Pengusaha Pemilik Restoran Shabu Hachi Makan Sepuasnya

Profil Pengusaha Githa Nafeeza


profil githa nafeeza
 
Menjadi pengusaha tidak mengharuskan kamu menjadi chef. Ini kisah pemilik restoran Shabu Hachi, Githa Nafeeza yang tidak bisa memasak tetapi doyan kulineran. Bermula dari hobi makan serta cita rasa tinggi. Githa mencoba peruntungan di bisnis kuliner lewat restoran.

Tidak bisa memasak malah menjadi tantangan tersendiri. Dia berpikir bisnis apa mampu mengikuti jaman. Di era sosial media, semua- semua bisa menjadi viral lantas menjadi besar. Prinsip itulah yang ia tengah kembangkan melalui "all you can eat".

Konsep bisnis bukan baru tetapi jarang ditemui di Indonesia. Dia menyukai makanan shabu- shabu maka berdirilah ini. Pemilik restoran Shabu Hachi, memberikan warna berbeda dan tentunya pastilah viral di sosial media. Para Youtuber berbondong- bondong membuktikan konsep "all you can eat" itu.

Restoran Shabu


Bukan hoak memberikan ulasan terbaik mengenai Shabu Hachi. Makanannya pun enak bukan omong kosong. Pantaslah para food blogger memberikan penilaian memuaskan. Viral Shabu Hachi memiliki konsep yang bebas makan. Tidak ada menu melainkan memberikan "makan gratis" bagi pengunjung.

Disaat akhir pekan usahanya ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan sampai penuh tidak menyisakan ruang. Apakah bisnisnya merugi karena konsep makan sepuasnya satu harga. Ternyata Githa malah untung besar, bahkan mampu menghasilkan cabang di Bogor.

Pendekatan personal tanpa membedakan menu makanan. Konsep all you can eat juga memberikan keleluasaan memasak. Pasalnya shabu- shabu memang dikenal pelanggan emasak. Bukan berarti nanti rasanya tidak enak. Karena bumbu dan bahan telah disiapkan oleh Chef khusus dan profesional.

Githa memang tidak bisa memasak. Maka dia mempekerjakan Chef mengurusi bahan makanan. Juga mempekerjakan konsultan untuk membangun bisnis. Karyawan dipilih agar mampu membangun tim kerja. Mereka mempelajari detail, bahkan membeli banyak buku perhotelan buat dipelajari nanti.

Girtha juga senang menyiapkan menu baru. Bila menemukan resep ia akan konsultasi dengan ketiga Chef -nya. Melayani pelanggan harus optimal bukan sekedar costumer service. Memenuhi keinginan pelanggan dan kemauannya. 

Promosi dari mulut kemulut terbukti mampu membesarkan bisnis Shabi Hashi. Caranya dengan tidak sembarangan memasak. Kuah dimasak pagi buat siang, dan dibuat sore untuk malam. Semuanya itu fresh kualitas bahan bakunya standar Amerika. 

"Bukan sembarangan, melainkan mengandung unsur kebaikan. Mulai dari bahan baku, proses standar Amerika, dan halal," tuturnya.

Aneka Menu Baru

Yang terbaru mereka menyajikan sup collagen dengan kuah nikmat. Ini menjadi faavorit baru bagi pelanggan. Bahannya kuah ayam asli pilihan yang diambil sari patinya. Collagen sangat baik bagi kulit kita terutama perempuan.

Kuah Shabu Hachi asli bukan memakai bumbu instan perasa. Alhasil ini akan menyehatkan bahkan bisa membuat awet muda. Varian kuah bermacam- macam jadinya tidak monoton. Kan orang pikir makan shabu- shabu gitu- gitu aja.

Mereka punya kuah original konbu, Japanese broth, tom yum, dan miso soup. Daging berkualitas dari wagyu, Amerika Serikat dan Australia. Agar tidak bosan ada pelengkap seafood, bakso, sayuran, dan aneka sate. Disini juga ada menu daging grill yang sudah matang, ditaruh piring dan dimbumbui.

Bumbunya aneka macam dari asin, pedas, dan manis. Menu ini sama dengan menunya Hachi Grill, dan taukah kamu bahwa Hachi Grill merupakan bagian dari Hachi Group. Usaha Githa membesar dan menawarkan lebih banyak konsep all you can eat.

Shabu Hachi didirikan 2014 kemudian viral sampai buka cabang. Tempat kedepalannya dibukan di dekat Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Tempatnya nyempil di pojokan museum. Tetapi ini strategis karena bertempat di segitiga emas Jakarta, karena kawasan bisnis.

Outlet ke delapan memiliki 272 kursi yang memang terletak di pojokan. Walapun dipojokan museum Staria Mandala, Githa tetap optimis mampu memenangkan hati. Dia memiliki misi tersendiri yakni menaikan pengunjung museum. Githa merasa terpanggil mengajak kaum milenial untuk berkunjung.

"Kebetulan Papa terntara juga. Hitung- hitung menghidupkan Satria Mandala," tuturnya.

Restoran Shabu Hachi menawarkan paket Rp.138- 328 ribu belum termasuk pajak 10 persen. Makin murah dengan promo group seharga Rp.98- 288 ribu. Buat promo ini minimal pembelian 10 pax berlaku senin- kamis pukul 14.00- 22.00, dan jumat pukul Rp.14.00- 16.00 WIB.

Pekerjaan Aneh Bikin Kaya Mendadak

Artikel Bisnis 4 Pekerjaan Aneh


 
Menjadi seorang pengacara atau dokter menjadi hal lumrah dimiliki. Tapi ada 4 pekerjaan aneh bikin kaya mendadak. Terjun dalam pekerjaan berikut pasti tak pernah terpikirkan kita. Mungkin menjadi pengacara atau dokter bisa menjadikan kamu kaya. 
 
Tapi pekerjaan berikut bisa membuat kamu kaya mendadak. Tak perlu terlalu bekerja keras untuk 4 pekerjaan ini. 

Dikutip dari All Women Stalk  yang telah mengulasnya secara apik; berikut 4 pekerjaan aneh tersebut.

1. Body Part Model


Menjadi seorang model adalah hal yang biasa, namun bagaimana jika kamu hanya menunjukkan bagian-bagian tertentu tubuh saja. Pekerjaan yang kemudian dikenal sebagai body part model tak membutuhkan kamu secara keseluruhan. 
 
Dengan menunjukkan beberapa bagian tubuh seperti mata, hidung, kaki dalam satu sesi saja kamu mampu meraup untuk sekitar Rp 11 juta.

"Saya telah diberitahu aku punya tangan yang bagus, terutama oleh nenek saya," kata Adele Uddo, salah satu model tangan terkemuka Amerika melalui Forbes.com. 
 
Body part model dapat disewa untuk bagian tubuh hanya untuk yang ingin disorot baik untuk iklan kampanye atau produk kecantikan. Salah satu perusahaan kosmetik memilih mencari tangan dengan kuku yang indah, kemudian diabadikan dalam buku fashion dan kecantikan. 

Ada pula perusahaan makanan atau produk pembersih yang mencari bagian tubuh lain. Mungkin seperti bagian mulut untuk iklan pencukur jenggot.

2. Pencicip makanan atau Food Scientist


Bagi para pecinta makanan, kamu sebaiknya memilih pekerjaan yang satu ini. Hanya dengan mencicipi beberapa jenis makanan dan memberi tahukan apa saja rasa dan kandungan serta bahan di dalamnya kamu dapat memperoleh uang sebesar Rp 700 juta per bulannya.

Sejarah sendiri menyebut pekerjaan aneh ini sudah ada sejak jaman dulu. Jika kita akan berhadapan dengan kematian dahulu, sekarang kamu akan disuguhi produk- produk perusahaan untuk dicoba.  
 
Jangan berpikir tentang rasa karena ini sebuah percobaan untuk meyakinkan produsen akan produk barunya. Lebih lanjut seorang pencicip makanan juga diharapkan memberikan masukan. Disinilah mereka terkadang disebut food scientist karena ikut memadukan setiap unsur dalam suatu produk baru.

3. Embalmer


Ada salah satu pekerjaan aneh yang dapat membuat kamu cepat kaya yaitu mengawetkan mayat dengan menggunakan zat kimia yang biasa disebut dengan istilah balsem. Banyak orang yang tak ingin melakukan pekerjaan ini dengan alasan takut dan kasihan dengan mayat tersebut. 
 
Dengan menggeluti pekerjaan aneh dan unik ini, kamu akan memeproleh uang sebesar Rp 950 jutaan per tahun.

4. Personal shopper


Seorang personal shopper hanya butuh kamu berbelanja dari merek kenamaan, kamu tak hanya akan diberi barang-barang gratis saja namun juga mendapatkan uang sebesar Rp 1 Milyar per- tahunnya. Biasanya kamu akan ditempatkan di butik selebriti tertentu atau perusahaan besar.  
 
Tentu pekerjaan ini tak mudah. Kamu harus benar- benar mengerti memadu padankan pakaian ketika berbelanja. Kamu juga diharapkan ikut menganalisa kebutuhan toko- toko yang telah mempekerjakan kamu. Mulai dari bagaimana produk, bagaimana konsumen seharusnya berbelanja, ikut mengkritisi dan mempromosikan tempat itu.

Biografi Mohammad Baedowy Pengusaha Sampah Miliaran

Biografi Pengusaha Mohammad Baedowy


biografi mohammad baedowy

Biografi Mohammad Baedowy pengusaha sampah. Tiga belas tahun silam, dia mungkin tidak akan pernah menyangka dirinya akan menjadi seperti sekarang. Ia tengah mengendarai Toyota Fortuner anyar tunggangannya. Mobilnya lantas melintasi jalan tol Bogor- Jakarta di siang hari panas.

Dia baru memilikinya sekitar empat bulan dimana dua mobil lain sudah lebih dulu. Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah tipe 21 di komplek Dukuh Zamrud, Bekasi, Jawa Barat. Sebuah Volvo dan Kijang telah lebih dulu nangkring di sana.

Baedowy menyebut rumahnya berarsitektur sangat minimalis hampir tanpa pagar dan tanpa atap. Tapi jangan salah, rumah tersebut ternyata bernilai satu miliar rupiah. Ia juga masih mempunyai satu lagi rumah berukuran tiga kali lipat yang mana hampir selesai dibangun.

Dulu Karyawan Biasa


Rumah tersebut hanya berjarak sepuluh menit berjalan kaki di komplek yang sama. Ia lantas mengaku masih menyimpan hasrat untuk lahan seratus meter persegi disisi lain. Dia rela membayar satu juta permeternya buat satu ini.

Siapakah Baeodwy?

Tiga belas tahun berlalu, kenyamanan tersebut datang ketika dirinya telah mentok berbisnis apapun. Dia sempat mendapat tawaran di perusahaan perminyakan di Kalimantan melalui koneksi. Baedowy malah lebih memilih menjadi auditor sebuah bank asing di Royal Bank of Scotland.

Tiga tahun bekerja disana, ia sering bentrok dengan atasannya. Dia pun mengaku korban rasionalisasi perusahaan dimana dirinya bekerja lima pekerjaan sekaligus.

"Tapi bayarannya cuma satu pekerjaan." jelasnya.

Dia merasa tidak ada balasan apapun ketika harus bekerja di pagi hari. Kemudian barulah ia pulang lewat tengah malam. Merasa diperlakukan tidak adil, ia yang kala itu berumur 27 tahun, akhirnya nekat hengkang dari perusahaan di tahun 2000.

Di tahun sama, dimana krisis menoter melanda mempengaruhi kinerja bank tempatnya bekerja itu. Banyak bank tutup karena dilikuidasi atau merger dengan bank lain. Sebelum memutuskan keluar, ia bahkan sempat bertengkar dengan si bos perusahaan.

Dia keluar kantor menendang tong sampah, sembari melontarkan ajakan berkelahi."Saya tunggu di parkiran," katanya geli, menirukan ucapanya dulu.

"Saat itu saya melihat banyak teman yang ketar ketir menunggu nasib. Saya berpikir, daripada ikut susah, lebih baik berhenti duluan. Saya lantas mengundurkan diri dari perusahaan," kenangnya lagi.

Berhenti menjadi pegawai, ia langsung diterima bekerja sebagai menejer kuangan di perusahaan batik yang memiliki pabrik di Pekalongan. Selain mengatur dan mengurus arus keuangan, ia aktif mengatur kegiatan pameran batik.

Baeodwy tiba- tiba teringat ucapan tamu hotel seberang kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, pada suatu siang. Tamu itu seorang laki- laki tua bercelana pendek, tengah asik bersantap siang. Dia yang berjas dan bercelana mahal bahkan terlihat mati gaya dihadapan dia.

Dia nekat bertanya siapakah pria tersebut dan apa pekerjaanya sekarang. Pria tersebut hanya santai menjawab berbisnis sampah. Baedowy terkejut mendengar hal tersebut. Putra pertama pasangan Supomo dan Zubaidah tersebut seolah mendapatkan petunjuk.

Ia kemudian bertemu seorang pejabat bank menawarinya bisnis kongsi sampah. Dia terasa tak percaya ketika mengingat lagi ucapan si laki- laki tua. Dia pun membulatkan tekat saja. Saat itulah dia yang sudah memiliki dua anak dan masih bayi memilih berhenti lagi.

Bisnis Sampah


Roda kehidupannya telah berubah 180 derajat seketika, dan menjatuhkan pilihan berhenti bekerja, lantasberusaha sendiri jadi pengusaha.

"Kerja sama kami hanya bertahan satu tahun. Ternyata, kami sama- sama belum ahli berbisnis sampah. Tetapi, lantaran saya sudah terlanjur, kepalang basah, saya memutuskan untuk mencoba sendiri, " ujar lelaki kelahiran Balikpapan tersebut.

Hidupnya kini merupakan wujud manisnya bisnis sampah botol plastik. Dalam  biografi Mohammad Baedowy, telah menekuni bisnis ini belasan tahun. Dia telah paham betul seperti apa bisnisnya. Sang pengusaha memilih menggarap jenis polyethylene tereththalate, yang biasa ada di botol air mineral.

Pengepul menyebutnya bodong dimana bagian bawahnya cekung ke dalam layaknya bodong atau pusar manusia. Lelaki yang pernah menyelami bisnis pengepul benang nilon, sambil melirik bisnis jangkrik yang lagi boming.


Dia kemudian berbisnis pengolahan botol plastik bekas. Modal awalnya hanya 50 juta, sebagian milik mitra bisnisnya. Dia mampu mendirikan pabrik pengolahan sampah bernama Fatahillah Interplastik. Mencoba setahun, bisnisnya tersendat ketika mesinya terus rusak ditambah bahan baku seret.

Dia menjadi satu- satunya yang bertahan berbisnis. Tahun 2001, ketika bisnisnya jatuh menjadikan dirinya sasaran empuk orang tuanya. Biasalah memang kalau menjadi pengusaha memang penuh resiko. Termasuk resiko diomeli orang tua. Dia cuma bisa menerima saja wajah cemberut orang tua yang menjenguk.

Ia kemudian mengirimkan sang istri ke Malang agar menghemat biaya. Setelah tiga bulan berlalu akhirnya, ia memberanikan diri memasang plakat tanda menyerah "pabrik ini dijual"; tetapi tak laku dijual.

Bahkan dalam keputusasan ini, dirinya sempat menggugat Tuhan dan mengimingi Nya kesholehan jika menolong dirinya. Mesin pemotong (crusher) plastik di pabrik sering sekali ngadat, padahal satu- satunya sehingga produksi menjadi sering terganggu.

Selain itu, bisnis ini ternyata memiliki medan persaingan tersendiri, antar sesama pengusaha limbah plastik tersebut sering terjadi persaingan tidak sehat. Pria yang menggemari musik Beatles dan Lobo ini mulai memperdalam ilmunya tentang plastik dari berbagai sumber.

Ia juga membongkar mesin yang dibelinya, mencari tau proses kerja sumber bisnisnya. Dia tak lantas pantang menyerah kembali lagi.

"Sambil jalan, saya belajar betulin mesin itu. Saya bongkar, kemudian dipasang lagi. Pokoknya sampai hafal betul isi perut mesin itu," ujar Baedowy. Alhasil, ia membuat mesin pencacah sendiri teridiri dari tiga ukuran berbeda. Dia sibuk mencari onderdil bekas di berbagai bengkel mesin bubut di Rawapanjang.

Dia mencari tau desain terbaik mesin pencacahnya sendiri sedikit- demi sedikit. Tentang jenis plastik, dia belajar apa perbedaan kode PP ( polypropylene), dan PET (polyethylene tereththalate). Kode PP ada diproduk plastik air mineral, sedangkan kode PET didalam botol air mineral atau botol jus.

Berdasarkan pengalamannya, keduanya memiliki nilai berbeda dan harga yang berbeda. Selain itu, ia rajin datang ke berbagai seminar pengolahan limbah plastik. Brosur- brosur tentang mesin pun dikumpulkan dan diperiksanya satu per- satu, kemudian dipelajarinya lagi bagaimana membuatnya.

Dia mendirikan perusahaan bernama CV. Majestic Buana Group, di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Bisnisnya tidak hanya soal mengolah limbah tetapi bekerja sama membersihkan Indonesia.

Ditambah dia bekerja membuat berbagai mesin pencacah, mesin pembuat pelet, dan pengolah lain. Mesin- mesin tersebut dijualnya kepada mitra. Baedowy fokus ke mengelola bermitraan bagi orang- orang berniat membuka bisnis sejenis.

Pengusaha Sampah Miliaran


Selain itu, ia mendapat pesanan mesin dari instansi pemerintah.  Mereka antara lain dari Departemen Kelautan dan Perikanan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Baedowy sendiri mengaku tidak pernah memproduksi mesin- mesin tersebut melainkan memodifikasinya.

Dia membuat mesin itu sesuai kebutuhan para pengguna mesin tersebut.

"Mesin- mesin itu sudah ada, tetapi saya ubah lagi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan kondisi yang ada di lapangan," ucapnya.

Tepatnya tahun 2001, mesin tersebut telah laku dijual ditambah hasil gilingan semakin halus dan bersih. Dia mengajak mitra menggunakan mesin sekaligus menjual hasil produknya ke dirinya. Para mitra berhak untuk menjual hasil gilingan ke dirinya.

"Dan saya wajib membeli," terangnya lagi, tentang bisnis kemitraan ini. Pasar China yang pesat membuat pesanan hasil produksinya meningkat.
 
Ita, 40 tahun, warga Bekasi yang juga membuka usaha penggilingan di Purwakarta, menjadi salah satu dari ratusan mitranya. Merasa sangat terbantu menjadi mitranya Baedowy. "Saya mendapatkan bantuan pelatihan dan pemasangan mesin secara gratis," katanya.

Lain lagi cerita dari Suster Cecilia Hartati, dimana dirinya membelikan mesin guna kepentingan mendidik murid- murid. Sekolah Regina Pacis membali mesin seharga 40 juta dan Baedowy sendiri membeli hasilnya secara harga pasar.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mempercayainya membuat mesin injection plastik. Pemerintah Jawa Barat bahkan memasukkan namanya menjadi satu dari tiga usaha kecil menengah diusulkan menerima penghargaan Kalpataru. Baedowy pun memberikan nasihat bagi para karyawan seperti kamu.

"Segera buka usaha sendiri, deh." tutup Baedowy. Bicara mengenai omset, ia enggan menyebut angka tapi sebulan sekali, minimal harus mengirim dua kontainer dan mesin dua buah perbulan.

Wirausaha Mandiri Bisnis Bed Cover Persahabatan

Profil Pengusaha Dinar Esfandiari Santoso


wirausaha bed cover

Menjalankan wirausaha mandiri tidak harus sendiri. Contoh bisnis bed cover dijalankan ketiga sahabat ini. Menjadi pengusaha bersahabat apakah tidak susah. Tidak selamanya kamu berjuang sendiri mencari uang. Berikut kisah wirausaha bisnis bed cover bertema persahabatan.

Mereka tiga bersehabat, adalah Dinar Esfandiari Santoso (38), Ira Karmawan (39), dan Rani Seogeng (38), berkolaborasi menjadi pengusaha bisnis mandiri. Sejak lama ketiganya melihat bagaimana pasar bedding (tempat tidur) berkembang.
 

Wirausaha Bed Cover


Kenapa bisnis bed cover selalu dikuasai pemain besar. Tidak tanggung- tanggung, banyak pengusaha asing yang ikutan masuk di bisnis bed cover. Bersama mereka membangun bisnis bed cover sendiri dari nol.

Meskipun persaingan ketat mereka merasa punya jalan. Tujuan mereka menjadi pemain lokal yang unggul. Ide mereka sederhana namun tidak sesederhana itu. Terutama fakta ketiga wanita cantik ini berhadapan pemain lama

Keberanian saja tidak cukup jika mau menjadi pengusaha. Mereka kesulitan menemukan pegawai yang tepat. Ketika mereka menemukan produk berkualitas. Nyatanya pengalaman dibutuhkan lebih dari harapan.

"Kami harus berburu SDM yang memiliki keterampilan menjahit dan mengaplikasikan bordir sesuai standar kaulitas yang telah kami tetapkan," ungkap Dinar. 

Mereka menggunakan bahan polos, lalu memberikan gambar- gambar lucu. Produk mereka memang berawal dari ide sederhana. Namun belum digarap serius oleh pemain besar bed cover. Untuk modal mereka mengumpulkan uang pribadi bukan meminjam bank.

Alasannya bank memberikan bunga lumayan tinggi. Apalagi merintis bisnis memiliki resiko yang tidak kecil. Semakin besar modal dikeluarkan maka semakin beresiko. Bayangkan jika mereka mau meminjam uang, terus gampang mengeluarkan uang, bisnis mereka tidak jadi bisa bermasalah.

Tips wirausaha dari Dinar tentang modal bisnis. Semakin banyak kita memegang uang, maka akan semakin mudah mengeluarkan uang. Pengeluaran uang tidak penting akan menambah resiko bunga. Pokoknya mereka harus membangun bisnis terlebih dahulu.

Dari konsep sampai manajeman harus kuat untuk mandiri. Agara mereka mampu mengembalikan uang pinjaman bank. Beruntung salah satu dari mereka mendapatkan suntikan dana. Dari keluarga salah satunya, mereka mendapat pinjaman tanpa bunga alias dibayar mencicil.

Tidak memiliki latar belakang berwirausaha. Mereka mencari celah dibalik produk mereka. Beberapa kali mereka mengikuti nazan yang diadakan asosiasi di Jakarta. Melalui asosiasi asing tersebut bukan hanya pembeli mereka datang, tetapi mereka menambah koneksi dengan pengusaha lain.

Disitulah bisnis Simply Idea, nama usaha dijalankan mereka, mulai mengikuti bazar mingguan yang diadakan oleh sebuah mal. Mereka beresiko mencari cara memperluas pasar. Coba- coba, mulai untuk mencari departement store diajak kerja sama.

Kebetulan produk bedding seperti mereka buat belum ada. Mereka tertarik akan konsep desain, tapi ada syaratnya berupa revisi. Dalam sebulan mereka harus merevisi sebelum jualan. Setelah itu baru bisa dipasarkan di sana.

"Misalnya soal packaging dan cara mencuci," ingat Dinar.

Ketika mulai masuk ke department store ternyata ada syarat- syarat perlu dipenuhi. Mereka memang tak mau setengah- setengah memperkenalkan produknya, Simply Idea. Dalam berbisnis bersama diakui bahwa ada friksi- friksi kecil diantara ketiganya. Mereka berlalu dari permasalahan kecil agar tak cepat membesar. 
 
Prinsipnya hanyalah memang sulit menyatukan tiga kepala menjadi satu. Justru ketiganya mengaku saling mengisi dan tidak mau membuang salah satunya.

Bisnis Persahabatan


Mereka memang sedari awal adalah sahabat baik jadi mudah. Sejak awal, masing- masing telah menangani divisi berbeda- beda. Mereka mengerjakan sesuatunya sesuai dengan apa yang disenangi. 
 
"Saya menangani marketing, Rani bertanggung jawab untuk produksi, sedangkan Ira mengurus keuangan dan kepagawaian," tutur Dinar. Mengatur hubungan dengan pelanggan menjadi prinsip bisnis tiga sekawan ini. Mereka bahkan siap menyediakan layanan purna- jual sebagai bentuk komitmen.

Mereka menambahkan layanan seperti membantu membetulkan renda bed cover lepas. Hal sepele inilah yang ternyata cukup ampuh menggaet pelanggan Simply Idea.

"Bagusnya, hingga kini, tak banyak yang menggunakan layanan ini. Karena, produk kami berkualitas tinggi, baik dari jenis kainnya maupun kerapian jahitan di setiap bentuk aplikasinya," jelasnya lagi. Namun, Dinar juga menerangkan ada syarat dan ketentuan tertentu untuk layanan purnajual tersebut.

Setiap 3 bulan, mereka akan mengeluarkan produk- produk baru. Kalaupun produk dikeluarkan masih sama jenisnya pastilah temanya akan berbeda. Misalnya tema mobil balap akan menggunakan motif mobil A. 
 
Lalu dilain waktu, mereka akan mengeluarkan produk sama namun bergambar mobil B. Ini akan memberikan penyegaran tersendiri termasuk bagi pemesan. Atau, mereka akan mengeluarkan konsep sama satu paket produk.

Seperti konsep princess, semua aplikasinya serba princess mulai seprai sampai kelambu, lengkap dengan aplikasi bergambar tongkat peri. Ini akan menarik imajinasi sang anak agar benar- benar berasa seperti di kastil. 
 
Simply Idea akhirnya bisa mandiri, menarik produknya dari department store, namun mereknya sudah terlanjur terkenal disana. Mereka cukup membuka big sale selama 4 hari. Hasilnya, mereka bisa diserbu oleh pembeli dan semakin kokohlah merek mereka dimata pelanggan.

Simply Idea mulai menciptakan produk custom made. Biasanya mereka ibu- ibu yang ingin mengisi kamar anaknya secara spesial. 
 
"Jatuhnya memang jadi lebih mahal, karena harus membuat pola baru. Desainnya bisa mereka gambar sendiri atau kami yang membuatkan," kata Dinar, yang membolehkan orang memesan via website tanpa minimum order.

Pada 2006, Simply Idea mengeluarkan produk mukena karena permintaan itu selalu ada. Reaksi terhadap mukena kreasi Simply Idea ternyata memuaskan. Mereka bahkan mengeluarkan produk mukena baru. 
 
"Dua tahun lalu, buyer menantang kami untuk membuat baju muslim anak. Kami segera mencari konfeksi yang berbeda dari konfeksi untuk pembuatan mukena. Sayangnya, karena tak mau kehilangan order, konfeksi itu melemparkan ke konfeksi lain. Hasilnya benar-benar tidak sesuai. Saat itu kami mengalami kerugian besar," kisah Dinar.

Meski produknya terkesan lucu- lucu, mereka tetap menjalankan bisnisnya secara profesional. Mereka bahkan bahkan rela menyewa jasa konsultan bisnis dan keuangan. Tujuannya agar meraih target yang telah dirancang oleh perusahaan. 
 
Konsultan ini juga membantu mereka membenahi soal keuangan terutama soal profit sharing -nya. "Konsultan itu juga mengarahkan kami dalam berstrategi, menerapkan sistem marketing paling efektif, membenahi keuangan, bahkan memotivasi kami untuk terus maju," kata Dinar.

Simply Idea mulai menambahkan sistem online dan offline di dalam marketing mereka. Divisi online lebih banyak bersentuhan konsumen langsung, misalnya aktif memberi informasi tentang produk- produk terbaru, mencari tahu animo pasar terhadapa produknya, dan mengumpulkan konsumen ketika ada event besar semacam event Inacraft atau big sale. 
 
Mereka bahkan berencana membuka butik di tempat strategis. Targetnya tentulah masyarakat kelas menengah atas yang sadar bedding.

"Sedangkan marketing offline bertugas menjual produk kepada konsumen yang tidak dapat dijangkau oleh sistem online, yang biasanya membeli dalam jumlah besar. Untuk melakukan terobosan  pasar di dalam dan  luar kota, manajer departemen ini secara bertahap akan punya 5 kaki tangan alias downline. Berbeda dari MLM, sistem marketing ini hanya punya satu layer kaki saja," ungkap Dinar.

Simply Idea juga bekerja sama dengan Mothercare Indonesia, produk yang berbasis di Inggris. Sistem kerja sama mereka mudah yaitu mereka ikut menyuplai produk yang tidak ada di perusahaan milik mereka untuk Indonesia. 
 
Mereka harus menyediakan kelambu yang tentunya tidak ada di Inggris. Warna kelambu itu akan disesuaikan produk boks bayi yang diterbangkan langsung dari Inggris. Tawaran lain dari Austarlia serta dari Selandia mengalir deras.

Soal jenis produk yang akan dikerjakan serta motifnya telah disepakati bersama. Namun, Dinar menjelaskan soal harga belum menemui kata sepakat.

Twitter: @simpy_idea

Pengusaha Muda Farah Farce Online Shop Sepatu

Profil Pengusaha Farah Farce

 
pengusaha muda farah farce

Pengusaha muda diusia belia berkat sukses online shop. Siapa Farah Farce, seorang gadis berumur 16 tahun, ketika memulai bisnis dari nol besar. Gadis remaja kelahiran 22 April 1995 ini memiliki nama asli Farah Kemala Qurratu'ani, berbisnis sejak duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama.

Hebatnya nih, ia melakukan semua bisnisnya sendiri yaitu bisnis impor produk- produk fashion dari berbagai negara di kawasan Asia. Dan hebatnya lagi, ia mengerjakannya tanpa modal apapun, berikut ceritanya Kisahnya berawal dari kesukaanya memakai sepatu sneakers.
 

Pengusaha Online Shop Sepatu


Dia bahkan berburu produk tersebut diberbagai negara. Menginginkan produk- produk terbaik, dan tentunya yang tidak bisa ditemukan di Indonesia. Ketika itu, dia menginginkan sneaker pertamanya dari seorang teman menawari.

Farah ditawari pembelian sistem pre- order, melalui seorang teman yang baru dikenalnya di sebuah bimbingan belajar. Farah menunggu cukup lama, rasa kesal dan geram membuatnya menanyakan hal ini langsung.
 
Bukannya diberi solusi, Farah hanya disuruh untuk menghubungi si penjualnya sendiri, loh kok? Si penjual itu ternyata juga tinggal di Jakarta. "Aku kaget, aku pikir orangnya perantara langsung dari sana. Tapi ternyata dia juga perantara disini," jelas Farah.

Ia mengembangkan senyumnya ketika pesanannya tiba ditangannya. Farah senang karena sepatu itu tidak ada di Indonesia. Meski begitu terbersit keganjilan, dan mulai berpikir tentang bisnis yang dilakukan temannya tersebut. Ini membawanya memutuskan untuk menghubungi sang importir itu.

Dia menawarkan dirinya untuk menjadi perantara, menjualnya langsung ke pembeli seperti yang dilakukan temannya. "Kenapa gak gue jualin juga disini," pikirnya kala itu. Dia yakin meski kala itu statusnya sebagai pelajar SMP dan belum berpenghasilan.

Bekalnya hanyalah satu yaitu pengalaman ketika SD, menjual produk secara online, membuatnya cukup PD menego si importir tersebut.

Farah lantas pernah memajang foto- foto barang importir tersebut. Ia kemudian menuliskan kata- kata khas anak muda. Dia kemudain menjual produknya itu melalui Facebook. Ia pun berhasil menjual sepatu- sepatu tersebut hingga kurang lebih 15 pasang hari itu juga.

Farah menawarkan sistem dropship kepada sang importir tersebut. Dropship sendiri ialah sebuah sistem alternatif perdagangan dimana para pemilik barang hanya menerima pesanan, lantas mengirim produknya lewat paket, tentu setelah pembayaran oleh sang parantara dari pembayaran pembeli.

Istilahnya mungkin mirip broker tanah. Perantara akan mendapatkan pesanan dan menerima uang untuk disetorkan. Tak lupa perantara harus menambahkan untung sedikit.

Ini merupakan sistem yang lazim dijalankan oleh pebisnis online masa kini. Dropship memberikan kemudahan bagi penjual online yang memiliki modal atau pun tidak. Mereka cuma akan menawarkan produk tersebut besar- besaran.

Saat pesanan datang, mereka akan meminta pembeli untuk membayar dimuka dulu. Ketika pesananan masuk dan uang telah diterima masuk, para penjual online meminta si pemilik barang mengirimkan ke alamat pembeli.

Pengemasan dan pengiriman dilakukan akan pemilik barang. Berbeda sedikit dari biasanya, Ia lebih memilih mengontrol kualitas barang sebelum dikirim ke alamat pembeli sendiri.

"Gimanapun semua barang harus transit dulu di rumah aku dulu. Setelah aku cek barang ini bagus, baru aku kirim ke alamat pembeli. Kalau barangnya jelek, aku kembalikan kesana. Jadi prosesnya ke supplier di luar negeri, ke rumah aku, baru ke alamat pembeli. Aku engga mau jualan barang jelek sampe mengecewakan pelanggan," tegasnya.

Meski terdengar beresiko baginya karena mungkin "tombok" tetap untung. Buktinya ini dijalankan oleh Farah dan baik- baik saja. Bermodal selain uang, Farah sendiri memiliki kemampuan untuk mengamati kualitas produk, serta paham akan kebutuhan pasarnya.

Belajar bisnis online


Tentunya bisnis miliknya punya resiko tinggi yaitu menyangkut kepercayaan. Ditambah, ia harus membayari pengiriman sendiri ke pembeli. Dia harus memastikan dulu agar produknya bagus atau dikirim kembali ke supplier. Farah juga harus memiliki kemampuan negosiasi tingkat tinggi.

Ia tidak hanya pandai berbisnis tetapi juga pandai bergaul. Tak hanya di dunia nyata, Farah pandai bergaul di dunia maya. Ia ingin tau bagaimana orang sukses berusaha. Farah aktif menggunakan akun Twitter nya (@farcee), iseng mencari tau timeline Twitter milik miliarder muda, Bong Chandra.

Dari timeline Twitter Bong Chandra, ia pun berkenalan dengan pengusaha muda seperti Putu Putrayasa, Nyoman Sukadana, Joe Hartanto, dan Citra Hafiz melalui Twitter. Setelah mencoba berkenalan dengan mereka, ia diperkenalkan kepada Jaya Setiabudi, Director of Young Entrepreneur Academy melalui Citra Hafiz.

Perkenalan singkatnya dengan Jaya Setiabudi memberikan pengalaman tersendiri. Dia mampu membuatnya terpukau akan semangat berbisnisnya sejak kecil. Jaya Setiabudi, sang pengarang buku best seller "The Power of Kepepet", akhirnya mau menjadi mentornya.

Farah pun semakin percaya diri dengan bisnisnya, dan bercita- cita berkuliah ke Eropa tanpa bantuan orang tua. Kini, dia mengeluarkan merek sepatunya sendiri yaitu "Farce". Dia juga berjualan secara online di Farceee Online Shop.

Farceee Online Shop merupakan toko online.Disana menjual barang- barang original dari luar negeri dan produknya sendiri.  Farah memiliki pengalaman berdagang dengan pemasok asal China, Inggris, Singapura, Vietnam, dan yang terakhir Thailand.

Berkat kerja kerasnya pula, ia mendapatkan banyak tawaran seminar menjadi pembicara serta tampil di berbagai majalah. Terkakhir, dia pernah diberi kesempatan menjadi event organizer pesta sweet seventen. Pengusaha muda yang sukses online shop berbekal dropship.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba