Biografi Restu Anggraini Desainer Hijab Muslim Internasional

Profil Pengusaha Restu Anggraini 


 
Berawal dari sosial media kemudian berlanjut sampai manca negara. Siapa sangka sosok mungil tersebut dulunya hanya seorang EO. Kini, siapa tidak kenal Restu Anggraini. Pengusaha muda kali ini memang mulai dari postingan Facebook. Waktu itu namanya sosial media dan blog happening banget buat anak muda.

Tidak mudah baginya menemukan jati diri. Terutama di bisnis fashion, beruntung dia memulai lebih awal dari pesaingnya berbisnis hijab. Tahun 2010 dia bekerja sebagi event organizer, bagian menawarkan produk jadi sudah pengalaman lah. Kreatifitas dituntut selalu dimiliki Restu sebagai EO, namun siapa sangka arah tujuan berubah.

Dia bersema tiga orang kawan memilih bisnis hijab. Perempuan Jakarta, 18 Maret 1987, memang hobinya segala sesuatu tentang fashion. Dia sering ikutan lomba fashion show dari RT sampai kelurahan. Pernah ia mengikuti lomba desain baju tetapi tidak menang.

Bisnis trendy


Siapa sangka dia yang belum pernah menang lomba desain sukses. Ini karena selama perjalanan dia selalu mengasah keahlian. Disela waktu dia mulai membuat baju kerja kepada rekan kerjanya. Teman kantor mulai merasa Restu memiliki kelebihan. Aliran pesanan mulai meluap membuat optimisme kepada Restu.

Tahun 2010, seperti penulisa tulis diatas, dia memutuskan keluar dari pekerjaan. Dia berharap nanti berbisnis fasion sendiri. Sadar bahwa keahliannya masih kurang Restu tidak buru- buru. Ia mengambil kursus desain dulu di Esmod, Jakarta.

Keputusannya tepat pada 2011 lahirlah brand RA by Restu. Wanita berhijab yang akrab dipanggil Etu ini lalu mulai memasarkan produknya online. "Awalnya itu aku jualan lewat teman- teman terus makin kesini sosial media lagi happening, Facebook, blog, dari situ terus meluas," paparnya kepada Dream.co.id

Bermodal uang Rp3 juta perjalanan Etu dimulai. Mereka mulai mendesain dress, outer, celana, sampai rok. Namun dia cuma membatasi tidak lebih 10 buah masing- masing. Kemudian diunggah ke Facebook lantas mendapatkan respon positif. Sebuah kepuasan bajunya disukai, apalagi desainer baju muslim belum banyak.

Ia sendiri sulit menyatuka tiga kepala. Selera tiga sekawan ini memang beda soal fashion. Beruntung konsep klasik hijab mereka usung disambut baik. Bisnis yang berawal sebagai sambilan ini dijalankan maki bersuka hati. Mereka mulai ikutan bazar di mal. Walau minoritas baju muslim mereka laris manis meski ketat.

Etu semakin yakin menekuni bisnis fashion. Kenekatan Etu didukung kemauan belajar terus. Alhasil sampai ke tahun 2014, dia meluncurkan brand lagi bernama ETU, antusias mengiringi tumbuhnya bisnis hijab yang diprakarsai Restu Anggreini ini.

Bisnis hijab


Memulai berbisnis ketika hijab belum seramai sekarang. Etu menemukan tujuannya dan terus berkembang lagi. Wanita yang berhijab sejak bangku SMP ini, mengakui hijab bukanlah sekedar fasion baginya. Bagi seorang desainer menjadi pembuat baju muslimah merupakan ladang syiar.

Kaedah baju sesuai syari seperti tidak ketat. Serta bagaimana menjadikan ini pakaian sehari- hari. Dia lebih mencontohkan ke dirinya sendiri sebagai wanita karir. Memang susah membuat pakaian kerja muslimah kala dia bekerja dulu. Inspirasi justru datang dari pakaian muslim pria dengan cutting enak, kancing, dan kupnat.

Kan pakaian muslim pria longgar. Namun dipadu padankan dengan warna- warna cerah. Etu mencoba untuk keluar dari kesan hijab monoton. Sayangnya, dalam perjalanan kedua teman Etu tidak dapat melanjutkan perjalanan bersama. Etu tetap mantab melanjutkan berbisnis hijab sendirian dan sampai ke titik tertingginya.

Titik puncaknya mungkin ketika memasuki Jakarta Fashion Week 2015. Namanya sebagai desainer pakaian muslim mulai diakui. Dia juga sempatkan belajar di Pale Art Studio. Berlanjut dia mengikuti program yang bertajuk Indonesia Fashion Forward. Brand ETU sendiri digadang sebagai brand utamanya ke pasar luar negeri.

Etu lantas tampil di ajang bernama Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016. Namanya didukung segenap lapisan masyarakat dan pemerintahan, seperti dari Perusahaan Gas Negera.

Tidak mudah berbisnis hijab


Dia memulai pusat produksi di Bandung. Begitu permintaan meningkat, dia memindahkan produksinya ke Jakarta. Pengalaman dijiplak sudah menjadi hal biasa. Saking seringnya, maka Etu disarankan buat langsung mendaftarkan hak cipta. Jangan setengah- setengah mengurus ijin usaha kamu dafatarkan merek di Dirjen HAKI.

Agar memperlancarkan usahanya dibidang fasion. Ia mengangkat pegawai asal Malang dan Pekalongan, yang dianggapnya baik soal menjahit. Sekarang sudah gampang karena sudah kenal satu sama lain. Inilah kenapa usaha Etu semakin berkembang karena prinsip kekeluargaan diusung soal perekrutan pegawainya.

Kan enak kalau penjahit satu sama lain sudah kenal. Konsep kasual diangkat Etu melalui brand RA, buat formalnya maka ETU menjadi cakupan. Inti desainnya tidak bertumpuk- tumpuk. Siluet penampilan dibikin minimalis namun sesuai kaidah Islami.

Jika melihat kesuksesan Etu sekarang pasti kedua temannya sayang. Andai saja keduanya memilih melepas pekerja. Andai mereka tidak ikut pindah kantor. Namun, justru ketika seorang Etu "terpaksa", cita rasanya semakin tergali lebih dalam berekspolrasi dibanding ketika dia bekerja bertiga.

Dia juga ikutan Hijabers Community. Nah melalui itulah, dia membukan toko pertama yakni di Muse 101 FX Plaza Sudirman, Jakarta Selatan. Enaknya memiliki toko asli ketimbang toko online: Dia lebih leluasa buat berpromosi dari mulut ke mulut. Juga ada cross costumer dari dua brand bikinannya saling melengkapi.

Konsep hijab diberikan Etu adalah tidak cuma hijaber. Tidak cuma mereka yang sudah berhijab. Tetapi bagi mereka yang mau berhijab sudah dia sediakan. Tidak cuma toko sendiri, ia menyulap halaman belakang rumahnya, menjadi tempat produksi dari penjahitan dan finishing dikerjakan puluhan karyawan.

Fasion masa depan


"Pebisnis itu harus satu tujuan dengan para pegawainya," ungkapnya. Ia tidak memposisikan sebagai atasan mereka. Mereka dianggap Etu menjadi patner kerja. Ibu dua anak ini dibantu sang suami memperbesar lagi pasaran bisnis.Ia selalu meriset market place Indonesia serta trend kekinian.

Bahkan sudah mempunyai rencana bisnis hingga ke 2030 mendatang. Ia tidak mencari uang semata. Tetapi bagaimana mengembangkan masyarakat dalam bidang fasion. Terbukti dia tercatat melakukan kerja sama dengan perusahaan Jepang, mengembangkan produk berbahan daur ulang plastik atau ultra sweet.

Berkat visi go internasional, dia pernah mengikuti Tokyo Fashion Week 2015 dan Mercedez- Benz Fashion Week Tokyo (MBFWT). Seperti dilansir dari gomuslim.co.id dia menampilkan 10 busana dari 12 busana dia siapkan. Tidak cuma berbisnis dia juga fokus merubah fasion itu sendiri secara keseluruhan bukan cuma hijab.

Contohnya ETU bekerja sama dengan Toray Industries asal Jepang. Ia memanfaatkan teknologi mereka buat membuat pakaian muslim. Nama Ultrasuede adalah bahan kulit sintetis yang menyamai kulit asli. Dia sungguh beruntung mendapatkan akses ke teknologi dan event di Jepang waktu itu secara keseluruhan.

Tetapi disayangkan, untuk masalah desain, dia terkendala akan penjiplakan model. Kualitas barang pun aspal karena harganya murah. Awalnya dia sebal tetapi mau bagaimana lagi. Dia menganggap saja bahwa produk bikinannya disukai masyarakat semua. Meski kini sukses mendapatkan dukungan dia sempat jatuh bangun sendirian.

Ia sempat dipandang sebelah mata ketika akan go internasional. Hanya kepercayaan bahwa produk miliknya serta Indonesia pada umumnya layak mendapatkan tempat. Inilah modal Etu tetap berusaha menggapai visi bisnisnya sampai ke luar negeri. Ia menyadari sifat meremehkan justru milik orang Indonesia sendiri.

Alhasil terciptalah pemikiran pesimis dikalangan pengusaha muda sendiri. Etu sendiri memiliki keinginan lebih dari sekedar menciptakan. Dia ingin menggelar fashion show sendiri ke luar negeri. Perasaan ini dibawah jadi dia bisa menghilangkan pesimisme sendiri dan masyarakat terhadap kualitas produk dalam negeri.

Ia menghimbau masyarakat buat percaya kepada karya anak bangsa. Lebih lanjut dia memberikan wejangan buat pengusaha muda seperti kita bahwa potensi bisnis fasion masih luas. Janganlah cepat puas akan hasil, dan beranilah mengambil keputusan mendalami kewirausahaan bukan sekedar want to be entrepreneur.

Menjahitkan Rok di Instagram Chandra Annisa

Profil Pengusaha Chandra Annisa 


 
Sukses jualan rok Chandra Annisa bukan biasa. Karena pengusaha muda satu ini menciptakan rok custom. Usaha ber- brand HDCK ini mampu merebut perhatian masyarakat. Padahal tuturnya bahwa usaha ini mulai dengan bermodal minimalis. Yaknilah apapun selama kamu bekerja keras meski modal minim tidak masalah.

Dia berkisah bermodal Rp.35 ribu. Awal Annisa merasa berjualan rok punya prospektif. Lebih- lebih bisa membuat rok sendiri. Kelihatan mudah dan bahannya sederhana. Sejak 2014, dia lantas menawarkan bisnis berkonsep rok custom, yang mana rok dipesan sesuai keinginan, dari ukuran, bahan, dan modelnya.

Bukankah strategi tersebut bukan hal baru. Kebanyakan wanita pasti sudah terbiasa menjahitkan sendiri ke tukang jahit. Strategi Annisa ditambah memanfaatkan internet mempermudah transaksi.

Bisnis internet


Uang Rp.35 ribu dibelikan bahan sifon. Kemudian kain dijahitnya dan itulah rok contoh buat dipamerkan ke sosial media. Contoh rok dipamerkan ke teman- teman. Mereka tertarik lantas memesan. Lantaran awalnya tidak ada modal, Annisa mengakali dengan mengisyaratkan uang muka 50%, dari harga satuannya itu Rp.55 ribu.

Rok ber brand HDCK memiliki kepanjangan hope, do, create, dan keep alive. Inilah visi dari bisnis yang ia jalankan sampai sekarang. Konsep open order diberikan beserta periode waktu tertentu. Rok dibuat sekitar 2 hari sampai 5 harian. Pemesanan pun meningkat drastis ketika memasuki masa Ramadhan.


Sukses Annisa bukan tanpa sebab. Dia mencoba mempermudah jasa menjahitkan. Model contoh kemudian ia kembangkan menjadi 15 model. Bahan digunakan mulai kain sifon Jepang, kain satin valvet, satin Jepang, atupun kain jersey, katun, tutu, sandwash dan wedges.

Harga rok sudah jadi berkisar Rp.45 ribu sampai Rp.120 ribu. Untung diperoleh Annisa lumayan mencapai 40% -nya. Pemasaran paling utama melalui Instagram @hdckhardware, juga melalui aneka bazar seperti hal di car free day Malang. Atau kegiatan lainnya, yang bertujuan menonjolkan brand miliknya itu.

Dalam event tertentu ia memberikan potongan khusus. Diskon termasuk buat pemesanan 3 potong rok yang khusus dijahitkan ini. Meski permintaan membludak, Annisa mengaku masih terbatas memproduksi. Patut disayangkan, namun dia optimis mampu mengembangkan bisnisnya.

Ia pun bertekat memperbanyak produksi lewat mesin baru. Annisa tengah mengumpulkan modal. Dia kelak berharap mampu memproduksi rok satu stok aneka ukuran. Jadilah pelanggan tidak butuh waktu lama buat menunggu jahitan. Dalam sebulan dia bisa membuat beberapa kemudian diupload ke sosial media internet.

Persaingan terbilang super ketat buat bisnis rok. Itulah kenapa dia menghadirkan rok custom. Memiliki satu dimensi berbeda soal desain. Pelayanan konsumen juga diperhatikan Annisa. Peluang masih terbuka karena orang butuh pakaian terutama wanita. Produk fasion memang tidak pernah akan mati jika ke depan.

"Kuncinya harus mengikuti perkembangan fasion," ujarnya. Carilah celah diantara keinginan konsumen ke depannya.

Situs Penyewaan Perlengkapan Bayi Inspirasi

Profil Pengusaha Rinastuti Trapsila Putri 


 
Bisnis penyewaan apa belum banyak. Mungkin jawabannya bisnis penyewaan perlengkapan bayi. Ini kisah seorang pengusaha bernama Rinastuti Trapsila Putri. Yang berbisnis penyewaan perlengkapan bayi lewat media internet. Dia membaca dilema ibu rumah tangga memenuhi kebutuhan sang bayi.

Bukanlah bohong harga kebutuhan bayi lebih mahal. Harga perlengkapan bayi bahkan lebih mahal dibanding harga susu formula. Sebut saja boks bayi, kereta dorong bayi, atau tempat duduk bayi buat mobil, alat bantu belajar bayi, atau meja bayi tinggi, kesemuanya itu mahal kan.

Dilema tersebut dibaca Rina melalui bisnis ini. Tambahan lagi, padahal kalau beli baru, usia pakai juga sudah tanggung tidak lebih dari dua tahun. Kan dibanding keluar banyak uang dan sia- sia, mending kita menyewa ke Rina begitulah kiranya.

Bisnis jarang


Selain menggerus kantong juga makan tempat. Apalagi kalau sudah tidak dipakai mau ditaruh dimana nanti. "Solusi ya sewa perlengkapan bayi! Jauh lebih ekonomis," paparnya. Kalau harga sewa dijamin lebih murah. Kalau sudah tidak terpakai lagi ya tinggal dikembalikan ke Rina.

Dilema ibu muda mengilhami Bunda Rina. Target awal Rina adalah masyarakat Kota Surabaya. Lewat satu situs bernama www.sewaperlengkapanbayisurabaya.com, dirinya menyiapkan sewa perlengakapan mulai dari baby walker, baby bouncer, boks bayi, boks bayi oval, buggy walker, carseat, high chair, stoller juga.

Dia mengatakan tinggal telephon saja. Barang nanti akan diantarkan. Kalaupun sudah habis masa sewa kan tinggal telephon memperpanjang. Rina juga mengatakan pihaknya akan datang sendiri. Kalau sudah waktu menyewa habis akan ada orang mengambil ke rumah, mudah kan?

Berbagai perlengkapan tinggal ditaruh di website. Kontak buat dihubungi juga sudah ada. Kalau ditanya apa kiat sukses pengusahanya: Mengalir saja mengikuti usaha. Tidak ada kiat khusus. Hal terpenting menurutnya justru di pelayanan. Haruslah supel dan ramah kepada pelanggan yang bertanya.

Tidak cuma menghubungi buat menyewa. Terkadang pelanggan malah ikutan curhat rumah tangga. Dengan senang hati Bunda Rini mendengarkan. "Syukur- syukur bisa memberi jalan keluar," tambahnya. Hubungan kekeluargaan menjadi landasan bisnis Rini. Kehangatan Bunda membawa promosi baik dari mulut ke mulut.

Promosi sederhana tersebut ternyata ampuh. Dia sendiri enggan berkata soal keuntungan. Namun, yakinlah bahwa usaha ini terbilang masih luas pasarnya. Dan masih dapat dikembangkan ke kota- kota lain. Lumayan buat ibu lain membantu suami agar dapur keluarga mengepul.

Layanan Spa Bayi Bisnis Unik Bergengsi Masa Kini

Profil Pengusaha Febiola Rina Suhartiwi 



Pengalaman Febiola Rina Suhartiwi, pemilik usaha yang bernama Angela Baby Spa, bisnis spa bayi memiliki tingkat kesulitan tergantung kawasan. Pengusaha asal Bandung ini menjelaskan masyarakat memiliki prefensi. Walaupun kita tingkat konsumsi masyarakat tinggi, mereka mendahulukan makanan atau ritel dibanding jasa.

Butuh pemasaran ekstra sabar buat berbisnis jasa. Baby spa sendiri bagi masyarakat Bandung masih awam waktu itu. Ia mengisahkan sudah banyak baby spa di kawasannya. Daerah Taman Topo Indah 2 Blok D1 no 18, Bandung Selatan, yang belum terlalu diminati masyarakat.

Masyarakat Bandung sendiri lebih tertarik belanja kuliner. Berbanding terbalik di Jakarta, dimana baby spa sudah menjamur dan memiliki pelanggan tetap tersendiri. Tetapi justru Febi mencoba membangun brand -nya dari ketidak biasaan.

Butuh waktu lama, aneka promosi digencarkan Febi butuh pendekatan agar masyarakat sadar manfaat. Dia melakukan aneka edukasi ke masyarakat mengenai baby spa.

Bisnis pengalaman


Awalnya dia hanya pegawai di rumah sakit ST Boromeus. Pijat bayi ternyata penting untuk kebugaran dan kesehatan bayi. Selama bekerja dia mulai menambung hingga mengumpulkan uang Rp.350 juta. Dia gunakan sewa tempat, ikut pelatihan dan sertifikasi pijat bayi dan ibu hamil.

Di rumah sakit sendiri pijat bayi sering dilakukan. "Saya pikir kenapa tidak membuka usaha spa bayi sekalian saja," tandasnya. Pertama kali, usaha spa bayi belum seramai sekarang, dia merupakan perintis di Bandung Selatan.

Agar mampu masuk ke target pasar, Febi bekerja sama dengan perusahaan bayi macam Ace Hardware, Chatime, ataupun baby shop kawasan Bandung. Dari outlet mereka menyebarkan brosur serta voucher ke masyarakat luas. Termasuk voucher diskon khusus buat member outlet Febi ajak kerja sama.

Pelayanan memang terjangkau. Sudah termasuk diskon 30% buat treatment senilai Rp.75 ribu sampai ke bulan tertentu. "Promosi tidak kalah penting," saran Febi. Layanan seperti home care atau treatment datang ke rumah menjadi andalan. Inilah kelebihan usaha dijalankan Febi dibanding usaha spa lainnya.

Memang hal tersebut dirancang buat ibu- ibu yang malas keluar. Kan ada orang tua enggan membawa sang bayi karena takut hitam. Khususnya buat bayi baru lahir, yang bahkan tali pusarnya belum lepas. Pintarnya Febi, dia merekrut teman sesama bidan, bersama dua orang terapis keduanya memberika layanan ekstra.

Ini termasuk layanan memandikan, menjemur, ditambah memijat bayi bahkan sejak lahir. Selain buat si bayi ternyata Angela Baby Spa juga menjakan ibunya. Pelanggan Febi kebanyakan mereka ibu baru yang baru melahirkan putra pertamanya.

Radius pelayanan home care masih sebatas 5km dari lokasi usaha Febi. Soal harga masih sama treatment biasa. Hanya Febi menambahkan biaya pengganti ongkos saja. Nah berkat aneka strategi tersebut janganlah kaget kalau sekarang Angela Baby Spa menjadi usaha besar.

Kurang dari setahun, usaha dijalankan Febi sudah menjaring 500 pelanggan terdaftar, dimana per- harinya bisa melayani minimal lima orang. Empat layanan utama berupa pijat relaksasi, pijat konstipasi, pijat demam dan batuk, baby gym serta baby spa.

Ia juga membuka kids spa berfurnitur buah- buahan, atau bunga. Kalu satu ini layanan meliputi pijat, creambath, spa di bathtub, dan facial. Untuk ibu- ibunya meliputi pijat hamil, pijat setelah melahirkan, senam hamil, dan perawatan payudara. Biaya termurah seharga Rp.50 ribu, dan laba bersih 60% dari omzetnya.

Bagi Febiola berbisnis baby spa menarik. Meski tidak seperti rumah sakit dimana melayani urgensi. Usaha dijalankan terbukti membawa pasien tetap. Tidak sampai penuh, namun masyarakat melihat usaha dijalankan Febi sebagai rileksasi di padatnya kota. Menjadi alternatif merawat kesahatan ibu dan bayi jaman sekarang.

Berkembangnya jaman baby spa sudah menjadi gaya hidup. Ibu akan bangga jika bayinya dibawa ke tempat baby spa. Diluar gengsi, baby spa memiliki manfaat jauh lebih tinggi, dimana postur bayi menjadi baik, jarang sakit, tidak rewel, dan banyak lagi, tutup wanita 46 tahun ini.

Jualan Aksesori Bayi Beboo Awalnya Cuma Laku Dua Juta

Profil Pengusaha Syahrial Suryandana 



Menjadi pengusaha tidak harus monoton. Tidak melulu usaha kuliner ataupun pakaian wanira -seperti hijab atau batik. Kami mencatat beberapa pengusaha sukses meraup untung lewat usaha aksesoris bayi. Salah satunya pengusaha bernama Syahrial Suryandana, pemilik brand Beboo, bisnis tempat duduk khusus bayi.

Pria Surabaya, Jawa Timur, yang mengawali usahanya dari mainan bayi. Pengusaha satu ini menemukan ide menganai alat memberi nyaman bayi. Beboo memasarkan aksesoris bayi berumur sampai 3 tahun. Produk bikinan Syahrial berbahan kain aman, mulai produk baby harness, topi menyusui, kemudian gendongan bayi.

Kesemuanya merupakan produk buatan lokal. Dimulai sejak November 2011, bermodal gajinya sebagai seorang karyawan. Kain dirajut sendiri dibantu karyawan tambahan. Namun, ujung- ujungnya kesulitan untuk menjaga kualitas, alhasil dia menyerahkan pembuatan seluruhnya ke konveksi.


Bermula dia membeli mesin dahulu. Kemudian mendapatkan penjahit, dia mulai memproduksi sendiri namun susah menjaga kualitas. Syahrial lantas memberikan pembuatan ke konveksi. Jujur modal usaha dijalankan olehnya tinggi yakni Rp.50 juta. Itupun ternyata masih harus nambah Rp.10 juta.

Sayangnya, dalam produksi Beboo tidak untung, malah harus mengadakan aneka promosi, kemudian datang ke pameran bayi. Memajukan usaha sendirian bukanlah hal mudah. Apalagi Syahrial mengusus usaha yang berbasis lokal. Usahanya hanya mengantungi omzet Rp.2 jutaan per- bulan.

Tetapi dia mau langsung menyerah. Aneka cara promosi dilakukan agar brand -nya dikenali. Hasilnya ya dia mampu menaikan omzet sampai Rp.40 juta per- bulan. Dia menyebut omzet stabil antara Rp.30 juta sampai Rp.40 juta. "Kadang pernah Rp.20 juta," kenangnya. Namun dia mampu mengatasi semua melalui promosi tepat.

Dia mengatakan usahanya akan laris memasuki akhir tahun. Nah kalau lebaran malahan susah menjual lebih banyak -berbending bisnis pakaian dewasa. Pemasaran fokus lima pulau Indonesia, ditambah Malayasia dan Filipina. Untuk sasaran pasar mereka ibu muda yang barulah berumah tangga.

Pemasaran melalui online di www.bebooland.com. Penjualan menjadi praktis, cocok buat ibu muda paham akan teknologi, konsumen tidak perlu repot ke toko, cukuplah memesan melalui internet. Pasarnya ibu muda sibuk tidak mau diurus pihak ketiga. Memang produk Beboo mudah penyimpananannya dibanding lain.

Cakupan lebih luas menjadi alasan Syahrial fokus online. Penjualan ke luar negeri digunakan memanfaatkan pos. Perlengkapan bayi Beboo dijual antara Rp.157 ribu sampai Rp.250 ribu. Paling murah adalah produk topi wrape, atau topi khusus ibu menyusui. Topi tersebut digunakan ke bayi agar dapat disusui.

Mimpi besar Syahrial bagaimana memperluas cakupan produk Beboo. Termasuk memperluas pasaran ke bayi umur sampai 5 tahun.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba