Bisnis Lampu Bambu Pengusaha Sederhana

Profil Pengusaha Roni Dwi Wijayanto


bisnislampu.png
 
Bisnis lampu bambu terinspirasi kejadian sepele. Kisah pengusaha sederhana ini kreatif dan punya rasa seni.  Inspirasi bisnis memang bisa datang dari mana saja. Kapan saja dan tentu buat siapa saja yang punya daya kreatifitas tinggi. 
 
Pria asal Desa Pehkulon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, yang mengaku bisnisnya terinspirasi seketika. Memulai usaha sejak dua tahun silam, idenya bersumber dari dapur rumahnya. Usaha tersebut tak pernah terpikirkan sebelumnya.
 

Bisnis Sederhana


Suami wanita bernama Sunarti ini, sedang makan di dapur rumahnya yang sederhana di kampunya. Ketika ia tengah menunggu makan ditemani tungku berbahan bakar kayu. Disana lah, di rumah sederhana miliknya, yang dapurnya masih memakai bahan bakar kayu; ide muncul. 
 
Disaat  mengambil satu potong bambu untuk dimasukan ke tungku. Ada kegelisahan seketika ketika melihat si bambu tersebut. Sayang sekali kalau bambunya dibakar jadi abu pikir Roni Dwi Wijayanto. Terus bagaimana ya caranya agar bisa bermanfaat. 
 
Ia ingat betul bambu begitu melimpah di Desa Pehkulon. "Akhirnya saya mencoba membuat lampus hias," ujar Dwi.

Ditambah kreatifitas tinggi diubahnya sepotong bambu jadi lampu. Bambu yang berlimpah tapi sangat rendah nilai ekonomisnya itu; disulapnya kaya. Hasil kerajinan tangan Dwi ternyata berhasil menarik perhatian. Tak sedikit warga sekitar mau memesannya. 
 
Singkat cerita dibuatlah masal aneka lampu dari bambu. Berjalannya waktu bentuk dan ragam produk Dwi bertambah. Hasil kerajinannya ini ternyata begitu populer. Modal mengikuti aneka pameran UKM membuka satu jalan kesuksesan. 
 
"Salah satu pemasaran ya lewat pameran- pameran," imbuh pria yang cuma lulusan STM ini.

Sukses itu buat siapa saja. Seseorang apapun latar pendidikannya bisa menjadi pengusaha sukses. Dijualnya aneka lampu bambu seharga Rp.25.000 sampai Rp.250.000. Total sudah ada 10 macam model lampu yang bisa dibuat Dwi. 
 
Dalam sebulan bisnis lampu mampu mengantongi Rp.5 juta. Ayah dari Mita (5 tahun) dan Afika (10 tahun) ini tak lagi perlu kerepotan memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Akunya, dulu, dia tak punya pekerjaan tetap hingga sering di rumah. Dia cuma nguli angkut pasir itupun kalau ada permintaan. Mimpi besar seorang Dwi sebagai pengusaha, adalah bagaimana membesarkan bisnisnya. 
 
Di desa yang bambu bahan baku utama begitu melimpah. Soal tenaga kerja tingal mempekerjakan pemuda sekitar rumah.

"Saya berharap nantinya bisa ekspor kerajinan dari bambu ini," jelasnya singkat kepada Kompas.

Untuk kendala utama ialah kurangnya peralatan. "Sedangkan kendala saat ini adalah terbatasnya peralatan," jelas pengusaha berkacamata ini.

Pengusaha Cendol Dawet Kraton Inspirasi Usaha

Profil Pengusaha Lai Moi


pengusahacendol.png

Inspirasi usaha datang ketika mencari resep kuliner. Dia pengusaha cendol dawet Kraton, berawal cari- cari minuman tradisional, resep kuno. Nanti tinggal kita praktikan atau memberikan sentohan inovasi. Ia memang tak gampang menjadi pengusaha.
 
 
Ini kisah Lai Moi, seorang wanita paruh baya, umur 54 baru memulai usahanya terinspirasi sang suami yang suka cendol. Ia tengah aktif mencoba menaikan derajat minuman ini. Ternyata orang bisa kaya berkat kuliner masa lalu. Memang Indonesia menyuguhkan aneka resep turun- temurun dari orang tua. 
 
Tinggal bagaimana kita anak muda mengemasnya. Contoh sukses pengusaha muda ya itulah Randol kepanjangan dari Raja Cendol. Kisah sukses pengusaha muda bermodal tipis. Modalnya itu cuma 13 juta -an tapi bisa sukses. 
 

Inspirasi Usaha

 
Lain halnya dengan Lai Moi karena menurut sumber Kompas, dia bukan wanita sembarangan. Sudah makan garamnya menjadi karyawan itulah dirinya. Dia, sekitar 7 tahun silam, adalah karyawan biasa di sebuah indutri garmen. Dia sama sekali belum pernah menyentuh bisnis kuliner sebelumnya. 
 
Bisnis pertama ialah bisnis garmen itu sendiri. Tepatnya dia pernah bekerja di sebuah garmen milik perusahaan asal Taiwan di Bogor. Lantas setelah jenuh memulai usaha garmennya sendiri. Usaha yang dirintis di tahun 1996, ia dan juga suaminya memutuskan membangun usaha.

Mereka bekerja di sebuah perusahaan yang sama. Akhirnya memutuskan membuka usaha garmen sendiri bersama seorang teman asal Taiwan. Empat tahun berselang selepas bisnisnya berjalan; Lai Moi memutuskan hengkang. Dia hengkang dari usahanya sendiri karena perselisihan usaha. 
 
Sukses membangun bisnis garmen membuat keduanya punya cukup uang. Mulailah sang suami, Agung Wiyono (52 tahun), berusaha sendiri yakni lewat bisnis kristal. Sayangnya, permintaan akan kristal itu tak menentu, akibatnya mereka tak mendapatkan penghasilan tetap di tiap bulannya. 
 
Padahal keduanya sudah membuka gerai di kawasan Sukasari, Bogor Timur. Permintaanya itu terbatas orang- orang tertentu yang gemar kristal. Sudah lima tahun berlalu bisnisnya masih dipertahankan. 
 
Hingga suatu ketika Lai Moi diajak sang suami menyantap es cendol. Kenapa gak membuka usaha cendol saja.

"Suami saya mendukung karena sense bisnisnya juga bilang bidang ini bakal bagus. Ini bisa jadi uang," jelas Lai Moi

Nah, kebetulan ada seorang teman memberinya resep cendol. Bukan perkara mudah ternyata mengerjakan bisnis ini. Meski terlihat sepele ternyata ada masalah juga. Dia berulang kali gagal membuat cendol. 
 
Ia cuma bermodal resep karena tidak pernah membuatnya sebelumnya. Idealisnya juga menuntunya untuk membuat bisnis sehat. Membuat cendol bebas pewarna buatan. Sukses Lai Moi selepas menggunakan daun suji jadi bahan pewarna hijaunya.
 
Cuma bermodal resep kuliner bisakah sukses. Akhirnya Lai Moi sudah bisa membuat cendolnya sendiri. Ia bermodal daun suji yang dia dapat dari pagar tetangganya. Kemudian disewanya sebuah lahan seluas 1.000 meter di Ciherang, Kabupaten Bogor, cuma buat ditanami daun suji. 
 
Awal- awalnya minuman cendolnya tak menarik pelanggan. Bahkan banya tersisa bahkan harus diminum sendiri. Atau, jika tidak ia akan membagi- bagikannya ke orang- orang gratis. Beda orang sukses dan orang gagal adalah berani menjalani prosesnya. 
 
Itulah sosok Lai Moi kembali buat usaha lagi. Orang sukses sadar harus ada harga dari sekolahnya. "Sekolah pengusaha" membawanya jauh ke apa yang belum digapainya. Usaha cendol bernama cendol Kraton tersebut tak surut. 
 
Dia punya cara sendiri buat memasarkan produknya. Ia memilih buat mengunjungi Institut Pertanian Bagor. Dicarinya informasi tentang kandungan kolesterol pada santan. Eh, ternyata kandungan kolesterol jahat tidak ada, selama santannya tak dipanaskan. 
 

Pengusaha Cendol Dawet

 
Selama santan tak memasuki proses pemanasan maka akan baik- baik saja. Untuk itulah ia memilih tak memasak santannya. Oleh karena tidak dipanaskan, sebagai hasilnya, ia memilih mencuci kelapanya dengan air panas. Selepas itu dicuci bersih barulah diperas santannya. Ia tak kunjung menyerah.

Dibantu oleh seorang karyawan mencoba menjual cendolnya lagi. Kali ini, dijualnya cendol di tempatnya berjualan kristal. Hasilnya ternyata tak membaik cuma laku 20 gelas cendol saja. Sisanya lagi- lagi diminum sendiir atau dibagikan ke tetangga. 
 
Karena hasilnya tak kunjung membaik. Sang karyawan satu- satunya memutuskan buat berhenti bekerja.

"Dia bilang, kasihan kalau usahanya enggak jalan, tetapi saya tetap harus membayar gaji bulanannya," ujar Lai Moi.

Usahanya terus dikerjakan terus- menerus. Hingga akhirnya membaik dalam perjalanannya. Cendol bernama de Kraton itu mulai mendapatkan pelanggan. Ia kemudian menawarkan cendonya ke pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Hasilnya ternyata memuaskan. 
 
Memasuki tahun ketiga mulailah merubah konsep bisnisnya. Dia tak segan membuka konsep waralaba. Dengan modal investasi cendol Rp.6 juta sudah bisa mendapatak satu set perlengkapan dan 50 sajian pertama. 
 
Cendolnya terdiri dari rasa orisinal, nangka, durian, float, yang terbaru adalah cendol rasa jahe. Dulu cuma punya satu karyawan, kini, di rumah produksinya sudah ada 40 orang karyawan. Terdiri dari karyawan di bagian produksi, dari pembuatan sendol dan santan, kemudian masuk ke gelas kemasan.

Ia juga mewajibkan mereka mengenakan masker. Fungsinya agar mereka yang besentuhan langsung dengan si cendol menjaga higienitas. Penjualan cendol naik sampai 1000 gelas untuk wilayah Jabodetabek dan juga di Bandung. 
 
Kalau pada akhir minggu penjualan akan naik sedikit seperti dilansir oleh Surabaya Post. Soal masalah -selalu ada masalah tapi tak membuatnya jatuh. Lai Moi memang sosok pekerja keras sejak mulai bekerja di garmen.

Dia pernah bekerja berhari- hari. Bahkan sampai tak meninggalkan kantor karena mengejar target ekspor. Lain menjadi karyawan, hatinya jauh lebih gembira ketika melihat anak- anak mengantri cendolnya. 
 
Artinya hasil kerja kerasnya terbayar. Dan, membuktikan bahwa minuman tradisional masih diminati oleh anak- anak jaman sekarang. Minuman tanpa bahan kimia ini benar- benar masih disukai.

"Kan banyak anak yang suka minuman instan berbahan kimia. Saya senang bisa memberikan pilihan yang sehat untuk mereka," tuturnya.

Ia kemudian cepat menimpali, "saya juga senang bisa menyebarluaskan minuman tradisional Indonesia ini."

Kunci sukses cendol Kraton menurutnya ada di kegigihan, inovasi, serta pengendalian mutu. Karena itulah ia bahkan sudah menyiapkan diri go international. Dia sudah mempersiapkan satu gerai di luar negeri. Sudah ada seorang patner mau menawarkan cendolnya. 
 
Lai Moi salah satu sosok yang menaikan pamor kuliner ini. Kuliner tradisional ternyata bisa diolah sedemikian rupa. Melalui manajemen modern apapun produknya pasti bisa dipasarkan.

Website: www.cendoldekraton.com

Pengusaha Mantan Preman Hanya Lulusan SD

Profil Pengusaha Kaiman Jatiman


pengusahajamur.png

Dia pengusaha mantan preman. Hanya lulusan SD hidupnya sudah dilabeli gagal. Namun ternyata kunci kesuksesan melawan logika. Keberhasilan merupakan hak tiap orang di dunia. Tak selamanya hidup itu selalu susah. Ada saatnya dimana kita berada di posisi puncak. 
 
Bedangnya para pengusaha ialah mereka terbiasa gagal terus- terusan. Karena itu pula lah mereka bisa tampak menterang bergelar pengusaha. Setiap orang berhak sukses, apalagi sukses jadi pengusaha, sebut saja namanya Kaiman. Seorang pembudi daya jamur sukses menginspirasi banyak orang.
 

Pengusaha Hanya Lulusan SD


Pasalnya, pria ini bukanlah pria biasanya, karena dia adalah mantan preman. Si preman pensiun ini modalnya nol besar hingga sukses puluhan juta. Hanya lulusan SD, Kaiman cuma mentok menjadi serabutan hingga ia masuk ke dunia hitam. 
 
Dia berkisah semuanya berawal dari kejadian krisis moneter 97. Pekerjaannya saat itu hilang seketika terhempas krismon. Ayah dua anak ini sebelumnya bekerja menjadi sopir truk Surabaya- Bali.

Selepas di- PHK jadilah Kaiman masuk ke lembah durjana kriminalitas. "Dulu saya menjalani pekerjaan sing gak nggenah (tidak benar, Red)," tutur dia, sambil menghisap dalam- dalam rokok kreteknya.

Itu dulu, sekarang dirinya adalah seorang juragan jamur. Kaiman pun masih terlihat hidup dengan kesederhanaanya ketika ditemui awak media. Di tempatnya di Desa Bulu Kandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jatim, sosoknya tak tampak halnya seperti pengusaha sukses. 
 
Meski begitu julukan juragan jamur melekat pada dirinya. Dia sosok paham betul tentang budidaya jamur tiram putih. Padahal 15 tahun sisa hidupnya ia habiskan bekerja non- formal. Pria serabutan ini entah dapat ilmu dari mana. 
 
Dia seolah muncul tiba- tiba dari pekerja serabutan, preman, dan jadi juragan. Di umurnya yang setengah abad, ia masih betah mengenakan pakaian kerjanya, kaos oblong. Dari gaya dia berbicara ceplas- ceplos. Apa adanya nampak menunjukan tingkat pendidikannya. 
 
Namun, jika kita amati sebenarnya dia adala orang baik yang terjebak keadaan. Sukses berbisnis jamur membawanya jadi pemilik bisnis beromzet Rp.100 juta. Keuntungan bersih bisa dibawa pulang Kaiman hanya Rp.20 juta per- bulan.

Ketika menganggur membawanya ke sebuah organisasi kriminal. Bapak- ibunya sempat pusing melihat cara dia mengumpulkan uang. Kaiman pernah bekerja sebagai kepercayaan organisasi kriminal di pusat grosir terbesar di Surabaya. 
 
Kaiman sendiri tak menjelaskan rinci lebih dalam. Mencoba dikulik lebih dalam lagi, ternyata ia pernah menjadi joki kendaraan alias sopir mengangkut barang curian. "Tapi, sepertinya saya tidak cocok di pekerjaan itu," ujarnya.

"Sebab, komplotan saya selalu gagal saat beroperasi," sambungnya. Adapula pengalaman tersebut terbilang konyol. 
 
Bayangkan ketika ia dan komplotannya tengah beraksi. Ternyata pemilik kendaraan malah berilmu kebal senjata. Dia bersama teman- temannya malah lari kabur, jelasnya sambi tertawa renyah. Orang tuanya merasa sangat prihatin ketika tau apa pekerjaan anaknya. 
 
Kelakuan anak pertama dari enam bersaudara ini memang bikin geleng- geleng kepala. Memang tujuannya mulia, salah satunya, bagaimana agar bisa membiayai adik- adiknya. Melihat keadaan dari orang tuanya; Kaiman memutuskan berhenti. Dia merasa kasihan. Hanya saja selepas bisnis kriminal itu malah membuatnya bingung. 
 
"Saya malah binggung mau kerja apa," ujar Kaiman melanjutkan, kegalauannya akan hidupnya di dunia hitam, yang mulai ditinggalkan. Cuma lulusan sekolah dasar apa pekerjaan yang bisa ia kerjakan.

Pengusaha Mantan Preman

 
Bermodal nol besar sosoknya mulai meragu. Hingga, ia memutuskan mengikuti pelatihan, pria yang cuma bisa sampai sekolah dasar kelas 5 SD ini, memutuskan mencoba wirausaha saja. Modalnya sebuah ajakan untuk mengikuti pelatihan oleh PT. HM. Sampoerna.Tbk.

"Mau kerja, saya tak mungkin. Saya tidak punya ijazah karena tidak tamat SD. Maka, tak ada pilihan lain bagi saya, kecuali mengikuti pelatihan itu," ujar Kaiman.

Dijalaninya pelatihan secara intensif dan fokus, meski begitu tak ada dalam benaknya buat mempraktikan itu di kehidupan sehari- hari. Pelajaran budidaya jarum tiram itu akhirnya menjadi pilihan. Mau- tak mau ia pun mau mencoba, "pokoknya saya tidak mau menganggur. 
 
Tak ada niat menjadi pengusaha jamur," ujarnya lagi. Motivasi lain mulai tumbuh dalam benaknya yakni mengangkat derajat orang tua. Kebetulan pula, di desanya ternyata banyak limbah kayu tak terpakai.

Memulai menjadi pengusaha apa yang dilakukan Kaiman. Lewat bantuan pelatihan dari Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna, di tahun 2005 ia mendapatkan media tanam berupa baglog dan bibit jamur tiram sebanyak 100 buah. 
 
Adapula pendampingan insentif dari pihak mereka. "Awalnya, sering gagal. Nggak bisa dipanen. Dari nyetek seribu benih, yang jadi cuma 500 jamur tiram," tambahnya. Masalah yang pokok dalam budidayanya adalah masalah hama.

Terkontaminasinya benih oleh hama membuatnya tak mampu tumbuh. Karena sifatnya yang organik tentu ia tak bisa memberi pestisida. Sukses menghasilkan beberapa jamur masalah lain datang. Ialah masalah caranya pemasaran. 
 
Lima tahun lalu jamur tak setenar sekarang. Masih ada pikiran bahwa ini beracun tak aman buat dikonsumsi. Kaiman teguh meyakinkan masyarakat satu per- satu bermodal motor butut. Berkunjung dari satu pasar ke pasar lainnya.

Blusukan ke pasar ini guna meyakinkan jamur sehat, juga bisa diolah menjadi aneka variasi makanan. Aman buat dikonsumsi dan punya nilai gizi tinggi. Perlahan tapi pasti akhirnya bisa meyakinkan pembeli. Hingga ia bisa memenuhi permintaan 1.500 baglog. 
 
Sukses ternyata membawanya berpikir ke depan. Ada pikiran buat berekspansi. Tapi justru pikiran ini menjeratnya kepada hutang modal. Modal bisnis jualan bibit jamur juga tak membantunya. Akhirnya diagunkan lah BPKB mobil milik karabatnya. 
 
Terhitung nekat bahkan pinjamannya tak tanggung yaitu 10 juta rupiah ke bank. "Syukur, perhitungan saya tepat," lega. Dalam enam bulan dikebutnya target, ia pun bisa melunasi hutangnya tanpa jatuh tempo. 
 
Kegigihan Kaiman membuat pihak bank tak segan percaya kepadanya. Pria tak lulus SD ini kembali mendapatkan pinjaman dua kali lipat. Dua tahun berlalu, ia sudah bisa mengantongi laba bersih Rp.2 juta- Rp.2,5 juta per- bulan.

Padahal dihitung- hitung media tanamnya berisi serbuk kayu, dedak, tepung jagung, dan kalsium dibungkus plastik itu, tak lebih dari modal Rp.1000 (saat itu) dengan berat bersih 1kg. Sementara ketika dijualnya jika sudah lengkap bibit jamur bisa mencapai Rp.1.800- Rp.2250. 
 
Meski terhitung pengusaha pemula, instingnya sangatlah bagus. Mungkin ini dinamakan bakat tumbuh terlambat. Bisnisnya tokcer berkat kesadarannya itu bahwa penjualan bibit jamur lebih bagus. Tanpa mengurangi penjualan, fokusnya juga berjualan bibit, dimana sudah mencapai 80% pendapatan datang dari berjualan bibit saja. 
 
Jamur tiram sendiri tergolong tanaman cepat tumbuh. Kalau dihitung setiap dari baglognya bisa menghasilkan 1kg selama lima bulan. Barulah diganti media tanam baru. Tahun 2008, ia memberanikan diri berekspansi ke luar Jawa. 
 
Itu sudah bisa dipesan antar hingga ke Bali, NTB, sampai juga ke pulau Kalimantan. Satahun kemudian kemasannya diganti pakai styrofoam. Kemudian itu diberinya nama jamur Jatiman. Dari kemasan berubah membuat harga jamurnya naik dua kali lipat. 
 
Nama Jatiman sendiri diambil ketika dirinya mengikuti pelatihan HM. Sampoerna 2009. Singakatan dari Jamur Tiram Kaiman dari Jawa Timur. Disusul oleh jamur siap olah seharga Rp.10.000 per- kg. Sukses olah sendiri bahkan bisa mencukupi kebutuhan dari wilayah Pasuruan dan Surabaya.

Bisnis Jamur

 
Dia punya lima lumbung jamur terbuat dari gedek (anyaman bambu). Masing- masingnya seluas 50 meter per- segi atau 5 m x 10 m. Dia mampu menjual 60 ribu badlog tiap bulan atau 40 kali lipat banyaknya dari saat memulai usahanya. 
 
Keuntungan besihnya melonjak drastis yakni mencapai omzet tinggi Rp.130 juta- 150 juta atau laba bersihnya Rp.30 juta per- bulan. Dia sempat mengenyam bangku sekolah. Namun, tak sampai tamat, akhirnya cuma bisa jadi sopir dan juga preman. 
 
Untunglah petunjuk itu datang bagi manusia yang mau berubah. Kaiman adalah sosok "guru" setelah sukses berbisnis budidaya jamur. Dari mahasiswa, petani, atau mantan pemimpin perusahaan kini mendengar kisah inspirasinya. Mereka seolah tersihir kisah nyata preman pensiun ini.

Pengalaman unik pernah dilaluinya ketika baru mulai memberikan pelatihan. Pria kelahiran 1960 ini pernah didaulat jadi pembicara. Beberapa tahun silam, ia menjadi pembicara sukses, dan diberi uang transport serta uang saku 15 juta. 
 
Karena penerbangan telat, ia pun terlambat datang ke acara, semua orang sudah datang menunggu- nunggunya.

"Saat saya masuk, MC memperkenalkan diri saya sebagai dosen. Waduh, rasanya sangat malu ketika maju ke depan. Wong sekolah SD saja gak tamat, kok disebut dosen," kenangnya.

Pria berbedan kecil ini memang banyak dicari para petani jamur. Kaiman didapuk menjadi pembicara oleh Dinas UKM dan Koperasi Pemprov Jawa Timur ataupun pertanian. Kota- kota seperti Bontang dan Riau ia singgahi untuk menjadi pembicara. 
 
"Saya diajari Sampoerna untuk menjadi trainer mengenai jamur tiram. Juga sering diajak pameran. Lama-kelamaan jadi berani berbicara," ungkap dia.

Kaiman pun dikenal menekuni pengembangan bibit jamur. Dia memiliki dua jenis jamur. Ditangannya ada dua yakni bibit Formula 1 (F1). Harganya bisa mencapai Rp.150 per- botol kecil. Sementara itu ada pula bibit F2 yang dijual seharga seper- sepuluhnya. 
 
Nah, paling laris ini yang F1 dimana satu butol bisa dijadikan 60 botol kualitas F2. Untuk sesukses sekarang tak punya tujuan- tujuan khusus. Kaiman memang tipikal apa yang kita sebut pengusaha go with the flow.

Tak punya cita- cita muluk- muluk. Hidupnya cenderung sederhana dibanding apa diperolehnya sekarang. Ia memang mengandalkan intuisi. Selain itu menikmati prosesnya sebagai passion. Dia cuma mau usahanya bisa untung terus. Bisa terhindar dari masa luntang- lantung seperti dulu. 
 
Asetnya bisa dibilang tidak sedikit, ia sudah punya tiga rumah, 1 hektar tanah buat budidaya jamur, kemudian empat kendaraan umum, ada juga dua kendaraan beroda dua. Dia aktif membantu petani budidaya jamur. Kaiman rajin membantu anak muda agar tak seperti dirinya dulu. 
 
Di bisnisnya, ia mempekerjakan anak- anak yang dibilang nakal, mereka bertato dan jugalah mantan anak jalanan. "Lihat saja, semua anak buah bertato. Tapi, jangan takut, semua sudah insaf, kok," tegas dia. 
 
Ayah dari dua orang anak ini juga mempersilahkan peneliti datang. Mereka tertarik karena dia memang bukanlah pengusaha biasa.

Usaha Dimsum Pernah Dicemooh Teman

Profil Pengusaha Bayu Trisnoaji


usahadicemooh.png
 
Ia membuka usaha dimsum pernah dicemooh teman- teman. Pengusaha muda tersebut bernama Bayu Trisnoaji, pengusaha belum banyak disorot, kebetulan penulis menemukan profilnya. Sangat singkat tapi mampu menginpirasi pagi kamu. Hobinya memang menyantap dim sum. 
 
Makanya bisnisnya ya juga tentang kuliner satu ini. Bayu pun rajin berburu kuliner dim sum di semua tempat. Kalau dihitung- hitung mungkin saja sudah seluruh isi Jakarta diputarinya. Makanan khas China ini memang membuatnya ketagihan luar biasanya.

Merintis Usaha Dimsum

 
Sampai- sampai hobinya tersebut masuk ke tahap berbahaya. Bahkan sang Ibu mulai khawatir kepada anak laki- lakinya ini. Ada apa dengan dim sum? Apalagi katanya hobi makan dim sum sudah mulai mengganggu kuliahnya. 
 
Kemudian Bayu secara tersirat menjawab kekhawatiran ibunya. Dia tak lagi cuma penghobi dim sum; ia adalah pengusaha muda dim sum.

Dibuatnya hobi makan dim sum menjadi usaha menjanjikan. Sebelumnya tak lupa ia meminta ijin membuka usaha terlebih dahulu kepada ibunya.

"Karena ibu saya pintar memasak memberikan resep dim sum buatannya," jelasnya.

Modal bisnis dim sum cuma 300 ribu saja. Berbekal resep ibunya dimulailah perjalanan seorang anak muda, alumni Fisip Hubungan Internasional, memulai apa itu membuka usaha sendiri. Tak perlu berlatar belakang suka berdagang. 
 
Bayu juga tak tercatat pernah membuka usaha sebelumnya. Mengalir seperti air bermodal kemampuanya menilai masakan. Ia memulai usaha dim sum -nya pada September 2008. Modal segitu cuma menghasilkan 25 porsi dim sum siap jual. 
 
Dia pun memulainya dengan mengikuti bazar sekolah. "Pada awalnya saya menjalankan usaha saya mengikuti bazar ramadhan di sekolah al zara," kenang bayu. Cuma buat memperkenalkan produknya saja. Itu ternyata berhasil.

Pilihan mengikuti ajang bazar ternyata tepat. Di empat tersebut masyarakat beramai- ramai memborong dim sum -nya.Variasi dim sum -nya meliputi rasa ayam, wortel, beef, kepiting, cumi, hakau, dan juga ceker ayam. Berkat inilah permintaan dim sum -nya meningkat. 
 
Lebih mantapnya ternyata dim sum miliknya cuma seharga Rp.8 ribu isi 4 dim sum. Melihat pasarnya sudah terbentuk. Dia yakin menjual dari 25 porsi jadi 100 porsi per- hari. Jangan salah kisah suksesnya Bayu belum selesai. Mulailah berpikir bagaimana konstan berjualan. 
 
Dia nekat menyewa grobak buat jualan. Gerobak modal sewaan digunakannya buat berkeliling kampung. Kendala dari bisnisnya adalah panasnya matahari. Selain itu dim sum sulit jika dijual keliling layaknya bakso. Dulu mungkin bisa laku 100 porsi. 
 
Namun, saat memilih bergerobak, malah jatuh terpuruk cuma menjual 5 porsi per- hari. Saat itulah cemooh datang bertubi atas keputusannya. Dia mendapatkan cemooh dari teman- teman. Terasa berat karena mereka teman- teman dekatnya. 
 
Alasan mereka itu ya apalagi karena ia berlatar belakang S- 1. Dia sempat merasa goyah. Tapi semangat entrepreneurship itu masih membara. Bayu tak berhenti berjualan dim sum. Semangatnya masih membara optimis bahwa kelak akan ada jalannya.

Usaha Diejek Teman

 
"Melihat latar belakang pendidikan saya yang S1 banyak teman yang menyarankan saya untuk berhenti berjualan Dim Sum, namun saya tetap optimis bahwa usaha yang saya jalankan ini akan maju," ujar Bayu.

Pengalaman adalah guru yang baik. Begitupula baginya hingga akhirnya memutuskan buat berhenti berjualan berkeliling. Dia memilih berjualan di kios. Pilihan jatuh di sebuah kios sederhana. Tak besar cuma strategis buat berjualan. Kios dim sum -nya ramai dikunjungi pelanggan. 
 
Dalam satu hari, selepas berbisnis di kios, ia mampu menjual bahkan 500 porsi sehari. Kini jangan ditanya berapa omzet bayu tiap bulannya. Sukses dari dim sum membuatnya jadi jutawan.

Omzet Bayu mencapai Rp.150 juta. Ini sebuah pencapaian luar biasa. Berkat kerja keras serta rasa percaya tinggi membuatnya tetap berbisnis. Bahkan bisnisnya bisa berkembang hingga sekarang. Saat ini Bayu cuma dibantu 6 orang karyawan. 
 
Sukses Bayu menurutnya sendiri adalah karena sang bunda ternyata selalu ada. Ia selain menjadi sumber resep, ibunya juga selalu menyemangatinya meski dalam susah. Bicara strategi khusus ialah menjaga kualitas produk. Adapula pelayanan prima kepada pelanggan. 
 
Beranilah buat mengerti apa yang diinginkan pelanggan. Berkat kerja kerasnya ia kini sudah punya serangkaian aset pribadi. Meliputi 3 sepeda motor, 1 unit mobil Avanza, kemudian satu buah rumah bertingkat. 
 
"Serta saya berniat ingin membuka cabang di kota lain seperti Bandung," ungkapnya. 
 
Pengusaha muda ini sangat bersyukur karena berkat hobinya. Kini kehidupan dari keluarganya semakin membaik. Dulu keluarganya sederhana bahkan terhitung susah telah berbeda. Bentuk dari rasa syukur lainnya ialah ia mengangkat adik.

Dia mengangkat seorang pengamen cilik. Anak kecil yang sering mengamen di tempatnya itu dijadikan adik angkat. Dibiayai sekolah dan kebutuhan sehari- harinya dari keuntungan bisnisnya.

"Saya selalu tidak lupa saya dulu seperti apa sehingga sekarang menjadi seperti ini, alangkah baiknya saya mencoba membantu orang yang sangat membutuhkan," lirihnya

Pengusaha Mantan Pembantu Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Sukses Fitriyanto


pengusahamiliaran.png
 
Pengusaha mantan pembantu namun menghasilkan miliaran. Lulusan SMA ternyata bisa membangun bisnisnya sendiri. Inilah kisah Fitriyanto, adalah seorang mantan kuli bangunan, namun mendadak jadi pengusaha pemilik perusahaan PT. Vitechindo Perkasa Autofit. 
 
Meski kami menyebut kata mendadak bukan berarti tanpa perjalanan. Namun sedikit beda dari kebanyakan cara sukses masyarakat kita. Dari kuli bangunan jadi direktur tanpa ijasah kuliah. Come on... Ini sebuah sukses mendadak baginya!
 

Pengusaha Miliaran


Fitriyanto mampu menciptakan produk bersaing. Bahkan menyaingi produk berkelas nasional dibidang perawatan mobil. Hidupnya merupakan perjuangan. Semenjak kecil sudah terbiasa di lingkungan kekurangan. 
 
Lahir dari keluarga miskin dimana ayahnya adalah tukang kayu. Tekadnya merubah nasib sudahlah bulat sejak kecil. Ia yang berayah tukang kayu tak bisa sekolah tinggi- tinggi.

"Saya semua pelajari secara otodidak," ujarnya.

Ketika lulus sekolah menengah, di tahun 1992, ia langsung hijrah ke Jakarta. Tujuan merubah nasib ia lalui lewat menantang kejamnya Ibu Kota. Anak bungsu dari lima orang saudara cuma mentok jadi kuli bangunan disana. Enam bulan berlalu, naik pangkatlah dia menjadi pembantu. 
 
Kali ini menjadi pembantu rumah orang kaya Rachmat Gobel. Entah Presiden Komisaris PT. Panasonic Manufaturing Indonesia itu ingat atau tidak sosoknya; tapi disanalah rejekinya. Dia pun ditawari kerja oleh salah satu manajer Panasonic. "Saya ditawari kerja," ujarnya pendek. 
 
Kemudian bekerja di Panasonic bagian divisi komponen. Dia kerja mengerjakan aneka produk speaker. Nah, disaat waktu senggang dia asik membaca kisah sukses seperti, dari blog ini. Bacaan kisah dari orang- orang sukses tertanam dalam benaknya. 
 
Masa itu tekatnya kuat menjadi orang sukses seperti mereka yang dibacanya. Ia menyimpulkan satu hal. Semua orang sukses mengawali karir dari tenaga marketing. Suami Lihardiana ini kemudiang cabut dari Panasonic. Nekatnya masuk menjadi marketing di produsen teh 2Tang di tahun 1995. 
 
Upahnya saat itu per- bulan cuma Rp.75.000. Bahkan ini lebih kecil dibanding menjadi kuli bangunan. Dia menjelaskan bahwa gajinya jadi kuli Rp.60.000 per- minggu. Setelah tiga bulan langsung Fitriyanto keluar dari perusahaan tersebut
 

Meniru Bisnis 


Fokus lagi- lagi ke arah tenaga pemasaran di perusahaan. Kali ini, dia melamar kerja di sebuah perusahaan coklat selama setahun, kemudia pindah lagi PT Prima Karya Gandareksa, sebuah perusahaan kimia. Disini mungkin menjadi jalannya menemukan bisnis Autofit. 
 
Kali ini tetap menjadi tenaga marketing cuma bedanya gajinya sudah 5 juta. Ia pun belajar banyak tentang produk perawatan mobil. Kinerja Fitriyanto memang lah bagus.
 
Hingga, dia bisa jalan- jalan sampai ke Bali, ditugaskan disana agar menetap di Pulau Dewata. Namun, tegas ia menolak hal tersebut karena tak mau jauh dari keluarga. Selama setahun tersebut berpindah- pindah lah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. 
 
Uniknya kini fokusnya ada di perusahaan kimia bukan soal kerja jadi marketing lagi. Akhirnya, Fitriyanto masuk ke perusahaan perawatan mobil asal Jerman. Disini, dirinya fokus memperhatikan bagaimana mereka meracik.

Memperhatikan benar racikan produk pembersih milik mereka. "Saya pelajari, bahan apa saja yang diramu menjadi produk perawatan," katanya.

Ada tuh istilahnya meniru bisnis yang sudah ada dan memodifikasinya. Agaknya itulah yang coba dilakukan olehnya. Setiap Sabtu dan Minggu, ia merelakan diri pergi ke toko kimia, tujuannya adalah belajar bahan- bahan kimia apa saja. Bahan kimia apa terkandung dalam produk perusahaanya bekerja. 
 
Ia belajar secara otodidak satu per- satu racikannya. Bahan apa saja bisa diramu menjadi produk perawatan mobil. Hingga tak terasa lima tahun telah berlalu dimana gaji terakhinya sampai Rp.45 juta.

Pengalaman sepuluh tahun di perusahaan akhirnya dituangkan dalam bisnis. Padahal kalau dipikir gajinya itu malah lebih dari cukup. Fitriyanto percaya diri buat membuat perusahaan sendiri. Sebagai sosok pemasaran sudah terbiasa memegang banyak pelanggan. 
 
Cukup memanfaatkan bengkel motor di Cikeas, Bogor, yang mana langkah awalnya dimulai dari membuka bengkel sendiri. Nah, bukan langsung membuat produk dan dijual, malah membuat bengkel. Dia membukannya sebuah bengkel mobi sederhana pada tahun 2007. 
 
Cuma ada satu montir kala memulai usaha tersebut. Di bengke tersebut disulapnya juga menjadi pusat produksi. Dimana produknya bisa menang ajang tender pengadaan produk perawatan oleh satu perusahaan perawatan mobil besar. 
 
Untuk memenuhinya, ia cukup kwalahan lantaran perusahaan barunya kekurangan modal. Olehnya dipinjamlah uang Rp.25 juta dari Bank, dimana tanpa agunan.

Berkat perjalanan panjangnya di marketing. Selain itu, berkat karirnya dan jaringan luas membuatnya mudah buat meminjam uang. Cukup bermodal kepercayaan menghasilkan pinjaman. "Bank itu menjadi pelanggan dari bengker kami," jelas Fitriyanto. 
 
Dibukalah sebuah perusahaan miliknya sendiri bernama PT. Vitechindo Perkasa, di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Perusahaan ini memasok produk perawatan bahkan sukses menyetok bengkel resmi. Di dalam catatanya perusahaan ini menjadi stok agen tunggal pemegang merek. 
 
Agen bengkel resmi antara lain Toyota, Daihatzu, Isuzu, Hyundai, Suzuki, KIA, dan Mazda. Omzet perusahaanya mencapai Rp.8 miliar per- tahun. Sedangkan ia cuma dibantu oleh 35 orang karyawan sejak awal Juni 2012. 
 
Produknya seperti penulis jelaskan diatas, Autofit. Yakni terdiri dari 20 jenis produk,dari semir ban, sampo mobil, pembersih dari evaporator, dll.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba