Boyan Slat Anak Muda Fokus Membersihkan Lautan

Profil Pengusaha Lingkungan



Pengusaha tak cuma soal uang. Mungkin akhirnya mencari uang, tapi, membuka lapangan pekerjaan tidak harus mengorbankan lingkungan kan. Itulah konsep pengusaha sosial atau social entrepreneurship yang lagi beken- bekennya di luaran sana. Kamu pun jika punya rasa sosial tapi ingin cepat membantu. Ingin lebih banyak lagi membantu cobalah menjadi pengusaha sosial. Kan banyak tuh perusahaan- perusahaan besar yang aktif dalam CSR -nya.

Sebut saja Bill Gates melalui organisasi Bill and Melinda Gates Foundation dan lain- lain. Nah, mereka akan membantu kamu membangun idealisme.

Salah satu yang sedang ramai dibicarakan media asing. Yakni sosok Boyan Slat, penemu dan sekaligus pengusaha sosial di bidang lingkungan, kelahiran 27 Juli 1994, remaja 20 tahun ini tengah menggarap satu proyek besar bernama The Ocean Cleanup. Sebuah organisasi non- komersial yang fokusnya menciptakan satu sistem pasif membersihkan lautan. Fokus pada sistem penangkap sisa- sisa konsentrat dan plastik yang terbawa arus laut.

Ia pernah memenangkan Best Technical Design dari Delft University of Technology. Dalam perjalanannya sistem The Ocean Cleanup telah matang. Lauatan akan bisa membersihkan dirinya sendiri. Bermodal sebuah viral- marketing How the Oceans can Clean Themself, Slate mampu meraih perhatian dunia. Tak tanggung- tanggung anak muda asal Belanda tersebut menghasilkan donasi senilai $2 juta. Uang tersebut digunakan sebagai pilot- installation.

Tahun 2011, dia memenangkan Champion of the Earth dari United Nations Environment Programme.

Muda berprestasi


Dikutip dari laman UNEP.org atau United Nations Environment Programme, Slate sudah lah berprestasi di bidang lingkungan sejak remaja. Umur 19 tahun, ketika anak- anaknya sibuk berselfi ria, sibuk aktif bersosial media, dirinya sudah punya passion kepada plastik. Lebih tepatnya bagaimana membersihkan lingkungan dari sampah plastik. Hal yang menjadi perhatiannya adalah kontaminasi lautan oleh aneka plastik. Dari yang berasal dari kosmetik, produk plastik lain, atau botol plastik.

Kamu perlu tau apa yang dibuang akan ke laut. Emisi plastik akan berputar- putar di satu tempat yakni ada di lautan luas. Dan, tidak ada solusi pasti tentang lautan luas yang tercemar, ini sangatlah berbahaya bagi lingkungan hidup mahluk laut. Jalannya dimulai ketika dirinya masih berumur 16 tahun. Ketika masih sekolah menengah pertama dirinya sangat asyik menyelam. Slat menemukan keanehan ketika dirinya asyik berdiving di Yunani.

Dia menemukan tak ada ikan terlihat. Semua karena tumpukan sampah di dalam lautan. Kecintaanya akan dunia laut, hobinya menyelam, membawanya pada satu kesimpulan pentingnya laut. Dia pun fokus pada satu pengembangan sistem tata air ketika sekolah menengah. Meski masih remaja hidupnya dilalui mencari tau apa- apa masalah plastik. Selama enam bulan dirinya fokus mempelajari polusi plastik di lautan lepas. Ia punya mimpi tentang lautnya sendiri.

Dia bermimpi bahwa laut akan membersihkan dirinya sendiri. Yaitu melalui arus laut dalam dan arah angin yang akan membawa puing- puing plastik. Bagaimana agar tidak berputar- putar di lautan lepas. Jikalau para ilmuan sekarang fokus pada kapal dan jaring. Idennya adalah sebuah dinding- dinding solid yang mana tak akan menjaring mahluk hidup di lautan bebas. Bermodal fokus dan tidak takut akan kegagalan. Dia yang sudah punya visi memilih keluar dari kuliahnya.

Slate keluar dari kampusnya Jurusan Ilmu Aerospace dan memimpin 10 orang. Sebuah tim bekerja sama membangun mimpinya. Lahirlah organisasi bernama The Ocean Cleanup Array. Slat sukses mendapatkan perhatian dunia dengan caranya. Bermodal marketing viral organisasinya berhasil mengumpulkan $2,2 juta dalam sebuah kampanye. Dia tercatat sebagai 20 Most Promising Young Entrepreneurs Worldwide oleh Intel EYE50.

Persentasi miliknya dalam sebuah seminar bernama TEDxDelft 2012, yang mana persentasinya telah ditonton
lebih dari 1,5 juta orang.

Estimasinya ada 300 juta ton sampah plastik di produksi dan dibuang ke lautan lepas. Ada 5 triliun lebih yang mempengaruhi kehidupan mahluk air. Untuk membersihkan lautan dibutuhkan dana besar yakni untuk kapal dan jaring. Oleh itulah Boyan Slate lahir: melahirkan konsep untik bagaimana membersihkan lautan dari sampah plastik dengan sendirinya. Agaknya ini bukan proyek imajinatif, terbukti bahwa dia mampu mencipta sebuah kendaraan unik canggih; untuk mengeruk sampah.

Website:

www.boyanslat.com
www.theoceancleanup.com

Warisan Bisnis Sang Nenek Sukses Coklat Vanssa

Biografi Pengusaha Sukses: Farida Ariyani

  

Bagaimana rasanya mendapatkan warisan berupa uang dari orang tua ya. Rasanya pasti seneng tapi apakah yang dirasakan jika kamu harus diwarisi usaha milik mereka. Pengalaman baru dan beban tersendiri bagi hidup seorang wanita bernama Farida Ariyani. Ditambah lagi ketika itu bisnis warisan tersebut sudah lah berhenti. Ia harus meneruskan bisnis keluarga milik sang nenek, mau tak mau karena suami juga bermasalah. Gulungan krisis keuangan mau- tak mau sama saja baginya membangun bisnis dari nol.

Nama Vanssa Chocolate punya pasar tersendiri di hati masyarakat. Bukan perkara mudah menembus pasar dalam negeri. Meski merupakan salah satu penghasil kakao terbesar. Indonesia sendiri masih dalam batasan dalam pengembangan bisnis coklat. Mungkin serbuan coklat asing jadi salah satu yang menggulung produk ini. Farida adalah seorang wanita biasa. Dia bisa dibilang beruntung karena sedari kecil sudah dibekali ilmu wirausaha.

"Faktor lingkungan dari orang tua, sejak kecil saya sudah tau soal coklat dan permen. Saya menguasai betul, dari nenek, saya belajar coklat," jelasnya kepada pewarta Detik.

Ketekunan dan kreatifitas menjadi modal utama. Guna membangun brand -nya kembali segala daya telah ia lakukan selain mengikuti resep keluarga. Sedari kecil wanita asal Malang, kemudian menetap di Gresik, memang sedari kecil sudah tau apa coklat. Merunut jauh nenek buyut Farida juga lah seorang pengusaha dan kebetulan pengusaha wanita; seperti hal neneknya. Satu pembelajara dari wanita- wanita hebat tersebut ialah dirinya harus "tidak sering- sering meminta uang dari suami".

Sejak muda sudah mandiri, "jadi perempuan jangan suka minta uang suami. Nanti suami cepat marah," jelas wanita berjilbab ini.

Nasehat itu menurun dari nenek buyut, ke nenek, dan kemudian ibunya yang kemudian menasehatinya. Juga termasuk soal bisnis. Selepas menikah dengan suaminya, Rudi Rachmansyah, pada 1987, wanita yang biasa dipanggil Ida sudah punya usaha sampingan. Yaitu membuat usaha katering dan juga memberikan les bagi anak- anak sekitar. Suaminya sendiri adalah seorang pengusaha asal Gresik. Jika dibilang soal uang harusnya itu lebih dari cukup.

Bisnis inovasi


Memegang bisnis warisan bukan perkara mudah. Harus membawa nama Vanssa Chocolate jadi lebih baik lagi. Ia pun bersemangat menimba ilmu ke pusat penelitian coklat dan kakao di Jember, Jawa Timur. Dulu, Ida juga punya usaha sendiri, tapi kok tak maju- maju cuma sebatas sampingan. Beda dengan sekarang ia harus menjalankan bisnis keluarga. Apalagi ditambah pas masa krisis moneter, tahun 1998, suaminya terkena imbas.Ya, bisnis sang suami terpukul krisis moneter.

Disisi lain, dirinya harus menggantikan usaha sang nenek, dua hal itulah yang membuatnya lebih bersemangat. Ada utang bank menumpuk milik suami yang juga perlua ia sadari kala itu. Ketika itu mentalnya ada dititik nol. Sebelum mantap berbisnis sendiri ketika bangun tidur apa yang ditakutinya adalah tumpukan hutang tersebut. Ditengah himpitan tersebut ketika berkunjung ke rumah nenek. Ia diwarisi usaha miliknya untuk dia jalankan di Malang.

Di sana, Ida menemukan alat- alat pembuat coklat warisan, alat- alat pembuatan sirup dan kue milik sang nenek. Usaha sang nenek sendiri sudah berhenti tapi belum lama ini. Surat ijin usahanya saja masih berlaku ketika Ida datang. Alat- alat milik Siti Aminah (nama neneknya) terlihat teronggo di gudang. "Maka, saya berpikir, kenapa tidak melanjutkan usaha nenek," kenangnya. Ada tiga pilihan bisnis milik sang nenek untuk digeluti. Apakah membuat coklat saja, atau beserta sirup dan kue.

Keputusan memilih coklat karena produk satu ini lebih digemari. Soal pembuatan sirup dan kue dirasanya jadi kurang fokus. Berat rasanya mengerjakan usaha sirupa atupun kue, begitu jelas ibu dua anak ini. Cukup bermodal satu juta rupiah hasil menjual kalung. Dibantu seorang karyawan yakni pembantunya sendiri. Dari tempat neneknya coklat pun jadi. Begitu dipasarkan hasilnya mengejutkan laris- manis. Meski begitu bukan perkara mudah awalnya pernah ditolak pemilik toko dan swalayan berkali- kali.

Ditolak mentah


Tak bisa menembus pasar ritel adalah momentum. Dia melirik cara lain yakni mulai dari teman- teman lantas naik ke toko- toko kecil. Semuanya dijalankan setahap- demi setahap. Ditengah perjalanan bahkan harus rela menjual mobil kesayangan. Meski bermodal warisan tapi faktanya usaha brand miliknya. Benar- benar lah baru dari seorang Farida Ariyani. Untuk itulah ia memikirkan bagiamana agar coklat miliknya punya satu karakter khas.

Di tahun 2000, sebenarnya Ida menggunakan brand sang nenek agar berjaya, yaitu nama SA. Namun pada tahun 2004 memutuskan mengganti nama jadi Vanessa by SA. Bermodalkan ciri khas nama, kemudian dalam hal rasa, mulailah ia mematenkan nama, mengajukan serifikasi halal, dan lain- lain. Sayangnya, nama Vanessa ternyata sudah kena paten, jadilah nama itu diganti Vanssa. Dalam perjalanan itu ia mengeluarkan lebih banyak uang.

Dia pun memutuskan memproduksi untuk momen- momen tertentu.

"Saya hanya membuat coklat Vanessa sebelum Lebaran, Natal, tahun baru atau pada musim Valentin saja," ujarnya menjelaskan.

Sekali produksi pun tidak lah banyak cuma bermodal empat karyawan musiman. Lantaran bersifat musiman karyawan biasanya tak betah. Ini cukup mengganggu tingkat produktifitas dan kualitas. Tak ingin kehilangan karyawan terus menerus harus lah ada solusi. Di tahun yang sama, tahun 2004, ia memutuskan harus lah total bagaimana pun caranya. Seperti diceritakan diatas ia bergabung ke pusat penelitian coklat, dan kopi untuk lebih jelasnya.

Dari tempat tersebut, dipelajarinya bagaimana cara mengemas coklat higienis agar tak terkena udara. Ida lantas cuma membuat coklat Vanssa untuk sekali makan saja. Maksudnya adalah coklat mungil yang tiap kepingnya berbobot 10 gram saja. Supaya unik aneka isinya ditambahka kedalam coklatnya. Isiannya dari blueberry, kacang, aneka manisan buah, dan adapula cairan coklat atau ganache. Dari segi bentuk kemudian dibuat seapik mungkin hingga pantas tiga kepinya dihargai Rp.10.000 per- buah.

Margin untung bisa dibilang lumayan yakni 25%. Guna mencapai penjualan dibutuhkan pengorbanan besar. Seperti dikisahkan diatas bahwa produknya sempat ditolak oleh toko- toko dan swalayan. Sulung dari tiga bersaudara itu kemudian mengintip celah ekspor. Didukung oleh sang suami bisnisnya mampu menembus celah ekspor. Ida juga tak segan keluar masuk toko kembali. Meski saat itu, bahkan tanpa dicicipi para pemilik toko dan pihak swalayan coklatnya ditolak.

Namun, berkat kegigihannya akhirnya bisa tembus, total ada 30 toko dan swalayan di Surabaya. Sejak tahun 2005, Ida juga aktif mengikuti pameran, utamanya yaitu pameran produk UKM di kawasan Jakarta Convention Center (JCC). Ia ikut mewakili produk unggulan dari Jawa Timur. Hasilnya cukup memuaskan yaitu meraup rata- rata 2 juta sehari. Lain cerita ketika mengikuti Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran Jakarta Utara hasilnya pernah lebih rendah.

Pasalnya menurutnya faktor letak stan di PRJ tak mendukung. "Waktu itu tempat saya di Hall C, jadi agak sepi," jadilah ketika itu dirinya cuma meraup 1 juta sehari.

Selain pemaran UMKM ada pula pameran coklat yang hasilnya lebih memuaskan. Vanssa dilirik banyak orang berminat menjadi agen. Secara resmi dirinya punya tiga agen dari Jakarta dan Bali. Ketika mengikuti pameran coklat hasilnya bisa mencapai 10 juta rupiah. Ini membuktikan bahwa rasa coklat Vanssa ampuh bersaing dengan pengusaha coklat lokal mapan.

Penjualan coklat Vanssa merambah hingga ke pasar selain Surabaya, Bali dan Jakarta, yaitu sampai ke Sidoarjo, Gresik, Jogja, Kendari, Batam, Balikpapan. Bahka menembus pasar ekspor di Jeddah sebagai oleh- oleh. Terutama varian coklat isi kurma yang idenya datang ketika musim Lebaran tiba. Edukasi pasar jadi fokus utama memperkenalkan produk lokal ini. Ia optimis bisnis coklatnya bisa berjalan lancar. Pasalnya untuk persaingan lokal masih jarang- jarang.

Apalagi dirinya getol membuat inovas baru. Mulai dari rasa sampai kemasan unik tapi tetap terjaga. Vanssa sempat dipandang sebelah mata. Masyarakat sendiri memandang sebelah mata. Tapi melalui harga yang baik yakni Rp.6.500 sampai Rp.40.000, mampu membuat masyarakat berpikir ulang; lantas mencoba. Nah, kalau sudah mencoba, pastilah mereka bisa ketagihan. Itulah kiranya cara terbaik mengedukasi masyarakat melawan produk asing.

Bisnis coklat Vanssa tumbuh 10%- 20%. Dimana mampu menjual 100 kg per- hari, perusahaanya kini sudah bisa meraup Rp.100- 150 juta. Coklatnya terjual 100 kg per- hari atau 2- 3 ton per- bulan. Bicara soal bahan baku dari lokal mencapai 40%- 60%.

Alamat: Delta Sari Indah AX 17 Waru, Sidoarjo, Jawa Timur
Email: farida_ariyani12@yahoo.co.id.

Kesalahan Warren Buffett Menurut Peneliti

Artikel Bisnis: Kebiasaan Orang Kaya Nyata



"Kesalahan kata bijak Warren Buffett," inilah yang tengah diangkat oleh seorang kontributor di Business Insider. Kami akan membahasanya. Dengan gaya tulis berbed kami, penulis akan mencoba menceritakan ulang apa- apa yang ditulisnya. Kontributor itu bernama Thomas C Chorly yang ternyata adalah penulis buku best seller. Namanya dikenal sebagai Tom Corly penulis buku yang berjudul Rich Habits: The Daily Success Habits of Wealthy Individuals.

Menurut pandangannya ada beberapa ciri sama seorang kaya raya. Dan, menurut pandangannya apa yang dikatakan Buffett tidak lah selalu tepat, loh kok?

"Tempatkan semua telur anda dalam satu basket, tapi awasi basket itu benar- benar," -Warren Buffett

Menurut Corly kata bijak diatas bukanlah kebenaran.

Dia kemudian mengambil contoh ayahnya sendiri. Seseorang yang punya kekayaan, orang kaya, yang mana kehilangannya dalam semalam. Corly menyebutkan: bisnis itu hancur karena semua apa yang dia punya ditaruh di rumahnya. Mereka tinggal dikawasan elit dimana juga merupakan satu- satunya harta. Ayahnya tak punya simpanan atau investasi tambahnya. Dan, akhirnya, suatu ketika ketika kekayaan itu hilang, hilang pula satu basket penuh usaha milik ayahnya.

Corly kemudian mengadakan aneka penelitian. Selama lima tahun, ia telah meniliti dan mendokumentasikan 233 orang kaya dan 128 orang miskin. Ada perbedaan dalam hal prilaku diantara keduanya.

Kembali ke ayahnya, dia tinggal di rumah cukup mewah, setara angka $3 juta, atau jika dihitung sekarang seharusnya bisa senilai $20 juta. Rumah ayahnya kemudian hangus terbakar dan kehilangan semuanya dalam semalam. Dalam pemikiran penulis ini hanya perumpamaan bahwa samua kekayaan. Semua milik ayahnya yaitu semua bisnisnya dipertaruhkan menjadi sebuah rumah mewah yaitu gaya hidup; tidak ada simpanan atau investasi bentuk apapun.

Nyatanya ayahnya bukan Warren Buffett. Ia mendapatkan banyak pelajaran bahwa, ketika suatu malam sang ayah mulai bercerita tentang apa dilakukannya dan bahwa dia menyesal  -andaikan saya memiliki lebih dari satu basket. 

Corly belajar bahwa setiap orang kaya memiliki banyak basket atau banyak sumber pendapatan. Dan, fakta Warren Buffett meski memiliki satu perusahaan, dia telah menginvestasikan beberapa investasi kecil dan besar di aneka perusahaan. Tak percaya? Klik link diatas, dibawah foto diatas, ada link yang menuju ke biografi Warren Buffett.

Hitungannya dari banyak orang kaya:

1. 65% setidaknya punya tiga sumber
2. 45% setidaknya punya empat sumber
3. 29% diantaranya bahkan punya lebih dari lima

Mereka menaruh kekayaan mereka untuk menghasilkan lebih banyak sumber kekayaan lain. Jika terjadi masalah yang menimpanya. Jika satu basket itu berlubang, yang lainnya bisa datang menambal, memperbaiki dan juga akan menolong gaya hidup mereka. Sementara itu mereka yang miskin, hanya  punya satu sumber pendapatan -pekerjaan mereka. Maka jikalau mereka kehilangan pekerjaan, ketika itu, mereka akan pindah rumah dan akhirnya harus tinggal dengan saudara.

Kamu harus berinvestasi untuk mengamankan aset. Dan, jikalau kamu kehilangan satu pekerjaan, kamu akan bertahan untuk membangun kembali. Ingat jika kamu menaruh telur (uang) dalam satu sumber pendapatan yakni pekerjaan. Cuma untuk memenuhi kebutuhan, tanpa menabung atau berinvestasi, meski kamu akan naik jabatan dan naik gaji. Ketika basket itu berlubang maka uang akan mengalir turun; hilang tanpa tersisa.

Berikut cara bagaimana kamu menghasilkan uang dari basket lain:

1. Menabung, menabung, menabung yaitu menyisihkan 10- 20% dari pendapatan bersih (sudah dipotong pengeluaran ini- itu) pertahun.

2.  Perluas cakupan mu. Mulailah Kerjakan bisnis sampingan atau pekerjaan sampingan yang menghasilkan uang.

3. Menciptakan basket lain. Ambil tabungan dan penghasilan tambahan di point satu dan dua, alihkan ke bentuk investasi yang menghasilkan pendapatan pasif, seperti properti, rental, saham, reksadana, deposito, surat hutang negara, atau juga bisa dalam bentuk asuransi.

Cara lain adalah bekerja sama dengan orang lain. Kemudian bersama membangun portfolio dari keuangan sendiri. Seperti kerja sama dibidang gas alam, minyak, gas bumi, properti, ataupun bisa berupa penyeawaan kapal atau apapun. Menurut penulis sendiri tiga point diatas adalah sebuah tahapan. Jika kamu mau benar- benar kaya maka tidak bisa cuma menabung di Bank. Atau, kamu juga tidak bisa cuma memiliki satu- dua sumber pendapatan sampingan; investasi menciptakan pendapatan pasif adalah kepastian.

Mulailai membuat sumber pendapatan pasif sebanyak mungkin. Bukan cuma pekerjaan sampingan ataupun bisnis sampingan atau sekedar menabung itu kiranya. Bekerja sama dengan orang lain, membangun portfolio bisnis kamu sendiri. Semua itu bisa kamu pelajari lebih lanjut jika membaca buku karya pembicara, ahli finansial, Tom Corly dalam bukunya tersebut diatas. Di umur sembilan, ketika itu keluarganya adalah multi- jutawan tapi dalam semalam, usaha milik keluarganya itu hilang.

Website: richhabits.info

Ekonomi Amerika Kebijaksanaan Warren Buffett

 Artikel Bisnis: Upah Minimum Bukan Solusi



Tulisan menarik dituangkan dalam sebuah artikel di situs Wall Street Journal. Tulisan yang ditulis langsung oleh sang CEO Berkshire Hathaway sendiri.

Kamu pasti sudah dengar tentang dollar naik atau apalah- apalah itu. Tapi tau kah kamu bahwa Amerika saar ini tengah dilimbungkan oleh kebijakan ekonominya sendiri. Sejalan dengan aneka hal kebijakan baru mendorong nilai tukar menaik. Kenyataanya ada masalah mendalam dalah hal si kaya dan si miskin dalam Amerika Serikat.

Ekonomi hari- hari ini, dengan aneka startup menurut penulis, dan Warren Buffett mengindikasikan hal itu sebagai suatu efek domino. Teknologi membuat sebagian lebih cepat kaya dari yang lain. Mampu merubah posisi si kaya dan si miskin semakin tak terkendali. Setidaknya itulah yang tengah penulis pahami. Orang- orang dengan talenta tertentu mampu tumbuh pesat, sangatlah pesat, mereka adalah baik pria atau wanita berbeda dengan kemampuan lebih dari sebagian orang.

Di tahun1982, ia mencatat dalam daftar orang kaya Forbes, 400 orang terkaya kala itu punya kekayaan $93 miliar, jika kekayaan mereka digabungkan. Tahun ini, di 2010 keatas, dari 400 orang kaya yang masih sama total kekayaanya jadi $2,5 triliun. Atau, naik jadi 2,400% lebih dari tiga dekade berlalu. Dimana untuk orang orang berpendapatan menengah cuma naik 180%; sama halnya dengan Indonesia, tapi berbeda hitungannya. Intinya yang kaya makin kaya dan yang miskin tak mungkin beranjak dari kelas menengah.

Tidak ada teori konspirasi soal ini!

Yang ada adalah yang miskin karena ada si kaya yang kaya. bukanlah orang miskin tidak boleh kaya. Justru perlu kamu tau, menurut Buffett, bahwa orang "miskin" berkontribusi besar pada kekayaan. Sayangnya, di jaman sekarang pasarlah yang berkuasa, sebagian lain tertinggal dan sebagian lain melaju terlalu cepat. Mereka ini adalah para penemu ulung berasal dari para orang miskin ataupun kelas menengah. Sebut saja Steve Jobs, Henry Ford, Sam Walton, dll.

Mereka adalah manajer alamiah dan inovator Amerika mengagumkan. Bukan tentang kaya atau miskin, menurutnya ini tentang melaju pesatnya kebutuhan pasar. Dimana jika merujuk pada jaman agrari, dimana semua orang bisa mencangkul, Amerika pada 200 tahun yang lalu: semua pekerjaan bisa dilakukan. Tidak ada pangkat manajer, atasan, direktur, begitu kiranya. Dan semua orang bisa bertani. Kemudian dimana hewan lantas membantu petani meningkatkan produktifitas.

Kemudian ada lagi mesin sehingga perdagangan pada pasar berubah. Secara umum meraka yang tak punya talenta menurutnya akan mengalami masalah. Pasarlah yang menilai nilai mereka di dunia pekerjaan berapa nilai meraka; tidak ada nilai minumun untuk satu pekerjaan. Jika kamu punya sesuatu yang tidak lah dimiliki orang kebanyakan; maka itulah kekayaan kamu. Jikalau adanya permintaan akan pekerja meningkat pada Amerika. Tidak semua orang mau bekerja pada sektor buruh. Dan, semua orang memilih sektor apa yang ia inginkan. 

Kenyataanya mereka tak memiliki talenta lebih untuk itu. Di era ekonomi modern, dimana semuanya tentang kebutuhan pasar, maka jika kamu tak siap fisik dan mental. Kamu akan tertinggal jika tidak lah siap mengupgrade fisik ataupun mental secara ekonomi, bahkan akan tertinggal jauh dari apa yang kamu bayangkan. Apa yang dipahami dari beberapa tulisan ini, adalah bahwa pasar lah yang menuntut kita memiliki skill lebih. Jangan berharap menaikan upah minimum akan manaikan posisi kita.

Kenyataanya di Amerika sendiri; menurut Buffett upah minumum bukanlah solusi kemiskinan. Yang ada hanyalah menaikan upah minimun dan disama ratakan akan semua pekerjaan; akan mengurangi kemampuan tenaga kerja itu sendiri. Disisi lain para pengusaha harus berlomba menghadapi pasar. Bukan hal mustahil kelak kebutuhan pasar akan mendorong, penggantian peran manusia dalam hal untuk memenuhi kebutuhan. Itu semua karena permintaan pasar akan talenta baru.

Pengetahuan baru lah harus dimiliki oleh pegawai. Meningkatkan kualifikasi mereka kepada kebutuhan pasar. Dimana sebagian lainnya memiliki talenta diluar keumuman lebih dulu dan juga mau mengikuti pola- pola pasarnya, dan semakin terdepan -dan semakin terdepan. Mereka adalah pengusaha sukses melihat kebutuhan apa pasar sekarang. Amerika bukan membutuhkan upah minimun. Juga bukanlah membutuhkan orang kaya baru. Yang dibutuhkan Amerika sekarang ialah difersifikasi bisnis guna mensuport pasar.

Untuk artikel lengkap disini

Apa Rasanya Jadi Samurai Buta di Dunia Virtual Reality

Game Virtual Reality Blind Swordman



Game virtual reality melangkah jauh dari sekedar apa yang orang bayangkan. Jika orang berpikir bahwa VR atau virtual reality, baik dari Samsung, ataupun produk lain, maka dalam benak mereka adalah game yang sangat memanfaatkan indra penglihatan. Bagaimana jika sebaliknya, jika kita bermain game VR, untuk jadi seorang samurai buta. Cuma mengandalkan sistem audio menakjubkan dan laya hitam.

Blind Swordman, sebuah judul permainan terbaru yang fokus pada petualangan trio pembunuh. Mereka itu adalah pembunuh bayaran tapi buta. Memanfaatkan headphone selain kacamata canggih, kamu diharuskan mengetuk layar, mereka- reka dimana musuhnya. Meski tidak sangat menarik menurut Engadget tapi bisa jadi inilah kecanggihan game -tak terbatas pada apa yang bisa kita lihat dan pegang.

Menurut pencipta game tersebut, Scott Leaman, menjelaskan bahwa bisnis gamenya fokus pada sebuah eksperimen apakah virtual reality tidak cuma video. Apakah bisa kita fokus pada audio atau software suara yang tangguh juga. Ini akan menjadi pengaruh besar pada dunia audio dalam membangun dunia baru. Bisa saja kelak menggabungkan dua dunia -dunia tanpa suara dan dunia suara, dalam satu kesatuan begitu lah kira penulis saat ini.


Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba