Pahlawan Super Lokal Indonesia Bisnis JToku

Profil Pengusaha Nidia Noviana


pahlawan super lokal
 
Pahlawan super lokal Indonesia sempat tak diminati orang. Tetapi geliat bisnis pahlawan super mulai bergairah kembali. Orang lebih mengenal Ultraman, Power Ranger, Ironman atau Batman. Kemudian Nidia Noviana hadir dengan meluncurkan JToku.

Dia mencoba menghadirkan pahlawan super lokal Indonesia. Tidak mudah tetapi patut diapresiasi oleh kita semua. Nidia bersama tim JToku Film berjalan dengan idealisme "Cinta Indoneisa". Mereka membangun rumah produksi sendiri. Idealisme yang berjalan menjadi bisnis menghasilkan uang.

Mungkin banyak orang mencemooh apakah menghasilkan. Tetapi prinsip berbisns Nidia bukan lah sekedar uang. Didirikan tahun 2005, Nidia bersama Nawa Rie Eda dan Ade Irawan, lalu membangun usaha memperkenalkan pahalawan lokal.

JToku memperkenalkan nilai moral khas Indonesia. Diambil dari nama Jogja Tokusatsu atau JToku, yang berarti gambar bergerak yang karena diberi spesial efek. JToku mengambil prinsip pahlawan super Jepang dan Amerika, namun yang telah menyerap budaya lokal Indonesia.

Bisnis JToku Terapkan Kreatifitas


Mereka membuka usaha ini melalui adaptasi budaya lokal. Karakter- karakter tersebut lalu dieksekusi melalu film. Hingga terlahirlah karakter Pocongman, Garudaman, Borneoman, Gatot Kaca, Komodo Dragon dan lain- lain. Mereka menyebut karakter ini sebagai supergero dengan kearifan lokal.

Nidia merupakan mahasiswa Program Studi Elektronik dan Intrumen, FMIPA UGM. Dia bergabung dengan komunitas JToku. Mereka yang semula hanyalah komunitas bersama menjadi bisnis. Nidia merupakan pencipta karakter Pocongman dan penggagas Festival Pop Culture di Yogyakarta.

Banyak orang meragukan bahkan mungkin kamu mengenai mereka. Apakah bisnis JToku mampu menghasilkan uang sehingga digeluti. Bahkan Nidia dan kawan- kawan nampak asik sementara orang lain bekerja. Namuan Nidia memiliki kemampuan marketing dan manajeman yang dikuasi otodidak.

Ia mampu membuat brand awareness mengenai JToku. Mereka tidak mengejar pasar lokal saja, justru dari luar negeri sangat tertarik. Mulai dari Amerika, Eropa, Australia, dan Asia, sangat tertarik untuk impor hasil produk mereka sejak 2010.

Selain memproduksi film sebagai bisnis JToku utama. Mereka juga mengerjakan produksi kostum untuk berbagai keperluan. Nah, pengusaha muda jangan membatasi kreasi, jangan hanya menjual satu produk. Teruslah berkreasi, seperti JToku yang mampu menciptakan kostum standar internasional.

Nidi sendiri memilik bisnis lain berupa rumah produksi Artivity Kreasi. Rumah produksi yang mengerjakan video pemasaran dan profil perusahaan. Nidia berbisnis pahlawan super lokal Indonesia melalui Jtokufilm dan Jtokucostum.

Nidi lantas merambah ke produksi lain melalui JToku Studio. Lini bisnis yang ini menjadi dapur bagi perusahaan JToku. Mereka memproduksi komik, desain, ilustrasi, editing dan lain- lain. Bahkan ia merambah bisnis souvenir dan merchandise.

Karya film paling populer JToku diupload ke kanal Youtube. Mereka mengupload film 31 awal ke situs berbagi video. Ratusan ribu penonton menikmati film mengenai pahlawan super Gatot Kaca. Di data demografi dan statistik menyebutkan tambahan 1- 2 ribu perhari.

Ini menjadi promosi menarik bagi pemilik brand ternama. Perusahaan- perusahaan mulai tertarik buat menaruh iklan. Mereka melakukan produk placement dan sponsorship. Inilah cara JToku berbisnis hingga menghasilkan pundi- pundi penghasilan.

Membuat Brand Awareness


Bila dikenang Nidi hanya mengeluarkan modal Rp.75 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli jaket modifikasi. Begitu untung uangnya diputar untuk membuat dua jaket. Terus begitu hingga pesanan lancar datang. Ia memproduksi kostum dengan otodidak mengandalkan kreatifitas.

Dia dan kawan- kawan sekreatif mungkin akan berproduksi. Termasuk menggunakan ember, tutup pasta gigi, eva foam, busa, latek, plastik, dan lain.- lain. Waktu sebulan, JToku mampu memproduksi 6- 10 kostum karakter, dengan harga variasi antara Rp.4- Rp 25 juta, tergantung tingkat kesulitan.

JToku mengalami kendala soal mendapatkan SDM. Tidak banyak orang mampu membuat costum begini. "Kami pun akhirnya merekrut SMK yang ternyata sangat berpotensi dan kreatif," ujar Nidi kepada wanitawirausaha.com.

JToku membuat brand awareness untuk mempromosikan diri. Mulai dari mengikuti aneka komunitas, sampai mereka menawarkan langsung melalui online dan offline. Selama berbisnis tak ada komplain mengenai performa mereka. Nidia juga memasarkan lewat agensi- agensi ke berbagai negara tanpa komplain.

Nidia dan kawan memproduksi live action film bertema science fiction. Pemasaran dilakukan melalui Youtube Channel "Jtokufilm". "Indonesia juga punya superhero. Kalau bukan kita yang mengangkat semua itu sekarang, siapa lagi?" tanyanya.

Berkat kerja kerasnya, pengusaha muda kelahiran 1990 ini, mampu menaikan pendapatan JToku hingga beromzet Rp.1 miliar. Film karyanya juga telah memiliki aspek visual efek mumpuni. Ia menjelaskan film mereka mengedukasi.

Produksi mereka mengikuti perkembangan Indonesia sendiri. Ambil contoh karakter Garudaman yang berhadapan dengan musuh korupsi. Karakter jahat bernama Kurpian, yang melambangkan akutnya budaya korupi, yang sulit diberantas tetapi bukan tidak mungkin bagi Garudaman.

Perusahaan Aplikasi Anak Muda Herland Firman

Profil Pengusaha Herland Firman Agus


pabrik aplikasi anak muda

Membangun perusahaan aplikasi tak perlu muluk- muluk. Anak muda tak harus menarget hasilkan angka tertentu. Herland Firman Agus yang tak pernah memiliki ekspetasi berlebihan. Bermimpi besar boleh tetapi harus sejalan dengan apa yang dikerjakan.

Ia cuma ingin bagaimana mandiri menghasilkan uang sendiri. Firman ingin tak lagi membebani orang tua. Meskipun mereka tidak merasa dibebani membiayai anak- anakanya. Firman sadar bahwa kedua orang tuanya sudah masuk waktu pensiun. 

Pria kelahiran Riau, 25 Maret 1990, yang memulai membangun bisnis hampir tanpa modal. Firman cuma punya kemampuan mengoperasikan komputer. 

"Awal usaha hampir tanpa modal. Hanya indomie, kopi untuk begadang, ide, dan ilmu untuk buat membangun program," jelas Firman.

Minat Tumbuh dengan Waktu


Firman terlahir dari keluarga mapan tetapi mandiri. Ayahnya bekerja di usaha perminyakan, alhasil dia diarahkan menuju ke arah sana. Dia penah bersekolah di SMA Cendana Chevron. Raiu sebagai kota minyak memiliki prospek. Sang ayah melihat peluang anaknya untuk masuk di bidang tersebut.

"Jadi lingkungan telah membuat saya ingin bekerja di perminyakan," jelas Firman.

Prinsip bahwa selama positif akan menghasilkan sesuatu. Firman tak segan melepaskan keinginan masuk dunia perminyakan. Rezki tak akan pernah tertukar sudah memiliki takaran. Maka dia tak takut kehilangan rezeki, meskipun itu berarti bertaruh dengan melepaskan kenyamanan.

Mungkin nyaman bekerja sebagai tenaga ahli perminyakan seperti ayah. Bukannya menerima itu, ia malah beresiko menekuni teknologi yang samar- samar. Dia tak bisa menebak mau menjadi apa bila menekuni teknologi. Firman bekerja keras hingga menjadi lulusan berprestasi ketika tamat kuliah.

Dia tak pernah berpikir untuk mengerjakan bisnis aplikasi. Menurutnya dia lebih condong memilih ke aktivitas outdoor. Firman juga bukan orang yang aktif bermain internet sejak dulu. Dia sempat mau masuk ke jurusan pertambangan ITB.

Tetapi dia ditolak hingga lepas sudah hasrat memasuki dunia perminyakan. Dia tak ngotot untuk bisa menyukai satu hal. Memilih untuk berhijrah ke Bandung, Firman malah masuk ke jurusan IT lewat Telkom University. Dia sama sekali belum tertarik akan dunia teknologi ketika baru masuk.

Awal dia belum tertarik untuk mengerjakan teknologi sama sekali. Dia malah aktif menjadi aktivis lewat kegiatan organisasi. Alhasil nilainya jeblok, indeks prestasi turun sampai angka dua koma, hingga dia dipanggil untuk ditanyakan mau apa.

Usaha Teknologi Terkini


Ia sempat memikirkan kembali kehidupan ke depan. Passion bisa dicari asalkan hati mau menerima kenyataan. Maka dia mulai memperbaiki diri dengan belejar lebih giat. Ketertarikan muncul hingga ia mampu lulus dalam 3,5 tahun. 

Dia cuma punya laptop dengan koneksi internet biasa. Tidak super cepat tetapi cukup menghasilkan karya. Firman mampu menghasilkan produk digital mumpuni. Aplikasi pertama bernama Aortalife, yang mana mendokumentasi keadaan organ vital manusia.

Ia akan merekam irama jantung, elektrofisiologi jantung, suhu, dan pegerakan motorik. Dia bukan pertama kali membuat aplikasi. Ketika kuliah dulu, ia pernah membangun aplikasi sampai mendapat undangan Microsoft.

Dia diundang ke pusat teknologi Amerika di Silicon Valley. Ia mendapatkan pelatihan khusus dari Chief Medical Officer di California pada 2012.

Tidak hanya membangun Aourtalife sebagai andalan. Dia berhasil membuat aneka aplikasi yang banyak. Maka lahirlah Newbee Corporation, perusahaan yang memproduksi aneka aplikasi, dan telah berkembang pesat. Aplikasi milik Newbee Corp fokus mencarikan solusi permasalahan manusia.

Perusahaan startup yang memproduksi bermacam- macam. Usaha yang berkembang pesat sampai menjadi perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Produknya banyak seperti Korankoe, Envious, Pinterus, ieGamelan, Hi Indonesia, ERP Bebek Goreng Kaleyo, Simonas, Raja Empat Adventure.dll.

Firman kini tengah fokus mengerjakan aplikasi usaha e-Resto. Dia mencoba menjadi provider utama bagi para pemilik restoran. Bicara mengenai startup teknologi memang masih berpeluang. Tetapi itu bukan tanpa resiko, sudah banyak starup naik dan tenggelam mencoba beradaptasi dengan pasar.

Inilah mungkin yang menyebabkan tim inti sering gonta- ganti. Mereka tim dari perusahaan startup harus komit. Tim kerja harus bisa mengeksekusi ide- ide kreatif Firman. Banyak peluang besar dari berbisnis teknologi startup. Dia pun lebih memilih tidak fokus pada satu produk ataupun layanan saja.

Ia mengisahkan pernah menjadi konsultan. Perusahaan mereka yang fokus mencari peluang usaha. Alih- alih hanya mengerjakan satu jenis aplikasi atau game saja. Sekarang banyak perusahaan startup dibanding dulu.

Bisnis Batu Bata Cokro Mendirikan Properti Sendiri

Profil Pengusaha Cokro Anto Wibowo


pengusaha properti palembang
 
Ketika bisnis batu bata ternyata menjadi begitu menjanjikan. Cokro Anton Wibowo memulai terjun menjadi pengusaha semenjak kuliah. Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Musi yang mulai dari kecil- kecilan. Mulanya dia menjadi distributor batu bata kecil- kecilan di tahun 2005.

Dia hanya distributor batu bata orang. Namun karena kebutuhan meningkat, di Palembang kala itu tengah ada Pekan Olah Raga Nasional (PON). Acara tahun tersebut mengangkat Palembang menjadi tuan rumah. Otomatis pemerintah daerah membutuhkan pembangunan fasilitas perlombaan.

Permintaan batu bata naik sampai melampaui daya produksi. Banyak pembenahan dan pembangunan infrastruktur sebelum perlombaan dimulai. Pihak pemerintah daerah pun tak segan untuk membeli ke luar kota. Cokro mendapatkan imbas pembangunan tersebut, sampai batu bata miliknya ludes habis.

Membangun Usaha Sendiri


Pengusaha Cokro sempat kwalahan melayani permintaan batu- bata. Padahal dia cumalah distributor dengan pasokan terbatas. Ia memutuskan membangun bisnis batu bata sendiri.

"Saat itu pembangunan di Palembang sedang gencar- gencarnya," tutur dia.

Berbekal uang Rp.50 juta digunakan membangun pabrik batu bata. Ia mulai memproduksi batu bata sendiri. Uang sebesar itu merupakan hasil tabungan selama masa sekolah sampai kuliah. Menjelang PON tiba, ia berhasil memasok ribuan batu bata ke berbagai proyek di Buma Sriwijaya tersebut.

Ajang PON selesai tetapi tidak bagi bisnis batu bata Cokro. Justru dia malah semakin banyak orderan pesanaan. Ia merambah kota lain dari Muara Enim sampai Lahat. Omzet batu bata miliknya mencapai Rp.200 juta perbulan. Sukses berbisnis batu bata tak membuat pengusaha muda ini berhenti.

Dia ingin terjun ke bisnis lebih besar. Cokro kemudian berpikir untuk menjadi kontraktor, dan terlibat langsung beberapa proyek di Palemban. Ia lalu mendirikan CV. Bangun Persada. Meskipun dia masih berkongsi dengan perusahaan lain untuk membangun.

Cokro tidak berkecil hati. Ia malah menjadikan itu sebagai pembelajaran tersendiri. Minatnya akan dunia properti semakin meningkat. Tekadnya telah bulat untuk memulai usaha baru. Dia lalu mencari SDM berkualitas di bidang arsitektur, dan telah lengkap dokumen mengenai aspek legalitas.

Tahun 2009, Cokro telah mampu mengerjakan semua sendiri, dan banyak orang yang mencemooh meragukan usaha itu. Dia dianggap minim pengalaman. Apalagi beberapa perusahaan properti besar dari Jakarta ada di Palembang. Dia tidak ambil pusing memilih melanjutkan berbisnis properti.

Semua omongan dijadikan cambukan semangat bagi pengusaha ini. Suara pesimis itu datang karena dirinya berhadapan dengan perusahaan besar. Dia sadar mereka kontraktor besar tengah berekspansi di Kota Palembang. Ia bertekad untuk lebih bekerja keras, ulet, dan menggeluti bisnis properti ini.

Naik Kelas Berbisnis Properti


Dibawah bendera CV. Bangun Persada, Cokro telah menjelma menjadi pengushaa properti ternama. Dia naik kelas berbisnis properti dari pabrik batu bata. Taukah kamu bahwa Cokro menghasilkan omzet Rp.27 miliar pertahun. Usia muda tidak membuat dirinya takut untuk membangun bisnis.

Ia menggarap beberapa proyek ternama. Sebut saja nama Tanah Mas Residance, hunian premium dengan mahana wisata air. Ini menjadi satu- satunya yang ada di Palembang, dengan luas 10 hektar berupa danau yang lengkap fasilitas seperti food court, pemancingan, flying fox, dan speedboat.

Penghuni akan diberikan tiket gratis untuk menikmati wahana. Bagi masyarakat umum, mereka boleh masuk dengan membayar Rp.5000. Wisata karya Cokro mampu menarik pengunjung anak muda dan keluarga.

"Arena ini menjadi pilihan anak muda dan keluarga di akhir pekan," tuturnya.

Cokro mampu membangun 400 hunian di wilayah Sumatra Barat. Usaha miliknya mampu membuat beraneka macam jenis rumah. Ia membangun dari tipe 35 sampai 105, dengan harga jualan sekitar Rp.150- Rp. 900 juta.

CV. Bangun Persada mempekerjakan 100 orang karyawan, serta puluhan freelance yang memasarkan rumah. Dia paling sedikit membangun 50 rumah dalam setahun. Mendirikan rumah sebanyak itu berapa pendapatan Cokro.

Total ia mampu mengantongi Rp.25 miliar pertahun dan Rp.2,25 miliar perbulan. "Modal saya nekat dan berani," jelas Cokro.

Lantas bagaimana nasib bisnis batu bata Cokro kemudian. Ia menceritakan bahwa masih berbisnis tetapi lebih lengkap. Pengusaha ini menyulap pabrik batu bata menjadi bisnis bahan bangunan. Dia menjadi ditributor granit dan keramik di Palembang.

Toko bahan bangunan yang bernama Anton Jaya lengkap. Cokro tak susah untuk membesakan bisnis tersebut. Pasalnya ia sebagai pengusaha properti memiki jaringan bahan bangunan. Cokro mencoba membangun sinergi bisnis, jadi walau berekspansi masih dalam ruang lingkup sama.

Toko material tak lama menambah pundi- pundi penghasilan. Dia mampu mengantongi ratusan juta dari toko bangunan. Meskipun sudah besar tetapi tidak lupa kepada masyarakat. Ia tak mau menjual khusus untuk properti. Anton Jaya juga melayani penjualan sekala kecil bagi masyarakat umum.

Ia mampu mendistribusikan 10.000 meter keramik dan 2000 meter geranit. Pemasaran merambah sampai ke Muara Enim, Lahat, dan Pagaralam. Cokro tidak sekedar mengejar keuntungan. Bisnis yang dikelola diharapkan memberikan dampak besar di sosial.

Pecandu Narkoba Jadi Pengusaha Susu Miliaran

Profil Pengusaha Fauzan Rachmansyah


pengusaha susu miliaran
 
Membayangkan hidupnya nanti sebagai mantan pecandu narkoba. Tidak ada kata terlambat untuk jadi pengusaha susu miliaran rupiah. Fauzan Rachmansyah sangat bersyukur akan hidupnya selepas bersih. Dia memulai usaha dan mampu membanggakan kedua orang tua.

Pria kelahiran Jakarta yang telah salah memilih pergaulan. Semenjak SMP dan SMA, dia telah masuk jebakan narkoba dari kawan- kawannya. Dia kecanduan hingga membutuhkan pertolongan. Kedua orang tua Fauzan lalu mengirimnya keluar Jakarta.

"Saya terjatuh di dalam pergaulan dan ikut terbawa arus," ujarnya.

Mereka mengirim Fauzan berkuliah ke Yogyakarta. Dari sanalah, Fauzan mulai bangkit dan memulai kehidupan baru. Dia bekerja menjadi supir truk hingga tukang parkir. Ia juga pernah berjualan sepatu, sepeda, dan sparepart motor.

Keterpurukan Mantan Pecandu Narkoba


Kabar buruk terdengar bahwa ayahnya telah berpulang. Fauzan yang mendengar itu terpuruk, sedih karena ayahnya meninggal dunia. Kehidupan Fauzan kembali ke titik terendah, tetapi tidak untuk kembali ke narkoba. Ia lebih memilih memperbaiki diri mengikuti keinginan terakhir ayah.

Dia tidak serta merta menjadi pengusaha susu miliaran. Setahun setelah dirinya bersih, ayah Fauzan meninggal dunia. Kemudian itu menjadi pemicu untuk berubah lebih baik lagi. Dia yakin bahwa Tuhan akan membantu. Dia akan memberikan rejekinya untuk umat yang mau bekerja keras.

Rejeki tidak akan kemana begitu pikir bapak dua orang anak ini. Masa lalu memang tidak bisa diubah tetapi bisa diperbaiki. Ia kemudian ditawari bekerja sebagai marketing sebuah perusahaan. Perlahan ia mampu memperbaiki ekonomi.

Semenjak menjadi pegawai selalu kepikiran membuka usaha sendiri. Fauzan selalu kepikiran mau berwirausaha tetapi apa. Pria alumni Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia (UII), yang lalu memilih berjualan susu.

Usaha itu bernama Kalimaki, yang dimulai di tahun 2011, yang langsung mendapat perhatian orang. Bayangkan dia bisa memperluas tempat jualan beberapa kali. Perharinya susu sapi Kalimaki mampu meraup omzet Rp.15 juta perhari.

Dia pun bisa membuka empat cabang di berbagai penjuru Kota Yogyakarta. Fauzan tidak berhenti lalu membuka cabang di Bogor dan Jakarta.

Mengapa memilih berbisnis susu ketimbang lain. Mungkin Fauzan bisa memilih berbisnis kopi, tetapi tidak malah memilih susu karena kesehatan. Ia begitu peduli akan kesehatan karena pengalaman. Dia melakukan penelitian dahulu sebelum berbisnis.

Taukah kamu bahwa konsumsi susu sapi kita rendah. Konsumsi Indonesia sekitar 5,6 kilogram per- kapita yang rendah dibanding Malaysia. "Kita harus menciptakan gaya hidup minum susu," pukas pengusaha susu miliaran ini.

Wirausaha Membantu Sesama


Dia sejatinya memang seorang petani susu asal Wonorejo, Kabupaten Sleman. Walau dia tak tumbuh di Sleman, tetapi mengenal lingkup petani susu. Dia mulai mendengar keluhan para petani susu, yang mengeluhkan harganya yang rendah, dan dibanding harga pakan sungguh tidak menguntungkan.

Harga susu rendah berkisaran Rp.2.900 per- liter. Bahkan bicara soal kualitas saja tidak menentukan. Mau bagus atau jelek, susunya tetap akan dijual di kisaran yang sama tidak lebih. Fauzan ingin sekali membantu hingga membulatkan tekat. Fuazan semakin bersemangat menyalurkan susu hasil mereka.

Untuk memenuhi keluhan para petani sapi, Fauzan membuka warung susu kembali dengan dipasok mereka dari Wonorejo dan Kaliboyong. Tetapi sempat mengalami hambatan ketika terjadi bencana alam.

Karena terjadi erupsi merapi, pembukaan warung yang direncana Januari 2011, dipercepat pada 2010 silam. Ia membeli susu mereka seharga Rp.4000 perliter.

"Sebagai upaya pemulihan petani susu di Kaliurang," ia menjelaskan.

Berdirinya warung susu tersebut menjadi pelega diantara bencana. Pengusaha Fauzan menjual susu mereka Rp.8000 pergelas biasa, dan Rp.15.000 untuk gelas jumbo. Bisnis ini berkembang sampai ia memiliki 42 sapi perah, dengan penghasilan Rp.10 juta perhari.

Ia lalu melakukan diversifikasi lewat yogurt dan es krim. Tak mau berhenti dia membuat usaha keju asli. Ia membutuhkan 280 liter susu perhari untuk kebutuhan konsumen. Semakin sukses membuat permintaan pasokan dari petani Kaliboyo dan Wonorejo meningkat.

Doker Gigi Jadi Pengusaha Boneka Gigi Anggani

Profil Pengusaha Anggi Hayani Harahap


dokter gigi jadi pengusaha
 
Mau boneka gigi yang lucu dan menggemaskan ini. Inilah kisah Anggi Hayani Harahap, Dokter gigi jadi pengusaha berhasil menarik perhatian. Prinsipnya berbisnis bukan cuma sekedar uang tetapi juga sosial. Sebagai Dokter, ia selalu memberikan penyuluhan gigi untuk bakti masyarakat.

Anggi memberikan penyuluhan untuk anak- anak di Medan. Ia keluar masuk kecamatan mengajak untuk merawat gigi. Tetapi ternyata penyuluhan yang dilakukan tidak diminati. Anak- anak tidak mau memperhatikan. Namanya juga anak- anak butuh inovasi agar mereka tertarik mengikuti.

Dokter Anggi tak patah semangat memberikan penyuluhan. Ia memiliki ide membuat boneka buat penyuluhan. Anggi ingin menciptakan boneka gigi untuk menarik perhatian. "Boneka itu berbentuk gigi graham yang diberi mata dan mulut yang bisa dibuka," tuturnya.

Dokter Gigi Jadi Pengusaha


Uniknya bila boneka dibuka maka akan nampak gigi di dalam. Ini ilustrasi dari gigi sebenarnya mulut manusia. Tujuan dibuatnya boneka untuk menarik perhatian anak- anak. Alat peraga kesehatan atau phantom ternyata sangat diminati anak- anak.

Boneka yang semula dibuat untuk kepenrlua pribadi saja. Kini diminati oleh teman- teman seprofesi Dokter gigi. Dasar ide pembuatan adalah agar anak bermain sambil belajar. Konsep boneka dengan gigi palsu yang asli ini lebih dikenal dengan Kenkou Doll.

Baik teman mahasiswa kedokteran ataupun para Dokter memesan. Orang tua anak- anak pun tertarik untuk memiliki. Tidak lagi sebatas alat penyuluhan keseahatan saja. Boneka gigi tersebut mulai dibeli semua kalangan.

Sejak September 2010, dari awalnya bukan bisnis, Anggi memutuskan untuk serius memproduksi untuk dikomersilkan.  Anggi memberi nama usahanya Kenkou Dolls & Souvenirs, yang menjual boneka bernama Dens in Dente dengan berbagai ukuran.

Dens in Dente merupakan nama karakter tersebut. Anggi menciptakan Mister Dente untuk gigi sehat, sedangkan karakter Kenkou Boy untuk boneka berlubang. Doter Anggi mematok harga Rp.150.000- 250.000 tergantung ukuran dan bahan.

Uniknya tiap boneka menghadirkan ekspresi sesuai keluhan. Wajahnya bisa nampak sedih karena ada lubang di gigi. Adapula boneka yang bergigi patah dan lidahnya berjamur. Semua keluhan gigi akan diekspresikan oleh si boneka tersebut.

Dokter gigi jadi pengusaha terbukti tak masalah. Bahkan Anggi mampu memperluas lini bisnisnya ke souvenir mug, stiker, kunci dan kaos. "Saya menjual produk secara online," ia menjelaskan. Dokter Anggi mengatakan menjual online meringankan biaya produksi dan efektif.

Dia dikenal juga aktif dalam organisasi kewirausahaan. Anggi mendapatkan penghargaan dari ajang Wirausaha Muda Mandiri. Ia menjadi sosok teredukatif lantaran dijual di sekolah, puskesmas, dokter gigi, dan instansi kesehatan.

Berkah mengikuti aneka ajang membuat produknya makin dicari. Ia diikutkan aneka pameran produk wirausaha. Produk Anggi pun semakin dikenal diantara masyarakat umum. Pengusaha muda yang produknya kini menjadi ikonik Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Dia juga pernah didapuk menjadi perwakilan Lomba Dokter Gigi se- Asia Tenggara. Ia ditugaskan untuk mengajarkan kesehatan gigi kepada anak- anak. Dengan menggunakan boneka ternyata sangat menarik. Anak- anak jadi lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan gigi mereka.

Boneka Gigi Kreasi

Hasil penyuluhan hampir 90% anak- anak tertarik akan boneka ini. Mereka sambil bermain belajar soal kesehatan gigi. Anak- anak akan diperkenalkan mengenai gigi seri, graham, dan taring. Dokter juga bisa mengajarkan mengenai cara menyikat gigi.

Ia dibantu dua orang teman yakni Hefni Fadillah Rambe dan Elpi Yana. Mereka menawarkan melalui online dan offline. Mereka juga menawarkan ke bazar- bazar untuk media promosi. Agar kualitas terjaga, pihak mereka telah mematenkan desain boneka giginya.

Ia sebagai pengusaha harus melakukan inovasi produk. Sempat merasa bertentangan tetapi akhirnya ia setuju. Banyak orang yang memintanya menjual boneka berwarna. Awal- awal Dokter Anggi sama sekali tidak setuju. Tetapi sebagai pengusaha dirinya mengalah memenuhi keinginan pasar.

"Awalnya saya sama sekali tidak setuju, mana ada boneka gigi warna- warni?" tukasnya.

Deras permintaan pasar untuk boneka gigi anaka warna. Dokter Anggi lalu mengeluarkan boneka berwarna hijau, ungu, biru, dan fuchia. Ia belajar mendengarkan keinginan pasar. Fakta bahwa dia tak lagi sekedar Dokter gigi, melainkan pengusaha muda yang tengah naik daun.

Sekarang ini, bisnis Anggi berkembang pesat, bila awal- awal omzet Rp.5 juta sekarang mencapai Rp.30 juta per- bulan. Dulu maksimal dia memproduksi 20 boneka perbulan. Sekarang dia mampu menjual 60- 80 boneka perbulan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba