Erwin Aksa Mental Pengusaha Sejak Kecil

Biografi Pengusaha Erwin Aksa


biografi erwin aksa

Biografi Erwin Aksa, bernama lengkp Erwin Aksa Mahmud, kelahiran Ujung Pandang, 7 Desember 1975. Ia selalu mengingat bahwa bisnis dan pengusaha merupakan bagian hidupnya. Ayahnya, Aksa Mahmud, adalah orang terkaya ke 34 versi Forbes di 2013, memberikan ketegasan dan disiplin tinggi.

Erwin kecil marasakan itu, bukanlah sesuatu yang mudah harus ikutan berkantor sejak dini. Di masa kecilnya, dia merasakan betul bagaimana tekanan sang ayah, ia harus mencontoh sosok ayahnya yang baik sebagai pengusaha dan pribadi. 

Baginya ayahnya merupakan tokoh yang inspiratif, selain itu dia pernah menjabat ketua HIPMI dua kali. Erwin yang memiliki sifat suka menerima tantangan membuatnya aktif berorganisasi. Terkahir, ia tercatat sebagai ketua HIPMI dari Sulawesi Selatan mengikuti jejak ayahnya.

"Ya. Dengan bismiallah, memohon petunjuk dan kekuatan dari Allah; saya terima amanah ini" ujar Erwin,  ujar Erwin, penggemar otomotif dan sop konro ini.

Anak Orang Kaya


Mungkin dia anak orang kaya tetapi tidak sembarangan. Erwin telah memulai dari bawah di Bosowa Corp. Di 1997, ia bekerja jadi executive director & deputy VPD PT. Semen Bosowa Maros, perlahan tapi pasti karirnya menanjak. Dia berusaha menunjukan kemampuan terbaiknya di bisnis.

Erwin muda merupakan lulusan universitas Pittsburgh, Pennsylvania USA, akhirnya resmi menjadi direktur utama di PT. Bosowa Energy. Dia meneruskan karirnya sebagai pengganti sang ayah sendiri. Dia merupakan sosok yang pantas jadi direktur utama Bosowa Corporation.

Ayah tiga anak yang menunjukan bakat alami. Melalui Bosowa, ia mampu merubah bisnis berkali- kali lipat. Bosowa Corp merupakan perusahaan yang bermula dari perusahaan di bidang perdagangan umum, lalu CV. Moneter didirikan di Sulawesi Selatan, pada 22 Februari 1973 oleh Aksa Mahmud.

Pada 1978, perusahaan ini mendapatkan hak ekslusive untuk menangani pemasaran Datsun. Ini adalah merek mobil buatan dari Jepang tersebut diperuntukan untuk kawasan Indonesia Timur. Di tahun yang sama, di tahun 1973, Perusahaan berubah nama menjadi PT. Monetera Motor.

Kesuksesan tersebut semakin menjadi dengan pengakuan lainnya. PT. Monetera Motor mendapatkan kesempatan untuk memegang merek Mitsubishi wilayah Timur. Selanjutnya, perusahaan kembali berubah nama jadi PT. Bosowa Berlian Motor, dan menjadi tonggak penting bagi dirinya.

Berdirinya Bosowa yang berbisnis tidak hanya mobil. Bosowa adalah singkatan nama dari tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Bone, Soppeng dan Wajo, semuanya wilayah Bugis. Dia yang menjadi direktur utama bukanlah karbitan, tapi benar- benar serius mengeluti bisnis.

Ia mendapatkan pengkaderan secara langsung bahkan dikabarkan hingga kabur dari rumah. Tapi, malalui itu pula, Erwin belajar lobi bisnis, negoisasi, sopan santun, kepemimpinan bisnis dan sosial.

 "Saya mau fokus pada bisnis inti yang prospektif saja. Makanya, kami melakukan regrouping menjadi cukup enam bisnis inti saja. Industri kelautan saya tidak masukkan sebagai bisnis inti Bosowa. Pertambakan ikan dan udang serta rumput laut, kami jadikan sebagai usaha pengembangan masyarakat, community development, supaya keberadaan Bosowa bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya

Didikan Pengusaha Sejak Dini


Erwin pdiangkat menjadi ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Indonesia), ia sangat fokal dalam hal usaha kecil dan menengah. Dia melalui HIPMI menyuarakan tentang Kredit Usaha Rakyat, yang kala itu memang sulit untuk klaimnya, hingga kini kita diberikan kemudahan berwirausaha.

Sekarang, setelah lepas HIPMI, Erwin lanjut diangkat menjadi wakil ketua umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN), dan memegang bagian usaha kecil menangah (UKM).

"Salain ada kepastian, UKM kita butuh bantalan. Tapi bukan bantuan uang tunai, melainkan akses modal yang lebih mudah ke perbankan," kata Erwin disebuah pembicaran resmi, seperti dikutip dari situs Suara Pengusaha.

Karena kecintaan akan olahraga, Erwin pernah menangani sebuah klub sepakbola selepas kuliah di Amerika. Kegiatan tersebut dilakukannya disela- sela mengerjakan tugas di Bosowa. Ia sendiri sanggup, bahkan berhasil mengembangkan PSM Makasar.

Ia mendirikan klub alasannya selain gemar olahraga, dia mengaku sapak bola merupakan kegemaran anak- anak di Makasar. Sepak bola bisa menjadi lifestyle di sana, sehingga ia telah berminat untuk menahkodainya.

Berkat pengalaman organisasi dari SMA, PSM Makasar menjadi klub yang diperhitungkan ditangannya. Erwin berhasil bahkan melebihi ketua sebelumnya. Dia pun berhasil membuat PSM Makasar sukses menjadi runner- up di Liga Indonesia.

Lainnya, ia juga berhasil mengembalikan pamor PSM menjadi tim elit di Indonesia. Melalui olah raga inilah, ia patut mendapat apresiasi sepenuhnya. Erwin Aksa selalu percaya semangat datangnya dari hati. Dan, keluarga mendukungnya sengat berarti bagi kehidupannya.

Ayah dari Trinisha Erwin Aksa, Shyla Erwin Aksa, dan Muhammad Yusuf Akasa, dalam biografi Erwin Aksa telah mampu hingga sekarang menjadi pemimpin. Dia menjadi pemimpin tidak hanya di Bosowa hingga KADIN, tetapi menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan keluarga kecilnya.

Membuka Restoran Jepang Pengusaha UGM

Profil Pengusaha Saiqa Ilham Akbar


pengusaha ugm berjaya

Universitas Gajah Mada (UGM) sering merajai kompetisi kewirausahaan. Seperti dua pemuda yang membuka restoran jepang ini. Pengusaha muda yang  berhasil memenangkan ajang Wirausaha Muda Mandiri 2009. Mereka Saiqa Ilham Akbar dan Sukantyoso Putro pendiri Hotaru Japanese Resto.

Mereka berhasil menyabet juara dua untuk kategori boga. Keduanya sukses menggagas bisnis resto Jepang lokal. Peluang bisnis ini sudah lama diamati Saiqa terutama di Yogya. Banyaknya orang yang antusias akan Jepang. Bisnis ini juga didukung oleh banyaknya komunitas pecinta Jepang.

Bermodal Rp.90 juta keduanya membuka usaha murah meriah. Dibanding usaha sejenis yang dibawa orang. Mereka menawarkan menu seharga Rp.10- 20 ribuan. Alhasil restoran tersebut laris manis didatangi orang. "Kami juga menyediakan segala pernak- pernik dan busana khas Jepang," ujarnya.

Tidak hanya mengandalkan menu makanan sesuai selera. Makanan yang enak seperti asli Jepang juga didukung fasilitas. Mereka bahkan membuka dojo untuk orang berlatih bela diri aslinya. Atmosfer Jepang terbentuk menggaet lebih banyak pecinta budaya Jepang.

Pengusaha pasti lekat dengan kegagalan. Bahkan 60% mahasiswa yang memulai usaha gagal total. Ini tak mudah tetapi Saiqa telah bertekat.

"Sebagai pengusaha tidak boleh gampang menyerah," ia menjelaskan.

Prinsip membuka usaha ialah tidak bisa instan. Semua butuh proses pembelajaran, dan harus jalan dengan penuh kesabaran. Baginya bisnis butuh untuk memberi manfaat orang banyak. Ia mengajak dua temannya, membuka 2 kedai di lembah UGM dan sekitar Jalan Godean.

Saiqa juga membuka tiga cabang di Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Mengambangkan bisnis apapun tidak mudah. Mereka butuh pemasaran menarik pelangga, dan masahal sumber daya alam.

Rencana Usaha Ayam Bakar Mahasiswa Sukses

Profil Pengusaha Dymas Tanggul Panudju 


pengusaha mahasiswa
 
Semenjak kecil, Dymas Tanggul Panudju, memang gemar berwirausaha. Renacana usaha ayam bakar mahasiswa ini pun sukses. Bahkan bisnis ini bisa berkembang pesat. Dia, Mahasiswa Universitas Brawijaya, jurusan Teknologi Hasil Pertanian, malah memilih berbisnis ayam bakar.

Mungkin terlihat banyak persaingan tetapi pemuda 28 tahun ini mampu. Menyalip diantara bisnis serupa bukan mudah. Dipicu oleh kekurangan biaya kuliah, Dymas mulai sibuk bekerja sampingan. Ia harus memilih antara bekerja atau berkuliah, tetapi dia memilih berwirausaha dan tetap kuliah.

Pilihan tidak menyenangkan memang. Dia adalah memilih bekerja untuk membiayai kuliah, sekaligus mengumpulkan modal. Dia membuat opsi sendiri dengan mengakali biaya kuliah. Dymas bekerja di sebuah rumah makan, berlanjut karyawan sebuah perusahaan katering.

Bisnis Mahasiswa


Dia mungkin memiliki gaji cukup. Dymas bekerja di sebuah katering ternama. Ia pun bisa lanjut berkuliah. Rangkul hari mu atau seize the day, yakni prinsip bahwa keseharian harus diisi oleh hal- hal berharga. Mangkanya selain sibuk berkerja dan kuliah, dia juga aktif berorganisasi.

Dymas sempatkan diri mengikuti organisasi di kampus. Kemudian Dymas diangkat menjadi steering committee. Mendapat Jabatan bergengsi di organisasi, ia menemukan kasus- kasus unik sebagai celah bisnis. Kasus bahwa organisasi kampus membutuhkan katering yang berkualitas.

Kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa membutuhkan konsumsi buat anggota dan panitia seminar. Ia kemudian mendapatkan tugas buat menyiapkan konsumsi. Tetapi keterbatasan dana menjadi masalah. Ia tetap semangat. Pokoknya tugasnya bagaimana menciptakan makanan murah tetapi berkualitas.

Jujur dia kembingungan menghadapai pesanan tersebut. Dymas lalu berpikir keras caranya untuk memenuhi kebutuhan katering. Disisi lain keinginan menjadi pengusaha katering muncul. Pasalnya karena kebutuhan makanan pesanan memang sangat dibutuhkan.

Memang bisnis kuliner tidak pernah ada matinya bukan. Prospek sebut saja jika 6000 orang hadir, dimana ada tiga hari dalam sepekan, dan dimana kegiatan itu sudah bersifat rencanan tahunan atau sudah pasti ada. Disisi lain, organisasi memiliki 10- 16 program kerja, yang pasti butuh makan.

Dymas mulai hitung- hitungan di atas kertas. Hitungan 36 Universitas di Malang, dimana jika mereka nanti menjadi pelanggan katering yang akan Dymas dirikan. Sudah berapa keuntungan bisa diraih oleh pemuda tersebut.

"Orang yang terbiasa menggunakan otak kanan akan melihat titik finish dimana ada banyak sudut pandang meskipun dalam benang kusut dan hanya 5 meter," ungkapnya dalam blog pribadi.

Masih kuliah Semester 3, dia membiayai semua bisnisnya sendiri bermodal pengalaman. Ia memutar otak agar bisa mendapatkan modal usaha. Pertama mikir mau pinjam bank tetapi pasti tidak dikasih mereka. Dymas mikir lagi apalagi mau minta orang tua, untuk biaya kuliah dan makan aja susah.

Pengusaha Muda Mandiri


Dia juga kayaknya malu kalau pinjam saudara. Maunnya sharing dengan teman satu kosnya. Lalu dia coba sampaikan ke teman- teman kosnya. Tidak disangka ide itu mendapatkan tanggapan baik. Ia pun mendapatkan dana Rp.4,5 juta.

Menurutnya waktu itu, hasil iuran, sudah termasuk banyak dari mereka mahasiswa. Dukungan moril juga diberikan teman Dymas. Ia sendiri berjanji uang tersebut adalah hutang usaha. Jadi bukan sharing modal. Yah teman- teman Dymas ragu tetapi tetap mendukung usaha itu.

Mereka nampak tidak siap untuk berbagi usaha dan percaya bahwa akan sukses. Ia memaklumi hal tersebut. Bisnis yang awal katering, lantas berubah menjadi bisnis ayam bakar, tetapi dia pintar tetap menarget pasar sebelumnya.

Dia mematok ayam bakarnya Rp.7.500. Dengan waktu itu, di tahun 2010 masih sedikit persaingan, dan bisnis ayam bakarnya masuk memenuhi pesanan buat mahasiswa Unibraw. Dymas berani untuk menyiapkan ayam goreng Rp.6.500, dibanding tempat lain sudah murah tuh

Padahal satuanya bisa Rp.10.000 -an di tempat lain. Udah murah dia bikin semakin murah saja. Hasilnya orderan Dymas membludak hingga tak kepikiran nama. Ia baru kepikiran nama usaha di akhir- akhir. Dulu pake nama pemberian teman tetapi dianggap tidak cocok.

Ia teringat asal usulnya. Pelosok Desa Ngimbang, Kabupaten Lamongan, inilah cikal bakal nama usahanya. Dymas ingin mengangkat nama desanya, dan ingin membuat orang tuanya bangga. Uang segitu ternyata tidak mudah loh.

Dia memulai usahanya bermodal dua kompor minyak dan satu penanak nasi. Dymas memang jago mengolah ayam. Bumbu racikan dicari sampai 36 kali hingga rasanya pas. Jadi dia tidak langsung launching bisnis, tidak berani mengecewakan pelanggan bermodal coba- coba.

Modal utamanya adalah ketekunan, keuletan, inilah rahasia dia menciptakan masakan sedap. Ini cara dia menemukan resep sesuai lidah pelangganya. Usahanya berkembang pesat, memasuki tahun 2007- 2009, dia membuka 15 cabang.

"Kalau soal bumbu, itu rahasia, nanti ditiru," selorohnya. Buat menunya ada ayam bakar Ngimbang, ayam goreng mentega, dan bebek halilintar.

Bisnis Ojek Sukses


Tahun 2009 datang masalah tidak terduga. Yakni penyakit flu burung yang merebak. Apalagi daerah Jawa Timur ramai sekali kasus flu burung. Alhasil, penjualan Dymas menurun drastis, banyak cabangnya tutup dan sisa tiga yakni di Malang, Surabaya, dan Lamongan.

Sudah jatuh karena flu burung, pihak mall juga melarang jualan ayam bakar karena asapnya. Agar bisa lepas dari jerat penyakit flu burung. Ia lalu mengedukasi masyarakat bahwa unggas miliknya aman. Dia lalu membuat stiker bebas flu burung, hasilnya per- hari bisa menjual 250 ekor per- hari.

Berawal dari satu outlet di depan Unibraw. Karena permintaan banyak, dia membuka empat outlet di luar kampus, terus hingga cabang di luar kota. Omzet tahun 2007 adalah Rp.60 juta, untung bersihnya sampai Rp.27 juta.

Tahun 2008 membuka empat outlet, hasilnya omzet Rp.128, laba bersih Rp.75 juta. Di 2009, omzetnya naik mencapai Rp.234 juta, dan untung bersih mencapai Rp.166 juta. Tidak berhenti di usaha satu saja, dia lantas membuka usaha ojek motor mengajak teman- teman mahasiswa.

Beberapa sepeda motor nanti dipakai oleh mahasiswa. Ia bahkan memadukan itu dengan teknologi komputer. Sebelum jamannya Gojek dan smartphone, Dymas menggunakan sistem komputer kuno. Dia juga berbisnis jajanan ote- ote, memang usahanya keliatan sepele, tetapi pendapatannya lumayan loh.

Banyaknya pesanan membuat banyak orang minat. Para investor menawari Dymas untuk menjadika usaha ayam bakar miliknya menjadi franchise atau waralaba. Selepas menang Wirausaha Muda Mandiri 2009, dan dapat juara 1, nama Ayam Bakar Ngimbangan.

Kemenangan ini semakin menarik investor untuk menjadi bisnis mereka. Namun, pengusaha muda ini belum kepikiran untuk waralaba, malah lebih fokus membuka cabang sendiri. Fokus ini didukung oleh kemampuan menjaga cira rasa tetap terjaga. Mungkin dia takut kalau nanti kualitas ayamnya menurun.

Resiko Jadi Pengusaha Agung Simply Fresh

Profil Pengusaha Agung Nugraha Susanto


agung simply fresh

Pernah tidak kamu merasa ingin sekali membuka usaha. Resiko jadi pengusaha Agung Simply Fresh, memberikan padangan menghadapi masalah. Resiko itu ada tetapi dia membuktikan pasti bisa kita selesaikan. Prinsip- prinsip kerja pria bernama lengkap Agung Nugraha Susanto patut dicoba.

Ia memutuskan memulai bisnis disaat kuliah semester 5. Jujur dia buta akan wirausaha, hanya sosok pemula yang meraba- raba. Ternyata tidak mudah buktinya dia bangkrut dua kali. Dia pernah bisnis jualan handphone. Agung juga pernah berbisnis kaos distro kayak anak gaul

Toh dia terlanjur terobsesi menjalankan wirausaha. Maka Agung yang masih bersatus mahasiswa Universitas Gajah Mada, nekat gadaikan BPKB. Surat kepemilikan kendaraan tersebut dihargai cuma beberapa belas juta. Padahal dia paling tidak harus menggelontorkan modal 30 jutaan.

Ia lantas mengakalinya dengan beli seadanya. "Uang hasil menggadaikan BPKB lalu saya belikan satu mesin cuci, dan satu pengering," kenangnya. Dia kemudian membuka jasa cuci yang ternyata banyak saingan. Dia butuh kerja keras menemukan keunikan agar tetap laku.

Kerja Cerdas


Sudah ada lima tempat laundry di kawasan tersebut. Ia harus memutar otak agar tetap laku. Layanan pertama ialah dia memberikan tarif kiloan. Kemudian kedua, Agung memberanikan diri mengaku bisa 4 jam selesai. Ini kemudian ditambah dengan empat varian pewangi yang beda.

Agung menjadi yang pertama menawarkan sistem kiloan di Yogya. Bertarif Rp.3.500 per- kilo, ia terpaksa tidur seadanya karena peminat membludak. "Saya harus rela tidak tidur 24 jam karena peminatnya banyak," kenang Agung.

Apalagi dia cuma memiliki satu mesin cuci dan pengering.  Modal 30 juta lalu digelontorkan, sebuah bisnis didirikan olehnya bernama Simply Fresh di tahun 2006. Bisnis laundry kiloan yang sempat ditentang orang tua namun mampu ia buktikan dengan 30 outlet di tahun pertama.

Setelah 5 tahun berlalu, dia telah memiliki 165 outlet yang tersebar di 50 kota dengan omzet miliaran. Ia masih muda, enerjik, dan sudah berpenghasilan miliaran. Sistem waralaba Simply Fresh ternyata sangat membantu, Agung pun berniat membuka cabang di Singapura dan Malaysia.

Itulah pengusaha muda kita, pria kelahiran Bandar Lampung 15 November 1984 ini terbilang pejuang tangguh dan pekerja keras.

"Dulu saya sering tidak pernah tidur. Saya berobsesi bisa sukses kuliah dan bisnis, ternyata itu tercapai. Saya lulus kuliah dalam waktu 4 tahun. Bisnis pun berkembang pesat," ucap sarjana hukum UGM ini.

Bisnis Pengusaha Muda


Laundry ini bukanlah bisnis pertama, sebelumnya, ia pernah menekuni bisnis pakaian dan telephon seluler. Inilah resiko jadi pengusaha Agung Simply Fresh harus kuat. Kedua bisnis itu gagal pada saatnya.

"Bisnis saya bangkrut, namun saat itu saya melihat bisnis lain yang menjanjikan yakni laundry untuk kalangan mahasiswa," ia melanjutkan

Dengan modal sisa dari usaha sebelumnya dan pinjaman. Dia menggelontorkan uang Rp.30 juta dan sukses besar. Ia berani menawarkan harga miring sampai 2500 per- kilo. Agung pun bergairah untuk berinovasi dan promosi.

Pelanggan bertambah bermodal peralatan seadanya dan dua karyawan. Ia menawarkan cuci kilat 4 jam. Keputusan ini memberi resiko harus sibuk sampai 24 jam. Kuliah menumpuk begitu pula cucian pesanan.

Keuntungan dari kedua outlet pertama mencapai nilai 8 juta rupiah. Sayang, disaat naik daun, kedua orang tuanya menginginkan sang anak bekerja kantoran saja. Hampir saja jalannya sebagai seorang pengusaha terkubur karena tak mau dianggap anak tidak patuh.

Orang tua ingin anaknya menjadi pegawai kantoran. Mereka tak rela Agung menjadi tukang cuci. Ayahnya seorang pengacara, sementara saudaranya ada yang jadi jaksa dan dokter. Maka ia menurut begitu lulus, Agung melamar pekerjaan, lolos seleksi, dan diterima.

"Tapi hasrat untuk berbisnis masih besar," ucap anak ke tiga pasangan Agus Susanto dan Hermin Yulistyowati ini.

Tak berhenti akal ia membujuk kedua orang tuanya dengan sedikit memelas. Orang tua pun luluh dan merestui. Tetapi ia harus meyakinkan untuk sukses besa. Agung lalu meminta waktu 1 tahun untuk membuktikan. Kalau gagal dia akan menuruti permintaan orang tua untuk jadi pegawai kantoran.

"Kalau gagal, saya siap turuti kemauan mereka dan mengubur dalam-dalam mimpi saya," tegasnya.

Ia pun mengutip kalimat dari Albert Einstein, tokoh idolanya, bahwa "imajinasimu merupakan cuplikan dirimu di masa mendatang" Agung pun memasang kuda- kuda agar bisnisnya semakin berjaya dan tak berhenti lagi di tengah jalan. Ia mencoba membuktikan sesuatu tentang keilmuan.

Bahwa ilmu bisnis ia pelajari secara otodidak bisa bekerja. Dia rajin membaca agar jualannya laku keras. Maklum Agung bukan tamatan sekolah bisnis melainkan sarjana hukum. Kerja keras dan peras keringatnya tak sia-sia, karena ia dapat memenuhi janjinya bahwa menjadi pengusaha ternama

Setahun bisnis laundry Simply Fresh berjalan, melalui sistem franchis atau waralaba menghasilkan hingga 30 outlet. "Saya bangga bisa membuktikan pada orang tua bahwa saya mampu," kata pria berkacamata ini.

Lundry Kiloan Murah Berkualitas


Jargonya adalah Laundry Kiloan Kualitas Berkelas, dalam lima tahun, franchise -nya telah menggurita ke berbagai kota besar. Ekspansi yang dilakukan Agung tidak tanggung-tanggung, bisnisnya sudah merangsek ke 50 kota besar di Indonesia dengan lebih dari 165 outlet tersebar.

"Outlet saya itu tersebar dari Aceh hingga Papua. Bahkan saya berobsesi menjelajah pasar manca negara," bebernya.

Peraih beragam penghargaan nasional ini, seperti Rekor Spektakuler Waralaba Laundry Kiloan Pertama di Indonesia (2008), Top 10 Indonesia Young Entrepreneur Franchise Award (2009), The Best Bisnis Prospect Indonesia Franchise Start-Up Award (2009) dan sejumlah penghargaan lainnya.

Ia menyebut bahwa kamu bisa mendapatkan 4 paket harga untuk franchise: seharga 109 juta (paket standar), 129 juta (paket eksklusif), 170 juta (paket industri), dan 305 juta (paket platinium).

Ia pun mendirikan PT. Sushantco Indonesia dimana ia sendiri adalah presiden direkturnya. "Saya bersyukur, karena bisa mengembangkan bisnis ini dari nol," pungkas pria yang telah memiliki 1000 karyawan dengan omset miliaran ini.

Bahkan, ia juga sudah merambah ke bisnis lainnya seperti resto dann properti. Ia menjadi sosok pemberontak tapi tetap santun. Dari bisnis laundry, ia merambah bisnis properti dan penginapan dari Simply Homy, lalu bisnis kuliner Resto Bobbys steak & d'grill stone, dan bisnsi snack bernama Don Simply.

"Saya bersyukur, karena bisa mengembangkan bisnis ini dari nol," pungkas pria yang telah memiliki 1000 karyawan dengan omset miliaran ini.

Bagaimana dengan kedua orang tuanya? Kini mereka tentu merestui putranya yang tidak hanya sukses di bisnis tapi juga kuliah. Ia mendapatkan gelar sarjana hukumnya, menjadi pengusaha dan advokat, R. Agung Nugroho Susanto, S.H. Alumni dari Fakultas Hukum UGM. Seorang ADVOKAT No.010-00074/KAI-WT/I/2009.

Website pribadi: agungnugrohosusanto.com

Berwirausaha Satria Nugraha Berbisnis Gitar

Profil Pengusaha Satria Nugraha


pengusaha pembua gitar
 
Melalui gitar kamu bisa berwirausaha juga. Contoh lah kesuksesan Satria Nugraha berbisnis gitar. Ia bahkan mencetak hasil mengejutkan. Dia menghasilkan miliaran rupiah cuma dari gitar saja. Satria pun melanjutkan cerita mengenai bisnisnya tersebut.

Berawal dari kesukaan dia memainkan musik dan gitar. Satria lalu jatuh cinta kepada sebuah gitar. Ia kaget karena harganya Rp.19 juta. Membayangkan itu dia sudah hampir menyerah tetapi tidak. Satria lantas mengumpulkan uang, hanya mendapatkan Rp.2 lalu apa cara selanjutnya.

Itupun dia mendapatkan dari uang orang tua. Terus bagaimana cara dia menghasilkan uang tersebut. Satria lalu berselancar di internet untuk menemukan jalan. Apa sih perbedaan mendasar kenapa gitar itu bisa semahal ini. Dia lalu mengkoleksi data analisa, dari bahan kayu, produksi, dan perakitan.

"Makin penasaran saya mencari tau tentang model gitar yang lain," tuturnya.

Ketika dia berkunjung ke rumah Almarhum Harry Roesli. Dia menemukan ada orang yang bekerja modifikasi gitar. Berbekal uang Rp.2 juta, dia membawa alamat orang tersebut dan berupaya agar mimpinya terwujud.

Gitar Impian


Berwirausaha Satria Nugraha berbisnis gitar sampai ke luar negeri. Dari satu obrolan bersama sang pengrajin gitar, Nugraha tau bahwa proses pembuatan gitar bukanlah pendidikan formal, melainkan ilmu turunan keluarga. Tidak heran kalau alat- alatnya terlihat sangat sederhana dan nampak kuno.

Semua pengerjaan masih menggunakan keahlian manual. Bukti bahwa pekerjaan tersebut 100% dari talenta. Dalam setahun pengerjaan barulah gitar milik Nugraha jadi. Ia menyadari bahwa inilah sebab mengapa mahal. Selama perjalanan tersebut ia rajin melihat proses bukan sekedar terima jadi.

Melalui pengamatan panjang dirinya menyadari satu hal: Pembuatan gitar ternyata bisa menjadi satu prospek bisnis menjanjikan. Dia ingin belajar tetapi internet bukanlah solusi. Pengusaha muda ini tak mau membuang waktu, alih- alih dia mengajak sang pengrajin untuk bekerja sama.

Nugraha kembali meminjam uang orang tua. Sebagai mahasiswa masih aktif, kedua orang tuanya tak melihat bisnis ini menjanjikan. Pemikiran bahwa ini tak akan berhasil membuat modal tak cair. Jadi dia pun gigih untuk meyakinkan keduanya, hingga orang tua Nugraha setuju menggelontorkan 7 juta.

Langkah pertama Nugraha sebagai pengusaha adalah mengontrak. Lokasi toko tersebut dekat kampus dengan harapan targeting. Dia ingin menyasar para mahasiswa untuk membeli. Nugraha menyulap tempat dua tingkat tersebut. Lantai satu lalu disulapnya menjadi toko, sementara lantai dua disewakan kos.

Pada Mei 2004, usahanya berdiri walau tak bisa berproduksi banyak. Awal usaha seperti biasa penuh perjuangan keras. Nugraha butuh proses panjangan sampai terjual satu gitar. Ini tidak seperti bisnis makanan yang cepat laku. Orang akan tertarik mencicipi makanan walaupun kemudian tidak kembali.

Kalau gitar orang tak bisa melihat langsung membeli satu. Berbulan- bulan, hanya dua gitar yang laku dipesan. Dia tidak menyerah begitu saja. Ia lalu membuat toko online lalu mulia memasang iklan gratisan. Tak lama berpromosi, masuklah beberapa email untuk memesan gitar kepada Nugraha.

Kaget bukan main karena pemesan ternyata dari Belanda. Sekali email dia memesan hingga ratusan buah. "Bahkan, ada orang- orang dari negara berbeda, serta bisnis saya yang rumahan," ia ingat. Sang pemesan dari Belanda tak asal memesan, tetapi meminta barang yang spesifik tertentu.

Wirausaha Muda Mandiri


Pesanan tersebut melegakan sekaligus membingungkan. Apalagi dia hanyalah pengusaha kecil, dan tidak ada harga disepakati atau detail pengiriman. Pokoknya Nugraha hanya nekat mengiyakan untuk pesanan tersebut. Dalam sebulan gitar harus jadi dan dikirim, sang pemesan juga meminta desain unik.

Tidak ada ketakutan untuk ditipu oleh pembeli dari Belanda. Begitu selesai Nugraha langsung kirim foto- foto yang jadi. Sang pemesan langsung setuju untuk dikirimkan gitar tersebut. Tentu Nugraha senang bukan main, karena jualannya laku, dan bisa dikirim sampai ke luar negeri.

Seminggu pengiriman hingga seratus gitar sampai ke Belanda. Bersyukur karena sang pemesan dari Belanda tersebut suka. Satu pesanan lalu membuka pintu rejeki bagi Nugraha kemudian. Pesanan masuk 250 buah sekaligus. "Saya katakan bahwa saya tak punya modal sebanyak itu," tuturnya.

Pemesanan kali ini dirasa Nugraha begitu banyak. Sistem jual- beli disampaikan pun tampak sukar untuk dipenuhi. Ia kemudian meminta sang pembeli untuk datang ke Bandung. Bila serius dia lebih baik datang ke tempatnya. Siapa sangka calon klien tersebut beneran terbang sampai ke Bandung.

Mereka bahkan memberikan uang muka untuk pemesanan. Begitu menerima uang, Nugraha mulai memproduksi dengan serius, bahkan dia tak mau terjadi kekurangan. Pokoknya dia harus menjual barang sebagus mungkin tanpa cacat.

"Saya tidak mau setelah gitar terkirim, barulah ada masalah," ia menjelaskan.

Agar kualitas produk dihasilkan Nugraha meyakinkan. Pihak klien menyempatkan mengirim teknisi gitar. Bukan orang sembarangan, ternyata dia adalah repairman gitar untuk Jeff Back dan gitaris dari Led Zeppelin, Jimmy Page.

Nugraha begitu bangga karena bertemu sang maestro. Bukan sembarangan, pria tersebut memastikan produksinya berjalan benar. Kualitas dicek oleh repairman tersebut sampai sebulan berlalu. Ternyata rumit juga memastikan pengecekan. Beruntung dia sempat mendapatkan pembelajaran dari prosesi itu.

Situs yang semula sederhana kemudian berubah profesional. Dia sudah bisa mempekerjakan seorang karyawan. Situs tersebut menampilkan semua proses produksi yang berstandar internasional. Berisi rangkaian dokumentasi yang dimaksudkan menarik lebih banyak pembeli asing.

Apa yang ditampilkan situs Nugraha memberikan standarisasi nasional. Para pengrajin gitar lokal pun bisa memakai itu. Ketika dia berjalan- jalan dan mencoba membeli gitar, pengrajin tersebut memberi print out dari situsnya. Bukan marah, tetapi dia merasa bangga karena bermanfaat bagi banyak orang.

Harga dan penjelasan detail ditampilkan di dalam situs. Ini membuka mata para pengrajin lokal untuk menaikan kualitas produk. Melalui standarisasi maka harga tak akan sembarangan bervariasi. Tak mau kalah, Nugraha membuka layanan konsultasi gratis, pembayarang dollar, dan pengiriman keluar negeri.

Popularitas toko online bikinannya melonjak tajam. Pemesanan mengalir deras dari sejumlah gitaris ternama. Ia menjelaskan bahwa mereka dan dirinya berbagi peran. Bila mareka memainkan serta tau gitar mana yang terbaik. Maka dia akan membantu detailnya agar gitar yang dibeli adalah terbaik.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba