Warung Rokok Menjadi Toserba Berkat Ibadah

Biografi Pengusaha Yogi Tyandaru


mengambangkan warung rokok
 
Menjalankan bisnis sekaligus beribadah Yogi Tyandaru membuktikan. Dia mampu merubah warung rokok menjadi toserba. Namanya Fajar Toserba dikenal masyarakat Kuningan. H. Yogi bukanlah tipikal pengusaha ambisius mengejar keuntungan dunia.

Ayah mertuanya, H. Jana, sempat menjadi pedagang rokok keliling selama 11 tahun di Jakarta. Usaha jualan rokoknya berkembang dari Tanah Abang, Mangga Dua, dan Pasar Pagi. Berkat jualan di pusat perdagangan Jakarta, H. Jana menjadi mengenal transaksi perdagangan berbagai barang.

Asal Mula Fajar Toserba


Dia tau dimana membeli sepatu, pakaian, hingga ikat pinggang. Dibukanya toko kecil di rumahnya di Jalan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada 1997. Usaha tersebut berkembang pesat, hingga H. Jana bisa membuka cabang di Pasar Kramat Mulya dan di Jalan Raya Jalaksana.

Toko Jalaksana menjadi cikal bakal Fajar Toserba. Yogi kemudian menikah dengan putri tunggal H. Jana. Ayah mertuanya langsung meminta Yogi membantu. Lulusan Fikom Unisba Bandung ini, tentu tidak memiliki minat dan menolak ajakan membesarkan warung tersebut.

Jiwa jurnalisnya bergejolak memilih tetap bekerja di Jakarta. Dia gemar berpetualang mencari berita dimana saja. Jakarta ternyata bukan tempat ramah bagi Yogi. Dua tahun lamanya dia menderita sakit entah karena apa. Banyak pengobatan dilakukan namun tidak menghasilkan kesembuhan.

Yogi intropeksi diri mengapa terkena penyakit begini. Dia mengintropsi diri apa kesalahan dan dosa masa lalunya, terutama kepada orang tua. Dia ingat, pernah menolak permintaan sang mertua untuk menolong bisnisnya. Ia pun sadar kemudian membantu membesarkan Fajar Toserba.

"Saya akhirnya sadar dan minta maaf kepada orang tua," ia bercerita.

Dua tahun dirinya berangsur sembuh setelah bekerja di sana. Yogi ikut membantu mengembangkan bisnis Fajar Toserba ini. Ayah mertua Yogi tidak lantas memberi jabatan strategis. Alih- alih dirinya menjadi manajer, dia harus merangkak dari bawah menjadi cleaning service di toko tersebut.

"Coba bayangkan, lulusan Sarjana menjadi cleaning service," Yogi menambahkan. Kemudian naik jabatan menjadi penjaga barang hilang.

Di tempat barunya, ia berhadapan langsung dengan costumer tetapi bagian tidak enaknya, alias dia harus mendapatkan perlakukan tak enak karena pengunjung harus menitipkan barang. Karir Yogi semakin "tidak jelas" menempati banyak pos bergantian.

Silih berganti dia menduduki seluruh jabatan terdapat di perusahaan mertuanya. Mulai dari menjadi pelayan toko, sopir angkut barang, petugas input data, hingga menjadi kasir. Ia pun sempat berburuk sangka akan perlakukan martuanya.

Tanpa mengeluh Yogi menjalani pekerjaan tersebut sampai selesai. Ujunya, Yogi menyadari, bahwa ada pelajaran besar dibalik perjuangannya membesarkan Fajar Toserba. Ayah mertuanya tidak ingin dirinya menjalankan bisnis ini secara instan.

Ini dianggap menjadi kegagalan pengusaha lokal menyangkut regenerasi. Biasanya, generasi pertama sukses membangun bisnis, dan generasi kedua malah menghancurkannya.

Yogi mungkin tidak mengawali warung rokok ini menjadi toserba. Tetapi dia mampu merubah dari 13 cabang toserbanya menjadi lebih besar. Omzet tahunan yang kurang dari miliaran rupiah, mampu ia angkat sampai semilyar lebih, tetapi enggan menyebut pastinya namun bisa sampai 30 miliaran.

Berbisnis menurutnya jangan mengandalkan strategi duniawi. Mulailah kamu Sholat, bersedekah, dan dakwah. Yogi bukanlah tipikal pemuda yang ambisius ingin mencapai sesuatu. Dia sendiri anak yatim bekerja sendiri membiayai sekolah hingga berkuliah.

Sukses Terus Belajar


Yogi Tynadru merupakan nama diberikan sang ayah kepadanya. Nama yang tidak dimengari artinya hingga seorang teman berkata: Yogi diambil dari bahasa "yoga" atau bermeditasi atau berdoa. Lalu Tynadru berasal dari "thian", yang artinya langit atau titian, dan "andaru" yang berarti kebahagiaan.

Barang kali ayahnya berharap sang anak akan menjadi orang Sholeh. Sosok yang diharapkan akan mendekatkan diri kepada Allah. Yogi kecil tumbuh baik. Sekolah dari dasar sampai menengah atas diselesaikan di Kuningan.

Tahun 1994 ia berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, dan dia menyukai dunia retorika dan pidato, hingga menjadi juara 1 Lomba Retorika Tingkat Nasional pada 1995. Ia menunjukan kemampuan mempersuasi yang semakin terasah.

Dia terlahir dari keluarga ekonomi lemah. Ia tumbuh besar menjadi anak yatim. Disaat kuliah, maka ia tinggal di kosan murah. Dia hidup prihatin, hingga berusaha sendiri agar menjadi mandiri secara keuangan. Dia mulai berjualan dari pintu ke pintu, menjual obat pembersih muka dan celana panjang.

Yogi tidak malu menjual celana panjang itu ke teman- teman sekelas. Tinggalnya di kosan murah di Jalan Gergelog, yang terpenting dekat masjid. Ketika adzan berkumandang dia langsung bergegas ke Masjid. Walaupun berpergian dia tidak akan melewatkan Masjid dan datang tepat waktu.

Ketika liburan tiba, ia akan menjadi santri di beberapa Pesantren di Jawa Timur, dan ikut berdakwah sampai beberapa hari di luar kota. Yogi dikenal sosok agamis dan santun dimata teman- teman. Faktanya ketika SMA tidak, dia dikenal sebagai sosok anak bandel yang gemar berkelahi.

Teman SMA Yogi bahkan terkaget- kaget melihatnya berubah. "Mereka bilang, Gi, sugan teh maneh moal meunang hidaya," tirunya. Saking tidak memiliki uang, Yogi sampai memakai pakaian yang tidak diganti beberapa hari. Temannya bahkan sempat komplain namun tidak ada pilihan.

Dia memang punya beberapa pakaian. "Maklum orang kere," celetuknya, mengakui dirinya sendiri orang miskin, maka dia memiliki keinginan kuat menjadi orang kaya.

Yogi ingin menjadi kaya dan Sholeh berkat bertemu Restianto, Direktur Hotel Bandung Giri Graha di Jatinangor. Dia tengah melobi perusahaanya untuk mensponsori Pesantren Kilat Nusantara Fikom Unisba, acara pesantren kilat buat anak- anak SMA.

Sosoknya dikenal pengusaha Sholeh, Kaya, dan Berakhlak, dan ia menunjukan kepada Yogi bahwa menjadi kaya itu enak.

"Kayaknya jadi orang kaya itu enak, kemana-mana gampang, mau apa aja mudah. Di perjalanan bisa berhenti untuk shalat di masjid karena pakai mobil sendiri. Mau sedekah mudah. Mau bangun mesjid mudah", ungkapnya.

Lulus kuliah 1998, dirinya kemudian berangkat ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tidak nyaman akan kondisi politik membutnya berhenti berkeliling. Dia memilih menetap di Kuningan, bertemu gadis asal daerahnya dan menikah, lalu pergi ke Jakarta mengadu nasib.

Ternyata sebelum sibuk menjadi jurnalis, Yogi sempat bekerja menjadi asisten Direktur Operasional Le Monde Baby, perusahaan ritel pakaian bayi. Inilah alasan mengapa Yogi menarik perhatian sang mertua. Pengalaman tersebut dilanjutkan Fajar Toserba yang menempanya beberapa tahun.

Banyak orang bertanya- tanya mengapa Fajar Toserba sukses. Kenapa Yogi mampu mengangkatnya sesukses sekarang. Ia pun bercerita bahwa membangun minimarket tidak perlu dikeramaian.Unik karena dia memilih membuka di tanah lapang, jauh dari pemukiman, dan menyisakan banyak ruang.

Prinsip Berbisnis


Tanah tersebut kemudian dijadikannya masjid dan dimakmurkan. Banyak kegiatan dilakukan disana sehingga terjalin keramaian. Bila merujuk pada teori ekonomi dan marketing ini kesalahan. Di sana terbangun masjid besar bukan mushola, berarti mengalurkan banyak uang bahkan lebih besar dari tokonya.

Ini merugikan tetapi Yogi memang tidak bertujuan keuntungan. Ia meyakini bahwa rejeki datangnya dari Allah. Meramaikan masjid dan meningkatkan ketawaan merupakan kunci. Allah menjanjikan bahwa rejeki kita lebih besar dalam berdagang.

Kini Fajar Toserba memiliki 350 pegawai, yang dibekali ilmu agama, berdagang, serta dimotivasi mereka buat hidup lebih baik. Para karyawan diajarkan Sholat wajib tepat waktu, menghidupkan masjid, dan ikut berdakwah kepada masyarakat.

Yogi memang sibuk tetapi selalu turun ke lapangan. Pada kesempatan tertentu ia akan mengunjungi cabangnya. Tanpa ramai- ramai ia akan berjalan masuk sampai ke kantor manajer. Dengan tegas satu pegawai melarangnya masuk, karena disana merupakan tempat manajer Fajar Toserba.

Ia hanya manggut- manggut dan tersenyum penuh arti. Sang karyawan ternyata tidak mengenali pemilik Fajar Torserba tersebut. Yogi tidak marah. Bahkan dia tidak menjelaskan siapa dirinya dan statusnya disana. Dia memang rendah hati. Yogi menyadari bahwa rejeki merupakan titipan Allah dan akan kembali.

Berkat didikan mertua membuatnya lebih bijaksana menghadapi hidup. Aneh dia memiliki rumah mewah tetapi tidak ditempati. Malah ia rubah menjadi gudang dan tempat tinggal karyawan. Ada dua ilmu wajib dimiliki pengusaha, yakni kemampuan matematika dan berbicara untuk penjualan.

Dia tidak pandai matematika. Tetapi Yogi telah terlatih komunikasi dari Fikom Unisba. Pengusaha diharapkan pandai bicara agar menunjukan fleksibilitas. Memilih tinggal di rumah lebih sederhana, meskipun sederhana rumahnya tidak jauh dari masjid, hanya beberapa belas meter seperti prinsipnya.

Web Hosting Terpercaya Terkuat Termotivasi

Biografi Pengusaha Reed Caldwell


bisnis web hosting

Reed Caldwell membuat perusahaan web hosting terpercaya. Pengusaha muda ini memulai debutnya di internet sekitar tahun 1990- an. Pria kelahiran 24 Mei 1975, memulai bisnis ini ketika memutuskan keluar dari University of Richmond pada 1995, agar bisa menjalankan perusahaanya ServInt secara total.

Dia tidak memiliki tempat tetap sebagai pusatnya, ada di wilayah Mclean, Virginia. Hanya bermodal $100.000 hutang dari keluarganya sendiri, sebuah kartu kredit pelajar, dan satu server Pentium-90 menjalankan Linux 1.2.9.

Caldwell mulai menjalankan bisnis ISP secara mandiri. Dua tahun kemudian, dia bersama seorang teman menawarkan berbagai layanan prima. Seperti internet backbone, memulai bisnis webhosting, membukan ISP gratis untuk organisasi non- profit, dan membangun layanan konten multimedia.

Agar bisnis berjalan, sang pemilik menjalankan iklan satu halaman penuh di Byte Magazine. ServInt mencoba membangun infrastruktur sendiri berupa data center. Itu merupakan hal rumit dan perusahaan mulai bekerja sama.

Bertahan Berbisnis


Di awal, perusahaannya disebut disalahkan atas prostitusi online. Disebuah berita dilaporkan telah menemukan data menganai IP dan masuk lebih jauh ke web hosting sebagai sumber. Beberapa pihak membela menyebut ServInt sebagai pelanggan dari pelanggan.

ServInt harus menjelaskan apa itu Internet ke reporter. Pertumbuhan di tahun 1990- an, tentunya internet hanyalah barang baru. Perusahaan ini menemukan momentnya ketika ada booming dot com di seluruh dunia.

Dalam tahun- tahun berikutnya dimana dimulainya booming Dot Com pada tahun 2000. ServInt telah lama menyiapkan investasi jaringan koneksi berskala besar. Sangat berambisius, hingga, tiba- tiba runtuhnya gelembung Dot Com membuat minat akan jaringan internet berkurang.

Biaya spiral jaringan ditambah banyaknya klien yang berlipat- lipat menjadi tanda runtuhnya ServInt sendiri. Perusahaan Caldwell mengajukan Bab 11 perlindungan kebangkrutan pada bulan Februari 2001. Menurut Berry Mayer, sebagai CCO, menjelaskan perusahaan telah masuk histeria internet.

"Kita tumbuh terlalu cepat. Kami terpikat oleh booming dot com," terangnya.

Sekali lagi inilah kekuatan perusahaan telah bersiap, mereka bisa bertahan dan bangkit kembali. Caldwell berbicara ServInt tidak lagi perusahaan pribadi.

"Tidak akan tinggal selamanya pribadi ..... Kami menjelajahi pilihan sekarang, dan go public adalah salah satunya. Menjadi perusahaan tahap akhir, kita berada di luar kebutuhan untuk pembiayaan tradisional." tegasnya.

Ketika mimpi itu masih ada, perusahaan tetap berjalan bermodal 25 pegawai selain dirinya dan teman lama, Berry Mayer, dan Christian Dawson. Mereka menunggu hukum kebangkrutan berjalan. Dalam hukum itu, perusahaan telah gagal dan berhutang harus menemukan jalan keluar setelah 120 hari setelah mengisi.

Setelah itu, siapa pun bisa masuk memberi saran termasuk kreditor itu sendiri. Semua bisnisnya kini cuma difokuskan pada satu titik yakni web hosting.

"Saya 19 dan saya tidak punya koneksi ke industri, apalagi modal yang akan diperlukan untuk memulai sebuah perusahaan dari lingkup kami hari ini. Apa yang kurang dari saya adalah dana, saya melewati jalan curam, gairah murni untuk membangun bisnis kokoh di web. Dalam pikiran saya, satu- satunya hal yang kami butuhkan untuk menjadi sukses adalah koheren visi dan pecandu kredibilitas, dan ServInt akan memiliki keduanya dalam sekop," jelas Caldwell, melalui 15 tahun ServInt berdiri.

Sejak tahun 2002, perusahaan telah fokus menyediakan layanan sekelas perusahaan besar. Bisnisnya telah meliputi Virtual Private Server (VPS), Cloud hosting dan pilihan servernya yang terdedikasi dari pusat data di Virginia, California dan Washington, DC.

ServInt telah mempertahankan kehadiran kompetitif dalam hosting setelah melewati masa kebangkrutan. Fokus web hosting, perusahaan merambah berbagai perangkat hosting kuat seperti Jelatic, MySQL, Apache, Symantec, dan Wordpress.

Cadwell tak menyangka bisnisnya akan sejauh 18 tahun lamanya. Sejak awal bisnisnya berbeda meski sama- sama web hosting. Perusahaan selalu mencoba berbagai ukuran memastikan keyakinan akan berjalan dan tetap bisa berkembang.

Hal semacam itu meluputi layanan 24/7, atau tanpa jeda layanan pelanggan. Dia bahkan terus bercanda akan bangun 3 am (3 pagi) hanya untuk mengupdate server seseorang di ruang lain. Ini seperti pelayanan profesional seharusnya.

"Hari ini, kami memiliki karyawan di seluruh AS melayani pelanggan dari seluruh dunia. Lebih dari 30% dari pelanggan kami di Asia, dan kami terus memiliki kehadiran mendominasi di Amerika Utara dan Eropa, kami adalah sebuah perusahaan benar-benar global," terangnya.

Bukan tanpa masalah beberapa kali, sang CEO harus berhadapan dengan "pesaing" dan berbicara secara langsung di media, terutama media sosial. Pada tanggal 7 Juli 2009, pesaing Rackspace mengalami serangkaian pemadaman. Ini yang menyebabkan badai api di seluruh internet.

Pada tanggal 8 Juli, CEO ServInt itu, Reed Caldwell, menyatakan mendukung penanganan Rackspace atas pemadaman melalui sumber ServInt, blog perusahaan. Dukungan ini menyangkut tanggapan terhadap apa yang dirasakan Caldwell atas hosting pesaing, OnlineTech.

Meskipun tuan rumah tidak disebutkan namanya di pos, tendangan itu nyata, dan CEO OnlineTech Yan Ness langsung mengeluarkan tanggapan pribadi atas ucapan Caldwell mendukung pesaingnya.

ServInt menggunakan media sosial dan fokus pada kompetisi etis secara luas diakui sebagai keuntungan bagi perusahaan. Penulis dan media sosial blogger Shel Israel menyebut pesan Caldwell sebagai "kemurahan hati mematikan".

Insiden ini juga memicu percakapan yang sedang berlangsung tentang validitas dan etika di balik "penyelamatan" marketing. Maksudnya, Caldwell terlihat peduli akan nasib Rack Space, serta ikut mengomentari kinerja Online Tech; membangun citra perusahaan.

Di Desember 2010 Netcraft, sebuah situs online web hosting, melaporkan bahwa ServInt telah menghosting WikiLeaks. Yah, perusahaan ini dengan berani memberikan layanan untuk mereka.

Biografi Salman Khan Guru Khan Academy

Biografi Pengusaha Salman Khan


biogarfi salman khan

Salman Amin "Sal" Khan seorang pendidik masih keturunan Amerika Bangladesh, pengusaha sosial, dan juga mantan analis investasi. Biogarfi Salman Khan merupakan pendiri Khan Academy, yaitu organisasi non- profit yang memberikan pelajaran gratis secara online.

Di sebuah kantor kecil, Khan telah menghasilkan 4.300 video pembelajaran formal. Situsnya difokuskan kepada pendidikan matematika serta science. Hingga Desember 2013, melalui You Tube, channel Khan Academy sendiri telah menarik 1.553.000 orang pelanggan lebih.

Videonya telah dilihat lebih dari 334 juta kali. Tahun 2012, dalam majalah Time menaruh nama Salman Khan dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia. Majalah Forbes menjadikannya halaman depan berjudul "$1 Trillion Opportunity".

Pendidikan gratis


Ia lahir dan dibesarkan di New Orleans, Louisiana. Ibunya kelahiran Calcutta, India, dan ayahnya kelahir di Bangladesh. Khan bersekolah umum, Grace King High School, di Metairie, Louisiana. Dia berkuliah di Massachusetts Institute of Technology, yang lulus dan bergelar Bachelor of Science di bidang Matematika, BC di electrical engineering dan computer science.

Benar sekali dirinya mempunya tiga gelar berbeda. Belum cukup, dia mendapatkan gelar Master of Science di bidang ilmu komputer di 1998. Khan juga mepunyaia gelar MBA dari Harvard University. Ini membuatnya bisa melakukan apapun sebagai tenaga profesional.

Dia lantas bekerja sebagai analis investasi di tahun 2004, setelah mendapatkan gelar lagi yakni dari MIT dan Harvard. Selain sibuk bekerja, ia juga mengajari sang sepupu, Nadia, dimana ia selalu kesulitan di pelajaran matematika.

"Kemudian keluarga yang lain mulai mendengar ada tutoring gratis," kenangnya.

Mulai banyak saudara memintanya mengajari matematika saat itu. Seorang teman lalu memberi saran agar Khan merekam kegiatan mengajar, menguploadnya di You Tube, dan lainnya akan belajar dari sana.

"You Tube? You Tube itu untuk kucing- kucing bermain piano, bukan serius matematika," Khan mengingat pola pikirnya dulu. "Saya mengenyampikan ide bahwa itu bukanlah ide saya dan memutuskan mencobanya."

Popularitas di You Tube begitu menjadi- jadi, beberapa testimoni menunjukan keberhasilan atas hasil video karyanya. Ini meyakinkan dirinya keluar pekerjaan sebagai analis. Khan keluar dari pekerjaan analis investasi di Connective Capital Management pada 2009, dan fokus mengajar melalui berbagai tutorial.

Semua proses pengajaran dibawah langsung bendera Khan Academy. Dia melaksanakan tutoring, mentoring, dan testing. Melalui Khan Academy.org, ia memberikan semuanya secara gratis tanpa pungutan apapun.

Siapa saja terhubung dengan internet diperbolehkan menggunakan soal- soal latihan atau video tutoring disini. Kebanyakan narasinya akan dilakukan Khan sendiri. Hal itu bukanlah sesuatu yang baru di dunia internet.

Salah satunya yaitu kisah sukses aplikasi iTunes U dari Apple. Atau, Moocs sebuah program gratis yang dikembangkan oleh institusi seperti Stanford. Namun sukses Khan Academy itu berbeda karena tutorialnya selalu tentang bagaimana matematika dasar.

Dimulai hanya sebuah video instruksi dan latihan soal, aljabar atau kalkulus bisa ditemukan disana. Tidak ada semacam kualifikasi khusus semuanya dibuat sesederhana mungkin bagi orang awam. Dia juga pandai untuk memberikan tekanan- tekanan di kekurangan tiap siswa umumnya.

Khan mampu membuat orang tua mudah mengajarkan matematika ke anak- anaknya. Situsnya memperbolehkan semua orang masuk dan mendaftar menjadi anggota.

Bisnis donasi


Mereka akan bisa langung (tanpa biaya apapun) ke pusat pendidikan Khan Academy. Konsepnya sangat sederhana; cuma menonton video. Disini Khan akan menjelaskan subjek yang dipelajari, dan kemudian mengambil tes online.

Ada software yang akan menjelaskan jawaban serta mencatat salah langkah, menawarkan solusi melakukan lebih baik. Kemudian, ketika sudah  menguasai, pengguna bisa berganti topik. Di kelas, siswa bergerak dengan kecepatan mereka masing- masing, dan membuat tampilan tutorial diulang- ulang, jika mereka tidak mengerti pertama kali.

Guru bisa melacak kemajuan dari laptop mereka sendiri, lalu campur tangan memberikan penjelasan ketika melihat kesukaran para siswa.

Bill Gates (pendiri Microsoft) lalu berkomentar

"Aku akan mengatakan kita sudah pindah sekitar 160 poin IQ dari kategori hedge fund dengan mengajar-banyak-orang-di-banyak-cara- kategori. Itu adalah hari yang baik istrinya membiarkan dia berhenti dari pekerjaannya"

Meski seratus persen gratis, Khan mulai mendapatkan dukungan secara finansial. Bukalah untuknya secara pribadi, namun agar lebih banyak orang belajar. Program Khan Academy lalu tercatat dalam 501(c)(3) not-for-profit organization.

Proyeknya dikerjakan melalui modal donasi saja. Bill&Melinda Gates Foundation, Ann and John Doerr, Lemann Foundation, dan Google menjadi pemberi donasi terbesar. Tahun 2010, Google telah mengumumkan akan memberikan Khan Academy $ 2 juta.

Google berharap Khan menciptakan lebih banyak kursus dan untuk menerjemahkan perpustakaan inti menjadi paling paling lengkap di dunia. Pada tahun 2013, Carlos Slim Foundation memberikan sumbangan ke Khan agar memperluas perpustakan video tutorial yang berbahasa Spanyol.

Khan Academy kini menghasilkan pelajaran matematik di berbagai tingkat. Khan pun secara pribadi bersyukur karena banyak guru, tutor, dan ahli membantu organisasinya. Khan Academy akhirnya tidak hanya berbicara tentang pelajaran matematika, tatapi juga fisika, kimia, keuangan, komputer, logika, biologi, sejarah seni dan lain- lain.

Kalau di segi bahasa, Khan Academy juga memiliki ribuan sumber daya yang diterjemahkan ke bahasa lain. Khan Academy sudah meluncurkan versi Spanyol dari situs web pada bulan September 2013. Hal ini didukung oleh mitra dan relawan dalam berbagai bahasa.

Antara lain Khan Academy menyuguhkan bahasa Indonesia, Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Swahili, Norwegia, Polandia, Portugis, Rusia, Turki, Xhosa, Yunani , Bulgaria, Ukraina, Urdu, Arab, Persia, Bengali, Hindi, Malayalam, dan Cina.

Khan Academy juga telah meluncurkan modul ilmu komputer pada September 2012. Kisah sukses Salman Khan jangan dimaknai macam bisnis online seperti ini akan menghasilkan. Tapi maknailah bahwa bisnis tidak cuma soal uang.

Salon Mobil Has Layani Poles Total Luar Dalam

Biografi Pengusaha Cuci Mobil



Bisnis salon mobil tidak akan ramai tanpa ini, salon mobil HAS layani poles total luar dalam. Bisnis ini dibuka semenjak tahun 1989. Mereka bisa dibilang menjadi pelopor bisnis tersebut di Indonesia. Haji Akbar Bambang Sarwono (65) sosoknya menjadi pelopor dan pendiri salon mobil modern.

Pria paruh baya dulu sekali telah memulai bisnisnya dari nol. Dia hanya bermodal pelajaran dari sang ayah, pembersih kapal uap pada jaman penjajahan Belanda. Dari kapal uap itulah, dirinya menjadi gemar otomotif menjadi dasarnya dalam berbisnis.

Menjadi Pengusaha


Mantan makelar sejak 16 tahun silam itu lantas memulai bisnis salonnya pada 1986. Dia membuka salon pertama dari garasi rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Timur. Kala itu dia hanya bermodal nekat tanpa tau betul apakah itu akan benar berhasil.

Akbar turun tangan langung dibantu satu orang karyawannya sendiri. Tempat salonnya juga masih kecil dimana hanya muat menampung 2 mobil saja.

"Saya nekat buka bisnis ini dengan modal dengkul," ungkapnya.

Akbar mengambil ide membuka salon mobil ketika melihat banyak mobil mewah di Jakarta lalu lalang. Dan, para pemilik mobil mewah ini pastilah membutuhkan seseorang yang mampu merawat mulusnya si mobil. Ia berasumsi mungkin uang berapapun akan keluar lancar.

"Pertama saya khusus hanya membersihkan kaca sejak tahun 1986. Slogannya "Burem jadi Bening"," ungkapnya. Sadar bahwa usahanya masih baru, ia memilih media koran Post Kota. Hasilnya pelanggan mulai berdatangan ke salonnya.

Mulanya dia merasa pesimis tarif awalnya akan terlalu mahal, yaitu Rp.25 ribu dan ongkos cuci saja cuma  Rp.3000. Tapi, diluar dugaan Akbar, ternyata tarif sebesar itu tidak dipertanyakan pelanggan. Salon mobil Has menerima tiga mobil di hari pertama buka.

Melihat respon masyarakat baik atas bisnis yang terbilang baru di Indonesia; ia tak mau setengah- setengah disini. Akbar pun segera membuka satu cabang di Pluit. Kali ini garasi milik orang tuanya dijadikan penampungan satu mobil.

Dia kembali dengan hobinya di otomotif untuk mengutak- atik isinya. Akbar terpikir harus ada inovasi baru di model bisnisnya. Tak ayal dirinya menjadi getol mencari tau cara- cara merawat buat mobil. Ia mulai membacar buku- buku tentang kecantikan dan mendatangi pameran mobil.

Dia menyempatkan diri ke Amerika, belajar langsung menganai kecantikan mobil. Disana ia belajar banyak mengenai bisnis salon mobil semacam ini. Ia semakin mahir dalam bisnis salon mobil. Has memperkenalkan cara membersihkan kaca mobil.

Secara bertahap, salonnya mulai mengerjakan interior dan eksterior mobil seperti agar cat kusam jadi betul- betul mengkilap. Lalu dia menambahkan layanan lain membersihkan bagian dalam mobil pelanggan.

Interior di dalamanya terlihat bersih, berbau wangi, seperti mereka baru keluar dari showroom. Bisnisnya semakin ramai dikunjungi sehingga perlu salon lebih luas. Akbar mengambil ini sebagai suatu momentum. Akbar lantas memindahkan bisnisnya ke daerah Radio Dalam.

Pilihan tempat barunya tak salah karena jalan itu memang menjadi jalan utama ke Pondok Indah. Disinilah nama Has dikenal sebagai salon khusus mobil- mobil mewah yang memang menjadi target sebelumnya. Tidak disangka tidak hanya mobil mewah tapi mobil biasa berani masuk ke salonnya.

Bagi mereka para pelanggan kaya tidak memiliki waktu merawat mobilnya, dan Has memberikan pelayanan lengkap dan profesional. Salon mobil Has akhirnya membuat usaha sejenis bermunculan bahkan dari mantan pegawainya sendiri. Namun, secara gamblang Akbar tidak takut, meski ada 12 usaha sejenis di Radio Dalam.

Akbar ternyata tau betul bahwa pengetahuan akan bisnis sendiri menjadi mutlak adanya. Terutama ketika bisnis sejenis mulai bermunculan. Akbar telah mampu meracik bahan- bahan pembersih mobil yang berkualitas impor.

Dia juga pernah mengunjungi Cadillac House belajar teknik salon mobil di Amerika. Jangan kaget jika harga jasanya bisa mencapai 500 ribu itupun termurah. Untuk menambah daya tariknya, dia mengeluarkan kartu anggota yang bisa digunakan oleh mobil jenis apapun dan berlaku selama setahun.

Pemegang kartu diskon akan mendapatkan 30% potongan, annggotanya mencapai 3.000 orang. Asumsikan setiap anggota rajin membersihkan mobilnya secara total di salon. Has bisa mengantongi omzet senilai Rp.8 miliar per- tahun.

Belum lagi dari usaha lain seperti menjual kaca film dan aneka parfum wangi khusus mobil. Kini, Has Salon Mobil sudah berdiri di empat cabang, yakni dua di Radio Dalam, Cilandak dan Kelapa Gading.

Meski tidak tamat sekolah dasar, Akbar belajar otodidak dengan cepat menguasai ilmu dan ketrampilan secara mandiri. Bayangkan saja, kelahiran Malang Jawa Timur tahun 1941 itu menguasai bahasa Arab, Belanda, Inggris, serta Cina dalam tiga dialek.

Konon, keahlian multi- bahasa itu berkat pergaulannya bersama mereka orang- orang kalangan high- end yang menjadi langgannya.

Berhenti Jadi Dokter Mau Wirausaha Toko Kue

Profil Pengusaha Huang Xiaobin


berhenti jadi dokter
 
Pemikiran tidak biasa muncul dibenak Huang Xiaobin. Memilih berhenti jadi dokter mau wirausahaa toko kue. Ia mau banting stir menjadi seorang Chef bakery. Padalah dia tengah menyelesaikan kuliah S3 -nya. Huang benar- benar menganggap membuat roti merupakan passion -nya.

Melepaskan pendidikan selama tujuh tahun demi ketidak pastian.  Bayangkan dia mau membuat kue padahal tidak punya pengalaman. Ketertarikan muncul tak disengajar ketika dirinya menonton acara televisi. Acara bernama "Paul's Hollywood Bread" menunjukan kehidupan dunia bakery.

Mengejar Passion 


Dia lalu mengejar passion -nya menjadi tukang kue saja.. Huang sendiri merupakan sosok mahasiswa berprestasi. Padahal dia mahasiswa semester akhir di Zhejiang University, China. Dia menyukai soal meriset obat- obata. Riset science sudah tidak menjadi ketertarikan pria berkacamata tersebut.

"Aku belajar obat- obatan karena menyukai riset. Aku masih menyukai apa yang aku lakukan waktu itu," tuturnya.

Passion nya berubah sehingga dia memutuskan keluar kampus. Gelar doktor sudah tidak membuatnya bersemangat; sudah tidak berminat. Ia menyadari kehidupan mengejar kedoteran berat. Semakin dia ingin mendapatkan gelar, malah timbul kesulitan baru yang datang.

Membuat roti dirasa lebih menyenangkan dan membuat bahagia. Ini telah menjadi istana dimana dia leluasan meriset cita rasa. Tidak ada tekanan mendatangi sosok Xiaobin. Tetapi itu membuat orang- orang sekitar beraksi keras.

Mereka tidak senang sehingga menekannya melanjutkan. Orang tua Huang menganggap membuat roti membuang waktu. Huang harusnya belajar dan belajar mengejar gelar tertinggi. Sementara dia menikmati membuat adonan roti.

Meskipun dia harus belajar dari awal karena tidak punya pengalaman. Berbisnis roti itu tidak mudah, tetapi dia juga tidak mengajar keuntungan sebesar- besarnya. "Mereka yang lulusan SMP boleh membuka toko roti, tetapi anakku sudah mempunyai gelar master," ucap ibunya kecewa.

Huang tidak mengindahkan permintaan orang tua. Ia bahkan tidak mempedulikan omongan teman- temannya. Menurut Huang membuat roti juga memerlukan rumus kimia dan biologi. Membuat roti menurutnya sama- sama mempraktikan ilmu akademis juga.

"Tidak masalah kamu ada di tingkatan kehidupan mana, jika kamu melakukan apa yang benar- benar mau kamu ingin lakukan, itu tidak akan membuang waktu dan tidak harus dikasihiani," tuturnya.

Huang telah membuka toko roti pada 2005 silam. Awalnya dia mengalami kesusahan menjual selama tiga bulan pertama. Bahkan pegawai terpaksa membakar roti yang tidak laku, itu terjadi di tiga bulan pertama. Bahkan pernah sama sekali tidak datang pembeli ke tokonya dalam sehari.

Alhasil mereka membakar semua stok tanpa tersisa karena tidak laku. Hingga datanglah seorang food blogger, orangnya terkenal yang tertarik mencicipi kue buatan Huang. Hasilnya food blogger tersebut memviralkan toko kue miliknya. Ia membuat tidak kurang 300 kue setiap hari.

Berkat viralnya toko kue milik Huang ini, banyak orderan dari instansi pemerintah, untuk menyuplai roti ke dua sekolah dasar di kotanya. "Aku belum menghasilkan banyak uang karena aku tidak pandai berbisnis," ucap Huang yang lebih memilih pengalaman.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba