Pengusaha Waxing Felicia Regina Memanjakan Wanita

Profil Pengusaha Felicia Regina

 

pengusahawaxing.png
 

Ini sepertinya sudah menjadi bentuk perawatan penting diri. Pengusaha waxing Felicia Regina coba memanjakan wanita. Proses penghilangan bulu- bulu tubuh tersebut akan lebih mudah. Ia memberi suatu kemudahan lewat teknik sugaring.


Waxing dikenal lebih ramah dibandingkan mencukur. Cukur akan memberikan bekas luka atau hitam bila dilakukan. Waxing dianggap lebih aman dan nyaman. Selain tidak membekas, bulu akan terangkat dari akar- akarnya.

 

Jadi Pengusaha


Teknik sugaring merupakan teknik waxing tanpa kimia. Cukup memakai bahan- bahan alami gula, seperti madu, lemon, gula, dan air. Bisnis Falicia sangat cocok karena nyaman, aman, dan praktis. Brandnnya diberi nama Mirael Sugar Wax.


Ia meluncurkan produk home waxing kit pada 2014 silam. Produk praktis, aman, dan nyaman dipakai wanita. Falicia berkata masih banyak wanita memakai pisau cukur. Disisi lain, bila mau waxing akan mahal, dan faktanya mereka harus rela antri menunggu di salon kecantikan.


"Saya memulai semuanya dari dapur kecil saya, dengan meracik gula dan lemon selama lebih kurang 18 bulan untuk mendapatkan formula terbaik," pengusaha waxing ini meyakinkan kualitasnya terbaik sama seperti kesalon.


Bermodal sejuta dia merintis usahanya tersebut sendirian. Mirael Sugar Wax mampu meraup omzet 1 miliar. Dia mempekerjakan 11 karyawan, 56 distributor, dan 10 ribu reseller di Singapura dan juga Malaysia.


Walau dia dihantam pandemi Covid 19, bisnisnya bertahan bahkan tetap mampu menjaring pegawai baru. Ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Falicia sendiri sudah memiliki studio waxing khusus. Maka ia pun mendapatkan gelar juara 1 Wirausaha Muda Mandiri 2020.


Dan dia meraih penghargaan Best of the Best Wirausaha Muda Mandiri Business Existing 2020. Dia sangat bangga produknya mampu berkembang. Sejak mendirikan dia mampu menaikan brandnya walau banyak halangan.


Pantang menyerah dia memasarkan waxing semenjak 7 tahun. Memberikan pemahaman akan waxing lebih baik dibanding cukur susah. Dia juga berjuang keras, agar produknya mampu mudah dipakai dan digunakan di rumah.

Jualan Sambal Amerika Asli Indonesia Bisnis Juara

Profil Pengusaha Henny Priastuti

 
jualansambalamerika.png
  
Bisnis juara pedasnya sambal Indonesia. Mereka jualan sambal Amerika asli Indonesia. Resepnya asli Indonesia dan ternuata berhasil. Henny's Kitchen didirikan oleh tiga orang Indonesia, yakni Henny P, Eunice dan Andi Utomo. 
 
Henny's Kitchen awalnya hanya usaha kuliner sambil jalan. Henny Priastuti dan suaminya Andi Hutomo memang dikenal aktif berbisnis sejak masih di Indonesia. Di Amerika, mereka mencoba peruntungan kembali. Namun berbisnis di negeri orang bukanlah seperti di negeri sendiri.
 

Bisnis di Negeri Orang


Resep sambal buatan ibunya jadi modal Henny ketika hijrah di tahun 1998. Sebelumnya pasangan suami istri ini pernah membuka usaha sewaktu tinggal di Jakarta. Kondisi lingkungan yang berbeda serta selera lidah membuat usahanya dua kali akan lebih sulit dijalani rasanya. 
 
Disisi lain, Eunice Veasey, sahabat mereka, orang Indonesia yang bersuamikan orang Amerika ikut membantu mereka.

Dia yang juga punya hobi memasak khususnya masakan Indonesia. Sejak kecil, ia selalu memasak berbagai masakan Indonesia dan membuat kue bersama ibunya. Sosoknya jadi kunci cita rasa Henny's Kitchen bisa diterima penduduk lokal. 
 
Ketiganya bersama menjadi satu kesatuan saling mengisi. Eunice bersama Henny dan suaminya kompak membuka usaha kuliner bersama.

Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Sebuah promosi sederhana yang menyasar ke beberapa komunitas lokal.
 
Ketika Henny dan Andi memutuskan pindah ke Washington DC, ada yang perlu dikorbankan. Henny rela mengorbankan usahanya di Jakarta. Kondisi tersebut tak lantas membuatnya berputus asa. Tak berhenti bercita- cita ia masih ingin memiliki usaha kuliner besar. 
 
Hanya saja, keberadaanya di negeri orang membuat hal tersebut sulit. Memaksanya berpikir dua kali sebelum membuka bisnis juara ini.

Pasalnya lidah orang sana pastilah berbeda dengan cita rasa masakannya. Kondisi berubah ketika ia secara kontinu berhubungan dengan WNI yang sudah lama di Washington DC. Jalan silaturahmi yang kemudian membawanya kepada Eunice. Wanita asal Indonesia yang bersuamikan orang Amerika. 
 
Dia lah yang getol memperkenalkan masakan milik Henny kelingkungan sekitar. Ide awalnya cuma membuka katering kecil- kecilan. Memperkenalkan hidangan Asia, utamanya ya masakan asal Indonesia. 
 
Melalui promosi beberapa rekan WNI, pengumuman media online dan komunitas- komunitas loka. Usahanya kemudian diberi nama Henny's Kitchen. Usaha katering itu mulai mendapatkan pelanggan.

Yang menarik pembeli datang ternyata resep sambalnya sambal khas buatan Henny. Banyak konsumen yang menginginkan sambalnya untuk disimpan di rumah untuk digunakan satu waktu. Inilah yang menjadi ide awal bagi Henny dan Eunice untuk memproduksi sambal besar- besaran. 
 
Keduanya menyiapkan tujuh jenis sambal yaitu  sambal terasi, sambal ijo, sambal bajak, sambal, gado-gado, sambal rica-rica, sambal Bali dan sambal rendang. Kendala utamanya ada di stok bahan baku terbaik dari Indonesia demi originalitas rasa.

Masalah lagi karena membawa bahan baku ke Amerika bukan masalah mudah. Mengingat jarak yang akan ditempuh. Padahal dana yang mereka miliki terbatas. Ada kah jalan keluar waktu itu. Ada, ada ditangan sang suami Henny, Adi Utomo, yang mau ikut membantu mereka melalui via online. 
 
Dia menghubungi beberapa teman- teman di Indonesia yang memiliki bisnis agrobisnis. Dengan itu stok bahan baku berkualitas asli dari Indonesia akhirnya terpenuhi.

Tak berhenti disitu, Adi lalu mendaftarkan sambal kemasan itu ke atase perdagangan milik Indonesia untuk Amerika. Hasilnya sebuah apresiasi. Pihak atase pung menawarkan diri turun tangan langsung membantu usaha Henny's Kitchen. 
 
Bantuan dari atase antara lain sertifikasi Halal dari Lembaga Islamic Center setempat. Henny's Kitchen juga mendapat sertifikat dari badan FDA, semacam BPOM di negara kita.

Dari modal berkisar $800, kini, usaha Henny's Kitchen membukukan omzet $12000 per- bulan. Dalam satu bulannya Henny dan Eunice memproduksi skeitar 1500 -an topless sambal aneka rasa. Padahal umur usaha sambal kemasan ini baru berjalan sekitar 8 bulan. 
 
Jika ditanya rahasia sukses mereka hanyalah mengikuti cara standarisasi produk lokal. Menciptakan produk tanpa bahan pengawet, sahat, dan enak cukuplah jadi modal bagi mereka. Lainnya, tentu cara mereka mendekati pasar yang terbilang sangat modern dengan berbagai media sosial.

Rencana Diet Bisnis Menjanjikan Susu Almond

Profil Pengusaha Prafieta

 

bisnismenjanjikan.png

Seorang wanita tengan rencana diet tetapi berubah wirausaha. Coba bisnis menjanjikan susu almond ini. Intip bagaimana wanita bernama Prafieta ini usaha. Kacang almond memang dapat dikonsumsi menjadi camilan. Almond cukup digoreng saja sudah enak rasanya.


Mau dibikin kue pun nikmat. Tetapi bagaimana bila dijadikan cucu nabati. Cocok buat mereka yang mau menjalankan diet atau vegan. Buat mereka penderita intoleransi laktosa seperti Prafieta cocok. Atau buat kalian yang ingin lebih sehat juga bisa.


Bisnis Menjanjikan

 

Maka almond memiliki potensi dijadikan wirausaha. Prafieta asli Jakarta tertarik akan berbisnis olahan ini. Ditambah tren makanan sehat terus meninggi. Dia kemudian mendirikan Mylk.inc pada Desember 2014 silam. Pengusaha wanita 27 tahun tersebut cuma berjualan susu almond.


Karena intoleransi laktosa membuatnya bingung. Mau diet namun tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi. Dia lantas bereksperimen. Kemudian dia mengolah almond menjadi susu. Tidak perlu membeli susu penurun berat badan.


"Aku coba meramu sendiri di dapur dan pakai resep sendiri. Kebetulan aku lagi diet juga, jadi aku nggak pakai gula. Ternyata rasanya enak," tuturnya.


Dia kemudian menjualnya melalui bazar- bazar. Bersyukur hasilnya bagus sampai titip ke toko- toko. Dia bahkan berani membuka gerai sendiri. Bahkan sampai membuka di Lippo Mall Kemang dan juga Pondok Indah Mall 1 dan 2.


Mereka membeli karena ingin hidup sehat. Prafieta tidak cuma berhenti jualan susu almond. Dia juga membuat kacang mete, hazelnut, macadamia, dan brazilian nut. Prafieta menambahkan kasiat susu dari almond. Ibu menyusui bila minum susu almond, maka air susu asi akan lancar.

 

Wanita kelahiran 1988 ini menjelaskan bahwa semua higenis. Dia memastikan semua bersih ketika proses pembuatan. Kebersihan terjaga terutama kebersihan kacang. Pertama kacang direndam 8 jam kemudian diperas dan diambil sarinya.


Tidak memakai bahan pengawet sama sekali. Bahkan dia tidak menambahkan gula. Buat penggantinya memakai bahan pemanis kurma. Dia mengatakan bahwa kacang- kacangan baik buat pertumbuhan. Ia berkata bahwa susu tersebut dijual beraneka harga.


Harga Rp.38 ribu untuk ukuran keci dan ukuran besar Rp.60 ribu. Meskipun bisnis menjanjikan susu almondnya juga mengalami masalah. Bahwa dia sering mengalami kesulitan dalam pemasaran. Sebab dia harus menjual cepat karena tanpa pengawet.


Tanggal kadaluarsa sangat cepat cuma bertahan lima hari. "Gampang susah menjualnya karena dikejar tanggal kadaluarsa yang cukup sebentar, maksimal lima hari. Kalau lewat dari itu susunya tidak bisa dijual," ujarnya


Bahkan bila susu almond tidak di suhu ruangan cuma bertahan 2 hari. Maka dia menyimpan susunya ke dalam kulkas. Bila pembeli datang tinggal memakai es batu. Walau sering menimbulkan omongan dari pembeli; Dia tetap berjualan.


Pengusaha wanita ini menjajakan melalui sosial media. Prafieta teguh menjajakan meski banyak hal membatasi. Hasilnya dia mampu memasarkan sampai ke kalangan selebriti. Brand Myk. Inc mejelma menjadi brand besar. 

 

Mei 2014, dia menjual susunya di booth di Kemang Village Jakarta dan Living World Kemang. Dia juga menawarkan layanan pesan antar dengan jangkauan luas, dari seluruh Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Awa 2013, susunya Mylk telah menjangkau ritel seperti Hero Supermarket. Beberapa tempat yoga biasa memesan Mylk sebagai nutrisi. Prafieta memanfaatkan sistem keagenen buat menjangkau jauh. Ia menawarkan pendaftaran Rp.3 juta sudah bisa memasarkan.

 

Nantinya mitra agen akan mendapatkan peralatan promosi. Mitra akan mendapatkan 100 botol lalu tingga membeli 100 stok botol kemudian. Dimana biasanya mitra akan menyetok saban seminggu atau dua minggu sekali memesan.


Dalam sebulan diperkirakan habis 500- 700 botol. Sebulan mitra akan hasilkan 20 juta dengan laba bersih 30%. Mylk. Inc punya banyak varian rasa dari cocoa, vanila, cinamon, dan matcha. Soal bahan baku dia impor dari Amerika Serikat.

Kuliner Legandaris Usaha Gudeg Mercon Bu Tinah

Profi Pengusaha Bu Tinah 

 
kulinergudeg.png
 
Kuliner legendaris asal Yogyakarta yang terbayang di lidah. Mendengar Yogyakarta maka kamu akan terbayang usaha gudeg mercon Bu Tinah. Manisnya gudeg akan terbayang sampai lidah kamu. Tau kah kuliner benama Gudeg Mercon? 
 
Gudeg khas Jogja yang rasanya pedas sedap benar. Dialah Ngatinah, wanita 60 tahun, yang masih semangat berjualan kuliner unik ini. Dia sendiri adalah sang empunya, perancang bisnis gudeg yang ada sejak tahun 1992.
 

Usaha Gudeg


Wanita asal Boyolali yang layak kita beri apresiasi atas dedikasi dan kerja kerasnya. Melalui sebuah lapak yang kecil, tidak terlihat nama besarnya dilebih- lebihkan. 
 
Nenek dari tiga cucu ini, ia telah berhasil mengolah gudegnya dengan cita rasa yang berbeda sehingga membuat banyak orang ingin merasakan gudeg buatannya. Pedas sedap dibuat oleh tanganya sendiri hingga sekarang.

Menurut Ngatinah, ia memulai usahanya berjualan gudeg sekitar tahun 1992 -an. Lapaknya sejak dulu tetap di Jalan Kranggan ini, persisnya di ujung Jalan Asem Gede.

"Saya lupa modalnya berapa waktu itu. Seingat saya, dulu modalnya masih sedikit," ujar Ngatinah.
 
Ngatinah membeli bahan-bahan untuk membuat gudeg seperti nangka muda, telur, dan krecek. 
 
Kini, untuk memasak gudeg dagangannya, setiap hari ia sendiri berbelanja krecek 1 kilogram, beras 8 kilogram, nangka muda 10 kilogram, telur ayam 8 kilogram, kerupuk 50 bungkus, tempe 150 potong, ayam 5 ekor, cabai hijau 6 kilogram, dan cabai rawit 6 kilogram.

Semuanya ia kerjakan sendiri di rumahnya di Jalan Jenggotan, Jetis, Yogyakarta. Proses memasaknya, kata dia, memakan waktu hingga empat jam dengan menggunakan tujuh kompor. Setelah semua matang dan siap dijual, semua dagangannya itu dibawa ke lapaknya dengan menggunakan becak. 
 
Ia sendiri pergi ke lapak dengan sepeda, ungkapnya. Selain gudeg ada pula sate usus, sate udang, bakwan dan martabak sebagai makanan pendamping. Ngatinah membuat dua macam gudeg: gudeg rasa gurih dan rasa pedas. 
 
Kuah pedas inilah lantas dinamakan si gudeg "mercon." Untuk sambal krecek juga Ngatinah sengaja mencampurnya dengan cabai rawit yang masih utuh, bukan yang diiris.

Selama berjualan lebih dari dua puluh tahun itu, Ngatinah mengaku tidak pernah mengalami kendala berarti selama berjualan, semisal ditertibkan. Ia berjualan setiap hari, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB, hanya ditemani oleh seorang anaknya yang bernama Parni. 
 
Namun, tak jarang, Ngatinah akan pulang lebih cepat. Biasanya kalau ramai pembeli, dia bisa tutup warung pada pukul 00.00 WIB. 

"Cuma kalau hujan, dagangan saya sepi," kata nenek tiga cucu yang sudah menetap di Yogyakarta sejak tahun 1984 ini.

Harga sporsi gudeg terdiri dari nasih, gudeg, dan telur dihargai 13 ribu.  Jika lauknya akan ditambah ayam suwir harganya Rp15 ribu, ditambah daging ayam paha atas harganya Rp25 ribu, sedangkan paha bawah harganya Rp30 ribu.

"Makanan pendamping seperti bakwan harganya Rp2 ribu, tempe mendoan Rp1 ribu, dan sate ayam Rp5 ribu," kata dia.

Dengan berjualan gudeg, Ngatinah mengaku bisa mendapatkan sekitar Rp2 juta per hari. Pendapatan itu dia gunakan untuk modal dan kebutuhan sehari-hari. Uangnya menurut dia digunakan sebagai modal dan buat makan. 
 
Jika ada lebihnya ia berikan untuk menjajakan cucu- cucunya. Begitulah hidup Ngatinah yang penuh kesederhanaan meski usahanya bisa dibilang sukses keras, melegenda.

Sebenarnya ia berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, namun masyarakat Yogya menyukai gudegnya. Dia jadi satu- satunya pengusaha gudeg pedas di sana. Berkat konstitensi rasa gudegnya pun tetap bertahan dan tak berubah sejak dulu begitu ungkap seorang pelanggan asal Palembang. 
 
Penggemar gudegnya memang banyak dari penduduk lokal tapi dari beraneka ragam daerah tidak melulu orang Yogya.

Sebut saja mereka dari Jakarta, Lampung, Manado, Korea, Batam, Bogor, Bandung, dan Bali. Sedangkan para turis bule, biasanya jarang yang pesan gudeg pedas.

"Tapi, kalau yang paling pedas itu orang India pernah pesan," kata dia.

Beberapa artis juga pernah membeli gudegnya jelas Bu Tinah. Ia mengaku bahwa anaknya yang ingat nama- nama selebriti itu. Parni pun menyebut nama Julia Perez, Nia Ramadhani, Duta Sheila On 7, Eko Patrio, Doyok, Kotak, ST12, dan banyak lagi pernah datang dan mencicipi gudeg mercon ini.

Tidak hanya berjualan gudeg di trotoar Jalan Kranggan, Gudeg Mercon juga menerima pesanan. Dia mengatakan bahwa gudegnya itu pernah dipesan untuk keperluan acara gereja, piknik, acara pernikahan, dan acara di hotel.

"Tergantung isinya dan besar pesanannya. Kalau makannya besar, ya Rp20 ribu, isinya gudeg, "mercon", krecek, dan paha. Kalau yang kecil itu Rp13-15 ribu. Ada yang Rp30 ribu pakai paha. Ya, tergantung permintaanlah," kata dia.

Apabila tertarik untuk membeli gudeg ini, pembaca bisa berkunjung ke Jalan Kranggan pada malam hari. Hanya memerlukan waktu sekitar 5-10 menit untuk berjalan kaki ke sana dari arah Tugu Yogyakarta. 
 
Patokannya adalah perempatan Jalan Asem Gede, dekat rumah makan "Gudeg Bu Djuminten". Tapi, jangan berharap bisa menemui gudeg ini saat hari Lebaran.

"Kalau Lebaran, saya tidak jualan. Libur sepuluh hari. Lha wong Lebaran setahun sekali, saya, kok disuruh jualan terus," kata dia kepada Kotajogja.com.

Prospek Bisnis Roti Breadlife Kisah Pendiri Perusahaan

Profil Pengusaha Kuswanto Gunandi

 
kisahpendiri.png
 
Yuk kita analisa prospek bisnis roti Breadife. Inil kisah pendiri perusahaanya. Manisnya bisnis roti juga menjadi incaran perusahaan besar. Bahkan, perusahaan private equity yang sekelas Northstar tertarik untuk mencicipinya. 
 
Di tangan Northstar, produk roti Breadlife hanya dalam waktu setahun saja, dari 21 jaringan toko menjadi 54 yang tersebar di berbagai kota. Toko roti yang berkonsep Jepang itu memang telah terkenal akan cita rasanya. 
 

Kisah Pendiri Perusahaan


Perusahaan Northstar telah mengakuisisi PT. Dunia Makmur Jaya, pemilik brand Breadlife, sejak September 2012, menggelontorkan investasi senilai Rp.1 triliun.

Tampilan toko Breadlife mudah dikenali. Tokonya didominasi warna oranye yang memberikan kesan fresh, sama seperti sajian roti yang dijualnya. Roti Breadlife juga terasa lebih gurih, enak, dan kaya rasa, berbeda dengan roti-roti sejenisnya.

Kemajuan toko roti Breadlife tidak bisa jauh dari sang presiden direktur, Kuswanto Gunandi. "Kami ingin menjadikan Breadlife sebagai pemain utama dalam bisnis food and bakery," tutur Kuswato dalam sebuah wawancara untuk BeritaSatu. 
 
Bagi seorang Kuswanto Gunandi, bisnis bukan sekadar mencari untung. "Saya juga terdorong untuk ikut menciptakan lapangan kerja. Punya kebanggaan sendiri jika berhasil menciptakan lapangan kerja," ujar pria kelahiran 17 Mei 1962 itu.

Sebagai salah satu brand atau merek roti ternam, Breadlife, punya konsep sendiri untuk toko rotinya ini. Konsep- konsep berbeda itualah yang ditawarkan oleh produk ini. Meski sang direktur baru masuk di 2013, nyatanya produk ini berhasil masuk jajaran produsen roti terpopuler kawasan Jakarta. 
 
Tak mau tanggung- tanggung, kini gerai Breadlife telah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

"Saat ini, BreadLife memiliki 66 gerai dan masih akan terus berkembang sejalan perkembangan pasar konsumen dan tren di Indonesia," jelas Kuswanto melalui keterangan tertulis kepada VIVAnews.

Dia mengatakan dasar bisnis Breadlife pada data statistik pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dimana, ia lalu menyebut bahwa pertumbuhan itu paling banyak menyumbang ialah kebutuhan domestik. Dalam riset itulah bisnis roti bisa menjadi pasar terbaik.

Menurut riset Acorn, seperti yang dikutip dalam rilisnya, hal tersebut mendorong peningkatan pasar retail, termasuk di segmen food and beverages (F&B), khususnya di industri bakery.

Salain itu, Kuswanto menjelaskan pertumbuhan pasar di Indonesia mengikuti tren gaya hidup. Ini kemudian dijelaskannya bahwa semakin banyak restoran dan gerai makanan yang menawarkan menu atau produk bergaya asing, terutama menu Asia. 
 
Fokusnya tidak lagi rasa, tapi pilihan yang bervariasi dan presentasi yang menarik. Ada pula gaya hidup sehat yang diikuti oleh masyarakat kini, adanya keinginan adanya panganan sehat pula.

Untuk itulah Breadlife hadir dengan berbagai inovasi, yang mepertimbangkan variasi, kualitas produk, dan konsep gerai.

BreadLife punya tiga konsep outlet yang menawarkan pengalaman membeli kepada konsumen. Pertama ialah gerai yang berformat store. Di luas gerai 90 meter persegi, pengunjung bisa berbelanja secara swalayan. 
 
Di outlet ini, BreadLife menyajikan menu roti dengan roti Jepang sebagai produk khas, seperti danish, dan kue. Kedua, outlet yang berkonsep kafe. Pengunjung bisa menikmati hidangan roti di gerai yang luasnya 120 meter persegi. 
 
Menu yang disajikan adalah roti, danish, kue, minuman, dan makanan ringan lainnya. Dan yang terakhir ialah gerai berformat kios. Di outlet seluas 30 meter persegi, konsumen bisa berbelanja dengan cepat. Pilihan produknya adalah roti, minuman, dan es krim.


"Konsep gerai ini juga disebut konsep grab and go," sambungnya.

Jika soal kualitas jangan diragukan lagi. Brand roti ini menggunakan bahan baku berkualitas, dan tanpa bahan pengawet. Salin itu resepnya juga berasal dari master chef dan master baker terbaik. 
 
Adapun produk- produk unggulan BreadLife adalah Rugby, The Ring, Mamamia, Mayo Chix Stix, dan Tiger Roll.

"Kehadiran dan perkembangan BreadLife dengan konsep barunya telah memberikan nuansa segar dalam bisnis modern bakery di Indonesia," kata dia.

Breadlife sendiri adalah artisan bakery Jepang, memiliki konsep dapur terbuka atau open kitchen. Ini yang memungkinkan para konsumen melihat proses pembuatannya langsung. 
 
BreadLife sangat memperhatikan kualitas produksinya, proses produksi yang terstandardisasi secara mendetail, maupun keahlian chef dalam menciptakan berbagai variasi produk yang enak, penampilan yang menarik dan menggunakan bahan baku yang terpilih, berkualitas dan tanpa bahan pengawet.

"BreadLife juga selalu berusaha mengikuti tren gaya hidup urban yang dekat dengan keseharian konsumennya," kata dia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba