Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Jualan Kata- Kata Lucu Pengusaha Roy Christian
Bisnis Kata- Kata
Penyandang Disabilitas Usaha Miniatur Kapal
Profil Pengusaha Sukses Rianto
Penyandang disabilitas memang serba susah mencari rejeki. Tetapi ia membuktikan mampu usaha minatur kapal, dan sukses. Kisah pria bernama Rianto tidak mau berputus asa. Rianto tidak pula mau mengharap belas kasih.
M. Rianto, 28 tahun, mengalami kekurangan pada kaki hingga dibantu tongkat penyangga. Rianto membuktikan bahwa kita bisa berkarya. Pengusah asal Keluarahan Kalianyar, Kecamatan Bangil, yang memulai kesuksesan berkat ketrampilan. Berkat kreatifitas serta kerja keras membangun usaha.
Pengusaha Mandiri
Dia merintis usaha semenjak setahun silam. Sudah dilirik pasar karya- karyanya mulai diminati masyarakat. Dia mendapat banyak pesanan. Pesanan dari Surabaya, kemudian datang dari Jember, Bali, Tangerang dan Jakarta. Bahan usaha miniatur kapal terbuat dari kayu waru diamplas.
Ide kreatif datang ketika Rianto nonton televisi. Tertarik melihat kapal- kapal besar di layar televisi. Ia menjadikan itu kapal kecil. Puluhan kali dia gagal membuat tetapi tidak putus asa. Rianto bangkit dan mampu membuat miniatur.
"Awalnya hanya untuk pajangan di rumah," tutur pria yang pernah bekerja di pabrik roti. Lambat laun, karyanya dilirik orang, karyanya diminati sampai dipesan orang. Kemudian makin banyak orang yang membeli. Usaha miniatur kapal Rianto berkembang semenjak tersebut.
Penyandang disabilitas harus memakai tongkat ketika berjalan. Namun tangannya terampil mulai dari memotong kayu, mengamplas, sampai mengecat. Dia lakukan sendiri. Bisnis kerajinan mengalirkan rejeki diluar dugaan.
Tahap begini bukanlah perkara mudah digapai. Kini dia mungkin memiliki omzet jutaan rupiah. Tapi dia dulu pernah gagal bikin miniatur rumah. Kemudian Rianto memulai usaha miniatur kapal. Uang modalnya Rp.1,5 jutaan, pertama kali dia membuat cuma 2 kapal.
"Alhamdulillah keduanya laku hingga saya semakin bersemangat," tuturnya. Semenjak tersebut, Rianto makin bersemangat membuat banyak kapal. Dicarinya bahan kayu bekas atau limbah disulap menjadi bagian- bagian kapal.
Nanti miniaturnya dijual antara Rp.200- 700 ribu. Kini Rianto mempekerjakan dua karyawan. Hebat pengusaha disabilitas membuka lapangan pekerjaan. Kedepan dia akan terus kembangkan usaha ini hingga sampai keluar negeri, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
"Saya punya tekad membuka lapangan pekerjaan yang luas," ia bercerita kepada Detik.com. Ada keterbatasan alat membuatnya sulit. Tapi ia berjanji akan tetap semangat.
Awal kenapa dia penyandang disabilitas bermula ketika sekolah dasar. Bahwa ketika kelas 1 SD, dia menderita demam tinggi, hingga orang tuanya membawa ke mantri di Sidoarjo. Bukannya sembuh kaki Rianto malah mengempis tidak tumbuh. "Katanya saya menderita polio," ujarnya.
Ia mengenang semenjak kecil dia senang berkarya. Rianto senang mengerjakan sesuatu orang tidak bisa. Kerajinan minatur kapal seperti kapal Pinisi Dewa Ruci tidak ada. Bisa dibilang Rianto menjadi satu- satunya pengrajin di Blitar.
Memiliki nilai seni tinggi membuat miniatur kapal Rianto diburu. Bahkan dikirim sampai ke Jerman dan hasilkan banyak uang. Rianto bisa membangun rumah sampai menguliahkan anak. Itu dikarenakan memang sukar jarang ditekuni.
Dia kagum melihat kemegahan kapal berjajar ditepi. Bertambah ketika Rianto berkunjung ke Nusa Tenggara. Dia kagum melihat kapal Pinisi berlabuh di dermaga.
"Lalu saya berpikir nanti di rumah saya harus membuat kapal seperti itu. Kalau tidak bisa minimal miniaturnya," ujarnya kepada Jatimtimes.com. Dia mengenang waktu pertama kali, dirinya masih di rumah kecil lamanya dan harus mengalah ketika membuat miniatur.
Dia terpaksa membuat miniatur di depan rumah. Tetapi justru dilirik orang ingin membeli kapal buatan Rianto. Rumah kecil tersebut suatu ketika dikunjungi pria bule asal Jerman. Ia ingin oleh- oleh. Dan dia melihat bahwa Rianto mampu membuat miniatur Pinisi.
Katanya sih dia memiliki nenek moyang pembuat kapal tersebut. Dia lantas memesan 100 buah. Ini menjadi cikal usaha miniatur kapalnya berkembang. Berkat pesanan sampai ke Jerman membuatnya mampu membangun rumah.
Dia mampu membangun galeri. Rianto membeli mesin bubut kayu dan peralatan kerajinan. Menurut Rianto memang proses pembuatan miniatur kapal susah. Proses pembuatan membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Sebab namanya miniatur harus sama dengan aslinya kan.
Miniatur lengkap dengan layar, tali- talinya, detail kapal, dan masin- mesinya harus persis asli. "Sulit buatnya terutama bagian layar. Bagian lainnya saya suruhkan pekerja saya tapi khusus layarnya saya yang buat," lanjut Rianto. Dan bila kualitas menurun tidak sempurna maka akan mengurangi pasaran.
Harga dipatok antara Rp.500- Rp.800.000 tergantung bahan. Bahkan dia menjualnya sampai Rp.5 juta dengan kedetailan kapal mirip asli. Rianto cukup menjualnya di rumah. Atau dia berjualan melalui sosial media. Kalau senggang ia tak segan menawarkan langsung produknya.
Wirausaha Muda Sukses Ekspor Telur Ikan Terbang
Profil Pengusaha Sahabuddin Beta
Wirausaha Muda
Usaha Peternakan Susu Cipageran Wirausaha Muda
Profil Pengusaha Rina Rosdianawati
Menjadi wirausaha muda Rina Rosdianawati memilih susu. Usaha peternakan susu Cipageran mampu berdampak besar kepada masyarakat. Dia mampu menaikan pendapatan peternak. Ia membantu mengelola peternakan sapi perah dan produk turunannya.
Ia bergabung SMDWP (Sarjana Membangun Desa Wirausaha Pendamping), bersama Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak 2014, sampai 2017 dia ditempatkan di kawasan Cimahi. Tetapi pada 2018, Rina memilih mundur dikarenakan ingin fokus mengurusi usaha dirintisnya.
Usaha Peternakan
Dia bersama kelompok peternak ingin memperbaiki kualitas harga. Ia prihatin akan harga susu di Cimahi, dimana peternak mendapatkan harga rendah, yakni Rp.4500 sampai Rp.4700. Harga segitu tidak akan menutupi kebutuhan harga pakan sapi.
Kondisi harga itulah membuat peternak semakin terpuruk. Namun Rina bertahan berharap akan bisa merubah keadaan. Ia menggagas berdirinya Kelompok Peternak Sapi Perah dan Kelompok Olahan Susu dalam satu wadah.
Lantas dia mendirikan Sentra Susu Cipageran berada di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.Upaya dia lakukan bertujuan meningkatkan motivasi warga. Ia ingin kembangkan gabungan usaha atau Gabungan Kelompok Peternak.
Pengolahan susunya dilakukan kebanyakan ibu- ibu di kelompok. "Ibu- ibu sangat antusias sehingga kegiatan ini menjadi salah satu cara dalam memperdayakan perempuan," ujar Rina.
Antusias ibu- ibu dimanfaatkan Rini mengembangkan produk. Banyak varian produk diantaranya susu pasteurisasi habis 70 cup perhari, yoghurt sebanyak 200 botol seminggu, permen karamel sebanyak 12 kilogram perminggu, dan kerupuk susu yang dijual berdasarkan pesanan.
Produk makin beragam jenis dan bertambah jumlah. Ini berkat semangat ibu- ibu dan kekompakan mereka. Ada produk pangan juga termasuk produk non- pangan berupa sabun. Produk sabun terbukti mampu menghaluskan kulit yang dipasarkan Jakarta dan Lampung.
"Ini semua berkat semangat dan kekompakan ibu- ibu semua," ujarnya riang. Produk olahan susu dari Cipageran memiliki ijin edar PIRT dan Sertifikat Halal.
Guna memperluas pasarnya Rina tengah mengajukan ijin edar MD dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Fungsi ijin edar MD untuk membuktikan kelegalan, serta kehiginiesan sehingga ia dapat memasarkan lebih jauh.
Sentra Susu Cipanegaran dipasarkan secara offline, yakni di Gerai Olahan yang berada di JL. Kolonel Masturi No. 2 Kota Cimahi. Rina dan peternak juga berjualan melalui online lewat sosial media. Dia mengirim keluar kota seperti Kabupaten Karawang, menjual 250- 300 liter perminggu.
Omzet mereka mampu hasilkan Rp.30 juta perbulan. Berkat pengembangan pemberdayaan kelompok pada 2015, Rina mendapatkan penghargaan Wirausaha Muda Baru dari Gubernur Jawa Barat. Rina dan kelompoknya mengatakan selama Pandemi penjualan stabil dan relatif banyak.
Walaupun warga tidak menjadikan sumber pendapatan utama. Mereka setidaknya mampu menaikan pendapatan. Ini memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat dan kesejahteraan peternak.
Jualan Jamur Growbox Rahasia Persahabatan Pengusaha
Rahasia Persahabatan
Meski belum ada pembicaraan mereka berempat sepakat dalam satu hal. Yaitu bagaimana agara mandiri selepas menyelesaikan pendidikan masing- masing. Selepas makan mereka lantas berkunjung ke sebuah taman.
Disana terjadi sebuah pembicaraan ringan antar calon arsitektur. Para calon- arsitek ini berbincang tentang sangat suburnya tanah Indonesia. Kemudian merembet ke bagaimana tanah bisa diolah agar memiliki nilai ekonomi tinggi; untung kalau dijual.
Jualan Jamur Growbox
Siapa anak muda yang mau jadi petani? Itulah apa kesimpulan mereka dari pembicaraan tersebut. Mereka berpikir kuliah tinggi di Bandung, selepas kuliah, lantas jadi seorang petani. "Apa kata dunia, kalau nanti profesinya petani," pikir para arsitek muda.
Mereka lantas berpikir banyak dari makanan, laha, pertanian dan kolaborasi arsitektur. Annisa ikut nimbrung membahas bersama menghabiskan waktu berjam- jam. Lalu, terbersitlah kenangan Annisa terhadap hiasan- hiasan diata restoran tersebut.
Berempat sepakat membagi- bagi tugas selepas pulang dari sana. "Kami harus membuat prototipe sendiri- sendiri. Kebetulan rumah kami tersebar di Utara, Selatan, dan Timur yang berbeda kondisi iklimnya," tutur Annisa menjelaskan.
Hasil penelitian masing- masing dipertemukan dalam satu diskusi kembali. Pengalaman mereka menanam jamur sendiri dibincangkan kembali. Ini sebuah cara untuk mengenal sifat jamur. Lantas, mereka berpikir agar bagaimana citra petani berubah.
Ia lantas mengambil bahan kardus sebagai pot bukan pot plastik. Dalam tempo singkat setelah beberapa kali disempurnakan jadilag Growbox. Sebuah kotak tanam dari kardus memiliki dua lubang dan tali dipinggirnya.
Termasuk juga talinya agar bisa ditentang- tentang ke mana- mana. Semula talinya ditaruh di tengah, tapi karena tidak berfungsi baik, maka konsep tali ditengah tersebut dipindahkan. Lalu berkonsep dua lubang di sisi kana- kiri akan memberikan pengalaman bercocok tanam.
Belakangan, dalam perjalanan, mereka bahkan memenangkan sebuah lomba besar. Mereka menjadi salah satu dari 50 pengusaha yang mendapatkan hadiah puluhan juta. Hadiah yang dipersembahkan oleh Bank BNI ini, pada 31 Desember 2012, menjadi yang pertama mengakui konsep bisnis mereka.
Bisnis Pengusaha Muda
Melihat pertumbuhan jamur disela- sela aktifitas memang mengasikan. Apalagi dengan jamur yang punya aneka warna cantik itu.
Prinsip sabar dalam entrepreneurship dipengga mereka empat sekawan. Semua pengeluaran diperhatikan sangat terutama untuk keperluan gaji pegawai. "Tidak ada orang sukses dalam semalam," ujarnya kembali, kebebasan waktu dalam entrepreneurship dimaknai berbeda, mereka memaknai itu berarti bebas bekerja sampai malam dan jauh dari kata santai.
Annisa sendiri awam soal akuntansi. Karena kamu tau ia adalah mahasiswi Ekonomi Pembangunan. Semua ia pelajari sambil jalan bersama ketiga temannya. Semua belajar dari artikel dan belajar sendiri dari buku- buku akuntansi.
Disela- sela kesibukan sebagai seorang CEO, Aldi, masih bisa menikmati sela- sela harinya dengan asik menonton film. Sedangkan Robby lebih suka aktifitas pertukangan, membuat sesuatu untuk menghasilkan satu karya, dan Adi memilih membidik lingkungan sekitarnya.
Meski Aldi sebagai CEO punya kemampuan mengambil keputusan. Namun jika nanti tiga orang lainnya tak setuju dan punya pendapatan logis dan bisa dipertanggung jawabkan; Aldi tak sungkan, tak sungkan untuk sepakat dengan tiga kawan lainnya.
Website: www.halogrowbox.com
Instagram: @growboxbdg
Twitter: @growboxbdg
Facebook: facebook.com/growboxbdg