Alasan Kamu Gak Boleh Membeli Apple Watch Sekarang

 
Apa alasannya kamu tak boleh membeli Apple Watch sekarang. Ini artikel menarik dari blog Gizmodo yang menyadarkan penulis. Ternyata apa yang dilakukan oleh Apple itu berjalan oleh waktu. Meski mereka bilang kamu harus membeli produk mereka sekarang jangan. Buktinya di 2007, produk terbaru iPhone saat itu ternyata bukanlah produk sempurna. Itu tidak punya fitur 3G ataupun kamera muka untuk selfi. Kamu juga tak disuguhi GPS.

Yang terparah di jamannya itu tidak ada yang namanya Apple Store! Sama halnya untuk iPad pada 2010 silam, bukanlah produk sempurna buat kamu si penghobi selfi. Tidak ada kamera sama sekali! Itu tidaklah muncul hingga iPad 2 diluncurkan. Tidak ada aplikasi Skype. Yang terburuk iPad tidak dilengkapi program multi- tasking. Selain itu dengan iOS muda yang belum berkembang, membuat iPad jadi lemot.

Masih kurang? Untuk produk asli iPod tidak punya Bluetooth saat pertama kali diluncurkan. Itu juga tidak punya kamera sampai diluncurkan ulang hingga 2012.

Beda halnya dengan MacBook terbaru Apple. Ini bukanlah produk pertama seperti temannya Apple Watch. Meski sama- sama 'booming' di 2015. Keduanya dari generasi berbeda, memiliki masa jayanya berbeda. Jika MacBook berarti menyempurnakan. Kamu akan disuguhi perbedaan dari Intel Core Duo ke Intel Core Core i5 pada 2015 ini. Disisi lain, Apple Watch merupakan produk baru sangatlah baru. Meski nantinya kamu mungkin tak akan menemukan Apple Watch dari emas lagi.

Sebuah pertanyaan menggelitik dari pembaca: jika saran ini dijalankan siapa yang akan membeli Apple Watch versi 1 -nya? Lantas, apakah kita akan mendapatkan update, jika Apple Watch tak laku dipasaran nanti? Menarik.

Gurihnya Laba Usaha Tempe Cokelat


Manisnya cokelat memberi untung buat siapa saja menjajakinya. Rasanya yang manis disukai siapa saja baik anak- anak atau dewasa. Menariknya cokelat bisa diolah aneka macam. Bisa dipadukan dengan aneka bahan lain, seperti susu, buah, atau keju. Semuanya dicampurkan merubah cokelat makin enak saja. Tapi apa yang terjadi jika cokelat dicamput tempe.

Mungkin cokelat kacang mete atau tanah sudah biasa. Namun apa jadinya jika dicampur gurihnya kedelai di dalam cokelat. Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu asal Depok. Disela- sela bisnisnya membuat aneka cemilan cokelat aneka rasa. Sherry Dahlia mencoba- coba mencampur tempe didalamnya. Sensasi baru, rasa gurih- manis membuat kamu terkejut.

Umumnya Sherry mencampur cokelat dengan selai stroberi ataupun blueberry. Namun, sekarang, dia sibuk mencampur cokelat isi tempe. Dia menyebutkan apapun isinya di dalam cokelat. Harus lah berbahan kering tak boleh basah. "Saya menggunakan keripik, seperti  rengginang, keripik tempe, tahu atau singkong," tambahnya. Cara membuatnya juga cukup mudah tinggal dicelupkan ke cokelat, lalu tunggu hingga kering.

Dia menjelaskan idenya datang ketika dirinya mengikuti sebuah acara. Di acara bertajuk ethnic food itulah ia menemukan idenya. Ketika itu, ketika menghadiri acara yang dilaksanakan di Bandung itulah ia pertama kali membuat makanan cokelat dari bahan lain. Awalnya dari dodol belimbing dicampur cokelat jelasnya. Lalu, mulailah ide mencampur makanan khas Indonesia itu ke dalamnya. Intinya ia ingin merubah imej cokelat yang kebarat- baratan.

Memulai mengerjakan kudapan cokelat sejak 2008. Sudah banyak aneka cokelat telah ia temukan untuk dijadikan bisnis. Apreasi pembeli yang tertarik membuatnya semakin bersemangat. Barulah di 2009, Sherry menjual olahannya sebagai bisnis. Dari modal 500 ribu, kini, ia menjadi sosok ilmuwan cokelat mencoba aneka rasa di dalamnya.

Untuk membuat tiga toples cokelat ia membutuhkan satu batang dark chocolate. Satu kemasan dibelinya sekitar Rp.35 ribu. Cokelat itu kemudian diolah aneka macam -satu dark cokelat jadi satu toples sedang. Ia lantas menjualnya Rp.40 ribu. Jadilah dari 3 toples tersebut ia mampu mengantongi Rp.140 ribu. Ini lumayan loh, dari pada kamu cuma bengong di rumah?

Lain hal dengan Nunung Nurhayati, dia memanfaatkan tempe biasa yang dijual di pasaran. Cukup dipotong- potong kecil, digoreng, lalu dicelupkan ke cokelat. Agar tidak keras dan renyah dimulut, Nunung memberi saran agar kita tidak mengeringkannya di atas matahari. Tempe cukup diangin- anginkan saja di suhu ruang. Memang itu tampak basah tapi jika sudah digoreng akan sama keringnya.

Kenapa tidak di matahari? Katanya sih, tempe akan kering terlihat renyah, tapi ketika digoreng itu akan berbalik menjadi keras. Siapkan cokelat batang, lelehkan dengan uap panas, setelah itu cari masukan ke mangkuk dan tuangkan tempe goreng itu. Aduk- aduk hingga sokelat menyatu dengan tempenya. Atau, jika kamu mau bentuk bulat, dibentuk bulat dan dicampur cokelat.

"Agar rasanya lebih maksimal, simpan dalam kulkas sebelum dinikmatinya," lanjutnya.

Apple Meluncurkan Adaptor Khusus Macbook 2015


Membeli MacBook terbaru di 2015, berarti kamu sudah siap untuk segala revolusi. Selain perusahaan Apple memastikan tidak ada lagi klik kanan. Maka kamu juga ditawari USB super kecil. Namanya USB- C yang mana fokus untuk semua transfer data dan mencarging baterai. Kurang? Maka Apple telah menyediakan satu produk baru berupa adaptor. Tentu ini adapter khusus buatan Apple memastikan produknya tetap di dalam ceknya.

Apple telah meluncurkan aneka aksesoris untuk USB- C. Untuk menggunakan USB standar seperti kamu mau menggunakan flashdisk. Tenang, Apple telah menyediakan adaptor seharga $19, ada dua tipe yaitu VGA adaptor dan USB-C Digital adaptor. Jadi ketika dulu kamu bisa mencarging smartphone dari laptop. Memang terlihat memaksa tapi ini tipe bisnis milik Apple. Kembali di 1998 perusahaan meluncurkan iMac G3 tanpa floppy drive atau serial port.

Toko Google Sudah Tersedia di Tottenham Inggris

 
Google membuka toko nyatanya di Inggris. Ini bukanlah pertama dari perusahaan gadget lain. Ambil contoh ialah Apple yang terlebih dahulu menjual produknya. Kini, Google yang telah memiliki produk 'nyata' sendiri dan akhirnya mulai memperhitungkan hal tersebut. Bagaimana cara menjualnya, Google punya cara sendiri yaitu melalui konsep store in store. Bekerja sama dengan jaringan toko atau retail mapan milik Currys dari PC World.

Tepatnya di kawasan Tottenham Court Road di London, akan menawarkan tutorial untuk berbagai produk miliknya sendiri. Sebut saja aneka produk Android, laptop Chromebook, dan Chromecast TV. Yang jadi menarik adalah produk Android apa yang mereka jual. Apakah perusahaan berbasis Android lain nanti bisa 'dijualkan' disana.

Perusahaan berencana untuk lebih dalam di pasaran Inggris di kawasan Fulham, London, Thurrock, dan Essex. Menawarkan konsep ramah seperti bagaimana agar pengunjung bisa mencoba.

Menurut situs Engadget: tokonya lumayan kecil, dan banyak hal yang menarik untuk anak- anak dan juga dewasa. Ada logo perusahaan dominan di depan tokonya. Lalu, adapula konsep 'doodle wall', menyajikan arena buat anak dan dewasa membuat doodle -nya sendiri. Kalau berbicara doodle dan tembok tenang ini bukan cat dinding biasa. Karena mereka menyediakan kaleng cat artificial, dimana kamu disini akan melihat sebuah layar komputer bukan tembok asli.

Untuk artikel lengkap disini.

Perusahaan Costumer Service Online Memanusiawikan

 
Kalau berbicara tentang teknologi ditambah layanan konsumen. Maka beberapa orang akan berpikir dunia serba otomatis. Beda dengan pemikiran seorang Mikkel Svane, salah satu pengusaha sukses dibidang IT. Dia melihat adanya layanan costumer service mumpuni ada pada memanusiakan. Memulai karirnya lama di bidang yang sama membuatnya agak jenuh. Bekerja dalam bisnis software untuk layanan costumer service sudah mendarah daging.

Awalnya dari kejenuhan inilah ia memutuskan membuatnya sendiri. Beda dengan apa yang ia kerjakaa disaat itu, yang ia sebut, "pengalaman sangat mengecewakan." Sistem yang tak akrab -tidak ada satupun yang tau bagaimana menggunakannya. Dalam level paling bawah mereka sama sekali tidak menangani pelanggan sebaik- baiknya.

Pria asli Denmark ini terinpirasi, tapi, itu setelah perjalanan panjangnya ke Bay Area di 1995. Seperti yang ditulis dilaman Matrix Partners, Svane mendapatkan energinya itu ketika kunjungannya ke Valley (Silicon Valley.red), semuanya tentang website begitu profilnya bercerita. Sekembali ke Denmark, dia mulai mencipta satu portal komunitas paling horizontal. Itu semuanya didapatkan dalam setahun. Sebelumnya dia adalah pendiri Caput, sebuah perusahaan fokus pada pembuatan software komunitas.

Membuat segala sesuatu untuk dasar sebuah sosial media di website. Pada 2012, dia juga diangkat menjadi Jendral Manajer pada sebuah perusahaan manajemen konsultan asal Jerman. Ketika dirinya akhirnya berada di Materna adalah jalannya berpikir tentang, "betapa menakjubkan itu ketika membangun solusi layanan pelanggan yang bekerja langsung dari kotak, sesuatu yang akan memberikan semua layanan pelanggan yang luar biasa, sesuatu yang licin, sesuatu yang indah."

Di 2007, Mikkel berkunjung ke teman- temannya dan mantan teman sekuliahnya, Alexander Aghassipour, dan Morten Primdahl untuk membangun Zendesk.

"Saya merasakan tarikan yang tak terbantahkan untuk kembali membangun produk. Saya ingin membuat hal- hal keren, hal- hal yang membuat dampak. Saya ingin mengubah cara perusahaan bekerja dengan pelanggan mereka. Ini harus personal, " jelas Mikkel kepada matrixpartners.com


Pengalaman kerja


Pengalamannya bekerja dengan Morten Primdahl di dunia industri yang sama, membuat mereka lebih tau bagaimana membangun Zendesk. Mereka telah membangun sistem komunikasi pelayanan yang sangatlah rumit untuk perusahaan- perusahaan besar. Sekarang mereka merencanakan membangun sesuatu yang bisa melayani secara manusiawi.

Mereka ingin membangun pengalaman berbeda dibanding kerja mereka sebelumnya. Bersama teman kerja baru, Alexander Aghassipour, yang bergabung dan di 2007 bersama mereka membangun layanan pelanggan (costumer service) yang lebih 'simple'. Layanan Zendesk sangatlah mudah, bisa diakses tingkatan industri apapun, dan didukung konsep data cloud. Mereka membangun sistem baru bagi mereka perusahaan yang nyaman dengan internet.

Terbukti sudah banyak perusahaan internet menggunakan sistemnya. Sebut saja perusahaan Uber, Pinterest, Red Bull dan Adobe.

Zendesk fokus pada pelayanan jika sesorang memintanya, tapi pada level tetap membangun komunikasi. Jelasnya mereka siap melakukan diskusi personal dengan pelanggan. Tak masalah sampai kapan, bagaimana Zendesk mampu membangun komunikasi, kesemuanya untuk membangun sentuhan. Setiap yang dilakukan oleh mereka adalah membangun koneksi.

Pelanggan menyukai Zendesk itulah faktanya. Sangat menyukai bahkan membuatnya pindah dari Denmark ke Amerika Serikat. Itu hanya dua tahun selepas dia meluncurkan bisnisnya. Perusahaan itu tumbuh untuk membangun costumer service. Mereka membangun kategori baru. Mereka membangun bagaimana agar pelanggan menjadi apa yang mereka inginkan. 

Mereka melihat bahwasanya costumer service bisa menjadi bisnis ketika banyak orang frustasi, tak bisa menyampaikan opini, dan merasa tidak dekat secara hati ke hati. Saat ini lebih dari 65 juta orang di 137 negara menerima dukungan dari departemen layanan pelanggan Zendesk. Perusahaan pernah meningkatkan kehadiran global dengan kantor di London, Melbourne, dan Kopenhagen dan sekarang total lebih dari 200 karyawan.

Zendesk, perusahaan yang bertempat di San Fransisco ini, baru saja memenangkan IPO untuk pelepasan saham. Dengan kode ZEN (NASDAQ), sebuah perusahaan costumer service yang sangatlah diandalkan meski mereka berteknologi tapi tetap memanusiawi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba