berjualan. Dia tidak lagi tergantung kepada jualan yang orang tua buat. Dia menyebut saatnya beralih ke jualan lebih modern. Inilah langkah awal dia memasuki bisnis aneka kue kering.

Bisnis kecil tapi besar


Dari memproduksi, Eko mulai memperbaiki cara pengemasan kue. Bertahap dia mulai menjual, dan mulai mendapatkan bantuan dari orang lain untuk menjualkan. Dia dibantu sang istri, Nani Yunaningsih, dimana mereka bersama merintis bisnis aneka kue kering kemasan yang didistribusikan ke toko- toko.

Bertahap dia juga menyasar ke koperasi dan minimarket. Berjalannya waktu Eko sudah memiliki mobil buat mendistribusikan. Eko juga menggaet pembuat makanan kecil lainnya. Dia akan mengemas ulang dan menjajakan ke jaringannya. Mekrea menyadari untuk membuat variasi jajanan butuh tenaga ekstra.

Usaha dijalankan Eko lantas dilirik pihak bank. Di tahun 2000, ada bank swasta yang mengucurkan dana ke Eko, kredit ringan senilai Rp.75 juta untuk usahanya. Selang 3 tahun nilai kredit Eko tidak pernah berubah. Namun dari segi omzet, bisnisnya naik dari tahun ke tahun bahkan lebih besar dari nilai uang dikreditnya.

Kisaran 2003- 2007 Eko beberapa kali pindah bank, sampai memutuskan menjadi nasabah bank Mandiri. Dia bahkan sudah punya kredit senilai Rp.2,2 miliar. Untuk bisnis UD. Instisari mampu mencapai omzet Rp.2 miliar per- bulan atau Rp.24 miliar- 26 miliar per- tahun.

Eko sendiri ingat betul awal omzetnya cuma Rp.200 juta. Rahasia sukses Eko, ia menjelaskan yakni lewat variasi produk dimana sudah mencapai ratusan jenis, yang semula cuma tiga macam. Perusahaan Eko juga menjual kemasan parsel disaat menghadapi musim Idul Fitri.

Distribusi sudah mencapai seluruh Jawa, dimana ada 5 workshop yang bersebar di Tangerang, Subang, Purwakarta, Kawasan Industri Cibitung, dan Bekasi menjadi kantor pusat.

Produk makanan Eko sudah sampai ke minimarket. Padahal, awalnya, perusahaan kecil miliknya susah sekali masuk ke minimarket. Banyak hambatan persyaratan agar produknya dipajang di etalase. Dimana ia diharuskan mendapatkan rekomendasi dari Indagkop -Industri, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Bekasi.

Ia mengatakan peningkatan kualitas selaras dengan omzet. Dimana sekarang Eko juga membuat bisnisnya tidak cuma produksi tetapi penjualan. Tidak semua produksi juga dilakukan sendiri. Beberapa diserahkan ke keluarga. Sehingga Eko lebih fokus pada pemasaran produk serta mensuplai kebutuhan pasar.

Ke depan usahanya akan termasuk minimarket sendiri. Menurut Nani, kelak ekspansi usahanya akan fokus kebutuhan rumah tangga, hingga penjualan yang fokus ke perusahaan sendiri. Nani berencana mendirikan tiga minimarket di lingkungan sekitar. Nanti karyawan belanja di sana tinggal potong gaji jika tidak ada uang.

Kisah Pengusaha Real Estate Dulunya Tukang Pel

Profil Pengusaha Sidney Torres IV



Siapa seorang Sidney Torres, perjalanan bisnis panjang hingga membawanya di puncak sekarang. Mantan office boy ini kemudian menceritakan rahasia suksesnya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengusaha dengan banyak bisnis, berawal sebuah perusahaan pengolahan sampah sampai menjadi developer rumah.

Dia mulai dengan menjadi tukang kayu. Torres mulai bekerja dari tingkatan paling bawah. Seperti halnya membetulkan atap rumah. Pekerjaan borongan untuk perusahaan pengembang. Dia juga bekerja menjadi tukang pel lantai, lantas menjadi tukang bersih jendela rumah baru yang akan dijual.

Lama- lama Torres ingin membeli rumah sendiri. Tidak besar kok, cuma rumah kelas menengah yang ia ternyata tidak sanggup beli. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya. Disana, ketika dia mulai curhat akan masalahnya, justru nenek memberikan tantangan 60 hari.
 
Dia bertanya apakah nenek bisa bantu. Sang nenek menjawab akan membantunya. Menyelesaikan masalah asalkan Torres berpikir dulu 60 hari sampai 90 hari. Tentang mimpinya tentang apakah dia masih tetap kepada keputusan awal. 

"Aku akan setuju dan membantu kamu mendapatkan rumah pertama kamu," ujar Torres menirukan nenek.

Bermodal $40.000 hutang oleh sang nenek, bukan membeli rumah pertamanya, dia malah merenovasi rumah sang nenek. Berjalannya waktu, dia juga menemukan cara mendapatkan uang sendiri. Yaitu Torres menemukan perusahaan daur ulang sampah.

Oleh masyarakat New Orleans, Torres lantas dijuluki Raja Sampah, dikenal akan inovasinya memberi bau harum lemon ke produk olahanya. Tidak berhenti disana, dia kemudian menemukan aplikasi smartphone anti- kejahatan di New Orleans.

Detailnya di tahun 2011, dia menjual bisnis daur ulang sampah, dengan uang tersebut dijadikan bisnis lain yakni mengembangkan resort di Bahama. Torres kemudian merubah sebuah rumah kuno dijadikan satu tempat yang menarik turis. Dia memang dikenal sebagai sosok social- entrepreneur dibanding lainnya.

Bisnis real estate


Kelebihan Torres adalah mampu mengajak orang lain. Membangun komunitas, mampu membangunya dia bahkan mampu membangun bisnis real estate lewat situ. Dia membangun rumah kuno, dibelinya lalu dia renovasi. Ambil contoh sebuah rumah singgah yang berdiri sejak 1999, dirubah menjadi hotel 150 kamar.

Dalam jangka waktu 15 tahun terakhir, dia mampu menggandakan portfolio real estatenya mencapai nilai $250 juta, dimana dia fokus membuat klien bahagia. Tahun 2012, dia membeli sebuah resort mewah di Bahama dengan $50 juta, dan membangun 75 vila, dua restoran, dan 40 acre tanah properti lagi di 2013.

Ketika ditanya CNBC: Rahasianya di bidang real estate adalah soal membeli, bukan di menjual. Banyak orang mengira dia akan merenovasi rumah. Kemudian Torres akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengira bahwa dia membuat uang lewat cara tersebut.

Menurutnya membeli rumah, paling baik ialah ketika menemukan lingkungan. Baru kamu harus menego akan harga. Bagaimana menemukan harga yang pantas. Selanjutnya "bang" kamu akan membuat uang lebih banyak. Untuk mencari titik suksesnya butuh mencari- cari tau dahulu, tanya banyak orang tentang tempat itu.

Mungkin kamu akan lebih nyaman bermain menjual. Membeli rumah tanpa tentang lingkungan. Cukup itu strategis kemudian diolah direnovasi ulang. Sayangnya ketika kamu akan merenovasi, terkadang kamu harus membayar lebih sedikit banyak, alhasil terkadang orang akan salah posisi ketika akan menjualnya.

Ketika kejadian Badai Katerin, dia ikutan membantu, dimana banyak rumah hancur dan tentu New Orleans menjadi tumpukan reruntuhan. Dia membawa banyak peralatan, menandatangi kontrak kerja, dan mulai bekerja buat membantu membangun mengolah sampah dari New Orleans.

Torrens memang lebih suka membangun komunitas. Meskipun berbisnis, dia tidak fokus mengejar uang, ia bahkan membagikan uangnya lewat perusahaan investasi. Dia berharap mampu membantu lebih banyak pengusaha. Lewat IV Capital mencoba menolong pengusaha dari hutang bank lewat $20 juat uang modal.

Dia mengajak 22.000 siswa, agar menjadi agen perubahan ekonomi, menjadi suka membaca, dan selalu belajar dari pengalaman. Ketika terjadi gempa Haiti, dia suka rela menurunkan tiga pesawat kargo dengan obat- obatan senilai $300.000.

Membuka Pabrik Jamu Herbal Menado Ngehit

Profil Pengusaha Lientje Mamahit 


 
Bermula era 90 -an, ada seorang pendeta, namanya Lientje MH Mamahit yang siapa sangka akan terkenal sekarang. Dia ditugasi melayani rumah sakit Pancaran Kasih, bidang Pastroan Konseling Catatan Medik dan pengalaman ternyata berdampak. Ia mengerti sekali pentingnya menjaga kesehatan masyarakat kita.

Ibu dua anak ini mengamati betul tentang obat herbal. Berbagai seminar, pelatihan, simposium, diikuti Lientje hingga terasa betul kemampuannya di bidang obat herbal. Pada akhirnya dia mulia merintis usaha jamu herbal sendiri. Berbekal tanaman obat ia temukan sepanjang Sulut, mulai jahe merah, temulawak, manggis.dll

Pengembangan usaha tersebut menemui kendala. Terutama soal permodalan, hingga ia harus lari ke Bank meminta pinjaman. Apalagi usaha dijalankan tergolong rumit. Butuh ijin dari dinas- dinas terkait agar jamu herbal dapat dipasarkan. Minimnya pendampingan tidak membuat Lientje patah arah berbisnis jamu.

Kalau dibilang badan mana paling mendukung, maka pihak Kementrian Pertanian banyak mendukungnya untuk mengembangkan produk. Pertumbuhan bisnis sekarang sudah mencapai 10% setiap tahun. Kalau bahasa sederhananya dulu cuma sekilo sekarang sekarung.

Bisnis adalah perjuangan


Produknya bernama Eufraino, sejak 2000, produksinya mulai dengan 1kh temulawak, jahe merah, dan juga kunyit. Ketiganya dicampur menjadi 30 sachet jamu siap seduh. Jamu instan miliknya kemudian mendapat hak kekayaan intelektual (HAKI) atas produknya, Bu Lin semakin besemangat memasarkan Eufraino lagi.

Tidak puas, dia juga mengajukan sertifikasi halal MUI, dan kesemuanya dikantongi Bu Lin hingga mampu menjual produknya sampai ke beberapa supermarket Manado. Produk mulai 100 gram dan 200 gram yang mana kemasannya sudah Bu Lin berstandar pemerintah.

Produk sendiri ada 20 jenis dipasarkan ke masyarakat. Khusus buat Eufraino 3 in 1, berisi temulawak, manggis, dan jahe merah, pengemasannya didukung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, dan mulai dipasarkan ekspor.

Agar memenuhi kebutuhan kesehatan, Bu Lin juga menyediakan standarisasi, meliputi laboratorium kecil, tempat pencucian, juga lemari penyimpanan khusus. Rumah pribadi Bu Lin disulap agar memenuhi apa kebutuhan masyarakat. Penjualan biasanya setiap dua minggu sekali barang distok, disesuaikan kebutuhan.

Penjualan sudah sampai ke banyak supermarket di Kota Manado, ke Multi Mart, Top Mart, Golden dan lainnya. Dengan berbisnis jamu herbal bisa membawanya ibadah sampai Jarusalem, Palestina. Juga bisa buat menyekolahkan anak sampai jenjang universitas.

Bu Lin sangat bersyukur mampu menguliahkan anaknya. Yang tertua sudah menikah, dan anak keduanya nampak tertarik dengan bisnis karena berkuliah jurusan Agrobisnis. Berkat usaha jamu herbal membawa dia ke berbagai acara ke luar negeri. Pengetahuan akan herbal bertambah lewat seminar dan simposium.

Tahun 1996, peraturan pemerintah mengharuskan rumah sakit memiliki tempat untuk herbal, maka dia lah yang diutus mengikuti aneka pelatihan. Dikala melakukan tugas, Bu Lin sempat sakit, ketika ditangani oleh dokter dan disuntik bukannya sembuh malah pingsang -seolah tubuhnya menolah obat kimia tersebut.

Singkat cerita diutus kembali, ia berangkat pelatihan herbal ke rumah sakit Bethesda Yogya. Dari pelatihan tersebut dia membangun usahanya bermodal 1 kilogram temulawak, jahe merah, dan kunyit. Tahun 2004 tugasnya di rumah sekit selesai, ditugaskan ke Gereja Pniel Bahu dan membentuk kelompok tani.

Ketekunan membuatnya diangkat menjadi Direktur Agrobisnis. Pengembangan tanaman obat dilakukan Bu Lin sampai bervariatif. Tahun 2008, dia mengikuti simposium internasional soal temulawak ke IPB, yang mana bertujuan mematenkan temulawak karena kunyit dipatenkan Jepang.

Produkis sudah bisa sampai 30.000 sachet. Tenaga kerja sebanyak 5 orang, juga sudah dibantu oleh anak- anaknya. Pemasaran selain ke penjuru supermarket Menado dan Tomohon. Pesanan juga sudah sampai ke Amerika Serikat dan Inggris.

Bahan bakunya dibeli ke pasar, Bu Lin juga menanamnya sendiri. Karena dia tau bahan baku utama mahal jadi harus ditanam. Namanya Eufraino merupakan nama anak pertama. Dimana nama berasal dari bahasa Yunani yang berarti saling menghidupi. Untuk ke depan prospek herbal masih terbuka luas tutup Bu Lin.

Pengusaha Muda Mabel Sendiri Priyono

Profil Pengusaha Arif Priyono 



Pemuda satu ini bukan sibuk membahasa politik. Tetapi tanganya aktif mengerjakan aneka kerajinan yang eksotis berbahan dasar limbah kayu. Pengrajin asal Desa Gajahan, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, yang bernama Arif Priyono. Ia mengolah limbah kayu dibuat menjadi barang bernilai seni tinggi.

Berbekal limbah kayu, Arif mengaku mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta per- bulan. Dimana ia mengaku awalnya cuma coba- coba. Eh ternyata, hasilnya malah diluar dugaan, dimana mampu memenuhi kebutuhan dasar Arif.

Usaha tersebut ditekuni sejak tahun 2000 silam. Kayu limbah dipilih karena banyak disekitar rumah. Dia menerangkan kenapa tidak dimanfaatkan. Kan banyak limbah terbuang percuma, daripada cuma menjadi kayu bakar saja. Agar jadi barang jadi dibutuhkan proses pemilahan, memotong kayu, sesuai ukuran dulu.

Ia kemudian menghaluskan, merangkai jadi pola, kemudian ditempel pakai lem kayu. Hasil menjadi aneka wallpaper dinding, tempat pensil, tempat menaruh keris juga bisa, apapun bisa dihasilkan Arif berbekal kayu bekas buat hiasan rumah.

Arif sudah sibuk melayani pesanan lokal. Ke depan, pengusaha muda ini siap untuk memasarkan karyanya sampai ke luar negeri. Pemasaran utama melalui sosial media tentunya. Namanya anak muda pasti punya kreatifitas hingga barang dijualnya tidak sama.

 "Cukup unik dan berbeda dibanding lainnya," ujar salah seorang pembeli.

Di rumah miliknya yang kini disulap menjadi workshop. Arif mengolah kayu bekas dijadikan aneka barang dari kayu bekas rumah atau dapat dari tempat pemotongan kayu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba