Kisah Pengusaha Real Estate Dulunya Tukang Pel

Profil Pengusaha Sidney Torres IV



Siapa seorang Sidney Torres, perjalanan bisnis panjang hingga membawanya di puncak sekarang. Mantan office boy ini kemudian menceritakan rahasia suksesnya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang pengusaha dengan banyak bisnis, berawal sebuah perusahaan pengolahan sampah sampai menjadi developer rumah.

Dia mulai dengan menjadi tukang kayu. Torres mulai bekerja dari tingkatan paling bawah. Seperti halnya membetulkan atap rumah. Pekerjaan borongan untuk perusahaan pengembang. Dia juga bekerja menjadi tukang pel lantai, lantas menjadi tukang bersih jendela rumah baru yang akan dijual.

Lama- lama Torres ingin membeli rumah sendiri. Tidak besar kok, cuma rumah kelas menengah yang ia ternyata tidak sanggup beli. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya. Disana, ketika dia mulai curhat akan masalahnya, justru nenek memberikan tantangan 60 hari.
 
Dia bertanya apakah nenek bisa bantu. Sang nenek menjawab akan membantunya. Menyelesaikan masalah asalkan Torres berpikir dulu 60 hari sampai 90 hari. Tentang mimpinya tentang apakah dia masih tetap kepada keputusan awal. 

"Aku akan setuju dan membantu kamu mendapatkan rumah pertama kamu," ujar Torres menirukan nenek.

Bermodal $40.000 hutang oleh sang nenek, bukan membeli rumah pertamanya, dia malah merenovasi rumah sang nenek. Berjalannya waktu, dia juga menemukan cara mendapatkan uang sendiri. Yaitu Torres menemukan perusahaan daur ulang sampah.

Oleh masyarakat New Orleans, Torres lantas dijuluki Raja Sampah, dikenal akan inovasinya memberi bau harum lemon ke produk olahanya. Tidak berhenti disana, dia kemudian menemukan aplikasi smartphone anti- kejahatan di New Orleans.

Detailnya di tahun 2011, dia menjual bisnis daur ulang sampah, dengan uang tersebut dijadikan bisnis lain yakni mengembangkan resort di Bahama. Torres kemudian merubah sebuah rumah kuno dijadikan satu tempat yang menarik turis. Dia memang dikenal sebagai sosok social- entrepreneur dibanding lainnya.

Bisnis real estate


Kelebihan Torres adalah mampu mengajak orang lain. Membangun komunitas, mampu membangunya dia bahkan mampu membangun bisnis real estate lewat situ. Dia membangun rumah kuno, dibelinya lalu dia renovasi. Ambil contoh sebuah rumah singgah yang berdiri sejak 1999, dirubah menjadi hotel 150 kamar.

Dalam jangka waktu 15 tahun terakhir, dia mampu menggandakan portfolio real estatenya mencapai nilai $250 juta, dimana dia fokus membuat klien bahagia. Tahun 2012, dia membeli sebuah resort mewah di Bahama dengan $50 juta, dan membangun 75 vila, dua restoran, dan 40 acre tanah properti lagi di 2013.

Ketika ditanya CNBC: Rahasianya di bidang real estate adalah soal membeli, bukan di menjual. Banyak orang mengira dia akan merenovasi rumah. Kemudian Torres akan menjualnya dengan harga lebih mahal. Banyak orang mengira bahwa dia membuat uang lewat cara tersebut.

Menurutnya membeli rumah, paling baik ialah ketika menemukan lingkungan. Baru kamu harus menego akan harga. Bagaimana menemukan harga yang pantas. Selanjutnya "bang" kamu akan membuat uang lebih banyak. Untuk mencari titik suksesnya butuh mencari- cari tau dahulu, tanya banyak orang tentang tempat itu.

Mungkin kamu akan lebih nyaman bermain menjual. Membeli rumah tanpa tentang lingkungan. Cukup itu strategis kemudian diolah direnovasi ulang. Sayangnya ketika kamu akan merenovasi, terkadang kamu harus membayar lebih sedikit banyak, alhasil terkadang orang akan salah posisi ketika akan menjualnya.

Ketika kejadian Badai Katerin, dia ikutan membantu, dimana banyak rumah hancur dan tentu New Orleans menjadi tumpukan reruntuhan. Dia membawa banyak peralatan, menandatangi kontrak kerja, dan mulai bekerja buat membantu membangun mengolah sampah dari New Orleans.

Torrens memang lebih suka membangun komunitas. Meskipun berbisnis, dia tidak fokus mengejar uang, ia bahkan membagikan uangnya lewat perusahaan investasi. Dia berharap mampu membantu lebih banyak pengusaha. Lewat IV Capital mencoba menolong pengusaha dari hutang bank lewat $20 juat uang modal.

Dia mengajak 22.000 siswa, agar menjadi agen perubahan ekonomi, menjadi suka membaca, dan selalu belajar dari pengalaman. Ketika terjadi gempa Haiti, dia suka rela menurunkan tiga pesawat kargo dengan obat- obatan senilai $300.000.

Membuka Pabrik Jamu Herbal Menado Ngehit

Profil Pengusaha Lientje Mamahit 


 
Bermula era 90 -an, ada seorang pendeta, namanya Lientje MH Mamahit yang siapa sangka akan terkenal sekarang. Dia ditugasi melayani rumah sakit Pancaran Kasih, bidang Pastroan Konseling Catatan Medik dan pengalaman ternyata berdampak. Ia mengerti sekali pentingnya menjaga kesehatan masyarakat kita.

Ibu dua anak ini mengamati betul tentang obat herbal. Berbagai seminar, pelatihan, simposium, diikuti Lientje hingga terasa betul kemampuannya di bidang obat herbal. Pada akhirnya dia mulia merintis usaha jamu herbal sendiri. Berbekal tanaman obat ia temukan sepanjang Sulut, mulai jahe merah, temulawak, manggis.dll

Pengembangan usaha tersebut menemui kendala. Terutama soal permodalan, hingga ia harus lari ke Bank meminta pinjaman. Apalagi usaha dijalankan tergolong rumit. Butuh ijin dari dinas- dinas terkait agar jamu herbal dapat dipasarkan. Minimnya pendampingan tidak membuat Lientje patah arah berbisnis jamu.

Kalau dibilang badan mana paling mendukung, maka pihak Kementrian Pertanian banyak mendukungnya untuk mengembangkan produk. Pertumbuhan bisnis sekarang sudah mencapai 10% setiap tahun. Kalau bahasa sederhananya dulu cuma sekilo sekarang sekarung.

Bisnis adalah perjuangan


Produknya bernama Eufraino, sejak 2000, produksinya mulai dengan 1kh temulawak, jahe merah, dan juga kunyit. Ketiganya dicampur menjadi 30 sachet jamu siap seduh. Jamu instan miliknya kemudian mendapat hak kekayaan intelektual (HAKI) atas produknya, Bu Lin semakin besemangat memasarkan Eufraino lagi.

Tidak puas, dia juga mengajukan sertifikasi halal MUI, dan kesemuanya dikantongi Bu Lin hingga mampu menjual produknya sampai ke beberapa supermarket Manado. Produk mulai 100 gram dan 200 gram yang mana kemasannya sudah Bu Lin berstandar pemerintah.

Produk sendiri ada 20 jenis dipasarkan ke masyarakat. Khusus buat Eufraino 3 in 1, berisi temulawak, manggis, dan jahe merah, pengemasannya didukung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, dan mulai dipasarkan ekspor.

Agar memenuhi kebutuhan kesehatan, Bu Lin juga menyediakan standarisasi, meliputi laboratorium kecil, tempat pencucian, juga lemari penyimpanan khusus. Rumah pribadi Bu Lin disulap agar memenuhi apa kebutuhan masyarakat. Penjualan biasanya setiap dua minggu sekali barang distok, disesuaikan kebutuhan.

Penjualan sudah sampai ke banyak supermarket di Kota Manado, ke Multi Mart, Top Mart, Golden dan lainnya. Dengan berbisnis jamu herbal bisa membawanya ibadah sampai Jarusalem, Palestina. Juga bisa buat menyekolahkan anak sampai jenjang universitas.

Bu Lin sangat bersyukur mampu menguliahkan anaknya. Yang tertua sudah menikah, dan anak keduanya nampak tertarik dengan bisnis karena berkuliah jurusan Agrobisnis. Berkat usaha jamu herbal membawa dia ke berbagai acara ke luar negeri. Pengetahuan akan herbal bertambah lewat seminar dan simposium.

Tahun 1996, peraturan pemerintah mengharuskan rumah sakit memiliki tempat untuk herbal, maka dia lah yang diutus mengikuti aneka pelatihan. Dikala melakukan tugas, Bu Lin sempat sakit, ketika ditangani oleh dokter dan disuntik bukannya sembuh malah pingsang -seolah tubuhnya menolah obat kimia tersebut.

Singkat cerita diutus kembali, ia berangkat pelatihan herbal ke rumah sakit Bethesda Yogya. Dari pelatihan tersebut dia membangun usahanya bermodal 1 kilogram temulawak, jahe merah, dan kunyit. Tahun 2004 tugasnya di rumah sekit selesai, ditugaskan ke Gereja Pniel Bahu dan membentuk kelompok tani.

Ketekunan membuatnya diangkat menjadi Direktur Agrobisnis. Pengembangan tanaman obat dilakukan Bu Lin sampai bervariatif. Tahun 2008, dia mengikuti simposium internasional soal temulawak ke IPB, yang mana bertujuan mematenkan temulawak karena kunyit dipatenkan Jepang.

Produkis sudah bisa sampai 30.000 sachet. Tenaga kerja sebanyak 5 orang, juga sudah dibantu oleh anak- anaknya. Pemasaran selain ke penjuru supermarket Menado dan Tomohon. Pesanan juga sudah sampai ke Amerika Serikat dan Inggris.

Bahan bakunya dibeli ke pasar, Bu Lin juga menanamnya sendiri. Karena dia tau bahan baku utama mahal jadi harus ditanam. Namanya Eufraino merupakan nama anak pertama. Dimana nama berasal dari bahasa Yunani yang berarti saling menghidupi. Untuk ke depan prospek herbal masih terbuka luas tutup Bu Lin.

Pengusaha Muda Mabel Sendiri Priyono

Profil Pengusaha Arif Priyono 



Pemuda satu ini bukan sibuk membahasa politik. Tetapi tanganya aktif mengerjakan aneka kerajinan yang eksotis berbahan dasar limbah kayu. Pengrajin asal Desa Gajahan, Kec. Ponjong, Kab. Gunung Kidul, yang bernama Arif Priyono. Ia mengolah limbah kayu dibuat menjadi barang bernilai seni tinggi.

Berbekal limbah kayu, Arif mengaku mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta per- bulan. Dimana ia mengaku awalnya cuma coba- coba. Eh ternyata, hasilnya malah diluar dugaan, dimana mampu memenuhi kebutuhan dasar Arif.

Usaha tersebut ditekuni sejak tahun 2000 silam. Kayu limbah dipilih karena banyak disekitar rumah. Dia menerangkan kenapa tidak dimanfaatkan. Kan banyak limbah terbuang percuma, daripada cuma menjadi kayu bakar saja. Agar jadi barang jadi dibutuhkan proses pemilahan, memotong kayu, sesuai ukuran dulu.

Ia kemudian menghaluskan, merangkai jadi pola, kemudian ditempel pakai lem kayu. Hasil menjadi aneka wallpaper dinding, tempat pensil, tempat menaruh keris juga bisa, apapun bisa dihasilkan Arif berbekal kayu bekas buat hiasan rumah.

Arif sudah sibuk melayani pesanan lokal. Ke depan, pengusaha muda ini siap untuk memasarkan karyanya sampai ke luar negeri. Pemasaran utama melalui sosial media tentunya. Namanya anak muda pasti punya kreatifitas hingga barang dijualnya tidak sama.

 "Cukup unik dan berbeda dibanding lainnya," ujar salah seorang pembeli.

Di rumah miliknya yang kini disulap menjadi workshop. Arif mengolah kayu bekas dijadikan aneka barang dari kayu bekas rumah atau dapat dari tempat pemotongan kayu.

Cerita Pengusaha Dikira Gila Membatik Api

Profil Pengusaha Lugiyantoro 


 
Tradisi membatik sudah tidak lagi kaku. Banyak orang telah mengolahnya ulang, tentu tanpa meninggalkan unsur- unsur kearifan budaya. Tradisi ini coba dipegang oleh Lugiyantoro. Dimodifikasi ulang menjadi teknik membantik tersendiri. Pria 28 tahun asal Bantul, Yogya ini, dikenal sebagai pembatik menggunakan api.

Niat awal memang ingin melestarikan tradisi membatik. Tetapi bagaimana caranya agar dirinya nampak berbeda dibanding seniman lainnya. Ciri khas coba ditonjolkan lewat teknik pewarnaan dengan api. "Saya mencoba membuat batik yang dilukis dengan media api," ujarnya.

Kalau pembatik lainnya memakai malam dan canting. Kalau Lugi, begitu sapaan akrabnya, menggunakan media api menggunakan bahan khusus. Ia menjelaskan bahannya adonan tepung dan formalin, yang lalu ia tambahkan sedikit air.

Produksi Lugi menggunakan bahan kaos, kemudian dia akan membuat desain di atas karton. Begitu sudah dilubangi maka ia akan segera bekerja. Membentuk motif khusus di atas kerta karton dilubangi. Lalu dia akan mengoleskan adonan menurut pola. Selepas itu dia membakarnya hingga menimbulkan warna di atas.

Awalan, tunggu hingga adonan kering, barulah dia akan mengoleskan api di atas adonan siap. Ia bercerita butuh waktu tiga tahun hingga menemukan tekniknya. Cara membekarnya menggunakan alat khusus hasil modifikasi. Alat berbahan botol bekas, kemudian diisi sumbu dan minyak untuk bahan bakar.

Batik unik


Dengan mengolah bahan kain putih, dia menciptakan kontras warna membentuk kambar motif. Karena adaseum.prosesnya lama makanya produksi juga lama. Harga dipatoknya lumayan yakni Rp.200 ribu sampai Rp.500 ribu untuk 1,5 meter kain. Lugi mengaku belajar membatik secara otodidak lewat datang ke museum.

Inspirasi Lugi dalam berbantik adalah Pak Joko Sudadiyo, seorang pelukis batik. Dia menceritakan sosok yang dikenal dengan nama Joko Pekik, sudah tidak bisa dielak lagi salah satu maestro. Karyanya sudah sampai ke Eropa lewat melukis. Dia lah yang menyarankan Lugi untuk mencoba melukis batik saja.

Ia kemudian memikirkan bagaimana menjadikan identitas. Bagaimana agar dia bisa membatik, banyak cara dia lakukan untuk meningkatkan kemampuan. Kemudian dia mencoba melukis batik di atas kertas dulu. Ia kemudian tertarik untuk membuat di atas kain. "Saya coba buat dan eksperimen? " tutur Lugi.

Ia memanfaatkan api kecil atau sentir untuk menggoreskan pola. Penggunaan malam ternyata kemudian ia tambahkan agar terjadi perpaduan warna. Teknik ini menghasilkan warna coklat seperti terkena malam. Dia mengatakan proses pembuatan sampai lima hari.

"Waktu melakukan eksperimen buat bati api sempat gosong beberapa kali," kenangnya. Namun tekat kuat membuatnya tidak pantang menyerah. Akhirnya Lugi menemukan teknik tepat agar tidak terbakar. Ketika dia akan menjual hasil karyanya tersebut, bukannya didukung, teman- teman menyebutnya gila!

Pria kelahiran Bantul, 11 Desember 1988, ini malah dianggap aneh dan gila. Tekat dia kemudian ikutan ajang Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), pada November 2016 silam, dan ternyata banyak orang minat untuk membeli karya Lugi. Banyak orang melihat ketika dia mulai membatik api kemudian ada pesanan datang.

Mulai diminati orang, seketika semangat Lugi menghilangkan pikiran dianggap gila. Seorang pengusaha harus siap dianggap gila. Uang Rp.900 ribu, lulusan SMA Muhammadiyah 1 Bantul tahun 2008 ini, lalu menjual 10 kaos batik dan 3 kemeja batik dalam kurun waktu 1,5 bulan, dimana totalnya Rp.3,35 juta.

Dibantuk Dakernas atau Dewan Kerajinan Nasional Bantul, dia mendaftarkan UMKM -nya menjadi badan resmi. Bisnisnya mulai moncer dan berminat untuk mematenkan produk buatannya. Dia berharap semakin dicintai produknya. Dia berharap orang mengenal batik api sebagai karyanya, kalau perlu sampai ke Eropa sana.

Boneka Lumut Planter Craft Hasilkan Jutaan Rupiah

Profil Pengusaha Faldi Adisajana 


 
Menjadi pengusaha di bidang agrari memang tujuannya. Faldi Adisajana, merupakan mahasiswa semester 5 Fakultas Pertanian, Jurusan Agrobisnis, Universitas Padjajaran. Berawal dari ide tentang sebuah teknik menanam asal Jepang bernama Kokedama. Ia lantas melihat prospek bisnis apalagi di daerah tropis.

Tanaman yang kadang terlihat menjijikan, karena licin dan lembab, diubahnya menjadi boneka- boneka lucu buat menanam tanaman. Bonek lumut Fadli mengambil lumut hutan maupun lingkungan sekitar. Ia sukses menjadi pelopor media tanam berbentuk bola imut.

Sukses Yotube


Berawal sebuah video You Tube, tentang bagaimana cara menaman lewat Kokedama, Fadli yang kebetulan mahasiswa agrobisnis berkreasi. Tidak mudah loh memulai membuat produk contoh. Untuk proses balajar termasuk belajar dari para petani lumut.

Mereka juga menjadi penyuplai bahan utama produk Faldi juga. Petani lumut lembang, sedangkan buat aksesoris tambahan dibeli awalnya di Nusa Tenggara Timur. Barang prototipe tersebut kemudian dijualnya seharga Rp.50 ribu- 75 ribu.

Jika di Jepang -Koke yang artinya lumut dan Dama yang artinya bola- digunakan sebagai media menanam bonsai. Ditanga Faldi logika dibalik bahwa bisa buat tanaman lainnya. Inilah awal lahirnya bisnis bernama Planter Craft. Uang dikeluarkan Faldi terbilang kecil yakni Rp.200.000 untuk membuat badan.

Selanjutnya, untuk lumut dan tanah, dia akali dulu sebelum membeli ke petani. Produk pertama Faldi itu berbahan lumut hutan gratis dan tanah sekitar rumah. Untuk bahan meliputi tanah, serabut kelapa, kerikil, dan lumut tentunya. Disatukan kemudian dijahit tipis membentuk bonek lucu, imut, bisa ditanami itu.

Tanaman diatasnya adalah akeseoris tambahan. Tinggal kamu tambahin mata aja seperti boneka. Langkah selanjutnya bisa menambahkan kabel sebagai tangan. Tanaman ditanam di atas bonek lumut tersebut juga seperti anggrek, kaktus, tanaman sekulen, kembang goyang atau bonsai sendiri.

Kegunaan benang ada buat merangkai kesemuanya. Dengan cara dibenangkan nantinya merekatkan antara lumut dan medianya. Jika sudah rekat sudah bisa dilepas benangnya. Soal lumut ternyata ada kekhususan sendiri agar sukses. Yakni bahan lumut harus lumut tebal yang memiliki kelembapan tinggi.

Dia juga mendapatkan suplier lumut dari Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Untuk bibit tanaman diperoleh dari Lembang. Memakai lumut berarti tanaman akan tumbuh lambat. Tetapi karena sifat lumut yang lembab menyimpan air, alhasil perawatan menjadi lebih ringan jadi memang saling menutupi kelemahan.

Produknya menonjolkan bentuk boneka sebagai faktor utama. Tanaman besar dihargai lebih seperi buat tanaman anggrek di atas lumut, harganya sampai Rp.150- 180 ribuan. Pokoknya semakin mahal tanaman hiasnya maka akan semakin mahal harga jualnya.

Perjalanan bisnis


Sebelum membuka bisnis boneka lumut, Faldi sudah terlebih dulu mengerjakan proyek bisnis lainnya. Ia memang gemar berbisnis apalagi bidang agri. Dia pernah berjualan tanaman Succulent dan Kaktus ditanam di atas  pot kayu. Di saat dipamerkan ke Event Car Free Day Dago, responnya kok tidak sebesar harapan.

Cita- cita awal seorang Faldi adalah desainer. Mangkanya, awal kuliah, ia sempat akan menetap di jurusan Desain Komunikasi ITB, tetapi gagal masuk. Melompat minatnya jatuh kepada agribisnis, tetapi jiwanya dalam berkesenian tetap ada. Jadilah gabungan tiga hal yakni seni, bisnis, dan agribisnis membentuk diri.

"Saya sejak kecil saya suka gambar dan beberapa hal tentang seni," tuturnya kepada Amazingbandung.com.

Kenapa berbisnis karena ingin menyalurkan ilmunya. Karena memang mengambil agrobisnis, mangkanya ya dia berbisnis tanaman hias, alasa lainnya karena suka tanaman hias. Tanaman hias buatan Faldi memakai kayu limbah menjadi bahan tanam.

Bisnis Plantercraft adakah dikorbankan seorang Faldi. Ya dia berkorban waktunya karena memang sewaktu menjalankan bisnis masih kuliah. Apalagi bisnis Plantercraft tengah naik daun. Jadi Faldi tidak mau untuk membuang kesempatan maskipun berpengaruh ke kuliah. Mumpung ada kesempatan nih tetap dilanjutkan bisnisnya.

Dia berpikir kalau dia memilih lulus. Kan kesempatan seperti ini bisa saja tidak terjadi lagi, jadi dia tetap berbisnis bahkan menjajaki masuk pasar ritel. Bayangan seorang Faldi adalah menjadi bisnisnya sampai go internasional. Pelan- pelan skripsi dikerjakan sembari berbisnis dan mengisi aneka acara seminar bisnis.

Sempat diprotes karena bisnisnya dianggap mengotori. Toh pada akhirnya, Faldi mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Apalagi ketika mereka menyadari prospek bisnis tengah dijalankannya. Berawal dari ide iseng kemudian mencoba dipasarkan ke sosial media, eh ternyata tanggapan orang melebihi harapan.

Ketika baru mulai beberapa minggu dengan sedikit foto. Tiba- tiba datang banyak orang dari televisi buat wawancara. Bisnis Faldi boleh dibilang mendapatkan promosi besar gratis. Dari televisi kemudian datang event organizer datang meminta bantuan buat mendekorasi dengan bahan lumut.

"Dekorasi ini saya dibayar Rp.10 juta sekali dekor," terangnya.

Dalam sebulan dia mampu menghasilkan 1000 buah. Dimana produk tersebut sudah dipajang di etalase Carrefur Kota Bandung. Bahkan dia diajak untuk mengikuti pameran ke Thailand dan Korea Selatan. Dia mengatakan produknya kebanyakan dibeli buat souvenir pernikahan.

Mengikuti pameran bisnis hingga berminggu, apa yang didapat adalah pesanan 500- 1000 buah buat untuk souvneri pernikahan. Penjualan yang terus meningkat maka ia mampu mengantungi omzet sampai Rp.50 juta dalam sebulan. Bahkan yang terbaru dia tengah menjajal proyek perpustakaan lumut di atasnya.

Penjualan dilakukan secara langsung, juga melalui online lewat www.plantercraftblog.com, dimana kamu bisa datang ke workshopnya di Jl. Sukagalih No. 58, Keluragan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Jawa Barat. Pemasaran lainnya yakni lewat Instagram Plantercraftbdg.

Perawatan lebih mudah menjadi pilihan orang dengan bisnis ini. Cukup bonekanya direndam air selama 3- 4 menit, oleh karenanya cocok buat media pendidikan anak- anak nih. Tidak berhenti di bisnis, dia juga mulai aktif di materi sosialnya, contohnya mengajak anak- anak belajar membuat boneka tanam lumut ini.

Sisi sosial lainnya, selain mempekerjakan pegawai, juga mengajak anak panti untuk mengerjakan produksi yang kemudian hasilnya disumbahkan. Tidak cuma memberikan uang tetapi juga ilmu pengetahuan. Saran buat pengusaha muda: Mulai lah berbisnis sejak usia dini, kan walaupun gagal masih disuport orang tua.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba