Jiwa Pengusaha Usaha Hamburger Black Burger

Profil Pengusaha Rinanda Halfi

 
usahahamburger.png
 
Memang iiwa pengusaha tidak dapat dipaksa. Berkat usaha hamburgernya, Black Burger, kini Rinanda Halfi atau Halfi dikenal masyarakat luas. Tetapi jujur dia tidak berpikir sedikitpun, kelak akan menjadi pengusaha sukses. Tidak terbayangkan suatu musibah merubah nasib.
 
Pria 25 tahun kelahiran Bandung ini, justru menjadi pengusaha karena mengalami kecelakaan. Waktu itu, Halfi mengalami kecelakaan mobil dan harus mengganti uang dari himpunan mahasiwa, kala itu uang yang ada di mobilnya ludes dijarah warga. 
 
Bingung mengganti dengan apa jadilah ia mendadak pengusaha. Usaha pertama dan kedua dibilang lancar semua berkat kreatifitas tinggi miliknya. Meski tak Halfi punya pengetahuan khusus, dan bisnisnya dibilang umum, usahanya masih berjaya hingga sekarang. 
 

Usaha Hamburger Hitam

 
 
Prinsipnya kerja keras saja tak cukup tapi harus juga kerja pintar. Bingung mengganti pakai apa, ide berjualan sesuatu seketika muncul. Pertama kali sih mencoba menjual sesuatu khas anak Bandung, pakaian jadi. Dia berjualan kaos atau berbisnis kaos untuk mengganti uang tersebut. 
 
Berjalan waktu, bisnis Halfi berpindah haluan jadi bisnis kuliner. Ia berbisnis burger. Yang istimewa ini bukan sembarang burger tapi burger hitam. Bukan pula burger gosong tapi Black Burger. Kini ia bisa sukses mengantongi omzet Rp.60 juta per- bulan

Menurut Halfi, ketika ditemui detikFinance, waktu itu di sela-sela pameran Produk UKM di JCC pekan. Ia menuturkan alasannya memlih burger sebagai bisnisnya atau tidak memilih makanan lain. 
 
Alasanya memilih burger mudah yaitu bahwa orang Indonesia telah familiar dengan franchise asing, sebut saja Mc Donald atau Burger King. Untuk itulah Black Burger memiliki kelebihan dibanding usaha lain sejenis. Halfi bahkan siap ketika ditanya siap atau tidak menghadapi kompetisi.

"Kalau sama, kita nggak akan cukup untuk melawan mereka (Burger King dan McDonald's), jadi kita harus buat diferensiasi (perbedaan) produk. Akhirnya saya buat inovasi dengan Black Burger," imbuh pria yang baru lulus dari jurusan Public Relation Unpad ini.

Black Burger memang berbeda dengan apa yang ada dipasaran. Produk ini punya diferensiasi dari sekedar roti biasa yang disusun dengan daging. Apa rahasia hitamnya? Halfi mengaku warna hitamnya datang dari satu bahan alami yaitu kluwek. Meski begitu ia tak menyebut pasti racikan jelasnya. 
 
Yang pasti pula kluwek itu buah yang cuma ada di Indonesia, buah ini sering dipakai untuk membuat rawon atau sup condro. Menurut halfi, rasa dagingnya juga membuat burger milikinya berbeda dengan burger lainnya yakni memiliki citra rasa Indonesia

"Dagingnya kita juga punya ciri khas yaitu dagingnya pakai daun jeruk dan cabe rawit, benar-benar cita rasa indonesia," tegasnya. Bisnis burger yang dijalaninya sejak tahun 2010, tepatnya saat dia berada di semester 7 di Fakultas Komunikasi Unpad. 
 
Saat ini telah memiliki 2 outlet dan 28 aneka ragam burger. Pilihan rasa burgernya sendiri ada 3 macam yaitu: original, manis, dan hot. Untuk harganya sendiri, mulai dari harga Rp 12.000 – Rp 30.000 per potong.

Selain itu ia juga mengembangkan burger lain sebagai varian seperti burger vegetarian dari bahan tempe dan burger nasi juga. Dari 2 outlet yang semuanya berada di Bandung itu, Halfi telah mempekerjakan 5 orang karyawan. 
 
Di umur 23 tahun ia telah punya omzet senilai Rp.60 juta. Tapi ia mengaku hal ini bukan seketika sukses. Sebelumnya ia pernah ditipu patner bisnisnya. Mereka mencuri resep dan ide burgernya untuk dibuat sendiri. Meski begitu, Halfi masih punya banyak kreasi di dalam pikirannya hingga sekarang.

"Ini bukan masalah materi tapi ide kita dicuri, belajar dari kondisi itu maka setiap saya membuat komitmen dengan seseorang saya selalu buat MoU atau perjanjian. Dengan karyawan saya juga seperti itu," tambahnya

Pada tahun 2012 ini, dia berencana untuk membuka 6 outlet lagi di Bandung dan 1 outlet di daerah Senopati (Jakarta). Selain itu, Halfi juga memiliki mimpi untuk menjadi kompetitor kuat McDonald's dan Burger King di Indonesia. 
 
Dia ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki Burger yang berkualitas dengan citra rasa Indonesia. "Mimpi saya, saya ingin menjadi kompetitor kuat McD dan Burger King di indonesia," tambahnya.

Resep bisnis


Rinanda Halfi mendirikan Black Burger tepatnya sejak 12 April 2011. Meski tergolong bisnis baru namun animo masyarakat sangat antusias. Selain harganya terjangkau dan enak, Black Burger mudah untuk dicari. Dijual secara kaki lima namun rasanya sama dengan burger kelas restoran. 
 
Halfi menyebut  pada akhir pekan saja burger buatannya terjual 50 – 70 porsi. "Animo pengunjung cukup responsif ketika usaha ini dibuka," lanjutnya.

Ide resep pembuatan burger ini dilakukan selama dua bulan. Awalnya, dia mencampurkan merang sebagai pewarna, namun rasa yang didapatkan kurang memuaskan. Tak berhenti sampai disitu saja, dia kemudian terus bereksperimen dengan menggunakan tinta cumi. 
 
Namun hasilnya memakai tinta cumi timbulkan anyir. Eksperimen untuk membentuk warna hitam pada burger buatannya itu terus dilakukan. Dan terakhir, dia memakai sari ketan hitam sebagai bahan dasar pewarna hitam pada roti burger ini.

"Akhirnya saya memakai sari ketan hitam yang membuat rotinya menjadi legit," ungkapnya.

Jika kamu berminat memesan atau ingin mengetahui Black Burger lebih jauh. Kamu dapat mengirim email ke: r_halfi_m@yahoo.co.id atau dapat memesan langsung menggunakan Facebook di black burger dan twitter @blackburger_

Pengusaha Budidaya Hamster Karena Hobi

Profil Pengusaha Sukses Cheris

 
budidayahamster.png
 
Bagaimana awal pengusaha budidaya hamster memulai. Berawal ketertarikan dia akan hobi baru sang istri. Kebetulan ketika itu istrinya membelikan hewan mungil ini beserta tempat bermainnya. Saat itu harga satu hamster masih dikisaran Rp.25.000, tak disangka dari satu hamster berubah satu lusin. 
 
Hamster memang termasuk binatang yang subur, sekali lahir bisa banyak. Jadilah Cheris kebingungan mau dikemanakan hamster- hamster tersebut. Beberapa hamster ia berikan kepada saudara dan teman- teman.

Pengusaha Budidaya

 
Dari sekedar hobi, jadilah ia membangun rumah hamster sendiri yang kemudian jadi sumber bisnisnya. Selain kepada saudara atau teman ia memberanikan diri menjual hamsternya di pedagang emperan. Namun karena permintaan meningkat jadilah ia berusaha sendiri. 
 
Dia mengembangkan bisnis dari Facebook melalui sistem pesan antar. Setelah berbisnis sekian lama di internet, Cheris kini memiliki gerai sendiri yang menjual berbagai keperlua hamster tidak hanya hamsternya.

Rumah Hamster sendiri memiliki gerai di Jl.Jupiter 7 no.85, Margahayu Raya yang menawarkan sejumlah jenis hamster berikut perlengkapannya. Menurutnya dalam bertenak hamster tidak hanya berbicara bisnis. Anda harus menyenangi binatang kecil mungil ini sebelumnya. 
 
Baginya jika hamster- hamster ini bisa membawa keuntungan kenapa tidak kita rawat dengan sebaik- baiknya. Selain membersihkan kandang, memberi makan bergizu, juga termasuk kesehatan fisik dan mental.

Perlu diketahui bahwa hamster lucu ini memiliki berbagai kerentanan secara fisik dan mental. Mereka rentan terhadap lingkungan dan makanan yang tidak mendukung. Sesuatu jika dilakukan dengan penuh cinta bisa jadi bisnis dikemudian hari. 
 
Seperti rasa cintanya pada hamster membuat pria bernama panjang Muhammad Charisma Maghribi kini menangguk untung. Dia tak setengah- setengah merawat bayi- bayi kecilnya. Dia belajar banyak tentang budidaya hamster.

Beternak hamster sebenarnya tak pernah terlintas dalam pikiran pria yang disapa Charis. Ternyata omzet hewan kecil ini bisa mencapai nilai Rp.4 juta- Rp.5 juta per- bulan. Bahkan, tahun 2011, omzetnya malah naik dua kali lipat sejalan pamor binatang kecil ini sebagai peliharaan.

Wirausaha Tepung Mie Ayam Berkat Sariboga

Profil Pengusaha Sukses Toman 


wirausahamie.png
 
Berkat Saribog wirausaha tepung mie ayahmnya sukses. Resep mie ayam bukan cuma tepung terigu. Ia,  Pak Toman sukses terletak dari passion- nya. Berawal dari rasa suka makan mie ayam. Lantas berubah menjadi cita- cita membuka usaha sendiri. 
 
Toman, umur 42 tahun, memulai usaha mie ayam pertama kali bermodal grobak dorong. Ia mendorong gerobak sendiri berkeliling kota. Tiada rasa lelah gerobak mie ayamnya melewati komplek- komplek perumahan.
 

Menjadi Wirausaha


Semua karena itu passion -nya, memang akan terdengar "bisnis kecil" untuk kalian. Cuma bekerja resep passion membuat dia semakin bersemangat. Toman bahkan berhasil mengembangkan sayap ke bisnisnya jauh. 
 
Membidik pasar khusus pembuatan mie, membuatnya dikenal sebagai penstok mie untuk para pedagang mie ayam dorong. Toman adalah juragan mie ayam. Usaha yang dikerjakan tanpa menyerah tersebut berbuah hasil.

Kulitas produk mie buatan Toman super enak. Lebih kenyal tidak menggunakan bahan pengawet tertentu. Dia mengaku butuh waktu lama buatnya menjadi seperti sekarang. Kini, nama Toman cukup dikenal di Kota Semarang dan sekitarnya bagi para pedagang mie. 
 
Dibawah bendera usaha Mie Resmi usaha kecil tapi besar itu berlanjut hingga sampai sekarang. Dia menjual mie untuk pedagang mie ayam di Semarang dan sekitarnya. Toman pasti menghabiskan berkilo tepung terigu. Dibantu oleh 9 karyawan mengerjakan berlembar mie mentah. 
 
Mereka mampu menghasilkan 300 kantong plastik mie. Resep mie ayamnya terletak di tepung Tali Emas milik Boga Sari. Tepung yang bisa menyerap air lebih banyak dibanding tepung terigu lain. Jadi tepung pilihan ditambah passion membuat usaha ini berkembang.

Toman memiliki 700 agen mie ayam dorong. Buat mereka yang baru bergabung, Pak Toman ikut membantu gerobak dan kompornya. Cukup itu lantas bahan bakunya akan disuplai dari Mie Resmi miliknya sendiri. Berkat pemilihan bahan ditambah passion membuatnya berkembang. 
 
Bahkan Mie Resmi telah menjadi makanan langganan Gubernur Jawa Tengah saat itu. Untuk setiap kali permintaan selalu ada peningkatan kualitas, ia tidak lupa itu.

Berkat relasi kuat dirasa membuat mie -nya semakin berkembang lagi. Bahkan Gubernur Bibit Waluyo rela turun tangan mempromosikan kepada staff dan orang di pemerintahan. Relasi lain yaitu dengan pedagang mie ayam diluaran sena. 
 
Mereka yang bukan agen terbantukan karena mie buatannya. Mereka rajin membeli lantaran pelanggan makin banyak. Berkat usaha ini, Toman bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Tepung terigu andalan miliknya itu selalu ada dihati. 
 
Bahkan sudah punya stok khusus dari orang marketing dan promosi PT. Sariboga Baturaya. Mereka mempunyai tali silaturahmi kuat satu sama lain. Bahkan bisa menyimpan berton tepung di gudang penyimpanan. 
 
Selanjutnya ia tinggal memperluas pasar salah satunya lewat pabrik pembuatan mie di Salatiga. Mari kita acungkan dua jempol buat pengusaha mie ayam satu ini. Wirausaha tepung mie ayam ternyata bisa membawa Toman sukses.

Bisnis Bahan Makanan Tempe Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Benny Santoso

 

pengusahatempe.png
 

Pengusaha muda Benny Santoso menciptakan perusahaan startup unik. Bisnis bahan makanan tempe INI Tempe hasilkan aneka produk unggulan. Pemuda kelahiran Solo, 2 Oktober 1995, yang melihat bahwa tempe memiliki potensi bermacam- macam produk.

 

Dari tempe dikembangkannya menjadi aneka produk. Sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, dari kelas menengah- atas hingga bawah suka. Rasa enak dan tekstur uniknya diterima lidah kita. Dalam perjalanannya banyak aneka olahan tempe khas daerah.


Bisnis Bahan Makanan

 

Harga murah ramah dikantong dapat ditemui dimanapun. Termasuk di mall- mall besar terdapat makanan tempe. Memang tempe kebanyakan dimasak monoton. Itu- itu saja, maka setiap kali sajian terkadang timbul rasa bosan.


INI merupakan kepanjangan dari Innovate New Idea (INI). Digagasa sejak 16 Desember 2016, dan Benny Santoso, pengusaha muda ini kembangkan utamanya Tempe Campur. "Kalau Bali mungkin terkenalnya nasi campur, tapi, kalau dikami terkenalnya tempe campur," jelasnya ke Tribunnews.com


Varian tempe campur antara lain keju, spirulina, orginal, wijen hitam, dan dan biji labu. Kemudian ia membuat kue kering tempe. Variannya empat macam, yakni kacang mete, coklat, jahe, dan kelapa. Dia juga membuat keripik, ada dua varian original dan blackpaper.


Kemudian dia membuat protein ball berbahan tepung tempe, kurma dan cranberry. "Lalu dalam waktu dekat kami akan perkenalkan tempe instan," ia melanjutkan. Dia menjual dari harga Rp.1500 sampai 65 ribu. 

 

Menurutnya produk tempe campur wijen hitam dan keripik tempe rasa black paper best seller. INI juga memproduksi emping singkong. Tujuannya sudah berkembang ingin memperkenalkan produk asli Indonesia. 


Pengusaha muda Benny Santoso bisnis bahan makanan tempe khusus. Dia ingin menyasar turis asing yang tertarik makanan khas Indonesia. Benny bekerja sama dengan puluhan retail baik di Bali maupun diluar Bali.


Di Bali sendiri, INI Tempe telah tersebar di lebih dari 20 toko retail, lalu ada restoran dan restoran. Diluar dia menargetkan lebih banyak dari 20-an. Kisah sukses INI Tempe bermula ketika dia masih bersekolah di STP Nusa Dua, Bali, dengan mengambil jurusan Culinary Management.


"Saya ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa produk lokal itu bagus-bagus karena kebanyakan orang selalu mikirnya kalau produk asing lebih bagus," Benny menjelaskan.


Dia ingin mewujudkan rasa bangga akan produk tempe. Ia meyakini masyarakat akan bangga bahwa tempe dapat diolah apapun. "Saya juga ingin encourage ke orang- orang untuk bangga dengan produk lokal dan ayo beli produk lokal," lanjutnya.


Semangat kerja kerasnya mendapatkan apresiasi pembeli. INI Tempe disebut inovatif dan unik. Kan orang masih beranggapan tempe hanya diolah bacem, goreng tepung, atau diopor. Awalnya INI Tempe disukai warga asing, ketika ditawarkan ke masyarakat kita tetapi memang wisata Bali tengah lesu.


Dia tawarkan ke wilayah Jawa dan maka seimbangan antara keduanya. Semenjak pandemi Covid 19 sangat membuatnya memutar otak. Maka Benny lebih memanfaatkan penjualan melalui sosmed. Dan berkatnya, dia mendapatkan pesanan sampai ke Malaysia dan Papua.

Bisnis Software Cek Grammar Akurat 1Checker

 Profil Pengusaha Zhang Yichi


bisnissoftware.png

 
Bayangkan bisnis software cek grammer akurat.  Dikembangkan oleh dua lulusan Cambridge, siswa PhD -nya, 1Checker ditunjuk sebagai salah satu platform terbaik mengkoreksi kalimat. Ini menjadi alternatif bahkan disandingkan keampuhan Microsoft Spell Checker ataupun Grammaly. 
 
Sotware terbaik bahkan untuk bukan native bahasa Inggris. Startup bernama 1Checker, dan saudaranya 1Course, merupakan platform belajar bahasa asing. Yang utamanya mengkoreksi bahasa Inggris. Alat pengkoreksi bahasa Inggris ini. 
 
Dikenal sangat baik buat bahasa kedua dan membuat saran perbaikan akan grammer yang mana sangat memalukan.
 

Membangun Bisnis Software


Kedua software dikembangkan oleh Greedy Intelligence, startup berbasis London, mendapatkan satu pendanaan Seri A, dari Cambridge Enterprise. Merupakan channel pendanaan pihak dari Universitas mereka. Sosok dibaliknya bernama Yichi Zhang, yang sudah mengerjakan 1Checker sejak 2007.

Ketika belajar PhD untuk software engineering di Cambridge. Zhang menemukan orang China, yang tidak biasa menggunakan bahasa Inggris,, Dia menemukan orang kesukaran mencari software untuk mengecek tulisan mereka. 
 
Padahal mereka harus memasukan surat tetapi menemui banyak error spelling dan grammar. Inilah yang mendasarkan Zhang. Kesulitan seperti, ambil contoh, menulis "red big bag" tetapi malah menulis "red bag big", terlihat sepele tetapi sangat menganggu. 
 
Kebutuhan proofreading software inilah membuat 1Checker fokus Zhang. Kebingungan akan kata sifat atau adjectives. Terutama komplek jika menyangkut dua atau lebih kata dalam satu kesatuan. Kebanyakan kesalahan tidak ada pada pengguna bahasa Inggris. 
 
Zhang juga memberikan koreksi untuk sesuatu detail seperti "affect" atau "effect". Zhang mengembangkan bersama CTO Greedy Intelligence, Lin Sun, bersama dengan beberapa orang China lain lulusan Cambridge. 
 
Mereka mencoba banyak alogritma yang meledak pada 2009 silam. Yang menjadi seimbang antara mengkover dan mengkonversi kalimat.

"Kami menjaga akurasi hingga titik tertentu sambil mengembangkan bahwa software ini akan bisa memahami error khusus non- native speaker," unggahnya.

Menggunakan sistem Artificial Intelligence, alogritma mereka tidak cuma sadar akan grammar rules, tetapi juga paham secara semantik dan kontektual dari keseluruhan kertas. Sistem dikembangkan bisa mengetahui kesalahan kontektual.

Di tahun 2010, pihak Greedy, memenangkan 5000 pound untuk Cambridge University Entrepreneurs dan akhirnya mendapatkan pendanaan dari Cambridge Enterprise. Uang tersebut digunakan untuk mengembangkan free product untuk 1Checker.

Sebelumnya, beberapa tahun yang lalu, Zhang mengembangkan produk berbayar 1Course. Mereka menawarkan latihan TOEFL, GRE, GMAT, dan standarisasi lain untuk Inggris aktif, dan software 1Course lebih mengutamakan perbaikan untuk non- native English. 
 
Lebih ke mendukung thesis, meterial, dan konklusi. Keunggulan 1Checker ada pada grammar, pemahaman akan keselahan umum non- native, hingga memiliki perpustakaan besar akan kosa kata dan struktur kalimat. 
 
1Checker menawarkan konsep gratis. Yang mana alogirtma AI akan belajar dan semakin memperbaiki kekurangan dari 1Checker sendiri. Menggunakan sistem kata mana yang lebih banyak dipilih. 1Checker sangat menjaga privasi. 
 
Jadi hanya belajar dari kebiasaan bukan menganalisa keseluruhan kertas. Mengikat pilihan kata bukan di kalimat kita. Tidak mempelajari subject atau tugas kita tetapi memberikan pilihan pembenaran saja.

"...kami tidak tertarik (akan data pribadi pengguna)," ujar Zhang.

Talenta muda China, Zhang Yichi, memang seorang komputer geek, tiba di Inggris untuk berkuliah di Cambridge University. Dia lulusan kampus elit Tongji University memilih jurusan ilmu komputer. Dia juga lulusan York University. Minatnya pada teori dan logika komputer hingga ke tanah Inggris.

Ia berharap akan bekerja sebagai peneliti. Hingga dia bertemu Sun Lin, yang mengajaknya ikut satu kompetisi Cambridge. Ide bisnis mereka bagaimana membuat English checker lebih baik dari milik Microsoft.

Pengusaha Developer Muda


Greedy sendiri merupakan perusahaan stabil. Dengan staf 26 orang, mereka menjadi suplier untuk software bahasa Inggris untuk pendidikan China. Umurnya 29 tahun, Zhang sukses bukan karena dia sendiri, tetapi kemampuannya membaca kebutuhan masyarakat China akan kursus bahasa Inggris.

Sosok Robin Li yang memberikan semangat generasi baru China. Mengatakan bahwa mereka pasti bisa membawa teknologi China ke arah baru. "Sepuluh tahun lalu hanya orang asing yang sukses," ia mengatakan. Sekarang orang China bisa setara untuk teknologi dan ekonomi pada umumnya.

Ketika pemerintah China merasakan gairah anak muda ini. Zhang tidak betah berlama- lama ada di Inggris. Dia membawa serta bisnisnya Greedy ke Hangzou. Dimana sekarang perusahaannya bisa dikelilingi setara perusahaan besar seperti Alibaba, Huawei, dan Natease.

Ide bisnis dari 1Checker karena Zhang sendiri frustasi akan Microsoft Word. Yang mana dianggapnya menghasilkan terlalu akademis. Dengan 1Checker pilihan kata lebih banyak termasuk arti tentang kata tersebut. "Kenapa tidak mengembangkan mesin koreksi kita sendiri," ucapnya bersama Lin.

Kebanyakan pengguna berasal dari China, tetapi tidak sedikit dari Malaysia dan Singapura. Dimana fokus mereka orang- orang yang sangat butuh bahasa Inggris. Mereka yang kesukaran karena bahasa Inggris menjadi bahasa kedua. 
 
Alogritma dikembangkan Greedy sangat cepat beradaptasi akan kebutuhan. Jadi bisa dibilang sangat bersaing dengan produk sejenis. Fokus mereka, orang luar negeri juga, yang ingin tulisan mereka dipublish secara internasional. 
 
Adanya sistem "phrase level inrichment" untuk meningkatkan pengecekan tingkat frase. Membantu pengguna memilih frase pilihan dibanding satu kata.

Sistem tidak menghakimi pengguna. Memberika pilihan logis memiliki landasan grammar jelas. Dia menjelaskan persaing utama mereka adalah Microsoft Word spelling. Kemudian platform online yang memberikan sistem anti- plagiat. 
 
Sistem 1Checker yang memberikan alternatif dirasa lebih cocok buat kita. "1Checker punya lebih, lebih dari jangkauan luas, khususnya kesalahan umum yang dilakukan oleh non- native speaker," unggahnya.

Mereka memiliki sistem data bernama corpora. Datang tersebut merupakan data server, yang berisi kesalahan yang dilakukan oleh non- native speaker. "Tim kerja kami paham betul rasa sakitnya jadi pengguna non- native speaker," papar Zhang.

Enrichment tool -nya akan belajar tentang kalimat kamu. Setiap kata sering dipakai akan mendapat saran dari mesin. Tujuannya memberikan kata alternatif dan memperkaya bahasa Inggris kamu.  Ia juga menambahkan mesin akan memberikan saran kontekstual bukan tekstual.

"Apa yang dibutuhkan non- native speaker adalah detail kalimat. Jika saya menulis sebuah surat di email, saya mungkin tidak punya banyak waktu untuk proofreading atau menulis ulang. Yang saya butuhkan adalah menulis 5 sampai 10 menit membuat tulisan saya terlihat seprofesional mungkin."

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba