Siapa Pembuat Aplikasi FaceApp Viral Age Challenge

Biografi Pengusaha Yaroslav Goncharov


viral faceapp siapa penemunya

Jagat sosial media dihebohkan dengan viral Age Challenge. Tetapi siapa sih entrepreneur pembuat aplikasi FaceApp ini. Namanya Yaroslav Goncharov, pendiri sekaligus eksekutif perusahaan yang bernama Wireless Lab, yang semenjak awal membuat aplikasi sudah mendapatkan viral dan respon dunia.

Awalnya dia membuat aplikasi bernama "Spark", yang memiliki konsep merubah ras kita dari orang kulit hitam jadi Eropa. Namun ini menimbulkan perdebatan etika karena menyinggung SARA. Maka Yaroslav memutuskan mencabut fitur ini, tetapi apakah mengahalingnya berkreasi lagi.

Ternyata tidak dia mengembangkan sesuatu berdasarkan fokusnya. Ia bersama perusahaannya yang memang fokus pada Neural Network, yakni kemampuan digital untuk memetakan sistem neural pada fisik manusia.

Ini akan menyebabkan kemampuan mengaltering fisik seseorang. Dari yang awalnya merubah orang berdasarkan ras atau suku. Kemudia dia mengembangkan berdasarkan usia dari jaringan wajah kita. Pengaplikasinya sangat mudah, hanya melalui pemetaan pada wajah kita untuk diprediksi seperti apa kita.

Namun, lagi- lagi masalah bermuncula, respon negatif masih berlanjut tetapi kali ini mengenai hal perlindungan privasi. Bayangkan perusahaan Yaroslav menyimpan data wajah penduduk dunia. Itu mungkin bisa disalah gunakan seperti untuk membuat KTP palsu mungkin.

Startup Asal Rusia


Secara tegas pihak FaceApp memberika Term of Service, meliputi mengingatkan bahwa teknologi ini membuka wajah anda ke publik. Tidak hanya itu tetapi juga menjalar ke sosial media anda, dan juga segala terknologi yang terkait atas foto publik milik anda nantinya.

"Kamu akan mendapatkan FaceApp dengan satu layanan tak terbatas, tidak ekslusip, gratis tanpa royalti, global dunia, dibayar penuh (gratis premium), lisensi transfer untuk digunakan, mofikasi, adaptasi, mempublis, menciptakan kekayaan untuk distribusi di platform gratis dan menampilkan username kamu..."

Kamu akan diberikan akses untuk membagi foto anda ke manapun. Itupun tanpa biaya dan ke media macam apapun. Dari yang semula menghadirkan aplikasi merubah ras, yang kemudian dicabut karena kritik tajam, fokus Wireless Lab masih terus dilakukan dalam hal sistem pemetaan neuron wajah.

Tahun 2019 ini, pihaknya mendapatkan kritik kembali, apalagi dengan isu pihak Rusia yang dikenal canggih dalam mata- mata. Untuk merespon ini, pihak perusahaan mengluarkan pernyataan bahwa semua data wajah, akan ditransfer ke Google Cloud dan Amazon Web Service bukan ke pihak Rusia.

Dalam infonya di Wikipedia FaceApp, dijelaskan bahwa siapa pembuat aplikasi FaceApp ini, adalah sosok pekerja keras. Dalam biografi pengusahanya singkat ia tumbuh di St. Petersburg, Rusia, yang menyelesaikan sekolah di Academic Gymnasium of St. Petersburg State University, hingga berkuliah.

Akhirnya dia berkuliah di St. Petersburg State University, dengan mengambil jurusan matematika dan mekanik. Ingin belajar lebih banyak dia berangkat ke Amerika, dan mendapatkan pekerjaan dari Microsoft, dan tinggal selama 2 tahun.

Dia akan bekerja seharian bekerja sebagai teknisi Microsoft. Seharian dirinya menulis kode untuk sebuah bot. Pada akhirnya Yaroslav tertarik bekerja untuk bidang analisis neural. Pada 2016, dia memiliki ide memproses teknologi foto, yang mana akhirnya membuka bisnsi FaceApp ke depan.

FaceApp Viral Age Challenge


"Saya bekerja untuk Microsoft di Redmond, US, dan di malam hari saya menulis kode untuk sebuah bot yang mana bisa bermain poker sendiri. Sistem Nueral hanyalah bagian terkecil dari bagian bot ini -pada waktu itu, belum ada yang menemukan solusi untuk neural network ini."

Kemudia dia bekerja di berbagai bidang mengasah skillnya bidang IT. Dia fokus pada pembelajar dalam analisa suara. Kemudian pada 2016, perkembangan analisa foto meningkat, sehingga dia ingin mengerjakan hal tersebut. Tahun 2006, dia mendirikan SPB Software yang mengembangkan mobile app.

Pada 2011, SPB Software dibeli oleh perusahaan Yandex, yang mana dijual sampai $38 juta untuk perusahaan multinasional bidang internet ini. Mengenai sistem Neural Network ini, yang dapat dia jelaskan sebagai memudahkan penerapan otak manusia dalam digital.

Dia ingin menciptakan simulasi neuron otak manusia, yang menganologi otak manusia dalam belajar, artifical intelligance, cybernetic, dan lain- lain. Yaroslav telah mengerjakan semuanya ini selama 10 tahun. Pada 2018, Wireless Lab dari St. Peterburg ke Skolvo, atau Silicon Valley nya negara Rusia.

Bahaya FaceApp mungkin sudah dibahas banyak dalam banyak berita online. Namun apapun itu, faktanya bahwa jaman sekarang semua terbuka, FaceApp hanya kecil dibandingkan teknologi sosial media yang sama- sama mengakses privasi kita, mulai foto, alamat, nomor hp, bahkan mentracking itu.

Istilahnya sudah terlambat untuk mengatakan FaceApp berbahaya. Isu mengenai Rusia yang punya teknologi canggih, dimana mereka mampu merubah hasil pemilu Amerika itu kuno. Teknologi foto telah melampaui jauh apalagi ketika smartphone menawarkan aneka teknologi selfi, ini bukan lagi perhatian.

Wirausaha Kopi Ngada Vinsensius Loki Berjaya

Profil Pengusaha Vinsensius Loki


pengusaha kopi ngada


Pengusaha ini tidak menyerah wirausaha kopi Ngada. Walaupun ia sempat ditolak warga Kab. Ngada, Kepulauan Flores, NTT. Pasalnya mereka telah nyaman dengan usaha mereka yang dulu. Bayangkan kala itu harga biji kopi dibawah standar lokal. Mereka cuma mampu menjual Rp.300 ribu kurang per- kg.

Bandingkan dengan usaha setempat yakni produksi biji vanili. Para petani mampu mengantungi Rp.1, 5 juat per- kg. "Bahkan, ada petani yang bisa membeli mobil baru dari hasil jual vanili," ucapnya. Namun Vinsensius Loki tidak mau menyerah, edukasi bertahun- tahun dilakukan walaupun ada saja masalah.

Bayangkan ada banyak tengkulak yang membeli murah biji kopi. Yang masih merah bijinya cuma dijual Rp.600 per- kg dan kering Rp.8000 per- kg. Banyak orang menolaknya untuk menggiatkan biji kopi Ngada. Ia sendiri bukan tanpa alasan, prospek kopi dipandang akan berkembang ke depannya.

Pengusaha yang meyakini kopi Arabika Bejawa memiliki  daya saing tinggi. Ia termasuk yang nekat menerpa badai di tahun 1999 itu. Karena faktanya baru tahun 2000 -an kopi menjadi populer, dan beruntungnya memasuki tahun 2003, harga vanili Ngada turun dan kehilangan masa keemasannya itu dulu.

Mengedukasi untuk Wirausaha Kopi


Desanya Beiwali dikatakan sangat cocok ditanam kopi. Khususnya kopi Arabika, karena lataknya diatas permukaan laut. Tinggi desa Beiwali sekitar 1.400 meter diatas permukaan laut. Kopi Arabika dikenal cocok diketinggian 800- 1600 merter. Apalagi secara umum mereka menanam kopi walaupun tidak terawat.

Tanamanya tetap tumbuh loh walaupun mereka tidak serius. Apalagi kalau semua warga fokus untuk merawat dan mengelola. Nanti mutu dan tingkat produksinya dijamin naik drastis. Warganya diyakini mampu menghasilkan pendapatan banyak. Meskipun begitu tengkulak yang berkeliaran masih jadi hantu.

Ia lalu mengumpulkan 25 orang bergabung kelompok usaha. Namanya Kelompok Tani Penghijauan dan Rehabilitasi Lahan. Vinsensius sendiri menjadi ketua dalam kelompok tersebut. Ia menargetkan menanam 1000 pohon kopi per- anggota. Lalu mereka mengembangkan pakan ternak 1000 meter persegi.

Dia juga mengajak mengembangkan tanaman kayu lokal. Mengapa demikia, karena Vinsensius ingin menarget bukan sembarangan kopi melainkan organik. Untuk itulah ia menggagas petani dibawahnya untuk memelihara ternak, nanti kotorannya akan dijadikan pupuk, khususnya mereka memelihara sapi.

Selain digunakan sebagai pupuk juga menjadi satu investasi tambahan. Ternak dapat digunakan jika ekonomi tengah sulit. Vinsensius menekankan untuk memanage kelompok taninya. Dia selain aktif mengajarkan bagaimana mengkonsep pertanian, juga mengajarkan bentuk managerial kelompok tani.

Dia membagi dari ketua, sekertaris, bendahara, seksi perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Tahun 1999, total perkebunan milik kelompok taninya mencapai 40 hektar. Tujuan pembentukan kelompok tani juga untuk mendapatkan bantuan. Termasuk bantuan Pemerintah untuk mengajari mereka cara bertanam.

"Kami ingin mendapatkan bimbingan dan bantuan dari Pemerintah. Ini penting agar petani kopi bisa maju," ia menjelaskan.

Agar mendapatkan bantuan dan bimbingan butuh kelompok profesional. Tidak hanya ia menyusun kelembagaan, tetapi juga mengelola rapat bulanan, program kerja, dan evaluasi tahunan. Tiga tahun sudah mereka menanaman kopi, namun barulah di tahun ketiga atau 2002 tanaman mereka berbuah kopi.

Bisnis Kopi Ekspor Ngada


Tahun 2002 memang menjadi tahun tersulit bagi warga Kab. Ngada. Pasalnya di tahun itulah harga vanila turun. Disisi lain, usaha kelompok taninya berkembang, di tahun yang sama pohon- pohon kopi mulai berbuah. Di tahun 2003, harga vanili terpuruk jadi Rp.4.500 kg untuk basah, dan kering Rp.2.500.

Vinsensius kemudian mengirimkan proposal bantuan kepada DPRD. Proposalnya disetujui dengan hasil pelatihan dan pendidikan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan. Mereka lalu diajari managerial keuangan untuk mengelolah modal.

Pemerintah lantas mengkukuhkan mereka sebagai petani produktif pada 2004. Ini menjadi tonggak bersejarah bagi Vinsensius soal perkopian. Di 2005, untuk pertama kalinya mereka membangun unit pengolahan hasil, yakni UPH Kopi Arabika Flores Bejawa (AFB) Fa Mas yang lantas mengajukan sertifikasi.

Hasilnya kopi mereka dinyatakan grade 1, atau telah layak diekspor sampai ke Amerika Serikat. Total permintaan ekspor kopi ialah 1000 ton pertahun. Namun sampai 2011, mereka baru bisa memenuhi 300 ton pertahun. Kopi merah atau masih berbentuk buah dijualnya RP.6000 per- kg, dan Rp.51 ribu untuk kering.

"Dalam satu musim (bisnis kopi), seorang petani menghasilkan Rp.20 juta," pengusaha ini bercerita.

Ia terus berinovasi untuk meningkatkan produktifikas. Salah satunya untuk yang disortir dan gagal kirim, dirubahnya menjadi bubuk kopi untuk dijual lokal. Mereka memasarkan di kawasan Nusa Tenggara Timur, hingga Filipina.

Tahun 2002 lahan usahanya mencapai sembilan hektar termasuk untuk kakao. Ini dimaksudkan untuk alternatif ketika menunggu musim panen kopi. Pihak Pusat Penelitian Kopi dan Kakao menjamin hasilnya akan diserap mereka. Kelompok tani Vinsensius telah memiliki kurang lebih 500 pohon kakao.

Guru Sambilan Wirausaha Daur Ulang Drum

Profil Pengusaha Galuh Rahma Wati



Siapa sangka usaha tersebut menghasilkan keuntungan tinggi. Guru sambil wirausaha yang mampu meraup omzet puluhan juta. Galuh Rahma Wati, guru bimbel yang kreatif mengaplikasikan ilmunya dalam pendidikan. Bukan hanya mengajar kesenian, tapi Galuh membuat kerajinan dan menjualnya.

Usaha daur ulang drum bekas membutuhkan kreatifitas. Ia bahkan menggabungkan antara arsitektur dan barang bekas. Ambil contohnya ia menggabungkan kayu dan drum. Omzet yang dihasilkan dari usaha ini mencapai Rp.20 juta rupiah.

Galuh sebetulnya mengerjakan ini sekedar iseng semata. Hanya sekedar sambilannya sembari aktif mengajar bimbel. Pertama kali ia ingin membuat tempat makan yang instagramabel. Dia lalu mulai membuat kursi dari drum ini. Jujur awalnya dia membuat untuk kebutuhan pribadi saja.

Wirausaha Bangku dari Drum


Semula dia melihat kok lucu ya membuat meja seperti itu. Dia pun mencoba kreasi sendiri pada 2016 silam. Bermula dari satu kursi drum itu kemudian menjadi banyak variasi. "Habis itu, nyoba ah, buat sendiri dulu di rumah," tuturnya.

Pengusaha ini tak menyangka hasilnya sungguh mengejutkan. Guru sambilan wirausaha kenapa tidak mungkin. Kursi tersebut lantas dipakai untuk tempat bimbel miliknya. Dia lalu membuat kursi yang bergambar tokoh superhero. Itu sejalan dengan usaha bimbelnya yang berisi anak- anak kecil.

Salah satu anak didiknya kemudian tertarik memiliki. "Ya sudah saya bikin," terusnya. Dia kemudian membuat aneka tokoh lain. Galuh juga membuat aneka warna untuk menarik perhatian. Hasilnya aneka bangku dari daur ulang drum. Ia kemudian mempostikan itu ke sosmed dan coba untuk dijual.

Awalnya dia membuat aneka produk berbahan drum bekas. Tetapi karena jumlah pemesanan banyak maka menyusahkan dia. Pesananan membeludak sehingga suplier offline tidak sanggup. Galuh pun menyisiati dengan memesan dari online.

Ia menambahkan lagi bahan baku dari offline kurang baik. Namanya juga usaha berbahan baku drum bekas. Terkadang Galuh menemukan bahan baku yang tidak sesuai standar.

"Namanya kaleng bekas tidak 100% mulus ya, ada penyok- penyok sedikit, terkadang ada pembeli yang perfeksionis komplain," terang pengusaha ini.

Dia melanjutkan modal daur ulang drum ini tidak besar. Agar ia mudah mendapatkan bahan baku, dirinya tak segan untuk membayar uang muka. Tentu Galuh tidak memesan dari satu orang saja, melainkan beberapa orang dengan waktu tempo panjang.

Pembuatan Bangku Drum


Ia menggunakan uang secermat mungkin. Sisa uang DP itu diputarkan untuk membeli bahan lain. Galuh bekerja sama dengan pemilik toko besi. Karena memang dia masih tetanggaan, maka Galuh mendapatkan bahan dengan bayar ditempo, ini akan mempermudah jika barang belum laku dijual.

Proses produksi diceritakannya butuh waktu tiga hari. Prosesi produksi diawali dari pembersihan, cat pelapis anti karat, pewarnaan dan mencetak gambar. Kalau sudah jadi maka ia tinggal menambah alas duduk.

Galuh lantas menjelaskan detil mengenai pembuatan bangku. Ia mengaku tidak membutuhkan modal besar. Pemesanan desain bangku atau sofa itu tergantung permintaan. Dia melanjutkan, tantangan produksinya ialah cuaca yang menganggu. Ini nantinya berkaitan dengan pengeringan cat setelah finishing.

Selain membuat bangkut tunggal atau satu orang, Galuh juga mengembangkan jenis bangku lain yakni dua orang, tiga orang atau lebih. Jenis sofa ini memiliki waktu pembuatan yang lebih lama. Pasalnya mereka harus lakukan pemotongan, pengelasan, pendempulan, dan pengecatan.

Proses pengerjaan bisa sampai 5- 7 hari semenjak pemesanan. Jujur tidak mudah bagi Galuh untuk memasarkan usahanya. Awal dia hanya mampu mengerjakan sedikit dan menjual 4 bangku. Dalam sebulan dia pernah cuma mengantongi omzet Rp.500 ribu.

Bertahap usahanya itu berkembang melalui pemasaran yang agresif. Melalui penjualan online mampu berkembang hingga omzet Rp.20 juta. Ia menggunakan dua media pemasaran yakni Intagram dan Tokopedia. Akun instagramnya bernama @galuh.creatives, dan akun Tokopedia Mbak Galuh Kursi Drum.

Harga produk yang ditawarkan pun bervariasi sesuai tingkat kesulitan. Ia menjual dari harga Rp.109 ribu untuk paling kecil, dan paling besar Rp.2,5 juta per- item. Dalam sebulan sekarang Galuh bisa menjual 50 sampai 100 item sebulan.

"Dulu Rp.500 ribu sebulan, sekarang stabil di angka Rp.20 jutaan," pengusaha ini menceritakan.

Ia sendiri mengatakan tak banyak kesulitan dalam pembuatan. Galuh berperinsip bisnisnya berjalan baik karena passion. Semua itu berawal dari hobi atau passion, dan karena itulah dia merasa senang mengerjakan. Hasilnya baik mendapat keuntungan tetapi dia juga mendapat kesenangan.

Sumber: Detik.com

Tampang Boyolali Pilpres Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Julius Kirana


pengusaha tampang boyolali
 
Tampang Boyolali Pilpres dijadikan pengusaha muda kesempatan. Sebagai warga Boyolali, Julius Kirana menanggapi berbeda. Ia memilih membuat itu menjadi trobosan bisnis. Julius Kirana bukan orang baru di dunia wirausaha. Pengusaha muda yang dikenal berbisnis cetak digital, Cipta Warna Digital Printing

Dia menanggapi pristiwa yang sempat viral tersebut santai. Julius malah membuat kaos dengan tag line "Tampang Boyolali". Dengan ilustrasi yang berpesan positif bagi kita semua. Pembeli pun tidak hanya warga Boyolali. Melalui Instagram kaosnya menjadi viral dan mendapatkan banyak pesanan.

Kekecewaan warga Boyolali terasa betul olehnya. Ia menangkap itu bisa menjadi peluang bisnis unik. Kaos buatannya yang menunjukan bahwa Boyolali itu indah. Julius juga menujukan ilustrasi bahwa "Tampang Boyolali" keren, cukup untuk masuk hotel. Respon masyarakat akan kaosnya itu sendiri positif.

Bisnis Beresiko


Bukan tanpa resiko Julius membuat produknya tersebut. Bayangkan dibawa- bawa ranah politik akan menghantui. Namun ia menyiasatinya dengan bijak dalam mendesain. Kaosnya "Tampang Boyolali" tidak mengandung unsur politik. Semuanya dibuat sewajarnya, tujuannya untuk menujukan kelebihan orang Boyolali.

"Emang kudu harus membaca pasar," ujar pengusaha muda ini.

Dia menjual kaosnya di Instagram berakun @ciptawarnadigitalprinting. Julius menujukan tiga desain yang dibuatnya. Tidak ada kata- kata atau ilustrai profokatif dalam kaosnya. Satu desainya berisi gambar ikonik kota Boyolal, yaitu Sapi Ndekem, Monumen Susu Murni dan Tumpeng Merapi jadi satu.

Kaos berikutnya bergambar pria tampan dengan brewok. Dibawahnya ada tulisan tampang Boyolali sebagai petunjuk. Ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa orang Boyolali keren. Satunya lagi tidak bergambar hanya sekedar hastag.

Ia menjual kaosnya cepat- cepat keburu hilang momentum. Alhasil Cipa Warna jadi kwalahan untuk memenuhi pesanan. Sampai bahan kaosnya saja habis tidak bersisa stok. Tidak kurang empat lusin dipesan satu orang. Belum lagi yang menunggu antrian untuk dibuatkan, masih berlusin- lusin siap diantarkan.

Harga kaosnya dibuat antara kisaran Rp.90.000- 100.000. Kalau orang mau pesanan khusus bisa ia lakukan. Tetapi harganya menjadi lebih mahal karena makin rumit. Ukuran kaosnya dari XS- XXL cocok untuk pria dan wanita.

Pemilik Haluu Instagram Pengusaha Dio Santoso

Profil Pengusaha Dio Santoso


siapa pemilik haluu world
 
Siapa pemilik Haluu Instagram yang sedang ngehits. Nama Instagram dan Haluu seolah menjadi satu kesatuan. Usaha ini dirintis oleh perusahaan bernama PT. Dreamscape Indonesia. Apa sih konsep dari bisnis Haluu World ini, adalah sebuah eksibisi yang Intagrammable buat anak muda, untuk berselfi- selfi ria.

Mereka menawarkan spot kece untuk dijadikan penghias timeline. Salah satu pendirinya Dio Santoso bukanlah orang baru dalam entrepreneurship. Pengusaha muda ini mengaku tengah menyiapkan konsep baru. Ia bersama tim nya tengan mengembangkan Baluu by Haluu, sebuah instalasi bertema balon.

Konsep ini dianggapa akan menggugah jiwa anak- anak kita. Alhasil keceriaan yang dibawah oleh Haluu World semakin terasa. Menurut pengusaha Dio Santoso, co- founder Haluu World, menyebut konsep balon merupakan wujud. Bahwa setiap orang ingin bahagia, seperti anak kecil yang menerima balon.

Mereka juga akan menawarkan konsep foto- foto lucu. Itu akan mengajak pengunjung eksibisi untuk merasa bernostalgia. Jika kamu belum tau apa itu Haluu World, itu adalah wahana rekseasi kreatif yang menyasar pengguna sosmed. Berapa harta tiket Haluu World yaitu 100 ribu hari biasa, dan 150 weekend.

Pengalaman Entrepreneurship Haluu


Dio Santoso bukan lah orang baru dalam dunia entrepreneurship. Ia dikenal lewat bisnis keteringnya yang terkenal. Bisnisnya menitik beratkan pada gaya hidup sehat anak muda. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadi Dio sendiri. Ia pernah menurunkan berat badan setenganya 132 kg, dan bertekat berbagi.

Menjadi pengusaha muda mengajak orang hidup sehat. "Sejak remaja saya cenderung untuk gemuk, titik terparahnya ketika masa akhir kuliah, bobot saya pernah mencapai satu kuintal," terangnya.

Walaupun dia sudah olah raga keras, malah hanya rasa lelah, hilang fokus, walau berat turun. Itu ternyata karena faktor makanan. Dio sendiri tidak memilih diet ketat mengurami makan. Pengalaman ibu yang sakit tifus karena diet menghantui. Alhasil berat badannya berhenti turun dan lebih gampang naik.

Berkat browsing internet ditambah bertanya ke dokter. Dio menemukan pola makannya salah, dan tidak sehat. Menurutnya turun berat badan harus seimbang hidup sehat, diet, dan olah raga. Paling berat ialah mengatur pola makan sehat. Kalau sekedar diet menghilangkan jenis makanan saja tidak cukup.

Maka sehat ditambah pola olah raga yang teratur. Bertahap itu mampu membuatnya lebih baik dan segar. Hasilnya positif pada perubahan tubuhnya yang bertahap. Hasilnya menakjubkan bertahap tetapi konsisten. Dari orang tua, teman, dan orang- orang penasaran caranya menurunkan berat badan.

"Saya jawab apa adanya, merubah pola makan menjadi lebih sehat," ujarnya, yang kemudian diminta menyebutkan resepnya.

Banyak orang mengira bahwa itu karena obat atau susu diet. Padahal ia makan seperti manusia normal tetapi lebih sehat. Inilah yang mendorongnya membuka usaha katering sehat. Orang terdekat mendorongnya menjadi pengusaha muda. Tetapi ia tidak berani sendiri, maka diajak dua orang temannya.

Pengusaha Muda Mandiri


Ia lantas mengajak berbisnis Kevin Pudjiadi dan Andre Tanuwijaya. Keduanya juga pernah mendapat bimbinga Dio. Ketiganya sepakat bertiga untuk berbisnis katering sehat. Brand Leafwell didirikan dengan marketing tester. Usahanya dimulai 2014 dengan masalah utama mengedukasi apa makanan sehat.

Orang masih beranggapan sehat berarti daun- daunan. Tetapi orang juga banyak antipati karena selera rasa. Inilah yang dikembangkan LeafWell yang fokus pada rasa. Jangan biarkan orang yang mau sehat makan- makanan hambar. LeafWell sendiri merujuk pada "Live Well", yang berarti hidup lebih baik.

Untuk yang pertama mereka menarget pegawai kantoran. Mereka dianggap tidak memiliki waktu dan cukup ruang. Alhasil para pegawai terkadang makan seadanya karena rutinitas. LeafWell mulai marketing menggunakan sosmed. Banyak iklan online mereka gagal, tapi tidak seditik yang mulai coba- coba.

Proses edukasi dilakukan terus sampai dipercaya. Kebanyakan orang belum yakin akan keberhasilan cara ini. Mindset untuk cepat kurus masih banyak tertanam di benaknya. Mereka menerapkan sistem berlangganan mingguan. Dua paket mingguanya bahkan menyangkut satu minggu penuh, diluar jam kerja.

Proses pemasakan, pengemasan, dan delivery dilakukan sendiri. Mereka sendirian megirim ke rumah pelanggan. "Demi efisiensi dan juga menjaga kualitas makanan. Mau panas, hujan, atau banjir, kami tetap jalan," ujarnya. Awal- awal mereka berbisnis sendiri, dan semua dilakukan mereka bertiga tanpa pegawai.

Mereka menerapkan 2000 kalori untuk sarapan penuh. Setiap hidangan mengandung 450- 650 kalori, dan paket makanan sudah disesuaikan riwayat kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas maka mereka mengangkat tim dapur. Mereka merancang makanan yang disiapkan khusus, porsi kecil tetapi tekstur lembut.

Pokoknya Leafwell profesional mendukung penurunan berat badan. Dio meyakinkan berat badan bisa turun 1- 3 kg per- minggu. Di awal 2016, Dio menjadikan LifeWell sebagai perusahaan perseroan terbatas (PT), dan mulai mempekerjakan chef sehat. Mereka menawarkan makanan sehat tetapi harga rasional.

Sebagai pengusaha muda mandiri selalu berinovasi terus. Salah satunya LifeWell meluncurkan gerai fisik bernama BerryWell dan FeedWell. Mereka lalu menjual aneka makanan dan minuman sehat di Jakarta. Mereka dengan satu wadah bisnis yang sama, kemudian meluncurkan bisnis tempat foto ngehits.

Inilah pemilik Haluu Intagram pengusaha Dio Santoso. Dengan bisnisnya menawarkan konsep hidup sehat dan gembira. Baik LifeWell atau Haluu World menawarkan bisnis tidak biasa. Ke depan ia juga mengembangkan usaha co- working space, yang berkonsep kolaborasi meyuguhkan makanan dan minuman.

Bisnis co- working space ini akan diberinya nama Collabspace. Targetnya perusahaan yang butuh menerapkan prinsip milenial. Konsep co- working space sudah sangat dikenal untuk meningkatkan produktifitas. "Seluruh unit usaha kami dirancang sebagai penyeimbang hidup di era moden yang sibuk".

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba