Tips Pengusaha Bakso Cara Mamazy Frozen Food

Profil Pengusaha Muhammad Aji Budianto 


 
Mencari ciri khas pengusaha asal Bandung ini gampang. Dia memang dikenal sebagai produsen aneka olahan daging. Pengusaha nugget dan bakso, Aji Budianto, mulai merintis usahanya sejak 2012 silam. Ia mengusung bisnis tanpa MSG apalagi bahan pengawet.

Usaha bernama Mamazy dimana diambil dari nama istrinya, Zualehah Hidayati, dan bermodal uang minim yakni Rp.1 juta. Aji memiliki 14 varian produk diantaranya nuget sehat, tahu bakso, bakso sule 2 varian, sosis dan risoles. Rasanya enak karena bersumber dari kombinasi bumbu yang khas.

Produknya mengandung karbonhidrat, protein, lemak, vitamin dalam sayuran, pokoknya Mamazy itu kaya gizi. Lebihnya ya produknya mengandung sayur lebih tinggi. Dengan bantuan Maksindo -yaitu situs jual beli mesin pengolahan- Aji mampu bekerja lebih efektif dan efesien.

Berbisnis nuget dia mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta hingga Rp.100 juta. Dimana dia bisa mengantungi uang ratusan juta keuntungan bersih.

Pentingnya mesin bakso


Selain nugget Aji juga dikenal sebagai pengusaha bakso. Fokusnya adalah pabrikan bakso, dimana Mamazy fokus di tahu bakso dan bakso langsung seduh. Aji mampu mampu memproduksi banyak sekarang. Dia bertutur sukses usaha bakso bisa disesuaikan sekala yang diinginkan, usaha tidak usah langsung ngoyo buat produksi.

Tidak ada batasan modal dikucurkan menurutnya. Kalau mau menjadi suplier bakso buat penjual bakso atau mall- mall maka akan lebih berat. Pasalnya kamu harus menyiapkan barang, dan pedagang akan bayarnya belakangan kalau terjual. Dengan mesin bakso ratusan bisa dibuat dalam tempo beberapa menit saja loh.

Tetapi tidak semua bakso Mamazy memakai mesin. Contohnya bakso Tabaxe Mamazy, yang mana dia buat dengan tangan sendiri. Kalau modal bisnis bakso terbatas maka fokus pada mesin yang utama dulu buat berproduksi. Contohnya ada meat mixer dimana juga bisa disewakan buat menggiling daging orang lain.

Itung- itung menambah modal bisnis utama lah. Cuma dia mengingatkan bercampurnya daging yang beda kualitas akan berpengaruh dengan bisnis kita sendiri. Jadi perhatikan betul daging bakso yang akan kamu oleh di sana. Untuk rumah produksi Aji menyiasati dengan membangun dua tingkat rumahnya buat pabrik.

Tips penjualan menurut Aji adalah adanya pegawai. Penjualan ke tingkat reseller butuhkan pegawai khusus buat mengerjakan. Bicara tentang marketing jika pengusaha bakso lain memilih waralaba. Maka dia lebih memilih buat menjual melalui online.

Muhammad Aji Budiyanto dan istrinya Zulaehah Hidayati, mulai berpikir berbisnis makanan olahan. Awal mula mereka prihatin melihat santapan si kecil. Karena Zualeahah adalah dokter, mereka sadar betul kalau kandungan bahan makanan bukan buat makanan mengkhawatirkan.

Anak- anak butuh protein untuk masa pertumbuhan. Karena itu merupakan bahan baku anti- biotik atau zat kekebalan. Inilah lahir ide bisnis olahan tanpa MSG. Bermula dari menjual ke tetangga, keluarga, dan teman, akhirnya banyak orang berminat untuk membeli.

Dari sana mereka mulai serius menekuni bisnis makanan olahan. Produk pertama mereka adalah nugget sehat tanpa bumbu masak. Mulai produksi April 2012 silam, yang awalnya bernama SEHATi, kemudian jadi Mamamzy sejak 27 Februari 2013. Produknya juga merambah aneka mie sehat berbahan sayurang juga.

Bakso Cinta Bakso Berbentuk Hati Solo

Profil Pengusaha Ihsan Jamaludin



Mungkin bagi beberapa orang, bakso hanyalah daging sapi yang dicamput tepung tapioka. Sekedar bola gumpalan lezat di lidah. Memang sangat populer dan banyak sudah pengusaha sukses. Mereka tetap bisa sukses meskipun mengambil ceruk yang sempit. Mereguk keuntungan dalam- dalam berkat aneka inovasi.

Disetiap daerah Indonesia pasti ada bakso. Dari mulai jualan gerobak keliling, warung pinggir jalan, juga sampai restoran mahal menyuguhkan bakso. Pengusaha bakso kali ini memanfaatkan kepopuler bakso lewat bentuk hati.

Bisnis waralaba


Banyaka pewaralaba menjajal bisnis bakso. Tidak sedikit untung- untungan, mereka mengandalkan bentuk unik selain cita rasa. Contoh Ihsan Jamaludin pengusaha bakso yang mulai awal 2010. Dimana inspirasi bakso berbentuk hatinya dari sebuah film Indonesia.

Bakso Cinta Kartasura buka setahun sudah banyak peminat. Mereka ingin menjadi mitra bisnis Ihsan lewat bisnis waralaba. Ihsan lantas menanggapi hal tersebut. Selektif Ihsan sudah memiliki tiga cabang waralaba Bakso Cinta Kartasura Solo. Bahkan salah satu calon datang dari Bangka Belitung, namun belum bisa terpenuhi.

Alasannya karena mahal biaya ongkos pengiriman bahan. Ditambah sulit mendapatkan bahan baku. Lantas rencana tersebut ditunda sementara. Ya karena bisnis Ihsan bukan sembarangan bakso berbentuk hati. Dari cita rasa sendiri sudah dikhaskan oleh Ihsan. Jadi soal cita rasa bumbu kaldu sapi tidak boleh sembarangan saja.

Keunggulan bukan sekedar pada bentuk hati. Menggunakan kaldu sapi asli serta racikan sendiri, Ihsan bisa meyakinkan bahwa baksonya bukan sekedar bantuk hati. Bakso Cinta Kartasura adalah bakso dengan tiga menu khas: Bakso cinta anak, bakso cinta remaja, dan bakso cinta keluarga.

Beda porsi dan beda harga. Bakso cinta anak harganya Rp.3.000 per- porsi, bakso cinta remaja Rp.5000, dan bakso cinta keluarga Rp.6.500. Sebagai tambahan, tidak lupa Ihsan berkreasi lagi, yaitu bakso tahu cinta, tempe goreng, dan telur puyuh , yang diberinya nama menu lophe- lophe.

Ihsan menawarkan paket investasi Rp.30 juta. Rincian Rp.15 juta buat biaya waralaba, perlengkapan, ada rombong, dandang bakso dan mie, kompor, blender, desain interior, sudah termasuk media promosi yang nilainya Rp.15 juta.

Ihsan juga memberikan pelatihan meracik bumbu. Sudah termasuk SOP disiapkan buat mitra bisnis Ihsan. Manariknya bahan baku utama tidak wajib dibeli dari pusat. Ihsan juga tidak mengutip biaya royalti. Dia mengatakan lahan ideal bisnisnya 6x6 meter. Dimana gerainya mampu dikunjungi setidaknya 300 orang.

"Kenyamanan pengunjung harus diperhatikan," ujarnya. Omzet penjualan menurut perhitungannya bisa diraih mitra adalah Rp.800.000 per- hari. Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat kan. Dalam lima bulan ia yakini mitra bisa balik modal.

Bagi mereka yang meragukan Bakso Cinta Kartasura sebagai waralab. Ihsan mencontohkan Ali Syahroni yang baru satu bulan bergabung. Sudah mampu meraih omzet Rp.500 ribu dari janji Ihsan Rp.800 ribu per- harinya. Meskipun meleset setidaknya pendapatan Ali sudah pasti ke depannya bersama Bako Cinta.

Masalah Dihadapi Pengusaha Salon Anata

Profil Pengusaha Henry Setiadi Halim 


 
Tidak mudah bagi seorang Henry Setiadi Halim, untuk mencapai kesuksesan sekarang. Sang pemilik salon Anata ini kemudian bercerita tentang kisahnya sedikit. Bermula hobinya motong- motong rambut teman hingga keluarga. Henry kecil terus mendalami hingga memasuki usia remaja 18 tahun.

Namanya belajar sendiri tidak semua sesuai. Potongan rambut Henry terkadang tidak sesuai keingan. Ya hasilnya banyak teman dan keluarga protes. Meskipun dibilangin salah, Henry tidak menyerah justru dia semakin bertekat memperdalam hobi.

Kesalahan terjadi karena dia belum sadar fakta: Bahwa bentuk kepala orang beda- beda. Apalagi waktu itu dia memakai gunting besar buat kain. Usaha pertama dibuka sangat sederhana, yakni ada di Jalan Emong, Bandung, di tahun 1985.

Ia menyadari kekuranganya. Mangkanya Henry sering mengikuti seminar pelatihan. Tidak pernah ikutan sekolah khusus. Tetapi, sekarang, nama salon Anata terkenal dengan jumlah tempat tersebar di penjuru Kota Bandung.

Total pegawai salon mencapai 800 orang dan 4000 pengunjung tiap hari, dimana harga layanan paling murah sekarang Rp.17.000. Ketika baru membuka salon hanya memiliki 8 orang pegawai. Apa kendala berbisnis salon? Adalah ketika pegawai laki- laki Henry memiliki perasaan halus tidak seperti laki- laki biasa.

Ini sempat membuat Henry putus asa. Dia tidak betah dengan lingkungan dibangunya. Ada perasaan ingin tidak lagi menjadi pengusaha salon. Namun, perasaan tersebut urung, karena dia mengerjakan itu menurut apa passionya. Apalagi mempertahankan pelanggan dianggapnya paling sulit, ujar pria kelahiran 28 Februai 1958 ini.

Meskipun setiap salon memiliki pelanggan satia, tetapi kalau sampai tidak bisa memberikan pelayanan yang bagus. Bisa- bisa dibajak dan pelanggan setia pun mengikuti mereka. Meskipun nama tenar pun tak akan menyelamatkan. "Sekali pindah, mereka yang keluar bisa berbondong- bondong," tutupnya.

Kakak Beradik Pengusaha Muda Puding Puyo

Profil Pengusaha Adrian Christopher dan Eugenie Patricia Agus 


 
Variasi makanan penutup mulai marak. Apalagi dikalangan anak muda jaman sekarang. Keunikan tersebut juga dibawa oleh mereka pengusaha muda. Gairah muda memberikan warna pada makanan desert yang telah ada. Ambil contoh kisah sukses kaka beradik Adrian Christopher Agus dan Eugenie Patricia Agus.

Para pengusaha muda banyak sudah meraup sukses dari desert. Mereka berbisnis puding bikinan sendiri. Mereka memberi nama bisnisnya Puyo, didirikan pada Julia 2013 silam. Lewat sarana sosial media itu mampu meraup banyak penggemar mencoba. Kemasan sangat anak muda menjadi alasan lain kenapa bisa sukses.

Bisnis anak muda


Berawal dari sang ayah yang hobi memasak. Kebetulan masakan andalan ayah adalah puding. Nah, ketika mereka coba rasanya melekat di hati, jadi mereka mulai mencoba membuat. Aneka percobaan untuk bisa membuat puding yang beda. "Akhirnya kita eksperimen terus dan terciptalah Puyo," jelas Adrian.

Adrian dan Eugenie berkuliah jurusan bisnis dan manajemen. Mereka mulai dengan menawarkan ke teman terdekat hingga keluarga. Sukes puding lembut mereka membuat saudara dan kerabat ketagihan. Puding yang dibuat mereka bukan puding biasa melainkan soft pudding.

Juli 2013, mereka lantas memasarkan puding mereka, namanya Puyo Silky Dessert melalui Instagram. Mereka ingat betul waktu itu Ramadhan. Lewat cara marketing tersebut bisnis Puyo langasung menangkap perhatian. Pemasaran lewat sosial media teratur, pembayaran lancar dan respon cepat dipenuhi mereka.

Adrian insiatif menggunakan dua akun bank, bisa bayar lewat ATM, sala satunya Bank Central Asia yang mana dia memanfaatkan SMS banking. Ketika pesanan melonjak mereka menangani. Mereka sudah siap soal pembayaran.

Meskipun berawal dari iseng, mereka tidak pelit meskipun tidak besar, mereka mengeluarkan modal uang sampai  Rp.5 juta. Uang tersebut merupakan pinjaman ayah kepada mereka. Uang tersebut merupakan pinjaman berjangka tiga bulan. Jadi salam waktu tersebut mereka harus sukses tidak ada alasan apapun.

Eksperimen selama tiga bulan. Bahan utamanya bukan susu hewani. Melainkan memakai susu nabati yang lebih sehat. Lebih sehat juga cocok buat mereka yang alergi susu hewani. Aneka rasa mereka tawarkan seperti rasa ubi ungu, stroberi, teh hijau, pisang, coklat, mangga, hazelnut.dll.

Di Januari 2013 mereka sudah memiliki booth resmi kedua Puyo Silky Dessert. Harga jual produknya Rp.12.500. Keunggulan mereka selain cita rasa ialah tetap inovatif. Mereka selalu menghadirkan varian produk baru termasuk dalam rasa. Penjualan kemudian ditingkatkan ke tingkat reseller hingga bisa masuk restoran.

Tercatat makanan mereka nangkring di beberap restoran, seperti di Jakarta Selatan, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Bekasi dan Bandung. Sebut saja nama Dapur Ciragil dan Newbury Cafe, dengan begitu saja mereka mampu mengantungi omzet ratusan juta.

Pembuat Patung Lilin Hingga Replika Makanan Eki

Profil Pengusaha Eki Puji Lestari 


 
Kesempatan bisnis selalu terbuka. Terutama bagi mereka yang peka. Kesempatan tidak datang dua kali dan moment indah harus diabadikan. Jadi Eki Puji Lestari mencoba menggabungkan kedua idenya. Lahirlah ide bisnis souvenir pernikahan tetapi tidak mau sama dengan orang lain.

Sekitar beberapa tahun silam, Eki dan calon suami tengah kebingungan soal apa souvenir bisa diberikan, apa yang bisa membuat teman, kerabat, dan rekan kerja mengingat. Inilah ide bisnis muncul dibenak Eki seketika. Bukannya mencari toko souvenir pernikahan malah Eki memutuskan membuat sendiri.

Idenya bagaimana membuat lilin dalam gelas. Nanti, lilin- lilin tersebut diberikan kepada para tamu buat dibawa pulang. Tidak disangka tanggapan begitu baik. Banyak orang mulai menanyakan dimana sih Eki membeli souvenir tersebut. Perempuan asli Solo, Jawa Tengah, itu kemudian menunjukan si pembuat.

Ide bukan sembarangan ide bisnis. Dia mengekspolari bentuk lilin. Bentuk lilin tidak sama dengan lilin yang dijual dipasaran. Dia membayangkan hobinya sendiri. "Kebetulan saya hobi jajan dan makan kue," ia melanjutkan. Jadilah bentuk lilin buatan Eki berbentuk aneka makanan enak di mata tetapi tidak di lidah.

Ia berpikir kan kue jaman sekarang lucu- lucu. Dia lalu membuat bentuk berdasarkan itu. Pemilik Griya Lilin Solo tersebut mengatakan memang butuh waktu. Tahapan pembuatan lilin lebih rumit dibanding lilin biasa. Pertama dia menggunakan adonan lilin yang dilelehkan sampai cair.

Lalu dicampur, kemudian dicetak menjadi berbagai bentuk, untuk selanjutnya dibentuk aneka makanan. Seperti cupcake, milkshake, es krim, rainbow cake, serta aneka kuliner lainnya. Eki benar detail hingga ia bisa membuat semirip mungkin aslinya.

Ia juga tidak berpuas diri. Lewat tangan kreatifnya, dia menciptakan lilin aroma terapi berbentuk makanan, mulai dari aroma framboze, melati, teh hijau, kayu manis, mawar, cengkeh, lavender, dll. Dimana calon pembeli mereka calon pengantin. Ternyata target pasar Eki kena berhasil meraih apa yang diincar selama ini.

Bisnis sendiri


Selepas menikah, Eki tidak langsung menggeluti bisnis lilin makanan, dia sempat bekerja pada perusahaan. Namun karena sering diprotes anaknya, Arlinda Yasmin Australia, dia mengubah rencana hidupnya dan jadi pengusaha merupakan pilihan.

Kenapa sang anak protes karena tidak ada waktu. Wanita 39 tahun ini sering pulang sore hingga malam. Ia memang sudah penat bekerja di garmen. Mulai dia merintis ulang usaha lilin dulu. Dalam merintis bisnis Eki punya startegi berproduksi sedikit dulu. Dari patung lilin sampai lilin aroma terapi dibuat oleh Eki sekarang.

Usaha dari istri Widi Nur Susanto ini, mampu meraup untung sampai puluhan juta. Dengan harga jualnya bervariasi antara 3 ribu- 15 ribu. Kalau mau bikin yang spesial, bisa pesan satu set replika makanan, yang dia bandrol Rp.700.000 per- set.

Sukses Eki membawanya tidak cuma dikalangan masyarakat. Kalangan pengusaha makanan juga percaya akan kemampuannya. Mereka biasanya minta dibuatkan replika menu mereka. Skalanya 1:1 dimana itu lantas dipasang di restoran mereka.

Lewat bisnis dia menjadi penggerak ibu- ibu sekitar. "Saya memilih hias karena waktu itu memang masih sedikit yang memproduksi," ujarnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba