Usaha Kontrak Helm Ojek Online Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Ilham Pratama

 

usahahelm.png

Pengusaha muda bernama Ilham Pratama ini bak kejatuhan durian runtuh. Usaha miliknya dikontrak buat memenuhi kebutuhan helm ojek online. Dia jadi kontraktor buat Gojek. Perusahaan transportasi tersebut memesan helm banyak.


Gojek ternyata membuka lapangan pekerjaan lain. Mereka mendukung jalannya Usaha Kecil Menengah (UKM). Usaha milik Ilham bernama RamoPro Performance. Ilham ini memproduksi aneka perlengakapan otomotif. Perusahaan Gojek memesan tidak kurang 400 helm khusus berlogo Gojek.


Helm- helm nya diproduksi di kawasan Jalan Cikutra No. 205, Bandung, Jawa Barat. Mereka tidak cuma mendapatkan pesanan. Tetapi juga ikut mendesain model helm khusus milik Gojek. Pengusaha muda 29 tahun yang sudah mengerjakan proyeknya sejak 2011.


"Sebuah penghargaan besar mendapatkan pekerjaan ini. Kami akan ciptakan karya terbaik," ujarnya ke Liputan6.com


Ayah dari tiga anak yang menekankan pentingnya produk lokal. Buat perusahaan besar baiknya terus mendukung produk dalam negeri. Pemesanan produk helm Gojek terbukti mengangkat perekonomian orang lain.


Masyarakat bawah mendapatkan pekerjaan bersekala nasional. RamoPro sebelum menerima proyek dari Gojek sudah berjalan. Usahanya meliputi pembuatan aksesoris pengendara motor. Mulai dari helm sampai sarung tangan khusus.


Lewis Stewart pernah merasakan produk buatan pria asal Tasikmalaya. Ramopro menjadi pemain bagus diperhitungkan masyarkat pecinta montor. Tetapi mereka juga melayani produksi kustom atau bukan masal.Buat produk hasil karyanya dapat dinikmati melalui ramopro.com. 

 

"Bisnis ini tidak besa begitu saja. Banyak kendala yang kami hadapi dan kami harus riset dari hal yang paling kecil, bahkan kami harus menghadapi trial and error beberapa kali," ucap Ilham. Usaha kontrak helm ojek online memang dilalui melalui aneka tantangan.


"Saya orang yang tidak akan berhenti mencoba sebelum berhasil," tutupnya.

Ahli SEO Neil Patel Kisah Pebisnis Online

Profil Pengusaha Neil Patel

 

neilpatel.png
 

Ahli SEO Neil Patel bekerja keras menjadi miliarder muda. Kisah pebisnis online yang jago mencari uang lewat internet. Neil kelahiran London, Inggris, 24 April 1985, yang hidup sederhana sebagai warga kelas menengah.


Umur 2 tahun, dia dibawah orang tuanya pindah ke California, Amerika Serikat. Tinggal di kota yang bernama Orange Country. Dia memiliki saudari perempuan bernama Amee. Negara Amerika sangat mendorong kehidupan berwirausaha.


Ia tumbuh di lingkungan penuh semangat entreprneurship. Dia tidak mau hidup biasa. Diusia 15 tahun, dia jualan CD berisi film. Dijual 2- 3 dollar kepada teman sekolah ketika baru masuk. Niel tidak malu padahal musim sekolahnya barulah dimulai.


Usaha Konsultan Online


Neil menjual kotak televisi satelit. Dia juga menghack televisi milik orang tua dan teman sekelasnya. Ia hasilkan ribuan dollar. Usia 15 tahun, Neil malah menjadi pegawai di Knott Berry Farm, kerjannya asik mengambili sampah, mengepel ruangan, dan mengurusi muntah.


Pekerjaan tersebut dilepaskan buat menjadi Quality System. Dia hasilkan ribuan dollar untuk penjualan tiap unit vakum Kirby. Neil memiliki cara unik yakni menjual dari rumah ke rumah. Mengetuk pintu rumah menawarkan membersihkan debu memakai vakum.


Terinspirasi Monster.com, Neil tertarik dunia website hingga mengeluarkan tabungan 5000 dollar. Dia kemudian membuat Advice Monkey. Ternya berbisnis online tidak semudah berjualan keliling. Neil bahkan kehilangan ribuan dollar buat iklan.


Bertahap Neil belajar mengenai internet marketing otodidak. Dalam beberapa bulan itu, website Advice Monkey mampu menaikan pengunjung, walaupun populer tidak menghasilkan uang. Daripada terjebak bisnis tidak jelas ia memilih kuliah.


Saudari perempuannya mendorong kuliah sampai lulus Cypress Community Collage. Bertahap Neil mulai mempraktikan marketing onlinennya. Neil berhasil menghasilkan kontrak dari Elpac Electronics, senilai $ 3.5000 perbulan.


Dia membuka usaha berkonsep Advantage Consulting Service (ACS), sebuah agensi marketing, yang berpatner pacar saudarinya. Bersamaan dia mendapatkan kontrak dari anak- anak pemilik Elpac, yang memiliki agensi periklanan.


Niel pernah kehilangan uang $ 1 juta untuk investasi perusahaan hosting. Usaha hosting yang bernama Vision Web Hosting. Neil kemudian membuat Crazy Egg bersama rekan, Hiten Shah. Perusahaan ini berkonsep konsultan marketing online.


Ia pun mengembangkan software sendiri. Dari uang konsultasi dipakai pengembangan software Crazy Egg. Dia lantas meluncurkan software tersebut.


Kenapa Neil menyukai pekerjaan menjadi pembersih lantai. Dia bekerja di Knott's Berry Farm, usia masih 15 tahun, mendapatkan banyak uang tips dibanding 3 pekerjaan dahulu. Ya Neil juga merasakan susahnya menjadi buruh bersih.


Neil memiliki pandangan ingin kaya. Ia pun menyadari pekerjaan menjadi buruh tidak bikin kaya. Ini kemudian membuka pandangannya akan entrepreneurship. Adik perempuannya yang membuka jalan melalui Oracle Consultant, kemudian menjadi Monster.com.


Neil lantas mempelajari konsep bisnis Monster.com. Kemudian dia meluncurkan Advice Monkey. Tapi malah kegagalan yang didapatkannya. Namun Neil bersyukur karena menemukan akan potensi dalam bisnisnya. Kisah pebisnis online tersebut berlanjut belajar digital marketing.


"SEO adalah perlombaan, bukan lari cepat," ucapnya.


Dia lantas menjual Crazy Egg. Kenapa dia menjual bisnis tersebut padahal menghasilkan. Ternyata itu disebabkan tidak berkembang. Neil merasa harus menaruh modal tetapi tidak maju. Bahkan usahanya tidak menarik banyak investor karena usahanya itu- itu saja.


Investor ingin kenaikan dan sesuatu baru. Bahkan mereka inginkan sesuatu menyaingi bisnis Google Analytics. Maka lahirlah software dan website KissMatric. Berkat Crazy Egg menyempurnakan konsep bisnis barunya tersebut.


Sayangnya, tidak semudah diharapkan, walau lebih sempurna namun kehilangan esensi milik Crazy Egg. Bahwa Crazy Egg memiliki proposisi jelas menyebut alat analisa. Di sistemnya menganalisa demi mendapatkan pemahaman akan website lewat tool.


Lalu Kissmetric? Neil menulis Kissmetric membantu menemukan matrik aksi buat bisnis. Jelas sangat tidak mudah dipahami pengunjung baru. Neil kemudian menciptakan banyak headline untuk mulai menggaet pengunjung.


"Saya berpikir bahwa produk saya masuk papan atas, tetapi saya hanya tidak mampu mengkomunikasi penjualannya," jelas pengusaha muda ini.


Demi menaikan pelanggan maka dibuatlah social prof. Terknik tersebut dengan menaruh profil mereka yang berhasil. Kissmatric menunjukan mampu menjadi pilihan banyak perusahaan. Melalu inilah maka kenaikan potensi klien sampai 40%, dan dalam tiga bulan, pendapatan naik 60%.

 

Niel juga mendirikan bisnis investasi True Ventura. Salah satu usahanya, sang entrepreneur muda bisa membeli tempat di Hotel Seattle. Tujuannya menciptakan ruang komunikasi para entrepreneur.  Pada tahun 2011, Neil dan Kissmetric dituntut class action untuk penggunaan flash cookies teknologi.


Dia dianggap menyalahi privasi. Tuntutan diterima dan mampu diselesaikan lewat beberapa ribu dollar. Neil membeli Hello Bar pada 2012. Forbes melabeli Neil sebagai Top 10 Marketing Experts di 2014.


Dia bersama Hiten Shah lantas melepaskan Kissmetric. Pada 2014, dia meluncurkan tantangan 100.000 visitor bulanan untuk blog.neilpatel.com. Ternyata dia belum melepaskan Crazy Egg dan terus memberi pelatihan, pengajaran, dan menginspirasi entrepreneur muda.

Sekolah Elit Global Mandiri Cibubur Wirausaha Ariani

 Profil Pengusaha Rifa Ariani 


sekolahelitglobal.png
 
Kisah wirausaha Ariani pemilik sekolah Elit Global Cibubur. Bernama lengkap Rifa Ariani, yang bisa dibilang nekat tetapi cerdas mengamati peluang usaha. Sejak tahun 2003, dia pun nekat membangun bangunan megah nan mewah dengan biaya 8 miliar rupiah. 
 
Usahanya itu tak sia- sia, setelah 8 tahun berjalan, sekolah elitnya diburu oleh para orang tua siswa. Mereka tak kurang dari 1200 siswa belajar di sekolah yang memang mengusung wawasan internasional ini.

Bagaimana caranya?

Perlu diketahui Rifa bukanlah seorang pengusaha sukses sebelumnya. Ia pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Demi keutuhan rumah tangga, Rifa rela keluar dari pekerjaan mapan sebagai pns, memilih menjadi ibu rumah tangga.
 

Bisnis Sekolah

 
Namun lama kelamaan rasa gundah dan bosan itu datang menyelimuti hari seorang Rifa Ariani. Dia ingin melakukan sesuatu. Melakukan kegiatan selain menjadi ibu rumah tangga biasa, hingga akhirnya memutuskan berwirausaha.

Perjalanan wirausaha Ariani tidak mudah sekilat tampaknya. Padahal perjalanan karirnya bisa dibilang sudah sangat mapan. Dia telah cukup lama menduduki posisi sebagai auditor pajak, 13 tahun tepatnya, bahkan perempuan kelahiran Bogor 10 Mei 1967 ini sempat ditempatkan di daerah Bandung. 
 
Namun sang suami,  Suheriyatmono, agak keberatan saat dirinya dimutasi keluar kota, dan ia menginginkan Rifa untuk menjadikan keluarga prioritas utama. Jadilah ia seorang ibu rumah tangga biasa.

Hingga perasaan bosan itu muncul dan keinginan usaha menjadi solusi baginya. Dia resmi mengakhiri kariernya sebagai auditor pajak di 2003. 
 
Tahun 2003, beberapa bulan menjadi ibur rumah tangga, sebuah developer memberikan tawaran untuk membuka sekolah di kawasan elit yang mereka kembangkan. "Dengan modal nekat tawaran itupun saya terima karena saya lihat kedepannya prospeknya bagus," ujarnya, modal nekat.

Putri pasangan Prof. H. Buchari Rahman dan Farida ini tetap melaju terus walau harus dibantu berhutang ke bank. Kisah usaha yang bermula saat Rifa dan suaminya yang membeli rumah di Legenda Wisata Cibubur. 
 
Saat itu, dia bersusah payah mencari sekolah bagi M Ghulam Ghazali, Naufal Ariq Muhamad dan Rishad Rizky Muhamad, yang ketika itu masih SD, TK, dan playgroup. Dari ide membangun sekolah untuk anak- anaknya sendiri. 
 
Lantas developer disana ternyata ikut mendukungnya. Alhasil semangatnya semakin menjadi berapi- api. Rifa Ariani awalnya tak pernah bermimpi jika suatu saat kelak dirinya memiliki sekolah dan perguruan tinggi di kawasan perumahan elite.

"Dengan berbagai pertimbangan, saya putuskan mendirikan sekolah umum. Saya pun memiliki gagasan yang mantap untuk mendirikan sekolah nasional plus. Dalam menggeluti bisnis pendidikan ini saya banyak mengecap pahit dan manisnya, termasuk dikritik orang tua, hingga susahnya membayar gaji guru," kenangnya
 
Bahkan, pernah menggadai rumahnya untuk membayar gaji guru karena jumlah muridnya kala itu masih sedikit," kenang anak rektor di salah satu perguruan tinggi swasta dan guru besar di Universitas Sriwijaya Palembang.

Kayakinan dan optimisme itu begitu kuat dalam diri Rifa Ariani. Tak tangung-tanggung, untuk membangun dua bangunan sekolah empat lantai nan megah, ia telah menghabiskan dana sekitar 8 miliar. Ini sebuah angka yang sangat fantastis. 
 
"Bisnis di dunia pendidikan memang tidak seperti bisnis lainnya. Di bisnsi ini, investasi memang harus dilakukan diawal, untuk tujuan jangka panjang. Hasilnya baru akan terasa setelah bertahun-tahun," papar ibu tiga anak ini.

Modal miliaran belum berhenti berjuang. Mungkin bagi kita akan sedikit belebihan jika melihat angka itu masih harus ditambah hal- hal lain. Dia dihadapakan pada perjuangan mencari siswa yang mau belajar. 
 
Di tahun pertaman, sekolah buatannya baru memiliki 180 siswa dari TK dan SD. Baru setelah delapan tahun, sekolah yang bernama Global Mandiri memiliki 1200 siswa. Membutuhkan waktu cukup lama untuk menjadi sukses, dan semua harus dimulai dari nol berapapun modal bisnisnya.

"Memang sih, awalnya saya agak pesimis, takut gagal. Tapi saya teru kuatkan tekad dan tetap optimis bahwa saya pasti bisa. Yang terpenting kerjakan saja. Tidak ada kamus gagal. Secara intens saya lakukan promosi dibantu developer," ucapnya. 
 
"Selain itu, yang membuat saya optimis, yang namanya uang sekolah itu tidak ada turunnya pasti setiap tahun naik terus," jelas Rifa, bersemangat.

Bisnis yang dibangun Rifa hanya dalam lima tahun mampu berkembang pesat. Dan di tahun 2005, Sekolah Global Mandiri sudah menemui titik terang. Wanita yang selalu berpenampilan sederhana ini pun sudah tidak mendanai operasional sekolah dari kantongnya pribadi lagi. 
 
Kini, sekolahnya sudah semakin maju dan telah dikenal, murid-muridnya tidak hanya mereka yang tinggal di Cibubur, tetapi ada juga yang tinggal di Sunter, Bekasi, Ciputat, Bogor, dan Cibinong.

Memasuki tahun ke delapan, jumlah siswanya telah bertambah menjadi 1200 siswa yang terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA. Dijelaskannya setiap tahunnya ada kenaikan siswa sekitar 500 orang.
 

Sekolah Elit Global

 
"Ya, karena ini bisnis sekolah, wajarlah jika hasilnya baru bisa dinikmati setelah melewati proses yang cukup panjang," ujarnya. Tak canggung perempuan kelahiran Bogor, 10 Mei 1967 ini pun mengatakan, jika keuntungan berbisnis di dunia pendidikan adalah hasil dari iuran siswa.

Di tahun 2009, iuran siswa disekolah yang dikelolanya sekitar 1,5 juta rupiah per bulan. "Tahun ini, ya sekitar 1,7 juta rupiah untuk SMP dan SMA, sedangkan untuk TK lebih murah sekitar 1,2 juta. Selain itu juga ada uang bangunan kisarannya 24 juta hingga 30 juta," imbuhnya. 
 
Untuk proses belajar mengajar ia dibantu oleh 200 guru dan 80 karyawan. Tak hanya berhenti di satu sekolahan, Rifa juga bergerak cepat mengekpansi bisnisnya. Ia sibuk mengakuisisi sekolah- sekolah lain di berbagai penjuru Indonesia dibawah bendera Global Mandiri.

Di dalam menyusun kurikulum, Rifa dibantu para praktisi dan konsultan pendidikan dari Loula Maretta. Kurikulum di sekolahnya merupakan hasil integrasi kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge. 
 
Metode pengajaran yang digunakan adalah fun active learning dipadukan dengan go green yang menerapkan 4 R, yakni replant, reduce, recycle, dan reuse. Metode tersebut menekankan peran aktif dan partisipasi siswa untuk berani menyampaikan pendapat. 
 
Tanggapannya terhadap berbagai materi pelajaran dan informasi yang ada. Diakui wanita berperawakan mungil ini, dalam proses pendirian sekolah, ia  seorang diri menjadi manajer. Meski begitu ia tak pernah merasa kerepotan. "Justru kalau banyak owner, malah bikin repot," ungkapnya. 
 
Soal omset tak segan ia pun berujar, "Ya tinggal dihitung saja 1200 dikali 1,5 juta. Ya segitulah," ujarnya. 
 
Wajarlah disekolah yang dibangunnya berbiaya mahal, karena kurikulum yang ditawarkan adalah nasional plus diterapkanya pun berwawasan internasional, kolaborasi kurikulum pendidikan nasional dan Cambridge.

Sukses sekolah Global Mandiri Cibubur, 6 tahun berlalu,  ia pun membuka satu cabang di kawasan Cakung. Bukan hanya itu, di 2001, Rifa telah mempersiapkan franchise sekolahnya yang senilai 2 miliar. 
 
"Mudah-mudahan ini bisa cepat terealisasi. Saat ini kami masih dalam proses penyempurnaan system computerized yang terintegrasi. Meski sebenarnya sudah banyak yang ingin membeli," papar lulusan Universitas Sriwijaya Palembang itu.

Dengan kurikulum terintegrasi, franchise bikinannya diyakini akan sukses dipasaran. Selama berbisnis bertahun- tahun, dalam menjalankan bisnisnya, Rifa selalu melakukan excellent service. "Itu kunci sukses di bisnis ini. 
 
Jika service nya bagus siswa pasti banyak. Salah satu service yang baik itu, misalnya, setiap kali ada masalah harus diselesaikan dengan cepat. Informasi dan pelayanan yang cepat pun menjadi salah satu service yang selalu kami kedepankan," imbuhnya.

"Dengan mendirikan SGM, saya bisa menjadi ibu rumah tangga sekaligus berbisnis dan memiliki waktu yang banyak dalam mengasuh anak," imbuhnya sambil tersenyum. 
 
Gaya kepemimpinan Rifa begitu terasa oleh seluruh karyawannya, bagaimana tidak dari hari ke hari ia  selalu berada di sekolah, terlibat langsung dalam setiap denyut kehidupan sekolahnya, dan sentuhan individualnya ada di setiap sudut sekolah. 
 
Berkatnya semua berjalan fungsional tetap bersih, hangat atmosfirnya, dengan guru- guru yang jauh dari kesan seram, apalagi menghukum murid.

Website: globalmandiri.com

Manfaat Kotoran Sapi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Syammahfuz Chazali   

 
manfaatkotoransapi.png
 
Dia menemukan manfaat kotoran sapi seharga emas. Pengusaha muda ini, Syammahfuz Chazali, sang penyulap merubah kotoran yang menjinjikan menjadi kuningnya emas. Kotoran sapi itu ternyata bisa menjadi sumber rejeki. 
 
Syam begitu dia akrab dipanggil, di benaknya, ada secercah harapan tentang fakta ilmiah kotoran sapi. Dari bentuknya yang aneh, baunya yang tidak enak, ternyata kandungan ilmiahnya baik untuk gerabah dan keramik. 
 
Dia terus berusaha megangkat harkat martabat limbah yang mengganggu lingkungan itu. Hasil riset Syam mengaggumkan. Dia berhasil membuktikan bahwa dengan tlethong (kotoran sapi/ bahasa Jawa) gerabah bisa kuat.
 

Bisnis Gerabah

 
Bahan campuran tlethong bisa membuat gerabah makin kuat, warnanya cemerlang, dan beratnya bisa lebih ringan hingga dua kilogram. Dia menyebut idenya datan ketika ia buang hajat. Tiba- tiba saja ia terbersit untuk mencampur isi perut itu dalam usaha keramiknya.

Pria kelahiran Medan, 5 November 1984 ini, teringat kenyataan bahwa tanah yang kering dan tandus bisa menjadi bagus setelah dicampur dengan kotoran sapi.  Logika yang sedikit nyeleneh tapi tetap dicobanya. 
 
"Renungan kloset" itulah yang terus menggugah rasa ingin tahunya sehingga ia terus mencari referensi. Tentang per- tlethong -an melalui berbagai buku- buku, teman- temannya dan juga internet, dari situ dibuatlah penelitian sederhananya.

Syam juga menyimpulkan selain bertekstur lembut dan berserat, kotoran sapi juga mengandung Silikat (semacam bahan perekat) hingga hampir 10%. Dari sisnilah Syam mengemukakan gagasannya menjadikan tlethong sapi sebagai bahan campuran pembuatan gerabah.

Sebulan setelah riset pribadinya, Syam menggandeng teman kuliahnya sejumlah empat orang ikut. Dia mengajak mereka ikut meneliti lebih lanjut hipotesanya. Syam kemudian menamai tim kecilnya ini dengan FAERUMNESIA. 
 
Nama yang berasal dari istilah peternakan yang berarti kotoran dari lambung sapi. Maklumlah Syam memang seorang mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, sehingga tertarik dengan hal ini.

Secara bisnis, tim yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok bisnis ini melihat kotoran sapi belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Menurut perkiraan mereka, dalam setahun peternakan di Indonesia, mampu menghasilkan kotoran sapi sekitar 6 juta ton. 
 
Dan taukah kamu hampir semuanya terbuang sia-sia. Diajukanlah proposal itu untuk mengikuti pekan kreatifitas mahasiswa, tim ini mengebut menyelesaikan proposal penelitiannya.

Dengan lugunya tim tersebut malah tanpa pikir panjang memasang judul Kotoran Sapi begitu saja. Proposal itupun ditolak. Mereka belajar bahwa pentingnya kemasan yang baik untuk ide- ide mereka. 
 
Tanpa putus asa, mereka kemudian memperbaiki proposal itu dan mengikutkan proposalnya di lomba lain. Hasilnya pun tak mengecewakan, mereka berhasil meraih juara satu dan yang menggembirakan lagi proposalnya disetujui oleh DUE-Like Batch IV UGM.

Mereka sukses mendapat kucuran dana sebesar 3,5 juta untuk dana eksperimen lebih lanjut. Girangnya bukan main Syam dan kawan-kawan, akhirnya hasil penelitiannya mendapat apresiasi juga setelah sekian lama. 
 
Dibantu oleh para pengrajin gerabah setempat yaitu Purwanto, mereka melakukan uji coba. Mereka coba menentukan komposisi yang pas antara kotoran sapi dan tanah liat agar hasilnya optimal.  Tlethong- tlethong tersebut sebelumnya sudah dicampur dengan bioactivator agar tidak gatal dan hilang bau busuknya.

Dengan bioactivator tersebut, tlethong akan berubah menjadi humat yang memerlukan waktu satu bulan. Hasilnya sangat mengejutkan. Bahan baku yang terdiri dari tanah liat kuning dan tlethong yang dibuat gerabah, menjadikan bobot gerabahnya lebih ringan 2 kilo. 
 
Menjadi lebih ringan dibandingkan enggunakan campuran tanah liat dan pasir. Selain itu, gerabah juga warnanya lebih cerah dan tidak mudah pecah saat di bakar hingga 90 derajat celcius.

Efek positif lain bahwa campurannya mampu membantu ekosistem. Maksudnya pengerukan tanah liat jadi lebih sedikit karena telah dicampur- campuran lain. Jika tanah liat terus menerus dikeruk maka dikhawatirkan akan merusak lapisan subur tanah.
 
Tim Ferumnesia memang patut berbangga hati. Pasalnya mereka tak perlu menunggu lulus kuliah untuk menghasilkan uang. Beberapa tawaran bisnis pun bermunculan baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.

Bisnis kotoran


Di dalam negeri ada pemesanan sekitar 1000 dekomposter rumah tangga Universitas Tri Sakti. Dan yang dari luar negeri seperti pesanan humat dari Brunei Darussalam sebesar 60 ton per- hari untuk membuat bahan baku bangunan seperti batako. 
 
Karya Syam dan kawan- kawan memberi dua manfaat besar bagi masyarakat. Pertama masalah limbah teratasi dan kedua meningkatkan kualitas gerabah sekarang. Dia mematok harga sekitar 1000 rupiah per kilogram untuk humat bahan baku gerabah.

Harga ini jauh lebih murah jika dibanding harga tanah liat bercampur pasir. Syam juga mengembangkan bisnis ini untuk membuat genteng dan batako yang lebih kuat. Dari sinilah bisnis tim Ferumnesia terus berkembang selain menjual bahan baku. 
 
Pundi- pundi emas itu pun berhasil ia cetak dari sebuah kotoran sapi yang menjadi bahan baku gerabah. Tentu saja setelah gerabah hasil produksinya itu dijual dan di-uang-kan setelah itu dirupakan emas batangan. Bukan mencetak emas dari kotoran sapi he he he.

Yang perlu digaris bawahi, gerabah yang dihasilkan tidak boleh gerabah yang digunakan untuk menaruh makanan seperti membuat piring, gelas, kendi, dan lain-lain karena bahan dasarnya yang dari kotoran sapi. 
 
Takutnya akan menjadikan tak higienis ucapnya menjelaskan. Gerabah yang bisa dibuat dari kotoran sapi hany untuk produk seperti genting, batako, dekomposter dan yang non- makanan pokoknya. Syam langsung saja mematenkan hasil temuannya ini.

Namun, ia mempersilahkan pihak lain yang mau memanfaatkan temuan ilmiahnya ini asal minta izin terlebih dahulu agar tak menjadi masalah dikemudian hari. Syam menemukan manfaat kotoran sapi. Kini dia bertranformasi menjadi pengusaha muda sukses.

Konsultan Genesis Kisah Pengusaha Yohan Tirtawijaya

Profil Pengusaha Yohan Tirtawijaya 

 
konsultangenesis.png
 
Kisah pengusaha Yohan Tirtawijaya adalah sosok terlatih. Dia telah dilatih kedua orang tuanya untuk melanjutkan bisnis keluarga. Namun lebih dari itu, dia ingin usaha sendiri bukannya menyepelekan usaha keluarga ya.
 
Dalam dirinya ada sifat mandiri tak mau sekedar melanjutkan bisnis keluarga. Pembelajaran etos kerja dan pantang menyerah tertanam sejak kecil oleh kedua orang tuanya. Ia sering ikut mengelola toko grosir milik ayahnya. 
 
Dari membantu itulah Yohan kecil mengenal bagaimana cara bekerja seorang wirausahawan. Uniknya pengalaman kecilnya itu menuai ideologi baru tentang konsep menjual, "Saya berketetapan tidak suka jualan karena hanya melakukan rutinitas yang membosankan dan kurang menantang," jelas Yohan.

Pendidikan Wirausaha

 
Mungkin karena itulah Yohan yang sekarang dikenal sebagai konsultan arsitektur, lebih dekat kreatifitas tidak monoton seperti bisnis grosir. Sejak masa SMA ia telah mempalajari berbagai hal baru. Waktu itu ketika ia melihat sebuah film yang diperankan Richard Gare, menginspirasinya.

Richard Gare sukses memerankan seorang arsitek yang mempersentasikan sebuah maket. Terinspirasi, ia memilih untuk menjadi seorang arsitektur. Film itulah yang membawanya kedunia arsitektur. Yohan memastikan langkahnya ke ITB, mengambil jurusan arsitektur. 
 
Bayangan tentang arsitektur lebih menantang daripada berjualan grosir. Dia harus berfikir hal yang selalu baru untuk tiap proyeknya. Pada 1998 terjadilah krisis ekonomi membuat bisnis perumahan seret yang juga berimbas pada hidupnya.

Tenaga arsitek terkena imbas karena sepi proyek. Bahkan temannya yang baru lulus rela bekerja apapun asal bisa bekerja. Beruntung ketika itu ia memiliki kesempatan bekerja di perusahaan asing. Dia ditugasi oleh perusahaan menggarap proyek Hotel Chedi. 
 
Selama setahun dirinya terlibat dalam design development hotel tersebut di Hang Zhou, Cina, baginya ini menjadi pengalaman sangat berharga. Bekerja dalam satu tim dan dikepalai oleh arsitek senior asal Yugoslavia dan Perancis.

Pengalaman yang membuatnya mengenal proses produksi sebuah kantor konsultan arsitek; merasa telah cukup pengalaman, ia memutuskan membangun usaha sendiri.

Yohan memberanikan diri membuka biro konsultan arsitek sendiri. Sayembara gereja GKI Anugrah di Jalan Protokol Bandung menjadi proyek pertama yang bisa dijadikan momentum bagi usahanya yang masih sangat awal. 
 
Bermodalkan hasil dari proyek ini, ditambah sisa gaji bulan terakhir jadilah modal usaha. "Uangnya tak lebih dari sejuta, tapi saya bertekad bulat mengakuisisi garasi orangtua sebagai kantor kerja saya," katanya. Itulah asal- muasal berdirinya biro konsultan arsitek, Genesis Architects.

Modal konsultan Genesis ternyata bukan cuma tekat. Dalam setahun buka, perusahaan kecilnya hanya menyelesaikan beberapa proyek desain rumah tinggal. Angka proyeknya pun bisa dihitung dengan jari. 
 
Memang saat itu Yohan belum punya marketing plan, finansial maupun pengembangan usaha secara serius. "Dalam bayangan saya, proyek akan datang dengan sendirinya, wah ternyata itu hanya mimpi di siang bolong," katanya kepada Jawaban.com.
 
Kondisi yang tidak maju-maju, hampir putus asa, ia tergiur dengan cerita teman- temannya yang bekerja di Singapura. Mereka pulang membawa dolar segebok, yang saat itu nilainya semakin berharga ketimbang nilai rupiah.
 
Kisah pengusaha Yohan Tirtawijaya berlanjut, dia bersemangat untuk hijrah ke Singapura, bermodal seadanya tanpa gambaran mau kerja apa.  Di Singapura dia melamar pekerjaan dari door to door dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
 

Mimpi Usaha Sendiri

 
Akhirnya ia diterima bekerja di sebuah konsultan lokal ACI Architech. Kata mampan kini disandang seorang Yohan Tirtawijaya setelah bekerja lama menjadi arsitektur. Tetapi usut punya usut, usahanya masih bejalan yaitu usaha jasa konsultasi arsitektur. 
 
Pengalaman setahun telah membuka matanya bahwa Indonesia memiliki potensi. Hanya berbekal hobi dan keterampilan mendesain saja ternyata tidak cukup untuk bisa membuka bisnis konsultan arsitek; harus dibekali kecerdas menjaring klien. 
 
Oleh sebab itu godaan terus saja datang di awal membangun usaha.  Pengusaha muda ini sering hanya menerima uang pas-pasan. Sebab ia lebih memprioritaskan untuk mmebayar karyawan. Melihat teman- teman sudah mapan, berpikir menjadi karyawan terkadang membuat Yohan berpikir ulang berbisnis.

Apakah jalan yang ditempuhnya sebagai wirausahawan sudah benar. Namun Yohan kemudian terus menguatkan tekad bahwa brand Genesis yang sudah dikibarkannya harus terus maju. Dimulailah pengembangan usaha dengan membuat sendiri produksi mebel serta konstruksi bangunan. 
 
Ada sekitar tiga divisi usaha yang telah dikembangkan yaitu arsitek, interior, konstruksi, dan semuanya dipegang oleh orang yang kompeten. Dia bukan sekedar bicara saja tapi berkreasi. Seperti usaha sang ayah yang jatuh bangun; Yohan tau betul rasanya itu. 
 
Ia pernah sekali menerima pesanan furnitur rumah dengan total nilai ratusan juta rupiah. Karena belum berpengalaman, proyek tersebut akhirnya selesai dalam waktu setahun yang ketika itu harga barang sudah naik semua. 
 
Kesempatan berkembang justru kala itu berubah jadi kekecewaan karena konsumen tak puas akan lamanya pengerjaan ditambah pula kualitas pengiriman. Ia pun sadar dirinya harus menuntut ilmu lagi.

Yohan melanjutkan studi S2 di Prasetya Mulya Bussiness School setiap malam. Targetnya adalah melengkapi ilmu dasar arsiteknya dengan kemampuan manajemen bisnis yang memadai. Dari benih yang ditabur, dia pun memanen hasil. 
 
Dari berbisnis dengan ilmu seadanya lalu ia terus sempurnakan, Genesis akhirnya berhasil untuk melebarkan sayap ke luar Bandung. Proyek yang dikerjakan pun meluas ke Palembang, Jabodetabek, Medan, Batam hingga Balikpapan, bahkan HongKong dan Malaysia.

Walau semakin maju usahanya namun Yohan tak lantas berpuas diri atas segala apa yang didapatkan. Dia menilai kesuksesan adalah seperti anak tangga. Jika sudah berhasil menaiki satu maka, jangan lupa kamu masih ada anak tangga lainnya yang juga harus dinaiki.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba