Pendiri Sekolah Wirausaha Jangan Takut Berusaha

Profil Pengusaha Susi Sukaesih 


 
Menjadi guru sekaligus pengusaha merupakan kemuliaan. Apalagi peran seorang Susi Sukaesih membangun jiwa wirausaha. Dia adalah pendiri situs siswawirausaha.com. Menelisik lebih jauh kisahnya bermula dari satu unit usaha yang dikelolanya bersama siswa SMK Itaco. Waktu itu, awal 2012, proyek kesiswaan dibidang jasa desain dan merchandise.

SMK Itaco sendiri dikenal sebagai tempatnya wirausaha. Disini merupakan jurusan teknik komputer jaringan bagi siswa pra- sejahtera. Mereka merupakan siswa kewirausahaan, mereka banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam gerakan Siswa Wirausaha.

Susi dikenal sebagai pelopor gerakan. Ia mendirikan komunitas ini diantara bulan Juli 2013. Secara suka rela dia sendiri mengeluarkan uang buat siswa membeli peralatan. Usaha pertama mereka yakni pembuatan mug printing.

Tiada batas


Ia prihatin banyak siswa tidak mampu masuk ke SLTA. Karena itulah ia mengajak beberapa wali orang tua dan donatur, maka berdirilah sekolah ini. Susi cuma bermodal komputer bekas. Dia mengajari siswa bagaimana menjalankan komputer.

Usaha pertama yaitu pembuatan mug printing, lalu merambah desain, pembuatan pin, menulis buku, jasa data entry, jasa pembantu acara, servis komputer, admin sosmed, dan konten writer. Produk terbaru ialah kaos distro bernama Pumpikidz.

"Saya secara pribadi membeli peralatan peralatan mug printing untuk dipergunakan sisa menjual mug dengan sebelumnya membekali mereka keterampilan desain," tuturnya. Cuma bermodal aplikasi Coreldraw sudahlah cukup memulai sekolah wirausaha. Meski terkendala oleh kemampuan siswa serta modal pemasaran, tetapi Susi tidak menyerah.

Ia menyadari satu hal. Pembelajaran di SMK masih kurang soal praktik. Siswa tidak mendapatkan pelajaran berbasis wirausaha sesungguhnya. Susi lantas mengutip pernyataan dari Mc.Clelland mengatakan satu negara minimal 2% penduduknya harus wirausaha. Kendala lain ialah siswa yang tidak memiliki transportasi.

Nah, disinilah di SMK ITACO, menjadi tempat siswa menjadi mandiri. Berkat kegigihan maka siswa nanti bisa menghasilkan uang jajan sendiri.

Dia pernah menjadi pegawai asuransi. Passion akan pendidikan membawanya keluar. Ia mulai fokus dalam dunia pendidikan. Awalnya dia menjadi guru biasa, di tempat lain, ia lantas melihat ketidak adilan terjadi di kehidupan siswa didik. Susi terdorong membuka sekolah kejuruan. Di didorong mendirikan sekolah yang mengajarkan kemandirian.

Ibu penghobi blogging ini melanjutkan kisahnya. Siswa ditempatnya juga mendapatkan pendidikan formal. Ia juga tidak memaksa murid membantu orang tua. Tidak ada paksaan ketika siswa harus berwirausaha di luar sekolah. Ia mencoba menyebarkan virus wirausaha ke level terkecil. Inilah kenapa Susi Sukaesih mendapat aneka penghargaan.

Dia adalah pemenang kedua lomba Guru Education Festival bidang kewirausahaan. Ia menjuarai juga Juara Harapan 2 Lomba Website Sekolah di Bekasi, Juara 1 Lomba Desain Logo Developer Ilmu Berbagi.dll. Meski baru merintis namanya wirausaha berarti Just Do It. Susi menyarankan pengusaha muda jangalah jadi ragu.

Mengorbankan waktu luang agar maksimal keharusan. Ia juga menambahkan jangan lupa agar membangun jaringan. Istilahnya semakin banyak orang berbagai keahlian maka semakin besar bisnis akan sukses.

Sekarang ini menurutnya menjadi wirausaha itu seksi. Apalagi buat anak muda yang memiliki koneksi 24 jam di internet. Terutama banyak inspirasi wirausahawan muda di berbagai daerah. Orang sekarang mulai melihat wiarusaha merupakan hal menjanjikan. Sepanjang mata jeli wirausahawan muda pasti bisa melalui hambatan apapun.

Semakin muda resiko akan semakin kecil. Perkembangan media sosial mendekatakan sosok wirausaha muda kepada kita. Inspirasi seolah mengalir bagi anak muda jaman sekarang. Para wirausaha sukses juga mau memberikan pengetahuan mereka cuma- cuma. Kompetisi wirausaha juga bermunculan menjanjikan sebuah harapan.

Meski menjadi guru wirausaha, Susi Sukaesih tanpa malu menyebut nama Aulia "Ollie" Halimatussaidah. Yah dia adalah pemilik akun Twitter @salsabella. Contoh wirausaha muda pendiri aneka startup sukses seperti www.kutubukuonline.com, www.nulisbuku.com, juga inisiator Startup Lokal Girls InTech, blogger,dll.

Twitter: @suzieicus

4 Kriteria Waralaba Bukan Sekedar Sampingan

Artikel Tips Memilih Waralaba


 
Menjadi pembeli waralaba ada baiknya memperhatikan beberapa hal. Terutama apakah peluang usaha yang ditawarkan pengusaha mapan. Menurut sebuah artikel bedakan antara sekedar business opportunity atau waralaba. Perlu kamu ketahui banyak usaha belum sempurna.

Banyak usaha belum terstandarisasi atau memiliki SOP baik. Sekedar  business opportunity yang bersifat mengikuti tren. Mau sempurna tidak sempurna masyarakat tinggal menjalaninya. Tetapi ingat waralaba bukan businesss opportunity. Kita lihat bagaimana gerai waralaba KFC bisa bertahan sampai satu dekade. Penting buat kamu ketehaui waralaba bukan usaha musiman.

Jadi bagaimana kita menemukan waralab bukan musiman. Berikut sekelumit tips menemukan waralaba sehat dan bertahan lama. Tidak ada salahnya kita menjadi kritis apalagi soal uang, ya kan?

1. Kita sebagai investor layaknya bertanya kapan usaha didirikan. Termasuk legal standing berdirinya usaha waralaba tersebut. Beberapa waralaba telah dikelola baik melalui manajemen perusahaan. Beberapa masih dipegang perorangan sebagai pemilik produk.

2. Kalau sudah terwaralabakan. Coba lah telisik lebih dalam dimana gerai pertamanya. Atau gerai milik mitra pertama pemilik waralaba. Mintalah kontak jika perlu agar terjalin komunikasi. Ingat menjadi pewaralaba berarti tengah mempertaruhkan uang (berinvestasi).

3. Perhatikan keunikan yang ditawarkan. Mulailah membandingkan usaha berbahan sama. Kalau sudah unik cobalah lagi membandingkan usaha sejenis -usaha minuman dengan minuman. Bandingkan apakah pilihan kamu tepat sebelum terlanjur basah.

4. Cari tau omzet diraih oleh perusahaan. Hitung kembali keuntungan setiap usaha dijalankan mitra. Carilah dari berbagai sumber seperti di www.kontan.co.id atau plazafranchise.com. Coba carilah usaha waralaba yang telah mapan bukan baru dibikin.

Kalau tidak memenuhi hal diatas bisa jadi cuma bisnis tren. Sebuah business opportunity yang tidak akan berkepanjangan. Tetapi itu kembali lagi ke diri masing- masing apakah kita butuh balik modal cepat atau satu usaha langgeng sampai ke masa depan.

8 Kriteria Waralaba Menjanjikan

Artikel Bisnis Waralaba Pilihan



Melihat peluang usaha waralaba tidak akan habisnya. Memang beberapa waralaba memiliki peluang besar sebagai kesempatan investasi. Namun tidak akan memiliki potensi jika salah pengaplikasian. Ada beberapa kriteria dibutuhkan agar waralaba disebut potensial.

Usaha harus disesuaikan akan kebutuhan kamu. Kriteria berikut dapat menjadi tolak ukur memikirkan ulang: Bisnis waralaba apa yang cocok dan tidak cocok.

1. Cermati kesuksesan

Kriteria waralaba sukses ialah seperti bercermin. Refleksikan kinerja waralaba selama ini, sehingga kamu tau betul dimana kelebihannya. Temukan titik break poin serta kanapa mencapai hal tersebut. Syarat- syarat apa yang perlu dipenuhi agar mencapai titik balik modal.

Apakah waralaba ini sukses membangun kemitraan. Apakah mitra mereka banyak dan benar menghasilkan laba seperti dijelaskan. Terakhir apakah sistem kerjanya menjamin keberlangsungan di masa datang.

2. Lihat kredibilitas

Pastikan orang didalamnya memiliki kredibilitas. Pantau janji- janji mereka di media masa, sampai pastikan telah benar perhitungan mereka sampaikan. Atau, mungkin kamu mencermati kisah pemilik waralaba hingga sukses seperti sekarang.

3. Perbedaan

Apakah waralaba ini memiliki perbedaan akan bisnis serupa. Ambil contohnya waralaba mie pedas berlevel apakah mempunyai nila lebih. Bisa pula dilihat dari menu disajikan. Apakah semua orang memiki kesempatan yang sama ketika menjual ini.

4. Mudah dipelajari dan diajarkan

Pastikan bahwa pemilik waralaba memiliki tanggung jawab. Pastikan mereka mau tidak mengajarkan kepada kamu prosesnya. Ada beberapa perusahaan menjaga kualitas kerasiahaan resep. Ini tidak perlu menjadi masalah. Justru ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kamu sebagai mitra waralaba.

Asal, kamu bisa mengolah makanan sendiri, kalau resepnya rahasia tetapi tidak bisa diajarkan buat apa. Juga pastikan mereka mampu menyiapkan tenaga penjualan profesional.

5. Memiliki sistem

Termasuk kurikulum pengajaran kepada pegawai. Lain hal adalah memastikan bahwa pewaralaba mampu mengikuti sistem yang sudah ada. Pihak pemberi waralaba harus memiliki standar operasional sendiri. Agar kita sebagai investor mampu menjalankan peran kita -mengoprasikan waralaba.

6. Modalnya terjangkau

Bukan berarti memilih waralaba berbiaya paling kecil. Terjangkau berarti menjangkau titik balik modal, titik untungnya, apakah sejalan dengan biaya dikeluarkan. Pastikan 5 poin diatas telah terpenuhi maka itu sudah pastia akan tersesuaikan akan modalnya.

Cobalah bersabar sambil menunggu peluang. Bedakan waralaba dan bisnis biasa ialah. Ingat kamu sebagai mitra berarti mengikuti cara kerja sudah ditetapkan. Jangan memilih berpikir "Aku punya uang segini nih... mau dipakai waralaba berapa ya."

7. Profit atau keuntungan

Ikuti poin diatas dan refleksikan kembali usaha pilihan kamu. Pastikan setelah masuk menjadi mitra, pastikan kamu mengikuti arahan benar dari pihak pemilik. Keuntungan itu merupakan upah dari kamu mengikuti setiap proses dengan benar.

8. Tren pasar

Terkadang waralaba yang tengah naik daun menjadi pedang bermata dua. Mungkin kamu akan naik cepat kalau mengikuti tren waralaba tersebut. Beberapa orang sukses mengikuti dan menemukan titik balik modal, tetapi kelanggengan akan bisnisnya dipertaruhkan. Carilah berdasarkan sektoral karena tidak semua usaha harus kuliner.

Buatlah tren kamu sendiri dengan tidak mengikuti tren. Ambil lah peluang dibidang lain selain kuliner, seperti waralaba pendidikan, kebugaraan, dan lain- lain. Hanya saja biasanya waralaba disektor ini cenderung punya kebutuhan modal lebih besar.

Impor Gitar Mini Milik Anis Latuheru

Profil Pengusaha Cerdik


 
Usaha pembuatan gitar mini ternyata menjanjikan. Anis Latuheru membuktikan bahwa dia bisa. Melalui dunia maya produknya merambah sampai Eropa. Tidak banyak kisah tentang pengusaha satu ini. Hanya saja, dari seklumit artikel ini membuktikan disana ada peluang. Sekitar 14 tahun silam Anis tengah mengunjungi Pekan Raya Jakarta.

Matanya tertuju ke arah gitar- gitar mini. Ia berpikir wah bisa dijadikan lahan bisnis di Belanda. Pemuda ini memang sudah lama menetap di Belanda. Ketika melihat kesempatan tersebut dia mulai mencari informasi. Termasuk tentang kulitas buatan anak dalam negeri. Dia nekat memproduksi sendiri, membawanya ke luar negeri, lewat internet.

Pria Maluku- Jawa ini sengaja mengimpor buatan asli Indonesia. Dalam pandangan pengusaha gitar mini ini kualitas asli Indonesia lebih berseni. "Saya sengaja tidak memesan dari Cina, karena produksi dari pabrik," ia menuturkan. Produk gitar mini buatan Anis asli Bandung terbuat dari tangan.

"Lagi pula kita kan juga harus bantu pengusaha di Indonesia," tambahnya.

Ia membawa tak kurang 128 modal gitar. Ukurannya satu persepuluh ukuran asli. Modelnya merupakan hasil replika gitar kustom musisi dunia.

Tidak kurang setiap dua bulan ia memesan gitar dari perajin. Uniknya, dia menerapkan strategi khusus agar jualannya laku. Yakni dia memilih gitar berdasarkan jumlah tinggi penggemar di YouTube. Kalau di YouTube ada video tentang konser grup tertentu. Dan ternyata penonton sampai melibihi 100 ribuan kali. Maka disana ia akan mengamati.

Anis mengamati dan akan memesan gitar mirip di video. Dalam wawancaranya bersama Radio Natherland, ia menyebut orang Eropa juga condong memilih gitar yang ada nama gitarisnya. Mereka memilih gitar yang memiliki cerita serta nama. "Seperti Burn gitarnya Jimmy Hendrix," tuturnya memberi contoh. 

Pembeli bukan cuma orang Belanda. Jadi pemesanan lewat toko online sangat diminati. Mereka termasuk orang Spanyol, Jerman dan Belgia. Selain itu Anis juga aktif menjajakan di aneka konser seperti North Sea Jazz Festival (NSJ) di Rotterdam, Belanda. Pengunjung pasti akan menyerbu gitar mini milik artis yang telah tampil.

Dua puluh gitar mini milik Marcus Miller laris manis. Ludes karena saat itu Miller tengah tampil di panggung. Ia juga menyebut gitar miliknya BB King juga sold out lewat toko online, The Guitarman. Tidak semuanya loh gitar dipajang akan laku keras. Semua tergantung event didatangi oleh Anis. Kalau jualan gitar metal di acara jazz tentu tak laku.

Anis juga menjajakan di Metropolis Festival Rotterdam atau RetroPop di Emmen. Harga sewa stand sendiri tidak murah. Tetapi beruntung karena selalu sold out hingga Anis bernafas lega. Dia mengilustrasikan harga per- gitar mini €20 dan sewa stand seharga €1.000. Stand tersebut berukuran 3x3 meter untuk tiga hari. Jadi kalau mau balik modal harus menjual 60 buah gitar.

Soal untung dua kali harga sewa stand akunya ringan. Berjualan gitar mini sendiri dijadikan oleh pengusaha ini sebagai satu usaha sampingan. Anis sendiri sudah memiliki pekerjaan tetap dan tidak memilih keluar. "Tapi ini bukan hobi loh, karena impornya 4 kali setahun minimal 600 buah gitar sekali kirim," ujarnya bangga akan bisnis sampingan ini.

Meski begitu bukan tanpa kendala. Anis sering mendapatkan komplain pembeli. Mereka mengeluh kualitas si gitar tidak halus atau cacat. Dengan percaya diri ia melayani keluhan tersebut. Anis penuh bangga memberi pengertian bahwa ini produk handmade. "...ini buatan tangan bukan buatan mesin dan robot China," jelasnya.

Jualan Kambing di Trotoar Untung Ratusan Juta

Profil Pengusaha Kambing Ahyadi 



Menjadi pedagang kambing di Jakarta tenyata menguntungkan. Berikut kisah pengusaha kambing bernama Pak Ahyadi yang pernah mereguk berkah melimpah. Bayangkan pria 57 tahun ini mampu naik haji berkat jualan di bulan Idul Adha. Menariknya berkat ketekunan naik kelas menjadi peternak kambing. Dia dikenal memiliki 1.800 ekor kambing di Cianjur.

Trotoar diubahnya menjadi tempat jualan kambing. Ahyadi cuma memiliki satu kambing remaja pemberian kakeknya. Ia memang terlahir dari keluarga peternak kambing. Cuma kepercayaan dirinya tinggi, dia berani berjualan kambing meski satpol pp taruhannya.

Untung besar


"Saya ingat, dulu engkong saya cuma ngasih satu kambing," tutur warga Duri Pulo, Jakarta Pusat. Yang mana disitulah satu- satunya harta dimilikinya. Kakek Ahyadi yakin bahwa sang cucu itu pastilah sukses berjualan kambing.

Ahyadi mengaku sangat sulit memulai bisnis nol. Sangat sulit memulai cuma memiliki satu kambing. Tetapi dia tidak berputus asa menghadapi kesulitan. Butuh waktu sampai dia terbiasa beternak kambing mulai dari satu kambing saja.

Usahanya berdagang kambing kurban dimulai tahun 80 -an. Ia memulai setiap lima belas hari sebelum musim Haji tiba. Untungnya menggiurkan yakni Rp.50 juta- 60 juta. Meski sial masih mengantungi Rp.30 jutaan. Ini benar- benar usaha menjanjikan paparnya. Untung per- kambing rata- rata sampai Rp.500 ribu setiap bulan Haji tersebut.

Memang tidak disangka pilihannya berjual di musim Haji menggiurkan. Bahkan dia mengaku cuma lewat itu saja bisa membeli rumah di kampung. Tetapi perlu diingat sosok juragan kambing ini butuh waktu lama di titik sekarang. Tidak semudah bagi pengusaha kambing ini mendapatkan banyak permintaan. Ia memperoleh pesanan bahkan dari berbagai perusahaan.

Satu kambing dijual seharga Rp.2,5 juta- Rp.3,5 juta. Pembeli beraneka rupa dari perorangan sampai aneka perusahaan. Kalau perusahaan sampai memesan 50 ekor. Ia mengaku usaha ini rentan akan penyakit. Salah satu hantaman terbesar dalam bisnis kambing ialah penyakit antrak. Selain itu, apalagi kalau bukan masalah banjir besar khas Jakarta.

Tahun 2007 ketika Jakarta dihantam banjir besar maka hancur lah usahanya. Dia bahkan merugi sampai 800 juta. Banjir berhari- hari membuat kambingnya mungkin mati. Tidak mau mubazir, maka Ahyadi mengambil keputusan besar memotong kambing tersebut. Kambing- kambing itu lantas dibagikan ke orang sekitar yang kebanjiran dan butuh makan.

"Orang bilang kok saya begitu sampe rugi Rp 800 jutaan, tapi saya bilang mau gimana lagi. Tapi alhamdulillah itu barokah," tutur pria paruh baya ini sambil tersenyum.

Waktu itu keadaan sapi dan kambing terlihat stress. Sudah tidak muda lagi, ia memutuskan mengurangi kerja berbisnis kambing. Dia fokus mewariskan ini ke cucu- cucunya. Syukurlah sambil berjalannya waktu, ia telah sempatkan pergi memenuhi panggilan Allah. Pria asli Betwai ini tercatat dua kali berangkat haji bermodal penjualan kambing.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba