Uniknya CEO Bergaji Triliunan El- Erian

Biografi Pengusaha Mohamed A. El- Erian


 
Istilah orang yang terlahir penuh keberuntungan. Dari keluarga mapan terpandang serta juga diberkahi otak cerdas (jenius). Keberuntungan sejak lahir itulah sosok Mohamed A. El- Erian menurut paham kami. Dari Wikipedia.org dijelaskan ayahnya merupakan pejabat di PBB. Dia kelahiran New York, 19 Agustus 1958, tapi melewati masa kanaknya di Mesir. Ketika ayahnya menjabat pada 1968 ikutlah dirinya kembali ke Amerika.

Dia selalu mengikuti jalan ayahnya. Bahkan ketika menjadi Diplomat di Prancis (1971- 73). Cuma datang ke Mesir beberapa kali. Ia lantas ikut pindah hingga menetap di Inggris.

Sosoknya jenius dalam bidang ekonomi. Masih kecil bersekolah di St. John's School, Leatherhead, sebuah sekolah sementaranya, hingga akhirnya bisa masuk ke Queen's Collage, Cambridge. Benar- benar singkat sekali pendidikannya. Ia kemudian mendapatkan gelar honoris Sarjana Ekonomi. Dia kemudian mendapat gelar Master dari Oxford University. Kemudian mendapatkan lagi gelar honor buat Doktoral dari American University in Cairo.

Sukses membawanya mendapatkan jabatan di PBB, yakni di IMF. Dikenal sebagai begawan -nya ekonomi membuatnya masuk daftar pembicara. Dia bahkan masuk daftar A- List di Financial Times. Adalah sebuah koran ekonomi asal Inggris. E- Erian menjadi penulis utama disana. Ia juga editorial di Foreign Policy dan jadi penulisa utama. Tak cukup ulasannya masuk laman situs Bloomberg, Business Insider, The Wall Street Journal, Fortune, The Economist, dll.

Bicara soal karir diluar dari kegiatannya menjadi kolumnis. Paling menonjol apalagi kalau bukan ialah dia menjadi CEO PIMCO. Sebuah perusahaan investasi global bermarkas di Newport Beach, California, yang mana punya 2.000 orang pegawai bekerja di 13 kantor di 12 negara berbeda. Asetnya tak main- main yaitu $2 trilion. Perlu diketahui perusahaan ini merupakan bagian dari Allianz.

Jenius ekonomi


Tahun 2008, dia menulis buku yang jadi best seller dibidang ekonomi, judulnya "When Markets Collide" Itu terdaftar salah satu buku terbaik. Sosoknya juga disebut sebagai orang paling berpengaruh di "500 orang paling berpengaruh di Planet" oleh Foreign Policy tahun 2013. Keahilaanya dibidang ekonomi diakui super mumpuni melalui serangkain jabatan ke- organisasian. Dia pernah bekerja buat IMF khusus Deputy Head of the Middle East.

Namanya berpengaruh besar dalam pertubumbuhan ekonomi di dunia Arab. Dia kemudian bekerja sebagai direktur untuk Solomon Brother bagian pajak. Sebelumnya, ia bekerja untuk IMF, dimana dirinya didapuk menjadi orang penting selama 15 tahun. Sosoknya membuat gebrakan ketika mengumumkan konsep New Normal. Sebuah cara baru melihat ekonomi dan pasar saham dunia. Khususnya bagaimana ia mampu melihat masa depan Eropa.

Ia bahkan meramalkan krisis finansial Eropa sekarang. Itu sudah ada jauh di tahun 2010 -an.

"Investor harusnya menginvestasikan apa yang mereka tau. Kesalahan paling besar adalah sebuah investasi di apa yang mereka tidak ketahui," sebuah kata bijak darinya tentang investasi.

Dia mampu melihat sisi lain sejak krisis global 2008 di Eropa. Bahkan ketika meramalkan hal itu. El- Erian bahkan sempat- sempatnya meminta istrinya. Dia sempat meminta istrinya mengambil uang tunai sebanyak- banyak dari ATM. Dia bahkan mengajukan surat bangkrut Chapter 2011 pada 2011 padahal kejadian yang namanya krisis hutang terjadi di 2015.

"Saya meminta istri saya untuk pergi ke ATM dan mulai menarik uang tunai sebanyak ia bisa," ujarnya.

Ketika sang istri bertanya kenapa, dia berkata ringan, El- Erian tidak tau apakah ada kesempatan buat bank buka ketika krisis hutang (Yunani) datang ke Eropa. Padahal hal itu belum terjadi sama sekali saat itu. Oh, ya, sebagai tambahan dia punya seorang anak perempuan. Ini akan menjadi kisah menarik pada bagian lain dari artikel ini.

Dia bergabung dengan PIMCO tahun 1999. El- Erian digadang- gadang menjadi pengganti sang CEO saat itu Bill Gross. Bahkan digadang bisa melebihinya di aspek bisnis. "Saya terkadang bercanda bahwa dia akan lebih lama dari saya. Saya mengakui itu akan buruk, jika disetiap sisi, Bill tidak disini," ujarnya. Menunjukan bagaimana dekatnya dirinya dengan sang pendiri PIMCO Bill Gross. Dia sempat berhenti dari PIMCO lantas membantu Harvard soal keuangan.

El- Erian juga dikenal sebagai salah satu dosen di Harvard sejak 2006- 2007.

Keluarga lebih penting


Sukses duduk di PIMCO membuatnya bergaji hampir satu triliun. Bayangkan gajinya begitu besar tapi takut akan resesi dunia. Bukan karena dia tak mampu mengatasi. Tapi dia telah melihat lebih jauh dan beberapa orang tak yakin kepadanya. Sosoknya mungkin jenius dibidang ekonomi keuangan namun juga merupakan sosok sayang keluarga pula. Sukses justru memakasanya keluar dari pekerjaan, loh kok bisa?

Rumornya sih dirinya keluar dari jabatannya sekarang CEO. Karena hubungannya memburuk dengan Bill Gross tapi faktanya tidak. Alasannya justru sangatlah manis buat dicermati. Hal ini terjadi karena sebuah waktu ia sedang berdiskusi dengan putrinya. Sebuah pembicaraan santai ketika ia meminta putrinya berumur 10 tahun itu buat menyikat gigi. El- Erian sadar kehilangan 22 momen bersama putrinya ketika mereka asik saling bercanda.

Dia terlalu sibuk bekerja. Kehilangan momen pertaman ialah ketika hari pertama putrinya baru saja masuk sekolah, kemudian pertandingan futbal pertama, juga parade Halloween. Dilansir dari India Times, ia lantas menyebut insiden itu karena pekerjaanya mengharuskan berkeliling dunia. Dia melanjutkan ceritanya. Ketika dirinya menyikat gigi. Putrinya meminta tunggu sebentar beberapa menit jangan tidur dulu. Putrinya kemudian keluar membawa secarik kertas.

"Dia kembali membawa secarik kertas. Ternyata itu adalah sebuah catatan daftar momen dan aktivitas pentingnya yang terlewatkan oleh saya karena komitmen pekerjaan. Mata saya terbuka karenanya," inilah masa sulit baginya.

Sejak kejadian tersebut terjadi ketidak seimbangan dalam hidupnya. El- Erian merasa buruk sekali. Ia jadi sangat defensif. Sadarlah dirinya kehilang satu momen penting. Dia butuh perubahan. Hingga pria bergelar master investasi, berumur 56 tahun, memutuskan menukar jabatannya menjadi pekerja paruh waktu. Dia juga keluar dari pekerjaan menjadi penasehat perusahaan pusat Allianz.

Sosoknya jenius dibidang ekonomi, keuangan, dan investasi. Dan, ternyata juga seorang sayang keluarga, lantas apalagi bisa kita lihat dari biografi ini. Faktanya setelah tidak bekerja dirinya masih "bekerja" menjadi anggota aneka organisasi ekonomi. Dia juga humoris loh. Dia adalah penggemar American Football. Dimana ia merupakan penggemar NY Jets. Lucunya ketika ditanya soal krisis Eropa. Secara "njeplak" berkata ini masalah krisis di Zona Eropa ada hubungan dengan New England Patriots.

Apa itu adalah sebuah tim rugbi asal Inggris. Dimana sebagai penggemar NY Jets sendiri merupakan musuh bebuyut. Dia menggabungkan korelasi antara Inggris di New York. Menggaris luruskan hubungan kedua tim berbeda negara dengan masalah krisis ekonomi. Dia juga pada satu sesi wawancara menyebut. Jikalau kamu mau jadi karyawan PIMCO maka jadilah atlet dibidang ini.

"Pertama, kita mencari atlet terbaik. PIMCO telah sangat baik untuk membawa seseorang dan kemudian menemukan posisi baru bagi mereka di tim, dan kemudian menemukan bahwa mereka unggul. Beberapa orang anda ajak berbicara punya keunggulan di posisi baru. " terangnya kepad wartawan.

Hal lain yakni dari kacamata Business Insider lewat Simmon Foxman. Ia melihat bahaw El- Erian tidak buat soal fashion. Meski sudah sukses seharusnya punya aneka dasi. Anehnya bahwa selama dua bulan El- Erian memakai dasi sama. Yah, ia mengenakan satu dasi bermotif sama atau mungkin dasi yang sama terus- terusan. Selama Wawanacara Bloomberg TV tentang lapangan pekerjaan sejak Februari- Maret 2012; terlihat mengenakan dasi itu- itu saja.

Hampir Bangkrut Karena Menaikan Upah Minimum

Profil Pengusaha Dan Price 



CEO perusahaan satu ini bikin geger seluruh dunia baru- baru ini. Memang namanya tak fimiliar bagi telinga kita. Juga tidak bagi dunia ketika kami amati. Namun, berkat satu langkah nyata, usahanya menanjak tinggi mendapatkan perhatian banyak media masa. Apakah sebuah taktik marketing tertentu. Apalagi masalahnya ia menaikan gaji pegawainya berkali lipat. Ada harga harus dibayarnya buat sekedar "baik hati".

Namanya Dan Price, CEO sebuah perusahaan asal Seattle, Washington DC, membuat geger dengan tiba- tiba menaikan gaji pegawainya. Tak tanggung sampai 93% dimana bersumber dari gaji pokoknya. Dimana perusahaannya Gravity Payment memang dikenal punya performa baik. Ada 120 orang karyawan dimana ia menaikan gaji mereka $70.000 per- tahun atau setara 13 miliar rupiah kala itu. Sebagai catatan sendiri, Gravity Payment, merupakan perusahaan kartu kredit dan pemprosesan keuangan.

Didirikan pada Fabruari 2004 oleh Lucas dan Dan Price sendiri. Berdiri dari kamar asrama Seattle Pacific University berlanjut menghasilkan miliaran rupiah. Dan waktu itu masih berumur 19 tahun loh ketika memulai usahanya. Modal usahanya adalah pengalaman mengatur keuangan sebuah band sekolah, Starightforward. Sukses dari sinilah Gravity Payment punya modal, di Juni 2008, merupakan perusahaan kredit nomor 1 di Washington, melayani total lebih dari 12.000 klien di penjuru negara.

Pada Juni 2010, sosok Dan mendapatkan penghargaan dari Presiden Barack Obama, dirinya mendapatkan penghargaan Small Business Administration untuk National Young Entrepreneur of the Year.

Memilih beda


Menurut sumber Wikipedia perusahaanya memang tak mengenal sistem gaji standar. Tahun 2013 lalu memilih untuk menaikan gaji 2% buat karyawan bergaji dibawah $100.000. Padahal Kongres memutuskan bahwa akan ada kenaikan pajak atas gaji karyawan. Menarik karena seharusnya karyawan miliknya kehilang 2% dari apa yang gaji mereka bayarkan.

Gravity Payments sendiri menghasilkan $100 juta dari kostumernya dan cukup percaya diri akan ekonomi Amerika. Apakah alasan menaikan gaji sampai miliaran per- tahun kali ini. Dalam artikel disebutkan bahwa ia tidak peduli soal uang. Dia ingin mensejahterakan mereka. Ketika dirinya memotong gajinya di tahun 2015 ini menjadi pengalaman luar biasa katanya. Ia merasakan uang menggerogoti hidupnya. Di Amerika Serikat sendiri ada kesenjangan gaji yang sangat tinggi antara atasan dan bawahan.

"Mengetahui ada yang hidup seperti itu menggerogoti saya dari dalam," imbuh Dan, menyatakan apa yang dia lakukan murni adalah rasa kasihan.

Riset yang didukung oleh badan Standard & Poor's, dimana level presiden dibayar 354 kali lipat di atas karyawan paling junior. Langkahnya menimbulkan kehebohan karena baru sekarang ada eksekutif mau untuk dibayar murah. Sekedar informasi lagi nih Washington punya UMR terbesar seantero Amerika, dimana kamu akan dibayar $9,47 per- jam.

Dan sendiri merupakan pemilik saham terbanyak perusahaan. "Kita peduli akan investor dan kita tak begitu juga peduli jika tentang karyawan," tegas Dan.

Ia menambahkan melihat nasib karyawannya itulah mengingatkan dirinya masa dimana dia memulai dulu. Dan mengingin karyawannya mendapatkan liburan penuh. Bennet (28 tahun) salah satu karyawannya mengaku senang sekali. Selama bekerja bersama Gravity Payments dirinya mendapatkan $43 ribu atau setara Rp.55,8 juta per- tahun. Kini, gajinya bertambah drastis $10 ribu atau Rp.130 juta per- bulan, atau setara $53 ribu per- tahun.

Nasib sial


Dan Price merupakan salah satu contoh atasan mulia. Sayangnya, beribu sayang, fakta kinerja perusahaan tak mendukung ini. Sejak memotong gajinya sendiri dan menaikan gaji karyawannya. Tau kah kamu nasib dari bos perusahaan besar ini. Menurut The New York Time, ia "dipaksa" bekerja lebih keras, dan haruslah hidup jauh dari rasanya menjadi bos. Ia bahkan dipaksa menyewakan rumahnya.

"Saya bekerja sangat keras seperti saya mencoba bekerja agar itu (rencananya) bekerja," ujarnya.

Mencoba memenuhi kebutuhan lain melalui menyewakan rumah. Ketika menaikan upah minimun diatas itu bukannya pekerja bekerja lebih giat; ia kehilangan dua pekerja utamanya. Semua karena ketika mereka itu mulai merasa gaji mereka "kecil". Dibanding mereka yang baru saja bekerja. Mereka yang telah bekerja lama merasa "dibedakan" atau disama- samakan dengan karyawan baru. Mereka itu adalah karyawan lama eksekutif perusahaan.

Salahnya adalah faktanya, Dan Price, memerintahkan kepada manajer finansialnya, Maisey McMaster, buat menaikan gaji mereka yang kurang skill dan bepengalaman. Tujuan awalnya mungkin agar mereka pekerja baru lebih bersemangat. Sayangnya lagi mereka yang gajinya bertambah tak optimal bekerja. Perusahaan itu akhirnya kehilangan pula beberapa pelanggan. Mereka mulai melihat ada kesalahan dalam manajemen uang perusahaan.

Maisey McMaster sendiri merupakan salah satu yang keluar. Yang lainnya adalah sosok Grant Morgan, 29 tahun, alasanya simple saja, "sekarang orang- orang yang cuma santai didalam dan luar menghasilkan gaji sama dengan saya." Terus bagaimana dengan pelanggan layanan yang kabur. Ada masalah kepercayaan soal mereka. Bayangkan beritanya begitu masif di media masa menakutkan. Mereka khawatir harus membayar lebih banyak.

Mereka khawatir harus membayari kenaikan gaji karyawan Gravity Payments. Meskipun ada pelanggan baru sayangnya, katanya, tak akan bisa menutupi pengeluaran tahun depan. Disisi lain kisah ini, pendiri lain dari perusahaan, Lucas yang punya 30 persen saham mengadukan tuntutan hukum. Dua minggu saja sejak kenaikan gaji gila- gilaan tersebut. Tuntutannya karena melalaikan pemegang saham minoritas. Dan itu telah mengambil kebijakan sepihak.

Ya, Dan Price bergaji $1 juta per- tahun, sekarang tak cuma kehilangan banyak gajinya. Akhirnya justru membuat karyawannya kabur karena gajinya naik.

Semua karena pengaturan kenaikan gaji sangat berantakan. Kenaikan gaji itu dibuat berlaku penuh semua karyawan baik lama ataupun baru. Alasannya membangun ekonomi berkeadilan gaji. Namun muncul efeknya negatif bagi karyawan lama mereka. Disisi lain, pelanggan khawatir atas langkahnya, hingga di Agustus 2015 ini kehilangan banyak pendapatan dari pelanggan, kemudian disusul patnernya sekaligus saudaranya, Lucas, menuntutnya karena tak sepaham.

Anak 15 Tahun Dihukum Karena Jualan di Sekolah

Profil Pengusaha Tommie Rose



Sejak kapan menjadi entrepreneur diajarkan. Kapan anak- anak baiknya diajarkan tentang entrepreneurship itu sendiri. Di era sekarang, waktu yang tepat adalah sedini mungkin, mungkin ada beberapa orang tua bilang jadi pengusaha itu bakat. Tidak juga lah demikian. Sebut saja seorang Warren Buffett semenjak kecil ia telah diajarkan hitung- hitungan ekonomi. Ya, semua karena ayahnya adalah seorang broker saham ternamaan, apalagi yang bisa diajarkan.

Ada istilahnya buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sama halnya padi makin berisi akan makin menunduk. Dan, pada akhirnya akan anak kamu raih sebagai sumber kehidupan. Tidak ada istilah terlambat tapi lebih cepat lebih baik. Tidak perlu spesifik belajar tentang apa itu kapitalisme. Akan tetapi ajarkanlah bahwa anak kamu harus bekerja keras buat mendapatkan sesuatu.

"Tidak ada kebanggaan dalam kemudahan," sebuah pepatah.

Entrepreneur dunia mengajarkan kita bagaimana mereka memulai. Mereka adalah contoh kapan layaknya anak mendapatkan pelajarannya. Contoh kecilnya dari Forbes: Andrew Carneige, sejak umur 13 tahun, sudah asik mengolah benang di tempat penenunan kapas; Jack Welch, umur sama, mulai menjual koran dan bekerja sebagai kady; kemudian paling legendaris, sosok Warren Buffett, diumur segitu sudah menjual aneka permen karet, soda, dan majalah.

Ketika kamu telah mengajarkan makna menjadi pengusaha. How to be entrepreneur kepada anak kamu nantinya. Nah, kamu akan menghadapi masalah, ketika lingkungan lain di luar keluarga tak mendukung usaha anak kamu. Sebut saja kisah pengusaha cilik berikut bernama Tommie Rose asal Salford UK. Dia sudahlah mendapatkan pendidikan cukup soal kewirausahaan. Entrepreneurship merupakan panggilan hatinya, akan tetapi sayangnya, sekolah tak mendukung!

Jualan diam- diam


Umur 15 tahunm, tengah dipuncak menikmati apa itu entrepreneurship, meski baru sekedar hobi tapi sudah cukup menghasilkan dollar. Dia menurut laporan Mirror.co.uk menghasilkan $22.000. Cuma bermodal jualan jajanan di sekolahnya. Sayangnya, ada aturan melarang berjualan di sekolah jadilah jualannya ini diam- diam saja. Dia menjual jajanan dan minuman bersoda. Bahkan mampu mengaplikasikan marketing modern yakni dibantu temannya.

Modalnya $100 uang saku harian. Kemudian dia membayar $9 buat dua temannya. Tujuannya adalah agar lebih banyak menjual. Tiga sekawan memulai bisnisnya sendiri. Karena rajin berjualan jadilah ada diskon dan kemudahan dari pihak toko langganannya. Di Inggris, ada aturan ketat tentang berjualan apalagi yang dijual adalah jajanan dan soda (junk food). Hingga Tommie akhirnya mendapatkan suspensi 10 hari di sekolahnya. Hingga pindah ke sekolah baru hukuman sama telah menanti.

Tommie mengaku buat apa uangnya. Maka ia menjelaskan bahwa uangnya akan digunakan buat kuliah. Yah, inilah yang diajarkan oleh orang tuanya tentang nilai uang. Bukan pentingnya kita mempunyai uang. Ia bahkan cukup ambisius bertekat masuk Oxford atau Cambridge -pengusaha cilik ini tak berhenti. Semuanya karena adanya "larangan" berjualan makanan tak sehat. Sayangnya orang tuanya tak mengajarkan bagaimana untuk beradaptasi.

Pengusaha harus punya attitude selain menghormati uang. Ajarkan bahwa konsumen adalah raja berarti anak harus tau bagaimana berjualan sehat. Jujur- amanah itulah ajaran Nabi Muhammad jikalau berbicara apa itu entrepreneurship bukan sekedar paham nilai uang; kamu harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Tidak ada yang mudah termasuk soal pengajaran kewirausahaan. Tommie sendiri didakwa menjual produk ilegal tak sesuai aturan.

Jiwa entrepreneurshipnya atau kewirausahaanya tak sejalan. Benar memang konsepnya tapi salah dalam hal eksekusi idenya. Disisi lain ada pengusaha cilik tengah merintis karir. Disisi lain adanya aturan di sekolah agar tidak semua anak bisa berjualan tanpa pedulia kesehatan. Menurut juri acara Dragon's Den semacam acara Shark Tank atau Berani Jadi Miliarder menyebut bahwa nila entrepreneurship sudah ada di dalam dirinya. Tidak perlu berdebat atas apa yang dilakukannya.

Ini memang tentang cara pandang. Cara bagaimana kita mengajarkan dan memilih sekolah. Mungkin kasus di atas tak terjadi di Indonesia. Karena sekolah di Indonesia, umumnya, tidak memiliki aturan spesifik tentang berjualan di sekolah. Ini merupakan kesempatan buat kamu orang tua. Ajarkanlah nilai uang sejak dini agar anak tau hidup mandiri. Akan tetapi ada riskan karena berarti anak bisa berjualan apa saja; contohnya jualan petasan?

So, jangan ragu juga, ajarkannlah bagaimana berjualan sehat, menghormati pembeli, bersikap amanah dan juga jujur berbisnis. Termasuk jujur kepada orang tuanya bahwa mereka tengah berbisnis. Jangan biarkan anak kamu manja tapi juga jangan biarkan anak kamu jadi penyelundup (pedagang gelap).

Lahirnya Flickr Serta Solusi Malasnya Email

Biografi Pengusaha Stewart Butterfield



Aplikasi ini disebut- sebut aplikasi penghancur email. Aplikasi ini adalah sebuah chat room bagi pegawai di perusahaan kamu. Memastikan kamu tak perlu repot menyiapkan email buat berkomunikasi. Ini akan mudah -memudahkan kinerja antar pegawai. Dimana kamu disediakan ruang berbicara efektif. Tak perlu lagi atasan menulis memo untuk pekerjanya.

Salah satu pengguna aplikasi ini termasuk perusahaan media, Business Insider. Dimana kamu tingga masuk ke aplikasi, mendaftar, dan berkomunikasi efektif. Ini sangatlah popular tahun lalu bahkan bisa dibilang jadi inspirasi Facebook buat pekerja. Menjadi yang pertama membuatnya memiliki 500.000 pengguna dan terus tumbuh. Investasinya juga tumbuh mencapai $2 juta di tahun 2015 menurut Bloomberg Report. Siapakah sosok dibaliknya?

Namanya Stewart Butterfield bukanlah nama baru dalam dunia startup. Dia pendiri Flickr loh. Kemudian ia jual kepada Yahoo tahun 2005. Butterfield menikahi Caterina Fake, patner wanitanya mendirikan Flickr di tahun 2001- 2007, dimana keduanya punya satu anak perempuan lahir di 2007.

Bisnis pertama


Merupakan putra seorang psikiater, namanya Stewart Butterfield, dimana nama kelahirannya adalah Daniel Stewart Butterfield. Namun, menurut situs Wired.com, nama kelahirannya adalah Dharma Jeremy Butterfield. Ia merupakan putra dari David Butterfield dan seorang wanita bernama Norma. Ayahnya merupakan tipikal orang tak terbius gemerlap Amerika. David Butterfield memilih menetap terus di Kanada, hingga bertemu ibunya, tapi hidup dalam kemiskinan.

Bayangkan ayahnya menyiapkan sebuah rumah untuk istrinya yang tengah hamil. Rumah sederhana, malah sangat- sangat sederhana; tanpa listrik, tanpa air, tanpa telephon. Tahun 1973, Norma melahirkan seorang bayi laki- laki sehat. Waktu berlalu dimana setiap orang berkompromi akan keadaan. Dan, akhirnya David bisa sukses, disaat mereka memutuskan pindah ke Victoria, British Columbia. Tahun itu, 1977, mereka telah memiliki rumah nyaman.

Mereka sudah merenofasi rumah. Punya pekerjaan tepat yang telah mapan. Mereka telah sukses kehidupan dalam sosial. Dan, akhirnya David tumbuh kumis, bisa memberikan apa yang kita sebut kapitaslime. Nah, dari sinilah Dharma bisa mendapatkan komputer pertamanya di umur 7 tahun. Namun, apa yang paling menyenangkan ialah berubahnya nama dari Dharma jadi Stewart. Ketika itu, Stewart Butterfield telah masuk umur 12 tahun.

Nama itu menurutnya ketika sudah dewasa. Nama Stewart sebenarnya tidak lah menarik; terlalu normal. Ia menyebut tidak ada sosok sukses bernama Stewart. Di umur 16 tahun, menjadi catatan karena di umur itu dirinya sudah bisa jalan- jalan ke China. Kemudian masuk ke kampus University of Victoria mengambil satu jurusan yakni filisofi. Sukses membawanya mendapat gelar Master lewat Cambridge dan bersiap buat masuk PhD.

Sayangnya, ketika itu godaan akan namanya internat tiba. Dia terjebak dalam dunia barunya. Disana ada hal musik, dan situs, membuatnya disana terus. Hingga, pekerjaan pertamanya adalah disebuah perusahaan berbasis dotcom. Dimana waktu itu tengah ngehit- hitnya hingga akhirnya jatuh. Tahun 2000 -an, dia sedang berjalan- jalan di San Fransisco, bertemu seorang blogger wanita disana. Caterine Fake sendirilah wanita itu yang kemudian dibawanya ke Kanada.

Mereka saling jatuh cinta dan menikah di tahun 2002, hanya beberapa hari setelah bulan madu, berdua dan bersama seorang programer meluncurkan Ludicorp. Sebuah game dimana konsepnya tak ada menang atau kalah selamanya. Ini game tanpa akhir. Kamu bisa memainkannya selamanya. "Stewart selalu datang dengan ide puzzle dan game lain," ungkap Paul Lylod, salah satu teman kuliahnya, yang juga merupakan salah satu pegawai di Ludicorp.

Kemudian ada pristiwa menarik bagi Stewart. Dimana ada seorang blogger dan programer bernama Carl Handerson salah satu penggemar gemnya, yang membuat situs fans Ludicorp dan akhirnya membobol email milik perusahaan. Stewart tau kemudian mengangkatnya menjadi pegawai. Meski sudah memiliki sosok yaitu Carl; bisnis mereka tak berjalan. Semua pegawai perusahaan lantas voting apakah akan melanjutkan. Atau, akan memulai proyek baru, yakni kala itu adalah proyek image- sharing.

Sukses Flickr


Ternyata ini berasal dari satu konsep game mereka. Bagian terbaik dari game Ludicorp lantas digunakannya menjadi bisnis baru. Cal dibantu satu tim -nya kemudian fokus mengerjakan. Stewart mungkin bukan sosok pembuat. Tapi dirinya merupakan sosok pengusaha, kompromis, dan ide bisnis itu sendiri. Dia bahkan mau berjanji kepada Cal agar tetap bekerja untuknya. Lebih tepatnya, jika dia mengerjakan Flickr, maka ia akan tetap diperbolehkan menjalankan gamenya.

Cuma butuh waktu lima tahun. Di April 2004, benda ini dibawa oleh Stewart sendiri ke konfrensi. Dimana ia menjelaskan konsep "game" ini -dari APIs, REST, RSS. Disana sambi menjelaskan, sambil mendadak ikut berpromosi, maka keluarlah nama Flickr dalam konfrensi itu. Sebuah kejutan meski Flickr sendiri masihlah belum selesai. Pukul lima pagi -nya Cal sudah menyelesaikan sentuhan terakhir: Cara mengupload gambar lewat email, jadi orang bisa mengirim lewat handphone jadul.

Demo -nya mengejutkan banyak orang. Ketika Stewart melangkah keluar dari konfrensi; Flickr sudah punya penggemar. Tahun 2004 berbagi foto merupakan hal booming. Flickr merupakan salah satu pioner tagging di dalam gambar. Meski kalah cepat dari Delicio.us tapi disisi lain masih menang. Dimana Flickr merupakan situs pertama yang membiarkan orang login lewat Facebook atau Twitter. Ketika situs lain butuh username dan password, Flickr tidak, cukup klik pilihan dan masuk.

Flickr juga memberikan kesempatan meng- add teman, bahkan memberikan kita pengalaman sosil media. Ini sudah ada sejak jamannya Flickr ini loh. Termasuk soal tema Open API, yah, dimana setiap orang boleh saja membuat memberbaiki datanya. Sistem ini ternyata sangat membantu terutama pada sistem lain. Salah satu darinya adalah Blogger. Yang mana pada jamannya itu tidak memiliki konsep upload gambar sendiri. Nah, sepanjang jalan, akhirnya tiap mobile phone sudah punya kamera sendiri.

Setahun kemudian dijualah Flickr kepada Yahoo. Sayangnya, Yahoo tak sebaik dirinya, Stewart memang sudah dapat uangnya bahkan mendapatkan pekerjaan. Tapi Yahoo terlalu kontroversial baik soal servernya, pengguna, dan data. Tak kuat Stewart sempat akan pindah menyusul istrinya, Caterina. Bisnis besar miliknya ini pindah dari Vancouver ke Bay Area. Setelah tiga tahun bekerja sebagai Senior Direktur Manajemen di Yahoo; ia ingin pindah tapi tertahan.

Yahoo memintanya menetap beberapa bulan. Memastikan tidak ada perpindahan pengguna dari Flickr. Tapi faktanya Yahoo tak melakukan sesuatu. Ia pun memutuskan keluar, membuat memo keluar kepada banyak orang, bahkan tembus sampai ke media masa dari aneka blog teknologi, Valleywag, bahkan the Guardian. Ini menjadi memo paling dibaca oleh banyak orang. Juli 2007, ia punya bayi perempuan baru, tapi enam bulan kemudian bercerai dari istrinya.

"Saya merasa semua hidup saya jatuh berkeping dan nantinya saya harus pergi dan pergi ke India atau ke manapun," ungkap Stewart.

Aplikasi malas


Sosoknya mungkin dikenal akan produknya Flickr. Yang kemudian bersama dua temannya dijualnya  kepada Yahoo. Stewart menyebut, "diantara antara $22 juta sampai $25 juta" di 2004. Ini merupakan pembuka bagi era Web 2,0 dan merupakan pertanda akhir DotCom bubble. Flickr merupakan harta karun penemuan. Tapi bukanlah apa yang direncanakan. Karena ini merupakan bagian dari game tak berujung. Sebuah cara buat mencukupi bisnisnya.

Ini adalah kegagalan finansial. Istilahnya pivot yang merupakan sesuatu tak disengaja, akhirnya, merubah apa jalan sebuah strategi bisnis secara "aneh". Beberapa tahun selepas Flickr, dan Yahoo, Stewart mengerjakan hal baru Glitch. Tapi lagi- lagi permainan tanpa ujung. Akhirnya gagal dijalan. Kemudian menelisik lebih ke Glitch ada ke- "unikan". Sebuah bagian terdengar membosankan dari sebuah game. Ini adalah sistem yang mengubungkan, komunikasi sistem.

Jadilah apa yang kita sebut Slack (malas). Merupakan group chat super lebih besar dari apa kita rasakan dari AOL. Ini berjalan di komputer, web/internet, mobile phone, dan bisa disinkronkan satu sama lainnya. Uniknya sama halnya seperti Flickr ini juga digunakan dalam berbagai hal. Ini sebuah proyek ambisius lain, akhirnya, oleh Stewart yaitu menjadi pusat dari software bisnis lain. Slack digunakan oleh dari Dropbox, Heroku, Google App, dan Zandesk.

Ketika dikerjakan Slack mampu mendata data kamu. Dari sedikit di Twitter, sedikit di Zendesk, sedikit lagi di GitHub. Ia menyebut, "Slack merupakan satu platform bersama dimana kesemuanya menjadi satu. Itu kiranya dijabarkan dalam pemikiran panjang." Ini kolaborasi bersama. Sebut saja ketika kamu mengupload file PDF di Dropbox. Orang lain dalam koneksi kamu akan melihat apa yang kamu upload. Dan, mereka bis mengakses komunikatif.

Tak cuma merekam apa file diupload, tapi memberikan kesimpulan utuh, filenya benar- benar utuh bahkan juga bisa diberikan semacam komentar. Ketika ribet mencari file upload di Dropbox maka cukup gunakan saja Slack. Sambil berkomunikasi sekaligus menemukan barang yang dicari di luasnya internet. Kemudian perusahaan pengguna mulai meningkat sebut saja nama besar Adobe, GoDaddy, eBay, Dow Jones, Sony, Dell, AOL.dst.

Sejak debutnya di Februari 2014, Slack tumbuh sangatlah pesat, dari soal pengguna dimana ada 120.000 pengguna aktif. Dimana ada pula 38.000 orang dari 2000 organisasi (perusahaan) berbeda. Dimana jika soal pengguna perusahaan menggunakan versi berbayarnya. Istilahnya full service dimana menghasilkan untung itu sampai $1,5 juta. Startegi bisnisya adalah membuat Slack se- Microsoft mungkin. Atau, semua orang bisa menggunakannya mudah.

Ini sangat mudah digunakan. Ketika kamu membuka Slack kamu, maka akan ada tulisan "Tiap hari akan jadi lebih baik dari sebelumnya. Terutama hari ini" atau "Tolong nikmati Slack penuh tanggung jawab". Atau, yang menjadi favorit Stewart, "Apa baiknya saya kerjakan hari ini?". Strategi Slack adalah membangun sebuah komunikasi di perusahaan dari paling bawah. Ini sangatlah populer baik buat organisasi non- komersial. Juga tetap terbaik meski tidak membayar atau versi gratisnya.

Alphabet Cerita Lucu Penguasa Internet

Berita Bisnis: Ribetnya Alphabet



Raksasa internet tak selamanya menguasai internet. Google sekarang bagian dari Alphabet, Inc. Tapi lucunya tak memiliki domainnya sendiri. Siapa sangka sang pemilik mesin pencari terbesar ini. Tak disangka meski seharusnya memiliki akses ke semua domain -tidak untuk Alphabet.com. Yah, sejak lama, domain ini telah dimiliki oleh orang lain. Lebih tepatnya milik perusahaan lain yang sialnya merupakan perusahaan besar.

Menurut pengertian Larry Page, Alphabet merupakan koleksi huruf yang terepresentasi oleh aneka layanan mereka. Akan tetapi Alphabet, Inc ternyata menggunakan domain abc.xyz. Loh? Seperti yang penulisa telah jelaskan diatas domain utama Alphabet.com merupakan milik perusahaan besar. Dan, tak mungkin Google tak mungkin menawarnya. Karena Alphabet.com merupakan domain milik BMW dan merupakan juga satu cabang perusahaanya!

Alphabet adalah bagian dari BMW Group. Sudah didirikan jauh- jauh hari yakni sejak 1997, didirikan untuk mobility solution baik buat manajemen dan finansial. Itu sangatlah tidak mungkin untuk menyerahkan domain itu ke Google atau Alphabet, Inc karena sudah stabilis brand -nya.

Sebagai tambahan, lebih lanjut dari situs teknologi Tech Crunch, bahwasanya Google/Alphabet/abc.xyz tidak punya akun Twitter buat @alphabet -dimana merupakan milik seseorang bernama Chris Andrikanich. Tidak pula memiliki akun buat @abc -karena milik media masa ABC. Dan, lucunya tidak pula punya @alphabetinc karena ternyata akun ini telah dimiliki oleh online shop; milik orang Indonesia!

Sejak pengumuman beridirinya perusahaan baru Google, Alphabet, Inc. Banyak peselancar dunia maya cari- cari beritanya dan dimana lagi kalau tidak tersesat di akun- akun diatas. Alhasil pula akun- akun diatas kebanjiran pengunjung banyak sekali. Bahkan pemilk online shop asli Indonesia @alphabetinc harus membuat pengumuman bahwa ini tidak ada hubungan dengan Google dan sudah didirikan sejak November 2011.

Secara resmi Google membuka akun Twitter, Alphabet, Inc yakni di @aLphabetinc, ya, dimana huruf L nya adalah kapital. Tambahan dari penulis, "apakah mungkin online shop itu nantinya dibeli oleh Google?" Secara nilai dollar lagi naik- naiknya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba