Ganti Tab Browser Chrome Kamu Dengan Dua Ekstensi Ini

 
Bosan dengan tab browser yang cuma layar putih polos. Tenang, Google Chrome menyediakan satu ekstensi tambahan agar tab browser lebih indah. Sebuah ekstensi yang akan membuat Chrome kamu tak tampil cuma polosan melainkan aneka karya seni. Ekstensi yang mengganti layarnya menjadi lukisan karya- karya besar, seperti van Gogh, Seurat, Cezanne, dan lain- lain. Akan berganti secara otomatis setiap hari atau setiap nanti kamu membuka tab baru.

Sumbernya dari berbagai museum, semuanya ada dalam satu data bernama Google's Cultural Institute. Yang mana bisa bersumber dari dokumen online ataupun dari museum asli. Menurut Engadget dilansir oleh The Verge, bahwa ada pula ekstensi yang merubah tab browser kamu menjadi Google Map. Dimana kamu bisa memastikan ketika kamu browsing sambil mencari tau dimana kamu sekarang.

Google Menutup Layanan Google Code

 
Dulu, Google punya rencana untuk menciptakan alternatif bagi komunitas open source. Pada tahun awal berdirinya Google Code di 2006, direncanakan ini sebagai tempat para developer. Tempat untuk menyimpan kode- kode ciptaan kita untuk pertumbuhan website. Minggu ini Google memutuskan untuk menutup satu dari layanan gratisnya ini.

Semuanya karena GitHub dan Bitbucket yang memberikan alternatif Google Code lebih menarik. Mereka bahkan mampu menarik banyak developer untuk berpindah. Menempatkan kode- kodenya dalam situs- situs ini. Disisi lain, Google Code memang telah penuh dengan spam dan proyek- proyek yang tak bekerja. Inilah mungkin alasan lain untuk menutup layanan tersebut. Meski begitu untuk semua proyek yang masih ada, untuk kode Wiki, masih bisa hingga 2016.

Untuk kalian developer yang berencana pindah. Kunjungilah situs ini untuk informasi lebih lanjut. Pastikan kamu menemukan alat yang pas untuk mentransfer ke GitHub atau Bitbucket.

Rumornya sih, katanya, ada kemungkinan Google untuk membeli GitHub. Bisa saja mengingat seperti halnya Blogger, yang merupakan bukan layanan 'asli' Google.

Alasan Kamu Gak Boleh Membeli Apple Watch Sekarang

 
Apa alasannya kamu tak boleh membeli Apple Watch sekarang. Ini artikel menarik dari blog Gizmodo yang menyadarkan penulis. Ternyata apa yang dilakukan oleh Apple itu berjalan oleh waktu. Meski mereka bilang kamu harus membeli produk mereka sekarang jangan. Buktinya di 2007, produk terbaru iPhone saat itu ternyata bukanlah produk sempurna. Itu tidak punya fitur 3G ataupun kamera muka untuk selfi. Kamu juga tak disuguhi GPS.

Yang terparah di jamannya itu tidak ada yang namanya Apple Store! Sama halnya untuk iPad pada 2010 silam, bukanlah produk sempurna buat kamu si penghobi selfi. Tidak ada kamera sama sekali! Itu tidaklah muncul hingga iPad 2 diluncurkan. Tidak ada aplikasi Skype. Yang terburuk iPad tidak dilengkapi program multi- tasking. Selain itu dengan iOS muda yang belum berkembang, membuat iPad jadi lemot.

Masih kurang? Untuk produk asli iPod tidak punya Bluetooth saat pertama kali diluncurkan. Itu juga tidak punya kamera sampai diluncurkan ulang hingga 2012.

Beda halnya dengan MacBook terbaru Apple. Ini bukanlah produk pertama seperti temannya Apple Watch. Meski sama- sama 'booming' di 2015. Keduanya dari generasi berbeda, memiliki masa jayanya berbeda. Jika MacBook berarti menyempurnakan. Kamu akan disuguhi perbedaan dari Intel Core Duo ke Intel Core Core i5 pada 2015 ini. Disisi lain, Apple Watch merupakan produk baru sangatlah baru. Meski nantinya kamu mungkin tak akan menemukan Apple Watch dari emas lagi.

Sebuah pertanyaan menggelitik dari pembaca: jika saran ini dijalankan siapa yang akan membeli Apple Watch versi 1 -nya? Lantas, apakah kita akan mendapatkan update, jika Apple Watch tak laku dipasaran nanti? Menarik.

Gurihnya Laba Usaha Tempe Cokelat


Manisnya cokelat memberi untung buat siapa saja menjajakinya. Rasanya yang manis disukai siapa saja baik anak- anak atau dewasa. Menariknya cokelat bisa diolah aneka macam. Bisa dipadukan dengan aneka bahan lain, seperti susu, buah, atau keju. Semuanya dicampurkan merubah cokelat makin enak saja. Tapi apa yang terjadi jika cokelat dicamput tempe.

Mungkin cokelat kacang mete atau tanah sudah biasa. Namun apa jadinya jika dicampur gurihnya kedelai di dalam cokelat. Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu asal Depok. Disela- sela bisnisnya membuat aneka cemilan cokelat aneka rasa. Sherry Dahlia mencoba- coba mencampur tempe didalamnya. Sensasi baru, rasa gurih- manis membuat kamu terkejut.

Umumnya Sherry mencampur cokelat dengan selai stroberi ataupun blueberry. Namun, sekarang, dia sibuk mencampur cokelat isi tempe. Dia menyebutkan apapun isinya di dalam cokelat. Harus lah berbahan kering tak boleh basah. "Saya menggunakan keripik, seperti  rengginang, keripik tempe, tahu atau singkong," tambahnya. Cara membuatnya juga cukup mudah tinggal dicelupkan ke cokelat, lalu tunggu hingga kering.

Dia menjelaskan idenya datang ketika dirinya mengikuti sebuah acara. Di acara bertajuk ethnic food itulah ia menemukan idenya. Ketika itu, ketika menghadiri acara yang dilaksanakan di Bandung itulah ia pertama kali membuat makanan cokelat dari bahan lain. Awalnya dari dodol belimbing dicampur cokelat jelasnya. Lalu, mulailah ide mencampur makanan khas Indonesia itu ke dalamnya. Intinya ia ingin merubah imej cokelat yang kebarat- baratan.

Memulai mengerjakan kudapan cokelat sejak 2008. Sudah banyak aneka cokelat telah ia temukan untuk dijadikan bisnis. Apreasi pembeli yang tertarik membuatnya semakin bersemangat. Barulah di 2009, Sherry menjual olahannya sebagai bisnis. Dari modal 500 ribu, kini, ia menjadi sosok ilmuwan cokelat mencoba aneka rasa di dalamnya.

Untuk membuat tiga toples cokelat ia membutuhkan satu batang dark chocolate. Satu kemasan dibelinya sekitar Rp.35 ribu. Cokelat itu kemudian diolah aneka macam -satu dark cokelat jadi satu toples sedang. Ia lantas menjualnya Rp.40 ribu. Jadilah dari 3 toples tersebut ia mampu mengantongi Rp.140 ribu. Ini lumayan loh, dari pada kamu cuma bengong di rumah?

Lain hal dengan Nunung Nurhayati, dia memanfaatkan tempe biasa yang dijual di pasaran. Cukup dipotong- potong kecil, digoreng, lalu dicelupkan ke cokelat. Agar tidak keras dan renyah dimulut, Nunung memberi saran agar kita tidak mengeringkannya di atas matahari. Tempe cukup diangin- anginkan saja di suhu ruang. Memang itu tampak basah tapi jika sudah digoreng akan sama keringnya.

Kenapa tidak di matahari? Katanya sih, tempe akan kering terlihat renyah, tapi ketika digoreng itu akan berbalik menjadi keras. Siapkan cokelat batang, lelehkan dengan uap panas, setelah itu cari masukan ke mangkuk dan tuangkan tempe goreng itu. Aduk- aduk hingga sokelat menyatu dengan tempenya. Atau, jika kamu mau bentuk bulat, dibentuk bulat dan dicampur cokelat.

"Agar rasanya lebih maksimal, simpan dalam kulkas sebelum dinikmatinya," lanjutnya.

Apple Meluncurkan Adaptor Khusus Macbook 2015


Membeli MacBook terbaru di 2015, berarti kamu sudah siap untuk segala revolusi. Selain perusahaan Apple memastikan tidak ada lagi klik kanan. Maka kamu juga ditawari USB super kecil. Namanya USB- C yang mana fokus untuk semua transfer data dan mencarging baterai. Kurang? Maka Apple telah menyediakan satu produk baru berupa adaptor. Tentu ini adapter khusus buatan Apple memastikan produknya tetap di dalam ceknya.

Apple telah meluncurkan aneka aksesoris untuk USB- C. Untuk menggunakan USB standar seperti kamu mau menggunakan flashdisk. Tenang, Apple telah menyediakan adaptor seharga $19, ada dua tipe yaitu VGA adaptor dan USB-C Digital adaptor. Jadi ketika dulu kamu bisa mencarging smartphone dari laptop. Memang terlihat memaksa tapi ini tipe bisnis milik Apple. Kembali di 1998 perusahaan meluncurkan iMac G3 tanpa floppy drive atau serial port.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba