Hutang Rentenir Tak Jelas Cara Membayarnya

Keuntungan Pinjam Ke Rentenir?


hutang rentenir

Kata rentenir umumnya dipahami sebagai seseorang meminjamkan sejumlah kecil uang berjangka pendek dengan bunga tinggi, atau tingkat suku bunga  lebih daripada diperbolehkan hukum.

Interpretasi lebih lanjut mengenai istilah ini juga mencakup metode ilegal pengembalian uang jika tidak kembali pada waktu dan cara yang telah disepakati.

Bentuk ancaman bisa meliputi pelecehan lisan oleh sang pemberi pinjaman atau melalui perantara kolektor. Ada juga bentuk kekerasan lain seperti intimidasi, atau ada pula kemungkinan kekerasan fisik. Rentenir bisa jadi ikon tidak diinginkan oleh mereka berpenghasilan rendah.

Namun, efek gejolak ekonomi  membuat sosok mareka secara umum dibutuhkan oleh mereka berpenghasilan randah. Dan, mungkin tepatnya bisa digambarkan sebagai suatu kejahatan sangat diperlukan.

Apapun bentuknya, masalah rentenir telah menjadi endemik negara-negara berkembang, mereka ditemukan di mana- mana di dunia nyata atau maya. Tingkat lebih besar atau lebih kecil akan tergantung pada kondisi sosial ekonomi secara keseluruhan.

Di Inggris, Office of Fair Trade (OFT) dilaporkan pada bulan Mei tahun 2010 sudah diperkirakan ada 165.000 rumah tangga menggunakan jasa rentenir ilegal. Di negara maju sendiri, kasus ini masuk ranah internet dimana pemainnya bisa sekalah besar.

Pinjaman mudah


Pemerintah hanya akan menaruh kegiatan peminjaman ilegal seperti ini di bawah kontrol ketat, terlepas dari ketidak berdayaan pemerintah menghilangkan. Bisnis semacam ini telah menjadi salah satu bisnis tertua dalam kehidupan manusia.

Mengkontrol mungkin jadi satunya cara sangat penting bagi kesehatan bangsa. Pinjaman legal hari- hari ini selalu berdesarkan nilai aset nyata dan terukur agar bisa dijaminkan ke bank atau produk finansial lainnya.

Ini menjadi sasaran empuk bagi para rentenir. Karena apa, kenapa rentenir ada jika bank sudah ada, justru ini karena rentenir lalu menarget bukan soal aset, namun seberapa besar bunga harus dibayar.

Jadi jangan salah, mereka cukup mendapatkan bunga sebagai sumber penghasilan mereka, bukan aset dijaminkan peduli setan BPKB atau surat akte kamu. Semakin tinggi bunga, ini akan menjadi lebih menguntungkan, fokus bisnis merubah kita (manusia) sebagai aset itu sendiri.

Kita lah aset mereka, bukan tentang seberapa besar aset kita jaminkan, dan tidak ada perlindungan hukum membuat nasib ditangan si pemilik uang. Atau cara kasarnya kita dijadikan sapi perah menghasilkan uang. Kita akan bekerja keras buat menutupi hutang.

Jika dari segi pinjaman legal, bank menghitung kemampuan kamu mengembalikan bukan membayar bunga. Pinjaman tanpa bunga? Ini bisa saja terjadi kerena dasarnya bank telah memperhitungkan aset kamu sebagai bagian pengembalian.

Pasti kamu pernah mendengar tentang pinjaman bermodal surat- surat motor. Inilah jalan masuk bagi mereka para rentenir memperkirakan pendapatan dan kemampuan kita; berapa besar bunga kita bisa hasilkan.

Ditanya secara finansial, mereka tak mengharap atas nilai aset kamu (motor) tapi seberapa lama bunga itu bisa tumbuh. Sering kali dalam berbagai kasus, mereka rentenir meyakinkan pinjaman awalan tanpa jaminan apapun (pinjaman 10 juta, 20 juta dan seterusnya).

Mereka akan menaruh bunga lebih tinggi dari biasa (dari bunga bank) ketika memulai kesepakatan.

Keuntungan rentenir


Siapa bilang tak ada keuntungan dari meminjam rentenir? Jika kita mencoba mencari lebih dalam ada lebih banyak kerugian daripada keuntungan. Mengambil pinjaman badan ilegal secara hukum pasti memposisikan kamu dalam kerugian. Berikut kuntungan dan kerugian berbisnis dengan para rentenir:

1. Satu-satunya keuntungan adalah bahwa mereka memberikan uang di saat kita sangatlah membutuhkan

Seorang rentenir pastilah memperlihatkan resiko lebih baik daripada sekedar manfaat. Mereka telah siap sedia atas apapun- kapanpun agar uang itu kembali. Rentenir tidak peduli bagaimana cara mengembalikan uang miliknya, bahkan tak perlu tau seberapa besar upah kamu.

Coba berpikir begini, jika kamu siap untuk mengembalikan, pastilah kamu akan memilih lembaga ilegal seperti bank bukan? Jadi untuk kamu memilih rentenir berarti siap ditagih dan kehilangan hak sebagai resikonya. Jika kamu tidak punya jaminan mengembalikan; rentenir akan membuka tangan.

2. Kerugian

a. Sementara bank-bank mematuhi suku bunga dasar kredit, skema pembayaran pinjaman rentenir sangatlah kacau. Bungan dapat berfluktuasi dalam hal frekuensi dan tingkat suku bunga (yang dapat 20 sampai 30 kali lebih dari biaya konvensional). Pinjaman yang mereka berikan hanya jangka pendek, ini akan mengurangi risiko mereka.

b. Tidak ada syarat dan kondisi nyata. Terutama karena mereka meminjamkan uang sebagai pihak tanpa izin, mereka benar- benar tidak memiliki peraturan agar dipenuhi. Mudahnya, mereka bisa merubah arah bunga sesuai keinginan mereka.

c. Rentenir tidak memiliki proses penilaian kontrak pinjaman dan karenanya mereka menggunakan tarif tidak terkendali untuk menutupi kekurangan dalam keamanan.

Ini juga merupakan alasan bahwa mereka dengan mudah memberikan pinjaman kecil sejumlah besar klien dimana mereka menyebar risiko. Mereka akan memastikan seberapa besar mereka mendapat untung bukan cuma dari kamu.

d. Merek memiliki cara beriklan serampangan dan sering ke tempat- tempat berpenghasilan menengah dan rendah. Di banyak negara Asia di mana tidak ada peraturan ketat terhadap poster di publik, mereka akan membuat iklan bergambar samar- samar mengandung sedikit lebih dari nomor telepon dan uang yang bisa mereka keluarkan.

Iklan itu akan ditempel di berbagai lampu jalan dan dinding pinggir jalan. Kebutuhan mereka ialah agar tetap anonim (tersembunyi identitasnya) dalam banyak kasus patut dicermati; mereka adalah tipe orang yang tak mau berkomitmen.

e. Rentenir kekurangan akuntabilitas karena mereka tidak melaporkan kepada pihak berwenang. Tidak ada badan mungkin memeriksa atau mengevaluasi kredit mereka atau sekedar memberikan informasi dibutuhkan bagi konsumen.

Hal ini tidak langsung, menyatakan bahwa pinjaman mereka buat kamu pakai dikeluarkan sepenuhnya melalui suka- suka mereka sendiri.

Kesimpulan:

Rentenir tidak berbicara aset melainkan besaran bunga didapat. Mereka juga sudah memperhitungkan berapa lama pinjaman tersebut, dan cara apa agar kamu mau membayar.

Tidak ada yang namanya kontrak, dan itulah mengapa kamu harus sadar bahwa mereka bisa berbuat sesuka hati termasuk mengintimidasi. Mereka juga bisa merubah bunga komisi penambahan masa tenggat. Para rentenir cenderung akan bergerak serampangan tanpa perjanjian jelas atau mengikat.

Usaha Stik Es Krim Doni Indra Buktikan Jiwa Wirausaha

Profil Pengusaha Doni Indra


usaha stik es krim

Jiwa wirausaha membuat langkah Doni Indra lebih mantab melangkah. Membayangkan usaha stik es krim berapa keuntungan didapat. Doni memang berpikir diluar kotak. Sesuatu sepele seperti stik kayu ternyata mampu hasilkan banyak cuan.

Ia mampu memproduksi 6 juta stik kayu. Tidak cuma es krim yang butuh gagang atau stik kayu. Doni mampu meraup untung berkat stik nuget dan aneka coklat. Bahkan salon kecantikan membutuhkan stik juga. Harga Rp.10- 22 perbatang mampu mengantongi omzet sampai ratusan juta.

Varian mulai dari stik berbentuk pipih sampai memanjang. Biasa dipakai pengusaha kecil menengah berjualan di pinggir jalan. Stik ukuran 9 cm sampai 12 cm ternyata menguntungkan sekali. Usaha stik es krim yang dimulai 2011, mendirikan CV. Elang Manunggal bertempat di Tangerang.

"Produk ini termasuk barang repeat order sehingga pesanan terus datang," tuturnya. Doni membuat aneka stik gagang dan stik sendok.

Produk sekali pakai namun menghiasi kehidupan kita. Tidak cuma terbatas es krim ternyata memiliki multi- fungsi. Termasuk salon- salon buat keperluan mengaduk krim. Pesanan salon- salon memang tidak besar tetapi berkelanjutan.

Pesanan salon kecantikan dipastikan datang setiap bulan. Doni menyebut menjual 6 juta batang setiap bulan. Bahkan, bila permintaan melonjak, dia akan diserbu bahkan sampai- sampai merekrut pegawai tambahan. Dia menggandeng pengrajin lokal untuk memenuhi pesanan.

Doni telah mengantongi delapan pelanggan tetap. Pelanggan tersebut sudah pasti menjual enam juta batang. Omzat didapat sang pengusaha muda tersebut mencapai ratusan juta. Ia membuktikan jiwa wirausaha melampaui pandangan.

Apa laku berjualan stik es krim begitu . Doni menyebutkan Rp.100 juta omzet pasti didapat perbulan. Ia pun membawa pulang untung 15 persen. Tentu stik tidak dijual satuan melainkan satuan karton. Di satu karton berisikan 20.000 batang.

Produksi segitu Doni menggunakan mesin rakitan pribadi. Kapasitas mesin satu juta stik perhari dan dijual online. Doni membuka pasarnya melalui berjualan melalui marketplace. Dia belum berani buat menawarkan ke perusahaan karena kapasitas masih kecil.

"Saya belum berani menawarkan langsung ke perusahaan sebab kapasitas mesin saya masih kecil," ujar dia.

Doni menghindari produksi berlebihan agar minimalkan resiko. Bahan baku kayu albasia dan sangon karena mudah dibentuk dan empuk. Cerita lain datang dari Guntur Yudhihartono asal Banyumas, Jawa Tengah, yang memproduksi tiga juta walau sama- sama home industry.

Bahan baku Guntur memakai bahan kayu lapis sisa industri. Harga lebih murah yakni Rp.10- 15 per- batang. Ia memiliki pelanggan tetap di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Total ia mampu kantongi omzet Rp.30 juta. Guntur memasarkan ke perusahaan- perusahaan es krim langsung.

Demi memperluas pasaran, Guntur tak segan ambi resiko termasuk menjajaki kerja sama supermarket dan minimarket. Walau produk sama, Guntur menyebut bila dijual ke minimarket atau supermarket harga lebih baik.

Masalah utama usaha stik es krim ialah persaingan ketat. Terutama demi mendapatkan bahan baku mahal dan terbatas.

Perjuangan Pengusaha Pempek Palembang Solihin

Kisah Pengusaha Pempek Sederhana


pengusaha pempek palembang

Kisah perjuangan pengusaha pempek Palembang. Namanya Solihin, yang bercerita pernah berpikir kanapa Pak Yos, pemilik warung pempek tempatnya bekerja begitu sukses. Saat itu, dia lalu berpikir kanapa tidak membuka bisnis sama.

Tujuannya tentu agar bisa sesukses tempatnya bekerja dulu. Akhirnya Solihin mulai mengumpulkan uang untuk membuat gerobak sendiri. Ia hanya berbekal pengalaman bekerja di usaha sama. Tetapi tidak mudah perjuangan pengusaha pempek Palembang ini.

Pempek Sederhana


Pria paruh baya ini beralih profesi menjadi penjual pempek keliling. Dia berjualan dari satu tempat ke tempat lain. Hingga di akhir tahun 2000, dia berani memutuskan pindah ke Jakarta; berharap peruntungan lebih baik disana.

Solihin ikut membawa bisnisnya ke Jakarta, hasilnya? Ternyata berusaha di Jakarta tak semudah aoa yang dipikirkannya dulu. Kita tidak bisa berbisnis langsung laris di Jakarta. Harus melewati berbagai fase- fase kesulitan terutama sebagai pendatang.

Ia harus mengadapati kesulitan dari tempat tinggal sampai tempat berbisnisnya. Intinya ketika akan berbisnis selalu saja ada masalah.

Keberuntungan itu mulai terlihat, semua berkat kerja keras dan pantang menyarah. Ketika itu, dia bertemu seorang kerabat dari kampung yang berjualan gorengan. Masalah tempat kos itupun telah terselesaikan, dimana dia kini tinggal di sebuah kosan kecil.

Meski kecil, setidaknya, ia telah mempunyai tempat tetap serta seseorang buat sekedar berbagi cerita. Dia memulai kembali bisnis kecil- kecilan, masih tentang pempek Palembang. Selain itu Solihin masih menyimpan gerobaknya buat berkeliling.

Dia berjalan dari kos- kosan kecilnya berkeliling menjajakan pempek. Solihin masih saja merasa asing akan Jakarta, bahkan berjalan hingga ke tempat antah berantah. Dia sempat- sempatnya kesasar di suatu tempat asing.

Sekali lagi keberuntungan itu hadir lagi ketika dirinya mencari- cari cara bagaimana usahanya laku. Dia punya ide agar menetap. Karena jika berkeliling selalu saja berakhirnya nyasar di tempat asing dan dagangan miliknya masih banyak.

Dia membuka usaha ditempat yang ramai anak- anak komunitas. Mereka itu terkumpul dalam suatu komunitas dan tentunya mereka siap membeli ketika lapar atau sekedar iseng. Setelah pempeknya laku keras di tempat itu, ia pun siap memperluas bisnisnya.

Solihin membuat gerobak baru agar jangkauan pelanggan bertambah. Dia harus galau kembali, ketika berbicara sulitnya mendapat pegawai yang mau bekerja. Mungkin, pelamar sukar karena harus berkeliling memakai gerobak ke penjuru Jakarta.

Tidak sengaja, suatu hari datang seseorang meminta menjadi pegawainya karena kebutuhan. Solihin justru jadi merasa kesulitan sendiri ketika itu; ia malah mulai ragu mempekerjakan. Dia memutuskan menolak jika orang itu tak mau ikut dia tidur dalam satu kos yang sama.

Dan, orang itu menolaknya karena punya tempat tinggal. Solihin pun datang ke rumah orang tersebut. Berpikir sejenak, ia menawarkan rumah itu dijadikan tempat berjualan saja.

Jadilah ia punya dua warung pempek di dua tempat berbeda. Setelah kurun waktu 2 tahun berjualan dan punya dua cabang, dia sudah bisa mempunyai 17 gerobak lain dan sudah mulai memikirkan ingin mempunyai tempat tinggal dan menambah relasi baru seperti menerima pesanan Catering.

Berbagai kendala sudah dia hadapi dan berbagai masalah terselesaikan. Dengan kemauan dan ke gigihan yang tidak akan pudar, Solihin terus berbisnis.

Pengusaha Tempo Doeloe Kedai San Bao Long Semarang

Profil Pengusaha James Santoso


pemilik kedai san bao long
 
Kamu mau menjadi pengusaha tempo doeloe. Kedai San Bao Long Semarang merupakan perwujudan masa lalu. Tempat masyarakat menjelajah masa lalu ketika di kota lama, Semarang. Disini kita akan dimanjakan suasana etnis China tempo dulu.

James Santoso bisa dibilang pengusaha tempo doeloe. Dia serius menggarap kedai tersebut nampak otentik. Kedai San Bao Long sebenarnya perpaduan antara kuliner Jawa dan China. Alhasil cocok- cocok saja dilidah masyarakat siapapun yang berkunjung.

James mengatakan Semarang memang kental etnis Tiong Hoa. Dulu Kota Semarang memang tempat pelabuhan dimana kapal- kapal bersandar. Perpaduan suasana Jawa dan Tiong Hoa sangat harmonis terjaga. Semarang tempo dulu merupakan pelabuhan dan tempat pedagang China berjualan.

Kuliner Tiong Hoa


Budaya China masuk diantara masyarakat Jawa sekitar. Hasilnya adalah rupa- rupa masakan Jawa yang ternyata perpaduan. Olahan mie dan lumpia merupakan perwujudan nyata. Kedai milik James mencoba menggugah sejarah lebih dalam.

Karena faktanya wujud Kota Lama kurang otentitasnya dirasa. James mencoba menggali lebih dalam dari kedai San Bao Long Semarang. Dimana- mana masakan perpaduan tersebut dijajalan. Baik di jalan maupun restoran akan kita temukan.

Namun San Bao Long lebih dalam menciptakan atmosfer. Interior apik otentik mewujudkan suasana dahulu. 

"Dengan menjual masakan Semarang  saya ingin menunjukkan konsep tempo dulu sebab saya merasa banyak kebudayaan dan sejarah yang dimiliki oleh Kota Semarang yang patut ditonjolkan," ujarnya.

Restoran berkonsep kedai lebih menonjolkan kesederhanaan sejarah. Restoran jaman sekarang diisi interior jadul namun modern. Kesan ditampilkan dipaksakan berbeda milik kedai besutannya. Ya, karena James mengumpulkan sendiri pernik- pernik sejarah.

Restoran bagi James merupakan permainan membangun usaha. Ia ingin menciptakan suasana beda cenderung nyeleneh. Restorannya berdiri berbentuk rumah Belanda. Kesan kuno dan kokoh sudah tampak dari depan.

Interior merupakan perpaduan Jawa- China otentik. Dicari sedemikian rupa melalui aneka literaratur James temukan. Bahkan nih, dia rela berkeliling mencari interior, pernak- pernik, dan aneka benda kuno. Bahkan ia rela berburu barang antik sampai ke Jekarta dan bandung.

Itu demi mimpi sang pengusaha tempo doeloe terwujud. Demi mewujudkan mimpinya, James tidak malu bertanya kepada pecinta barang antik mengenai keotentikan. Mereka, para penggemar barang antik pun tidak jarang memberika masukan dan membantu menemukan barangnya.

Masukan penggemar barang anti mewujud melalui pernak- pernik terpajang. Seketika pengunjung masuk ke dalam akan menemukan pernak- pernik etnis. Kesannya kamu nanti akan dibawa masuk ke dalam muesum; seking detailnnya intertior terpajang.

Kenangan nostalgia masa lalu akan mampu terlintar terbayangkan. Buat mereka yang sempat merasa masa- masa tersebut. Maka ia akan serasa makan bersantap malam di rumah orang tua. Mabel di dalam juga merupakan benda tempo dulu. Ketika masuk pengunjung akan disuguhi suasana rumah.

Bukan restoran, melainkan orang akan merasa tengah berkunjung ke rumah kuno. Restoran berkonsep kedai dengan luas tanah 3000 m2, dengan luas bangunannya 600 m2, yang mampu menampung 150 tamu duduk dan 250 buat standing party.

Sisa tanah luas akan dipakai menjadi tempat parkir. Sudu- sudut tanahnya terdapat pepohonan yang rindang menambah keasrian. Menu masakan mereka khas Semarang bercita rasa oriental. Namanya sangat kental Chinese, alhasil banyak pengunjung ragu akan kehalalan menu restoran tersebut.

Dia meyakinkan semua masakan halal. Bahkan tanahnya berdiri di lingkungan mayoritas Islam. Inilah mengapa nama restonya lebih dikenal SBL. James sendiri merasakan betul bahwa restoran miliknya terlalu oriental. Itu dirasakan berjalannya waktu padahal James menjual makanan halal.

Pada Januari 2012, ia pun menggencarkan singkatan SBL biar lebih mengena. Ini upayanya agar masyarakat muslim juga mau datang dan menikmati. Menu andalan SBL Semarang adalah gurame goreng garing disiram saus mangga.

Menu oriental bebek panggang dicampur saos khas oriental. Ini dua menu sangat direkomendasikan bila kamu mampir. James juga menyediakan masakan familiar seperti capcay, fuyunghai dan ayam pandan. Biar lebih mengena di lidah maka dicampur sosis khas Semarang dan Solo.

Jemes lebih senang menyebutnya masakan khas Semarangan. Di sini juga terdapat menu western namun bukan diutamakan, seperti sandwich, french fries, dan camilan khas lain. James menyisipkan jajanan khas Semarang masa kecilnya dulu.

Publik Semarang umumnya antusias tetapi butuh trik penyesuaian. Pokoknya dia harus menyuguhkan sesuai selera orang Semarang. Mereka lebih senang masakan manis. James ke depan akan menambah daftar menu khas Indonesia.

Ingin menambah sop buntut dan iga bakar yang terkenal di manca negara. Tempat ini memiliki satu minuman khas koktail. Namanya triple SBL paling banyak dipesan. Lantas mereka punya dragon ballz berupa jus buah naga, SBL sunrise berisi campuran aneka jeruk, dan teh tarik.

Jemas meyakinkan banyak pilihan jus, cocktail, mocktail, dan aneka kopi. Harga makanan di sini sangat logis, yakni Rp.35 ribu sampai Rp.218 ribu untuk makanan, dan Rp.15 ribu sampai Rp.20 ribu untuk minuman.

Tahu Baxo Bu Pudji Bisnis Oleh- Oleh Khas Semarang

Profil Pengusaha Bu Pudji


tahu baxo bu pudji
 
Bila mampir ke Ungaran, Semarang, jangan lupa membeli Tahu Baxo Bu Pudji. Adalah oleh- oleh khas Semarang terkenal wajib dibeli. Namanya Sri Lestari pemilik usaha tahu bakso namun spesial rasanya. Ia memulai usaha semenjak 1995 dan sudah punya banyak pengalaman.

Dia cuma ibu rumah tangga. Belum pernah pengalaman berjualan. Ibu rumah tangga yang senang memasak. Salah satunya membuat tahu bakso khas orang Semarangan. Inilah kemudian dijadikan usaha dimana memang beda.

Berkat tahu maka Bu Pudji mendapat gelar usahawan inspiratif. Tahu nampak dipotong- potong di rumah. Adonan bakso dimasukan potongan tahu berbentuk persegi panjang. Ini enak dimakan panas- panas bersama cabe rawit pedas.

Menjajal Tahu Bakso


Aroma sedap terbangun ketika tahu bakso selepas ditiriskan dari wajan. Bu Pudji memang belum pernah usaha lain. Tidak mudah lantaran dia harus mengurusi rumah. Ia juga merupakan ibu dari tiga orang anak. Sekarang Bu Pudji mampu membuat ratusan tahu tanpa menyisakan sisa.

Dua tempat berjualan baksonya langsung ramai. Ia bercerita kepada tabloit NOVA, ternyata menjadi usahawan menyenangkan. Apalagi Bu Pudji melakukan apa yang disenangi yakni memasak. Pudji merupakan istri pegawai negeri.

"Saya pernah berjualan mie ayam, bakso, sembako, hingga pakain jadi," ucap Pudji, yang alasan berjualan menambah pemasukan.

Tidak bisa mengandalkan gaji suaminya saja. Pudji menyadari mereka menanggu tiga orang anak. Biaya sekolah terus naik belum keperluan lain. Dia memutuskan berjualan mie ayam, alih- alih ambil hutang bank.

Bukan sekali dua kali dirinya jatuh bangun berusaha. Ia tidak putus asa. "Mungkin saat itu usahanya belum cocok, jadi tidak berhasil," jelasnya. Pandangannya menjadi pengusaha mudah tetapi sangat mengena. "Kalau sudah begitu, saya akan mencoba usaha lain," ujar Bu Pudji.

Pengalaman menjalankan aneka usaha memberikan pelajaran. Bahwa dia harus berkomitmen ketika akan membuka usaha. Bila tidak maka dipastikan bahwa kamu akan gagal. Pudji membulatkan tekat membuka usaha. Bahkan dia berjanji bahwa harus sukses tidak boleh gagal kembali.

Dia mencoba memulai usaha tahu bakso. Bermodal jutaan rupiah hasil menyisihkan gaji suami. Pudji membuka usaha di rumahnya Jalan Kepodang, Ungaran. Usaha rumahan tersebut berukuran sedang merupakan rumah pribadi.

Di rumah pribadi bersama ditempati tiga anak dan suami. Pudji menggunakan dapur rumah dijadikan tempat produksi. Belum manghasilkan maka dia membuat dan berjualan sendiri. Sebelum menjual dibuatlah resep spesial hingga lebih enak.

Dia membuat formula khusus hingga enak. Berkali- kali dirinya menjajal bakso ke banyak pasar. Dia terus memperbaiki sehingga lebih enak lagi. Rupanya, Pudji menemukan bahwa bentuk persegi lebih disenangi. Hobi memasak membuatnya bersemangat tidak merasakan kecapaian.

Kalau kamu melakukan apa disenangi maka akan termotivasi. Sejak awal, produksi sendiri, demi menjaga kualitas maka Pudji tidak mamakai formalin. Menurutnya formalin jutsru akan merubah rasa menjadi berbeda. Dia tidak memakai bahan pengawet sama sekali.

Dia meyakini bahwa usaha tanpa komitmen akan gagal. "Apapun yang terjadi, usaha ini harus selalu maju," tuturnya. Dia memang senang memasak. Di tahun 1995, dia tengah mendatangi suatu acara kulineran. Disinilah Pudji menemukan makanan taksu bakso dan bertekat membuat.

Dia mencoba membuat tahu bakso. Awalnya, Bu Pudji menjual tahu bakso ke kantor- kantor, lantas teman sesama anggota PKK dan Darma Wanita. Pudji agresif setidaknya tiga kali dalam seminggu akan berkeliling. Lama- kelamaan, dia memproduksi tahu bakso setiap hari diikuti pesanan naik.

Menurutnya produksi berkelanjutan sangat penting. Ini langkah kongkrit menunjukan tekat menjadi pengusaha. Karena dia sudah memproduksi setiap hari maka tidak boleh sisa. Pudji bersemangat berjualan walau pesanan tengah sepi.

Ia akan putarkan tahu- tahu bakso tersebut. Nama usaha Tahu Baxo Bu Pudji memproduksi 150- 200 buah perhari. Itu dijualnya Rp.200 perbuah dipasarkan ke banyak tempat. Tidak cuma ke kantor- kantor, ia menjual tahu bakso ke pasar sampai perempatan kampung.

Kesungguhan Pudji membuahkan hasil dimana semua habis. Hampir tiap hari Tahu Baxo habis tidak bersisa. Kalaupun sepi, Tahu Baxo mampu terjual semua menyisakan 10 biji. Saat awal, usahanya masih dikenal Tahu Kepodang lantaran dijual di Jalan Kepodang.

Berkat kerja keras ia mampu membangun dua outlet dan banyak karyawan. Di tahun 1997, muncul kesempatan dari ASA- BRI, yang mempercayakan tambahan modal Rp.5 juta. Dimana uangnya lalu dibelikan perlengkapan, gerobak dan handphone untuk menrima pesanan.

Uang modal dibangunkan outlet termasuk satu dirumahnya. Dia tidak menjual ke outlet lain. Pudji memilih menjaga kualitas produknya begini. "Saya ingin harga dan kualitasnya sama," tuturnya. Dia juga mendapatkan tawaran berjualan titip ke orang lain.

Namun Bu Pudji bergeming tidak menerima tawaran tersebut. Dua outletnya dibuka di dua tempat, yakni di Jl. Letjend Suprapto 24 Ungaran dan Jl. Raya Semarang, Bawen Km 24 Babadan. Rumah Pudji lantas dijadikan pusat produksi sekaligus outlet.

Tahun 2002, pusat produksi alias rumahnya pindah dari Jalan Kepodang ke Jalan Kutilang. Mau beli di pabrik pembuatan maupun outlet harga sama.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba